BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Penelitian
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di Kejaksaan Negeri Salatiga, diperoleh 3 (tiga) kasus sebagai sampel yang
representatif dari permasalahan yang dikaji oleh peneliti yang selengkapnya sebagai berikut:
a. Kasus I (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan Melanggar Lampu Rambu Lalu-Lintas dan Tidak Dapat Menunjukkan Surat Ijin Mengemudi)
1) Uraian Singkat Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Terdakwa Terdakwa JONI ANGGORO selaku terdakwa pelanggaran lalu-lintas yang karena kelalaiannya mengendarai sepeda motor telah melakukan pelanggaran berupa mengendarai sepeda motor dengan melanggar lampu rambu-rambu lalu-lintas serta tidak membawa Surat Ijin Mengemudi (SIM) kemudian terdakwa diberhentikan oleh Polisi Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Salatiga. Oleh petugas Satlantas terdakwa JONI ANGGORO kemudian ditilang dan selanjutnya terdakwa JONI ANGGORO diminta untuk mengikuti proses persidangan.
2) Identitas Terdakwa
a) Nama : JONI ANGGORO
b) Alamat : Tingkir Salatiga c) Pekerjaan : -
d) Pendidikan : -
e) Umur : -
f) Tempat Tanggal Lahir : - g) No. KTP : - 3) Identitas Kendaraan
a) Kendaraan Nomor Polisi : H 4221 BB
b) Jenis : -
c) Merk : -
d) Noka : -
4) Waktu Kejadian
Terdakwa JONI ANGGORO pada tanggal 30 November 2007 dengan mengendarai sepeda motor dengan nomor kendaraan H 4221 BH telah melanggar dengan menerobos lampu lalu-lintas dan tidak membawa atau tidak dapat menunjukkan Surat Ijin Mengemudi (SIM), kemudian ditilang oleh petugas Satlantas Polres Salatiga
5) Barang Bukti
Barang bukti yang disita oleh Polisi dari Polres Salatiga dari tempat kejadian berupa:
a) 1 (satu) Unit Sepeda Motor dengan nomor kendaraan H 4221 BB.
b) Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor (STNK) atas nama JONI ANGGORO dengan nomor kendaraan H 4221 BB.
6) Putusan Hakim Pengadilan Negeri Salatiga
Berdasarkan perkara dengan tanggal 6 Desember 2007 hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut:
Menyatakan terdakwa (JONI ANGGORO) yang identitasnya tersebut tersebut di balik tilang ini melakukan pelanggaran lalu-lintas jalan tertentu Pasal 59 ayat (1), Pasal 61 ayat (2) dan pidana denda sebesar Rp 10.000,00, biaya perkara Rp 1.000,00. memerintahkan mengembalikan barang bukti. Diputus hari ini KAMIS tanggal 6 Desember 2007. Oleh hakim dalam sidang yang
terbuka untuk umum dihadiri Panitera Pengganti dan Terdakwa/ Wakilnya.
Hakim : NELSON PANJAITAN, S.H Panitera/ Pengganti : SRI TEGUH W, S.H
Catatan Petugas : -
b. Kasus II (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan Tidak Menggunakan Helm)
1) Uraian Singkat Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Terdakwa. Terdakwa JAROT NURHADI selaku terdakwa pelanggaran lalu-lintas yang karena kelalaiannya mengendarai sepeda motor telah melakukan pelanggaran berupa berupa mengendarai sepeda motor dengan tidak Menggunakan Helm sebagai salah satu alat keamanan dalam berkendaran kemudian terdakwa diberhentikan oleh Polisi Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Salatiga. Oleh petugas Satlantas terdakwa JAROT NURHADI kemudian ditilang dan selanjutnya terdakwa JAROT NURHADI diminta untuk mengikuti proses persidangan.
2) Identitas Terdakwa
a) Nama : JAROT NURHADI
b) Alamat : Tingkir Salatiga c) Pekerjaan : -
d) Pendidikan : -
e) Umur : -
f) Tempat Tanggal Lahir : - g) No. KTP : -
3) Identitas Kendaraan
a) Kendaraan Nomor Polisi : H 4259 BC
b) Jenis : -
c) Merk : -
d) Noka : -
e) Nosin : -
4) Waktu Kejadian
Terdakwa JAROT NURHADI pada tanggal 28 November 2007 dengan mengendarai sepeda motor dengan nomor kendaraan H 4259 BC telah melanggar dengan menerobos lampu lalu-lintas dan tidak membawa Surat Ijin Mengemudi (SIM), kemudian ditilang oleh petugas Satlantas Polres Salatiga
5) Barang Bukti
Barang bukti yang disita oleh petugas Polres Salatiga dari tempat kejadian adalah Surat Ijin Mengemudi milik terdakwa JAROT NURHADI
6) Putusan Hakim Pengadilan Negeri Salatiga
Berdasarkan perkara dengan tanggal 6 Desember 2007 hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut:
Menyatakan terdakwa (JAROT NURHADI) yang identitasnya tersebut di bawah tersebut di balik tilang ini melakukan pelanggaran lau-lintas jalan tertentu Pasal 61 ayat (2) dan pidana denda sebesar Rp 10.000,00, biaya perkara Rp 1.000,00. memerintahkan mengembalikan barang bukti. Diputus hari ini
KAMIS tanggal 6 Desember 2007. Oleh hakim dalam sidang yang terbuka untuk umum dihadiri Panitera Pengganti dan Terdakwa/ Wakilnya.
Hakim : NELSON PANJAITAN, S.H Panitera/ Pengganti : SRI TEGUH W, S.H
Catatan Petugas : -
c. Kasus III (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan Memakai Sabuk Pengaman)
1) Uraian Singkat Tindak Pidana yang Dilakukan Oleh Terdakwa Terdakwa MUGIYANTO selaku terdakwa pelanggaran lalu-lintas yang karena kelalaiannya telah melakukan pelanggaran berupa mengendarai kendaraan bermotor dengan tidak menggunakan sabuk pengaman kemudian terdakwa diberhentikan oleh Polisi Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polres Salatiga. Oleh petugas Satlantas terdakwa MUGIYANTO kemudian ditilang dan selanjutnya terdakwa MUGIYANTO diminta untuk mengikuti proses persidangan.
2) Identitas Terdakwa
a. Nama : MUGIYANTO
b. Alamat : Slewor Boyolali c. Pekerjaan : -
d. Pendidikan : -
e. Umur : -
f. Tempat Tanggal Lahir : - 3) No. Identitas Kendaraan
a) Kendaraan Nomor Polisi : AD 8175 BD
b) Jenis : -
d) Noka : -
e) Nosin : -
4) Waktu Kejadian
Terdakwa MUGIYANTO pada tanggal 29 November 2007 dengan mengendarai kendaraan bermotor dengan nomor kendaraan AD 8175 BD telah melanggar ketentuan Undang-Undang lalu-lintas jalan, mengendarai kendaraan bermotor dengan tidak menggunakan sabuk pengaman sebagaimana diatur dalam Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Tentang Lalu-Lintas Jalan.
5) Barang Bukti
Barang bukti yang disita oleh petugas Polres Salatiga dari tempat kejadian adalah Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) bermotor dengan nomor kendaraan AD 8175 BD atas nama MUGIYANTO.
6) Putusan Hakim Pengadilan Negeri Salatiga
Berdasarkan perkara dengan tanggal 6 Desember 2007 hakim menjatuhkan putusan sebagai berikut:
Menyatakan terdakwa (MUGIYANTO) yang identitasnya tersebut di bawah tersebut di balik tilang ini melakukan pelanggaran lalu-lintas jalan tertentu Pasal 61 ayat (2) dan pidana denda sebesar Rp 10.000,00, biaya perkara Rp 1.000,00., memerintahkan
mengembalikan barang bukti. Diputus hari ini KAMIS tanggal 6 Dember 2007. Oleh hakim dalam sidang yang terbuka untuk umum dihadiri Panitera Pengganti dan Terdakwa/ Wakilnya.
Hakim : NELSON PANJAITAN, S.H Panitera/ Pengganti : SRI TEGUH W, S.H
Catatan Petugas : VERSTEK- 6 Desember 2008
d. Tindakan-Tindakan Aparat Penyidik (Polisi Satuan lalu-lintas) Polres Salatiga dalam Penanganan Perkara Pelanggaran Lalu-lintas
Penanganan perkara pelanggaran lalu-lintas yang dilakukan oleh terdakwa JONI ANGGORO, JAROT NURHADI dan terdakwa MUGIYANTO serta terdakwa-terdakwa pelanggaran lalu-lintas lainnya oleh penyidik (Polisi Satlantas Polres Salatiga) sesuai dengan aturan perundang-undangan yaitu Pasal 205 ayat (2) KUHAP, petugas penyidik atas kuasa yang diberikan penuntut umum melimpahkan berkas berupa catatan pelanggaran lalu-lintas terdakwa JONI ANGGORO, HARI SUPARDI dan terdakwa MUGIYANTO serta terdakwa-terdakwa pelanggaran lalu-lintas lainnya ke Pengadilan Negeri Salatiga Untuk kemudian menjalani proses persidangan.
e. Analisis Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kejahatan Pelanggaran lalu-lintas
1) Kasus I (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan Melanggar Lampu Rambu Lalu-Lintas)
Terdakwa JONI ANGGORO telah melanggar rambu-rambu lalu-lintas jalan dan mengendarai kendaraan bermotor tanpa membawa Surat Ijin Mengemudi. Perbuatan terdakwa ini telah memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 59 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Mengenai Lalu-Lintas Jalan dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 61 ayat (1):
Barangsiapa melanggar ketentuan mengenai rambu-rambu dan marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, gerakan lalu lintas, berhenti dan parkir, peringatan dengan bunyi dan sinar, kecepatan maksimum atau minimum dan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf d, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).
Pasal 59 ayat (1):
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah).
2) Kasus II (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan tidak Menggunakan Helm)
Terdakwa JAROT NURHADI telah melanggar rambu-rambu lalu-lintas jalan dan mengendarai kendaraan bermotor tanpa menggunakan helm. Perbuatan terdakwa ini telah memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Mengenai Lalu-Lintas dengan ketentuan sebagai berikut: Pasal 61 ayat (2):
Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
3) Kasus III (Pelanggaran Lalu-Lintas dengan memakai sabuk pengaman)
Terdakwa MUGIYANTO telah melanggar ketentuan Undang-Undang Lalu-Lintas Jalan, mengendarai kendaraan bermotor dengan tidak menggunakan sabuk pengaman sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992. Perbuatan terdakwa ini telah memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 Mengenai Lalu-Lintas dengan ketentuan sebagai berikut:
Pasal 61 ayat (2):
Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).
2. Pembahasan Proses Sidang Pelanggaran lalu-lintas Oleh Pengadilan