HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Hasil Penelitian
4.2.1. Analisis Indeks Jawaban Responden Per Variabel
Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran deskriptif mengenai responden penelitian ini, khususnya variabel-variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini digunakan teknik skoring yaitu nilai minimal 1 dan nilai maksimal 5. Maka perhitungan indeks jawaban responden dilakukan dengan rumus sebagai berikut :
Nilai Indeks = [(F1x1) + (F2x2) + (F3x3) + (F4x4) +(F5x5)] / 5 Dimana :
F1 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 1 F2 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 2 F3 adalah frekuensi jawaban responden yang menjawab 3
Dan seterusnya hingga F5 untuk menjawab 5 skor yang digunakan dalam kuesioner penelitian ini.
Pada kuesioner penelitian ini, angka jawaban responden tidak dimulai dari angka 0, melainkan dari angka 1 hingga 5. Oleh karena itu angka indeks yang dihasilkan dimulai dari angka 14 hingga 70 dengan rentang 56. Dalam penelitian ini digunakan 3 kriteria, maka rentang sebesar 56 dibagi 3 dan menghasilkan rentang sebesar 19. Rentang tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan indeks persepsi akuntan terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :
14,00 – 33,99 = Rendah 34,00 – 53,99 = Sedang 54,00 – 73,99 = Tinggi
1. Indeks Jawaban Responden Mengenai Moral Keadilan
Variabel Moral Keadilan pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 3 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya. Untuk kasus 1: Pengiriman barang yang lebih awal ditampilkan dalam tabel 4.3. sedangkan kasus 2: Penyesuaian Piutang Tak Tertagih ditampilkan pada tabel 4.4.
Tabel 4.3. Indeks Moral Keadilan
Kasus 1: Pengiriman Barang Lebih Awal
Indikator Moral Keadilan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Adil / Tidak adil (X11) 3 18 19 18 12 46.4 Pantas / Tidak pantas (X12) 1 21 22 17 9 44.4
Secara moral benar / Secara moral salah (X13 - ) 20 21 17 12 46.2 Rata-rata 45.7 Tabel 4.4. Indeks Moral Keadilan
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Moral Keadilan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Adil / Tidak adil (X11) 3 11 23 23 10 47.2 Pantas / Tidak pantas (X12) 2 18 18 23 9 46 Secara moral benar / Secara moral
salah (X13
2 )
20 18 20 10 45.2
Rata-rata 46.1
Sumber : Data Primer yang diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks X11
• Nilai Indeks (X
yaitu adil / tidak adil dihitung sebagai berikut:
11
= 46.4
) = [(3x1) + (18x2) + (19x3) + (18x4) + (12x5)] /5
Kesimpulan : Indikator persepsi adil /tidak adil bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X12
• Nilai indeks (X
yaitu pantas / tidak pantas dihitung sebagai berikut :
12) = [(1x1) + (21x2) + (22x3) + (17x4) + (9x5)] /5 =44.4
Kesimpulan : Indikator persepsi pantas/tidak pantas bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X13
• Nilai indeks (X
yaitu secara moral benar / secara moral salah dihitung sebagai berikut :
13
= 46.2
) = (0x1) +(20x2) +(21x3) + (17x4) + (12x5)] /5
Kesimpulan : Indikator persepsi secara moral benar/ secara moral salah bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Nilai indeks total = ( 46.4 + 44.4 + 46.2) / 3 = 45.7
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral keadilan yang sedang dengan tingkat moral keadilannya sebesar 45.7 terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal.
Pada kasus 2 indeks X11
• Nilai indeks = [(3x1) + (11x2) + (23x3) + (23x4) + (10x5)] /5 = 47.2
yaitu adil / tidak adil dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi adil /tidak adil bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X12
• Nilai indeks = [(2x1) + (18x2) + (18x3) + (23x4) + (9x5)] /5 = 46 yaitu pantas / tidak pantas dihitung sebagai berikut :
Kesimpulan : Indikator persepsi pantas/tidak pantas bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X13
• Nilai indeks =[(2x1) + (20x2) + (18x3) +(20x4) +(10x5)] / 5 = 45.2 yaitu secara moral benar / secara moral salah dihitung sebagai berikut :
Kesimpulan : Indikator persepsi secara moral benar/ secara moral salah bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang
Nilai indeks total = ( 47.2+46+ 45.2) / 3 = 46.1
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral keadilan yang sedang-sedang saja terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih. Tabel di atas menunjukkan bahwa rentang nilai indeks 14-73, responden rata-rata memiliki indeks moral keadilan sebesar 46.1 yang berarti tingkat moral keadilannya adalah sedang.
2. Indeks Jawaban Responden Mengenai Moral Deontologi
Variabel moral deontologi pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 2 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.5.
Indeks Moral Deontologi
Kasus 1 : Pengiriman Barang yang Lebih Awal
Indikator Moral Deontologi Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis (X21)
5 24 21 15 5 40.2
Melanggar/ tidak melanggar janji tak terucap (X22 7 ) 23 17 20 3 39.8 Rata-rata 40 Tabel 4.6.
Indeks Moral Deontologi
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Moral Deontologi Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis (X21)
3 19 19 22 7 44.2
Melanggar/ tidak melanggar janji tak terucap (X22
2 )
19 18 18 13 46.2
Rata-rata 45.2
Sumber : Data Primer yang diolah, 2012
Pada kasus 1 indeks X21
• Nilai indeks = [(5x1) + (24x2) + (21x3) + (15x4) + (5x5)] / 5= 40.2 yaitu melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X22
• Nilai indeks =[(7x1) + (23x2) + (17x3) + (20x4) + (3x5)] / 5= 39.8 melanggar/ tidak melanggar janji tak terucap dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi melanggar/ tidak melanggar janji tak terucap bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Nilai indeks total = ( 40.2 +39.8 ) / 2 = 40
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden rata-rata memiliki moral deontologi yang sedang dengan tingkat moral deontologi sebesar 40 terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal.
Pada kasus 2 indeks X21
• Nilai indeks = [(3x1) + (19x2) + (19x3) + (22x4) + (7x5)] /5= 44.2 yaitu melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X22
• Nilai indeks = [(2x1) + (19x2) + (18x3) + (18x4) + (3x5)] /5 = 46.2 melanggar/ tidak melanggar janji tak terucap dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi melanggar/ tidak melanggar kontrak tak tertulis bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Nilai indeks total = ( 44.2 + 46.2 ) / 2 = 45.2
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral deontologi yang sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan nilai indeksnya sebesar 45.2.
3. Indeks Jawaban Responden Mengenai Moral Relativisme
Variabel moral relativisme pada penelitian ini dijelaskan dengan 3 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untruk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.7.
Indeks Moral Relativisme
Kasus 1 : Pengiriman Barang yang Lebih Awal
Indikator Moral Relativisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya (X31)
1 39 20 6 4 36.6
Secara budaya dapat diterima / tidak dapat diterima (X32)
- 35 24 8 3 37.8
Secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima (X33
-
)
Rata-rata 37.7
Tabel 4.8.
Indeks Moral Relativisme
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Moral Relativisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya (X31)
3 18 26 16 7 43.2
Secara budaya dapat diterima / tidak dapat diterima (X32)
4 29 20 12 5 39
Secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima (X33
6 )
32 18 8 6 37.2
Rata-rata 39.8
Sumber : Data Primer yang diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks X31
• Nilai indeks = [(1x1) + (39x2) + (20x3) + (6x4) + (4x5)] / 5 = 36.6 dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X32
• Nilai indeks = [(0x1) + (35x2) + (24x3) + (8x4) + (3x5)] / 5 = 37.8 secara budaya dapat diterima / tidak dapat diterima yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi secara budaya dapat diterima/ tidak dapat diterima bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X33
• Nilai indeks = [(0x1) + (30x2) + (29x3) + (8x4) +(3x5)] / 5 = 38.8 secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang yang lebih awal nilainya adalah sedang.
Nilai indeks total = ( 38 + 39 + 40 ) / 3 = 39
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral relativisme yang sedang terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal. Tabel diatas menunjukkan bahwa dari rentang nilai indeks 14 sampai 73, responden rata-rata memiliki indeks moral relativisme sebesar 39 yang berarti tingkat moral relativismenya adalah sedang mendekati rendah.
Pada kasus 2 indeks X31
• Nilai indeks = [(3x1) + (18x2) + (26x3) + (16x4) + (7x5)]/5 = 43.2 dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi dapat/ tidak dapat diterima bagi keluarga saya bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X32
• Nilai indeks = [(4x1) + (29x2) + (20x3) + (12x4) + (5x5)] /5= 39 secara budaya dapat diterima / tidak dapat diterima yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi secara budaya dapat diterima/ tidak dapat diterima bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X33
• Nilai indeks = [(6x1) + (32x2) + (18x3) + (8x4) + (6x5)] /5= 37.2 secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi secara tradisional dapat diterima/ tidak dapat diterima bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih nilainya adalah sedang.
Nilai indeks total = ( 43.2 + 39 + 37.2 ) / 3 = 30.8
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden rata-rata memiliki moral relativisme sebesar 30.8 yang berarti tingkat moral relativismenya sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih. 4. Indeks Jawaban Responden Mengenai Moral Egoisme
Variabel moral egoisme pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 2 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan rsponden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.9. Indeks Moral Egoisme
Kasus 1 : Pengiriman Barang yang Lebih Awal
Indikator Moral Egoisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku (X41)
Secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku (X42 13 ) 33 16 5 3 32.4 Rata-rata 33.9 Tabel 4.10. Indeks Moral Egoisme
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Moral Egoisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku (X41)
9 18 23 16 4 39.6
Secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku (X42
8 )
31 19 10 2 35.4
Rata-rata 37.5
Sumber : Data primer yang diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks X41
• Nilai indeks = [(12x1) + (29x2) + (15x3) + (8x4) + (6x5)] /5 = 35.4 menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X42
• Nilai indeks = [(13x1) + (33x2) + (16x3) + (5x4) + (3x5)] /5 = 32.4 secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku yaitu dihitung sebagai berikut :
Kesimpulan : Indikator persepsi secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah rendah.
Nilai indeks total = ( 35.4 + 32.4 ) / 2 = 33.9
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral egoisme yang rendah terhadap kasus pengiriman barang lebih awal yang ditunjukkan dengan tabel sebesar 33.9 nilai indeks rata-ratanya.
Pada kasus 2 indeks X41
• Nilai indeks = [(9x1) + (18x2) + (23x3) + (16x4) + (4x5)]/ 5 =39.6 menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi menguntungkan bagi pelaku/ merugikan bagi pelaku bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Pada kasus 2 indeks X42
• Nilai indeks = [(8x1) + (31x2) + (19x3) + (10x4) + (2x5)] /5 = 35.4 secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku yaitu dihitung sebagai berikut :
Kesimpulan : Indikator persepsi secara pribadi memuaskan bagi pelaku/ tidak memuaskan bagi pelaku bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Nilai indeks total = (39.6 + 35.4 ) / 2 = 37.5
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral egoisme yang sedang terhadap kasus penyisihan piutang tak tertagih yang ditunjukkan dengan tabel sebesar 37.5 nilai indeks rata-ratanya. 5. Indeks Jawaban Responden Mengenai Moral Utilitarianisme
Variabel moral utilitarianisme pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 2 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan rsponden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.11.
Indeks Moral Utilitarianisme
Kasus 1 : Pengiriman Barang yang Lebih Awal
Indikator Moral Utilitarianisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Menghasilkan utilitas terbesar/ Menghasilkan utilitas terkecil (X51)
- 37 26 4 3 42.6
Meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian / Memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian (X52 6 ) 27 22 10 5 38.2 Rata-rata 40.4 Tabel 4.12.
Indeks Moral Utilitarianisme
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Moral Utilitarianisme Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Menghasilkan utilitas terbesar/ Menghasilkan utilitas terkecil (X51)
6 39 19 6 - 33
Meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian / Memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian (X52
3
)
20 22 14 11 44
Sumber : Data primer yang diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks X51
• Nilai indeks = [(0x1) + (37x2) + (26x3) + (4x4) + (3x5)] /5 = 42.6 menghasilkan utilitas terbesar/ menghasilkan utilitas terkecil yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi menghasilkan utilitas terbesar/ menghasilkan utilitas terkecil bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks X52
• Nilai indeks = [(6x1) + (27x2) + (22x3) + (10x4) + (5x5)] /5 = 38.2 meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian/ memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian / memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Nilai indeks total = (42.6 + 38.2 ) / 2 = 40.4
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral utilitarianisme yang sedang terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal dengan rata-rata nilai indeksnya sebesar 40.4 .
Pada kasus 2 indeks X51 menghasilkan utilitas terbesar/ menghasilkan utilitas terkecil yaitu dihitung sebagai berikut:
• Nilai indeks = [(6x1) + (39x2) + (19x3) + (6x4) + (0x5)] /5 = 33 Kesimpulan : Indikator persepsi menghasilkan utilitas terbesar/ menghasilkan utilitas terkecil bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah rendah.
Pada kasus 2 indeks X52
• Nilai indeks = [(3x1) + (20x2) + (22x3) + (14x4) + (11x5)] /5 = 44 meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian/ memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi meminimalkan manfaat sekaligus memaksimalkan kerugian / memaksimalkan manfaat sekaligus meminimalkan kerugian bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Nilai indeks total = (33 + 44 ) / 2 = 38.5
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki moral utilitarianisme yang sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan rata-rata nilai indeksnya sebesar 38.5 .
6. Indeks Jawaban Responden Mengenai Emosi Penyesalan
Variabel emosi penyesalan pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 1 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.13.
Indeks Emosi Penyesalan
Kasus 1 : Pengiriman Barang yang Lebih Awal
1 2 3 4 5
Penyesalan (X6) 3 17 28 14 8 43.4
Tabel 4.14
Indeks Emosi Penyesalan
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Emosi Penyesalan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Penyesalan (X6) 3 13 30 17 7 44.4
Sumber : Data primer yang diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks X6
• Nilai indeks = [(3x1) + (17x2) + (28x3) + (14x4) + (8x5)] /5 = 43.4 emosi penyesalan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator penyesalan bagi responden pada kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi penyesalan yang sedang terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal dengan nilai indeksnya sebesar 43.4 .
Pada kasus 2 indeks X6
• Nilai indeks = [(3x1) + (13x2) + (30x3) + (17x4) + (7x5)] /5 = 44.4 emosi penyesalan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator penyesalan bagi responden pada kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi penyesalan yang sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan nilai indeksnya sebesar 44.4.
7. Indeks Jawaban Responden Mengenai Emosi Kelegaan
Variabel emosi kelegaan pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 1 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.15. Indeks Emosi Kelegaan
Kasus 1 : Pengiriman Barang Lebih Awal
Indikator Emosi Kelegaan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Penyesalan (X7) - 13 20 23 14 49.6
Tabel 4.16 Indeks Emosi Kelegaan
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Emosi Kelegaan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Penyesalan (X7) 11 15 24 11 9 40.4 Sumber : Data primer yang diolah, 2012
Pada kasus 1 indeks X7
• Nilai indeks = [(0x1) + (13x2) + (20x3) + (23x4) + (14x5)] /5 = 49.6
emosi kelegaan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator kelegaan bagi responden pada kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi kelegaan yang sedang terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal dengan nilai indeksnya sebesar 49.6 .
Pada kasus 2 indeks X7
• Nilai indeks = [(11x1) + (15x2) + (24x3) + (11x4) + (19x5)] /5 = 40.4
emosi kelegaan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator kelegaan bagi responden pada kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi kelegaan yang sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan nilai indeksnya sebesar 40.4.
8. Indeks Jawaban Responden Mengenai Emosi Kepuasan
Variabel emosi kepuasan pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 1 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.17 Indeks Emosi Kepuasan
Kasus 1 : Pengiriman Barang Lebih Awal
Indikator Emosi Kepuasan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Kepuasan (X8) - 15 32 15 8 45.2
Tabel 4.18 Indeks Emosi Kepuasan
Kasus 2: Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Indikator Emosi Kepuasan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Kepuasan (X8) 5 18 27 11 9 42.2
Pada kasus 1 indeks X8
• Nilai indeks = [(0x1) + (15x2) + (32x3) + (15x4) + (8x5)] /5 = 45.2 emosi kepuasan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator kepuasan bagi responden pada kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi kepuasan yang sedang terhadap kasus pengiriman barang yang lebih awal dengan nilai indeksnya sebesar 45.2 .
Pada kasus 2 indeks X8
• Nilai indeks = [(5x1) + (18x2) + (27x3) + (11x4) + (9x5)] /5 = 42.2 emosi kepuasan yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator kepuasan bagi responden pada kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki emosi kepuasan yang sedang terhadap kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan nilai indeksnya sebesar 42.2.
9. Indeks Jawaban Responden Mengenai Ethical Judgement
Variabel ethical judgement pada penelitian ini dijelaskan dengan menggunakan 2 indikator. Tabel berikut adalah hasil tanggapan responden dengan angka indikator untuk masing-masing indikatornya.
Tabel 4.19.
Indeks Ethical Judgement
Kasus 1 : Pengiriman Barang Lebih Awal
1 2 3 4 5
Etis/ tidak etis (Y1) 1 21 23 16 9 44.2 Setuju atas tindakan pelaku / tidak
setuju atas tindakan pelaku (Y2
10 )
23 17 12 8 39
Rata-rata 41.6
Tabel 4.20.
Indeks Ethical Judgement
Kasus 2 : Penyesuaian Piutang Tak Tertagih
Indikator Kepuasan Frekuensi Jawaban Indeks
1 2 3 4 5
Etis/ tidak etis (Y1) 4 18 21 19 8 43.8 Setuju atas tindakan pelaku / tidak
setuju atas tindakan pelaku (Y2
3 )
23 28 8 8 41
Rata-rata 42.4
Sumber : Data Primer yang Diolah, 2012 Pada kasus 1 indeks Y1
• Nilai indeks = [(1x1) + (21x2) + (23x3) + (16x4) + (9x5)] /5 = 44.2 etis/ tidak etis yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi etis / tidak etis bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Pada kasus 1 indeks Y2
• Nilai indeks = [(10x1) + (23x2) + (17x3) + (12x4) + (8x5)] /5 = 39 setuju atas tindakan pelaku / tidak setuju atas tindakan pelaku yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi setuju atas tindakan pelaku / tidak setuju atas tindakan pelaku bagi responden terhadap kasus Pengiriman barang lebih awal adalah sedang.
Nilai indeks total = (44.2 + 39 ) / 2 = 41.6
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki tingkat ethical judgement yang sedang pada kasus pengiriman barang lebih awal dengan nilai indeksnya sebesar 41.6.
Pada kasus 2 indeks Y1
• Nilai indeks = [(4x1) + (18x2) + (21x3) + (19x4) + (8x5)] /5 = 43.8 etis/ tidak etis yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi etis / tidak etis bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang. Pada kasus 2 indeks Y2
• Nilai indeks = [(3x1) + (23x2) + (28x3) + (8x4) + (8x5)] /5 = 41 setuju atas tindakan pelaku / tidak setuju atas tindakan pelaku yaitu dihitung sebagai berikut:
Kesimpulan : Indikator persepsi setuju atas tindakan pelaku / tidak setuju atas tindakan pelaku bagi responden terhadap kasus Penyesuaian piutang tak tertagih adalah sedang.
Nilai indeks total = (43.8 + 41 ) / 2 = 42.4
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para responden memiliki tingkat ethical judgement yang sedang pada kasus penyesuaian piutang tak tertagih dengan nilai indeksnya sebesar 42.4.