• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh SRI BUANA NIM (Halaman 86-97)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Hasil Penelitian

1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif adalah bentuk analisis data penelitian untuk menguji

generalisasi hasil penelitian berdasarkan suatu sampel. Data ini meliputi data

minimum, maximum, mean dan standar deviasi. Analisis deskriptif digunakan

untuk menjelaskan variabel-variabel dalam penelitian, meliputi variabel

independen yaitu Profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA)

dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) serta variabel

dependen yaitu Nilai Perusahaan. Data yang diambil untuk penelitian ini adalah

data tahun 2015 hingga 2019. Berikut hasil uji statistik deskriptif berikut :

Tabel 4. 4

UJI STATISTIK DESKRIPTIF

N Minimum Maximum Mean

Std. Deviation

X1 95 -8,09 -1,02 -3,3284 1,26286

X2 95 -1,10 -0,12 -0,2967 0,18995

Y 95 -1,92 1,86 -0,1378 0,82408

Berdasarkan table 4.4 dapat diketahui bahwa N sebanyak 95 adalah

jumlah data yang valid yang terdiri dari data Profitabilitas (X1) dan

Pengungkapan CSR (X2). Variabel yang memiliki nilai mean tertinggi adalah

profitabilitas yaitu sebesar -3,3284 dan standar deviasi tertinggi sebesar 1,26286.

Berdasarkan tabel diatas diperoleh data sebagai berikut :

1. Variabel profitabilitas diperoleh nilai mean sebesar -3,3284, nilai minimum

sebesar 1,26286. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai mean lebih

kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik. Perusahaan yang

memiliki nilai ROA tertinggi dalam penelitian ini adalah perusahaan PT

Fortune Mate Indonesia Tbk tahun 2016 sedangkan Perusahaan yang

memiliki nilai terendah adalah PT Gading Development Tbk tahun 2018.

2. Variabel Pengungkapan CSR diperoleh nilai mean sebesar -0,2967, nilai

minimum yaitu -1,10, nilai maximum sebesar -0,12, dan standar

deviasinya sebesar 0,18995. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai

mean lebih kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik.

Perusahaan yang memiliki nilai Pengungkapan CSR tertinggi dalam

penelitian ini adalah perusahaan PT Bumi Citra Permai Tbk tahun 2016

sedangkan Perusahaan yang memiliki nilai terendah adalah PT Sentul

City Tbk tahun 2016.

3. Variabel Nilai Perusahaan diperoleh nilai mean sebesar -0,1378, nilai

minimum yaitu -1,92, nilai maximum sebesar 1,86, dan standar

deviasinya sebesar 0,82408. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai

mean lebih kecil dari standar deviasi yang dinyatakan kurang baik.

Perusahaan yang memiliki Nilai Perusahaan tertinggi dalam penelitian ini

adalah perusahaan PT PP Properti Tbk tahun 2016 sedangkan

Perusahaan yang memiliki nilai terendah adalah PT Bumi Citra Permai

2. Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji Normalitas adalah sebuah uji yang dilakukan dengan tujuan untuk

menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah

sebaran data tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas berguna

untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan

independen atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Untuk

melihat model regresi normal atau tidak maka dapat dilakukan uji one sample

kolmogrov-smirnovdengan ketentuan jika nilai signifikan > 0,05 maka nilai

residual berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikan

Kolmogorov-smirnov adalah lebih kecil dari 0,05 maka nilai residual tidak berdistribusi

normal (Ghozali, 2016). Uji normalitas juga dapat dilakukan dengan

menggunakan analisis grafik normal P-P Plot of Regression Standardized

Residual. Berikut adalah hasil uji one-sample Kolmogorov-smirnov dan P-P Plot Of Regression Standardized Residual.

Tabel 4. 5

UJI ONE-SAMPLE KOLMOGOROV-SMIRNOV TEST

Unstandardiz ed Residual

N 95

Normal Parametersa,b Mean ,0000000

Std. Deviation 0,79518001 Most Extreme Differences Absolute 0,081 Positive 0,055 Negative -0,081 Test Statistic 0,081

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,143c

Gambar 4. 2

Hasil pengujian analisis grafik plot pada Gambar 4.2 menunjukkan

bahwa model regresi terdistribusi dengan normal, dikarenakan titik-titik yang

menyebar disekitar diagonal serta penyebarannya mengikuti arah garis

diagonal.

2. Uji Multikolinearitas

Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi

ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi

maka dikatakan terdapat masalah multikolinearitas. Model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen, pengujian

terhadap ada tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan metode VIF

(Variance inflation factor) dengan ketentuan :

Jika VIF > 10 maka terdapat masalah multikolinearitas

Jika VIF < 10 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas.

Tabel 4. 6

UJI MULTIKOLINEARITAS

Tolerance VIF

1 X1 0,939 1,065

X2 0,939 1,065

Berdasarkan Tabel 4.6 dapat disimpulkan bahwa nilai VIF dari

profitabilitas dan pengungkapan CSR kurang dari 10, berarti pada variabel

3. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya

heteroskedastisitas pada suatu model, dapat dilihat pada pola grafik

scatterplot pada Gambar 4.3 berikut ini :

Gambar 4. 3

GRAFIK SCATTERPLOT HETEROSKEDASTISITAS

Berdasarkan grafik scatterplot di atas dapat dilihat bahwa titik-tikik data

menyebar diatas dan dibawah angka 0 penyebaran pola titik-titik tidak

membentuk pola bergelombang, menyempit kemudian melebar. Hasil ini

menunjukkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk memperkuat

scatterplot maka perlu pengujian pada uji glejser heteroskedastisitas. Dasar

pengambilan keputusan bahwa jika nilai sig > 0,05 maka disimpulkan tidak terjadi

heteroskedastisitas. Jika nilai

sig

< 0,05 maka

di

simpulkan terjadi heteroskedastisitas. Hasil analisis data digambarkan pda tabel berikut :

Tabel 4. 7

UJI GLEJSER HETEROSKEDASTISITAS

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0,605 0,155 3,899 ,000 X1 -0,032 0,043 -0,079 -0,744 0,459 X2 0,338 0,284 0,127 1,190 0,237

Berdasarkan Tabel 4.7 menunjukkan bahwa variabel independen

Profitabilitas dan Pengungkapan CSR lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan

bahwa model regresi tidak terdapat gejala heteroskedastisitas.

4. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada

korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan

pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali, 2013). Untuk

mendeteksi autokorelasi dapat dilakukan dengan dengan uji Durbin Watson

(DW) dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokorelasi

2. Angka D-W diantara -2 dan +2 berarti tidak ada autokorelasi.

3. Angka D-W diatas +2 berarti tidak ada autokorelasi negative. Berikut tabel hasil uji autokorelasi adalah sebagai berikut :

Tabel 4. 8 UJI AUTOKORELASI Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0,262a 0,069 0,049 0,80378 1,505

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pada angka durbin watson pada model regresi sebesar 1,505. Angka D-W tersebut diantara -2 sampai +2, hal ini

menunjukkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi atau tidak ada

autokorelasi dalam penelitian ini.

3. Uji Analisis Linear Berganda

Analisis regresi merupakan bentuk analisis yang digunakan untuk

mengukur pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau variabel

independen terhadap variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian

ini adalah Profitabilitas (X1), dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility

(X2) sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah Nilai Perusahaan

(Y). Berikut tabel hasil uji regresi linear berganda :

Tabel 4. 9

UJI REGRESI LINEAR BERGANDA

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0,036 0,246 0,148 0,883 X1 0,137 0,068 0,210 2,018 0,046 X2 -0,947 0,451 -0,218 -2,102 0,038

Berdasarkan tabel diatas maka persamaan regresi linear berganda yaitu

sebagai berikut:

Y = 0,036 + 0,137 Profitabilitas– 0,947 Pengungkapan CSR + e Persamaan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Konstanta (α)

Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 0,036. Hal ini berarti bahwa

jika variabel independen (Profitabilitas dan Pengungkapan CSR) adalah

nol, maka besarnya nilai perusahaan adalah sebesar konstanta 0,036

b. Koefisien Regresi X1

Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas (X1) sebesar 0,137. Hal

ini menandakan bahwa setiap peningkatan satu satuan profitabilitas akan

mengakibatkan kenaikan nilai perusahaan sebesar 0,137. Nilai koefisien

β dari variabel X1 bernilai positif yaitu 0,137. c. Koefisien Regresi X2

Nilai koefisien regresi variabel pengungkapan corporate social

responsibility (X2) sebesar – 0,947. Hal ini menandakan bahwa setiap peningkatan indeks pengungkapan corporate social responsibility satu

satuan akan mengakibatkan penurunan nilai perusahaan sebesar

sebesar 0,947. Nilai koefisien β dari variabel X2 bernilai negative yaitu – 0,947.

4. Pengujian Hipotesis

a. Uji t

Uji t digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing variabel

independen yaitu Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social

Responsibility terhadap Nilai Perusahaan. Kriteria untuk menentukan bahwa

hipotesis diterima adalah jika nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi

5% (0,05) dan t hitung lebih besar daripada t tabel.

Berdasarkan data yang telah diolah diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 4.10 UJI T Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig KETERANGAN B Std. Eror Beta

(Constant) 0,036 0,246 0,148 0,883 Pengaruh Arah

X1 0,137 0,068 0,21 2,018 0,046 Signifikan Positif

X2 -0,95 0,451 -0,218 -2,102 0,038 Signifikan Negatif

Berdasarkan Tabel 4.10 dapat diketahui bahwa mengenai uji hipotesis

dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen dalam

penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Pengujian Hipotesis Pertama

Hipotesis pertama yaitu Profitabilitas berpengaruh positif secara

signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan property di Bursa

Efek Indonesia periode 2015-2019. Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh

signifikansi 5% (0,046 < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis diterima,

dan nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel hal ini menunjukkan bahwa

profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan

pada Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019.

2. Pengujian Hipotesis Kedua

Hipotesis kedua yaitu Pengungkapan Corporate Social Responsibility berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan property di Bursa Efek Indonesia periode

2015-2019. Berdasarkan Tabel 4.10 diperoleh variabel Pengungkapan

Corporate Social Responsibility mempunyai nilai singnifikansi lebih kecil

dari tingkat signifikansi 5% (0,038 < 0,05) dan berpengaruh negatif dilihat

dari t hitungnya yang bernilai mines menunjukkan bahwa hipotesis

ditolak, artinya variabel Pengungkapan Corporate Social Responsibility

berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada

Perusahaan Property di Bursa Efek Indonesia periode 2015-2019.

5. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh pengaruh variabel independen dalam penelitian mampu menjelaskan variabel dependennya. Nilai

koefisien determinasi antara nol dan satu, nilai R2 yang lebih kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi dependen

sangat terbatas.

Berdasarkan tabel 4.11 dapat diketahui bahwa koefisien determinasi (R2) sebesar 0.049 yang berarti bahwa 4,9% Nilai Perusahaan dipengaruhi oleh

Profitabilitas dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility sedangkan

95,1% dipengaruhi oleh faktor lain.

Tabel 4.11 KOEFISIEN DETERMINASI Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 0,262a 0,069 0,049 0,80378

Dalam dokumen SKRIPSI. Oleh SRI BUANA NIM (Halaman 86-97)

Dokumen terkait