• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada subbab ini akan diuraikan gambaran umum data hasil pretest dan

posstest serta hasil penilaian kinerja selama kegiatan eksperimen. Data hasil

pretest dan posttest mendeskripsikan keterampilan proses sains siswa, sedangkan

hasil penilaian kinerja mendeskripsikan kinerja siswa selama metode eksperimen digunakan dalam pembelajaran di kelas.

1. Rekapitulasi Data Hasil Pretest dan Posttest

a. Data Hasil Pretest dan Posttest Keterampilan Proses Sains

Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh beberapa nilai pemusatan dan penyebaran data dari hasil pretest dan posttest. Rekapitulasi data hasil pretest dan

posttest dapat dilihat dari tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1 Rekapitulasi Data Hasil Pretest dan Posttest pada Kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen

No. Pemusatan dan Penyebaran

Data Pretest Posttest

1 Nilai Terendah 24,23 70,26 2 Nilai Tertinggi 31,54 76,29 3 Rata-rata 28,23 73,28 4 Median 27,59 75,86 5 Rentang 41,38 31,04 6 Standar Deviasi 9,16 8,36

Berdasarkan tabel 4.1, terlihat bahwa nilai rata-rata posttest (73,28) lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata pretest (28,23). Hasil ini menunjukkan nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen berorientasi penilaian kinerja. Selisih nilai rata-rata pretest dan posttest adalah 45,05. Hasil ini menunjukkan bahwa kelas setelah perlakuan berupa pembelajaran dengan metode eksperimen

berorientasi penilaian kinerja (posttest) memiliki nilai rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan nilai siswa yang sebelum perlakuan (pretest).

b. Keterampilan Proses Sains Siswa (KPS)

Keterampilan proses sains (KPS) yang dimiliki siswa pada saat penelitian dapat dilihat dari hasil pretest dan posttest. Untuk memperoleh gambaran keterampilan proses sains tersebut, maka dibuat diagram seperti diperlihatkan pada gambar berikut.

Gambar 4.1 Diagram Persentase Aspek Keterampilan Proses Sains Pada Saat Pretest dan Posttest

Berdasarkan gambar 4.1 di atas dapat dilihat bahwa setiap aspek keterampilan proses sains (KPS) siswa pada saat posttest mengalami peningkatan jika dibandingkan saat pretest. Persentase aspek keterampilan proses sains tertinggi pada saat pretest yaitu pada aspek berhipotesis (K2) sebesar 39 %,

sedangkan aspek KPS terendah yaitu aspek melaksanakan

percobaan/eksperimentasi (K4) sebesar 17 %. Pada saat posttest, persentase keterampilan proses sains tertinggi yaitu aspek mengamati (K1) sebesar 86 %, sedangkan persentase keterampilan proses sains terendah yaitu aspek menerapkan konsep (K6) sebesar 56%. Secara keseluruhan aspek keterampilan proses sains (KPS) saat posttest lebih unggul dibandingkan saat pretest, unggulnya persentase

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 26 39 27 17 38 19 38 86 76 82 78 70 56 69 P er sent a se Ra ta -ra ta ( %) Aspek KPS

rata-rata posttest yang berkategori sangat baik yaitu pada aspek mengamati (K1) sebesar 86% dan aspek merencanakan percobaan (K3) sebesar 82%.

c. Observasi KPS Menggunakan Penilaian Kinerja

Adapun hasil observasi keterampilan proses sains (KPS) siswa untuk tiap aspeknya dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini:

Tabel 4.2 Persentase Observasi KPS Siswa Tiap Aspek

Aspek KPS Presentase rata-rata eksperimen ke- Persentase

rata-rata Kategori 1 2 3 4 K1 81,25 83,33 85,42 94,79 86,20 Sangat baik K2 72,92 69,79 78,13 78,13 74,74 Baik K3 69,79 77,08 80,21 84,38 77,87 Baik K4 83,33 85,94 89,06 93,75 88,02 Sangat baik K5 63,28 69,01 73,18 80,47 71,49 Baik K6 71,88 66,67 75 76,04 72,40 Baik K7 62,5 72,92 77,8 78,13 72,84 Baik Rata-rata 72,14 74,96 79,83 83,67 77,65 Baik Kategori Baik Baik Sangat

baik

Sangat Baik

Berdasarkan Tabel 4.2, terlihat bahwa aspek berhipotesis (K2) dan aspek menerapkan konsep (K6) pada pertemuan kedua mengalami penurunan jika dibandingkan pada pertemuan pertama. Namun secara keseluruhan persentase rata-rata masing-masing aspek keterampilan proses sains (KPS) dari pertemuan pertama sampai keempat mengalami peningkatan. Persentase aspek keterampilan proses sains (KPS) tertinggi pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga yaitu aspek melaksanakan percobaan/eksperimentasi (K4), secara berturut-turut persentase rata-ratanya sebesar 83, 33%, 85,94% dan 89,06%. Sedangkan aspek keterampilan proses sains (KPS) tertinggi pada pertemuan keempat yaitu aspek mengamati (K1) sebesar 94,79%.

Keterangan:

K1 : Mengamati K5 : Berkomunikasi

K2 : Berhipotesis K6 : Menerapkan konsep

K3 : Merencanakan percobaan K7 : Menafsirkan data/interpretasi

2. Hasil Uji Prasyarat Analisis

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak. Uji ini dilakukan terhadap hasil pretest dan posttest. Kedua data di uji dengan uji Kolmogorov-smirnov melalui aplikasi SPSS. Hasil dari uji normalitas dapat dilihat pada Tabel 4.3 beriut:

Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas

Uji Statistik Pretest Posttest Sig. 0,018 0,07

Sig ≥ 0,05

= Normal 0,05

Keputusan Tidak normal Tidak normal

Pengambilan keputusan uji normalitas diambil berdasarkan pada ketentuan kriteria pengujian uji Kolmogorov-smirnov, yaitu jika signifikansi yang diperoleh > 0,05 maka data dinyatakan terdistribusi normal, namun jika signifikansi yang diperoleh 0,05 maka data dinyatakan tidak terdistribusi normal. Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa nilai taraf signifikansi pada saat pretest sebesar 0,018 dan nilai taraf signifikansi posttest sebesar 0,07. Hal ini menunjukkan bahwa hasil pretest maupun posttest adalah berdisribusi tidak normal, yang didasarkan atas ketentuan kriteria pengujiannya yaitu Sig 0,05 maka terima H0 yang berarti bahwa data tidak terdistribusi normal.

3. Hasil Uji Hipotesis

Berdasarkan uji prasyarat analisis, diperoleh hasil pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, pengujian hipotesis dapat dilakukan dengan menggunakan uji nonparametrik yaitu uji Wilcoxon menggunakan bantuan

software SPSS.22. Alasan lain digunakannya uji wilcoxon karena data dalam

penelitian ini merupakan dua kelompok data yang saling berhubungan. Hasil perhitungan uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.

Tabel 4.4 Hasil Perhitungan Uji Hipotesis

Uji Hipotesis

Wilcoxon Posttest-Pretest

Sig. 0,000

Sig. < 0,05 HO ditolak < 0,05 Keputusan H0 ditolak

Untuk mengetahui diterima atau ditolaknya Ho adalah dengan melihat nilai pada kolom Sig.(2-tailed). Taraf signifikansi yang digunakan adalah 5%. Pengambilan keputusan didasarkan pada kriteria pengujian, yaitu jika nilai Sig.(2-

tailed) < 0,05, maka dinyatakan . Ha diterima dan Ho ditolak. Sementara, jika

Sig.(2-tailed) > 0,05, makadinyatakanHa ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan tabel 4.4 di atas terlihat bahwa nilai Sig.(2-tailed)yang didapatkan dari analisis menggunakan software SPSS.22. adalah 0,000 , sedangkan taraf signifikansi pada tabel adalah 5% atau 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai Sig < 0,05 atau 0,00 < 0,05, sehingga hipotesis Ha diterima dan hipotesis Ho ditolak. Dengan diterimanya alternatif (Ha), dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode eksperimen berorientasi penilaian kinerja berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa.