• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Kronologi Kasus

Terdakwa bernama Yanuar Iskandar Putra pada hari senin tanggal 09 september pukul 19.30 Wib, di warnet Good Net di jalan jeruk kelurahan kraton kecamatan tegal barat, Tanpa hak dan melawan hukum menjual beli, menerima, menjadi perantara narkotika golongan I yang dilakuan dengan cara sebagai berikut:

Yanuar Iskandar Putra berada di warnet Good Net bersama teman nya yang bernama Dwi Priyono mengobrol-ngobrol menanyakan kepada Yanur Iskandar Putra mempunyai sabu-sabu namun Yanur Iskandar Putra mengatakan tidak ada, tetapi mempunyai tembakau gorilla dan Dwi Priyono membeli 5 linting tembakau gorilla yang dimasukan kedalam bekas bungkus rokok tuton filter warna merah seharga sebesar Rp. 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) kepada Yanuar Iskandar Putra. Sebelumnya terdakwa membeli tembakau gorilla dari jual beli online via Instagram yang bernama Lentera Gadjah yang menjual beli tembakau gorilla, Yanuar Iskandar Putra membeli 5 R bungkus dalam 1 plastik seharga Rp. 475.000 (empat ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dan ongkos kirim lewat J&T sebesar Rp. 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) pembayaran melalui via transfer atm dan mengunggu selama pengiriman 3 hari barang di terima oleh Yanuar Iskandar Putra sendiri yang menerima paketan tersebut.

Kemudian saksi Fendi Arizal sebagai Anggota Kepolisian Polres Tegal Kota bersama rekan-rekan nya sedang melakukan Pemberantasan Narkoba di wilayah hukum Kota Tegal, saksi Fendi Arizal mendapatkan informasi dari warga masyarakat, seorang laki-laki bernama Dwi Priyono yang di curigai sebagai orang yang pecandu narkotika jenis tembakau gorilla. Kemudian saksi Fendi Arizal bersama rekan-rekan team melakukan penyidikan secara intensif terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dwi Priyono.

Tanggal 10 September 2019 sekitar pukul 01.30 wib Dwi Priyono sedang mengendarai kendaraan sepeda motor sendirian melintas Jl. Pancasila sebelah barat indomaret kelurahan panggung kecamatan tegal timur kota tegal guna memastikan target membawa barang narkotika dan akhirnya saksi Fendi Arizal melakukan penyergapan terhadap Dwi Priyono, setelah di periksa ternyata benar telah membawa barang narkotika sebanyak 5 linting tembakau gorilla yang dimasukkan kedalam bungkus rokok tuton filter berwarna merah yang disimpan dengan cara dijepitkan atau dinjak dengan menggunakan kaki dan di tangkap beserta barang bukti tersebut.

Saksi Fendi Arizal dan terdakwa yang bernama Dwi Priyono dibawa ke kantor kepolisian beserta barang bukti 1 Hp merk iphone 7 warna rose gold dan uang sebesar Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) sisa hasil penjualan tembakau gorilla sebagai barang bukti terdakwa melakukan menjual kepada temannya kepada Rio Priatno berjumlah 3 linting tembakau gorilla tanpa bungkus apapun, dan Rio Priatno meminta bonus kemudikan saksi memberikan tambahan 1 linting tembakau gorilla sebagai bonus. Terdakwa menjual dengan seharga Rp. 50.000

(lima puluh ribu rupiah) per-linting sehingga total saksi menjual sebesar Rp. 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) kepada Rio Priatno.

Sebagaimana hasil pemeriksaan dari PUSLABFORBARESKRIM POLRI LABORATORIUM FORENSIK CABANG SEMARANG berupa berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistis nomor : 2353/NNF/2019 tanggal 25 september 2019 dengan kesimpulan : BB-4851/2019/NNF berupa 1 (satu) bungkus plastik klip didalamnya terdakwa 5 linting rokok berisi irisan daun dengan berat bersih keseluruhan 0,29574 gram yang tersimpan didalam bungkus rokok tuton yang disita dari Dwi Priyono (berkas penuntutan terpisah) adalah positif mengandung senyawa sintesis 5-FLUORO ADBICA terdakwa dalam golongan I Nomor 118 (seratus delapan belas) dalam Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dalam lampiran Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebagaimana hasil pemeriksaan dari PUSLABFORBARESKRIM POLRI LABORATORIUM FORENSIK CABANG SEMARANG berupa berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistis nomor : 2354/NNF/2019 tanggal 25 september 2019 dengan kesimpulan : BB-4852/2019/NNF berupa 1 (satu) bungkus plastik klip didalamnya terdapat 2 putung rokok berisi irisan daun dengan berat bersih keseluruhan 0,02065 gram yang tersimpan didalam bungkus rokok gudang garam dan : BB-4853/2019/NFF berupa 1 linting rokok berisi irisan daun dengan berat keseluruhan irisan daun 0,05865 gram yang ersimpan didalam bungkus rokok Esse Change yang disita dari Rio Priatno (berkas penuntutan

terpisah) adalah positif mengandung senyawa sintesis 5-FLUORO ADBICA terdakwa dalam golongan I Nomor 118 (seratus delapan belas) dalam Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dalam lampiran Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Terakwa menjual berupa 5 linting rokok tembakau gorilla kepada Dwi Priyono dan menjual 4 linting rokok tembakau gorilla kepada Rio Priatno tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang dan terdakwa mengetahui perbuatan dilarang dan melanggar hukum Perbuatan Terdakwa atas nama Yanuar Iskandar Putra tersebut Pasal 114 ayat (1) Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

2. Pertimbangan Hakim Menjatuhkan Hukuman Terdakwa

Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara :

1. Menyatakan Terdakwa Yanuar Iskandar Putra Alias Keplek Bin Kusnandar tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak menjual narkotika golongan I sebagaimana dalam dakwaan Primair Penuntuan Umum,

2. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara 5 (lima) tahun dan denda sejumlah Rp. 1.000.000.000.- (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) bulan,

3. Menetapkan masa peangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurngkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,

4. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan,

5. Menetapkan barang bukti berupa:

i. 1 (satu) unit Handphone merk Iphone 7 warna Rose Gold dengan nomor Hp +62856 4007 9077 dan uang Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) di rampas untuk Negara

ii. 1 (satu) bungkus plastik klip didalamnya terdapat 5 (lima) linting rokok berisi irisan daun setelah diperiksa oleh Pabfor dengan berat bersih 0,28430 gram yang tersimpan dalam bungkus rokok tuton dipergunakan dalam perkara lain atas nama Dwi Priyono Alias Ucil Bin Suparino ,

iii. 1 (satu) bungkus plastik klip didalamnya terdapat 2 putung rokok berisi irisan daun setelah diperiksa oleh Labfor sisa daun habis dalam pemeriksaan,

iv. 1 (satu) bungkus plastik klip didalamnya terdapat 1 linting rokok berisi irisan daun setelah diperiksa labfor sisa dengan berat bersih 0,05152 gram yang tersimpan dalam bungkus rokok Esse Change dipergunakan dalam perkara lain atas nama Rio Priatna alias Bayong Bin Edy Supriyadi.

6. Membebankan kepada terdakwa membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5000,- (lima ribu rupiah)

Dokumen terkait