BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang berjudul “Peningkatan prestasi Belajar Tentang Letak Negara-Negara di Asia Tenggara Pada Peta Buta dengan Menggunakan Metode Kerja Kelompok Bagi Siswa Kelas VI SD Kanisius Gowongan Tahun Ajaran 2009/2010” dilaksanakan pada bulan Februari 2010
1.Kegiatan Siklus I
Penelitian dilaksanakan pada kelas VI SD Kanisius Gowongan yang digunakan sebagai subyek penelitian dengan jumlah siswa 10 siswa. Kelas VI ini merupakan lanjutan kelas V yang semula berjumlah 11 siswa namun 1 orang siswa pindah ke sekolah lain.
Penelitian direncanakan sebanyak dua siklus dengan materi yang berbeda tetapi masih terkait satu dengan yang lain dan masih dalam satu standar kompetensi.
Pola kegiatan pembelajaran dalam metode kerja kelompok kedua siklus yaitu secara kelompok dan individu. Kegiatan pembuatan rangkuman materi pembelajaran dilakukan dalam kerja kelompok setiap siklusnya. Sedangkan kegiatan tes hasil belajar dilakukan secara individu juga dalam setiap siklusnya.
Penelitian dilakukan menggunakan metode kerja kelompok yang dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pelaksanaan penelitian
direncanakan sebanyak dua siklus dengan target nilai rata-rata hasil belajar pada
akhir penelitian siklus II minimal 70,0 dari jumlah siswa kelas VI SDK
Gowongan yang berjumlah sebanyak 10 siswa.
a. Pelaksanaan Siklus I
Kegiatan Siklus I dilaksanakan dua kali yaitu hari selasa tanggal 2
Februari 2010 selama dua jam pelajaran yaitu pukul 07.00 - 08.45.
Pada siklus ini menggunakan metode kerja kelompok pada pembelajaran IPS
Terpadu kelas VI SDK Gowongan Tahun pelajaran 2009-2010.
Pembelajaran IPS Terpadu yang dilaksanakan pada siklus I dengan
indikator pencapaian sebagai berikut:
a. Menceritakan sejarah singkat berdirinya ASEAN
b. Menunjukkan nama dan letak negara-negara anggota ASEAN pada peta
buta
c. Menunjukkan nama dan letak ibu kota negara-negara di Asia Tenggara
pada peta buta.
d. Menunjukkan jenis dan tempat industri kerjasama negara-negara anggota
ASEAN pada peta buta
Indikator tujuan pembelajaran ini dicapai dengan melaksanakan metode
kerja kelompok, dengan disediakan beberapa sumber belajar. Pada penelitian
ini sumber belajar yang disiapkan adalah peta, globe, atlas, buku IPS, buku
Tujuan menggunakan beberapa sumber belajar adalah agar siswa
menemukan banyak ide dalam menyelesaikan permasalahan dari materi yang
dibahas.
Pembelajaran pada pelaksanaan siklus I terdiri dari 2 kelompok, yang
masing-masing beranggotakan 5 siswa. Anggota dari masing-masing kelompok
bersifat heterogen.
Pada kegiatan awal setelah penyampaian tujuan pembelajaran
masing-masing kelompok menyiapkan sumber belajar yang diperlukan.
Pada kegiatan proses pembelajaran siswa aktif bekerja sama dengan
kelompoknya untuk mencari data dan fakta dari berbagai sumber belajar.
Pada tahap ini didalam menyelesaikan tugasnya siswa bekerjasama dengan
anggota kelompoknya untuk menemukan arti kode-kode dari peta buta melalui
proses pencarian baik di atlas, peta, maupun sumber yang lain.
Setelah selesai mengerjakan LKS masing-masing wakil dari kelompok
mempresentasikan hasil temuannya. Pada saat presentase selain membacakan
kode pada peta buta juga menunjukkan letaknya pada peta. Kelompok yang lain
bertugas mengoreksi dan menilai presentasi penunjukan pada peta buta tersebut.
Bila hasil temuanya telah dibahas bersama, masing-masing kelompok
bertanggung jawab atas anggota kelompoknya untuk dapat menjelaskan
kode dari peta buta tersebut, secara bergiliran menunjuk dan menyebutkan
b. Hasil Penelitian siklus I
Pengukuran dari siklus I dilakukan tes. Data hasil tes pada siklus I adalah
sebagai berikut:
Tabel 4: data hasil tes siklus I
NO NAMA NILAI TUNTAS TIDAK TUNTAS 1 Christian 88 tuntas - 2 Jonah 70 tuntas - 3 Laras Ayu 77 tuntas - 4 Charla 83 tuntas - 5 Krisna 87 tuntas - 6 Novita 77 tuntas
7 Lydia 35 - Tidak tuntas 8 Widianingrung 75 tuntas -
9 Alfa 26 - Tidak tuntas 10 Arjun 70 tuntas -
JUMLAH 688 8 2 Persentase 68,8% 80% 20%
Penghitungan data nilai hasil belajar siklus I
Σ x
PM = X 100%
ΣN PM =persentasi nilai
Σ x = Jumlah nilai siswa satu kelas N = Jumlah siswa 688 PM = X 100% 10 = 68,8% Σ T PT = X 100% Σ N PT = persentasi ketuntasan
Σ T = Jumlah nilai siswa tuntas satu kelas N = Jumlah siswa
8
PT = X 100%
10
c. Refleksi Siklus I
Pada pembelajaran siklus 1 siswa tampak aktif mencari data tentang
sejarah ASEAN dan konsep kerjasama dengan negara-negara tetangga dari buku
sumber yang ada, mereka bekerjasama dengan anggota kelompoknya, namun ada
kelompok yang mengalami kesulitan karena buku sumbernya tidak lengkap,
sehingga guru meroling buku sumber dari kelompok lain. Dalam hal ini kelihatan
sekali solidaritas antar teman dalam pembelajaran IPS terwujud sebagai dampak
positif.
Proses penemuan nama dan letak negara-negara di Asia Tenggara dalam
bekerjasama bermacam-macam. Ada yang mencari dengan menggunakan atlas,
ada yang menggunakan peta Asia yang terpampang di dinding, ada juga yang
mencari di globe. Hal ini disebabkan karena kurangnya sumber belajar yang
tersedia pada masing-masing kelompok sedangkan rasa ingin tahu anak sangat
besar.
Berdasarkan hasil pengamatan terdapat siswa yang aktif tetapi cuma
sebentar kemudian pasif sebelum tugas selesai, ada juga siswa yang diam dan
hanya mencontoh pekerjaan teman. Hal ini mungkin karena siswa tersebut sudah
mempercayakan pada teman sekelompoknya yang dianggap memiliki kemampuan
lebih untuk menyelesaikannya. Pada pembagian kelompok siklus I anggota
kelompok terlalu banyak sehingga menimbulkan ketergantungan dari beberapa
Kendala yang muncul pada pelaksanaan siklus I, mencakup hal-hal yang
bersifat negatif antara lain:
a). Terbatasnya jumlah buku sebagai sumber belajar, mengakibatkan kesulitan
siswa untuk menemukan informasi.
b). Siswa yang kurang gemar membaca, menjadi kurang teliti dalam menemukan
informasi.
c). Jumlah anggota kelompok yang terlalu besar, mengakibatkan ada beberapa
siswa yang bergantung pada siswa yang lain dalam kelompoknya
Pada pelaksanaan penelitian siklus I terdapat beberapa hal yang muncul dan
mempunyai aspek positif, antara lain:
a). Penyediaan sumber belajar yang bervariasi menjadikan siswa tampak aktif
dalam mengikuti pembelajaran melalui proses pencarian informasi untuk
menemukan data dan fakta.
b). Bagi siswa yang gemar membaca dengan adanya judul buku yang bervariasi
menumbuhkan semangat keingintahuan siswa terhadap berbagai hal.
c). Metode kerja kelompok menjadikan siswa belajar mandiri dimana guru tidak
terlalu mendominasi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dan dapat
memupuk kerjasam dalam membangun pengetahuannya dengan bantuan atlas,
2. Kegiatan Siklus II
Untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran pada siklus ini, satu hari
sebelumnya peneliti telah memberitahukan kepada siswa bahwa untuk pertemuan
yang akan datang akan belajar peta buta tentang letak negara-negara Asia tenggara
pada peta buta menggunakan metode kerja kelompok. Hal ini dilakukan peneliti
untuk memotivasi siswa agar sedapat mungkin mencari berbagai informasi dan
konsep tentang letak negara-negara Asia tenggara pada peta, sehingga dalam kerja
kelompok yang akan dibuat diharapkan siswa sudah memiliki informasi dari hasil
membaca.
Kegiatan siklus II direncanakan dibuat tiga kelompok, dua kelompok terdiri
dari tiga siswa dan satu kelompok terdiri dari empat siswa. Alokasi waktunya
3x35 menit atau dua kali pertemuan dengan rincian dua jam pelajaran untuk
pembelajaran dengan metode kerja kelompok dan satu jam pelajaran untuk
mengerjakan soal tes tertulis secara individu.
Materi yang diajarkan mengenai letak negara-negara Asia tenggara pada peta
buta. Adapun metode yang digunakan sama dengan metode pada siklus I yaitu
metode kerja kelompok yang membedakannya adalah jumlah anggota
kelompoknya., dimana pada siklus II jumlah anggota kelompoknya lebih sedikit
dibanding dengan jumlah anggota kelompok pada siklus II.
a. Pelaksanaan Siklus II
Pelaksanaan pada siklus II diikuti oleh 10 siswa. Kegiatan pertama yang
Peneliti mencoba mengeksplorasi pengetahuan yang dimiliki siswa tentang
negara-negara di Asia tenggara. Hal ini dilakukan untuk mengetahui siswa yang
sudah mencari informasi tentang negara-negara Asia tenggara dan yang belum
sekaligus untuk membantunya.
Kegiatan siswa selanjutnya adalah menyelesaikan tugas secara
berkelompok. Hal ini sesuai dengan metode pembelajaran yang peneliti gunakan
yaitu metode kerja kelompok. Dalam kerja kelompok ini siswa saling bekerjasama
dengan anggota kelompoknya didalam menyelesaikan tugas.
Kegiatan pembelajaran berikutnya dalam siklus II yaitu siswa
mengerjakan soal tes tertulis secara individu untuk mengetahui prestasi belajar
siswa. Jumlah soal sebanyak 20 butir yang terdiri dari soal isian singkat. Waktu
mengerjakan soal adalah 35 menit. Kegiatan akhir siklus II adalah mengadakan
penilaian.
Materi pembelajaran pada siklus II masih mengacu pada sub materi
pokok tentang keadaan alam negara-negara di Asia Tenggara. Adapun tujuan
pembelajaran pada siklus II meliputi :
1. Menjelaskan perlunya membentuk kerjasama ASEAN
2. Mengidentifikasi batas-batas negara-negara di Asia Tenggara
3. Menunjukkan letak keadaan alam negara-negara di Asia Tenggara pada peta
buta Berdasarkan analisis data maupun refleksi dari siklus I, maka tindakan
peneliti pada siklus II terdapat perbedaan dengan tindakan pada siklus I. Untuk
mengatasi kesulitan siswa karena jumlah sumber belajar pada siklus I kurang
Sedangkan untuk mengatasi ketergantungan beberapa siswa terhadap
anggota kelompok lainnya, pembentukan kelompok pada siklus II jumlah anggota
kelompok diperkecil berkisar antara 3 – 4 anak. Secara rinci ada dua kelompok
beranggotakan 3 anak dan ada satu kelompok beranggotakan 4 anak.
b. Hasil Penelitian Siklus II
Berdasarkan tes tertulis pada siklus II yang merupakan tes prestasi hasil
belajar yang dilakukan pada tanggal 16 Februari 2010 diperoleh data nilai
prestasi sebagai berikut:
Tabel 5: data hasil tes siklus II
NO NAMA NILAI TUNTAS TIDAKTUNTAS 1 Christian 90 tuntas -
2 Jonah 73 tuntas - 3 Laras Ayu 79 tuntas - 4 Charla 85 tuntas - 5 Krisna 90 tuntas - 6 Novita 78 tuntas
7 Lydia 40 - tidak tuntas 8 Widianingrung 80 tuntas -
9 Alfa 32 - tidak tuntas 10 Arjun 75 tuntas -
JUMLAH 722 8 2 Ratarata/ 72,2 / 80% 20%
Penghitungan data nilai hasil belajar siklus II
Σ x
PM = X 100%
ΣN PM =persentasi nilai
Σ x = Jumlah nilai siswa satu kelas N = Jumlah siswa 722 PM = X 100% 10 = 72,2 Σ T PT = X 100% Σ N PT = persentasi ketuntasan
Σ T = Jumlah nilai siswa tuntas satu kelas N = Jumlah siswa
8
PT = X 100%
10
c. Refleksi siklus II
Proses Pembelajaran pada siklus II masih tetap menarik dan
menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran menggunakan metode kerja kelompok
dengan jumlah kelompok 3 siswa dan ada satu kelompok yang anggotanya 4
siswa. Hasilnya berkembang lebih baik, siswa lebih aktif dan semua punya
tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas secara bersama-sama, hal ini
menjadikan pembelajaran juga lebih efektif.
Hasil pembelajaran dengan metode kerja kelompok pada siklus II
dilaksanakan dengan baik. Siswa saling membantu dan bekerjasama dalam
menyelesaikan tugas.
Jumlah anggota kelompok yang sedikit membuat semua siswa merasa
punya tanggungjawab dengan tugas yang ada dan peneliti juga merasa lebih
mudah dalam mengamati kerja sama siswa dalam kelompok. Metode kerja
kelompok pada pembelajaran siklus II ini mampu meningkatkan prestasi belajar
siswa, hal ini terbukti dengan meningkatnya nilai tes prestasi hasil belajar.
Namun demikian, peneliti masih menemukan kendala yang muncul pada
pelaksanaan siklus II, antara lain:
1). Peneliti tidak menyangka masih ada siswa yang belum menguasai konsep
tentang kenampakan alam yang merupakan dasar untuk mempelajari materi
kenampakan alam negara-negara di Asia Tenggara, ini mengakibatkan siswa
tersebut salah dalam mengidentifikasi simbol-simbol kenampakan alam pada peta
buta
Pada pelaksanaan siklus II telah diperbaiki beberapa kendala yang pada
siklus I, sehingga pelaksanaan pembelajaran lebih aktif dan efektif. Keefektifan
pada pelaksanaan siklus II tampak pada hasil refleksi sebagai berikut:
a). Jumlah anggota kelompok yang tidak terlalu besar dapat menumbuhkan rasa
tanggung jawab terhadap semua anggota kelompok.
b). Jumlah sumber belajar yang memadai mampu meningkatkan keaktifan beres
dan menimbulkan motivasi dalam belajar, hal ini tampak dari siswa yang lebih
aktif dan bersemangat dalam menyelesaikan tugas.
c). Pelaksanaan metode kerja kelompok menjadikan siswa lebih aktif dalam
proses pembelajaran dan dapat memupuk kerjasama dan saling membantu
antar anggota kelompok
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam memberikan tindakan
penelitian antara lain:
1). Perlunya mengetahui kemampuan dasar siswa, hal ini bisa dilakukan dengan
pretes.
2). Pentingnya jumlah fasilitas dan sumber belajar yang lengkap dan berfariasi.
3). Pembentukan kelompok jangan terlalu banyak agar semua siswa anggota
kelompok dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
4). Memberi kesempatan bagi anggota kelompok untuk sharing antar anggota
kelompok terhadap hasil temuannya.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, maka peneliti akan
mengantisipasi berbagai kemungkinan dalam pelaksanaan pembelajaran dengan