BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di SD Negeri Daratan Sleman. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, motivasi dan prestasi siswa belum stabil. Kadang siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pelajaran, sehingga prestasinya pun ikut baik. Akan tetapi, sering pula siswa tidak memiliki motivasi yang baik untuk mengikuti pelajaran, sehingga prestasi belajarnya juga kurang memuaskan. Hal tersebut diakui guru kelas karena siswa terkadang merasa bosan dengan metode ceramah yang digunakan oleh guru.
Guru biasanya mengajar dengan metode ceramah. Selain itu, guru hanya menggunakan media seadanya yang disediakan di sekolah. Hal itu dikarenakan guru belum begitu paham dengan pembelajaran inofatif. Penggunaan media yang sederhana membuat murid bosan. Media gambar yang biasa digunakan pun hanya media gambar yang ada di buku. Belum pernah secara khusus guru menyiapkan gambar-gambar untuk pembelajaran IPS di sekolah. Media video pun belum pernah digunakan untuk menunjang pembelajaran yang sebenarnya akan lebih baik jika menggunakan media video.
Suasana yang monoton di kelas seakan membuat siswa kurang berkembang. Setiap hari siswa hanya mendengarkan apa yang dikatakan
guru lalu mengerjakan tugas secara individu. Pembuatan kelompok secara heterogen juga jarang dilalakukan. Biasanya pembagian kelompok diserahkan kepada siswa.
Anak jarang menampilkan kemampuannya di depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Akibatnya, anak seakan kurang memiliki rasa percaya diri yang baik. Biasanya anak sering melempar tugas membacakan hasil laporan diskusi kelompok kepada teman lain. a. Kondisi Awal Motivasi Belajar
Motivasi belajar anak sebenarnya sudah cukup baik, akan tetapi perlu ditambah lagi upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru agar motivasi yang ada di dalam diri anak dapat berkembang dengan lebih baik lagi. Motivasi anak dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 12. Kondisi Awal Motivasi Belajar Siswa
No Nama Skor Motivasi
1 IR 65 2 KAR 75 3 RS 70 4 BS 64 5 AN 85 6 AYS 70 7 AG 60 8 BSW 78 9 GZ 70 10 GGA 70 11 JPN 80 12 RK 59 13 WL 82 14 SS 75 15 AR 58 16 DV 72 Jumlah 1.133 Rata-rata 70,81 Nilai Tertinggi 85 Nilai Terendah 58
Jumlah keseluruan siswa ada 16. Skor motivasi awal yang diperoleh kurang begitu baik. Skor tertinggi adalah 85 dan skor terendah adalah 58. Kondisi itu adalah kondisi awal ketika guru belum menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.
Berdasarkan tabel 12, maka kriteria motivasi siswa dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 13. Kriteria Kondisi Awal Motivasi Belajar Siswa
NO
Skor Motivasi Belajar Siswa
Frekuensi Presentase Kriteria
1. 75 – 92 6 37,50% Sangat Tinggi
2. 61 – 74 7 43,75% Tinggi
3. 52 – 60 3 18,75% Cukup
4. 42 – 51 - - Rendah
5. Dibawah 42 - - Sangat Rendah
Jumlah 16 100%
Rata - rata 70,81 Tinggi
Dari tabel motivasi awal di atas dapat dilihat bahwa motivasi siswa belum merata baik. Siswa yang memiliki motivasi sangat tinggi ada 37,5% atau berjumlah 6 siswa, sedangkan siswa yang memiliki motivasi tinggi ada 43,75% atau 7 siswa. Keadaan tersebut sebenarnya sudah cukup baik namun masih ada siswa yang memiliki motivasi dalam kriteria cukup sebesar 18,75% atau sejumlah 3 siswa. Tidak ada siswa yang masuk ke dalam criteria sangat rendah.
Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat diagram kondisi awal motivasi belajar sebagai berikut.
Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah
Gambar 3. Diagram Kondisi Awal Motivasi Belajar
Data di atas menunjukkan bahwa harus dilakukan upaya agar motivasi siswa dapat meningkat menjadi lebih baik lagi. Hal itu akan tercapai apabila guru mengupayakan usaha untuk membuat siswa merasa tertarik dengan materi yang diajarkan oleh guru.
b. Prestasi Belajar
Penelitian ini mengambil kondisi awal prestasi belajar siswa dari hasil mid semester genap untuk mata pelajaran IPS. Adapun keadaan awal prestasi belajar siswa adalah seperti tabel di bawah ini.
Tabel 14. Kondisi Awal Prestasi Belajar Siswa No Nama Nilai Ketuntasan Belajar Ya Tidak 1 IR 60 - √ 2 KAR 55 - √ 3 RS 60 - √ 4 BS 60 - √ 5 AN 90 √ - 6 AYS 75 √ - 7 AG 45 - √ 8 BSW 75 √ - 9 GZ 60 - √ 10 GGA 60 - √ 11 JPN 85 √ - 12 RK 70 √ - 13 WL 85 √ - 14 SS 80 √ - 15 AR 60 - √ 16 DV 60 - √ Rata-rata 67,50 - - Nilai Tertinggi 90 - - Nilai Terendah 45 - - Tuntas KKM 7 - Tidak tuntas KKM - 9
Jumlah siswa secara keseluruhan adalah 16 siswa. KKM yang harus dicapai adalah 65. Nilai tertinggi pada prestasi awal siswa sudah baik yaitu 90. Akan tetapi, nilai terendah pada keadaan awal prestasi awal ini
sangat jauh dari KKM yaitu 45. Kondisi ini dapat dikatakan menggembirakan karena nilai maksimal mencapai nilai yang cukup tinggi yaitu 90, akan tetapi keadaan ini juga mengkhawatirkan karena ada 9 anak (56,25%) yang prestasinya dibawak KKM. Rata-rata kelas tidak terlalu bagus akan tetapi dapat mencapai target KKM.
Kondisi awal prestasi belajar siswa ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, guru harus segera mengambil sikap untuk memperbaiki prestasi siswa yang berada di bawah KKM. Peningkatan prestasi belajar siswa ini harus dilakukan bersamaan dengan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan data awal prestasi belajar siswa pada tabel 14 maka kriteria prestasi belajar siswa dapat dilihat seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 15. Kriteria Kondisi Awal Prestasi Belajar Siswa
NO Nilai Frekuensi Persentase Kriteria
1. 81 – 100 3 18, 75% Sangat tinggi 2. 66 – 80 4 25% Tinggi 3. 56 – 65 7 43,75% Cukup 4. 46 – 55 1 6,25% Rendah 5. 0 – 45 1 6,25% Sangat rendah Jumlah 16 100 - Rata-rata 67, 50 Tinggi
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa 3 siswa atau 18,75% dari jumlah siswa berada pada kriteria sangat tinggi. Sebanyak 4 siswa atau 25% dari jumlah siswa berada pada kriteria tinggi. Keadaan tersebut
sangat membanggakan, akan tetapi masih ada 7 siswa atau 43,75% dari jumlah siswa berada pada kriterian cukup dan 1 siswa atau 6,25% berada pada criteria rendah. Yang paling memprihatinkan lagi adalah masih ada 1 siswa atau 6,25% siswa berada pada criteria sangat rendah.
Berdasarkan tabel 15 dapat dilihat keadaan awal prestasi belajar siswa dalam diagram di bawah ini.
Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah
Gambar 4. Diagram Kondisi Awal Prestasi Belajar 2. Siklus I
a. Rencana Tindakan
Siklus I dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 kali pertemuan. Pertemuan I dilakukan pada hari Kamis tanggal 7 April 2011, sedangkan pertemuan II dilakukan pada hari Sabtu tanggal 9 april 2011. Pertemuan I dilakukan 2 jam pelajaran sedangkan pada pada pertemuan II hanya 1 jam pelajaran.
Sebelum melakukan penelitian siklus I peneliti menyiapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Sebelum melakukan penelitian, peneliti lebih dulu menyusun RPP yang akan digunakan untuk siklus I. RPP yang dibuat oleh peneliti
ada 2. Materi yang dipakai adalah tentang masalah sosial. RPP dibuat dan didiskusikan oleh guru kelas yang bersangkutan.
2)Menyiapkan media pembelajaran (gambar)
Peneliti mempersiapkan media gambar pada siklus I ini. Gambar yang dipersiapkan adalah gambar-gambar tentang masalah sosial yang ada di lingkungan setempat. Gambar tersebut akan digunakan guru untuk apersepsi serta digunakan untuk penunjang pengerjaan LKS siswa. Gambar yang dipersiapkan oleh peneliti dibuat dalam ukuran yang cukup besar dan dikemas dengan baik sehingga siswa tertarik untuk memperhatikan.
3)Membuat lembar kerja siswa (LKS)
Peneliti menyiapkan LKS yang akan digunakan siswa untuk bahan diskusi dalam kelompok. LKS yang dikerjakan siswa berkaitan dengan gambar masalah sosial yang telah dipersiapkan oleh guru. LKS ini diharapkan bisa menjadi alat untuk bekerja sama dan latihan bagi siswa.
4)Membagi kelompok
Sebelum penelitian berlangsung, peneliti dan guru berdiskusi membicarakan pembagian kelompok. Hal ini dilakukan karena dalam PBM (Pembelajaran Berbasis Masalah) pembagian kelompok harus heterogen sesuai kemampuan siswa. Dalam penelitian ini, ada 4 kelompok dan masing-masing kelompok berjumlah 4 siswa.
b. Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanana kegiatan, peneliti bertindak sebagai observer dan guru kelas IV bertindak sebagai guru dan mempraktekkan RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Bagian pelaksanan tindakan dilakukan selama dua kali pertemuan. Pertemuan pertama sebanyak 2 JP atau 2 x 35 menit dan pertemuan kedua 1 JP atau 35 menit. Pelaksanaan tindakan ini terbagi menjadi tiga kegiatan dalam proses belajar mengajar di kelas.
1)Pertemuan I a) Kegiatan Awal
(1) Guru memberikan salam pembuka dan menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa.
(2) Guru mengecek kehadiran dan kesiapan siswa.
(3) Guru melakukan apersepsi yaitu dengan menunjukkan gambar tumpukan sampah yang merupakan masalah sosial yang perlu dipecahkan.
(4) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
(5) Siswa dan guru melakukan tanya jawab berkaitan dengan gambar yang ditunjukkan guru.
b) Kegiatan Inti
(1) Siswa dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi guru sebelumnya. Siswa masuk ke dalam kelompok dengan tertib.
(2) Siswa dalam kelompok dan guru berada di depan kelas melakukan tanya jawab berkaitan dengan masalah sosial, yaitu masalah sampah.
(3) Siswa mendapatkan LKS yang dibagikan oleh guru, selanjutnya guru menjelaskan petunjuk pengerjaan LKS yang akan dikerjakan siswa dalam kelompok. Siswa harus mengidentifikasi gambar yang sudah dipersiapkan oleh guru.
(4) Siswa berdiskusi di dalam kelomok mengerjakan LKS. Masing-masing siswa mengajukan pendapatnya masing- masing.
(5) Salah satu wakil dari kelompok maju ke depan kelas membacakan hasil kerja kelomponya dengan jelas dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau menyanggah.
(6) Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan atas semua jawaban yang sudah dikemukakan oleh masing- masing kelompok.
(7) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan bagian-bagian yang belum dimengerti siswa. c) Kegiatan Akhir
(1) Guru merangkum materi keseluruhan yang telah dipelajari.
(2) Guru memberikan tindak lanjut berupa PR membuat kliping dan dikumpulkan pada pertemuan di siklus II yang berkaitan dengan masalah-masalah sosial.
(3) Siswa dan guru melakukan refleksi. Guru bertanya apakah siswa senang dengan pelajaran hari itu.
(4) Guru menutup pelajaran pada pertemuan I dengan salam penutup.
2)Pertemuan 2 a) Kegiatan Awal
(1) Guru mengucapkan salam pembuka dan menunjuk salah satu siswa untuk memimpin berdoa.
(2) Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa. b) Kegiatan Inti
(1) Guru membagikan soal evaluasi serta menjelaskan cara pengerjaannya.
(2) Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan tenang. c) Kegiatan Akhir
(1) Siswa mengumpulkan lembar jawab evaluasi dengan tertib.
(2) Guru mengucapkan salam penutup. c. Observasi
Pada tahap observasi peneliti melakukan pengamatan terhadap pembelajaran yang sedang berlangsung dengan menggunakan lembar observasi.
1)Partisipasi Siswa
Dalam penelitian ini guru tidak hanya memperhatikan prestasi belajar siswa melalui nilai dari hasil evalusi saja, akan tetapi peran aktif atau partisipasi yang dilakukan siswa dalam setiap pembelajaran juga diperhatikan. Partisipasi siswa pada siklus I dalam penelitian di SD Daratan adalah sebagai berikut :
Tabel 16. Partisipasi Siswa pada Siklus I
No Nama Jenis Partisipasi/Keaktifan
1 2.a 2.b 3.a 3.b 3.c 3.d 4.a 4.b 4.c
1 IR - - - √ - - - 2 KAR - - √ √ - √ √ √ - - 3 RS - - √ √ √ √ - √ - - 4 BS - - - √ - - - - - 5 AN √ √ √ √ √ √ - √ √ √ 6 AYS - √ - √ - √ - √ - - 7 AG - - - √ - - - √ - - 8 BSW √ √ √ √ √ √ - √ √ √ 9 GZ √ √ - √ - √ - √ - - 10 GGA - √ - √ - √ - √ - - 11 JPN √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 12 RK - - - √ - √ √ √ - - 13 WL √ √ √ √ √ √ √ √ √ - 14 SS - √ - √ - - - √ - - 15 AR - - √ √ √ √ - √ - - 16 DV - √ √ √ - √ √ √ - - Jumlah 5 10 8 16 6 12 5 14 4 2
Keterangan tabel :
1 : Mencari dan menemukan masalah
2.a : Mencari informasi dan sumber belajar untuk memecahkan masalah
2.b : Menulis/mencatat hasil penemuannya 3.a : Kerjasama dengan teman
3.b : Mengajukan pertanyaan kepada guru 3.c : Menjawab pertanyaan guru / teman 3.d : Mengungkapkan pendapat,
4.a : Menulis laporan hasil diskusi
4.b : Melaporkan hasil diskusi secara lisan 4.c : Membuat rangkuman hasil diskusi
Dari tabel 16 di atas dapat diketahui bahwa keaktifan siswa dalam berbagai indikator keberhasilan masih belum bisa maksimal dan merata. Pada indikator keberhasilan 1 yaitu indikator mencari dan menemukan masalah hanya ada 5 siswa. Pada Indikator keberhasilan 2.a atau mencari informasi dan sumber belajar untuk memecahkan masalah jumlah siswa yang terlibat lebih banyak dari indikator sebelumnya yaitu sebanyak 10 siswa. Sedangkan pada indikator 2.b yaitu indikator menulis / mencatat kebenaran penemuannya ada 8 siswa. Jumlah siswa pada indikator ini menurun dari pada indikator sebelumnya.
Indikator 3.a atau kerjasama dengan teman, semua siswa yang berjumlah 16 ikut terlibat dalam kegiatan ini. Semua siswa
berusaha untuk bekerja sama dengan teman satu kelompoknya. Pada indikator 3.b atau mengajukan pertanyaan kepada guru mengalami penurunan jauh dari indikator sebelumnya. Hanya ada 6 siswa yng terlibat dalam indikator ini. Indikator selanjtnya adalah 3.c atau menjawab pertanyaan guru / teman, jumlah siswa yang terlibat meningkat dari indikator sebelumnya. Pada indikator ini ada 12 siswa yang menjawab pertanyaan guru / atau teman.
Indikator 3.d atau mengungkapkan pendapat, siswa yang berperan aktif dalam indikator ini ada 5 siswa. Keadaan ini kembali merosot dari keadaan pada indikator sebelumnya. Pada indikator 4.a atau menulis laporan hasil diskusi sebagian besar siswa terlibat di dalamnya. Sebanyak 15 siswa ikut aktif menuliskan laporan hasil diskusi. Selanjutnya, pada indikator 4.b atau melaporkan hasil diskusi ada 4 siswa yang terlibat. Meeka mewakili masing-masing kelompok.
Pada indikator terakhir yaitu 4.c atau membuat rangkuman hasil diskusi jumlah siswa yang terlibat sama seperti yang terlibat pada indikator sebelumnya yaitu 4 siswa. Indikator yang memiliki jumlah partisipasi siswa terbanyak adalah pada indikator 3.a yaitu kerjasama dengan teman dengan jumlah siswa yang berpartisipasi ada 16 siswa. Selanjnya ada beberapa indikator yang memiliki jumlah siswa yang berpartisipasi banyak yaitu pada indikator 4.a yaitu dengan jumlah 14 siswa.
Indikator yang memiliki jumlah siswa yang berpartisipasi sedikit adalah pada indikator 4.c yaitu dengan jumlah 2 siswa. Jumlah partisipasi yang tidak merata di setiap indikator harus diperbaiki agar meningkat seperti yang diharapkan.
Berdasarkan tabel 16 dapat dibuat tabel partisipasi siswa berdasarkan frekuensi masing-masing aspek seperti pada tabel di bawah ini.
Tabel 17. Frekuensi Partisipasi Masing-masing Item
No Jenis Partisipasi f %
1. Mencari dan menemukan masalah 5 31,25 2.a Mencari informasi dari sumber belajar
untuk pemecahan masalah
10 62,50
2.b Menulis/mencatat hasil penemuannya 8 50 3.a Kerjasama dengan teman 16 100 3.b Mengajukan pertanyaan pada guru/teman 6 37,50 3.c Menjawab pertanyaan guru/teman 12 75 3.d Mengungkapkan pendapat 5 31,25 4.a Menulis laporan hasil diskusi 14 87,5 4.b Melaporkan hasil diskusi secara lisan 4 25 4.c Membuat rangkuman hasil diskusi 2 12,5
Untuk mengetahui besar masing-masing item secara lebih jelas juga dapat dilihat seperti pada diagram di bawah ini.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
1
2a
2b
3a
3b
3c
3d
4a
4b
4c
Gambar 5. Diagram Partisipasi Siswa Siklus I
Berdasarkan tabel 17 dan gambar 5 di atas dapat dilihat dengan jelas bahwa item yang memiliki jumlah partisipasi terbesar adalah item no 3.a yaitu kerjasama dengan teman dengan jumlah 16 siswa yang turut berpartisipasi. Item yang memiliki jumlah partisipasi terendah ada 2 yaitu item no 4.c yaitu membuat rangkuman hasil diskusi dengan jumlah siswa yang berpartisipasi ada 2 sisawa.
2)Prestasi Belajar
Prestasi belajar yang diperhitungkan adalah LKS kelompok serta hasil evaluasi di akhir siklus I. Adapun prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat sebagai tabel di bawah ini.
Tabel 18. Prestasi Belajar Tiap Siswa Siklus I
No Nama Nilai Ketuntasan Belajar
Ya Tidak 1 IR 74 √ - 2 KAR 81 √ - 3 RS 51 - √ 4 BS 58 - √ 5 AN 90 √ - 6 AYS 76 √ - 7 AG 54 - √ 8 BSW 81 √ - 9 GZ 71 √ - 10 GGA 76 √ - 11 JPN 85 √ - 12 RK 72 √ - 13 WL 87 √ - 14 SS 81 √ - 15 AR 65 √ - 16 DV 74 √ - Jumlah - 13 3 Persentase - 81,25 % 18,75% Rata-rata 73,69 - - Nilai Tertinggi 90 - - Nilai Terendah 54 - - Tuntas KKM 13 - Tidak tuntas KKM - 3
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa prestasi belajar siswa cukup memuaskan karena hanya ada 3 siswa yang nilainya dibawah KKM (65). Nilai tertinggi yang diperoleh pada siklus I
adalah 90, sedangkan nilai terendah dalam siklus ini adalah 51. Secara umum nilai siswa sudah cukup baik, namun masih harus ditingkatkan.
Dari data pada tabel.18 dapat dilihat prosentase dan kriteria kualitas prestasi belajar siswa pada siklus I. Kriterian kualitas prestasi belajar siswa pada siklus I dapat dilihat seperti pada table di bawah ini.
Tabel 19. Kriteria Penilaian Prestasi Belajar Siswa Siklus I
NO Nilai Frekuensi Prosentase Kriteria
1. 81 - 100 6 37,50 % Sangat tinggi 2. 66 - 80 6 37,50 % Tinggi 3. 56 - 65 2 12,50 % Cukup 4. 46 - 55 2 12,50 % Rendah 5. 0 - 45 - - Sangat rendah Jumlah 16 100
Rata - rata 73,69 Tinggi
Dari tabel di atas terlihat jumlah siswa yang masuk dalam kriteria sangat tinggi cukup banyak jumlahnya, yaitu 6 siswa atau 37,50 %. Siswa yang masuk ke dalam kriteria tinggi ada 6 siswa juga dan siswa yang masuk ke dalam kriteria cukup ada 2 siswa atau 12,50 %. Pada siklus I ini masi ditemukan siswa yang ada di dalam kriteria rendah yaitu 2 siswa atau 12,50 % dari jumlah keseluruhan, akan tetapi dalam siklus I sudah tidak ditemukan lagi
siswa yang masuk ke dalam kriteria sangat rendah. Prestasi belajar di siklus I sudah baik namun perlu ditingkatkan lagi agar tidak ada lagi siswa yang masuk ke dalam criteria rendah.
Berdasarkan tabel 19 tentang prestasi belajar siklus I maka dapat dilihat lebih jelasnya pada diagram di bawah ini.
Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah
Gambar 6. Diagram Penilaian Prestasi Belajar Siklus I Dari diagram di atas sangat terlihat jelas bahwa prestasi belajar yang termasuk kriteria tinggi dan sangat tinggi besarnya sama. Kriteria cukup dan rendah juga memiliki besar yang sama. d. Refleksi
Siswa merasa senang dengan pembelajaran yang dilakukan pada siklus I. Mereka tertarik dengan gambar yang sudah ditunjukkan oleh guru. Tahap refleksi ini peneliti berdiskusi dengan guru kelas dan mencatat kekurangan-kekurangan serta membahas peningkatan yang terjadi pada siswa. Secara umum penelitian berjalan dengan baik, pembelajaran juga berjalan dengan lancar serta motivasi siswa terlihat meningkat.
Peningkatan motivasi ini terlihat ketika siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
berbasis masalah. Mereka tertarik dengan gambar yang digunakan sebagi media pembelajaran. Akan tetapi, keaktifan siswa masih kurang sekali. Mereka seperti kurang memiliki rasa percaya diri. Kesempatan untuk bertanya atau menyanggah jawaban teman tidak digunakan dengan baik. Rasa percaya diri siswa ini tidak mudah untuk ditumbuhkan dalam waktu yang cepat.
Guru harus lebih telaten dan rajin memberikan motivasi agar siswa semakin percaya diri dan focus drngan pelajaran. Masih ada siswa yang bermain sendiri ketika ada teman lain yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas. Keadaan ini perlu diperbaiki dan ditingkatkan lagi pada siklus II.
3. Siklus II
a. Rencana Tindakan
Siklus II dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 kali pertemuan. Pertemuan 1 dilakukan pada hari Kamis tanggal 21 April 2011, sedangkan pertemuan 2 dilakukan pada hari Sabtu tanggal 23 April 2011. Pertemuan 1 dilakukan 2 jam pelajaran sedangkan pada pada pertemuan 2 hanya 1 jam pelajaran digunakan untuk evaluasi. Jumlah pertemuan dan jumlah jam pelajaran dalam siklus II ini sama dengan siklus I. Perbedaan antara siklus I dan II terletak pada media yang digunakan oleh guru serta materi yang dipelajarai. Pada siklus II ini materi yang dipelajari adalah cara menanggulangi masalah sosial.
Sebelum melakukan penelitian siklus II peneliti menyiapkan beberapa hal sebagai berikut :
1)Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Sebelum melakukan penelitian, peneliti lebih dulu menyusun RPP yang akan digunakan untuk siklus II. RPP yang dibuat oleh peneliti disesuaikan dengan refleksi yang dilakukan pada siklus I namun tetap mengacu pada langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah. RPP yang dibuat oleh peneliti ada 2. Materi yang dipakai adalah tentang cara menanggulangi masalah sosial. RPP dibuat dan didiskusikan oleh guru kelas yang bersangkutan.
2)Menyiapkan media pembelajaran (video)
Peneliti mempersiapkan video tentang sampah. Untuk menunjang pemutaran video dengan baik maka peneliti menyiapkan LCD untuk menampilkan video yang telah disiapkan. Video yang diputarkan guru berkaitan dengan LKS yang akan dikerjakan oleh siswa.
3)Membuat lembar kerja siswa (LKS)
Peneliti menyiapkan LKS yang akan digunakan siswa untuk bahan diskusi dalam kelompok. LKS yang dikerjakan siswa berkaitan dengan cara menanggulangi masalah-masalah sosial yang ada di lingkungan. LKS ini diharapkan bisa menjadi alat untuk bekerja sama dan latihan bagi siswa.
4)Membagi kelompok
Pembagian kelompok sama dengan kelompok pada saat siklus I, hal itu dikarenakan pembagian kelompok sudah sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing siswa.
b. Pelaksanaan Tindakan
Dalam pelaksanana kegiatan, peneliti bertindak sebagai observer dan guru kelas IV bertindak sebagai guru mempraktekkan RPP yang telah dibuat oleh peneliti. Bagian pelaksanan tindakan dilakukan selama dua kali pertemuan. Pertemuan pertama sebanyak 2 JP atau 2 x 35 menit dan pertemuan kedua 1 JP atau 35 menit yang dugunakan untuk evaluasi. Pelaksanaan tindakan ini terbagi menjadi tiga kegiatan dalam proses belajar mengajar di kelas.
1)Pertemuan I a) Kegiatan Awal
i) Guru memberikan salam pembuka dan menyuruh salah satu siswa untuk memimpin doa.
ii) Guru mengecek kehadiran dan kesiapan siswa.
iii) Guru melakukan apersepsi yaitu dengan menunjukkan gambar-gambar masalah sosial.
iv) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
v) Siswa dan guru melakukan tanya jawab berkaitan dengan gambar yang ditunjukkan guru.
b) Kegiatan Inti
i) Siswa dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibagi guru sebelumnya. Siswa masuk ke dalam kelompok dengan tertib.
ii) Siswa memperhatikan video yang diputar guru di depan kelas.
iii) Siswa mendapatkan LKS yang dibagikan oleh guru, selanjutnya guru menjelaskan petunjuk pengerjaan LKS yang akan dikerjakan siswa dalam kelompok. Siswa harus mengidentifikasi gambar yang sudah dipersiapkan oleh guru.
iv) Siswa berdiskusi di dalam kelomok mengerjakan LKS. Masing-masing siswa mengajukan pendapatnya masing- masing.
v) Salah satu wakil dari kelompok maju ke depan kelas membacakan hasil kerja kelomponya dengan jelas dan memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk bertanya atau menyanggah.
vi) Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan atas semua jawaban yang sudah dikemukakan oleh masing- masing kelompok.
vii) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan bagian-bagian yang belum dimengerti siswa. c) Kegiatan Akhir
i) Guru merangkum materi keseluruhan yang telah dipelajari. ii)Guru memberikan tindak lanjut berupa nasehat agar anak-
anak dapat menjaga lingkungan serta dapat menjaga diri dari berbagai pengaruh yang ada di lingkungan.
iii)Siswa dan guru melakukan refleksi. Guru bertanya berknaan dengan makna pembelajaran tentang masalah
sosial dan penanganannya, dan apakah siswa senang