BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
a. Siklus I terdiri dari 3 kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari empat tahap yaitu rancangan kegiatan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Perencanaan
Pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh peneliti yaitu menyiapkan silabus, RPP, LKS, soal post-test serta kunci jawaban dan lembar observasi untuk siswa.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan pada siklus I dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan yaitu pada tanggal 21, 23, dan 26 April 2016 di kelas VIII-B SMP Budi Mulia Minggir dengan jumlah siswa sebanyak 20 siswa. Sebelum melakukan pembelajaran siklus I, pada tanggal 19 April 2016 telah dilakukan pre-test mengetahui kemampuan awal siswa sebelum diberi treatment Snowball Throwing dan pengisian kuisioner motivasi awal siswa untuk mengetahui motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran matematika sebelumnya.
Tabel 4.1 Hasil Pre-test Siswa
No. Hasil Pre-test Nilai
1. Nilai Rata-rata 21,6
2. Nilai Tertinggi 38,8
Tabel 4.2 Data Kuisioner Motivasi Awal Siswa Kriteria Persentase Motivasi Awal Siswa Banyak Siswa Kategori Skor (%) Sangat Tinggi 80 < S ≤ 100 15% 3 Tinggi 60 < S ≤ 80 50% 10 Sedang 40 < S ≤ 60 15% 3 Rendah 20 < S ≤ 40 5% 1 Sangat Rendah 0 ≤ S ≤ 20 15% 3 Jumlah 100% 20
Setelah melaksanakan pre-test, maka pertemuan selanjutnya akan diadakan kegiatan pembelajaran siklus I dan setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama dan kedua pada siklus I diikuti oleh seluruh siswa, sedangkan pertemuan terakhir diikuti oleh 18 siswa dikarenakan sakit sehingga tidak dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Pada awal pembelajaran peneliti memberi salam kepada siswa, mengecek kesiapan siswa sebelum memulai pembelajaran, kemudian peneliti memberi apersepsidengan menanyakan beberapa pertanyaan terkait materi yang akan dipelajari. Pada tahap inti pembelajaran, peneliti membagi siswa dalam 4 kelompok diskusi yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 anggota. Setiap kelompok diberi LKS mengenai unsur-unsur pada limas dan siswa mengerjakan LKS secara berkelompok yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok. Siswa berdikusi dan mengerjakan LKS dapat dilihat pada Gambar 4.1 dibawah ini:
Gambar 4.1 Siswa berdiskusi dalam mengerjakan LDS
Setelah siswa berdiskusi kemudian peneliti meminta perwakilan kelompok untuk mengerjakan di papan tulis dan kelompok lainnya menanggapi, setelah itu peneliti memberi tugas untuk membaca materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.
Pada pertemuan kedua siswa dibentuk dalam kelompok seperti pada pertemuan sebelumnya, masing-masing kelompok terdiri dari 5 anggota dan pada pertemuan ini model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing akan dilakukan. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok bertujuan untuk menimbulkan motivasi siswa dengan cara bersaing secara positif. Setiap kelompok memiliki ketua yang nanti akan memandu jalannya Snowball Throwing pada setiap kelompok. Sebelum melakukan Snowball Throwing masing-masing kelompok diberi LKS dan ketua kelompok berkumpul di meja guru untuk diberi penjelasan oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.2 dibawah ini:
Gambar 4.2 Ketua kelompok sedang mendengarkan penjelasan dari peneliti dan anggota kelompok berdiskusi mengerjakan LDS
Setelah masing-masing ketua kelompok diberi penjelasan tentang materi, ketua kelompok kembali ke kelompok masing-masing dan menjelaskan kepada anggotanya tentang apa yang telah disampaikan peneliti. Ketua kelompok bersama anggotanya berdiskusi membuat 3 soal mengenai luas permukaan bangun ruang sisi datar limas serta jawabannya. Setelah itu soal akan dimasukkan kedalam bola-bola dan dilempar memutar sampai hitungan dari peneliti berhenti. Kelompok yang mendapat soal dari kelompok lain segera mengerjakan dan hasilnya akan dicocokkan kepada siswa yang membuat soal.
Setelah melakukan Snowball Throwing peneliti memberikan tanggapan mengenai kegiatan yang telah dilakukan dan memberi materi sebagai bentuk klarifikasi terhadap model pembelajaran Snowball Throwing yang telah dilakukan. Pada pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal post-test dengan bentuk soal essai. Soal post-test
bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa setelah melakukan pembelajaran yang akan dikonversi menjadi hasil belajar.
Gambar 4.3 Siswa mengerjakan post-test siklus I c. Observasi
Pada tahap ini, dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran siklus I. Kegiatan observasi dibantu oleh teman sejawat sebagai observer dan hasil observasi ditulis pada lembar observasi yang telah tersedia. Tugas observer yaitu mengamati aktivitas setiap kelompok. Satu kelas terdiri dari 4 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang siswa. Pada lembar observasi terdapat 10 aspek kategori dalam ranah afektif kemudian observer harus mengisi sesuai keadaan dengan rentang skor 1, 2, 4, dan 5. Berdasarkan skala tersebut didapatkan skor maksimal 50. Berikut merupakan hasil observasi kelompok aspek afektif siswa pada siklus I.
Tabel 4.3 Hasil Observasi Kelompok Aspek Afektif Siswa Siklus I No Kelompok Indikator Total % Ket.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Hijau 2 5 2 3 2 4 2 2 2 5 29 58 Sedang 2 Ungu 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 47 94 Tinggi 3 Merah 4 5 4 4 2 4 2 2 2 5 34 68 Tinggi 4 Biru 5 5 4 5 5 5 4 4 2 5 44 88 Sangat Tinggi Persentase Kelompok Kategori Tinggi
3
1
= Tinggi
Hasil observasi siklus I menunjukkan aspek afektif siswa dikategorikan tinggi dengan persentase kelompok kategori tinggi yang didapat yaitu 75%.
d. Evaluasi
Pada pertemuan ketiga diadakan evaluasi berupa post-test siklus I untuk mengetahui pemahaman dan peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Post-test I diadakan pada hari Selasa, 26 April 2016 selama 60 menit di ruang kelas VIII-B SMP Budi Mulia Minggir. Hasil post-test II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.4 Hasil Post-Test Siklus I
No Hasil Belajar Nilai
1. Nilai Rata-rata 39,4
2. Nilai Tertinggi 96,9
3. Nilai Terendah 16
4. Jumlah siswa yang mendapat nilai 75 2 5. Jumlah siswa yang mendapat nilai 75 16
6. Persentase Ketuntasan 10%
Proses pembelajaran siklus I berjalan dengan cukup baik, namun dari hasil post-test menunjukkan hasil yang tidak memuaskan karena rata-rata kelas belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Hasil post-test pada siklus I ini memperoleh nilai rata-rata 39,4 dan persentase siswa yang tuntas KKM sebanyak 10%. Sehingga dapat dilihat indikator ranah kognitif masih belum mencapai target yang diinginkan, dimana nilai rata-rata yang ditargetkan adalah 75. Begitu pula dengan persentase KKM yang belum mencapai target yaitu 75% tuntas maka dilakukan proses pembelajaran siklus II.
e. Refleksi
Proses pembelajaran pada siklus I telah berjalan dengan baik, meskipun hasil tes evaluasi masih belum mencapai target yang diinginkan karena hasil post-test pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 39,4 dan persentase siswa yang tuntas KKM sebanyak 10%, tetapi hasil observasi ranah afektif siswa dikategorikan tinggi dengan persentase yang diperoleh yaitu 75%. Oleh karena itu, peneliti melaksanakan pembelajaran siklus II yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar ranah kognitif siswa kelas VIII-B SMP Budi Mulia Minggir.
2. Siklus II
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan siklus II ini, peneliti menyusun perencanaan baru bersama guru mengenai tindakan yang akan
dilakukan selanjutnya untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan hal yang dirasa kurang pada proses pembelajaran siklus I.
b. Pelaksanaan
Pada pertemuan pertama, siswa sudah diberi pengarahan dan soal-soal latihan untuk mempersiapkan pelaksanaan Snowball Throwing pada pertemuan selanjutnya. Pada pertemuan kedua, siswa berkumpul dalam kelompok seperti kelompok pada siklus I dan melaksanakan kegiatan Snowball Throwing menurut langkah-langkah yang telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Pada pertemuan ketiga siswa mengerjakan soal post-test siklus II dan kuisioner motivasi akhir.
c. Observasi
Pada tahap observasi pada siklus II kurang lebih sama seperti observasi pada siklus I, yaitu dilakukan pengamatan terhadap aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran siklus II. Kegiatan observasi dibantu oleh teman sejawat sebagai observer dan hasil observasi ditulis pada lembar observasi yang telah tersedia. Berikut merupakan hasil observasi kelompok siswa pada siklus II.
Tabel 4.5 Hasil Observasi Kelompok Aspek Afektif Siswa Siklus II
No Kelompok Indikator Total % Ket.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Hijau 2 5 4 4 2 4 2 2 2 5 32 64 Tinggi 2 Ungu 5 5 5 5 4 5 4 4 3 5 45 90 Sangat Tinggi 3 Merah 4 5 4 5 4 5 2 2 2 5 38 76 Tinggi
No Kelompok Indikator Total % Ket. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
4 Biru 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 47 94 Sangat Tinggi Persentase Kelompok Kategori Tinggi 1
= 1
Sangat Tinggi
Hasil observasi siklus II menunjukkan peningkatan pada aspek afektif siswa menjadi 100%. Peningkatan terjadi sebanyak 25% dan hasil observasi kelompok aspek afektif siswa siklus II dikategorikan sangat tinggi.
d. Evaluasi
Pada pertemuan ketiga siklus II diadakan evaluasi berupa post-test siklus II untuk mengetahui pemahaman dan peningkatan hasil belajar pada siklus I dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing. Post-test II diadakan pada hari Selasa, 3 Mei 2016 selama 60 menit di ruang kelas VIII-B SMP Budi Mulia Minggir. Hasil post-test II dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6 Hasil Post-Test Siklus II
No Hasil Belajar Nilai
1. Nilai Rata-rata 75,9
2. Nilai Tertinggi 97
3. Nilai Terendah 32,3
4. Jumlah siswa yang mendapat nilai 75 15 5. Jumlah siswa yang mendapat nilai 75 5
6. Persentase Ketuntasan 75%
e. Refleksi
Pada kegiatan siklus II siswa terlihat lebih siap dibanding kegiatan siklus I. Dalam diskusi kelompok siswa saling bekerjasama membuat soal beserta jawabannya dan dalam waktu yang lebih cepat dibanding kegiatan Snowball Throwing siklus I.
Gambar 4.4 Siswa membuat soal untuk kegiatan Snowball Throwing siklus II
Gambar 4.5 Siswa mengerjakan soal yang telah ditukar dengan kelompok lain
Dari hasil post-test siklus II menjukkan peningkatan hasil belajar ranah kognitif dengan nilai rata-rata 75,9 dan persentase siswa yang tuntas sebanyak 75%. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai rata-rata dan persentase ketuntasan siswa telah mencapai target yang diinginkan. Pada ranah afektif dari hasil observasi yang dilakukan juga menunjukkan peningkatan sebesar 25% sehingga persentase kelompok kategori tinggi menjadi 100%, sehingga dapat dikatakan bahwa hasil observasi kelompok aspek afektif siswa dikategorikan sangat tinggi.