BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1. Deskripsi Objek Penelitian
Menurut sejarah PGN akan membawa kita ke periode kolonialisasi Belanda saat pertama kali PGN didirikan sebagai sebuah perusahaan swasta Belanda dengan nama Firma I. J. N. Eindhoven & Co. Gravenhage pada tahun 1859. Firma ini bergerak di bidang pembuatan dan pendistribusian gas buatan atau yang lebih dikenal dengan sebutan gas kota yang dihasilkan dari batu bara dan minyak bakar. Pada tahun 1950, perusahaan ini diambil alih oleh pemerintah Belanda dan diberi nama NV. Netherland Indische Gaz Maatschapij (NV. NIGM). Pada tahun 1958, saat diambil alih oleh pemerintah Indonesia nama perusahaan diganti menjadi Badan Pengambil Alih Perusahaan-Perusahaan Listrik dan Gas (BP3LG) yang kemudian beralih status menjadi BPU-PLN pada tahun 1961. Pada tanggal 13 Mei 1965, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1965, perusahaan ditetapkan sebagai perusahaan negara dan diberi nama Perusahaan Negara (PN) Gas.
PN Gas memasuki periode baru dalam sejarahnya saat mulai mendistribusikan gas bumi yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan menggantikan gas kota yang berkualitas rendah dan tidak ramah lingkungan untuk
pertama kalinya melalui jaringan pipa distribusi yang dimilikinya dalam jumlah yang terbatas di wilayah Cirebon pada tahun 1974. Setelah sukses dengan pendistribusian gas bumi di wilayah Cirebon tersebut, PN Gas kemudian mulai mendistribusikan gas bumi di wilayah-wilayah lain di Indonesia yaitu secara berturut-turut di Jakarta pada tahun 1979, Medan pada tahun 1985, Surabaya pada tahun 1994, dan Palembang pada tahun 1996.
Pada tahun 1985, sekitar satu dekade setelah gas bumi pertama kali didistribusikan di Cirebon, volume penjualan gas yang dilakukan oleh PN Gas telah meningkat sampai lebih dari lima kali dibandingkan dengan volume penjualan gas bumi di tahun 1974 yang hanya sebesar sebesar 3 MMSCFD. Prestasi ini merupakan salah satu momentum dalam sejarah PN Gas yang ditindaklanjuti oleh pemerintah Indonesia dengan merubah status PN Gas menjadi Perusahaan Umum (PERUM) Gas Negara pada tahun 1986.
Keberhasilan Perum Gas Negara dalam bisnis distribusi gas bumi mendorong pemerintah untuk memberikan tanggung jawab yang lebih besar dengan memperluas cakupan bisnis Perum Gas Negara dari semula hanya menangani bisnis distribusi gas bumi ditambah dengan menangani bisnis transmisi gas bumi. Hal ini dilakukan oleh pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 37 tahun 1994 yang juga merubah status Perum Gas Negara menjadi Perusahaan Gas Negara (PERSERO).
1. Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap I (1996 – 2001)
Setelah mendapatkan tambahan tanggung jawab di bidang bisnis transmisi gas bumi, PGN melaksanakan beberapa strategi bisnis selama periode tahap pertama ini yaitu:
a. Merestrukturisasi kebijakan harga gas yang semula seluruh komponennya dalam mata uang Rupiah menjadi strategi harga yang mengkombinasikan mata uang Dollar dan mata uang Rupiah dengan komposisi sekitar 75% dalam mata uang Dollar dan 25% dalam mata uang Rupiah.
b. Penyelesaian pipa transmisi gas pertama PGN sepanjang 536 km yang membentang dari Grissik sampai Duri pada tahun 1998.
2. Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap II (2001 – 2003)
Dalam periode tahap kedua ini PGN mendirikan sebuah anak perusahaan, yang berupa sebuah konsorsium yang dinamakan PT. Transasia, pada tahun 2002. Konsorsium ini bertanggung jawab atas pengoperasian seluruh jaringan pipa transmisi Grissik – Duri. Setahun kemudian PGN menyelesaikan proyek konstruksi jaringan pipa transmisi Grissik – Pulau Batam – Singapura sepanjang 470 km yang merupakan pipa transmisi gas bumi pertama milik Indonesia yang digunakan untuk mengekspor gas bumi ke luar negeri. Proyek ini dibiayai oleh Asian development Bank (ADB) dan European Investment Bank (EIB).
Pada tahun yang sama, PGN melakukan restrukturisasi perusahaan dengan membentuk Perusahaan Holding dan menggabungkan cabang-cabang yang dimilikinya ke dalam tiga Strategic Business Unit (SBU) yaitu SBU Distribusi
Wilayah I Jawa Bagian Barat, SBU Distribusi Wilayah II Jawa Bagian Timur, dan SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian Utara.
Selanjutnya, setelah membuktikan dirinya mampu bersaing dalam pasar global melalui penyelesaian jaringan pipa transmisi Grissik – Singapura, PGN kembali mentransformasikan dirinya kali ini menjadi perusahaan yang lebih transparan dengan mencatatkan saham perusahaan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada akhir tahun 2003 serta menerbitkan obligasi Eurobond I sehingga perusahaan memperoleh dana untuk mengembangkan usaha sebesar USD 150 juta.
3. Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap III (2004 – 2007)
Pada awal tahun 2004, PGN kembali menerbitkan Eurobond II ke pasar obligasi internasional untuk memperoleh dana sebesar USD 125 juta yang akan digunakan untuk pembiayaan proyek jaringan pipa transmisi gas bumi yang akan menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa. Periode tahap ketiga strategi pengembangan usaha ini merupakan titik kritis bagi PGN dimana PGN menganggap perlu untuk melaksanakan tiga proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi berskala besar dengan panjang total 10.640 km dan enam proyek konstruksi jaringan pipa distribusi gas bumi sebagai berikut:
a. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera Selatan – Jawa Barat Tahap I dengan rute Pagardewa – Labuhan Maringgai – Cilegon – Cimanggis.
b. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera Selatan – Jawa Barat Tahap II dengan rute Grissik – Pagardewa – Labuhan Maringgai – Muara Karang – Muara Tawar – Tanjung Priok.
c. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Duri – Dumai – Medan.
d. Enam buah proyek konstruksi jaringan pipa distribusi gas bumi yang bertujuan memenuhi permintaan pasar di wilayah Banten, Jawa Barat, Pekanbaru, Jambi, lampung dan Jawa Tengah.
4. Periode Strategi Pengembangan Usaha Tahap IV (> 2010)
Periode berikutnya merupakan tahap “kedewasaan” PGN tercapai setelah tahun 2010. Sejak saat itu, PGN telah menjadi perusahaan yang memiliki performa finansial terutama yang meliputi asset-asset, pendapatan, keuntungan dan kapitalisasi pasar yang terus berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya.
4.1.1.1. Ruang Lingkup Bisnis PGN
PGN merupakan perusahaan publik yang memiliki ruang lingkup bisnis di bidang penyediaan kebutuhan gas bumi yang meliputi kegiatan transmisi dan distribusi gas bumi dengan pengalaman selama empat dekade.
Kegiatan usaha transmisi gas bumi PGN saat ini mengoperasikan tiga jaringan pipa transmisi gas bumi yang meliputi jalur Grissik – Duri, Grissik – Singapura, dan jaringan pipa transmisi Medan dengan total panjang pipa sebesar 1.073 km dan volume penjualan gas bumi sebesar kurang lebih 500 MMSCFD serta memiliki kontribusi sebesar 40% dari total keuntungan yang diperoleh PGN.
Selain itu, PGN juga merencanakan untuk melaksanakan proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi sepanjang 2.814 km yang terdiri atas:
a. Jalur Pagar Dewa – Cilegon, Cilegon – Cimanggis, Grissik – Pagar Dewa (Proyek Sumatera Selatan – Jawa Barat) dengan panjang pipa sebesar 746 km.
b. Jalur Duri – Medan dengan panjang pipa sebesar 450 km.
c. Jalur Kalimantan Timur – Jawa Timur – Jawa Barat dengan panjang pipa sebesar 1.600 km.
Kegiatan usaha distribusi gas bumi PGN saat ini dilaksanakan melalui tiga belas area penjualan yang berada di bawah pembinaan masing-masing SBU yaitu area penjualan Jakarta, Bogor, Banten, Cirebon, Bekasi, Karawang, Palembang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Medan, Batam, dan Pekanbaru dengan total panjang pipa sebesar lebih dari 2.500 km dan volume penjualan gas bumi sekitar 300 MMSCFD serta memiliki kontribusi sebesar 60% dari total keuntungan yang diperoleh PGN.
Mengingat wilayah usaha PGN yang luas yaitu meliputi pulau Sumatera dan Jawa, maka untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya PGN membagi wilayah usaha distribusi gasnya ke dalam 3 (tiga) Wilayah Strategic Business Unit (SBU). Pembentukan SBU bertujuan meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan jaringan dan fasilitas di wilayah SBU sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan menuju kepuasan pelanggan
serta mempercepat penetrasi dan ekspansi pasar. Ketiga SBU yang dimaksud adalah:
a. SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat, meliputi wilayah Jawa Bagian Barat sampai dengan Sumatera Bagian Selatan.
b. SBU Distribusi Wilayah II Jawa Bagian Timur, meliputi wilayah Jawa Bagian Timur yang terbagi atas 2 (dua) wilayah operasi yaitu operasi wilayah I (Surabaya-Gresik) dan operasi wilayah II (Sidoarjo-Mojokerto dan Pasuruan-Probolinggo), serta 3 (tiga) Area Penjualan yaitu Area Surabaya-Gresik, Area Sidoarjo-Mojokerto, dan Area Pasuruan-Probolinggo.
c. SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian Utara, meliputi wilayah Medan dan sekitarnya, Kepulauan Riau, Riau dan Jambi.
Gambar 4.1
Sumber Gas, Jaringan Pipa dan Fasilitas PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
PGN mempunyai tiga wilayah penjualan di bidang distribui (SBU I, II, III) dan satu wilayah layanan transmisi (SBU Transmisi Sumatera-Jawa) serta mempunyai tujuh Entisitas Anak yang bergerak di berbagai bidang.
Gambar 4.2
4.1.1.2. Visi, Misi, dan Nilai Budaya PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
1. Visi PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Menjadi perusahaan energi kelas dunia di bidang pemanfaatan gas bumi.
2. Misi PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi pemangku kepentingan melalui:
a. Penguatan bisnis inti di bidang transportasi, niaga gas bumi dan pengembangannya
b. Pengembangan usaha pengolahan gas
c. Pengembangan usaha jasa operasi, pemeliharaan dan keteknikan yang berkaitan dengan industri migas
d. Profitisasi sumber daya dan aset perusahaan dengan mengembangkan usaha lainnya
3. Nilai Budaya PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Budaya perusahaan kami mencerminkan nilai-nilai dan filosofi yang telah disepakati oleh seluruh elemen perusahaan sebagai landasan yang harus kami kembangkan dan arah yang harus kami tuju untuk mencapai tujuan PGN. Budaya perusahaan kami didefinisikan melalui lima nilai yang disingkat sebagai ProCISE, yang menggabungkan 10 perilaku kunci, yaitu :
a. Professionalism (Profesionalisme)
Memiliki kompetensi yang tinggi untuk meraih hasil terbaik dan selalu bertanggung jawab atas semua keputusan dan tindakan.
b. Continuous Improvement (Penyempurnaan Terus Menerus)
Selalu berusaha meningkatkan kinerja melalui inovasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
c. Integrity (Integritas)
Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, etis dan konsisten dalam pikiran, ucapan dan perbuatan.
d. Safety (Keselamatan)
Memaksimalkan keselamatan kerja dan kesehatan melalui disiplin dan konsistensi, serta peduli terhadap lingkungan hidup dan kehidupan sosial.
e. Excellent Service (Pelayanan Prima)
Memberi kepuasan maksimal kepada konsumen internal dan eksternal dengan memberikan respons yang cepat, sikap proaktif, dan pelayanan terbaik.
Gambar 4.3
Struktur Organisasi PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk SBU Distribusi Wilayah III
4.1.2. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh responden penelitian. Kuesioner berisikan 19 pernyataan yang terdiri dari 3 butir pernyataan untuk variabel komunikasi (X1), 2 butir pernyataan untuk variabel Kompetensi (X2),4 butir pernyataan untuk variable Pengawasan (X3), 10 butir pernyataan untuk variabel kinerja (Y). Sebagaimana tujuan dari penelitian ini untuk membuat lukisan deskripsi mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat suatu
variabel yang diteliti terbatas sesuai dengan judul skripsi ini yaitu “Pengaruh Komunikasi dan Kompetensi Terhadap Kinerja Pegawai dengan Pengawasan sebagai variable moderasinpada PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk”.
4.1.3. Karakteristik Responden
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)
Pria 43 62,3
Wanita 26 37,7
Total 69 100%
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2014
Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa dari 69 responden, 43 orang berjenis kelamin laki-laki dengan persentase sebesar 43,7% dan 26 orang berjenis kelamin perempuan dengan persentase 26,3%. Perbedaan jumlah pegawai laki-laki dan perempuan yang tidak begitu besar menunjukan bahwa laki-laki-laki-laki dan perempuan bebas untuk berkarir tanpa ada diskriminasi di PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
b.Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
20-30 11 15,94
30-40 19 27,53
40-50 20 28,98
>50 19 27,53
Total 69 100%
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2014
Berdasarkan Tabel 4.2 dapat diketahui bahwa usia pegawai menandakan kematangan serta kesiapan pegawai dalam menilai kondisi maupun iklim kerja perusahaan. Semakin tinggi usia seseorang diharapkan semakin matang pula cara pikir dan bertindaknya. Pegawai yang menjadi responden berusia 20-50 tahun. Responden yang paling banyak adalah berusia 40-50 tahun yaitu sebanyak 20 orang atau 20,2%.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Tingkat
Pendidikan
Jumlah (Orang) Persentase (%)
SLTA 14 20,28 D1 4 5,79 D2 1 1,44 D3 22 31,88 S1 25 36,23 S2 3 4.34 Total 69 100%
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2014
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat dilihat bahwa mayoritas tingkat pendidikan responden yang diteliti dalam penelitian ini adalah S1, sebanyak 25 orang atau sebesar 36,23%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas lulusan dengan tingkat S1 lebih di utamakan agar lebih bisa meningkatkan kinerja dan kemajuan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk SBU III Medan.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)
<8 15 21,73
8-16 18 26,08
16-24 7 10,14
24-32 29 42,02
Total 69 100%
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), Juni 2014
Berdasarkan Tabel 4.4 responden dengan masa kerja 24-32 tahun tertinggi dibandingkan masa kerja yang lain yakni 29 responden dengan persentase 42,02%. Hal tersebut menunjukkan bahwa PT.Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, memayoritaskan pekerja pada usia diatas 24 tahun sehingga pematangan dilakukan guna memajukan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan.
Setelah mengetahui karakteristik dari responden penelitian, berikut ini akan ditampilkan hasil olahan data primer yang merupakan deskriptif penelitian berdasarkan pendapat responden mengenai mengenai pengaruh komunikasi (X1) dan kompetensi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) dengan pengawasan (X3) sebagai variable moderasi pada PT Perusahaan gas Negara (Persero) Tbk.
Tabel 4.5
Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Komunikasi (X1) Pernyataan Tanggapan Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % F % Media komunikasi meringankan beban pekerjaan 20 28.98 46 66.67 3 4.34 0 0 0 0 69 100 Informasi perusahaan dikelola dengan baik 29 42.02 29 42.02 11 15.96 0 0 0 0 69 100 Penyampaian pesan lisan efektif 10 14.49 37 53.62 22 31.89 0 0 0 0 69 100
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), Juni 2014
1. Pernyataan 1 (Media komunikasi yang ada meringankan beban pekerjaan Anda), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 66 orang atau 95.66%. Hal ini menunjukkan bahwa media komunikasi dapat meringankan beban pekerjaan pegawai.
2. Pernyataan 2 (Berbagai informasi perusahaan telah dikelola dengan baik), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 58 atau 84.04%. Hal ini menunjukkan bahwa informasi perusahaan telah dikelola dengan baik.
3. Pernyataan 3 (Penyampaian pesan lisan telah dilakukan dengan efektif), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 47 orang
atau 68.11%. Hal ini menunjukkan bahwa pesan lisan yang disampaikan telah efektif.
Dapat disimpulkan bahwa proses komunikasi yang dilakukan di dalam lingkungan PT. PGN SBU III Medan sudah dilaksanakan dengan baik, hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya proses komunikasi beban pekerjaan pegawai menjadi lebih ringan, informasi perusahaan dapat dikelola dengan baik, dan penyampaian pesan lisan juga telah efektif.
Tabel 4.6
Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kompetensi (X2)
Pernyataan Tanggapan Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % f % Bekerja tepat waktu sesuai peraturan 13 18.84 39 56.52 17 24.64 0 0 0 0 69 100 Melaksanakan pekerjaan tepat waktu 6 8.69 46 66.67 17 24.64 0 0 0 0 69 100
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), Juni 2014
1. Pernyataan 1 (Anda selalu bekerja tepat waktu sesuai dengan peraturan yang berlaku), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 52 orang atau 75.36%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai bekerja tepat waktu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Pernyataan 2 (Anda selalu melaksanakan pekerjaan tepat waktu), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 52 orang atau 75.36%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai melaksanakan pekerjaan tepat waktu.
Dapat disimpulkan bahwa pegawai PT. PGN SBU III Medan memiliki kompetensi yang baik, hal ini dapat ditunjukkan dengan kompetensi pegawai dalam melaksanakan pekerjaan, maka pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Tabel 4.7
Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pengawasan (X3) Pernyataan Tanggapan Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % F % Atasan membuat standar kerja 13 18.84 51 73.91 5 7.25 0 0 0 0 69 100 Memperbaiki pekerjaan agar tidak terjadi penyimpangan 9 13.04 48 69.57 12 17.39 0 0 0 0 69 100 Atasan melakukan perbaikan penyimpangan 13 18.84 45 65.22 11 15.94 0 0 0 0 69 100 Atasan ingin mengetahui hasil pekerjaan sesuai standar 16 23.19 41 59.42 12 17.39 0 0 0 0 69 100
1. Pernyataan 1 (Atasan selalu membuat standar kinerja sebelum memberikan program kerja), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 66 orang atau 92.75%. Hal ini menunjukkan bahwa atasan membuat standar kinerja sebelum memberikan program kerja.
2. Pernyataan 2 (Anda memperbaiki pekerjaan agar tidak terjadi penyimpangan yang tidak sesuai dengan kegiatan di perusahaan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 57 orang atau 82.61%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai memperbaiki pekerjaan agar tidak terjadi penyimpangan yang tidak sesuai dengan kegiatan di perusahaan.
3. Pernyataan 3 (Atasan melakukan perbaikan atas penyimpangan pekerjaan yang terjadi), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 58 orang atau 84.06%. Hal ini menunjukkan bahwa atasan melakukan perbaikan atas penyimpangan pekerjaan yang terjadi.
4. Pernyataan 4 (Atasan ingin mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan Anda yang sesuai standar), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 57 orang atau 82.61%. Hal ini menunjukkan bahwa atasan ingin mengetahui hasil pelaksanaan pekerjaan Anda yang sesuai standar.
Dapat disimpulkan bahwa para pegawai PT. PGN SBU III Medan berusaha sebaik mungkin dalam melaksanakan pekerjaan untuk menghindari penyimpangan dikarenakan atasan selalu mengawasi seluruh kegiatan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan.
Tabel 4.8
Frekuensi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kinerja Pegawai (Y)
Pernyataan Tanggapan Responden Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Total f % f % f % f % f % f % Atasan member reward 15 21.7 3 28 40.57 26 37.68 0 0 0 0 69 100 Berusaha mencapai target kerja 21 30.4 3 48 69.56 0 0 0 0 0 0 69 100 Berinisiatif menyelesaikan pekerjaan 22 31.8 8 47 68.11 0 0 0 0 0 0 69 100 Menangani bebanpekerjaan sesuai waktu 6 8.69 45 65.21 18 26.08 0 0 0 0 69 100 Tidak pernah absen 4 5.79 29 42.02 36 52.17 0 0 0 0 69 0 Hasil kerja jarang salah 1 1.44 46 66.67 22 31.88 0 0 0 0 69 100 Teliti dalam menyelesaikan pekerjaan 3 4.35 46 66.67 20 28.98 0 0 0 0 69 100 Mengerjakan pekerjaan dengan baik 2 4.35 44 63.76 22 31.88 0 0 0 0 69 100
Sumber: Hasil pengolahan data primer (kuesioner), Juni 2014
1. Pernyataan 1 (Atasan memberikan reward atas pekerjaan anda), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 43 orang atau 62.3%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pegawai memperoleh
reward yang diberikan atasan atas pekerjaannya.
2. Pernyataan 2 (Anda berusaha mencapai target kerja yang telah ditentukan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 69 orang atau 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai berusaha mencapai target kerja yang telah ditentukan.
3. Pernyataan 3 (Anda berinisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 69 orang atau 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai berinisiatif dalam menyelesaikan pekerjaan.
4. Pernyataan 4 (Anda mampu menangani beban pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 51 orang atau 73.9%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pegawai mampu menangani beban pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan. 5. Pernyataan 5 (Anda tidak pernah absen dalam bekerja), responden
cenderung menyatakan tidak setuju sebanyak 36 orang atau 52.17%. Mematuhi dan mengikuti instruksi kerja atasan 27 39.1 3 42 60.86 0 0 0 0 0 0 69 100 Tingkatpartisip asi kerja yang tinggi
6 37.6 8
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pegawai pernah absen dalam bekerja.
6. Pernyataan 6 (Hasil kerja Anda jarang membuat kesalahan), responden yang menyatakan sangat setuju 1 orang atau 1.44%, responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 47 orang atau 68.11%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai jarang membuat kesalahan dalam bekerja.
7. Pernyataan 7 (Anda teliti dalam menyelesaikan pekerjaan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 49 orang atau 71.02%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai teliti dalam menyelesaikan pekerjaan.
8. Pernyataan 8 (Pekerjaan yang diberikan dapat Anda selesaikan dengan baik tanpa kesalahan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 46 orang atau 68.11%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa kesalahan.
9. Pernyataan 9 (Anda mematuhi dan mengikuti instruksi kerja yang diberi atasan), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 69 orang atau 100%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai mematuhi dan mengikuti instruksi kerja yang diberikan atasan.
10.Pernyataan 10 (Anda memiliki tingkat partisipasi kerja yang tinggi), responden cenderung menyatakan setuju sebanyak 69 orang taua
100%. Hal ini menunjukkan bahwa pegawai memiliki tingkat partisipasi kerja yang tinggi.
Dapat disimpulkan bahwa dengan inisiatif dan ketelitian dalam menangani pekerjaan, para pegawai dapat meminimalkan kesalahan, namun dengan tingkat absensi yang cukup tinggi dapat membuat kinerja perusahaan sedikit terganggu.
4.1.4 Pengujian Hipotesis Pertama
4.1.4.1 Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Pertama 4.1.4.1.1. Uji Normalitas
Salah satu cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat grafik histrogram dan grafik normal plot yang membandingkan antara dua absorvasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal.
Gambar 4.4
Histogram Uji Normalitas
Pada Gambar 4.4 grafik histogram terlihat bahwa variabel kinerja pegawai berdistribusi normal, hal ini di tunjukkan oleh distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau ke kanan.
4.1.4.1.2. Pendekatan Grafik
Gambar 4.5 Plot Uji Normalitas Sumber : Hasil pengolahan SPSS 18.0, Juni 2014
Pada Gambar 4.5 terlihat titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal. Hal ini berarti data berdistribusi normal.
4.1.4.2 Hasil Regresi Berganda Hipotesis Pertama Tabel 4.9
Hasil Regresi Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 1.203 2.679 6.421 .000
KOMUNIKASI .889 .316 .346 2.816 .006 .459 2.180
KOMPETENSI 1.491 .412 .444 3.617 .001 .459 2.180
a. Dependent Variable: KINERJAPEGAWAI Sumber : Hasil pengolahan SPSS 18.0, Juni 2014
Berdasarkan Tabel 4.9 diketahui pada kolom kedua ( unstandardized Coefficients ) diperoleh nilai b1 variabel Komunikasi sebesar 0.889 nilai b2 dan variabel Kompetensi Kerja sebesar 1.491 dan nilai konstanta (a) adalah 1.203, maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 1.203 + 0.889X1 + 1.491X
Berdasarkan persamaan diatas maka dapat diuraikan sebagai berikut : 2
1. Konstanta (a) = 1.203, ini menunjukkan bahwa jika variabel Komunikasi dan Kompetensi dianggap konstan maka secara signifikan mempengaruhi Kinerja pegawai (Y) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
2. Koefisien b1 (X1) = 0.889, menunjukkan bahwa variabel Komunikasi berpengaruh terhadap Kinerja pegawai atau dengan kata lain jika variabel Komunikasi ditingkatkan satu satuan maka Kinerja Pegawai akan meningkat sebesar 0.889 satuan.
3. Koefisien b2 (X2) = 1.491, menunjukkan bahwa variabel Kompetensi berpengaruh terhadap Kinerja pegawai. Dengan kata lain jika variabel Kompetensi ditingkatkan satu satuan maka Kinerja pegawai akan meningkat 1.491 satuan.
4.1.4.3 Koefisien Determinasi (R-Square) Tabel 4.10
Hasil Pengujian Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of The Estimate
1 .737a .543 .529 2.73194
a. Predictors: (Constant), KOMPETENSI, KOMUNIKASI b. Dependent Variable: KINERJAPEGAWAI
Sumber hasil pengolahan SPSS 18.0, Juni (2014)
R Square sebesar 0.543 berarti 54.3% faktor-faktor Kinerja dapat dijelaskan oleh Komunikasi dan Kompetensi. Sedangkan sisanya dipengaruhi variabel lain diluar model
4.1.4.4. Uji Serempak (Uji F) Hipotesis Pertama Tabel 4.11 Uji F Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 585.699 2 292.850 39.238 .000a Residual 492.591 66 7.463 Total 1078.290 68
a. Predictors: (Constant), KOMPETENSI, KOMUNIKASI b. Dependent Variable: KINERJAPEGAWAI
Berdasarkan Tabel 4.11 dapat dilihat hasil Uji F secara simultan, dan diperoleh signifikansi F= 0,000. Karena tingkat signifikansi (0.000< 0,05) maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu Komunikasi (X1) dan Kompetensi (X2) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel Kinerja Pegawai PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk SBU III Medan (Y).
4.1.4.5. Uji Parsial (Uji t) Hipotesis Pertama