• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Revisi Instrumen

36

Berdasarkan alur penelitian pada gambar penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan dan studi literatur. Studi pendahuluan meliputi penyusunan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Adapun studi literatur yaitu mengkaji teori, yang mendasari variabel yang diteliti, baik yang diperoleh dari buku, jurnal ataupun penelitian yang relevan dengan penelitian ini.

Setelah melakukan studi pendahuluan dari literatur, selanjutnya disusun instrumen yang digunakan dalam penelitian. Instrumen tersebut terdiri dari indikator-indikator yang diperoleh dari studi literatur. Instrumen ini berguna untuk mengukur variabel yang diteliti. Instrumen yang telah selesai kemudian dikonsultasikan ke validator ahli. Jika instrumen telah memenuhi syarat/valid, maka instrumen tersebut siap untuk diujikan pada sampel penelitian. Namun jika belum memenuhi, instrumen direvisi dan dikonsultasikan kembali kepada validator hingga instrumen tersebut dinyatakan valid.

Instrumen yang telah dinyatakan valid diujikan kepada sampel penelitian. Data yang diperoleh dari sampel, kemudian dikumpulkan dan dilakukan reduksi untuk mengambil data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Selanjutnya data dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian.

37

Berdasarkan hasil penelitian, kemudian disusun kesimpulan.

F. Instrument Penelitian

Pada penelitian ini, agar memperoleh skor setiap variabel maka digunakan 4 jenis instrument, yaitu : (1) angket konsep diri, (2) angket kreativitas, (3) angket efikasi diri dan (4) nilai hasil belajar matematika siswa. Instrument yang diamksud akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut :

a. Angket konsep diri

Angket konsep diri digunakan untuk mengukur konsep diri siswa yang berupa angket tertutup. Angket ini diadopsi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Nur Istianah pada tahun 2020 yang berjudul “ Pengaruh Metakognisi, Konsep Diri dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPA SMAN 1 Gowa”. Instrument ini disusun dengan indikator-indikator seperti: (1) pandangan dalam berbagai peran (2) pandangan tentang watak dan kepribadian yang ada pada dirinya (3) pandangan tentang sikap yang ada pada dirinya (4) harapan dimasa mendatang (5) penilaian diri yang baik.

Bentuk alat ukur konsep diri menggunakan skala likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju

38

(TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skor untuk pernyataan positif diperoleh Sangat Setuju (SS) = 4, Setuju (S) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Dan skor sebaliknya untuk pernyataan negatif.

Adapun indikator angket konsep diri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.2 Kisi-kisi Angket Konsep Diri Variabel Dimensi Indikator Konsep

Diri Pengetahuan Pandangan dalam berbagai peran

Pandangan tentang watak dan kepribadian yang ada pada dirinya

Pandangan tentang sikap yang ada pada dirinya Harapan Harapan dimasa mendatang

Penilaian Penilaian terhadap diri sendiri Penilaian dari orang lain Sumber: Adaptasi dari Nur Istianah (2020:140-141)

Tabel 3.3 Skor Alternatif Jawaban Angket Konsep Diri

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Jawaban Skor Jawaban Skor

Sangat Setuju 4 Sangat Setuju 1

Setuju 3 Setuju 2

Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3

Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Tidak Setuju 4 Sumber: Widoyoko (2015:105)

b. Angket kreativitas

39

Angket kreativitas digunakan untuk mengukur kreativitas siswa pada mata pelajaran matematika yang berupa angke tertutup. Angket ini diadopsi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Kiki Risnawati pada tahun 2019 yang berjudul “ Pengaruh Motivasi Belajar, Minat Belajar dan Kreativitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMA Muhammadiyah Disamakan Wilayah Sulawesi Selatan”. Instrument ini disusun dengan aspek-aspek kreativitas yang meliputi : (1) fluency (2) flexibility (3) originality (4) elaboration.

Bentuk alat ukur kreativitas menggunakan skala likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skor untuk pernyataan positif diperoleh Sangat Setuju (SS) = 4, Setuju (S) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Dan skor sebaliknya untuk pernyataan negatif.

Adapun indikator angket kreativitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Angket Kreativitas Variabel Dimensi Indikator Kreativitas Berfikir kreatif Fluenxy

Flexibility Sikap kreatif Originiality

Elaboration Sumber: Adopsi dari Kiki Risnawati (2019:112)

40

Tabel 3.5 Skor Alternatif Jawaban Angket Kreativitas

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Jawaban Skor Jawaban Skor

Sangat Setuju 4 Sangat Setuju 1

Setuju 3 Setuju 2

Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3

Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Tidak Setuju 4 Sumber: Widoyoko (2015:105)

c. Angket efikasi diri

Angket konsep diri digunakan untuk mengukur konsep diri siswa yang berupa angket tertutup. Angket ini diadopsi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Ima Arina Arif pada tahun 2020 yang berjudul “ Pengaruh Potensi Akademik, Efikasi Diri dan Kemandirian Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Makassar”. Instrument ini disusun berdasarkan indikator-indikator yang berasal dari dimensi konsep diri, yaitu :

a. Level (tingkat kesulitan) dengan indikator. (1) keyakinan terhadap kemampuan meghadapi situasi yang tidak menentu yang mengandung

41

unsur kekaburan, (2) keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi.

b. Generality (generalitas) dengan indikator tidak dapat diprediksikan dan penuh tekanan.

c. Strength (kekuatan keyakinan) dengan indikator: (1) kemampuan kognitif dan melakukan tindakan yang diperlukan untu mencapai suatu hasil, (2) keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan.

Bentuk alat ukur efikasi diri menggunakan skala likert yang terdiri dari empat pilihan jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skor untuk pernyataan positif diperoleh Sangat Setuju (SS) = 4, Setuju (S) = 3, Tidak Setuju (TS) = 2 dan Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Dan skor sebaliknya untuk pernyataan negatif.

Adapun indikator angket efikasi diri dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.6 Kisi-kisi Angket Efikasi Diri Variabel Dimensi Indikator Efikasi

Diri

Level keyakinan terhadap kemampuan menghadapi situasi yang tidak menentu yang mengandung unsur kekaburan

keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi

Strenght Kemampuan kognitif dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil

42

Keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan Generality Tidak dapat diprediksikan dan penuh tekanan Sumber: Adopsi dari Ima Arina Arif (2020:105-106)

Tabel 3.7 Skor Alternatif Jawaban Angket Efikasi Diri

Pernyataan Positif Pernyataan Negatif

Jawaban Skor Jawaban Skor

Sangat Setuju 4 Sangat Setuju 1

Setuju 3 Setuju 2

Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3

Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Tidak Setuju 4 Sumber: Widoyoko (2015:105)

d. Data hasil belajar matematika

Untuk mengukur hasil belajar matematika siswa digunakan dokumentasi nilai ulangan tengah semester siswa yang diperoleh pada semester Ganjil Tahun Ajaran 2021/2022. (Sumber: SMA Muhammadiyah Makassar, SMA Muhammadiyah 9 Makassar, dan SMA Muhammadiyah 6 Makassar).

e. Validitas dan Reliabilitas Instrumen

43

Pada penelitian ini dilakukan uji coba instrument terlebih dahulu untuk mengetahui validitas item dan reliabilitas sehingga instrument dapat ditentukan layak tidaknya digunakan.

1. Validitas

Widoyoko (2015:141) mengatakan bahwa sebuah instrument dinyatakan valid apabila instrument itu dapat mengukur apa yang akan diukur dengan tepat. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur suatu variabel. Dalam pengumpulan data, diharapkan menggunakan instrument yang valid agar hasil yang diperoleh juga valid.

Untuk mengetahui validitas item digunakan bantuan SPSS versi 16 dengan kriteria suatu instrument dikatakan valid jika memenuhi kriteris pengujian suatu butir soal yaitu apabila 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf signifikansi 𝛼 = 0,05. Sebaliknya jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka instrument dinyatakan tidak valid.

2. Reliabilitas

Reliabilitas adalah kemampuan alat ukur untuk dapat konsisten meskipun mempunyai perubahan waktu. Reliabilitas instrument

44

penelitian menunjukkan bahwa setiap instumen layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Menurut Widoyoko (2015:159) mengatajan bahwa suatu instrument dikatakan reliable jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf signifikansi 𝛼 = 0,05 ataupun 0,01. Sedangkan jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka instrument tersebut tidak reliable.

f. Hasil pengujian validasi instrument

1) Hasil uji coba validasi

Adapun validator dalam penelitian ini adalah dosen jurusan pendidikan Matematika sebanyak 2 orang yang menganalisis angket.

Hasil validasi terhadap instrument penelitian dinyatakan valid setelah dilakukan beberapa revisi sebelumnya oleh peneliti sehingga secara elemen instrument dinyatakan layak digunakan.

2) Hasil uji coba instrument

Pada fase ini, peneliti sebelumnya telah menguji cobakan instrument penelitian yang digunakan kepada siswa kelas X SMA Negeri 10 Enrekang dengan membagikan angket secara online melalui google form.

Adapun instrument yang digunakan peneliti merupakan instrument yang

45

diadopsi dari peneliti lain. Untuk hasil validitas dan reliabilitas instrument penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.8 Hasil Validasi Instrumen Konsep Diri Butir

46

Tabel 3.9 Hasil Validasi Instrumen Kreativitas Butir

Tabel 3.10 Hasil Validasi Instrumen Efikasi Diri Butir

47

Berdasarkan tabel 3.6,3.7 dan 3.8 dapat disimpulkan dalam tabel berikut :

Tabel 3.11 Hasil Perhitungan validasi Variabel Jumlah Item

Valid

Berikut adalah hasil perhitungan reliabilitas instrument yang digunakan :

Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Reliabilitas

48

Variabel Cronbach’s Alpha

R Tabel Ket Konsep Diri (X1) 0,800 0,227 Reliable Kreativitas (X2) 0,692 0,227 Reliable Efikasi Diri (X3) 0,703 0,227 Reliabel

Berdasarkan tabel 3.10 diperoleh bahwa variabel X1, X2 dan X3 bersifat reliable karena nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan taraf signifikansi 𝛼 = 0,05 yakni 0,800 ≥ 0,227 untuk variabel konsep diri, 0,692 ≥ 0,227 untuk variabel kreativitas dan 0,703 ≥ 0,227 untuk variabel efikasi diri.

G. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

a. Angket

Angket adalah alat yang megumpulakan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden secara tertulis.

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang bagaimana kualitas konsep diri, kreativitas, dan efikasi diri terhadap hasil belajar Matematika SMA Muhammadiyah di Kota Makassar.

b. Dokumentasi

49

Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kuantitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek. Adapun dokumen yang dimaksud adalah nilai hasil belajar matematika dari guru mata pelajaran berupa nilai ulangan tengah semester peserta didik kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik skor responden untuk masing-masing variabel meliputi mean, median, variasi, minimum, maksimum, dan kategorisasi. Adapun kategorisasi untuk hasil belajar pada penelitian ini yaitu hasil belajar dapat dilihat pada tabel :

Tabel 3.13 Kategorisasi Hasil Belajar

Skor Kategori

< 40 Sangat Rendah

40 – 59 Rendah

60 – 70 Sedang

71 – 81 Tinggi

82 – 100 Sangat Tinggi

(sumber : Arikunto, 2010:245)

Adapun prosedur dalam mengolah data angket akan dijelaskan sebagai berikut :

50

a. Mengolah skor jawaban tiap butir pertanyaan angket sesuai dengan pedoman penskoran yang ditetapkan.

b. Memberi skor setiap jawaban dari pernyataan yang ada pada angket responden berdasarkan tabel kisi-kisi yang sebelumnya dibuat.

c. Menjumlah skor keseluruhan yang diperoleh dari angket untuk masing-masing responden.

d. Mendeskripsikan dara berupa mean, median, range, nilai maksimum, nilai minimum. Kemudian menganalisis kecenderungan data dengan mengkategorisasikan data sesuai dengan tabel klasifikasi skor angket sebagai berikut :

Tabel 3.14 Pengkategorian Variabel Instrumen Angket

Interval Skor Kategori

Skor Terendah ≤ 𝑥 < 𝜇 − 2,5(𝜎) Sangat Rendah 𝜇 − 2,5(𝜎) ≤ 𝑥 < 𝜇 − 1,5(𝜎) Rendah

𝜇 − 1,5(𝜎) ≤ 𝑥 < 𝜇 − 0,5(𝜎) Sedang 𝜇 − 0,5(𝜎) ≤ 𝑥 < 𝜇 + 1,5(𝜎) Tinggi

𝜇 + 1,5(𝜎) ≤ 𝑥 < 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 Sangat Tinggi (Sumber:Burhan, 2018:80)

Keterangan :

𝜇 = 𝑟𝑒𝑟𝑎𝑡𝑎 ℎ𝑖𝑝𝑜𝑡𝑒𝑡𝑖𝑘 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ + 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 2

51

𝜎 = 𝑑𝑒𝑣𝑖𝑎𝑠𝑖 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 ℎ𝑖𝑝𝑜𝑡𝑒𝑡𝑖𝑘 =𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 − 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑡𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ 6

Berdasarkan aturan pengklasifikasian skor angket tersebut, dapat dibuat kriteria untuk konsep diri, kreativitas dan efikasi diri sebagai berikut :

Tabel 3.15 Kriteria Klasifikasi Penskoran Angket Konsep Diri

Tabel 3.16 Kriteria Klasifikasi Penskoran Angket Kreativitas

Tabel 3.17 Kriteria Klasifikasi Penskoran Angket Efikasi Diri

Interval Skor Keterangan 65 ≤ 𝑥 < 68 Sangat Rendah 68 ≤ 𝑥 < 74 Rendah

52

74 ≤ 𝑥 < 80 Sedang 80 ≤ 𝑥 < 91 Tinggi

91 ≤ 𝑥 < 100 Sangat Tinggi

2. Analisis Statistik Inferensial

Analisis inferensial adalah proses pengambilan kesimpulan berdasarkan data sampel yang lebih sedikit menjadi kesimpulan yang lebih umum untuk sebuah populasi. Pada penelitian ini harus ada pengujian hipotesis yang bertujuan untuk melihat apakah ukuran statistik yang digunakan dapat ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang lebih luas dalam populasinya. Adapun yang termasuk analisis inferensial dalam penelitian ini sebagai berikut:

a. Uji Prasyarat

1) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik. Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak. Pada penelitian ini digunakan uji kolmogrov-smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Kriteria pengujian hipotesis adalah jika signifikansi lebih besar dari taraf signifikansi 𝛼 = 0,05, maka secara statistika data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

53

2) Uji Linearitas

Dasar pengambilan keputusan dari uji ini dapat dilihat dari nilai signifikan, apabila nilai signifikan > 0,05 dapat disimpulkan bahwa hubungan bersifat linear.

3) Uji Multikolineritas

Uji multikolineritas digunakan untuk melihat apakah masing-masing variabel bebas bersifat independen atau tidak, jika ternyata data yang diperoleh terjadi multikolineritas maka cukup mengambil satu variabel yang digunakan untuk menafsirkan pengaruh variabel-variabel bebas yang digunakan terhadap variabel terikat. Dengan ketentuan nilai VIP (Variance Inflation Factor) masing-masing variabel bebas kurang dari 10, maka variabel-variabel tersebut terbebas dari masalah multikolineritas.

b. Uji Hipotesis

Setelah uji prasyarat dilakukan uji hipotesis melalui analisis regresi ganda dengan variabel konsep diri, kreativitas dan efikasi diri, sedangkan yang menjadi variabel terikatnya adalah hasil belajar matematika siswa.

Persamaan regresinya adalah:

54

𝑌 = 𝛽0 + 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+ 𝛽3𝑋3+ 𝜀 Keterangan :

Y : Hasil Belajar Matematika X1 : Konsep Diri

X2 : Kreativitas X3 : Efikasi Diri

𝛽0𝛽1𝛽2𝛽3 : Koefisien regresi

𝜀 : Kesalahan acak model

Penggunaan regresi linear berganda dimaksudkan untuk menyelidiki bentuk hubungan antara satu variabel terikat dengan beberapa variabel bebas dalam hal ini apakah ketiga variabel bebas secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

Hipotesis yang diperhatikan adalah:

𝐻0 ∶ 𝛽1 = 0; 𝐻1𝛽1 ≠ 0

Untuk setiap 𝑖, 𝑖 = 1,2,3 kriteria pengujian adalah menolak 𝐻0 jika 𝑓ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑓𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada taraf signifikan 𝛼 = 0,05. Maka 𝐻0 ditolak

55

dan 𝐻1 diterima Setelah itu, pengujian dilanjutkan dengan menyelidiki pengaruh tiap-tiap variabel bebas terhadap variabel terikat. Hipotesis yang diperhatikan adalah:

𝐻0𝛽1 = 0; 𝐻1: 𝛽1 > 0

𝐻0𝛽2 = 0; 𝐻1: 𝛽2 > 0

𝐻0𝛽3 = 0; 𝐻1: 𝛽3 > 0

Kriteria pengujian adalah menolak 𝐻0 jika t hitung lebih besar dari nilai t tabel pada taraf signifikan tertentu, misalnya a=0,05. jika nilai t hitung sama atau kurang dari t tabel, kita menerima 𝐻0 atau koefisien regresi tersebut tidak signifikan artinya variabel bebas tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

56

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Hasil analisis statistik deskriptif

Hasil analisis statistik deskriptif yang diperoleh dari nilai (skor) tiap variabel antara lain :

a. Variabel konsep diri (X1)

Hasil analisis deskriptif yang berhubungan dengan nilai (skor) pada variabel konsep diri (X1) pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar terdapat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Konsep Diri

Statistik Konsep Diri

Ukuran Sampel 76

Skor Ideal 100

Mean 83

Median 82

Range 35

Nilai Minimum 65

Nilai Maksimum 100

57

1% 4%

25%

59%

11%

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

Dari tabel di atas ditunjukkan bahwa rata-rata nilai konsep diri siswa sebesar 83 dari nilai ideal 100 menunjukkan bahwa konsep diri siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar berada dalam kategori tinggi.

Tabel kategori untuk variabel konsep diri siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar adalah :

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Konsep Diri Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori

65 ≤ 𝑥 < 68 1 1% Sangat Rendah

68 ≤ 𝑥 < 74 3 4% Rendah

74 ≤ 𝑥 < 80 19 25% Sedang

80 ≤ 𝑥 < 91 45 59% Tinggi

91 ≤ 𝑥 < 100 8 11% Sangat Tinggi

Total 76 100%

58

Gambar 4.1 Diagram Frekuensi Konsep Diri Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar

Berdasarkan diagram maka dapat disimpulkan bahwa konsep diri yang dimiliki oleh siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar tahun ajaran 2021/2022 berada pada kategori tinggi dengan persentase 59%.

b. Variabel Kreativitas (X2)

Hasil analisis deskriptif yang berhubungan dengan skor kreativitas (X2) pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar ditunjukkan dalam tabel berikut :

Tabel 4.3 statistik Deskriptif Kreativitas Statistik Kreativitas

Ukuran Sampel 76

Skor Ideal 100

Mean 84

Median 85

Range 30

Nilai Minimum 70

Nilai Maksimum 100

59

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa rata-rata nilai kreativitas siswa adalah 84 dari nilai ideal 100 menunjukkan bahwa kreativitas siswa SMA Muhammadiyah di kota Makassar berada pada kategori tinggi.

Tabel kategori untuk variabel kreativitas siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar adalah :

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Kreativitas Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori

70 ≤ 𝑥 ≤ 73 3 4% Sangat Rendah

73 ≤ 𝑥 < 78 10 13% Rendah

78 ≤ 𝑥 < 83 24 32% Sedang

83 ≤ 𝑥 < 93 29 38% Tinggi

93 ≤ 𝑥 < 100 10 13% Sangat Tinggi

Total 76 100%

Berikut adalah diagram frekuensi nilai atau skor kreativitas siswa :

4%

13%

32%

38%

13%

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

60

Gambar 4.2 Diagram Kreativitas Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar

Berdasarkan diagram dapat disimpulkan bahwa kreativitas yang dimiliki siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar tahun ajaran 2021/2022 berada pada kategori tinggi dengan persentase 38%.

c. Variabel Efikasi Diri (X3)

Hasil analisis deskriptif yang berhubungan dengan skor variabel efikasi diri (X3) pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Efikasi Diri

Statistik Efikasi Diri

Ukuran Sampel 76

Skor Ideal 100

Mean 82

Median 82

Range 35

Nilai Minimum 65

Nilai Maksimum 100

61

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata efikasi diri siswa adalah 82 dari nilai ideal 100 menunjukkan bahswa efikasi diri siswa SMA Muammadiyah di Kota Makassar berada pada kategori tinggi.

Tabel kategori untuk variabel efikasi diri siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar yakni :

Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Efikasi Diri Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori

65 ≤ 𝑥 < 68 1 1% Sangat Rendah

68 ≤ 𝑥 < 74 7 9% Rendah

74 ≤ 𝑥 < 80 17 24% Sedang

80 ≤ 𝑥 ≤ 91 40 53% Tinggi

91 ≤ 𝑥 < 100 10 13% Sangat Tinggi

Total 76 100%

Berikut adalah diagram frekuensi nilai atau skor efikasi diri siswa :

1%

9%

24%

53%

13%

Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi

62

Gambar 4.3 Diagram Frekuensi Efikasi Diri Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar

Berdasarkan diagram maka dapat disimpulkan bahwa efikasi diri yang dimiliki siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar tahun ajaran 2021/2022 berada pada kategori tinggi dengan persentase 53%.

d. Variabel Hasil Belajar (Y)

Hasil analisis deskriptif yang berkaitan dengan variabel hasil belajar matematika pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.7 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Matematika Statistik Hasil Belajar Matematika

Ukuran Sampel 76

Skor Ideal 100

Mean 83

Median 81

Range 32

Nilai Minimum 68

Nilai Maksimum 100

63

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 83 dari nilai ideal 100 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa SMA Muhammadiya di Kota Makassar berada pada kategori sangat tinggi.

Tabel kategori untuk variabel hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar adalah :

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi dan Persentase Hasil Belajar Matematika

Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori

< 40 - - Sangat Rendah

40-59 - - Rendah

60-70 1 1% Sedang

71-81 39 51% Tinggi

82-100 36 48% Sangat Tinggi

Total 76 100%

Berikut adalah diagram frekuensi nilai hasil belajar matematika siswa :

64

Gambar 4.4 Diagram Frekuensi Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar

Berdasarkan diagram dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah di Kota Makassar tahun ajaran 2021/2022 berada pada kategori tinggi dengan persentase 51%.

2. Hasil Analisis Statistik Inferensial

a. Pengujian Prasyarat 1) Uji Normalitas

48%

51%

1% 0%

0%

Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Kurang

65

Uji normalitas bertujuan untuk menguji atau mengetahui apakah data dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan dengan melihat tabel uji kolmogrov-smirnov dengan ketentuan taraf signifikansi 𝛼 = 0,05.

Hasil yang diperoleh dari uji normalitas ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.9 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Konsep

Diri Kreativitas Efikasi

Diri Hasil

Berdasarkan tabel 4.9 , hasil yang diperoleh dari analisis output uji normalitas data dengan menggunakan SPSS versi 16 akan dijelaskan sebagai berikut :

Jika nilai signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal.

66

Jika nilai signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

Dapat disimpulkan bahwa :

Pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi pada variabel konsep diri (X1) sebesar 0,079. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data konsep diri (X1) berdistribusi normal.

Pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi pada variabel kreativitas (X2) sebesar 0,069. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data kreativitas (X2) berdistribusi normal.

Pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi pada variabel efikasi diri (X3) sebesar 0,223. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data efikasi diri (X3) berdistribusi normal.

Pada tabel 4.9 diperoleh nilai signifikansi pada variabel hasil belajar matematika (Y) sebesar 0,072. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka

67

dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika (Y) berdistibusi normal.

2) Uji Linearitas

Pengambilan uji linearitas dapat ditunjukkan dari nilai signifikansi pada Deviation from Linearity. Hasil yang diperoleh dari uji linearitas dapat ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.10 Hasil Uji Linearitas Y dengan X1

ANOVA Table

Tabel 4.11 Hasil Uji Linearitas Y dengan X2

ANOVA Table

68

Tabel 4.12 Hasil Uji Linearitas Y dengan X3

ANOVA Table analisis output uji linearitas data dengan menggunakan SPSS versi 16 :

69

Jika Signifikansi > 0,05 maka terdapat hubungan yang bersifat linear

Jika signifikansi ≤ 0,05 maka tidak terdapat hubungan yang bersifat linear.

Maka dapat disimpulkan bahwa :

Linearitas hasil belajar matematika dengan konsep diri pada tabel 4.10 diperoleh nilai signifikansi pada tabel deviation from linearity sebesar 0,321. Karena nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat linear.

Linearitas hasil belajar matematika dengan kreativitas pada tabel 4.11 diperoleh nilai signifikansi pada tabel deviation from linearity sebesar 0.143. Karena nilai signifikan yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat linear.

Linearitas hasil belajar matematika dengan efikasi diri pada tabel 4.12 diperoleh nilai signifikansi pada tabel deviation from linearity sebesar 0,169. Karena nilai signifikan yang diperoleh

70

lebih besar dari taraf signifikan yang diperoleh lebih besar dari taraf signifikan 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat linear.

3) Uji Multikolinearitas

Uji multikoliaritas dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya multikolinearitas tiap variabel bebas. Jika dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas, maka analisis data dapat dilanjutkan. Untuk itu, hasil uji multikolinearitas dapat ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.13 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Bebas

Coefficientsa

Model Collinearity Statistic 1 (Constant)

Berdasarkan tabel 4.13, hasil yang diperoleh analisis output uji

Berdasarkan tabel 4.13, hasil yang diperoleh analisis output uji

Dokumen terkait