• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Pelaksanaan Audit perkreditan dilakukan dengan beberapa tahap Yaitu: A. Persiapan Audit

Kegiatan yang dilakukan auditor intern kredit pada tahap persiapan audit adalah meliputi penetapan penugasan, pemberitahuan audit dan penelitian pendahuluan.

1. Penetapan Penugasan

Penetapan penugasan audit dimaksudkan untuk pemberitahuan kepada auditor sebagai dasar untuk melakukan auddit sebagaimana ditetapkan dalam rencana audit tahunan bank sulselbar. Penetapan penugasan disampaikan oleh devisi pengawasan kepada ketua dan tim audit dalam bentuk surat penugasan, yang antara lain menetapkan kedua anggota tim audit, waktu yang diperlukan serta tujuan audit.

Jumlah tim audit yang ditugaskan dalam pemeriksaan kredit adalah tiga orang auditor yang terdiri dari ketua tim, satu orang auditor untuk memeriksa kredit komersil dan satu orang auditor untuk memeriksa kredit personal. Waktu yang dibutuhkan adalah selama 4 hari.

2. Pemberitahuan Audit

Pelaksanaan pemeriksaan kredit dilengkapi dengan surat pemberitahuan audit yang disampaikan kepada Bank Sulselbar Makassar sebelum audit dilaksanakan. Dalam surat pemberitahuan tersebut antara lain mengemukakan:

a. penegasan kembali wewenang auditor intern kredit (SKAI)untuk melekukan audit kredit.

b. Rencana pertemuan awal dengan kepala satuan kerja audit.

c. Susunan ketua dan anggota tim.

d. Informasi/data serta dokumen yang diperlukan.

3. Penelitin Pendahuluan

Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengenal dan memehami setiap kegiatan atau fungsi audit secara umum sehingga audit dapat difokuskan pada hal-hal yang strategis auditor dapat merumuskan tujuan audit secara lebih jelas.

Pada tahap ini, prosedur yang dijalankan auditor intern kredit adalah:

a. Organisasi

1. Memahami struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi-fungsi unit kredit.

2. Memehami alur kerja satuan-satuan kerja yang terkait dengan pengelolaan kredit.

b. Manajemen SDM kredit dan implementasi kredit

1. Memahami kebijakan dan prosedur pengelolaan SDM kredit yang mencakup pengembangan, mutasi/rotasi dan terminasi, standar penilaian karya dan remunerasi.

2. Memahami kebijakan dan prosedur pemberian kredit serta pengikatan hubungan kerja dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan pengelolaan kredit.

Persiapan audit yang dijalankan PT. Bank Sulselbar Makassar telah memadai dimana sebelum melakukan pemeriksaan kredit, dimana auditor intern kredit Bank Sulselbar terlebih dahulu menerima penugasan untuk melakukan pemeriksaan kegiatan perkreditan yang pada dasarnya merupakan legalitas formal, kemudian menyampaikan surat pemberitahuan tersebut kepada PT Bak Sulselbar Makassar bahwa akan dilakukan pemeriksaan

(audit) sehingga diharapkan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk kepentingan audit.

Auditor Intern kredit juga telah melakukan penelitian pendahuluan dimana auditor intern kredit mengenal dan memahami peraturan, kebijakan dan pedoman perkreditan bank, struktur organisasi kredit, wewenang dan tanggung jawab pihal-pihak yang terkait dengan perkreditan, aspek legal dan ketentuan lainnya. Dengan dilakukannya penelitian pendahuluan, auditor intern kredit akan memiliki pemahaman mengenai unit kerja yang diauditnya.

B. Penyusunan program Audit

Berdasarkan penelitian pendahuluan yang telah dilakukan oleh auditor maka disusunlah program audit yang akan dilakukan selama pemeriksaan kredit yang didasarkan atas tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, jangka waktu pemeriksaan serta informasi aspek-aspek teknis, risiko, dan transaksi-transaksi yang harus diuji termasuk pengelolaan data elektronik kegiatan perkreditan PT Bank Sulselbar Makassar

Auditor menyusun program audit dimaksudkan agar pelaksanaan tugas audit dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan penggunaan sumber daya yang seefisien dan seefektif mungkin.

C. Pelaksanaan Penugasan Audit

1.Pemeriksaan Pengendalian

Pada tahap ini pemeriksaan pengendalian pada PT Bank Sulselbar Makassar meliputi hal berikut.

a. Evaluasi pengendalian

Auditor melakukan evaluasi atas efektivitas organisasi kredit, kebijakan dan prosedur manajemen SDM dan kebijakan dan prosedur pelaksanaan kredit apakah telah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan pada PT Bank Sulselbar Makassar.

b.Uji pengendalian

1. Organisasi. Auditor melakukan pengujian langsung kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkreditan untuk menilai apakah pihak-pihak yang terkait dalam organisasi kredit telah melaksanakan kegiatannya sesuai dengan peran masing-masing.

2. Manajemen SDM kredit dan Implementasi Kredit. Auditor melakukan pengujian terhadap manajemen SDM kredit dan pelaksanaan kegiatan kredit telah sesuai degan ketentuan yang berlaku pada PT Bank Sulselbar Makassar.

c.Uji Terinci

Auditor melakukan pengujian terinci dengan menganalisis fungsi/peran yang terkait dengan kegiatan perkreditan PT Bank Sulselbar Makassar.

2.Pemeriksaan Pengelolaan kredit

Pada tahap ini Auditor melakukan pemeriksaan lebih mendalam yang berkaitan langsung dengan pengelolaan kredit PT Bank Sulselbar Makassar yang meliputi 6 hal berikut:

a. Penilaian kecermatan informasi kredit yang berkaitan dengan perhitungan bunga.

b. Pemeriksaan kelengkapan transaksi melalui rekonsiliasi yang menyeluruh antara pinjaman yang diberikan untuk setiap jenis dengan pendapatan bunga.

c. Pengecekan keberadaan dan keabsahan pinjaman

d. Pemeriksaan agunan yang telah diberikan memang benar-benar milik nasabah yag bersangkutan dan telah dilengkapi dengan surat kuasa dan juga pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen-dokumen asli dari pemilik agunan telah dikuasai oleh PT Bank Sulselbar Makassar.

e. Pengawasan kredit.

f. Pemeriksaan terhadap nilai pinjaman.

Hasil temuan Audit selanjutnya dikumpulkan dan didokumentasikan dalam bentuk ikhtisar hasil audit. Ikhtisar hasil audit menjelaskan keadaan yang sebenarnya terjadi/penyimpangan yang ditemukan, keadaan yang

seharusnya terjadi, penyebab terjadinya penyimpangan, dampak dari terjadinya penyimpangan, dan rekomendasi Auditor Internal.

D. Pelaporan Hasil Audit

Sebelum Laporan Hasil Audit (LHA) dibuat, hasil dan temuan audit dikumpulkan dalam bentuk iktisar hasil audit dan didiskusikan terlebih dahulu dengan pimpinan cabang. Kegiatan ini dinamakan exit meeting dimana membahas hasil temuan audit dan waktu penyelesaian (perbaikan) atas temuan tersebut,setelah itu dilakukan review konsep laporan oleh kepala Auditor selanjutnya Auditor membuat laporan hasil audit (LHA) yang mencakup seluruh pemeriksaan kegiatan operasional PT Bank Sulselbar Makassar yang ditandatangani atau disetujui langsung oleh Direktur Utama PT Bank Sulselbar Makassar.

E. Tidak Lanjut Hasil Audit

Laporan tindak lanjut hasil audit merupakan respon PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk cabang utama Pinrang atas laporan hasil audit (LHA) yang telah diterbitkan. Pengawasan tindak lanjut audit ini meliputi tiga hal berikut.

a.Pemantauan atas pelaksanaan tindak lanjut

Pemantauan ini dilakukan PT Bank Sulselbar Makassar pusat untuk mengetahui perkembangan dan mengingatkan PT Bank Sulselbar cabang Makassar bila belum dapat menyelesaikan komitmen perbaikan sampai dengan batas waktu yang telah ditentukan pada saat exit meeting.

Analisis ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana realisasi janji perbaikan PT Bank Sulselbar Makassar telah dilaksanakan. Selain itu, analisis ini juga digunakan untuk mengetahui hambatan yang menyebabkan tindak lanjut tersebut tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya.

c. Laporan tindak lanjut

Perbaikan atas LHA yang telah dilakukan oleh PT Bank Sulselbar Makassar selanjutnya dilaporkan dalam bentuk Laporan Hasil Audit (LHA) kepada kepala Auditor guna dianalisis kecukupan perbaikan yang telah dilakukan. Bila tindak lanjut tidak dilaksanakan oleh PT Bank Sulselbar Makassar maka Auditor dapat memberikan laporan tertulis kepada direktur utama PT Bank Sulselbar Makassar untuk ditindaklanjuti.

PT Bank Sulselbar Makassar memberikan respon yang baik terhadap hasil temuan dan saran perbaikan yang diberikan oleh Auditor . Laporan tindak lanjut hasil audit merupakan respon PT Bank Sulselbar Makassar terhadap laporan hasil audit yang telah dikirimkan oleh tim Divisi.

2. Manfaat Auditor pada PT. Bank Sulselbar

Manfaat auditor pada PT. Bank Sulselbar tidak hanya ingin mendorong dilakukannya tindakan perbaikan tetapi juga untuk menghindari kemungkinan terjadinya kekurangan atau kelemahan dimasa yang akan datang pada aktivitas operasional perusahaan. Audit dikembangkan dan dilaksanakan karena audit memberi banyak manfaat bagi dunia bisnis.

Manfaat auditor dibank sulselbar Makassar adalah untuk: 1. Mengevaluasi kinerja

2. Mengidentifikasi kesempurnaan untuk peningkatan

3.Membuat rekomendasi untuk mempebaiki atau tindakan lebih lanjut.

3. Analisis Efektivitas Kegiatan Perkreditan

Sesuai kriterian yang telah diuraikan di bab 2 yaitu efektivitas kegiatan perkreditan, untuk mengetahui efektivitas kegiatan perkreditan, maka kita dapat menilai apakah pelaksanaan kredit tersebut telah mencapai sasaran tertentu. Efektivitas kegiatan perkreditan akan tercapai jika NPL yang dicapai dibawah standar maksimal, yaitu 5%. Berikut adalah kolektabilitas / kualitas Kredit Modal Kerja pada PT. Bank Sulselbar Makassar dalam 3 tahun terakhir yang telah diaudit oleh Tim SKAI.

Tabel 4.1

Kualitas Kredit Modal Kerja Bank Sulselbar Makassar

Per 31 Desember 2016, 2017, dan 2018

Kualitas Kredit 2016 2017 2018 Lancar 154.893.968.252 122..881.138.619 110.149.921.811 DPK 9.378.615.914 7.709.870.661 3.223.292.308 Kurang Lancar 800.000.000 1.220.000.000 287.057.041 Diragukan 630.460.502 239.137.740 265.157.934 Macet 679.837.704 1.495.113.086 658.000.000 Jumlah Kredit Disalurkan 167.621.152.951 133.585.296.106 114.578.229.094

Sumber : PT. Bank Sulselbar Makassar, 2019

Berdasarkan data tabel 4.1 kategori lancar dari tahun ke tahun mengalami penurunan dimana tahun 2016 sebesar Rp. 154.893.968.252, tahun 2017 sebesar Rp. 122.881.138.619 kemudian tahun 2018 sebesar Rp. 110.149.921.811. Pada kredit dalam perhatian khusus (DPK) dari tahun ke tahun mengalami penurunan dimana tahun 2016 sebesar Rp. 9.378.615.914, tahun 2017 sebesar Rp.7.709.870.661 kemudian tahun 2018 sebesar 3.223.292.308. Sedangkan kredit kurang lancar, tahun 2016 sebesar Rp. 800.000.000, tahun 2017 naik sebesar Rp.1.220.000.000 kemudian tahun 2018 menurun sebesar Rp.287.057.041

Selanjutnya kredit pada kategori diragukan pada tahun 2016 naik sebesar Rp. 630.460.502 tahun 2017 menurun sebesar Rp. 239.137.740 kemudian

tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp. 265.157.934. Hal ini disebabkan usaha yang dijalankan debitur belum banyak mengalami keuntungan yang mempengaruhi kemampuan sebagian debitur dalam melunasi kewajibannya.

Kategori kredit macet tahun 2016 sebesar Rp. 679.837.704 kemudian tahun 2017 naik sebesar Rp. 1.495.113.086 kemudian tahun berikutnya 2018 turun sebesar Rp. 658.000.000,.

Berikut adalah perhitungan terhadap kolektibilitas Kredit Modal Kerja PT. Bank Sulselbar Makassar dalam 3 tahun terakhir (2016, 2017 dan 2018).

Tabel 4.2

Performance Loan KMK Bank Sulselbar Makassar

Per 31 Desember 2016, 2017, dan 2018

Tahun 1 2 3 [(1+2) : 3] x

100%

Lancar DPK Jumlah Kredit

Disalurkan Performance Loan 2016 154.893.968.252 9.378.615.914 167.621.152.951 98% 2017 122.881.138.619 7.709.870.661 133.545.296.106 98% 2018 110.149.921.811 3.223.292.308 114.578.229.094 99%

Sumber : Hasil Performance Loan diolah sendiri, 2019

Berdasarkan Tabel 4.2 diatas, Hasil Performance Loan KMK PT. Bank Sulselbar sangat efektif, dimana pada tahun 2016 dan 2017 mencapai 98% dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan sebesar 99%. Dalam hal ini auditor dapat meningkatkan Efektivitas kegiatan Perkreditan agar kualitas kredit dari

tahun ketahun semakin meningkat terlihat dari pemeriksaan kegiatan perkreditan yang dilakukan dengan memperhatikan tingkat performance loan.

Tabel 4.3

Tingkat Kolektibilitas KMK Bank Sulselbar Makassar

Per 31 Desember 2016. 2017,dan 2018

Tahun Performance loan NPL

2016 98% 2%

2017 98% 2%

2018 99% 1%

Sumber : Hasil Tingkat Kolektibilitas diolah sendiri, 2019

Berdasarkan tabel 4.3 Tingkat Kolektibilitas Tingkat Modal Kerja pada PT. Bank Sulselbar Cabang Makassar tahun 2016 dan 2017 rasio NPL 2% dan ditahun 2018 mengalami penurunan rasio NPL menjadi 1%, meskipun mengalami penurunan rasio NPL 1% pada PT. Bank Sulselbar Makassar masih dalam tahap wajar karena NPL yang ditentukan Bank Indonesia 5%. Terjaganya rasio Non performance loan dibawa 5% cenderung berpengaruh naik turunnya pertumbuhan kredit pada PT. Bank Sulselbar Makassar. Dan dengan terjaganya Non Performance Loan dibawah 5% maka Bank tidak akan ragu dalam memberikan kredit kepada masyarakat atau nasabah, ini terlihat dari jumlah kredit yang disalurkan oleh Bank Sulselbar Makassar dari tahun ketahun.

Dalam hal ini, Auditor selalu berupaya untuk meningkatkan kegiatan perkreditan agar kualitas kredit dari tahun ketahun akan selalu baik. Dengan Dilakukannya pemeriksaan terhadap kegiatan perkreditan secara

berkelanjutan dengan melakukan pemeriksaan yang rinci terhadap proses analisis kelayakan kredit, pemeriksaan terhadap otoritas pemberian keputusan kredit, pemeriksaan terhadap kegiatan pengawasan kredit dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pemberian, administrasi, peloporan dan pengawasan kredit juga telah membuktikan bahwa auditor intern kredit memiliki peranan dalam meningkatkan efektivitas kegiatan perkreditan dimana tingkat performance loan tahun 2016 dan 2017 mencapai NPL 2% dan tahun 2018 1%.

Diharapkan kegiatan perkreditan yang berkelanjutan akan makin meningkatkan efektivitas kegiatan perkreditan dimana NPL bank semakin menurun.

Dokumen terkait