BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian dengan judul “Peningkatan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Siswa Dalam Materi Pemanfaatan Energi Melalui Pendekatan Saintifik Pada Siswa Kelas IV SD Kanisius Gayam I Tahun Pelajaran 2014/2015” yang telah dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2014 sampai 3 November 2014 didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Kondisi Awal Sebelum Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan pengamatan dan melihat daftar nilai siswa. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi awal yang dimiliki oleh siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I tahun pelajaran 2014/2015. Pengamatan dilakukan pada saat proses pembelajaran IPA khususnya pada materi pemanfaatan energi. a. Keaktifan Siswa
Pengamatan keaktifan siswa dilakukan pada hari Senin 22 September 2014. Pengamatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi awal keatktifan siswa kelas IV. Proses pengamatan dilakukan pada saat pembelajaran IPA berlangsung pada materi pemanfaatan
energi. Hasil pengamatan tersebut telah dihitung dan dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Data Awal Keaktifan Siswa
No. Indikator
Kondisi Awal Jumlah
Siswa Persentase
1. Bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
12 32,43%
2. Bertanya kepada teman apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
18 48,65%
3. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa harus ditunjuk
13 35,13%
4. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru
15 40,54%
5. Berani mengemukakan pendapat secara spontan
10 27,02%
6. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok
15 40,54%
7. Mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dalam tugas kelompok
18 48,65%
Rata-rata 14,4 38,99%
Berdasarkan tabel 4.1 tentang data keaktifan siswa tersebut, didapatkan rata-rata keaktifan siswa hanya 14,4 dibulatkan menjadi 14 siswa dan persentasenya sebesar 38,99% sehingga masih tergolong rendah. Bahkan hanya dua indikator tingkat keaktifannya 50%.
b. Prestasi Belajar
Kondisi awal prestasi belajar siswa didapatkan dari nilai ulangan pada materi pemanfaatan energi dengan kurun waktu dua tahun terakhir. Data tersebut adalah daftar nilai ulangan siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I semester gasal tahun pelajaran 2012/2013 dan daftar nilai ulangan siswa kelas IV SD Kanisius Gayam I semester
gasal tahun pelajaran 2013/2014. Kriteria Ketuntasan Minimal pada kedua tahun tersebut adalah sama, yaitu 68. Data nilai ulangan siswa kelas IV tahun pelajaran 2012/2013 dan tahun pelajaran 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Daftar Kondisi Awal Nilai Ulangan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan 2013/2014
Tahun pelajaran 2012/2013 2013/2014 Rata-Rata
Jumlah siswa 25 26 -
Total Nilai 1640 1382 -
Rata-rata 65,6 53,15 59,37
Nilai tertinggi 85 84 -
Nilai terendah 57 26 -
Jumlah siswa tuntas 8 7 -
Persentase ketuntasan 32% 26,92% 29,5%
Jumlah siswa tidak tuntas 17 19 -
Persentase tidak tuntas 68% 73,08% -
Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata ulangan siswa selama dua tahun terakhir masih di bawah KKM. Rata-rata nilai tersebut yaitu 59,5 dari KKM 68, bahkan hanya 29,5% yang mencapai KKM.
2. Pelaksanaan Siklus I
Pelaksanaan siklus I dilakukan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis 16 Oktober 2014, dan pertemuan kedua pada hari Senin 20 Oktober 2014. Tiap pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 x 40 menit. Alokasi waktu tersebut telah peneliti sesuaikan dengan kebijakan sekolah, dimana sekolah menetapkan satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
a. Perencanaan 1) Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama peneliti menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam penelitian. Meliputi penyusunan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan bahan ajar/handout. Selain itu peneliti juga menyusun lembar pengamatan keaktifan siswa dalam mata pelajaran IPA. Peneliti juga menyiapkan media pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa dalam kegiatan belajar.
2) Pertemuan 2
Persiapan pada pertemuan kedua hampir sama dengan persiapan pertemuan pertama. Hanya saja pada pertemuan kedua ini peneliti menyiapkan soal evaluasi siklus I.
b. Pelaksanaan 1) Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Kamis 16 Oktober 2014 dengan alokasi waktu 4x40 menit (4 jam pelajaran). Proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru kelas. Peneliti disini berperan untuk mengamati proses pembelajaran dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran. Selain itu peneliti juga membantu guru kelas ketika beliau butuh bantuan. Materi yang diajarkan pada pertemuan kali ini adalah tentang energi
panas, perubahan energi panas serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Guru mengawali pembelajaran dengan bertanya kepada siswa tentang sumber energi. Beberapa siswa terlihat berebut untuk berpendapat. Mereka saling bersahut-sahutan dalam menjawab sehingga terdengar gaduh. Guru meminta siswa yang ingin menjawab mengangkat tangannya lebih dulu. Guru membagi siswa menjadi 8 kelompok. Selanjutnya siswa secara berkelompok mengamati gambar tentang suatu kegiatan. Setiap kelompok mendapat gambar yang berbeda. Siswa mengeksplorasi gambar secara detail dan cermat. Siswa mengamati kegiatan yang dilakukan pada gambar tersebut dan sumber energi yang terdapat digambar serta. Pada gambar tersebut terdapat berbagai macam energi, seperti energi panas, angin, matahari, listrik, bunyi dan perubahannya. Siswa menuliskan hasil pengamatannya yang berupa jenis energi, manfaatnya, serta perubahan yang terjadi pada lembar yang sudah tersedia. Setelah selesai, setiap kelompok mengkomunikasikan hasil pengamatannya secara lisan di depan kelas. Kelompok lain memberikan pendapat/komentar kepada kelompok yang maju. Setelah semua kelompok selesai mengkomunikasikan, siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang manfaat energi dalam kehidupan sehari-hari kemudian guru memberikan penegasan terhadap pemanfaatan energi.
Setelah semua kelompok menjelaskan hasil pengamatannya, kemudian siswa melihat tayangan video tentang perubahan energi. Siswa mengamati kegiatan dalam video dan menuliskan energi yang digunakan serta perubahannya saat melakukan kegiatan. Siswa mencocokkan jawaban yang benar dengan panduan dari guru.
Masih dalam kelompok yang sama, siswa melihat tayangan video tentang perubahan energi. Kemudian siswa mengeksplorasi secara detail perubahan energi yang terjadi dan menuliskannya pada lembar pengamatan. Secara bergantian tiap kelompok menjelaskan perubahan energi yang terjadi pada video tersebut. Selanjutnya siswa melakukan percobaan secara berkelompok. Setiap kelompok melakukan percobaan yang berbeda-beda sesuai petunjuk yang diberikan. Percobaan yang dilakukan berkaitan dengan energi panas. Percobaan tersebut antara lain yaitu percobaan menggunakan kertas berbentuk spiral. Percobaan perpindahan energi panas menggunakan heater. Percobaan perambatan energi panas menggunakan lilin, sendok, dan kayu. Percobaan untuk membuktikan bahwa warna gelap lebih cepat menyerap kalor.
Kelompok mendiskusikan hasil percobaan mereka serta menuliskannya pada laporan kegiatan percobaan. Setiap perwakilan kelompok lalu mendemonstrasikan hasil
percobaannya di depan kelas. Siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang percobaan tersebut. Setelah itu siswa menganalisis gambar yang disediakan tentang sikap hemat energi. Siswa berdiskusi tentang cara aman menggunakan alat-alat listrik dengan aman secara berkelompok. Siswa mengemukan pendapatnya pada kegiatan diskusi kelas yang dibimbing guru.
Sebagai kegiatan akhir guru mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang telah dialaksanakan. Kemudian siswa mendiskusikan hal baik apa saja yang didapat dari pembelajaran. Selanjutnya guru memberikan tindak lanjut kepada siswa agar mereka belajar di rumah tentang materi yang akan di bahas pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan diakhiri dengan salam penutup.
2) Pertemuan 2
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Senin 20 Oktober 2014 dengan alokasi waktu 4x40 menit (4 jam pelajaran). Pelaksana pembelajaran masih dilakukan oleh guru kelas. Pada pertemuan kedua ini materi pembelajarannya tentang sumber energi alternatif dan manfaatnya.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa pembuka dan apersepsi. Guru bertanya kepada siswa tentang sumber energi alternatif yang mereka ketahui. Hanya sedikit siswa yang menjawab pertanyaan dari guru. Kemudian guru menayangkan
video serta gambar berbagai sumber energi alternatif seperti energi matahari, angin, air, panas, dan biogas. Tayangan video tersebut memperlihatkan manfaat dari masing-masing energi alternatif. Siswa terlihat antusias melihat tayangan tersebut dengan menanyakan kepada guru tentang pemnafaatan energi alternatif dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan pada LKS dengan teman sebangku. Disini terlihat beberapa siswa masih belum membantu teman sebangkunya dalam menjawab pertanyaan.
Kegiatan selanjutnya yaitu, siswa secara individu membaca bacaan tentang sumber energi alternatif yang telah disediakan. Setelah itu secara berpasangan siswa menyimpulkan isi teks bacaan ke dalam bentuk peta pikiran yang telah disediakan. Secara berpasangan mereka menceritakan hasilnya kepada teman yang lain. Selanjutnya siswa secara berkelompok melakukan percobaan membuat energi alternatif seperti pada LKS. Percobaan tersebut yaitu, membuat kincir angin, menjemur kain basah di bawah sinar matahari, dan membuat baterai jeruk.
Setelah melakukan percobaan, siswa membuat laporannya dan menjelaskan hasil percobaanya kepada teman yang lain. Siswa yang tidak maju diminta untuk memberikan komentar atau pertanyaan kepada kelompok yang sedang presentasi. Setelah
semua kelompok presentasi, maka guru mengajak siswa untuk bersama-sama menganalisis percobaan tersebut.
Selanjutnya guru mengajak siswa untuk menyimpulkan pembelajaran. Pada akhir pertmuan kedua ini guru memberikan soal evaluasi siklus I kepada siswa. Siswa mengerjakan 20 soal pilihan ganda untuk mengetahui tingkat prestasi siswa. Kegiatan diakhiri dengan pemberian tindak lanjut dan doa penutup.
c. Pengamatan
1) Keaktifan Siswa a) Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama peneliti melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung. Peneliti menggunakan kamera handphone untuk membantu mendokumentasikan kegiatan siswa. Peneliti juga menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini.
Tabel 4.3 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus I Pertemuan 1 No. Indikator Ketercapaian Indikator Banyak siswa Persentase
1. Bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
15 40,54%
2. Bertanya kepada teman apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
20 54,05%
3. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa harus ditunjuk
22 59,56%
4. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru
32 86,49%
5. Berani mengemukakan pendapat secara spontan
19 51,35%
6. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok
34 91,89%
7. Mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dalam tugas kelompok
25 67.57%
Rata-rata 23,86 64,49%
Hasil pengamatan dari tabel 4.3 tersebut didapat rata-rata jumlah siswa yang aktif saat pembelajaran yaitu 23,86 dan dibulatkan menjadi 24 siswa. Persentase siswa yang aktif adalah 64,49%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada keaktifan siswa. Namun persentase peningkatan belum mencapai target yang telah peneliti buat. b) Pertemuan 2
Pertemuan kedua ini peneliti juga melakukan pengamatan yang sama pada proses pembelajaran. Peneliti masih menggunakan bantuan kamera handphone saat
melakukan pengamatan. Hasil pengamatan pada pertemuan kedua ini dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut.
Tabel 4.4 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus I Pertemuan 2 No. Indikator Ketercapaian Indikator Banyak siswa Persentase
1. Bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
20 54,05%
2. Bertanya kepada teman apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
29 78,38%
3. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa harus ditunjuk
20 54,05%
4. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru
33 89,19%
5. Berani mengemukakan pendapat secara spontan
26 70,27%
6. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok
34 91,19%
7. Mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dalam tugas kelompok
25 67,57%
Rata-rata 26,7 72,1%
Berdasarkan tabel 4.4 tersebut, diketahui bahwa banyak siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran ada 26,7 dan jika dibulatkan menjadi 27 siswa. persentase rata-rata keaktifan siswa sebesar 72,1%. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Apabila dibandingkan dengan kondisi
awal serta pertemuan pertama pada siklus I, maka hasil tersebut sudah menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa.
2) Prestasi Belajar
Seperti yang sudah dijelaskan oleh peneliti pada bagian perencanaan, evaluasi dilaksanakan pada pertemuan kedua tiap siklus. Evaluasi tersebut diukur dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. Hasil evaluasi siklus I dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 4.5 Hasil Evaluasi Siklus I
Jumlah siswa 37
Jumlah nilai 2600
Rata-rata 70,3
Nilai tertinggi 85 Nilai terandah 55
Persentase siswa tuntas 64,86 % (24 siswa) Persentase siswa tidak tuntas 35,13 % (13 siswa) Kondisi awal 59,37
Target 70%
Berdasarkan tabel 4.5 tersebut, diketahui bahwa hasil perhitungan prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 70,3. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sudah di atas KKM. Selain itu, nilai rata-rata siklus I menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa jika dibandingkan dengan kondisi awal. Persentase siswa yang mencapai KKM juga meningkat yaitu dari 32% dan 26,92% menjadi 64,86%. Rata-rata nilai siswa serta persentase ketuntasan
tersebut sudah mencapai target yang ditentukan peneliti untuk siklus I.
d. Refleksi
Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I secara umum sudah berjalan dengan baik dan lancar. Namun pada saat melakukan percobaan serta menuliskan hasilnya pada laporan, waktunya lama, sehingga dengan terpaksa waktunya ditambahi. Selain itu, saat kerja kelompok beberapa siswa terlihat tidak membantu kelompoknya dan malah mengganggu kelompok lain. Hal tersebut menjadi salah satu faktor lamanya waktu percobaan.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran sudah lumayan baik. Ditunjukkan dengan hasil pengamatan, bahwa sudah 50% siswa yang aktif dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dirancang sudah mampu melibatkan seluruh siswa dalam proses pembelajaran. Prestasi belajar siswa pada siklus I sudah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan kondisi awal. Selain itu siswa yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan. Selanjutnya siklus akan dilanjutkan ke siklus II karena peneliti bersama guru ingin meningkatkan keaktifan dan prestasi siswa lagi. Selain itu, guru ingin lebih menguasai teknik pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik agar lebih maksimal.
3. Pelaksanaan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 27 Oktober 2014, dan pertemuan kedua pada hari Rabu 29 Oktober 2014. Tiap pertemuan dilaksanakan dengan alokasi waktu 4 x 40 menit. Alokasi waktu tersebut telah peneliti sesuaikan dengan kebijakan sekolah, dimana sekolah menetapkan satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
a. Perencanaan a) Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama peneliti menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam penelitian. Meliputi penyusunan perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, dan bahan ajar/handout. Selain itu peneliti juga menyusun lembar pengamatan keaktifan siswa dalam mata pelajaran IPA. Peneliti juga menyiapkan media pembelajaran yang bertujuan untuk membantu siswa dalam kegiatan belajar.
b) Pertemuan 2
Persiapan pada pertemuan kedua hampir sama dengan persiapan pertemuan pertama. Hanya saja pada pertemuan kedua ini peneliti menyiapkan soal evaluasi siklus II.
b. Pelaksanaan a) Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin 27 Oktober 2014 dengan alokasi waktu 4x40 menit (4 jam pelajaran). seperti pada siklus I, proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru kelas. Peneliti disini berperan untuk mengamati proses pembelajaran dan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran. Selain itu peneliti juga membantu guru kelas ketika beliau butuh bantuan. Materi yang diajarkan pada pertemuan kali ini adalah tentang pemanfaatan energi alternatif terutama matahari.
Kegiatan selanjunya yaitu siswa mengamati tayangan video tentang manfaat matahari dalam kehidupan sehari-hari. Siswa terlihat antusias saat melihat tayangan video tersebut. Mereka saling memberikan komentar pada video tersebut. Selanjutnya siswa secara individu menganalisis manfaat matahari yang ada di video tersebut. Pada kegiatan ini banyak siswa yang selalu bertanya kepada guru, bahkan beberapa siswa menanyakan hal yang sama.
Setelah selesai menganalisis, guru meminta setiap siswa menyebutkan hasil analisisnya secara bergantian. Dilakukan dari siswa paling depan. Kegiatan selanjutnya yaitu siswa dibagi menjadi 7 kelompok. Di dalam kelompok siswa diminta untuk saling bertukar pendapat tentang manfaat matahari dalam
kehidupan sehari-hari. Siswa juga saling melakukan tanya jawa. Setelah itu, secara berkelompok siswa melakukan percobaan dengan menggunakan panas matahari. Siswa diajak keluar kelas, dan mencari panas matahari. Percobaan tersebut antara lain yaitu, menjemur kain basah, membakar kertas menggunakan kaca pembesar, membuat pelangi, memanggang kentang menggunakan kertas alumunium. Siswa sangat senang sekali melakukan percobaan diluar kelas.
Setelah selesai melakukan percobaan kemudian siswa diminta untuk menuliskan hasil percobaannya kedalam lembar laporan percobaan yang telah disediakan. Selanjutnya setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan percobaan tersebut. Siswa yang lain memberikan pendapat atau pertanyaan kepada kelompok yang presentasi.
Guru kemudian mengajak semua siswa untuk menyimpulkan pembelajaran hari itu. Sebagai tindak lanjut, siswa diminta untuk mempelajari tentang materi pertemuan kedua. Setelah itu siswa mengerjakan tes. Kegiatan diakhiri dengan doa penutup.
b) Pertemuan 2
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu 29 Oktober 2014 dengan alokasi waktu 4x40 menit (4 jam pelajaran). Pelaksana pembelajaran masih dilakukan oleh guru kelas. Pada
pertemuan kedua ini materi pembelajarannya tentang sifat hantaran panas dan perbedaanya.
Kegiatan pembelajaran diawali dengan doa dan apersepsi. Tidak lupa guru memberikan motivasi belajar kepada siswa yaitu dengan menayangkan video tentang perambatan panas pada suatu benda. Selanjunya siswa menganalisis video tersebut. Kemudian siswa dibagi menjadi 7 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan 5-6 anak. Masing-masing anggota kelompok kecil tersebut diberi tugas yang berbeda-beda yaitu mengidentifikasi manfaat dari sumber-sumber energi panas, seperti (matahari, bahan bakar, listrik, makanan, geseskan). Setiap anak memilih satu topik bahasan. Misalnya mengidentifikasi manfaat dari sumber panas yang berupa listrik, dsb.
Siswa yang memiliki tugas yang sama, berkumpul dalam satu kelompok, yaitu kelompok ahli untuk membahas/ mendiskusikan tugas yang dimiliki. Kelompok ahli kembali ke kelompok asal dan setiap siswa berusaha menjelaskan hasil diskusinya di kelompok ahli kepada teman-temannya dikelompok asal. Guru memantau jalannya diskusi agar diskusi bisa berjalan dengan baik dan aktif. Serta menghindari terjadinya salah konsep.
Selanjutnya guru membimbing para siswa untuk melakukan percobaan yaitu menguji perpindahan panas dengan dan tanpa zat perantara. Selama melakukan eksperimen, siswa melakukan
pengamatan dan mencatat reaksi yang terjadi. Siswa menganalisis data dengan cara mengisi lembar kerja yang telah disediakan oleh guru.
Setelah selesai semua, kemudian siswa diajak untuk menyimpulkan pembelajaran hari itu. Pada akhir pertemuan kedua ini guru memberikan soal evaluasi siklus II untuk mengetahui prestasi siswa. selanjutnya sebegai tindak lanjut siswa diminta untuk belajar lagi tentang sumber-sumber energi panas dalam kehidupan sehari-hari.
c. Pengamatan
1) Keaktifan Belajar a) Pertemuan 1
Pada pertemuan pertama di siklus II peneliti melakukan pengamatan terhadap keaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung. Peneliti menggunakan kamera handphone untuk membantu mendokumentasikan kegiatan siswa. Peneliti juga menggunakan lembar observasi yang telah disiapkan. Hasil observasi dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.
Tabel 4.6 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus II Pertemuan 1 No. Indikator Ketercapaian Indikator Banyak siswa Persentase
1. Bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
26 70,27%
2. Bertanya kepada teman apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
30 81,08%
3. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa harus ditunjuk
27 72,97%
4. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru
35 94,59%
5. Berani mengemukakan pendapat secara spontan
25 67,57%
6. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok
35 94,59%
7. Mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dalam tugas kelompok
29 78,39%
Rata-rata 29,57 79,92%
Hasil pengamatan dari tabel 4.6 didapat rata-rata jumlah siswa yang aktif saat pembelajaran yaitu 29,57 dan dibulatkan menjadi 30 siswa. Persentase siswa yang aktif adalah 79,92%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pada keaktifan siswa. Namun persentase peningkatan belum mencapai target pencapaian yang telah ditentukan.
b) Pertemuan 2
Pada pertemuan kedua ini peneliti juga melakukan pengamatan yang sama terhadap keaktifan siswa. Peneliti masih menggunakan bantuan kamera handphone saat melakukan pengamatan. Hasil pengamatan pada pertemuan kedua ini dapat dilihat pada tabel 4.7.
Tabel 4.7 Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa Siklus II Pertemuan 2 No. Indikator Ketercapaian Indikator Banyak siswa Persentase
1. Bertanya kepada guru apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
30 81,08%
2. Bertanya kepada teman apabila tidak memahami materi pembelajaran IPA
35 94,59%
3. Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru tanpa harus ditunjuk
30 81,08%
4. Melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru
37 100%
5. Berani mengemukakan pendapat secara spontan
30 81,08%
6. Turut serta dalam mengerjakan tugas kelompok
37 100%
7. Mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah dalam tugas kelompok
37 100%
Rata-rata 33,7 91,12%
Hasil pengamatan pada tabel 4.7, diketahui bahwa banyak siswa yang aktif dalam mengikuti pembelajaran ada 33,7 dan jika dibulatkan menjadi 34 siswa. persentase rata-rata keaktifan siswa sebesar 91,12%. Hal tersebut
menunjukkan adanya peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Jika dibandingkan dengan kondisi awal dan siklus I, maka terjadi peningkatan yang signifikan terhadap keaktifan siswa.
2) Prestasi Belajar
Evaluasi pembelajaran dilaksanakan pada pertemuan kedua di siklus II. Evaluasi tersebut diukur dengan soal pilihan ganda yang berjumlah 20 butir soal. Hasil evaluasi siklus II dapat dilihat pada tabel 4.8.
Tabel 4.8 Hasil Evaluasi Siklus II
Jumlah siswa 37
Jumlah nilai 2985
Rata-rata 80,67
Nilai tertinggi 95 Nilai terandah 65
Persentase siswa tuntas 91,89 % (34 siswa) Persentase siswa tidak tuntas 8,11 % (3 siswa) Kondisi awal 59,37
Target 80%
Hasil perhitungan pada tabel 4.8 di atas diperoleh nilai rata-rata siswa sebesar 80,67. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sudah di atas KKM dan lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi awal serta siklus I. Selain itu, persentase siswa yang mencapai KKM juga meningkat yaitu dari 32% dan 26,92% menjadi 91,89%. Rata-rata nilai siswa serta persentase ketuntasan tersebut sudah mencapai target yang ditentukan peneliti untuk siklus II.
d. Refleksi
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II terlaksana dengan lancar dan sesuai dengan rancangan pembelajaran serta alokasi waktu yang tepat. Siswa yang pada siklus I masih tidak aktif sekarang jadi lebih aktif. Selain itu, semua siswa terlihat antusias dan aktif dalam kerja kelompok terutama saat melakukan percobaan. Beberapa siswa yang tadinya sulit diatur, kini sudah mampu mengatur dirinya sendiri untuk tidak ribut sendiri saat pelajaran.
Hasil pelaksanaan siklus II sangat memuaskan, yaitu keaktifan siswa meningkat secara signifikan. Siswa yang belum mencapai KKM hanya tiga siswa saja. Siklus berhenti sampai pada siklus II karena peneliti sudah merasa puas dengan hasil penelitian yang menunjukkan