• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Data dianalisis setelah data yang dimiliki diuji. Asumsi data harus normal dan linier adalah asumsi yang menjadi uji ini dilakukan. Uji linieritas dan

normalitas dilakukan terlebih dahulu karena hal tersebut.

1. Hasil Uji Normaliotas

Mengetahui apakah data tersebar normal adalah tujuan uji normalitas ini. Melihat kutosis dan kecondongan kurva adalah cara untuk mengetahui sebaran data tersebut normal atau tidak.

Nilai kuttosis dibagi standrat error kurtosis maka hasilnya disebut rasio kurtosis. Nilai swekness dibagi setandart error swekness adalah rasio swekness. Pedoman rasio kutosis adlah apabila rasio kutosis berada diantara -2 sampai +2, maka normal adalah sebutan untuk distribusi tersebut. Dan pedoman untuk rasio swekness adalah apabila rasio berada diantara -2 sampai +2 maka normal adalah distribusi data tersebut.

Rumus untuk uji yang telah dujabarkan di atas adalah di bawah ini:

π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ π‘†π‘˜π‘’π‘€π‘›π‘’π‘’π‘  = π‘†π‘˜π‘’π‘€π‘›π‘’π‘’π‘ 

π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘‘ πΈπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘œπ‘Ÿ π‘œπ‘“ π‘†π‘˜π‘’π‘€π‘›π‘’π‘’π‘ 

π‘…π‘Žπ‘ π‘–π‘œ πΎπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘ π‘–π‘  = πΎπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘ π‘–π‘ 

π‘†π‘‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘‘ πΈπ‘Ÿπ‘Ÿπ‘œπ‘Ÿ π‘œπ‘“ πΎπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘œπ‘ π‘–π‘ 

Rasio swekness yang didapat dari hasil uji normalitas yang telah dilakukan dengan program aplikasi SPSS adalah variabel Efikasi Diri sebesar 0,180/0,374 = 0,481283 dan rasio kurtosis sebesar -0,523/0,733 = -0,713506. Sedangkan untuk variabel Prokrastinasi Akademik didapat rasio skwenees 0.466/0,374 = 1,245989 dan kurtosi sebesar -0,117/0,733= -0,1596. Rasio skewnees dan kurtosis kedua variabel dalam penelitian ini berada dalam rentang antara -2 sampai +2, maka

dapat disimpulkan bahwa sebaran data penelitian adalah normal.

2. Uji Linieritas

Dilakukannya uji ini agar dapat diketahui cocok atau tidaknya kedua variable yang sedang diteliti. Nilai sig. sebesar 0,05 adalah nilai dasar pengambilan keputuasan dalam uji linieritas ini.

Berdasarkan uji linearitas pada variabel Efikasi diri dan Prokrastinasi Akademik dengan regresi linear pada SPSS, diketahui F hitung sebesar 39,683 dengan taraf signifikansi 0,000. Untuk melihat data linear atau tidak, dapat dilihat dari besarnya signifikansi. Menurut Hadi (2000) data dikatakan linear apabila besarnya harga signifikansi dari variabel ≀ 0,05, karena taraf signifikansi yang diperoleh pada

penelitian adalah 0,000 dan angka tersebut berada di bawah 0,05 (p=0,000<0,05), maka dapat disimpulkan data dari kedua variabel linear.

Berdasarkan dari hasil uji linearitas ini juga dapat diketahui koefisien determinasi (besarnya pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain) melalui nilai Rsq (r determinan), dalam penelitian ini diperoleh nilai Rsq sebesar 0,511, artinya Efikasi Diri memberikan konstribusi pada Prokrastinasi Akademik sebesar 51,1% dan 48,9% dipengaruhi faktor-faktor lain.

3. Uji Regresi Linier Sederhana

Penelitian ini mempunhyai tujuan untuk mengetahui pengaruh Efikasi Diri terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Penghafal Al-Qur’an Bani Yusuf

Tabel 4.2.3.1 Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 ,397a ,158 ,136 7,582 a. Predictors: (Constant), Efikasi Diri

Dari table ini kita mengetahui 15,% adalah koefisien determinasi yang berarti pengaruh efikasi diri kepada prokrastinasi akademik mahasiswa penghafal Al-Qur’an PPBY adalah 15,8%. Persen yang tersisa adalah dipengaruhi variable-variabel yang lain.

Kemudian analisis pengaruh dari varriabel dependen kepada Prokrastinasi akademik ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2.3.1 Model Summary

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 409,147 1 409,147 7,118 ,011b Residual 2184,228 38 57,480 Total 2593,375 39

a. Dependent Variable: Prokrastinasi Akademik b. Predictors: (Constant), Efikasi Diri

Kita dapat melihat hasil sig. pada table di atas adalah 0,01 (Sig. < 0,05), dpat dibaca bahwa prokrastinasi akademik sangat dipenagaruhi efikasi diri mahasiswa penghafala Al-Qur’an PPBY Malang. Dan diketahui bahwa nilai F hitung sebesar 7,118 yang berarti ada pengaruh variabel efikasi diri terhadap variabel prokrastinasi akademik.

Kemudian dilanjutkan dengan melihat hasil uji koefisien regresi. Nilai koefisien dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 43,871 16,817 2,609 ,013 Efikasi Diri ,608 ,228 ,397 2,668 ,011

a. Dependent Variable: Prokrastinasi Akademik

Dapat diketahui penagaruh variable bebas pada variable terikat dengan dilihat pada signifikansinya, dapat dilihat pada tabel 0,01 (<0,05) menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh pada prokrastinasi akademik mahasiswa penghafal Al-Qur’an PPBY Malang.

Distribusi normal adalah kategorisasi yang peneliti lakukan agar hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan dengan jelas dan rapi. Peneliti berasumsi bahwa penyebaran skor dalam populasinya berjalan secara normal (Azwar, 2002).

Pembagian subjek dalam skala efiaksi diri adalah dalam tiga kategori yaitu, sedang, rendah, dan tinggi. Hal ini dilakukan agar mempermudah dalam membaca hasil dalam penelitian ini. Sesuai dengan Azwar pada tahun 1999 yang menghitunga manual skala efikasi diri yang terdiri dari 26 item sesuai skor terkecil antara 1 sampa dengan 4. Table dibawah ini dapat memberi gambaran:

Tabel 4.2.3.4 Rata-rata Hipotetik dan Empirik Efikasi Diri Variable N Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

Hipotetik 40 26 104 65 13 Empirik 40 70 100 83,10 7,189 Mahasiswa penghafal dibagi menjadi tiga golongan kategori, tinggi, rendah, dan sedang. Pengkategorian ini mengklasifikasi distribusi

normal ke dalam deviasi standart enam satuan. Dana membaginya ke dalam tiga ketaegori sebagai berikut (Azwar, 2000):

Tabel 4.2.3.5 Distribusi

Distribusi Skor/Nilai Katagorisasi

X < (Β΅ - 1,0 Οƒ) (Β΅ – 1,0 Οƒ) ≀ X < (Β΅ +

1,0 Οƒ) (Β΅ + 1,0 Οƒ) ≀ X Rendah Sedang Tinggi

Skor, persentase, dis. Frekuemsi, dan klasifikasi efikasi diri pada mahasiswa pengahfal dibagi berdasarkan table di atas. Berikut adalah kategorisasinya:

Tabel 4.2.3.6 Kategorisasi Efikasi Diri

Klasifikasi Kategori skor Frekuensi Persentase

X 43 Rendah 0 0%

43 < X 78 Sedang 11 27,5%

X > 78 Tinggi 29 72,5%

Jumlah 40 100%

Dapat diketahui mahasiswa penghafal Al-Qur’an PPBY mempunyai tingkat efikasi diri yang tinggi dengan melihat table tersebut. Karena sebanyak 29 orang individu memliki tingkat efikasi yang tinggi, 11 sedang dan tidak sama sekali yang rendah.

Tabel 4.2.3.7 Rata-rata Hipotetik dan Emprik Prokrastinasi Akademik Variable Minimum Maximum Mean Std.

Deviation

Hipotetik 26 104 65 13

Seperti pengkategorisasian lainnya tinggi, sedang dan rendah prokrastinasi dikategorikan. Untuk membagi kategori pada 3 tingkat prokrastinasi akademik dibagi pada enam bagian, atau enam standart satuan deviasi, oleh karena itu standartnya dibagi menjadi tiga (Azwar, 2000):

Tabel 4.2.3.8 Distribusi

Distribusi Skor/Nilai Katagorisasi

X < (Β΅ - 1,0 Οƒ)(Β΅ – 1,0 Οƒ) ≀ X < (Β΅ + 1,0 Οƒ) (Β΅ + 1,0 Οƒ) ≀ X

Rendah Sedang Tinggi

Dari tabel tersebut di atas diketahui persentase, skor, dis. Frekuensi, dan kalsifikasinya proktastinasi kademik dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.2.3.9 Kategorisasi Prokrastinasi Akademik

Klasifikasi Kategori skor Frekuensi Persentase

X 43 Rendah 32 77,5%

43< X 78 Sedang 8 22,5%

X > 78 Tinggi 0 0%

Jumlah 40 100%

Ditunjukkan pada table tersebut bahwa penghafal Al-Qur’an PPBY dengan prokrastinasi akademik yang sedang 8 orang, rendah 32 orang, dan sama sekali tidak ada yang tinggi yang berarti mahasiswa penghafal Al-Qur’an PPBY yang melakukan prokrastinasi akademik memiliki taraf yang rendah.

Dokumen terkait