HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas III SD Kanisius Kintealan I. Jumlah siswa awalnya adalah 36 siswa, namun dua anak pindah ke sekolah lain jadi jumlah subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 siswa.
Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus dengan materi dan tindakan yang berbeda namun masih dalam satu kompetensi dasar yang sama, serta standar kompetensi yang sama pula. Masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Penelitian dilakukan melalui proses yang dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
1. Kegiatan Siklus I
a. Persiapan Siklus I
Penelitian meminta izin kepada Kepala Sekolah SD Kanisius
Kintelan I untuk melakukan kegiatan penelitian, melakukan observasi di kelas III untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tentang pecahan sederhana, mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun rencana untuk siklus I serta membuat silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, media, dan instrument penelitian untuk siklus I.
b. Rencana Tindakan Siklus I
Peneliti merencanakan pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yaitu untuk meteri menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan sederhana dengan menggunakan metode cooperative learning teknik kancing gemerincing dan mengembangkannya dalam RPP, LKS, kisi-kisi soal, dan instrument penelitian yang akan digunakan.
Siklus pertama ini terdiri dari dua kali pertemuan. Pada siklus pertama ini materi pada soal cerita tentang pecahan sederhana dengan penyebut sama menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing. Pada siklus ini siswa dibagi di dalam enam kelompok, satu kelompok terdiri dari lima siswa dan ada satu kelompok yang terdiri dari empat siswa. Setiap siswa bekerja berdasarkan LKS yang dibagikan oleh guru. Di dalam kelompok siswa dapat bekerja dan bertanya kepada anggota kelompok. Namun demikian untuk evaluasi siswa tetap mengerjakan soal secara individu, agar guru lebih mudah melihat peningkatan prestasi siswa dalam menyelesaikan soal cerita tentang pecahan sederhana. Pelaksanaa penelitian direncanakan dengan merancang pembelajaran dan instrument pengumpulan data dengan target nilai rata-rata minimal 5,80.
Indikator yang dicapai dalam siklus ini adalah sebagai berikut:
1. Siswa dapat membaca teks soal cerita dengan membaca intensif,
serta dapat menulis kalimat matematika dengan benar.
2. Siswa dapat menjumlahkan dan mengurangkan pecahan dengan
penyebut sama.
3. Siswa dapat memberikan tanda >, <, = pada perbandingan pecahan
dengan penyebut yang sama.
4. Siswa dapat mengartikan pertanyaan yang ada pada soal cerita.
c. Pelaksanaan Siklus I
Siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu pada hari Selasa, tanggal 20 April 2010 pukul 07.00 – 09.00 dan hari Kamis, tanggal 22 April 2010 pukul 07.00-08.20. Pada siklus I ini peneliti menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing. Siswa dibagi kedalam enam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari lima atau empat siswa. Materi yang digunakan pada siklus ini yaitu menyelesaikan soal cerita tentang pecahan sederhana dengan penyebut sama. Siklus ini diikuti oleh 34 siswa.
Pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan berbagai sumber buku dengan bantuan media gambar dan LKS untuk memudahkan siswa dalam pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa dibagi dalam enam kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima siswa. Anggotanya dibuat heterogen berdasarkan kemampuan siswa. Agar kemampuan anak yang kurang dapat mengikuti kemampuan anak
yang lebih. Pembelajaran awal dimulai dengan berdoa bersama, kemudian salam dan mengabsen siswa. Apersepsi digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang materi yang akan disampaikan oleh guru, agar anak lebih mudah memahami pengetahuan yang lebih kompleks. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran.
Pada kegiatan pembelajaran inti siswa dibagi kedalam kelompok yaitu masing-masing kelompok anggotanya empat sampai lima anak. Setelah kelompok terbentuk guru memberikan penjelasan tentang menyelesaikan soal cerita tentang pecahan sederhana.
Guru memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa di dalam kelompok. Kemudian guru membagikan batu kecil (kancing), setiap anak mendapatkan dua kancing, serta mendapatkan LKS. Di dalam kelompok dipilih salah satu siswa yang bertugas membaca soal cerita pertama kali. Siswa yang mengetahui cara menyelesaikan soal yang dibaca mengangkat tangan dan meletakkan satu kancing di tengah. Begitu seterusnya sampai semua anggota kancingnya habis. Jika salah satu anak batu kecilnya sudah habis maka tidak boleh menyampaikan pendapatnya lagi, sampai semua anggota menyampaikan pendapat. Di dalam kelompok siswa dapat bertanya dan berpendapat tentang soal. Dari kegiatan itu siswa dapat mengetahui kesalahan dan kebenarannya dalam mengerjakan soal cerita.
Setelah pembahasan berakhir masuklah pada kegiatan akhir yaitu siswa menyimpulkan hasil dari kerja kelompok. Kemudian guru memberikan catatan kepada siswa. Setelah memberikan catatan guru membagikan soal evaluasi untuk mengukur kemampuan siswa pada materi soal cerita tentang pecahan sederhana dengan penyebut sama yang telah disampaikan guru. Sebelum pembelajaran ditutup guru dan siswa merefleksikan tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan, meliputi kesulitan yang masih dialami oleh siswa, dan sejauhmana siswa mengetahui soal cerita pecahan. Kemudian dilanjutkan dengan tindak lanjut yaitu memberikan PR tentang soal cerita pecahan.
d. Observasi Siklus I
Siswa terlihat sangat senang dalam pembelajaran karena mereka dapat bertukar pikiran dengan teman yang lain. Sehingga pembelajaran lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Kerjasama dalam kelompok sangat terlihat baik ini terliahat dari siswa yang belum bisa menjawab pertanyaan dibantu oleh teman yang mengetahui caranya. Namun masih ada beberapa siswa yang kurang terlibat dalam kelompok. Selain itu masih ada siswa yang belum mengerti tentang cara mengerjakan soal cerita tentang pecahan. Ada beberapa siswa yang membaca cerita dengan nada dan intonasi yang kurang baik.
Pada siklus I siswa sangat antusias dengan kegiatan yang saling bertukar pendapat dengan teman sebaya. Kegiatan bekerja sama dengan saling bertukar pendapat dengan bantuan kancing membuat
siswa merasa senang, karena sebelumnya belum pernah dilakukan dalam proses pembelajaran berlangsung. Sehingga motivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran semakin meningkat. Seabagian besar siswa sudah aktif dalam kerjasama di dalam kelompok.
Ada beberapa kelompok yang belum jelas dengan cara bekerjasama dengan kancing gemerincing sehingga peneliti selalu mendampingi kelompok. Pada akhir pembelajaran kelas menjadi sulit terkontrol karena beberapa siswa ada yang sudah selesai mengerjakan soal evaluasi dan ada yang belum selesai.
e. Refleksi Siklus I
Masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti yaitu mengetahui kemampuan awal siswa tentang soal cerita pecahan sederhana, mengkoordinasikan siswa dengan baik saat pembelajaran, perlu menjelaskan cara kerja dengan sebaik-baiknya agar tidak ada kelompok yang belum jelas, dan memperbaiki rencana pembelajaran dengan sebaik-baiknya.
f. Hasil Pengukuran
Pengukuran pada siklus I dengan alat ukur tes yaitu tes tertulis. Nilai rata-rata yang ingin dicapai adalah 5,80 dengan nilai KKM 6,20.
Berikut adalah hasil dari tes siklus I: Tabel 7
No. Nama Nilai Tuntas Tidak
Tuntas 1. Via 87 V 2 Yachinta 53 V 3 Salsa 40 V 4 Agnes 87 V 5 Lado 20 V 6 Windy 60 V 7 Amel 93 V 8 Sekar 93 V 9 Kikin 87 V 10 Rio 87 V 11 Yaya 73 V 12 Bunga 80 V 13 Kiki 80 V 14 Taufik 67 V 15 Maria 80 V 16 Devi 26 V 17 Satria 80 V 18 Edi 33 V 19 Alda 5 V 20 Dimas 27 V 21 Febri 20 V 22 Listia 40 V 23 Pipit 67 V 24 Hestu 80 V 25 Nanda 87 V 26 Rendi 5 V 27 Yusem 33 V 28 Rani 87 V 29 Arindi 20 V 30 Ella 80 V 31 Fany 73 V 32 Gaby 80 V 33 Puput 60 V 34 Samson 93 V Jumlah 2083 20 14 Rata-rata/ presentase 61,20 58,8 % 41,1 %
g. Hasil Analisis Data
Setelah pembelajaran pada siklus I berakhir perlu diadakan analisis data untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai materi yang diajarkan oleh guru dengan model pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing. Berdasarkan tabel hasil tes siswa dapat dilihat perolehan rata-rata nilai kelas III untuk evaluasi adalah 61,20.
Nilai rata-rata pre tes yaitu 50,0. Sehingga dapat diperoleh analisis data sebagai berikut:
Tabel 8
Tabel Analisis Data Siklus I Data Jumlah Siswa Jumlah Skor Nilai Rata-rata Jumlah siswa yang memenuhi KKM(%) Data Awal 34 1700 50,0 40 % Siklus I 34 2083 61,20 58,8%
Dari tabel di atas tersebut dapat dilihat bahwa ada peningkatan nilai rata-rata dari 50,0 menjadi 61,20 sebesar 11,20 dan persentase jumlah siswa yang memenuhi KKM dari 40% menjadi 58,8%. Serta Nilai rata-rata dan presentase jumlah siswa yang memenuhi KKM ini sudah mencapai target nilai siklus I yaitu 5,80 dan 40%, namun nilai rata-rata belum mencapai nilai KKM untuk mata pelajaran Matematika kelas III. Untuk mencapai target nilai rata-rata sebesar nilai KKM maka peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II.
2. Kegiatan Siklus II
a. Persiapan Siklus I
Setelah melakukan refleksi siklus I, peneliti melakukan persiapan untuk siklus II. Peneliti menyiapkan meteri dan perlengkapan untuk melakukan siklus II.
b. Rencana Tindakan Siklus II
Siklus II diadakan untuk mencapai target akhir dari penelitian ini yaitu mencapai 6,20 untuk meteri soal cerita tentang pecahan sederhana dengan penyebut yang tidak sama. Rencana tindakan siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I, hanya saja pada siklus ini siswa dibagi ke dalam 11 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari tiga sampai empat siswa. Materi yang disajikan tidak jauh berbeda dengan materi siklus I, yaitu tentang soal cerita pecahan. Perbedaannya yaitu pada siklus II lebih menekankan pada pecahan yang berbeda penyebut. Siklus II berlangsung dengan dua kali pertemuan.
Adapun indikator yang ingin dicapai pada siklus II yaitu:
1. Siswa dapat membaca soal cerita secara intensif dan dapat menulis
kalimat matematika dengan benar.
2. Siswa dapat mengetahui cara untuk menyelesaikan soal cerita yang
dibacakan.
3. Siswa dapat mengurangkan dan menjumlahkan pecahan dengan
4. Siswa dapat memberi tanda >, <, = pada pecahan yang berbeda penyebut.
5. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita dengan cara yang benar.
Peneliti mengembangkan rencana tindakan dalam RPP, LKS, kisi-kisi soal, dan instrument data.
c. Pelaksanaan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dua kali pertemuan yaitu pada hari Rabu tanggal 28 April 2010 pukul 07.00 - 09.00 dan hari Kamis tanggal 28 April pukul 07.00 – 08.20. Pada siklus II ini yang menjadi subyek penelitian berjumlah 34 siswa.
Kegiatan awal pada siklus ini tidak jauh berbeda dengan siklus I, siswa belajar di kelas dimulai dengan berdoa bersama, mengucapkan salam, mengabsen siswa, dilanjutkan dengan apersepsi dengan tanya jawab yang berkaitan dengan soal cerita tentang pecahan dan kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Pada kegiatan inti guru menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu tentang soal cerita pecahan dengan penyebut yang berbeda secara garis besar. Kemudian siswa masuk ke dalam kelompok seperti siklus I, hanya saja pada siklus ini siswa dibagi ke dalam 11 kelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga sampai empat siswa. Setiap kelompok mendapat enam sampai delapan batu kecil (kancing). Guru menjelaskan petunjuk dalam kerja
kelompok. Kemudian guru membagikan LKS untuk petunjuk kerja kelompok dengan kancing. Setelah siswa selesai mengerjakan tugas, guru bersama dengan siswa membahas pekerjaan siswa bersama-sama.
Pada akhir kegiatan peneliti bersama-sama dengan siswa membuat kesimpilan dari pembelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan memberikan catatan meteri yang telah disampaikan guru. Sebelum pembelajaran selesai siswa mengerjakan soal evaluasi dan refleksi bersama dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
d. Observasi
Siswa merasa senang dengan pembelajaran yang dirancang oleh peneliti yaitu dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing. Siswa bekerjasama dengan baik dalam kelompok. Dalam proses mengerjakan tugas dari guru ada beberapa siswa yang bermain sendiri dan melamun sehingga pekerjaan kelompoknya terhambat.
Dengan cara bertukar cara mengerjakan soal cerita siswa menjadi lebih jelas dalam mengerjakan soal cerita. Serta dengan cara menyamakan penyebut terlebih dahulu membuat siswa menjadi lebih mudah dalam mengerjakan soal cerita pecahan dengan penyebut yang berbeda.
e. Refleksi Siklus II
Pembelajaran dengan menggunakan metode cooperative learning teknik kancing gemerincing ternyata membuat siswa tertarik dan dapat lebih memperjelas materi yang diajarkan guru. Pembagian kelompok yang anggotanya lebih sedikit dari siklus I ternyata membuat siswa lebih aktif. Peneliti perlu mengantisipasi kegiatan untuk mengurangi siswa bermain sendiri dan melamun di kelas, sehingga dapat mengerjakan tugas dengan tepat waktu.
f. Hasil Pengukuran Siklus II
Pengukuran dari siklus II dilakukan dengan alat ukur tes yaitu tes tertulis. Nilai rata-rata yang ingin dicapai pada siklus II ini adalah 6,20. Berikut adalah hasil dari tes pada siklus II:
Tabel 9
No. Nama Nilai Tuntas Tidak
Tuntas 1. Via 87 V 2 Yachinta 26 V 3 Salsa 80 V 4 Agnes 87 V 5 Lado 6 V 6 Windy 76 V 7 Amel 93 V 8 Sekar 80 V 9 Kikin 87 V 10 Rio 73 V 11 Yaya 77 V 12 Bunga 80 V 13 Kiki 67 V 14 Taufik 67 V 15 Maria 80 V 16 Devi 60 V 17 Satria 80 V
18 Edi 50 V 19 Alda 6 V 20 Dimas 70 V 21 Febri 5 V 22 Listia 33 V 23 Pipit 87 V 24 Hestu 87 V 25 Nanda 87 V 26 Rendi 67 V 27 Yusem 40 V 28 Rani 80 V 29 Arindi 13 V 30 Ella 20 V 31 Fany 46 V 32 Gaby 87 V 33 Puput 80 V 34 Samson 80 V Jumlah 2144 23 11 Rata-rata/presentase 63,05 67 % 33 %
Tabel Hasil Tes Siklus I
g. Hasil Analisis Data siklus II
Analisis data dilakukan setelah pembelajaran pada siklus II berakhir. Berdasarkan tabel hasil tes siswa dapat diperoleh rata-rata nilai kelas untuk evaluasi adalah 63,05, serta presentase jumlah siswa yang diatas KKM adalah 67% .
Nilai rata-rata pada siklus II adalah 63,05. Sehingga dapat diperoleh analisis data sebagai beikut:
Tabel 10
Tabel Analisis Data Siklus II Data Jumlah Siswa Jumlah Skor Nilai Rata-rata Jumlah siswa yang memenuhi KKM(%) Siklus I 34 2083 61,20 58,8% Siklus II 34 2144 63,05 67%
Dari tabel di atas dapat dilihat ada peningkatan nilai dari 61,20 menjadi 63,05 sebesar 1,85. Nilai rata-rata ini sudah mencapai nilai KKM untuk mata pelajaran Matematika kelas III.
3. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data maka diperoleh hasil yaitu rata-rata prestasi hasil belajar siswa pada siklus I adalah 61,20. Sedangkan siklus II adalah 63,05. Serta presentase jumlah siswa yang memenuhi KKM pada siklus I adalah 58,8%. Sedangkan siklus II yaitu 67%.
Dari hasil pelaksanaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Penelitian pada siklus I dan siklus II berhasil mencapai target rata-rata
nilai setiap siklus karena rata-rata nilai kelas yang diperoleh dari tes evaluasi yaitu 61,20 dan 63,05 dimana rata-rata nilai tersebut sudah melebihi KKM yang nilainya 62,0.
b. Penelitian pada siklus I dan siklus II berhasil mencapai target
presentase jumlah siswa yang memenuhi KKM. Pada siklus I presentase jumlah siswa yang memenuhi KKM adalah 58,8% dan pada siklus II yaitu 67
c. Pada hasil penelitian hasil rata siklus II terjadi peningkatan
rata-rata yaitu 61,20 menjadi 63,05 dan presentase jumlah siswa yang memenuhi KKM juga mengalami peningkatan yaitu 58,8% menjadi 67%.
d. Penelitian ini tidak perlu dilanjutkan pada siklus III karena target
Hal ini dapat dilihat pada kondisi awal kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang berkaitan dengan pecahan dan kondisi akhir yang diharapkan adalah sebagai berikut:
Tabel 11
NO. Indikator Kondisi Awal (%)
Kondisi akhir siklus
I II
1. Jumlah siswa yang telah
memenuhi target KKM.
40 % 55 % 67 %
2. Nilai rata-rata 5,00 5,80 6,20
Penilaian
Nilai = Jumlah skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
Nilai rata-rata dihitung dengan rumus:
Mean = ∑n
N
Rata-rata (Mean) = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa
B. Pembahasan
Reflleksi dalam setipa akhir siklus penelitian ditujukan untuk mengetahui kendala maupun hal-hal yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tersebut. Berikut ini merupakan rangkuman dari refleksi masing-masing siklus:
1. Refleksi Siklus I
a. Kendala yang muncul
1. Ada beberapa kelompok yang belum jelas dalam kerja kelompok
sehingga peneliti harus menjelaskan petunjuk berulang kali.
2. Masih ada beberapa siswa yang belum lancar dalam membaca soal
sehingga membuat kesulitan teman kelompok dalam mengerjakan soal cerita.
3. Masih ada beberapa siswa yang bingung menentukan cara dalam
mengerjakan soal cerita.
b. Kualitas Proses Pelaksanaan Siklus I
1. Siswa sangat menikmati dalam kegiatan kerjasama di dalam
kelompok.
2. Metode yang disajikan oleh peneliti membuat siswa bersemangat
untuk belajar tentang soal cerita pecahan sederhana.
3. Dengan bantuan metode cooperative learning teknik kancing
gemerincing, kemampuan siswa dalam mengerjakan soal cerita pecahan sederhana semakin bertambah. Dibuktikan dengan nilai rata-rata kelas yang pada tahun sebelumnya hanya …. meningkat menjadi.
2. Refleksi Siklus II
a. Kendala yang muncul
1. Terdapat siswa yang bermain sediri dan melamun di kelas,
sehingga pekerjaannya ketinggalan dari teman-temannya yang lain.
2. Masih terdapat siswa yang belum jelas maksud dari soal cerita
sehingga lamban dalam mengerjakan tugas dan soal evaluasi.
b. Kualitas Proses Pelaksanaan Penelitian Siklus II
1. Siswa masih sangat senang dalam pembelajaran dengan model
pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing dan kegiatan yang disajikan oleh guru.
2. Siswa menikmati kegiatan di dalam kelompok.
3. Seluruh siswa aktif dalam kerja kelompok.
4. Dengan bantuan model pembelajaran cooperative learning teknik
kancing gemerincing dan cara menyamakan penyebut dalam pecahan yang berbeda penyebut membuat siswa semakin mengerti cara mengerjakan soal cerita. Sehingga hasil nilai rata-rata kelas menjadi meningkat dari 61,20 pada siklus I menjadi 63,05 pada siklus II.
Berdasarkan uraian refleksi di atas, banyak hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti diantaranya yaitu:
2. Pentingnya persiapan yang teliti dan matang agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik, dari segi rencana pembelajaran, maupun metode yang digunakan.
3. Pentingnya sumber belajar yang lain untuk menambah pengetahuan
siswa.
4. Perlunya memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan apa yang belum diketahuinya.
5. Perlunya kegiatan antisipasi jika masih terdapat siswa yang belum
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Penelitian tindakan kelas yang sudah dilaksanakan pada siswa kelas III SD Kanisius Kintelan semester genap tahun pelajaran 2009-2010 untuk peningkatan prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning teknik kancing gemerincing dapat disimpulkan:
1. Penggunaan teknik kancing gemerincing ini diperlukan aktivitas
dan peran serta siswa selama proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
2. Peningkatan prestasi belajar siswa setelah mempergunakan teknik
kancing gemerincing dalam proses pembelajaran dapat diketahui berdasarkan peningkatan nilai rata-rata siswa pada data awal adalah 50,00 dan setelah siklus II berakhir nilai rata-rata siswa dapat mencapai 63,05.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan:
1. Bagi guru, perlu menggunakan metode dan teknik pembelajaran
yang inonatif dalam proses pembelajaran dengan
mempertimbangkan situasi dan kondisi kelas serta serta karakteristik siswa sehingga dapat menciptakan situasi yang kondusif dalam proses pembelajaran
2. Bagi peneliti dalam penelitian yang akan datang perlu mempersiapkan instrument yang akan digunakan dalam penelitian agar tidak menghambat proses penelitian.
3. Bagi sekolah perlu memberi kesempatan bagi guru untuk
memgembangkan ketrampilan mengajar dengan menggunakan metode dan teknik yang inovatif dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Perlu mempersiapkan siswa apabila akan dilakukan penelitian agar