BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Penelitian
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Analisis deskriptif adalah bentuk analisis data penelitian untuk menguji
generalisasi hasil penelitian berdasarkan suatu sampel. Data ini meliputi data
minimum, maximum, mean dan standar deviasi. Analisis deskriptif digunakan
untuk menjelaskan variabel-variabel dalam penelitian, meliputi variabel
independen yaitu Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA)
dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) serta variabel
dependen yaitu Nilai Perusahaan. Data yang diambil untuk penelitian ini adalah
data tahun 2015 hingga 2019. Berikut hasil uji statistik deskriptif berikut :
Tabel 4. 4
UJI STATISTIK DESKRIPTIF
N Minimum Maximum Mean
Std. Deviation
X1 95 -8,09 -1,02 -3,3284 1,26286
X2 95 -1,10 -0,12 -0,2967 0,18995
Y 95 -1,92 1,86 -0,1378 0,82408
Berdasarkan table 4.4 dapat diketahui bahwa N sebanyak 95 adalah
jumlah data yang valid yang terdiri dari data Profitabilitas (X1) dan
Pengungkapan CSR (X2). Variabel yang memiliki nilai mean tertinggi adalah
profitabilitas yaitu sebesar -3,3284 dan standar deviasi tertinggi sebesar 1,26286.
Berdasarkan tabel diatas diperoleh data sebagai berikut :
1. Variabel profitabilitas diperoleh nilai mean sebesar -3,3284, nilai minimum
sebesar 1,26286. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai mean lebih
kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik. Perusahaan yang
memiliki nilai ROA tertinggi dalam penelitian ini adalah perusahaan PT
Fortune Mate Indonesia Tbk tahun 2016 sedangkan Perusahaan yang
memiliki nilai terendah adalah PT Gading Development Tbk tahun 2018.
2. Variabel Pengungkapan CSR diperoleh nilai mean sebesar -0,2967, nilai
minimum yaitu -1,10, nilai maximum sebesar -0,12, dan standar
deviasinya sebesar 0,18995. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai
mean lebih kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik.
Perusahaan yang memiliki nilai Pengungkapan CSR tertinggi dalam
penelitian ini adalah perusahaan PT Bumi Citra Permai Tbk tahun 2016
sedangkan Perusahaan yang memiliki nilai terendah adalah PT Sentul
City Tbk tahun 2016.
3. Variabel Nilai Perusahaan diperoleh nilai mean sebesar -0,1378, nilai
minimum yaitu -1,92, nilai maximum sebesar 1,86, dan standar
deviasinya sebesar 0,82408. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai
mean lebih kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik.
Perusahaan yang memiliki Nilai Perusahaan tertinggi dalam penelitian ini
adalah perusahaan PT PP Properti Tbk tahun 2016 sedangkan
Perusahaan yang memiliki nilai terendah adalah PT Bumi Citra Permai
2. Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk
menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah
sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas berguna
untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan
independen atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Untuk
melihat model regresi normal atau tidak maka dapat dilakukan uji one sample
kolmogrov-smirnovdengan ketentuan jika nilai signifikan > 0,05 maka nilai
residual berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikan
Kolmogorov-smirnov adalah lebih kecil dari 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi
normal (Ghozali, 2016). Uji normalitas juga dapat dilakukan dengan
menggunakan analisis grafik normal P-P Plot of Regression Standardized
Residual. Berikut adalah hasil uji one-sample Kolmogorov-smirnov dan P-P Plot Of Regression Standardized Residual.
Tabel 4. 5
UJI ONE-SAMPLE KOLMOGOROV-SMIRNOV TEST
Unstandardiz ed Residual
N 95
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 0,79518001 Most Extreme Differences Absolute 0,081 Positive 0,055 Negative -0,081 Test Statistic 0,081
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,143c
Gambar 4. 2
Hasil pengujian analisis grafik plot pada Gambar 4.2 menunjukkan
bahwa model regresi terdistribusi dengan normal, dikarenakan titik-titik yang
menyebar disekitar diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis
diagonal.
2. Uji Multikolinearitas
Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi
ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi
maka dikatakan terdapat masalah multikolinearitas. Model regresi yang baik
seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen, pengujian
terhadap ada tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan metode VIF
(Variance inflation factor) dengan ketentuan :
Jika VIF > 10 maka terdapat masalah multikolinearitas
Jika VIF < 10 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas.
Tabel 4. 6
UJI MULTIKOLINEARITAS
Tolerance VIF
1 X1 0,939 1,065
X2 0,939 1,065
Berdasarkan Tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa nilai VIF dari
profitabilitas dan pengungkapan CSR kurang dari 10, berarti pada variabel
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya
heteroskedastisitas pada suatu model, dapat dilihat pada pola grafik
scatterplot pada Gambar 4.3 berikut ini :
Gambar 4. 3
GRAFIK SCATTERPLOT HETEROSKEDASTISITAS
Berdasarkan grafik scatterplot di atas dapat dilihat bahwa titik-tikik data
menyebar diatas dan dibawah angka 0 penyebaran pola titik-titik tidak
membentuk pola bergelombang, menyempit kemudian melebar. Hasil ini
menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk memperkuat
scatterplot maka perlu pengujian pada uji glejser heteroskedastisitas. Dasar
pengambilan keputusan bahwa jika nilai sig > 0,05 maka disimpulkan tidak terjadi
heteroskedastisitas. Jika nilai
sig
< 0,05 makadi
simpulkan terjadi heteroskedastisitas. Hasil analisis data digambarkan pda tabel berikut :Tabel 4. 7
UJI GLEJSER HETEROSKEDASTISITAS
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0,605 0,155 3,899 ,000 X1 -0,032 0,043 -0,079 -0,744 0,459 X2 0,338 0,284 0,127 1,190 0,237
Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel independen
Profitabilitas dan Pengungkapan CSR lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan
bahwa model regresi tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan
pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2013). Untuk
mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan dengan uji Durbin Watson
(DW) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi
2. Angka D-W diantara -2 dan +2 berarti tidak ada autokorelasi.
3. Angka D-W diatas +2 berarti tidak ada autokorelasi negative. Berikut tabel hasil uji autokorelasi adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 8 UJI AUTOKORELASI Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0,262a 0,069 0,049 0,80378 1,505
Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pada angka durbin watson pada model regresi sebesar 1,505. Angka D-W tersebut diantara -2 sampai +2, hal ini
menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi atau tidak ada
autokorelasi dalam penelitian ini.
3. Uji Analisis Linear Berganda
Analisis regresi merupakan bentuk analisis yang digunakan untuk
mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau variabel
independen terhadap variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian
ini adalah Profitabilitas (X1), dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility
(X2) sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah Nilai Perusahaan
(Y). Berikut tabel hasil uji regresi linear berganda :
Tabel 4. 9
UJI REGRESI LINEAR BERGANDA
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0,036 0,246 0,148 0,883 X1 0,137 0,068 0,210 2,018 0,046 X2 -0,947 0,451 -0,218 -2,102 0,038
Berdasarkan tabel diatas maka persamaan regresi linear berganda yaitu
sebagai berikut:
Y = 0,036 + 0,137 Profitabilitas– 0,947 Pengungkapan CSR + e Persamaan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Konstanta (α)
Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 0,036. Hal ini berarti bahwa
jika variabel independen (Profitabilitas dan Pengungkapan CSR) adalah
nol, maka besarnya nilai perusahaan adalah sebesar konstanta 0,036
b. Koefisien Regresi X1
Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas (X1) sebesar 0,137. Hal
ini menandakan bahwa setiap peningkatan satu satuan profitabilitas akan
mengakibatkan kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,137. Nilai koefisien
β dari variabel X1 bernilai positif yaitu 0,137. c. Koefisien Regresi X2
Nilai koefisien regresi variabel pengungkapan corporate social
responsibility (X2) sebesar – 0,947. Hal ini menandakan bahwa setiap peningkatan indeks pengungkapan corporate social responsibility satu
satuan akan mengakibatkan penurunan nilai perusahaan sebesar
sebesar 0,947. Nilai koefisien β dari variabel X2 bernilai negative yaitu – 0,947.
4. Pengujian Hipotesis
a. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel
independen yaitu Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social
Responsibility terhadap Nilai Perusahaan. Kriteria untuk menentukan bahwa
hipotesis diterima adalah jika nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi
5% (0,05) dan t hitung lebih besar daripada t tabel.
Berdasarkan data yang telah diolah diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.10 UJI T Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig KETERANGAN B Std. Eror Beta
(Constant) 0,036 0,246 0,148 0,883 Pengaruh Arah
X1 0,137 0,068 0,21 2,018 0,046 Signifikan Positif
X2 -0,95 0,451 -0,218 -2,102 0,038 Signifikan Negatif
Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa mengenai uji hipotesis
dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama yaitu Profitabilitas berpengaruh positif secara
signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan property di Bursa
Efek Indonesia periode 2015-2019. Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh
signifikansi 5% (0,046 < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima,
dan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel hal ini menunjukkan bahwa
profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan
pada Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019.
2. Pengujian Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua yaitu Pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan property di Bursa Efek Indonesia periode
2015-2019. Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh variabel Pengungkapan
Corporate Social Responsibility mempunyai nilai singnifikansi lebih kecil
dari tingkat signifikansi 5% (0,038 < 0,05) dan berpengaruh negatif dilihat
dari t hitungnya yang bernilai mines menunjukkan bahwa hipotesis
ditolak, artinya variabel Pengungkapan Corporate Social Responsibility
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada
Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019.
5. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh pengaruh variabel independen dalam penelitian mampu menjelaskan variabel dependennya. Nilai
koefisien determinasi antara nol dan satu, nilai R2 yang lebih kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi dependen
sangat terbatas.
Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.049 yang berarti bahwa 4,9% Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh
Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility sedangkan
95,1% dipengaruhi oleh faktor lain.
Tabel 4.11 KOEFISIEN DETERMINASI Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,262a 0,069 0,049 0,80378