BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di empat SMA Negeri di
Kabupaten Sikka, yaitu SMAN NITA, SMAN 2 MAUMERE,
SMAN BOLA, SMAN TALIBURA pada siswa kelas XII IPA
tahun ajaran 2012/2013 sampai dengan 2015/2016.
Data yang diambil terkait nilai ujian nasional pada siswa
kelas XII IPA. Jumlah siswa kelas XII IPA tidaklah sama.
Jumlah siswa kelas XII IPA SMAN Nita tahun ajaran 2012/2013
dan 2015/2016 berjumlah 11 dan 44 siswa. Jumlah siswa kelas
XII IPA SMAN 2 Maumere tahun ajaran 2014/2015 dan
2015/2016 berjumlah 107 dan 98 siswa. Jumlah siswa kelas XII
IPA SMAN Bola tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015
berjumlah 14 dan 24 siswa. Jumlah siswa kelas XII IPA SMAN
Talibura tahun ajaran 2014/2015 dan 2015/2016 berjumlah 29
dan 54 siswa. Nilai ujian nasional yang diambil adalah nilai dari
semua mata pelajaran yang diujikan pada program Ilmu
Pengetahuan Alam, yaitu mata pelajara Bahasa Indonesia,
Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Biologi, Fisika. Soal ujian
nantinya akan diujikan ke seluruh siswa sekolah menengah atas di
Indonesia. Pada penelitian ini Mata pelajaran fisika menjadi mata
pelajaran inti yang akan diuji nilai korelasinya dengan mata
pelajaran lain yang diujikan dalam ujian nasional.
Peneliti mengambil data tidak melalui masing-masing
sekolah di atas melainkan melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga. Data diambil pada tanggal 3 Desember 2018. Peneliti
juga mendapat data tambahan yaitu nilai ujian nasional
masing-masing provinsi di Indonesia yang diperoleh dari situs resmi
KEMENDIKBUD. Data tambahan tersebut digunakan untuk
mengetahui peringkat nilai ujian nasional provinsi NTT
dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.
2. Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah
381 data. Berdasarkan data tersebut, peneliti kemudian
mencari nilai korelasi antara nilai ujian nasional mata
pelajaran fisika dengan nilai ujian nasional mata pelajaran
lainnya dan nilai ujian nasional fisika dengan jumlah nilai
24
Data yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Tabel 4. 1. Nilai Tertinggi dan Terendah Hasil Ujian Nasional
Nama Sekolah Tahun Ajaran Juml ah siswa
Nilai Tertinggi Nilai Terendah
FIS BIN ING MA
T KIM BIO FIS BIN ING
MA T KIM BIO SMAN W 2014/15 107 50.00 91.80 75.00 47.50 52.50 68.40 12.80 32.70 22.00 25.00 12.50 17.50 2015/16 98 55.00 86.00 64.00 47.50 62.50 67.50 12.50 30.00 16.00 50.00 12.50 15.00 SMAN X 2014/15 29 55.00 84.00 62.50 47.50 47.50 60.00 12.80 44.00 26.50 50.00 12.50 17.50 2015/16 54 40.00 84.00 48.00 52.50 47.50 52.50 10.00 36.00 10.00 10.00 15.00 10.00 SMAN Y 2012/13 11 60.00 80.00 75.00 75.00 69.00 73.00 52.00 58.00 63.00 51.00 54.00 54.00 2015/16 44 57.50 82.00 70.00 62.50 60.00 62.50 15.00 36.00 18.00 10.00 22.50 17.50 SMAN Z 2013/14 14 40.00 86.00 60.00 47.50 52.50 72.50 17.50 52.00 28.00 22.50 22.50 30.00 2014/15 24 46.20 90.00 70.00 60.00 52.50 60.00 15.40 52.20 35.40 12.50 10.00 25.00
Tabel 4. 2. Nilai Rata-Rata Hasil Ujian Nasional
N o Nama Sekolah Tahun Ajaran Juml ah siswa Rata – rata
FIS BIN ING MAT KIM BIO
1. SMAN W 2014/15 107 29.81 71.98 45.98 24.86 30.54 37.84 2015/16 98 24.74 59.92 34.89 22.71 29.82 35.64 2. SMAN X 2014/15 29 29.03 71.34 40.28 23.79 31.38 39.82 2015/16 54 22.31 63.48 30.11 23.39 29.26 30.74 3. SMAN Y 2012/13 11 55.90 71.50 69.00 57.60 58.60 62.70 2015/16 44 29.09 66.23 35.73 28.13 36.59 41.36 4. SMAN Z 2013/14 14 29.10 68.30 43.90 36.10 32.30 50.70 2014/15 24 28.96 70.40 50.48 34.48 28.65 39.52 3. Analisis Data a. Nilai Rata-Rata
Tabel berikut ini menyajikan korelasi nilai Ujian Nasional
Fisika dengan nilai Ujian Nasional mata pelajaran lain pada tahun
ajaran 2014/2015 dan 2015/2016. Nilai Ujian Nasional tahun
ajaran 2012/2013 dan 2014/2015 tidak dianalisis karena tidak
Tabel 4. 3. Nilai Rata-Rata Ujian Nasional Tahun Ajaran 2014/2015 sampai dengan Tahun Ajaran 2015/2016
No Tahun
Ajaran
Jumlah siswa
Rata – rata
FIS BIN ING MAT KIM BIO
1. 2014/15 160 29,356 71.050 45,336 25,953 30,219 38,215 2. 2015/16 196 24.923 62.010 33.582 23.995 31.036 35.421
b. Korelasi
1) Korelasi Nilai Ujian Nasional Fisika dengan Nilai Ujian
Nasional Mata Pelajaran Lain pada Tahun Ajaran 2014/2015
sampai dengan 2015/2016
Tabel 4. 4. Korelasi Nilai Ujian Nasional Tahun Ajaran 2014/2015 sampai dengan Tahun Ajaran 2015/2016 No Tahun Ajaran Korelasi FIS - BINDO FIS - BING FIS - MAT
FIS – KIM FIS - BIO
1. 2014/15 0,386 0,392 0,259 0,333 0,376
2. 2015/16 0,332 0,339 0,353 0,411 0,386
2) Korelasi Nilai Ujian Nasional Fisika dengan Nilai Ujian
Nasional Mata Pelajaran Lain di Tiap Sekolah
Tabel 4. 5. Hasil Korelasi Nilai Ujian Nasional
No Nama Sekolah Tahun Ajaran Korelasi FIS - BINDO FIS - BING FIS - MAT FIS – KIM FIS - BIO FIS - JUMLAH
26 1. SMAN W 2014/15 0,4294 0,4102 0,2987 0,2700 0,3148 0,4920 2015/16 0,3597 0,3879 0,2484 0,3302 0,3390 0,4583 2. SMAN X 2014/15 0,3207 0,4070 0,2858 0,41101 0,5041 0,5421 2015/16 0,1637 -0,0719 0,2674 0,1619 -0,0031 0,1648 3. SMAN Y 2012/13 -0,2493 0,2710 0,5013 0,6414 0,0050 0,3284 2015/16 0,3831 0,4368 0,4547 0,5410 0,5351 0,6416 4. SMAN Z 2013/14 0,3257 -0,0238 0,1577 0,4829 0,1702 0,3247 2014/15 0,0012 0,0023 0,0009 0,0024 0,0022 0,0007 Analisis korelasi dengan menggunakan rumus korelasi rxy
bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan yang signifikan
antara nilai ujian nasional mata pelajaran fisika dengan nilai ujian
nasional mata pelajaran lainnya dan nilai ujian nasional fisika dengan
jumlah nilai ujian nasional mata pelajaran lainnya.. Hal ini
dimaksudkan untuk mengukur koefisien kolerasi antara dua variabel.
Analisis ini dimaksudkan untuk mengungkap kolerasi atau hubungan
antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Penjelasan
hasil analisis korelasi dengan menggunakan rumus korelasi rxy adalah
sebagai berikut:
Hasil korelasi disajikan pada tabel berikut ini.
a. SMAN W
Tabel 4. 6. Hasil Korelasi Nilai Ujian Nasional SMAN 2 Maumere
Nama Sekolah
Tahun Ajaran
Korelasi
BINDO BING MAT KIM BIO
SMAN W
2014/15 0,4294 0,4102 0,2987 0,2700 0,3148
2015/16 0,3597 0,3879 0,2484 0,3302 0,3390
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2014/2015
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
4. Df = derajat kebebasan = 107 – 2 (N=jumlah pasangan) = 105
5. rcrit = 0,190
6. robs = 0,429 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs>rcrit maka signifikan. Berarti ada korelasi
yang signifikan antara fisika dan bahasa indonesia.
Untuk korelasi bahasa inggris, matematika,
fisika-kimia, fisika-biologi dan fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai
robs>rcrit, maka dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi yang
signifikan antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2015/2016
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
28
5. rcrit = 0,199
6. robs = 0,359 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs>rcrit maka signifikan. Berarti ada korelasi
yang signifikan antara fisika dan bahasa indonesia.
Untuk korelasi bahasa inggris, matematika,
fisika-kimia, fisika-biologi dan fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai
robs>rcrit, maka dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi yang
signifikan antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
b. SMAN X
Tabel 4. 7. Hasil Korelasi Nilai Ujian Nasional SMAN Talibura
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2014/2015
a. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) b. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) c. Significant level = 0.05
d. Df = derajat kebebasan = 29 – 2 (N=jumlah pasangan) = 27 Nama Sekolah Tahun Ajaran Korelasi FIS - BINDO FIS – BING FIS - MAT FIS – KIM FIS - BIO SMAN X 2014/15 0,3207 0,4070 0,2858 0,41101 0,5041 2015/16 0,1637 -0,0719 0,2674 0,1619 -0,0031
e. rcrit = 0,367
f. robs = 0,320 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
g. Kesimpulan : robs<rcrit maka tidak signifikan. Berarti ada
korelasi namun tidak signifikan antara fisika dan bahasa
indonesia.
Untuk korelasi fisika-matematika nilai robs<rcrit maka ada korelasi
namun tidak signifikan antara fisika dan matematika, sedangkan
korelasi fisika-bahasa inggris, fisika-kimia, fisika-biologi dan
fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai robs>rcrit, maka dapat dikatakan
juga bahwa ada korelasi yang signifikan antara fisika dengan nilai
mata pelajaran lainnya.
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2015/2016
a. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) b. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) c. Significant level = 0.05
d. Df = derajat kebebasan = 54 – 2 (N=jumlah pasangan) = 52
e. rcrit = 0,268
f. robs = 0,163 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
g. Kesimpulan : robs<rcrit maka tidak signifikan. Berarti ada
korelasi namun tidak signifikan antara fisika dan bahasa
indonesia.
Untuk nilai korelasi bahasa inggris, kimia,
30
dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi namun tidak
signifikan antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
Sedangkan korelasi fisika-matematika, nilai robs>rcrit, maka ada
korelasi yang signifikan antara fisika dengan matematika.
c. SMAN Y
Tabel 4. 8. Hasil Korelasi Nilai Ujian Nasional SMAN Nita
Nama Sekolah Tahun Ajaran Korelasi FIS - BINDO FIS - BING FIS - MAT FIS – KIM FIS - BIO SMAN Y 2012/13 -0,2493 0,2710 0,5013 0,6414 0,0050 2015/16 0,3831 0,4368 0,4547 0,5410 0,5351
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2012/2013
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
4. Df = derajat kebebasan = 11 – 2 (N=jumlah pasangan) = 9
5. rcrit = 0,602
6. robs = -0, 249 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs<rcrit maka tidak signifikan. Berarti ada
korelasi namun tidak signifikan antara fisika dan bahasa
indonesia.
fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai robs<rcrit, maka dapat dikatakan juga
bahwa ada korelasi namun tidak signifikan antara fisika dengan
nilai mata pelajaran lainnya. Sedangkan korelasi fisika-kimia,, nilai
robs>rcrit, maka ada korelasi yang signifikan antara fisika dengan
kimia.
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2015/2016
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
4. Df = derajat kebebasan = 44 – 2 (N=jumlah pasangan) = 42
5. rcrit = 0,297
6. robs = 0,383 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs>rcrit maka signifikan. Berarti ada korelasi
yang signifikan antara fisika dan bahasa indonesia.
Untuk korelasi bahasa inggris, matematika,
fisika-kimia, fisika-biologi dan fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai
robs>rcrit, maka dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi yang
sifnifikan antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
d. SMAN Z
Tabel 4. 9. Hasil Korelasi Nilai Ujian Nasional SMAN Bola
32
Sekolah Ajaran FIS -
BINDO FIS - BING FIS - MAT FIS – KIM FIS - BIO SMAN Z 2013/14 0,3257 -0,0238 0,1577 0,4829 0,1702 2014/15 0,0012 0,0023 0,0009 0,0024 0,0022
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2013/2014
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
4. Df = derajat kebebasan = 14 – 2 (N=jumlah pasangan) = 12
5. rcrit = 0,532
6. robs = 0,325 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs<rcrit maka tidak signifikan. Berarti ada korelasi
namun tidak signifikan antara fisika dan bahasa indonesia.
Untuk korelasi fisika-bahasa inggris, fisika-matematika, fisika-kimia,
fisika-biologi dan fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai robs<rcrit, maka
dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi namun tidak signifikan
antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
Testing korelasi populasi tahun ajaran 2014/2015
1. Ho : xy = 0 ( hipotesis nol ) 2. Hi : xy 0 ( hipotisis alternatif ) 3. Significant level = 0.05
4. Df = derajat kebebasan = 24 – 2 (N=jumlah pasangan) = 22
5. rcrit = 0,404
6. robs = 0,001 ( korelasi fisika dan bahasa indonesia )
7. Kesimpulan : robs<rcrit maka tidak signifikan. Berarti ada korelasi
namun tidak signifikan antara fisika dan bahasa indonesia.
Untuk korelasi fisika-bahasa inggris, fisika-matematika, fisika-kimia,
fisika-biologi dan fisika-jumlah nilai keseluruhan nilai robs<rcrit, maka
dapat dikatakan juga bahwa ada korelasi namun tidak signifikan
antara fisika dengan nilai mata pelajaran lainnya.
Tabel 4. 10. Korelasi Signifikan
Keterangan : S = Signifikan TS = Tidak Signifikan No Nama Sekolah Tahun Ajaran Korelasi
FIS – BINDO FIS - BING FIS - MAT FIS – KIM FIS - BIO
Nilai S/TS Nilai S/TS Nilai S/TS Nilai S/TS Nilai S/TS
1. SMAN W 2014/15 0,4294 S 0,4102 S 0,2987 S 0,2700 S 0,3148 S 2015/16 0,3597 S 0,3879 S 0,2484 S 0,3302 S 0,3390 S 2. SMAN X 2014/15 0,3207 TS 0,4070 S 0,2858 TS 0,41101 S 0,5041 S 2015/16 0,1637 TS -0,0719 TS 0,2674 S 0,1619 TS -0,0031 TS 3. SMAN Y 2012/13 -0,2493 TS 0,2710 TS 0,5013 TS 0,6414 S 0,0050 TS 2015/16 0,3831 S 0,4368 S 0,4547 S 0,5410 S 0,5351 S 4. SMAN Z 2013/14 0,3257 TS -0,0238 TS 0,1577 TS 0,4829 TS 0,1702 TS 2014/15 0,0012 TS 0,0023 TS 0,0009 TS 0,0024 TS 0,0022 TS
34
Dari data tabel di atas, dapat dilihat bahwa :
1. SMAN W nilai UAN fisika berkorelasi secara signifikan
dengan mata pelajaran lainnya dalam tahun ajaran 2014/2015
dan 2015/2016.
2. SMAN X pada tahun ajaran 2014/2015 berkorelasi signifikan
dengan empat mata pelajaran yaitu Bahasa Inggris, Kimia,
Biologi, dan jumlah mata pelajaran. Pada tahun ajaran
2015/2016 hanya berkorelasi signifikan dengan mata
pelajaran kimia.
3. SMAN Y pada tahun ajaran 2012/2013 hanya berkorelasi
signifikan dengan mata pelajaran kimia, sedangkan pada
tahun ajaran 2015/2016 nilai UAN fisika berkorelasi secara
signifikan dengan mata pelajaran lainnya.
4. SMAN Z dalam tahun ajaran 2013/2014 dan 2014/2015 nilai
mata pelajaran fisika tidak berkorelasi signifikan dengan mata
pelajaran apapun.
5. Korelasi untuk semua mata pelajaran dari tahun ajaran
2012/2013 sampai dengan 2015/2016 di empat sekolah di atas
tidak konsisten.
6. Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa dari empat sekolah
kimia dinilai lebih signifikan dibanding mata pelajaran
lainnya.