• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Persamaan dengan salah satu penelitian tugas akhir ini adalah pada objek penelitian persediaan barang dagangan, sama-sama memilih Toko yang menjual makanan dan minuman grosir, hanya saja metode yang dipakai berbeda dan juga karena semua hasil penelitian terdahulu masih menggunakan sistem manual dalam proses pencatatan perusahaannya. Sedangkan perbedaan antara hasil penelitian terdahulu dengan hasil penelitian tugas akhir ini adalah :

1. Perbedaan dengan hasil penelitian milik Maulida Rahmah (2017) yaitu tentang metode yang ingin di terapkan pada tempat penelitian, dimana pada penelitian Maulida Rahmah adalah penilaian persediaan barang dagangan pada UD Prima Diesel Banjarmasin menggunakan metode rata-rata tertimbang yang sesuai PSAK No.14 sedangkan tugas akhir ini adalah menentukan harga pokok persediaan barang dagangan yang mengacu kepada SAK ETAP 2013 yaitu menggunakan rumus biaya rata-rata bergerak. Perbedaan lainnya yaitu pernelitian terdahulu

menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 sedangkan pada tugas akhir ini program aplikasi yang digunakan adalah Delphi XE8. Perbedaan lainnya yaitu Maulida Rahmah memilih UD Prima Diesel Banjarmasin sebagai objek penelitian yang dimana UD Prima Diesel Banjarmasin tersebut bergerak dibidang perdagangan mesin dan alat-alat lainnya. Sedangkan penulis menjadikan Toko Ina Banjarmasin yang bergerak di bidang perdagangan makanan dan minuman ringan secara grosiran sebagai objek.

2. Perbedaan dengan hasil penelitian Olivia Novita (2018) yaitu tentang metode yang ingin di terapkan pada tempat penelitian, dimana pada penelitian Olivia Novita adalah penentuan harga pokok persediaan barang dangang pada Toko Zahra Banjarmasin menggunakan metode rata-rata tertimbang yang sesuai dengan SAK ETAP. Perbedaan lainnya yaitu penelitian terdahulu menggunakan Microsoft Visual Basic 2015 sedangkan pada tugas akhir ini program aplikasi yang digunakan adalah Delphi XE8.

18 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

(Menurut Sugiono) (2013:14) “Suatu kajian yang rinci tentang satu latar, atau subjek tunggal, atau satu tempat penyimpanan dokumen, atau suatu peristiwa tertentu dari studi kasus tersebut”

Penulis didalam penelitian ini memilih studi kasus, karena dapat melakukan penelitian secara terperinci terhadap obejek yang diteliti. Peneliitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa pembuatan program aplikasi persediaan barang dagangan dengan menggunakan metode Fifo menggunakan Delphi XE8 Pada Toko Ina Banjarmasin.

B. Variabel Penelitian

Agar tidak salah dalam mengartikan maksud untuk suatu istilah pokok yang sangat penting dan diperlukan dalam penelitian, maka diperlukan adanya pendefinisian variabel sebagai pedoman. Beberapa variabel yang terdapat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Persediaan Barang Dagangan

Persediaan Barang Dagangan merupakan barang yang dibeli untuk dijual kembali. Persediaan barang dagangan pada TOKO INA BANJARMASIN adalah produk makanan dan minuman seperti Indomie Goreng, Oreo Soft Cake dan lain-lain.

“Secara umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukan barang-barang yang dimiliki untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual”. Baridwan (2004:149)

2. Penentuan Harga Pokok Persediaan Barang Dagang

Dalam penentuan harga pokok persediaan barang dagangan adalah menentukan harga pokok persediaan barang yang ingin dijual oleh TOKO INA BANJARMASIN. Dimana dengan adanya program aplikasi persediaan akan lebih tersistem dengan menggunakan metode FIFO.

3. Program Aplikasi Persediaan Barang Dagangan

Program aplikasi adalah sistem informasi dari sebuah desain sampai pada level implementasi sistem. Program aplikasi persediaan barang dagangan adalah mendesain dan mengimplementasikan perangkat lunak yang akan digunakan oleh TOKO INA BANJARMASIN dengan menggunakan Delphi XE8 sebagai frond end dan Xampp sebagai back end dalam hal penentuan harga pokok persediaan barang dagangan dengan rumus metode FIFO.

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis Data yang dikumpulkan adalah: a. Data Kuantitatif

Herdianyah (2013:9) “Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan”. Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data penjualan, data pembelian, dan daftar harga barang dagangan yang dijual di TOKO INA BANJARMASIN.

b. Data Kualitatif

Haris Herdiansyah (2013:10) “Data kualitatif adalah data yang bukan berbentuk angka atau nominal tertentu, tetapi lebih sering berbentuk kalimat pernyataan, uraian, deskripsi yang mengandung suatu makna dan nilai tertentu. “Data Kualitatif

20

dalam penelitian ini adalah seperti sistem persediaan pada TOKO INA BANJARMASIN.

2. Sumber Data

Sumber Data dalam penelitian ini adalah : a. Sumber Primer

“Data Primer merupakan data yang didapat atau dikumpulkan oleh peneliti dari sumber pertamanya”. Suryabrata (2015:39)

Data primer dalam penelitian ini seperti sejarah singkat toko tersebut, dan struktur organisasi pada TOKO INA BANJARMASIN.

b. Sumber Sekunder

“Data Sekunder merupakan data yang biasanya dikumpulkan dalam bentuk dokumen-dokumen”.

Suryabrata (2015:39)

Data Sekunder dalam penelitian ini adalah data pembelian barang, data penjualan barang, daftar harga barang, daftar nama barang, stok barang, pada TOKO INA BANJARMASIN.

D. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk memperoleh dan mengumpulkan data-data Toko Ina Banjarmasin yaitu sebagai berikut ini:

1. Wawancara

“ Wawancara mendalam secara umum adalah proses mengambil dan memperoleh informasi untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau disebut orang yang diwawancarai , dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam

kehidupan social yang relative lama. Penulis melakukan wawancara langsung dengan pemilik toko tersebut. Materi wawancara berkaitan langsung dengan objek penelitian yang akan dibahas oleh penulis, yaitu tentang sejarah, kegiatan penjualan dan pembelian barang dagangan serta harga barang-barang yang dijual disana. Widodo (2017:74)

2. Dokumentansi

“Dokumentasi yang menjelaskan cara sistem kerja, termasuk siapa, apa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana entri data, pengolahan data, penyimpanan data, output informasi, dan sistem pengendalian” Widodo (2017:74)

E. Teknik Analisis Data

“Analisis data adalah suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain” Beberapa tahapan yang penulis lakukan dalam penentuan metode Fifo dengan menggunakan Delphi XE8 pada Toko Ina Banjarmasin yaitu sebagai berikut:

1. Analisis Penentuan Harga Perolehan dan Harga Pokok Penjualan Persediaan

Penulis membuat analisa terhadap permasalahan yang diangkat, yaitu tentang penentuan harga pokok perolehan dan harga pokok penjualan persediaan barang dagangan dengan metode fifo dengan cara mengumpulkan data yang berhubungan dengan persediaan barang dagangan baik data pembelian maupun data penjualan yang ada pada TOKO INA BANJARMASIN.

2. Penentuan Harga Pokok Perolehan dan Harga Pokok Penjualan Persediaan

22

Penulis membuat penentuan harga perolehan dan harga pokok penjualan persediaan barang dagangan dengan menggunakan metode FIFO pada TOKO INA BANJARMASIN.

3. Desain Program Aplikasi a. Desain database

1. Desain Tabel

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat desain tabel yang diperlukan sesuai kebutuan dan kondisi perusahaan dalam pembuatan rancang bangun program aplikasi persediaan barang dagangan. Contohnya seperti tabel barang, tabel pelanggan. Dan lain-lain.

2. Relasi Antar Tabel

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat relasi antar tabel dalam bentuk normal ketiga (3NF) sehingga tidak terjadi perulangan sistem tersebut.

b. Desain masukan

Membuat desain masukan yang terdiri dari desain barang, desain pemasok, desain merek, desain jenis barang, desain kartu persediaan, desain transaksi penjualan, serta desain transaksi pembelian, dan desain satuan.

c. Desain keluaran

Pada tahap ini yang dilakukan adalah membuat desain keluaran seperti laporan daftar setiap master data, laporan pembelian, laporan penjualan, laporan kartu persediaan barang toko ina.

4. Implementasi

Implementasi yaitu mengumpulkan dan mencatat semua transaksi yang dilakukan pada TOKO INA BANJARMASIN sehingga dapat membuat program aplikasi persediaan menggunakan delpi XE8 yang kemudian dapat dilakukan pengujian dan pengoperasian program tersebut berdasarkan desain-desain yang telah dibuat sehingga dapat dibandingkan dengan sistem yang dipakai sebelumnya sehingga secara manual dengan sistem yang telah terkomputerisasi dan dikembangkan.

24 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat Toko Ina Banjarmasin

Toko Ina Banjarmasin berdiri pada tahun 1998, dan didirikan langsung oleh Ibu Ina. Nama Ina tersebut diambil dari panggilan sehari hari dari ibu Paulina sari sendiri, toko tersebut tentunya juga mempunyai no SIUP (IUMK/0078/X-BANTIM//2016) dan no NPWP (83.916.871.3-731.000). Toko ini bergerak dibidang usaha jual makanan dan minuman ringan secara grosir. Toko Ina Banjarmasin ini beralamat di Jl. Pandu Km 3,5 Banjarmasin Timur.

Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Berdirinya usaha ini didasarkan adanya pemikiran tentang peluang usaha yang sangat menjanjikan, kerena Toko tersebut juga bearada ditengah pasar.

Sejak berdirinya toko tersebut banyak mengalami pasang surut dalam berisnis makanan dan minuman ringan diantaranya harga barang bisa mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak bisa dihindari

2. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dalm perusahaan mempunyai peranan yang sangat penting, sebab dengan struktur organisasi yang baik akan diketahui pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari masing-masing jabatan. Selain itu struktur organisasi yang baik sangat membantu kelancaran fungsi perusahaan tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan atau direncanakan sebelumnya. Adapun struktur organisasi yang ada pada Toko Ina Banjarmasin sebagai berikut:

Bagan 1

Struktur Organisasi Toko Ina Banjarmasin

PEMILIK TOKO

a. Pemilik Toko

Tugas dan tanggung jawab pemilik toko adalah sebagai berikut: 1. Mengelola mengatur dan memimpin seluruh aktivitas toko 2. Menghubungi pemasok untuk memesan barang

3. Menerima hasil dari seluruh bagian dan pengambilan keputusan untuk perencanaan yang akan datang

b. Kasir

Tugas dan tanggung jawab kasir sebagai berikut:

1. Mengelola transaksi penjualan dan pembelian barang 2. Melayani kebutuhan pelanggan

3. Membuat catatan pembelian barang, dagangan yang akan dilaporkan ke pemilik toko

4. Menyimpan nota nota penjualan c. Admin

Tugas dan tanggung jawab admin adalah sebagai berikut: 1. Membuat laporan persediaan barang

2. Membuat laporan penjualan yang disuruh oleh pemilik toko

3. Bertugas untuk menginput (memasukan) data penjualan yang dikerjakan 3. Metode pencatatan persediaan barang dagangan Toko Ina Banjarmasin

Selama ini pencatatan barang dagangan ditoko Ina Banjarmasin masih dilakukan secara manual. Apabila saat transaksi pembelian barang dagangan yang dibeli akan dicatat kedalam buku khusus pencatatan pembelian barang dagangan, dan saat transaksi penjualan toko Ina tidak mnencatat penjualan barang yang dijual, dan hanya menyimpan nota penjualannya saja dan juga menghitung persedian barang yang ada digudang tanpa adanya kartu persediaan. Pencatatan yang dilakukan dengan cara tersebut maka toko akan memerlukan tenaga, waktu dan biaya yang lebih banyak.

Toko Ina Banjarmasin tidak menggunakan metode penentuan persediaan barang dagangan dalam kegiatan usahanya. Adapun beberapa bukti nota penjualan dan pembelian yang ada di Toko Ina Banjarmasin, dibawah ini adalah beberapa contoh nota penjualan dan pembelian yang ada di Toko Ina Banjarmasin yaitu sebagai berikut :

26

Gambar 4.1

Bentuk Fisik Nota Penjualan

Gambar 4.2

Bentuk Fisik Nota Pembeliaan

4. Analisis yang berjalan pada Toko Ina Banjarmasin

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada toko Ina maka dapat penulis sampaikan bahwa pengolahan data pada toko tersebut masih secara manual. Arti manual disini adalah menghitung jumlah transaksi penjuala dan transaksi pembelian masih

satu persatu nota transaksi dianggap sangat lambat.

Informasi mengenai jumlah persediaan barang dagangan juga masih dilakukan hanya dengan melihat barang dagangan yang bersangkutan ditempat penyimpanan dengan cara pengitungan persediaan tersebut akan memperlambat pemilik toko untuk mengambil keputusan mengenai pembelian barang persediaan.

28

a. Berikut adalah gambar sistem yang berjalan (Flowchart) transaksi yang berada ditoko Ina Banjarmasin.

Gambar 4.3 Flowchart

Dokumen terkait