• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII-3 SMP Negeri 2 Sungguminasa yang terdiri dari 29 peserta didik, di mana pemilihan subjek dilakukan pada saat observasi dengan cara mewawancarai salah satu guru mata pelajaran pendidikan matematika di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Kemudian 29 Peserta didik kelas VIII-3 SMP Negeri 2 Sungguminasa selanjutnya di tes yang dilaksanakan pada hari Rabu, 16 September 2020. Mula-mula yang dilakukan oleh peneliti yaitu memberikan tes kemampuan berpikir kritis dengan penskoran Graded Rensponse Models (GRM) yang berupa tes uraian (essay) secara online atau daring menggunakan aplikasi google meet pada pukul 10.34 sampai 11.00 Wita. Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan menggunakan model penskoran Graded Rensponse Models (GRM) menurut Ennis (1987) dalam Gusrianti (2018: 19), peneliti memilih tiga peserta didik, yaitu 1 peserta didik yang mempunyai kemampuan berpikir kritis tinggi (BKT), 1 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis sedang (BKS) dan 1 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis rendah (BKR) agar diwawancarai pada hari Jum’at, 17 September 2020, terkait dengan jawaban yang peserta didik sudah tuliskan agar bisa menggali lebih dalam kemampuan berpikir kritis ketiga subjek yang sudah dipilih tersebut.

Perolehan data hasil tes kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan model penskoran Graded Rensponse Models (GRM) pada kelas

VIII-3 SMP Negeri 2 Sungguminasa. Berikut ini data keseluruhan hasil tes yang didapatkan peserta didik pada setiap butir soal di SMP Negeri 2 Sungguminasa Tahun Pelajaran 2020/2021 ditabulasi/disusun dalam tabel 4.1 berikut:

Tabel 4.1 Distribusi Skor Hasil Tes Kemampuan Berpikir Kritis yang Diperoleh Peserta didik pada Setiap Butir Soal

No. Nama Peserta

Didik

Skor Tiap Butir

Soal Total

Skor Nilai Kriteria

1 2 3 1 SR 16 24 16 56 85 Tinggi 2 MDIR 14 14 18 46 76 Tinggi 3 MF 14 14 18 46 73 Sedang 4 MEY 14 14 18 46 73 Sedang 5 SRM 14 14 12 40 64 Sedang 6 AQS 14 8 12 34 63 Sedang 7 RR 14 14 12 40 63 Sedang 8 AKSR 14 14 12 40 63 Sedang 9 AEWP 14 14 12 40 63 Sedang 10 AA 14 10 12 36 63 Sedang 11 MES 14 14 12 40 63 Sedang 12 FFS 14 14 12 40 63 Sedang 13 IAA 14 14 12 40 63 Sedang 14 RH 14 14 12 40 63 Sedang 15 NAMS 12 8 18 38 62 Sedang 16 SW 12 8 18 38 62 Sedang 17 SDS 12 8 18 38 62 Sedang 18 AAL 12 8 18 38 62 Sedang 19 AMFA 12 8 18 38 62 Sedang 20 AAK 14 6 18 38 61 Sedang 21 RQ 14 6 18 38 61 Sedang 22 SAS 14 6 18 38 61 Sedang 23 PO 14 6 18 38 61 Sedang 24 NH 10 12 12 34 50 Rendah 25 AJ 10 8 12 30 50 Rendah 26 RJ 10 6 12 28 47 Rendah 27 NF 8 6 12 26 38 Rendah 28 RKAN 6 8 12 26 35 Rendah 29 F 6 6 6 18 0 Rendah

Dari tabel 4.1 terlihat bahwa terdapat dua dari 29 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori tinggi, 14 dari 29 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori sedang, dan 13 dari 29 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori rendah.

Berdasarkan tabel 4.1 yaitu distribusi skor hasil tes kemampuan berpikir kritis yang didapatkan peserta didik pada setiap butir soal, peneliti memilih satu peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori tinggi, satu peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori sedang dan satu peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis kategori rendah. Seperti yang terdapat pada tabel berikut:

Tabel 4.2 Subjek Penelitian

No. Inisial Peserta Didik Kode

1 SR BKT

2 MF BKS

3 RKAN BKR

Berdasarkan data hasil tes tertulis dan wawancara, maka berikut terdapat proses analisis kemampuan berpikir kritis peserta didik menggunakan Graded

Response Models (GRM) pada pembelajaran relasi dan fungsi.

1. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis peserta didik Subjek BKT

menggunakan Graded Response Models (GRM) dalam pembelajaran

relasi dan fungsi

Pada bagian ini akan dianalisis data hasil tes tertulis kemampuan berpikir kritis dan data hasil wawancara peserta didik untuk setiap soal. Subjek pertama yang dipilih adalah peserta didik yang mempunyai nilai tertinggi dari dua peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi. Adapun yang menjadi subjeknya adalah BKT.

Berikut ini Analisis setiap hasil tes dan wawancara yang diberikan kepada peserta didik:

a. Soal Nomor 1

Gambar 4.1 Lembar Jawaban Tes Nomor 1 Subjek BKT

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 1 Subjek BKT di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik sudah memenuhi indikator berpikir kritis focus (Fokus) yaitu peserta didik menuliskan/mencantumkan yang diketahui dan ditanyakan, peserta didik juga memenuhi indikator berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) yaitu peserta didik menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan dengan menuliskan daerah hasil dengan benar dan tepat. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam materi relasi dan fungsi maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal?

BKT : yang diketahui pada soal yaitu 𝑓: 𝐺 β†’ 𝑅 ditentukan 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯

dengan 𝐺 = {βˆ’1,0,1,2,3,4} dan R adalah himpunan bilangan real.

Yang ditanyakan adalah 𝑓(3), 𝑓(0) dan 𝑓(βˆ’1).

P : Dalam penyelesaian soal metode apa yang digunakan?

BKT : Metode subtisusi, yaitu memasukkan semua nilai yang ditanyakan kedalam fungsi yang diketahui.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKT : Melihat dan memperhatikan apa saja diketahui dan ditanyakan pada soal. Apabila bisa disubtitusikan maka saya pilih metode subtitusi. Atau dengan menggantikan nilai x dengan yang ditanyakan.

P : Bagaimana cara anda mengerjakan soalnya?

BKT : Pertama saya menentukan yang diketahui dan ditanyakan kemudian bagian a mencari fungsi 𝑓(3), 𝑓(0) dan 𝑓(βˆ’1) dengan

memasukkan masing-masing nilainya ke fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ maka

didapatkan 𝑓(3) = 2 + 3 = 5, 𝑓(0) = 2 + 0 = 2, 𝑓(βˆ’1) = 2 + (βˆ’1) = 1 sehingga nilai dari 𝑓(3) = 3, 𝑓(0) = 2 dan 𝑓(βˆ’1) = 1.

Dan bagian b mencari range/daerah hasil dengan memasukkan masing-masing nilai 𝐺 ke fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ maka didapatkan 𝑓(βˆ’1) = 2 + (βˆ’1) = 1, 𝑓(0) = 2 + 0 = 2, 𝑓(1) = 2 + (1) = 3, 𝑓(2) = 2 + (2) = 4, 𝑓(3) = 2 + 3 = 5, 𝑓(4) = 2 + 4 = 6

sehingga 𝑅 = {1,2,3,4,5,6}.

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar? bagaimana bisa yakin?

BKT : Yakin kak, yaitu dengan memeriksanya kembali dan menghitung ulang.

P : Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKT : Iya kak sudah semua kak. Yang diketahui pada soal yaitu 𝑓: 𝐺 β†’ 𝑅

ditentukan 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ dengan 𝐺 = {βˆ’1,0,1,2,3,4} dan R adalah

himpunan bilangan real.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang hasil pekerjaan anda!

BKT : Jadi terlebih dahulu adalah membaca soalnya kak, lalu saya periksa kembali yang diketahui dan ditanyakan. Lalu saya periksa langkah-langkah penyelesaiannya dengan menghitung kembali nilai 𝑓(3), 𝑓(0) dan 𝑓(βˆ’1) dengan cara mengsubtitusikan nilainya ke fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ sehingga didapatkan 𝑓(3) = 2 + 3 = 5, 𝑓(0) = 2 + 0 = 2, 𝑓(βˆ’1) = 2 + (βˆ’1) = 1 sehingga nilai dari 𝑓(3) = 3, 𝑓(0) = 2 dan 𝑓(βˆ’1) = 1. Dan untuk menghitung kembali

range/daerah hasil dengan memasukkan masing-masing nilai 𝐺 ke

fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ maka didapatkan 𝑓(βˆ’1) = 2 + (βˆ’1) = 1, 𝑓(0) = 2 + 0 = 2, 𝑓(1) = 2 + (1) = 3, 𝑓(2) = 2 + (2) = 4, 𝑓(3) = 2 + 3 = 5, 𝑓(4) = 2 + 4 = 6 sehingga 𝑅 = {1,2,3,4,5,6}.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dan peserta didik di atas bisa kita lihat bahwa subjek BKT memenuhi indikator berpikir kritis Reason (alasan) yaitu dengan menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasan mengenai pemilihan metodenya, peserta didik juga memenuhi indikator Situation (situasi) di mana peserta didik mampu menggunakan semua informasi yang digunakan terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal telah digunakan untuk menyelesaikan soalnya, peserta didik juga memenuhi indikator

soal tes dengan baik terdapat pada percakapan terakhir, peserta didik juga sudah memenuhi indikator Overview (Meninjau Kembali) yang terdapat pada percakapan yang meninjau kembali dan menghitung ulang untuk memastikan jawaban dengan tepat.

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara maka ditarik kesimpulan bahwa BKT dapat memenuhi setiap indikator berpikir kritis soal nomor 1.

b. Soal Nomor 2

Gambar 4.2 Lembar Jawaban Tes Nomor 2 Subjek BKT

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 2 Subjek BKT di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik sudah memenuhi indikator berpikir kritis focus (Fokus) yaitu peserta didik menuliskan/mencantumkan yang diketahui dan ditanyakan, peserta didik juga memenuhi indikator berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) yaitu peserta didik menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan dengan menuliskan hasil π‘š + 𝑛 = 6 dengan benar dan tepat. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam materi relasi dan fungsi maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal?

BKT : Diketahui itu 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1, 𝑓(π‘š) = 3 dengan 𝑓(2) = 𝑛. Yang

ditanyakan adalah π‘š + 𝑛.

P : Dalam penyelesaian soal metode apa yang digunakan? BKT : Metode subtisusi kak.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKT : Dilihat apa yang diketahui dan ditanyakan soal apabila pada fungsi yang diketahui ada yang dapat disubtitusikan maka metode yang dipakai adalah metode subtitusi.

P : Bagaimana cara anda mengerjakan soalnya?

BKT : Menentukan fungsi 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1 dengan 𝑓(𝑛) = 2 maka 𝑓(2) = 2(2) + 1 = 𝑛, 𝑓(2) = 4 + 1 = 5 jadi 𝑛 = 5 kemudian menentukan

fungsi 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1 dengan 𝑓(π‘š) = 3 maka 𝑓(π‘š) = 2π‘₯ + 1 = 3 β†’ 𝑓(π‘š) = 2(π‘š) + 1 = 3 β†’ 𝑓(π‘š)2π‘š = 3 βˆ’ 1 β†’ 𝑓(π‘š) = 2π‘š = 2 β†’ 𝑓(π‘š) =2

2 = 1 jadi π‘š = 1. Jadi π‘š + 𝑛 = 6.

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar?bagaimana bisa yakin?

BKT : Saya yakin kak, yaitu dengan cara ku periksa kembali dan kuhitung ulang kak.

P : Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKT : Iya, sudah semuaji kak. Yang diketahui itu 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1, 𝑓(π‘š) = 3 dengan 𝑓(2) = 𝑛.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang pekerjaan anda!

BKT : Jadi, pertama saya kubaca lagi soalnya kak, kemudian saya periksa kembali apa yang diketahui dan ditanyakan. Setelah itu saya memeriksa langkah-langkah penyelesaian saya dengan menghitung kembali fungsi 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1 dengan 𝑓(𝑛) = 2 maka 𝑓(2) = 2(2) + 1 = 𝑛, 𝑓(2) = 4 + 1 = 5 jadi 𝑛 = 5 kemudian menentukan

fungsi 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1 dengan 𝑓(π‘š) = 3 maka 𝑓(π‘š) = 2π‘₯ + 1 = 3 β†’ 𝑓(π‘š) = 2(π‘š) + 1 = 3 β†’ 𝑓(π‘š)2π‘š = 3 βˆ’ 1 β†’ 𝑓(π‘š) = 2π‘š = 2 β†’ 𝑓(π‘š) =2

2 = 1 jadi π‘š = 1. Jadi π‘š + 𝑛 = 6.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dan peserta didik di atas bisa kita lihat bahwa subjek BKT memenuhi indikator berpikir kritis Reason (alasan) yaitu dengan menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasan mengenai pemilihan metodenya, peserta didik juga memenuhi indikator Situation (situasi) di mana peserta didik mampu menggunakan semua informasi yang digunakan terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal sudah

digunakan untuk menyelesaikan soalnya, peserta didik juga memenuhi indikator

Clarity (Kejelasan) di mana peserta didik mampu menguraikan cara menyelesaikan

soal tes dengan baik terdapat pada percakapan terakhir, peserta didik juga sudah memenuhi indikator Overview (Meninjau Kembali) yang terdapat pada percakapan yang meninjau kembali dan menghitung ulang untuk memastikan jawaban dengan tepat.

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara maka ditarik kesimpulan bahwa BKT dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis pada soal nomor 2.

c. Soal Nomor 3

Gambar 4.3 Lembar Jawaban Tes Nomor 3 Subjek BKT

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 3 Subjek BKT di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik tidak memenuhi indikator berpikir kritis focus (Fokus) yaitu peserta didik tidak menuliskan/mencantumkan yang diketahui dan ditanyakan. Namun, pada indikator berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) peserta didik sudah memenuhinya di mana peserta didik dapat menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan dengan menuliskan jumlah tabungan nisa pada bulan ke-6 yaitu Rp.3.000.000 dengan benar dan tepat. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan pada soal?

BKT : Saya misalkan π‘₯ =lama menabung 𝑓(π‘₯) = jumlah tabungan Nisa

pada bulan keβˆ’π‘₯ dan tabungan awal = Rp. 500.000,00.

P : Dalam penyelesaian soal metode apa yang digunakan? BKT : Metode subtisusi kak.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKT : Kulihat dulu apa yang diketahui pada soal kak apabila pada soal yang diketahui ada yang bisa disubtitusikan jadi metode yang digunakan adalah metode subtitusi.

P : Bagaimana cara anda mengerjakan soal?

BKT : Kutentukan fungsi 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯. untuk menentukan jumlah

tabungan Nisa pada bulan ke-6 subtitusikan π‘₯ = 6 ke 𝑓(π‘₯), sehingga: 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯, 𝑓(6) = 500.000(6) = 3.000.000. Jadi, jumlah

tabungan Nisa pada bulan ke-6 adalah Rp. 3.000.000,00.

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar? bagaimana bisa yakin?

BKT : Insyaallah yakin kak.

P : Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKT : Iya, sudah semuaji kak. Yang diketahui itu π‘₯ =lama menabung 𝑓(π‘₯) = jumlah tabungan Nisa pada bulan keβˆ’π‘₯ dan tabungan awal

= Rp. 500.000,00.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang hasil pekerjaan anda!

BKT : Jadi, pertama-tama kubaca ulang soalnya kak, kemudian saya periksa ulang apa yang diketahui dan ditanyakan. Baru saya periksa langkah-langkah penyelesaian dengan menghitung kembali fungsi 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯. untuk menentukan jumlah tabungan Nisa pada bulan ke-6

subtitusikan π‘₯ = 6 ke 𝑓(π‘₯), sehingga: 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯, 𝑓(6) = 500.000(6) = 3.000.000.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dan peserta didik bisa kita lihat bahwa subjek BKT memenuhi indikator berpikir kritis Focus (Fokus) karena peserta didik dapat menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan, peserta didik juga memenuhi indikator berpikir kritis Reason (alasan) yaitu dengan menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasan mengenai pemilihan metodenya, peserta didik juga memenuhi indikator Situation (situasi) di mana peserta didik mampu menggunakan semua informasi yang digunakan terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal telah digunakan untuk

menyelesaikan soalnya, peserta didik juga memenuhi indikator Clarity (Kejelasan) di mana peserta didik mampu menguraikan cara menyelesaikan soal tes dengan baik terdapat pada percakapan terakhir, peserta didik juga sudah memenuhi indikator

Overview (Meninjau Kembali) yang terdapat pada percakapan yang meninjau

kembali dan menghitung ulang untuk memastikan jawaban dengan tepat.

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis terdapat indikator yang tidak dipenuhi tetapi setelah dilakukan wawancara ternyata peserta didik bisa menyebutkan namun, tidak menuliskannya di lembar jawaban. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa BKT dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis pada soal nomor 3.

2. Analisis kemampuan berpikir kritis peserta didik kategori sedang

Subjek BKS menggunakan Graded Response Models (GRM) dalam

pembelajaran relasi dan fungsi

Pada bagian ini akan dianalisis data hasil tes tertulis kemampuan berpikir kritis dan data hasil wawancara peserta didik untuk setiap soal. Subjek kedua yang dipilih adalah peserta didik yang mempunyai nilai kategori sedang dari 14 peserta didik yang memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori rendah. Adapun yang menjadi subjeknya adalah BKS.

Berikut ini Analisis setiap hasil tes dan wawancara yang diberikan kepada peserta didik:

Gambar 4.4 Lembar Jawaban Tes Nomor 1 Subjek BKS

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 1 Subjek BKS di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik tidak memenuhi indikator berpikir kritis focus (Fokus) yaitu peserta didik tidak menuliskan/mencantumkan apa yang diketahui dan ditanyakan. Namun, pada indikator berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) peserta didik sudah memenuhinya di mana peserta didik dapat menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan dengan menuliskan daerah hasil/range F adalah (1, 2, 3, 4, 5, 6) dengan benar dan tepat. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal?

BKS : Yang diketahui 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ dengan 𝐺 = {βˆ’1,0,1,2,3,4} dan R

adalah himpunan bilangan real. Yang ditanyakan adalah 𝑓(3), 𝑓(0)

dan 𝑓(βˆ’1).

P : Dalam penyelesaian soal, metode apa yang digunakan? BKS : Eee, metode subtisusi kak.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKS : Dengan memperhatikan yang diketahui dan ditanyakan. P : Bagaimana cara anda mengerjakan soalnya?

BKS : pada bagian a memasukkan semua nilai yang ditanyakan pada fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯. Dan untuk bagian b Memasukkan

masing-masing nilai 𝐺 ke fungsi 𝑓(π‘₯) = 2 + π‘₯ maka didapatkan 𝑓(βˆ’1) = 2 + (βˆ’1) = 1, 𝑓(0) = 2 + 0 = 2, 𝑓(1) = 2 + (1) = 3, 𝑓(2) = 2 + (2) = 4, 𝑓(3) = 2 + 3 = 5, 𝑓(4) = 2 + 4 = 6 sehingga 𝑅 = {1,2,3,4,5,6}

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar? bagaimana bisa yakin

BKS : Yakinma kak.

P : Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKS : Iya, sudah semuaji kak.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang hasil pekerjaan anda!

BKS : Tidak ku tau kak.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dan peserta didik di atas bisa kita lihat bahwa subjek BKS memenuhi indikator berpikir kritis Focus (Fokus) yaitu dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan, peserta didik juga memenuhi kemampuan berpikir kritis Reason (alasan) yaitu dengan menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasan mengenai pemilihan metodenya, peserta didik juga memenuhi indikator Situation (situasi) di mana peserta didik mampu menggunakan semua informasi yang digunakan terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal sudah digunakan dalam menyelesaikan soalnya, peserta didik juga memenuhi indikator Clarity (Kejelasan) di mana peserta didik mampu menguraikan cara menyelesaikan soal tes dengan baik terdapat pada percakapan terakhir. Namun, pada indikator Overview (Meninjau Kembali) peserta didik belum bisa memenuhinya karena dalam percakapan peserta didik tidak meninjau ulang hasil pekerjaannya.

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara maka pada soal nomor 1 dapat disimpulkan bahwa BKS mampu memenuhi lima indikator dari enam indikator berpikir kritis diantaranya yaitu focus, Reason, Inference,

Situation dan Clarity. Berdasarkan wawancara peserta didik belum memenuhi

indikator berpikir kritis Overview yaitu meninjau ulang kembali apa yang dituliskan dilembar jawaban. Terdapat pada percakapan peserta didik yang menyebutkan bahwa tidak tau tentang cara memeriksa ulang hasil pekerjaannya.

b. Soal Nomor 2

Gambar 4.5 Lembar Jawaban Tes Nomor 2 Subjek BKS

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 2 Subjek BKS di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik indikator berpikir kritis focus (Fokus) yaitu peserta didik dapat menuliskan/mencantumkan apa yang diketahui dan ditanyakan. Namun, pada indikator berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) peserta didik tidak memenuhinya di mana peserta didik tidak menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal?

BKS : 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1, 𝑓(π‘š) = 3 dengan 𝑓(2) = 𝑛. Yang ditanyakan

adalah π‘š + 𝑛.

P : Dalam penyelesaian soal metode apa yang digunakan? BKS : Tidak kutau kak.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKS : Tidak pake metode kak.

P : Bagaimana cara anda mengerjakan soal?

BKS : Menghitung yang ditanyakan dengan memasukkan semua nilai yang diketahui.

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar? bagaimana bisa yakin?

BKS : Tidak terlalu yakin kak.

P :Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKS : Iya, sudah semua kak. Yang diketahui itu 𝑓(π‘₯) = 2π‘₯ + 1, 𝑓(π‘š) = 3 dengan 𝑓(2) = 𝑛.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang hasil pekerjaan anda!

BKS : Membaca ulang dari awal sampai akhir kak.

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dan peserta didik di atas bisat kita lihat bahwa subjek BKS memenuhi indikator berpikir kritis Focus (Fokus) yaitu dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan. Namun, tidak memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis Reason (alasan) yaitu peserta didik tidak menyebutkan metode yang digunakan dan tidak memberikan alasannya, pada indikator kemampuan berpikir kritis Situation (situasi) peserta didik dapat menggunakan informasi yang digunakan terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal telah digunakan untuk menyelesaikan soalnya. Namun, indikator kemampuan berpikir kritis Clarity (Kejelasan) di mana peserta didik tidak mampu menguraikan cara menyelesaikan soal tes dengan baik terdapat pada percakapan terakhir. Pada indikator Overview (Meninjau Kembali) peserta didik sudah memenuhinya karena dalam percakapan peserta didik mengatakan bahwa peserta didik membaca ulang lembar jawabannya. Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara maka pada soal nomor 2 dapat disimpulkan bahwa BKS mampu memenuhi 3 indikator berpikir kritis diantaranya yaitu focus, Situation dan Overview . Namun, belum memenuhi indikator berpikir kritis Reason, Clarity dan Inference.

c. Soal Nomor 3

Berdasarkan hasil tes uraian atau essay soal nomor 2 Subjek BKS di atas, dapat dilihat bahwa peserta didik tidak menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan maka peserta didik tidak memenuhi kemampuan berpikir kritis focus (Fokus). Pada indikator kemampuan berpikir kritis Inference (Penarikan Kesimpulan) peserta didik mampu menyimpulkan hasil akhir yang didapatkan. Untuk menelusuri lebih lanjut mengenai bagaimana kemampuan berpikir kritis peserta didik maka dilakukan wawancara sebagai berikut:

P : Apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal? BKS : Tabungan awal = Rp. 500.000,00.

P : Dalam penyelesaian soal metode apa yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKS : Metode subtitusi kayaknya kak.

P : Bagaimana cara penentuan metode yang digunakan untuk menyelesaikan soalnya?

BKS : Dimasukkan yang diketahui dan ditanyakan pada soal. P : Bagaimana cara anda mengerjakan soalnya?

BKS : Menentukan fungsi 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯. Maka 𝑓(6) = 500.000(6) = 3.000.000. Jadi, jumlah tabungan Nisa pada bulan ke-6 adalah Rp.

3.000.000,00.

P : Apakah anda sudah yakin dengan tahapan-tahapan yang digunakan sudah benar? bagaimana bisa yakin?

BKS : Iya yakin kak.

P : Apakah semua yang diketahui telah digunakan untuk mengerjakan soalnya?

BKS : Iya, sudah semuaji kak. Yang diketahui itu tabungan awal = Rp. 500.000,00.

P : Jabarkan ulang bagaimana cara anda memeriksa ulang hasil pekerjaan anda!

BKS : Kutuliski kesimpulannya kak.

Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat kita lihat bahwa subjek BKS memenuhi indikator berpikir kritis Focus (Fokus) yaitu dengan menyebutkan apa yang diketahui dan ditanyakan. Peserta didik juga memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis Reason (alasan) yaitu peserta didik menyebutkan metode yang digunakan dan memberikan alasannya, pada indikator kemampuan berpikir kritis

Situation (situasi) peserta didik dapat menggunakan informasi yang digunakan

terdapat pada percakapan yang menyebutkan semua yang diketahui pada soal telah digunakan untuk menyelesaikan soalnya. Pada indikator kemampuan berpikir kritis

Clarity (Kejelasan) di mana peserta didik mampu menguraikan cara menyelesaikan

soal tes dengan baik terdapat pada percakapan Menentukan Menentukan fungsi 𝑓(π‘₯) = 500.000π‘₯. Maka 𝑓(6) = 500.000(6) = 3.000.000. Jadi, jumlah tabungan Nisa pada bulan ke-6 adalah Rp. 3.000.000,00. Pada indikator Overview (Meninjau Kembali) peserta didik tidak memenuhinya karena dalam percakapan peserta didik tidak menyebutkan kalau peserta didik meninjau kembali jawaban yang dituliskan.

Berdasarkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara maka pada soal nomor 3 dapat disimpulkan bahwa BKS mampu memenuhi 5 indikator berpikir kritis diantaranya yaitu focus, Reason, Inference, Situation dan Clarity . Namun, belum memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis Overview yaitu di mana peserta didik mengecek kembali jawaban yang telah dituliskan.

3. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis kategori rendah peserta didik

Subjek BKR menggunakan Graded Response Models (GRM) dalam

pembelajaran relasi dan fungsi

Pada bagian ini akan dianalisis data hasil tes tertulis kemampuan berpikir kritis dan data hasil wawancara peserta didik untuk setiap soal. Subjek ketiga yang

Dokumen terkait