• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh M. Mushawwir S. NIM (Halaman 35-46)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

a) Analisis deskriptif hasil belajar matematika siswa pada Siklus I.

Data hasil belajar matematika siswa pada Siklus I diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar matematika setelah penyajian sub pokok bahasan lingkaran. Adapun deskriptif skor hasil belajar matematika siswa pada Siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1. Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa pada Siklus I Statistik Nilai Statistik

Berdasarkan Tabel 4.1 diperoleh bahwa rata-rata skor hasil belajar matematika siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar setelah pemberian tindakan pada Siklus I adalah 74,14 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. Skor tertinggi 91 dan skor terendah 62 dengan standar deviasi 7,72.

Apabila skor hasil belajar matematika siswa tersebut dikelompokkan ke dalam 5 kategori sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan oleh Departemen

22

Pendidikan Nasional, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar matematika siswa pada Siklus I, sebagai berikut:

Tabel 4.2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa pada Siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 – 54 Sangat rendah 0 0

55 – 64 Rendah 3 10,71

65 – 79 Sedang 19 67,86

80 – 89 Tinggi 5 17,86

90 – 100 Sangat Tinggi 1 3,57

Berdasarkan Tabel 4.2 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, tidak ada siswa yang masuk dalam kategori sangat rendah;

10,71% yang masuk dalam kategori rendah; 67,86% yang masuk dalam kategori sedang; 17,86% yang masuk dalam kategori tinggi; dan 3,57% yang masuk dalam kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisis data Tabel 4.1 diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 74,14. Jika skor rata-rata siswa tersebut dikelompokkan ke dalam kategori seperti pada Tabel 4.2 maka skor rata-rata tersebut berada pada kategori sedang.

Deskripsi secara kuantitatif ketuntasan belajar matematika siswa setelah pemberian tindakan pada siklus I, diperlihatkan pada Tabel 4.3 berikut ini :

Tabel 4.3.Deskripsi ketuntasan belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar pada siklus I

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 - 74 Tidak Tuntas 13 46,43

75 - 100 Tuntas 15 53,57

Jumlah 28 100

Berdasarkan Tabel 4.3 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, setelah pemberian tindakan pada Siklus I terdapat 13 siswa dalam kategori tidak tuntas dan sebanyak 15 siswa dalam kategori tuntas.

b) Analisis deskriptif sikap siswa dalam proses pembelajaran pada Siklus I.

Data sikap siswa pada Siklus I diperoleh melalui observasi siswa selama proses pembelajaran di setiap pertemuan. Adapun deskripsi sikap siswa pada Siklus I dapat dilihat pada Tabel 4.4 sebagai berikut:

24

Tabel 4.4. Tabel hasil observasi pada pembelajaran langsung siklus I

No. Komponen yang Diamati Pertemuan Persentase

1 2 3 4 (%)

1. Siswa yang hadir pada saat

pembelajaran. 28 27 28 28 99,11

2. Siswa yang bertanya pada proses

belajar mengajar 10 8 8 7 29,46

3. Siswa yang memperhatikan guru dan mencatat pada saat pembelajaran

22 22 24 26 83,93

4. Siswa yang aktif mengerjakan soal latihan/LKS yang diberikan pada proses belajar mengajar berlangsung.

21 21 23 23 78,57

5. Siswa yang menjawab atau menanggapi pertanyaan lisan guru pada proses belajar mengajar.

5 5 7 8 22,32

6. Siswa yang mengajukan diri untuk

mengerjakan soal di papan tulis. 4 5 7 8 21,43

7. Siswa yang menyimpulkan materi pelajaran pada proses belajar mengajar

10 10 12 15 41,96

8. Siswa yang mengerjakan tugas/PR. 25 26 27 27 91,25 9. Siswa yang melakukan kegiatan lain

yang sifatnya mengganggu pembelajaran

6 5 4 4 16,96

Berdasarkan Tabel 4.4 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, kehadiran siswa mengikuti pelajaran rata-rata mencapai 99,11%, siswa yang bertanya pada proses belajar mengajar rata-rata mencapai 29,46%, siswa yang memperhatikan guru dan mencatat pada saat pembelajaran rata-rata mencapai 83,93%, siswa yang aktif mengerjakan soal latihan/LKS yang diberikan pada proses belajar mengajar rata-rata mencapai 78,57%, siswa yang menjawab atau menanggapi pertanyaan lisan guru pada proses belajar mengajar 22,32%, siswa yang mengajukan diri untuk mengerjakan soal di papan tulis

21,43%, siswa yang menyimpulkan materi pelajaran pada proses belajar mengajar rata mencapai 41,96%, siswa yang mengerjakan tugas/PR rata-rata mencapai 91,25% dan siswa yang melakukan kegiatan lain yang sifatnya mengganggu pembelajaran rata-rata mencapai 16,96%.

c) Refleksi Siklus I

1) Tingkat pemahaman siswa dalam menguasai materi masih kurang, seiring dengan banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan dan meminta bimbingan dari tiap pertemuan tetapi siswa yang menjawab atau menanggapi pertanyaan lisan guru semakin meningkat.

2) Masih kurangnya rasa percaya diri dari siswa untuk tampil kedepan untuk menyelesaikan soal.

3) Masih adanya siswa yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran berlangsung karena sebelumnya siswa telah terbiasa pasif dalam menerima materi pelajaran dan masih ada siswa yang tidak mengerjakan tugas/PR.

4) Frekuensi kehadiran siswa tergolong cukup tinggi. Pada pertemuan pertama, ketiga, dan keempat seluruh siswa hadir mengikuti proses pembelajaran. Pada pertemuan kedua, dari 28 siswa hanya 27 siswa yang hadir. Hal ini disebabkan adanya siswa yang sakit.

Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tes akhir siklus I tergolong sedang dan masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM. Sehingga ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus pertama belum mencapai ketuntasan klasikal 85 %.

26

d. Keputusan

Dilihat dari perolehan nilai tes, masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM, yakni ada 13 orang siswa yang masih berada dalam kategori tidak tuntas dan 3 orang yang hasil belajarnya masih dalam kategori rendah.

Dilihat dari hasil lembar observasi siswa, dapat menunjukkan bahwa belum terjadi perubahan sikap siswa yang berarti. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian tindakan kelas ini perlu dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya dengan mengupayakan perbaikan dengan memberikan perhatian dan bimbingan khusus kepada siswa yang tergolong dalam kategori rendah serta memotivasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

2. Siklus II

a) Analisis deskriptif hasil belajar setelah pemberian tindakan pada Siklus II.

Data hasil belajar matematika siswa pada Siklus II diperoleh melalui pemberian tes hasil belajar matematika setelah menyelesaikan sub pokok bahasan lingkaran. Adapun deskriptif skor hasil belajar matematika siswa pada Siklus II dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut:

Tabel 4.5 Statistik Skor Hasil Belajar Matematika Siswa pada Siklus II Statistik Nilai Statistik

Berdasarkan Tabel 4.5 diperoleh bahwa rata-rata skor hasil belajar matematika siswa setelah pemberian tindakan pada Siklus II adalah 81,93 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. Skor tertinggi 97 dan skor terendah 75 dengan standar deviasi 6,54.

Apabila skor hasil belajar matematika siswa dikelompokkan ke dalam 5 kategori sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase skor hasil belajar matematika siswa pada Siklus II, sebagai berikut:

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar Matematika Siswa pada Siklus II

Skor Kategori Frekuensi Persentase

90 – 100 Sangat Tinggi 4 14,28

Berdasarkan Tabel 4.6 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, tidak ada siswa yang masuk dalam kategori sangat rendah dan rendah; 42,86% yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi; dan 14,28%

yang masuk dalam kategori sangat tinggi.

Berdasarkan hasil analisis data Tabel 4.5 diperoleh skor rata-rata hasil belajar siswa pada siklus II yaitu 81,93. Jika skor rata-rata siswa tersebut dimasukkan pada tabel 4.6 maka skor rata-rata masuk pada kategori tinggi.

Deskripsi secara kuantitatif ketuntasan belajar matematika siswa setelah pemberian tindakan pada siklus II, diperlihatkan pada tabel 4.7 berikut ini :

28

Tabel 4.7 Deskripsi ketuntatasan belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar pada siklus II.

Skor Kategori Frekuensi Persentase (%)

0 - 74 Tidak Tuntas 0 0

75 - 100 Tuntas 28 100

Jumlah 28 100

Berdasarkan Tabel 4.7 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, setelah pemberian tindakan pada Siklus II semua siswa masuk dalam kategori tuntas.

b) Analisis deskriptif sikap siswa dalam proses pembelajaran pada Siklus II Tabel 4.8 Hasil observasi pada pembelajaran pendekatan kontekstual siklus II No. Komponen yang Diamati Pertemuan Persentase

1 2 3 4 (%)

1. Siswa yang hadir pada saat

pembelajaran. 28 28 28 28 100

2. Siswa yang bertanya pada proses

belajar mengajar 7 5 4 4 17,86

3. Siswa yang memperhatikan guru dan mencatat pada saat pembelajaran

26 27 28 28 97,32

4. Siswa yang aktif mengerjakan soal latihan/LKS yang diberikan pada proses belajar mengajar berlangsung.

23 25 25 27 89,29

5. Siswa yang menjawab atau menanggapi pertanyaan lisan guru pada proses belajar mengajar.

9 11 12 14 41,07

6. Siswa yang mengajukan diri untuk

mengerjakan soal di papan tulis. 9 9 11 13 37,50

7. Siswa yang menyimpulkan materi pelajaran pada proses belajar mengajar

14 15 17 18 57,14

8. Siswa yang mengerjakan tugas/PR. 26 27 28 28 97,32 9. Siswa yang melakukan kegiatan lain

yang sifatnya mengganggu pembelajaran

4 4 3 2 11,61

Berdasarkan Tabel 4.8 diperoleh bahwa dari 28 siswa kelas VIIIA SMP Negeri 27 Makassar, kehadiran siswa mengikuti pelajaran mencapai 100%, siswa yang bertanya pada proses belajar mengajar rata-rata mencapai 17,86%, siswa yang memperhatikan guru dan mencatat pada saat pembelajaran rata-rata mencapai 97,32%, siswa yang aktif mengerjakan soal latihan/LKS yang diberikan pada proses belajar mengajar rata-rata mencapai 89,29%, siswa yang menjawab atau menanggapi pertanyaan lisan guru pada proses belajar mengajar rata-rata mencapai 41,07%, siswa yang mengajukan diri untuk mengerjakan soal di papan tulis 37,50%, siswa yang menyimpulkan materi pelajaran pada proses belajar mengajar rata mencapai 57,14%, siswa yang mengerjakan tugas/PR rata-rata mencapai 97,32% dan siswa yang melakukan kegiatan lain yang sifatnya mengganggu pembelajaran rata-rata mencapai 11,61%.

c) Refleksi Siklus II.

1) Perhatian siswa terhadap materi yang dijelaskan oleh guru menunjukkan peningkatan. Hal ini ditandai dengan berkurangnya siswa yang mengajukan pertanyaan dan siswa yang meminta bimbingan serta siswa yang menjawab dan menanggapi pertanyaan lisan guru semakin bertambah.

2) Tingkat keberanian siswa semakin baik, terlihat dari banyaknya siswa yang ingin tampil kedepan.

3) Siswa yang melakukan kegiatan lain selama proses pembelajaran berlangsung sudah mulai berkurang. Hal ini terlihat dari pertemuan

30

pertama dan kedua terdapat 4 siswa sedangkan pertemuan ketiga dan keempat masing-masing terdapat 3 dan 2 siswa.

4) Siswa yang tidak mengerjakan tugas/PR sudah mulai berkurang.

5) Frekuensi kehadiran siswa semakin meningkat jika dibandingkan pada siklus I.

Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tes akhir siklus II tergolong tinggi. Sehingga ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus kedua sudah mencapai ketuntasan klasikal (85 % ketuntasan klasikal)

d. Keputusan

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi selama Siklus II, dapat diketahui bahwa: (1) siswa sudah aktif belajar untuk mengkonstruksi pemahamannya terhadap materi yang diberikan; (2) terjadi peningkatan jumlah siswa yang menjawab pertanyaan dan menyimpulkan materi yang dibahas serta siswa yang mencatat materi pelajaran pada saat proses belajar mengajar berlangsung; (4) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang dilihat dari skor rata-rata hasil belajar siswa dimana pada siklus I adalah 74,14 menjadi 81,93 dan skor hasil belajar siswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi pada siklus I yakni ada 4 orang menjadi 7 orang pada siklus II.

3. Hasil tanggapan siswa setelah pemberian tindakan pada proses pembelajaran.

Pada akhir penelitian penulis memberikan pertanyaan tanggapan kepada siswa untuk memberikan komentar tentang pembelajaran matematika serta proses

belajar mengajar selama penelitian berlangsung yaitu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual, kemudian disimpulkan sebagai berikut : a) Tanggapan siswa tentang pelajaran matematika

Berdasarkan analisis tanggapan siswa tentang pelajaran matematika diperoleh bahwa ada beberapa siswa yang senang pelajaran matematika dan ada yang tidak senang, adapula kadang-kadang senang kadang-kadang tidak. Pada umumnya siswa yang tidak senang belajar matematika beralasan bahwa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat sulit karena memiliki banyak rumus.

Sedangkan siswa yang kadang-kadang senang beralasan materi yang diberikan oleh guru kadang mudah dimengerti kadang tidak. Bagi siswa yang senang belajar matematika beralasan bahwa pelajaran matematika sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, dengan belajar matematika dapat menghitung dengan baik dan benar. Adapula yang beralasan bahwa pelajaran matematika memberi tantangan bagi dirinya, sebagian lagi beralasan bahwa pelajaran matematika berguna bagi masa depan (misalnya dapat melanjutkan studi dan mencari kerja).

b) Tanggapan siswa tentang pembelajaran matematika dengan mode pembelajaran langsung.

Secara umum siswa mengatakan bahwa pembelajaran matematika dengan model pembelajaran langsung sangat bagus dan menyenangkan. Pelajaran mudah dimengerti dan dipahami karena contoh-contoh yang diberikan dijelaskan selangkah demi selangkah. Pelajaran dimulai dengan benda-benda yang ada di sekitar siswa yang bisa langsung dilihat dan diraba oleh siswa. Jadi mereka belajar matematika tidak lagi menghafal apalagi hanya menghayal tentang konsep

32

yang sedang dipelajari sehingga mereka mudah mengerti dan memahami pelajaran yang dipelajari. Disamping itu pembentukan kelompok kemudian membagikan LKS pada setiap kelompok sangatlah menyenangkan karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja secara aktif menemukan sendiri konsep/rumus matematika dari suatu materi dan membiasakan menjalin kerjasama dengan teman yang lain.

c) Saran siswa tentang perbaikan pembelajaran matematika.

Adapun saran-saran yang dikemukakan siswa sebagai upaya perbaikan proses belajar mengajar matematika adalah agar pelajaran matematika sebaiknya diajarkan dengan mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan benda-benda atau situasi yang ada di sekitar kita. Kemudian dalam proses belajar mengajar guru seharusnya memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan terhadap materi yang belum mereka pahami.

Memberikan penjelasan terlebih dahulu jika ada soal atau latihan yang akan diselesaikan, demikian pula sebaiknya lebih banyak membahas soal-soal dengan tujuan agar terbiasa dan terlatih dalam mengerjakan soal.

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh M. Mushawwir S. NIM (Halaman 35-46)

Dokumen terkait