• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Pada bagian ini peneliti akan memaparkan fokus penelitian yaitu tentang potensi pegadaian syariah dalam mendorong pembiayaan UMKM, hasil penelitian diperoleh dari teknik wawancara terhadap informan/narasumber yang dianggap sebagai refresentatif terhadap objek penelitian. Hasil penelitian ini akan dipaparkan dengan metode pendekatan kualitatif. Dimana dalam penelitian kualitatif, peneliti tidak hanya dituntut untuk memaparkan, melainkan untuk menjelaskan, menggambarkan dan menggali secara dalam informasi berdasarkan apa yang diucapkan, disarankan dan dilakukan oleh narasumber sebagaimana adanya yang terjadi dilapangan.

1. Deskripsi Hasil Penelitian

Data dari hasil penelitian ini didapatkan melalui wawancara mendalam yang dilakukan oleh peneliti pada kurun waktu dari April-Mei 2022. Seluruh informan yang melakukan wawancara mendalam adalah orang-orang yang berada di Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa

a) Kondisi dan perkembangan industri pegadaian syariah selama pandemi covid-19

Data tentang kondisi dan perkembangan industri pegadaian syariah selama pandemic covid-19 yang diperoleh melalui wawancara langsung oleh bapak Kahar karung Kalla sebagai spesialis Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Di tengah pandemi alhamdulillah, produk Pegadaian Syariah dikonsumsi oleh masyarakat secara luas, dalam tiga tahun terakhir, Pegadaian Syariah menorehkan kinerja keuangan yang selalu tumbuh positif. Dari sisi omset, pada 2019 sebesar Rp 24,30 milyar dan tahun 2021 meningkat menjadi Rp 26,52 milyar.”

35

Dari hasil wawancara, penulis menjelaskan bahwa pendemi bukan menjadi peghalang untuk perkembangan industri pegadaian syariah hasanuddin Gowa yang menunjukkan dari hasil omset yang didapatkan selama pendemi itu meningkat dari Rp. 24,30 milyar meningkat menjadi Rp. 26,52 milyar. Dari hasil omset yang didapatkan menjadikan pegadaiaan syariah kabupaten gowa sangat memberikan sumbangsi besar terhadap masyarakat terutama kepada para pelaku usaha yang menjadikan pegadaaian syariah sebagai wadah terpercaya dalam melakukan distribusi ataupun menyimpan berupa barang dan jasa yang mereka miliki.

b) Penyebab Lambatnya Perkembangan Industri Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa.

Data tentang penyebab lambatnya perkembangan industri Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa diperoleh langsung dari bapak Kahar Karung Kalla sebagai spesialis Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang meyatakan bahwa:

“Yang menghambat perkembangan pegadaian syariah di cabang Hasanuddin Gowa yakni, di karenakan sebagian masyarakat Gowa belum bisa membedakan produk konvensional dengan syariah, sehingga masyarakat masih memilih produk konvensional yang notabenenya tidak bisa dipisahkan dengan riba”

Hasil wawancara juga dengan ibu Dian Angreni Ekawati Selaku Kepala Unit Pelayanan Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa mengatakan bahwa :

“Sebagaian masyarakat belum mengetahui literasi keuangan syariah sehingga perlu adanya sosialisasi dimedia sosial maupun sosialisasi secara langsung kepada masyarakat agar dapat mengetahui produk yang dimiliki pegadaian syariah.”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa yang menjadi penghambat perkembangan Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa adalah sebagian masyarakat Gowa masih belum

36

mampu membedakan pegadaian konvensional dengan pegadaian syariah sehingga masyarkat beranggapan bahwa hanya ada satu jenis pegadaian, sehingga dari peristiwa tersebut memang perlu adanya sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa baik melalui media sosial maupun secara langsung turun ke masyarakat. Tentunya dari hasil wawancara yang dilakuan pentingnya edukasi terhadap nasabah sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pengetahuan literasi keuangan dan edukasi pembedaan barang konvensional dan non konvensional sehingga kedepanya permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di lapangan bisa diatasi dengan baik.

c) Produk Yang Dimiliki Pegadaian Syariah Yang Berpotensi Untuk Dikembangkan

Data yang terkait dengan produk yang dimiliki Pegadaian Syariah yang berpotensi untuk dikembangkan diperoleh langsung dari bapak Kahar Karung Kalla Selaku Spesialis Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang meyatakan bahwa :

“Ada beberapa produk pegadaian syariah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sesuai dengan porsinya masing-masing yaitu,

1. Amanah (kepemilikin kendaraan dengan sistem pembiayaan) 2. Tabungan emas (investasi jangka panjang)

3. Mulia ultimate (investasi logam mulia minimal 24 karat dengan cara diansur)

4. Arrum BPKB (pemberian kredit kepada nasabah dengan jaminan BPKB kendaraan)

Untuk menjangkau potensi pasar yang besar perlu memasarkan produk-produk yang dimiliki pegadaian syariah secara optimal, serta perluasan kantor wilayah pegadaian syariah sehingga masyarkat sekitar tertarik dengan produk yang dimiliki pegadaian syariah”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan penulis dapat menyimpulkan bahwa dari beberapa produk yang dimiliki pegadaian syariah yang

37

berpotensi untuk dikembangkan seperti Amanah, Tabungan Emas, Mulia Ultimate, Arrum BPKB, Kredit Tanpa Jaminan. Tetapi untuk mendukung perkembangannya perlu untuk memasarkan produk-produk pegadaian syariah secara optimal serta perluasan kantor wiilayah seluruh Indonesia. Menghadirkan produk atau barang-barang yang mendukung perkembagan pegadaiaan syariah kabupaten gowa tentunya bisa dijadikan sebagai salah satu batu loncatan terbarukan dalam memaksimalkan potensi yang sudah ada. Peluang-peluang seperti ini harus dimaksimalkan oleh nasabah dan intansi dalam memperluas gagasan dan wawasan untuk pengebangan potensi pegadaiaan syariah kabupaten gowa.

d) Sejak Kapan Pegadaian Syariah Melakukan Program Pembiayaan Pada UMKM

Data yang terkait dengan awal mula pegadaian syariah melakukan program pembiayaan pada UMKM diperoleh langsung dari ibu Dian Angreni Ekawati Selaku Kepala Unit Pelayanan Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Awal mula pegadaian syariah melakukan program pembiayaan pada UMKM dimulai pada tahun 2010 yang pada saat itu produk yang digunakan untuk pembiayaan ialah Arrum BPKB dan kredit usaha rumah tangga (krista).”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pada tahun 2010 pegadaian syariah melakukan program pembiayaan pada UMKM pertama kalinya dan saat itu produk yang digunakan untuk melakukan transaksi ialah arrum BPKB dan kredit usaha rumah tangga (krista). Kehadiran pegadiaan syariah tentunya memberikan spirit baru kepada masyarakat terutama nasabah yang memiliki prinsip bahwa riba itu adalah sesuatu yang tidak baik dalam islam bahkan di dalam pola distribusi. Perlunya

38

pengembangan program pembiayaan terhadap usaha-usaha kecil yang melakukan kerja sama dengan pegadaiaan syariah kabupaten gowa sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah melalui alur-alur distribusi berbasis syariah.

e) Latar Belakang Pegadaian Syariah Mengeluarkan Produk Pembiayaan Pada UMKM

Data yang terkait dengan latar belakang pegadaian syariah mengeluarkan produk pembiayaan pada UMKM diperoleh langsung dari ibu Dian Angreni Ekawati Selaku Kepala Unit Pelayanan Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Pada umumnya masalah yang dihadapi oleh para pelaku usaha selain modal, yaitu diperlukannya tambahan modal usaha guna untuk lebih meningkatkan kualitas barang, tempat usaha, dan lain sebagainya. Oleh karena itu Pemerintah yang bekerja sama dengan Pegadaiaan mengeluarkan produk yang bernama Ar-Rum BPKB, sebagai pembiayaan untuk para pelaku usaha yang ingin menjadikan usahanya lebih baik lagi.”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis dapat menyimpulakan bahwa yang melatar belakangi pegadaian syariah sehingga mengeluarkan produk untuk melakukan pembiayaan pada UMKM ialah berawal dari permasalahan modal yang dimana pelaku UMKM memerlukan tambahan modal usaha untuk lebih meningkatkan kualitas barang, tempat usaha dan lain sebagainya sehingga dikeluarkanlah produk pertama yaitu Arrum BPKB sebagai pembiayaan bagi para pelaku UMKM untuk menjadikan usahanya lebih baik lagi.

Hadirnya gagasan-gagasan seperti Arrum BPKB dalam mengatasi permasalah nasabah merupakan prospek kerja yang menjadi nilai tambah pada pagadaiaan syariah di kabupaten gowa, banyaknya pegadaiaan yang menawarkan berbagai keunggulan diluar pegadaiaan syariah tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi

39

pegadaiaan syariah kabupaten gowa. Sehingga dengan adanya gagasan-gagasan inovatif yang di terapkan dapat menjadi nailai tambah sekaligus menjadi acuan pegadaiaan-pagadiaan syariah yang lain dalam memberikan solusi terbaik kepada nasabah.

f) Akad Yang Digunakan Pegadaian Syariah Dalam Melakukan Pembiayaan UMKM

Data yang terkait dengan akad yang digunakan pegadaian syariah dalam melakukan pembiayaan UMKM diperoleh langsung dari bapak Khaerul Yusuf sebagai Penaksir Pada Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Akad yang sering digunakan yaitu akad Arrum BPKB dengan biaya pemeliharaan (mu’nah) barang sebesar 1% per bulan dari barang yang digadaikan.”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa yang digunakan pegadaian syariah untuk melakukan pembiayaan pada sektor UMKM ialah akad arrum BPKB dan hanya dikenakan biaya pemeliharaan sebesar 1% per bulan dari barang yang di gadaikan.

g) Keunggulan Yang Dimiliki Pegadaian Syariah Dalam Pembiayaan Sektor UMKM

Data yang terkait dengan keunggulan yang dimiliki pegadaian syariah dalam pembiayaan sektor UMKM diperoleh langsung dari ibu Nurfitri S. Katili sebagai Sales Head Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Ada beberapa keunggulan yang dimiliki pegadaian syariah ketika ingin melakukan pembiayaan sektor UMKM yaitu :

1. Milik pemerintah 2. Asuransi kredit

3. Prosesnya mudah min -3 hari pengerjaan

40

4. Pembianaan kepada nasabah”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis menyimpulkan bahwa keunggulan yang dimiliki pegadaian syariah yaitu milik pemerintah, asuransi kredit, prosesnya mudah min -3 hari pengerjaan, pembianaan kepada nasabah yang dimana ini sesuai dengan harapan nasabah dapat mempermudah dalam mengambil produk pembiayaan dari pegadaian syariah itu sendiri. Kunggulan yang ditawarkan pegadaiaan syariah cukup menjanjikan bagi nasabah dalam melakukan distribusi sehingga pegadaiaan syariah menjadi salah satu instansi yang memiliki keterikatan dengan pemerintah sehingga masyarakat tidak ragu-ragu akan adanya penipuan ataupun suatu hal yang bersifat nergatif ketika ingin mempercayakan pegadaiaan syariah sebagai wadah gadai barang ataupun jasa.

h) Permasalahan Yang Dihadapi Pegadaian Syariah Selama Melakukan Pembiayaan Sektor UMKM

Data yang terkait dengan masalah yang dihadapi pegadaian syariah selama melakukan pembiayaan sektor UMKM diperoleh langsung dari ibu Dian Angreni Ekawati Selaku Kepala Unit Pelayanan Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa menyatakan bahwa :

“Yang menjadi masalah selama melakukan pembiayaan sektor UMKM itu nasabah belum memiliki surat izin usaha sehingga pegadaian syariah tidak bisa memberikan pinjaman dana kepada nasabah, tidak adanya pembukuan dalam usaha yang dijalankan oleh nasabah sehingga tidak adanya transparansi keuangan dari usaha yang dijalankan, belum memanfaatkan teknologi secara baik”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis dapat menyimpulkan bahwa nasabah yang ingin mengajukan pinjaman tetapi belum memiliki surat izin usaha yang menyebabkan sulitnya pegadaian syariah tidak

41

dapat memberikan modal kepada nasabah kemudian nasabah tidak bisa melakukan pinjaman modal ketika tidak adanya pembukuan dan secara otomatis masyarakat yang baru memulai usaha tidak dapat melakukan pinjaman modal kepada pegadaian syariah dan juga pemanfaatan teknologi juga sangat dibutuhkan karena pihak pegadaian syariah memiliki platform bernama www.pegadaiansyariah.co.id yang bisa kita jangkau dengan mudah tanpa harus

ke outlet pegadaian syariah untuk melakukan transaksi. Dengan adanya permasalahan-permasalahn seperti ini perlunya arahan dan edukasi menjadi salah satu faktof utama yang harus didahulukan dan dihimbau kepada nasabah sehingga kedepanya nilai literasi nasabah tentang pegadaiaan bisa dipahami dengan baik dan tersitematis yang dapat menghasilkan pengusaha-pengusaha sukses dari UMKM-UMKM terkhusus di kabupaten gowa.

i) Bagaimana Pegadaian Syariah Mengatasi Permasalahan Yang Dihadapi Dalam Melakukan Pembiayaan Sektor UMKM

Data yang terkait dengan cara mengatasi permasalahan yang hadapi pegadaian syariah dalam melakukan pembiayaan sektor UMKM yang diperoleh langsung dari ibu Nurfitri S.Katili Sebagai Sales Head Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

“Dengan melakukan promosi/pengenalan, biasanya ada umpan balik apa yang dibutuhkan nasabah kita penuhi disini, dan untuk memberitahukan kemasyarakat bahwa pegadaian syariah itu ada untuk masyarakat seandainya nasabah tidak tahu meminjam uang kemana biasanyakan ke rentenir, maka dari pegadaianlah yang memberitahukan ke nasabah bahwa kita mempunyai produk yang bisa membantu masyarakat jika mereka butuh uang atau modal kerja atau pembiayaan lainnya bisa datang ke pegadaian syariah”

Begitu pula yang dikatakan ibu St.Sadaria Selaku Relationship Officer Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa yang menyatakan bahwa :

42

“Pegadaian syariah sudah melaksanakan literasi keuangan syariah pada masyarakat, dan program tersebut dibuat dalam bentuk salah satu promosi yang dilakukan oleh pegadaian syariah, dengan memberikan brosur dan memberitahukan produk-produk kita ke masyarakat serta edukasi tentang literasi keuangan syariah ,kita datang ke kantor-kantor, ke sekolah-sekolah, pasar, kita juga memberikan brosur”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukanmaka peneliti menyimpulkan bahwa pegadaian syariah melakukan sosialisasi dan edukasi tentang literasi keuangan syariah bertujuan supaya masyarkat dapat memanfaatkan produk-produk serta jasa layanan syariah, mulai dari manfaat, resiko keunggulan, serta biaya atau jasanya. Bentuk program edukasi yang telah dilakukan oleh pegadaian syariah yaitu melakukan sosialisasi secara langsung dengan mendatangi nasabah atau calon nasabahnya.

Sosialisasi atau penyuluhan yang dilakukan oleh pegadaian syariah tersebut bisa membuat masyarkat Gowa lebih paham mengenai produk-produk yang lainnya yang ada dipegadaian syariah, selain pemahaman masyarakat meningkat dan juga mendapatkan keuntungan atau manfaat yang banyak untuk kehidupannya. Oleh karena itu, pegadaian syariah yang merupakan salah satu lembaga keuangan syariah yang ada di Indonesia sangat diharapkan bisa meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarkat khususnya di Gowa.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan pegadaian syariah Gowa untuk meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarkat dapat dilihat dari peraturan yang dikeluarkan oleh SEOJK/Nomor.1/SEOJK.07/2014 tentang pelaksanaan edukasi dalam rangka meningkatkan literasi keuanga kepada konsumen dan / masyarakat.

43

j) Prospek Pegadaian Syariah Kedepannya

Pemahaman masyarakat pada lembaga keuangan syariah khususnya lembaga pegadaian syariah yang ditingkatkan lagi. Hal ini disebabkan masih banyak kalangan masyarakat yang hanya mengetahui diluarnya saja, belum menyentuh secara keseluruhannya. Sebagai salah satu lembaga keuangan syariah, pegadaian syariah mempunyai tugas untuk memberitahukan tentang literasi keuangan syariah kepada masyarakat, menurut bapak Kahar Karung Kalla Sebagai Spesialis Pegadaian Syariah Hasanuddin Gowa menyatakan bahwa :

“Di zaman sekarang pegadaian syariah mengarah kepada digitalisasi yang memungkinkan proses literasi keuangan melalui media sosial dapat dijangkau seluruh kalangan masyarakat. Sosialisasi merupakan salah satu proses yang membantu anggota masyarakat untuk belajar, mengetahui, dan memahami norma, nilai dan peran. sosialisasi yang dilakukan oleh pegadaian syariah merupakan langkah awal untuk mencapai tujuan dalam rangka meningkatkan literasi keuangan syariah pada masyarakat.”

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka penulis menyimpulkan bahwa prospek pegadaian syariah kedepannya mengarah kepada pemanfaatan perkembangan digitalisasi yang semakin hari semakin berkembang dan tentunya pegadaian syariah memanfaatkan peluang tersebut untuk melakukan literasi keuangan dengan cara sosialisasi melalui media sosial turun langsung ke masyarakat dan secara tidak langsung dengan pemanfaatan perkembangan digitalisasi sekarang pegadaian syariah mengharapkan transaksi tidak lagi secara fisik tetapi melalui aplikasi www.pegadaiansyariah.co.id yang telah dibuat oleh pegadaian syariah itu sendiri. Melalui perkembagan literasi digital selain melalui sosialisasi media sosial dan turun langsung,pentingnya pemberian materi dan pemahaman kesadaran nasambah menjadi salah satu

44

tolok ukur keberhasilan dalam menanamkan niai edukasi kepada nasabah itu sendiri, sehingga nasabah dan pihak dari pegadiaan menyadari tugas dan fungsinnya masing-masing.

Dokumen terkait