BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAAN
4.1 Hasil Penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV ini peneliti akan menguraikan hasil penelitian dan pembahasan sebagai penejelas dari bab sebelumnya. Adapun uraian dari kedua pokok bahasan tersebut
adalah sebagai berikut:
4.1 Hasil Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan produk media pembelajaran berbasis video materi peredaran darah manusia untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis kelas V SD. Untuk menunjang pengembangan produk ini, peneliti melakukan ujicoba terbatas terhadap 10 peserta didik kelas V SD Taskombang 3. Tujuan dari ujicoba terbatas ini adalah untuk mengetahui seberapa layak produk ini digunakan. Selain itu, dapat juga untuk mengetahui apabila ada hal-hal yang perlu direvisi dari produk yang dikembangkan oleh peneliti sebelum digunakan dalam skala besar.
Pengembangan produk ini menggunakan metode pengembangan ADDIE yaitu: 1) Anaysis (analisis), Design (desain/perencanaan),
Development (pengembangan), Implementation (implementasi),
Evaluation (evaluasi). Tahap-tahap pengembangan tersebut dibahas
secara terperinci sebagai berikut: 4.1.1 Tahap Analyze (analisis)
Pada tahap analisis ini, peneliti melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan dengan mewawancara satu guru, yaitu guru SD Taskombang 3. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui informasi awal tentang penggunaan media pada proses pembelajaran di SD Taskombang 3. Selain itu, peneliti juga menggali informasi tentang kesulitan yang dihadapi pada saat masa pandemi.
Setelah melakukan analisis kebutuhan, peneliti melakukan wawancara tindak lanjut. Wawancara tindak lanjut bertujuan untuk mengetahui lebih dalam informasi yand dibutuhkan oleh peneliti. Informasi tersebut meliputi materi IPA yang sulit dipahami pesserta didik, kendala yang dihadapi, penggunaan media, dan informasi-informasi lain terkait penelitian.
Hasil dari analisis kebutuhan dan wawancara tindak lanjut adalah sebagai berikut:
a. Analisis kebutuhan
Analisis kebutuhan dari hasil wawancara yang dilakukan pada satu guru SD Taskombang 3 memperoleh informasi sebagai berikut:
1) Pembelajaran jarak jauh mempengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Tidak adanya tatap muka antara guru dan peserta didik menyebabkan kurang efektifnya proses pembelajaran. Dampak yang ditimbulkan adalah materi tidak dapat tersampaikan sepenuhnya karena
keterbatasan waktu sehingga guru memilih menyampaikan materi-materi yang pokok dan esensial saja.
2) Dalam proses pembelajaran terdapat materi-materi yang sulit dipahami oleh peserta didik saat pembelajaran jarak jauh. Salah satu materinya yaitu sistem peredaran darah manusia. Kendala yang dihadapi guru dan peserta didik adalah terbatasnya waktu dan kurang bervariasinya media. 3) Media yang digunakan adalah buku teks dan gambar yang
berkaitan dengan materi sistem peredaran darah manusia. 4) Guru SD Taskombang 3 pernah menggunakan media
digital namun jarang. Tetapi belum pernah menggunakan media digital berbasis video. Ketika peneliti menawarkan pengembangan media video, guru antusias karena menurut guru SD Taskombang 3 yang menjadi narasumber, media video akan sangat membantu sehingga peserta didik lebih mudah memahami dan menangkap materi yang diajarkan jika media yang digunakan melibatkan kegiatan mendengar dan melihat.
b. Wawancara lanjutan
Setelah mengetahui hasil dari analisis kebutuhan yang telah dilakukan, peneliti melakukan wawancara lanjutan guna mengetahui informasi lain yang dibutuhkan. Adapun hasil dari wawancara lanjutan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut:
1) Narasumber mengkategorikan sistem perdaran darah manusia sebagai salah satu materi yang sulit dipahami oleh peserta didik karena banyak peserta didik yang belum bisa membedakan belahan jantung kanan (serambi kanan dan bilik kanan) dan belahan jantung kiri (serambi kiri dan bilik kiri), materi sistem peredaran darah manusia melibatkan beberapa alur yang rumit dan membingungkan (peredaran darah besar dan peredaran darah kecil) serta melibatkan banyak organ (pembuluh,serambi,bilik,paru-paru, darah) sehingga peserta didik sulit untuk memahaminya.
2) Kendala yang dihadapi guru adalah peserta didik sulit menghafal organ dan bagian-bagian yang ada dalam sistem peredaran darah manusia.
3) Bagian materi yang sulit dipahami peserta didik adalah alur peredaran darah kecil dan besar. Bagian terebut dianggap sulit karena alur yang dilalui sulit rumit dan membingungkan. Karena organ yang dilalui dan yang terlibat hampir sama, membuat peserta didik sering terbalik dalam menyebutkannya.
4) Media yang digunakan narasumber adalah buku teks dan gambar terkait materi. Media tersebut dirasa kurang efektif jika tidak disertai dengan penggunaan media lain. Peserta didik membutuhkan media yang menarik
sehingga dapat membantu pemahamanya. Presentase keefektifan penggunaan media tersebut berkisar 60%. Presentase tersebut dirasa belum maksimal oleh narasumber. Respon peserta didik saat menggunakan media tersebut kurang begitu tertarik sehingga berpengaruh pada tingkat pemahaman peserta didik karena petunjuk pada bacaan media kurang jelas. 5) Narasumber membutuhkan media digital berupa video
karena media video memuat petunjuk yang jelas serta dapat dilihat dan didengar oleh peserta didik, sehingga konsep yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Berdasarkan hasil wawancara analisis kebutuhan dan wawancara tindak lanjut yang dilakukan oleh peneliti, guru dan peserta didik membutuhkan media yang membantu guru untuk menyampaikan konsep dengan baik dan membantu peserta didik menerima konsep yang disampaikan dengan baik juga. Pengemasan media tentunya sangat berpengaruh dalam keberhasilan media. Media ini menerapkan pengemasan media secara menarik dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami materi sistem peredaran darah manusia yang disampaikan pada media dengan baik
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh produk yang akan dikembangkan yaitu media pembelajaran berbasis video materi peredaran darah manusia untuk kelas V SD. Setelah melakukan analisis, langkah selanjutnya adalah merancang desain produk yang akan dikembangkan. Setelah produk dirancang, produk akan melalui proses validasi yang dilakukan oleh ahli. Uraian pada tahap desain adalah sebagai berikut:
a. Penyusunan draft materi
Penyusunan draft materi dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan, materi yang dipilih adalah materi sistem peredaran darah manusia. Penyusunan draft materi dilakukan untuk memilih materi yang akan menjadi pokok bahasan dalam media. Penyusunan draft materi penting dilakukan agar pokok bahasan tidak melenceng dari yang sudah ditentukan, materi pokok akan dibahas secara mendalam namun dipersingkat agar peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Materi sistem peredaran darah manusia dianggap narasumber sulit dipahami oleh peserta didik karena materi ini membutuhkan banyak hafalan seperti organ, alur peredaran darah, dan bagian-bagian dari jantung serta fungsinya.
b. Penyusunan draft media
Berdasarkan materi yang sudah ditentukan, langkah selanjutnya yaitu penyusunan draft media. Draft media merupakan rancangan
dari produk yang akan dikembangkan. Uraian pada tahap ini adalah sebagai berikut:
1) Merangkum materi yang akan digunakan dalam media yang dikembangkan.
Materi yang akan digunakan dalam media harus dirangkum dan dipilih materi esensial saja. Hal ini dilakukan agar materi yang disampaikan tidak terlalu panjang dan bertele-tele. Bagan dari materi yang digunakan dalam media adalah sebagai berikut:
Gambar 4.1 Bagian-bagian dari Materi 2) Memilih gambar yang relevan dengan materi
Pemilihan gambar sangat penting dilakukan karena ketepatan gambar berpengaruh pada pemahaman peserta didik. Gambar yang ada dalam media video antara lain sebagai berikut:
- Gambar organ - Gambar penyakit - Gambar cara merawat
3) Background gambar
Background pada gambar dipilih dengan memilih warna yang menarik sehingga peserta didik tertarik menggunakan media.
4) Memilih efek dan transisi
Pemilihan efek dan transisi penting dilakukan karena dengan adanya efek dan transisi dapat menarik perhatian peserta didik sehingga perhatian peserta didik tertuju pada media. Efek pada media dibuat menggunakan aplikasi adobe
after effect yang termasuk dalam aplikasi edit video. Transisi
dan efek digunakan secara tidak berlebihan, hal ini bertujuan untuk mendukung penampilan saat materi dijelaskan oleh
dubber.
5) Menyusun draft dubbing suara
Dubbing suara merupakan isi suara pada media video. Dubbing suara berisi penjelasan dari materi yang ditampilkan pada video. Dubbing suara pada edia diisi oleh peneliti yang meliputi beberapa bagian yaitu:
- Pembukaan
Pembukaan berisi sapaan dan pengenalan awal materi yang akan dipelajari oleh peserta didik.
Pada bagian isi berisi penjabaran-penjabaran materi yang ada pada media. Materi dijelaskan secara terperinci sehingga peserta didik dapat melibatkan indra pendengaran. - Penutup
Bagian penutup berisi salam perpisahan dan juga petunjuk yang mengarahkan peserta didik untuk mengerjakan soal evaluasi.
6) Menyusun bagian-bagian dari media
Dalam perancangan media berbasis video, peneliti merancang media yang dikembangkan menjadi 3 bagian yaitu: bagian pembuka, bagian isi, dan bagian penutup. Berikut isi dari 3 bagian tersebut:
No Bagian media Isi media
1 Pembuka - Logo universitas - Nama penyusun 2 Isi - Judul materi
- Organ-organ dan fungsinya - Alur peredaran darah - Gangguan peredaran darah - Cara memelihara
organ peredaran darah
3 Penutup - Penyusun - Editor
- Sumber materi dan gambar
- Soal evaluasi Table 4.1 Bagian-bagian dari Media
Dari rancangan media di atas, ditampilkan bentuk outline sebagai berikut:
No. Bagian Outline
1. Pembuka
2. Isi - Judul
- Alur
- Gangguan
- Cara merawat
3. Penutup - Ucapan terimakasih
- Editor
- Sumber
- Soal evaluasi
Table 4.2 Bagian Outline dari Media
Instrumen yang disusun dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kevalidan kepraktisan, dan keefektifan media. Kevalidan media diperoleh dari hasil validasi satu ahli materi dan satu ahli media. Kepraktisan media diperoleh dari angket respons peserta didik dan keefektifan diperoleh dari hasil observasi sebelum dan sesudah penggunaan media. Berikut langkah-langkah penyusunan instrumen penelitian:
1) Instrumen wawancara analisis kebutuhan dan wawancara lanjutan
Instrumen wawancara analisis kebutuhan berisi 10 butir pertanyaan sebagai pertanyaan yang bersifat mendasar dan 13 butir pertanyaan untuk wawancara lanjutan yang bersifat menggali informasi lebih jauh. Informasi yang mendalam dibutuhkan peneliti karena informasi tersebut dapat dijadikan pertimbangan dalam pengembangan media.
2) Instrumen validasi media
Instrumen validasi media meliputi validasi ahli materi dan validasi ahli media. Instrumen validasi ahli materi merupakan angket dengan 20 butir pernyataan dan menggunakan skala
likert berisi 5 alternatif jawaban, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5.
Keterangan dari angka tersebut berturut-turut menyatakan sangat tidak baik, tidak baik, cukup, baik, dan sangat baik. instrumen ahli media digunakan untuk menilai aspek kelayakan bahasa dan aspek kelayakan penyajian.
Instrumen ahli materi berisi 20 butir pernyataan dan menggunakan sklala likert berisi jawaban, yaitu 1, 2, 3, 4, dan 5. Keterangan dari angka tersebut berturut-turut menyatakan sangat tidak baik, tidak baik, cukup, baik, dan sangat baik. instrumen ahli materi diunakan untuk menilai aspek kelayakan isi dan aspek kelayakan dalam pembelajaran.
3) Angket respon peserta didik
Angket respon peserta didik digunakan untuk menilai kepraktisan media. Angket respon peserta didik terdiri dari 15 butir pernyataan. Peserta didik diminta untuk memberikan tanggapan setelah menggunakan media yang dikembangkan. Skala penilaian pada angket respons peserta didik meliputi: SS, S, KS, TS, dan STS. Dengan keterangan secara berturut-turut yaitu: sangat setuju, setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.
4) Soal evaluasi
Penyusunan soal evaluasi bertujuan untuk mereview materi yang telah dipelajari dalam media. Dalam penyusunan soal evaluasi berkonsultasi dengan guru ahli. Soal ini berisi 5 butir soal meliputi 1 soal bagian jantung, 1 soal fungsi katup jantung, 1 soal berkaitan dengan darah, 1 soal mengenai gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah, dan 1 soal mengenai cara mencegah gangguan peredaran darah. Soal evaluasi disampaikan dengan lisan saat pembelajaran berlangsung,
sehingga terjadi komunikasi dua arah antara peneliti dengan peserta didik. Soal evaluasi pada media ini bersifat mereview pengetahuan peserta didik, seberapa menarik dan berpengaruhnya media yang dikembangkan.
5) Lembar observasi
Lembar observasi digunakan sebagai alat ukur keefektifan penggunaan media. Lembar observasi ini berisi 15 pernyataan yang menilai peningkatan kemampuan pemahaman konsep dan berpikir kritis peserta didik. Pada lembar observasi terdapat angka yang menunjukkan jumlah peserta didik. Terdapat dua lembar obervasi yaitu lembar observasi sebelum menggunakan media dan setelah menggunakan media.
4.1.3 Tahap development (pengembangan)
Tahap ini, dilakukan pengembangan media berdasarkan perencanaan yang dilakukan pada tahap design (perencanaan) yang selanjutnya akan dilakukan validasi. Berikut hasil dari penyusunan
draft media:
1) Pengembangan draft media a. Pembukaan
Pada bagian pembukaan ini berisi gambar logo dan identitas penyusun. Pemberian logo dan identitas penyusun dimaksudkan untuk perkenalan awal. Adapun bagian pembukaan adalah sebagai berikut:
Gambar 4.2 Pembukaan Media b. Isi
Pada bagian ini meliputi materi-materi yang dijabarkan pada media. Adapun penjabaran isi materi pada media adalah sebagai berikut:
1. Judul materi
Bagian judul berisi judul dari materi yang akan dipelajari dan dilengkapi dengan gambar-gambar pendukung yang bersifat stimulan, sehingga dapat merangsang peserta didik agar tertarik menggunakan media yang dikembangkan.
Gambar 4.3 Judul Materi 2. Organ
- Jantung
Materi pertama adalah pengenalan organ jantung. Pada tahap pengenalan organ jantung ini, peneliti menampilkan gambar jantung. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran pada peserta didik mengenai bentuk jantung.
Gambar 4.4 Jantung
Bagian pada jantung selanjutnya adalah tampilan bagian-bagian jantung yang disertai dengan penjelasan fungsi dari bagian-bagiannya. Bagian-bagian jantung meliputi serambi kanan dan kiri, bilik kanan dan kiri, serta katup.
Pada bagian materi ini ditampilkan gambar darah yang sudah digambar ulang dan dibuat lebih menarik, tujuannya adalah agar peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Selain menampilkan bagian-bagian darah, media ini juga menampilkan peran dari masing-masing bagian.
Gambar 4.5 Darah 3. Alur peredaran darah
Bagian ini menampilkan alur peredaran darah berdasarkan arah alirannya.
Gambar 4.6 Alur Peredaran Darah
4. Gangguan perdaran darah
Pada bagian ini dijelaskan gangguan-gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia.
Gambar 4.7 Ganguan Peredaran Darah 5. Cara memelihara organ peredaran darah
Pada bagian ini menjabarkan bagaimana cara memelihara organ peredaran darah agar tidak mengalami gangguan yang telah dijabarkan di atas.
Gambar 4.8 Cara Memelihara Peredaran Darah c. Bagian penutup
Bagian penutup berisi ucapan terimakasih, nama penyusun, editor, sumber dan soal evaluasi. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
1. Ucapan terimakasih, nama penyusun, editor, dan sumber
Gambar 4.9 Bagian Penutup 2. Soal evaluasi
Gambar 4.10 Soal Evaluasi
2) Validasi media
Setelah melalui tahap pengembangan, media akan melalui tahap validasi. Tahap vaidasi akan dilakukan oleh para ahli yang berkompeten pada bidangnya. Ahli tersebut meliputi ahli media dan ahli materi yang terdiri dari Ibu Wahyu Widosari, M.Biotech sebagai ahli media yang merupakan dosen Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma dan Ibu Murni Ujiyanti S.Pd sebagai ahli materi yang merupakan guru kelas V SD Taskombang 3.
Penilaian dari validator akan digunakan sebagai alat ukur valid atau tidaknya media yang dikembangkan Penilaian dilakukan dengan menggunakan lembar penilaian ahli materi dan ahli media. Validator memberikan komentar, saran, dan penilaian terhadap media yang bertujuan untuk acuan perbaikan media yang dikembangkan. Berikut penilaian ahli media dan ahli materi: 1) Penilaian ahli media
Penilaian kevalidan ahli media yang dikembangkan dilakukan oleh Ibu Wahyu Widosari, M.Biotech yang bertujuan untuk mengetahui apakah media yang dikembangkan tersebut
valid atau tidak. Validasi media meliputi aspek kelayakan bahasa dan aspek kelayakan penyajian. Aspek kelayakan bahasa berfungsi untuk mengetahui kesesuaian bahasa yang digunakan dalam media antara lain keefektifan penusunan kalimat, penggunaan bahasa yang komunikatif dan interaktif, kesesuaian kaidah tata bahasa dan ejaan serta kebakuan istilah yang digunakan.
Sedangkan aspek kelayakan penyajian berfungsi untuk mengetahui kesesuaian pemilihan warna dan background, ketepatan pemilihan huruf, kesesuaian gambar dan ilustrasi, kejelasan penggambaran materi, serta kesesuaian antara suara dan gambar. Adapun hasil penilaian validasi ahli media adalah sebagai berikut:
Aspek Skor Rata-rata
Kelayakan Bahasa 5,0
Kelayakan Penyajian 3,4
Rata-rata keseluruhan 4,2
Table 4.3 Hasil Penilaian Validasi Ahli Media
Berdasarkan hasil dari penilaian validasi ahli media di atas, skor tertinggi terdapat pada aspek kelayakan bahasa dengan skor 5 sedangkan skor terendah terdapat pada aspek kelayakan penyajian yaitu 3,4. Dengan hasil rata-rata keseluruhan yaitu
4,2 dari skor maksimal 5 yang berarti bahwa media yang dikembangkan dinyatakan valid dengan kategori baik. Validator menyatakan produk layak digunakan tanpa revisi. Berikut hasil penilaian validasi apabila disajikan ke dalam bentuk diagram batang.
Gambar 4.11 Diagram Validasi Media
2) Penilaian Ahli Materi
Penilaian kevalidan ahli materi yang dikembangkan dilakukan oleh Ibu Murni Ujiyanti, S.Pd yang bertujuan untuk mengetahui apakah media yang dikembangkan tersebut valid atau tidak. Validasi media meliputi aspek kelayakan isi dan aspek kelayakan dalam pembelajaran. Aspek kelayakan isi berfungsi untuk mengetahui kesesuaian kesesuaian isi materi,
kelengkapan materi, kedalaman materi, serta keakuratan gambar dan istilah.
Sedangkan aspek kelayakan dalam pembelajaran berfungsi untuk mengetahui apakah media menarik sehingga mampu mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan bertanya, mengemukakan peristiwa terkait materi, kesesuaian contoh, keruntutan konsep, kebahasaan, melatih kemampuan berpikir kritis, soal evaluasi serta umpan balik. Adapun hasil penilaian validasi ahli media adalah sebagai berikut:
Aspek Skor rata-rata
Kelayakan Isi 4,8
Kelayakan dalam pembelajaran 4,2
Rata-rata keseluruhan 4,5
Table 4.4 Hasil Penilaian Ahli Materi
Berdasarkan hasil dari penilaian validasi ahli media di atas, skor tertinggi tedapat pada aspek kelayakan isi dengan skor 4,8 sedangkan skor terendah terdapat pada aspek kelayakan dalam pembelajaran dengan skor 4,2. Berdasarkan hasil rata-rata keseluruhan yaitu 4,5 dari skor maksimal 5 yang berarti bahwa media yang dikembangkan dinyatakan valid dengan kategori baik. Validator menyatakan produk layak digunakan tanpa revisi. Berikut hasil penilaian validasi apabila disajikan ke dalam bentuk diagram batang.
Gambar 4.12 Diagram Media 3) Revisi media
Berdasarkan komentar dan saran yang dihimpun dari penilaian validasi ahli media dan ahli materi. Peneliti melakukan beberapa revisi yang meliputi:
a. Revisi media menurut ahli media No Revisi produk
1. Poin revisi: Kontras kurang
2. Poin revisi:
Ilustrasi kurang menarik untuk peserta didik
Table 4.5 Revisi Media Menurut Ahli Media b. Revisi media menurut ahli materi
No .
Revisi produk
1. Poin revisi:
Mengganti pertanyaan negatif menjadi positif
Media sebelum di revisi Media sesudah di revisi
4.1.4 Tahap implementation (implementasi)
Pada tahap implementasi dilakukan ujicoba produk secara terbatas pada 10 peserta didik kelas V SD Taskombang 3, Klaten. Peserta didik tersebut terdiri dari 4 peserta didik perempuan dan 6 peserta didik laki-laki. Ujicoba dilakukan pada tanggal 10 April 2021 secara daring menggunakan google meeting. Persiapan sebelum dilakukannya uji coba antara lain:
1. Meminta izin kepada kepala sekolah untuk melakukan ujicoba produk yang dikembangkan oleh peneliti.
2. Berdiskusi dengan guru kelas untuk menentukan tanggal dilakukannya ujicoba
3. Mengurus surat yang diperlukan sebagai syarat dilakukannya ujicoba
4. Berdiskusi mengenai RPP yang akan digunakan saat ujicoba. Pada tanggal 10 April 2021, peneliti dan guru sepakat untuk melakukan uji coba pada produk yang dikembangkan oleh peneliti. Hari sebelumnya, guru telah menginformasikan kepada peserta didik yang bersangkutan bahwa akan dilakukan ujicoba pada tanggal 10 April 2021. Sebelum dilakukannya ujicoba, peneliti telah menyerahkan lembar observasi sebelum digunakannya media guna mengetahui berapa banyak peningkatan yang terjadi dan menyerahkan lembar angket respon peserta didik untuk dibagikan kepada peserta didik. Peneliti juga telah mengirim media melalui whatsapp group yang agar
dapat didownload sebelum dilakukannya ujicoba dan dapat digunakan saat ujicoba berlangsung.
Sebelum dilakukannya ujicoba, peneliti mengirimkan link google
meet ke whatsapp group dan menginstruksikan peserta didik agar
segera bergabung. Setelah peserta didik telah bergabung seluruhnya, peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah disusun. Peneliti menyapa peserta didik dan berkenalan terlebih dahulu agar pembelajaran tidak terasa menegangkan karena peserta didik sedang belajar dengan orang baru. Setelah suasana terasa lebih cair, peneliti memulai pembelajaran dengan salam dan tak lupa melakukan presensi. Saat pembelajaran berlangsung, guru berperan sebagai observer. Pembelajaran dilakukan secara runtut sesuai dengan apa yang telah direncanakan di RPP.
Peserta didik diarahkan untuk menonton video yang telah didownload oleh masing-masing peserta didik. Setelah menonton video dan mengerjakan soal evaluasi yang ada di akhir video secara lisan yang disampaikan oleh peneliti dan peserta didik yang diminta menjawab dipilih secara acak. Ada beberapa peserta didik yang bertanya seputar materi, salah satunya bagaimana membedakan peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peserta didik tersebut masih bingung karena organ yang terlibat hampir sama, sehingga membingungkan. Peneliti yang berperan sebagai fasilitator menjelaskan perbedaan keduanya. peserta didik diberikan beberapa pertanyaan yang bersifat memperdalam pemahaman peserta didik.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi organ-organ yang ada dalam sistem peredaran darah dan fungsinya, urutan peredaran darah besar dan kecil, gangguan, cara memelihara, serta makanan sehat dan makanan yang harus dihindari.
Setelah pembelajaran selesai, peserta didik diminta untuk mengisi angket respons peserta didik yang telah dibagikan oleh guru sebelum