BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Anggraeni M, 2010).
Denzim dan Lincoln (1987) menyatakan bahwa penelitian kualitatif adalah
penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena
yang terjadi dan dilakukan dengan melibatkan metode yang ada. Dalam penelitian
kualitatif metode yang dimanfaatkan dapat berupa wawancara dan pengamatan, yang
individu atau sekelompok orang yang diteliti secara rinci dan dibentuk dengan kata-kata
juga gambaran secara holistik.
Dengan adanya beberapa kajian defenisi tentang penelitian kualitatif, maka dapat
diambil suatu kesimpulan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud
untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya
perilaku, persepsi, motivasi dan tindakan yang dibentuk secara holistik dengan cara
deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks yang alamiah,dengan
memanfaatkan metode alamiah juga. ( Moleong L, 2005:6 ).
K. Etika Penelitian
Ciri utama penelitian kualitatif yaitu peneliti sendiri sebagai alat atau instrument
yang mengumpulkan data, dengan cara pengamatan dan wawancara mendalam. Dalam
hal ini peneliti akan berhubungan langsung dengan orang-orang, baik secara
perseorangan, kelompok atau masyarakat dan akan bergaul, hidup, merasakan serta
menghayati tata cara atau hidup dalam suatu latar penelitian. Bagi setiap orang dalam
kehidupan bermasyarakat, ada sejumlah peraturan, norma agama, nilai social, hak dan
nilai pribadi, adat, kebiasaan, tabu juga semacamnya yang hidup dan berada diantara
mereka. Persoalan etika akan timbul apabila peneliti tidak menghormati, mematuhi atau
mengindahkan nilai-nilai yang terkandung dalam pribadi dan masyarakat tersebut. Oleh
karena itu peneliti hendaknya dapat menyesuaikan diri dan dapat membaca situasi, adat,
kebiasaan dan kebudayaan yang ada dalam latar penelitian.
Menghadapi persoalan etika dalam penelitian dimasyarakat dapat menjadi suatu
hal yang sulit apabila peneliti tidak mempersiapkan diri baik secara fisik, psikologis dan
terlebih dahulu mempersiapkan diri dan tetap berusaha untuk menahan diri, emosi juga
perasaan terhadap hal-hal yang pertama kali dilihat sebagai sesuatu yang aneh,
menggelikan serta tidak masuk akal.
Ada beberapa segi praktis yang perlu dilakukan peneliti dalam menghadapi etika
penelitian yaitu :
1 Pada waktu tiba dan berhadapan dengan orang-orang pada latar penelitian,
beritahukan secara jujur dan terbuka maksud dan tujuan kedatangan peneliti. Hal ini
diajukan kepada orang yang memberikan izin atau pejabat setempat dan subjek yang
akan diamati atau diwawancarai.
2 Memandang dan menghargai orang-orang yang diteliti bukan sebagai objek,
melainkan orang yang sama derajatnya dengan peneliti. Bila suasana ini terbina
dengan baik, maka akan terbukalah kesempatan bagi peneliti untuk berkomunikasi
dengan lancar dan menjadi akrab dengan objek yang diteliti.
3 Menghargai, menghormati dan mematuhi semua peraturan dan norma, nilai, adat
istiadat, kebiasaan dan kebudayaan dimasyarakat ditempat penelitian dilakukan. Jika
hal ini terjalin dengan baik, maka peneliti akan mudah bekerja sama dalam
pengumpulan informasi yang diperlukan.
4 Memegang teguh kerahasiaan dari segala sesuatu yang berkenaan dengan informasi
yang diberikan oleh subjek penelitian dan jika informasi yang diberikan tidak
dikehendaki untuk dipublikasikan, maka peneliti harus menghormatinya.
5 Menulis semua kejadian, peristiwa, cerita secara jujur dan benar, jangan ditambah
atau diberi bumbu tetapi nyatakanlah sesuai dengan aslinya. Memoles, membedaki
atau memproses dan mengubah data merupakan kesalahan besar bagi seorang ilmuan
L. Instrumen penelitian
Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan satu hal yang cukup
rumit, karena peneliti mencakup sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, analisis,
penafsir data dan akhirnya menjadi pelapor hasil penelitiannya. Pengertian instrument
dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, hal ini sangat tepat karena penelitilah yang
menjadi segalanya dari seluruh proses penelitian.
Lincoln dan Guba (1981), mengemukakan ciri-ciri umum manusia sebagai
instrumen mencakup segi responsif yaitu manusia sebagai instrument yang responsif
terhadap lingkungan dan pribadi-pribadi yang menciptakan lingkungan. Selain sebagai
responsif, manusia juga harus dapat menyesuaikan diri pada keadaan dan situasi
pengumpulan data. Sambil mewawancarai peneliti membuat catatan sekaligus
mengamati keadaan lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini peneliti harus mampu
menekankan keutuhan dengan memanfaatkan imajinasi dan kreativitasnya dengan
memandang dunia sebagai suatu keutuhan atau sebagai konteks yang berkesinambungan
dalam memandang diri sendiri juga kehidupan sebagai sesuatu yang riel, benar serta
mempunyai arti.
Didalam melakukan fungsi sebagai pengumpul data, peneliti juga harus
mendasari diri atas perluasan pengetahuan dengan menggunakan berbagai metode yang
dibekali dengan pengetahuan dan latihan. Kemampuan lain yang ada pada manusia
sebagai instrumen ialah memproses data secepatnya setelah diperolehnya kemudian
menyusunnya kembali atas dasar penemuannya dan merumuskan hipotesis kerja
sewaktu berada dilapangan, serta melakukan tes hipotesis kerja tersebut pada
penelitiannya dengan cara menjelaskan sesuatu yang kurang dipahami oleh subjek atau
responden, terutama jika terjadi perubahan informasi yang diberikan oleh subjek.
Kemampuan untuk mencari informasi yang lain dari pada yang lain dapat
dilakukan juga dengan cara memanfaatkan kesempatan mencari respons yang tidak
lazim, yang tidak direncanakan dari semula atau tidak diduga terlebih dahulu dengan
kata lain yang tidak lazim terjadi. Kemampuan peneliti yang seperti ini dalam suatu
penelitian manapun sangat bermanfaat bagi penemuan ilmu pengetahuan baru
( Moleong, 2005:172 ).
M. Tingkat Keabsahan Data
Untuk menentukan keabsahan data pada penelitian kualitatif, dibutuhkan
beberapa cara yaitu :
1. Kredibilitas
Kredibilitas merupakan kriteria untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan
informasi yang dikumpulkan. Dalam hal ini hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh
semua orang atau pembaca secara kritis dan dari responden sebagai informan.
Adapun cara untuk memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian yaitu :
a. Prolonged engagement atau memperpanjang masa penelitian, disini peneliti
mengadakan pendekatan kepada responden sehingga saling mengenal dan
mempercayai.
b. Persisten observation atau pengamatan yang terus menerus. Hal ini dilakukan untuk
menemukan ciri dan unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau
c. Triangulation atau triangulasi yaitu pemeriksaan keabsahan data dengan
memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau
pembanding dari data tersebut.
d. Peer debriefing atau diskusi dengan teman sejawat yaitu mengekspos hasil
sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan- rekan
sejawat.
e. Member checking atau mengadakan pengecekan anggota yaitu menguji
kemung-kinan dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian tersebut dengan
mengaplikasikannya pada data serta mengajukan pertanyaan tentang data.
2. Transferabilitas
Transferabilitas merupakan hasil penelitian dapat diterapkan pada situasi yang
lain. Kriteria ini digunakan untuk memenuhi suatu hasil penelitian yang dilakukan dalam
konteks tertentu dan dapat ditransfer ke subjek lain.
3. Dependabilitas
Dependabilitas merupakan hasil penelitian yang mengacu pada kekonsistenan
peneliti dalam mengumpulkan data, membentuk dan menggunakan konsep-konsep
dalam membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan. Kriteria ini digunakan untuk
menilai proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan cara mengaudit
keseluruhan aktivitas peneliti dalam melakukan penelitian. Reabilitas penelitian
dipengaruhi oleh suatu konsep yang berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti,
metode pengumpulan data, analisa data, situasi dan kondisi sosial serta status dan
4. Konfirmabilitas
Konfirmabilitas merupakan hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya bila
hasilnya telah sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan
lapangan. Penelitian dikatakan objektif bila bila hasil penelitian telah disepakati. Dalam
penelitian kualitatif, uji konfirmabilitas, mirip dengan uji dependabilitas sehingga dapat
dilakukan secara bersamaan. Menguji konfirmabilitas berarti menguji hasil penelitian
sesuai dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan suatu proses
penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut sudah memenuhi standar
konfirmabilitas ( Sugiono, 2008 : 277 ).
BAB III
METODE PENELITIAN
A . Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah desain fenomenologi yaitu untuk
mengetahui kecemasan pasangan usia subur terhadap infertilitas sekunder. Sesuai
dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sejauh mana kecemasan pasangan usia
subur terhadap infertilitas sekunder. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang
menekankan pada fokus pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan memahami arti
peristiwa serta kaitannya terhadap orang-orang dalam situasi tertentu
(Moleong,2006:15).
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang berusia antara
30-49 tahun yang mengalami infertilitas sekunder di Dusun XI Desa Pasar Melintang
Kecamatan Lubuk Pakam yaitu sebanyak 6 pasang suami istri.
2. Sampel
Adapun sampel yang diambil oleh peneliti adalah pasangan suami istri yang
berusia antara 30 – 49 tahun yang mengalami infertilitas sekunder. Teknik pengambilan
sampel yang dilaksanakan pada penelitian ini adalah purposive sampling yaitu
mengambil sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan yang akan
dicapai.
Sampel yang diambil adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Pasangan suami istri yang berusia antara 30 – 49 tahun
2. Pasangan suami istri yang mengalami infertilitas sekunder.
3. Bersedia diwawancarai atau menjadi partisipan
C. Tempat Penelitian
Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Dusun XI Desa Pasar Melintang
Kecamatan Lubuk Pakam. Dengan pertimbangan dilokasi tersebut ada dijumpai
pasangan usia subur yang mengalami infertilitas sekunder.
D. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dimulai dari bulan September 2010 – Mei 2011.
E. Etika Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti harus jujur. Data yang diambil harus data yang
sebenarnya, menjaga keselamatan responden, melindungi partisipan dari ketidak
nyamanan dan bahaya serta tidak menyebabkan kerugian pada partisipan. Peneliti
melakukan penelitian dengan pertimbangan etik yaitu peneliti menjelaskan maksud dan
tujuan peneliti serta dampak yang mungkin terjadi selama dan sesudah pengumpulan
data. Jika partisipan bersedia maka partisipan harus menandatangani lembar persetujuan
riset (Informed Consent). Bila partisipan menolak untuk diwawancarai maka peneliti
sifatnya suka rela dan partisipan mempunyai hak untuk mengundurkan diri dari
penelitian. Selanjutnya untuk menjaga kerahasiaan identitas partisipan pada lembar
pengumpulan data atau kuesioner, hanya nomor kode yang akan digunakan sehingga
kerahasiaan identitas informasi yang diberikan tetap terjaga. Seluruh informasi yang
diperoleh tidak akan dipergunakan kecuali untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan
tetap menjaga kerahasiaan identitas.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri (Human Instrumen).
Oleh karena itu untuk dapat menjadi instrumen, maka peneliti harus memiliki
kemam-puan untuk melakukan wawancara secara mendalam. Selain peneliti sebagai instrumen,
dalam penelitian ini juga digunakan kuesioner data demografi dan panduan wawancara.
Kuesioner data demografi berisi pertanyaan mengenai data umum partisipan dan
panduan wawancara berupa pertanyaan yang akan diajukan kepada partisipan mengenai
kecemasan yang dirasakan oleh pasangan usia subur terhadap infertilitas sekunder.
G. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Setelah mendapat izin dari Ketua Program Studi DIV Bidan Pendidik USU, peneliti
mengadakan pendekatan kepada calon partisipan untuk mendapatkan persetujuan
sebagai sampel penelitian.
2. Peneliti harus berusaha memperoleh informasi sebanyak mungkin tentang hal-hal
3. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner
data demografi sebagai data dasar dan wawancara mendalam terhadap partisipan.
4. Sebelum memulai wawancara peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu dan
menjelelaskan hal-hal yang terkait dalam penelitian.
5. Partisipan menjawab pertanyaan yang terdapat dalam lembar kuesioner sesuai
dengan petunjuk masing-masing bagian dan diberikan kesempatan untuk bertanya
kepada peneliti bila ada pertanyaan yang tidak dimengerti.
6. Peneliti mulai melakukan wawancara dan merekam hasil wawancara.
7. Peneliti menulis dan membaca transkrip, jika ada hal-hal yang kurang jelas akan
dilakukan wawancara ulang.
8. Peneliti akan menganalisa data yang ditemukan dan mengelompokkan data,
kemudian data akan diuraikan kedalam bentuk narasi dari semua konsep, kelompok
dan kategori konsep.
9. Peneliti membahas hasil penelitian sesuai dengan analisa data yang dilakukan.
10.Pengumpulan data dihentikan jika saturasi data tercapai, yang akhirnya peneliti
memperoleh fokus penelitian dan bila parsitipan diwawancarai kembali partisipan
tersebut tetap memberikan jawaban yang sama.
H. Analisa Data
Analisa data dilakukan saat transkrip data pertama dilakukan. Peneliti mulai
menginterprestasikan pengertian terhadap data dan kata yang akan diseleksi pada awal
penelitian. Metode yang digunakan adalah metode Colaizzi dengan pendekatan
interpretatif (menafsirkan). Metode ini digunakan dengan pertimbangan yang
mempermudah peneliti dalam menganalisa dan mengorganisasikan pernyataan setiap
partisipan. Adapun proses analisa data pada studi fenomenologi ini yaitu :
1. Peneliti membaca ulang transkrip wawancara kata demi kata yang dideskripsikan
oleh partisipan.
2. Peneliti memisahkan pernyataan yang signifikan atau yang berkaitan dengan
fenomena yang sedang diteliti.
3. Peneliti merumuskan makna setelah menganalisis setiap pernyataan yang signifikan,
kemudian peneliti kembali membaca ulang transkrip asli untuk memastikan
deskripsi yang asli telah dilukiskan dalam pernyataan yang signifikan.
4. Peneliti mengorganisasikan makna yang telah dirumuskan kedalam kelompok yang
memungkinkan munculnya tema baru. Peneliti kembali merujuk ke transkrip asli
untuk validasi.
5. Peneliti mengintegrasikan tema-tema menjadi Exhausive description (deskripsi yang
sudah baku yang tidak dapat diubah lagi).
6. Peneliti membuat pernyataan ringkas dari Exhausive description sebagai tema akhir.
7. Peneliti menunjukkan pernyataan ringkas dari Exhausive description kepada
partisipan untuk memvalidasi pernyataan tersebut.
I. Tingkat Keabsahan Data
Untuk menetapkan keabsahan data diperlukan teknik pemeriksaan. Dalam
pelaksanaan teknik pemeriksaan ada tiga kriteria yang digunakan yaitu :
1. Pengujian kredibilitas
Pengujian kredibilitas artinya bahwa kebenaran dari hasil penelitian harus dapat
digunakan dalam memenuhi kriteria ini dengan menggunakan prolonged engagement,
yaitu pendekatan kepada calon parsitipan sehingga partisipan dan peneliti saling
mengenal dan mempercayai.
2. Pengujian dependabilitas
Pengujian dependabilitas artinya bahwa hasil penelitian harus memiliki
reliabi-litas. Untuk memenuhi kriteria ini, dilakukan dengan cara mengaudit secara
keselu-ruhan proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti selama berada dilapangan. Mulai
dari menentukan masalah/fokus, memasuki lapangan, menentukan sumber data,
melaku-kan analisis data, uji keabsahan data dan sampai membuat kesimpulan. Dalam hal ini
jika peneliti tidak dapat menunjukkan jejak aktifitasnya dilapangan, maka
dependabi-litasnya dapat diragukan.
3. Pengujian konfirmabilitas
Pengujian konfirmabilitas artinya data yang diperoleh harus objektif. Penelitian
dikatakan objektif jika hasil penelitian telah disepakati. Apabila peneliti sudah yakin
akan hasil penelitian yang dilakukan maka peneliti akan menginformasikannya kepada
dosen pembimbing, karena pembimbing merupakan orang yang ahli dalam bidang
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian fenomenologi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan
tentang kecemasan pasangan usia subur terhadap infertilitas sekunder. Keenam pasang
partisipan berdomisili di Dusun XI Desa Pasar Melintang Kecamatan Lubuk Pakam.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (Depth Interview).