• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. HASIL PENELITIAN

Data awal peserta didik sebelum melakukan penelitian tindakan atau

Action Research yaitu Penulis melakukan penelitian berdasarkan observasi awal (pra penelitian) terhadap peserta didik di SMP Al-Azhar 3 Bandar lampung, peneliti menemukan beberapa kasus yang sering terjadi pada proses

pembelajaran peserta didik disekolah. Salah satu kasus yang sering terjadi yaitu perilaku membolos pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam hal ini peneliti menemukan beberapa data yang memperkuat adanya peserta didik yang melakukan perilaku membolos melalui data rekap absensi

peserta didik, buku agenda kasus, dan hasil wawancara kepada guru BK di

SMP Al-Azhar 3 Bandar lampung.103 Untuk melihat keterangan data peserta

didik yang membolos, maka peneliti membuat tabel sebagai berikut: Tabel 6

Data Peserta Didik Membolos Kelas VIII Di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung

No Kelas Jumlah membolos Ket

1 VIIIA 1 RM 2 VIIIB 1 SN 3 VIIIC 0 - 4 VIIID 2 MA & DZ 5 VIIIE 0 - 6 VIIIF 1 AJ

Sumber: Dokumentasi di SMP Al-Azhar 3 Bandar lampung

103

Dari hasil data yang didapatkan pada tabel 7 tersebut, maka peneliti memfokuskan 5 (lima) peserta didik yang diantaranya MA, RM, SN, AJ, dan DZ yang dapat dijadikan sebagai bahan peneliti untuk memberikan penerapan

konseling Behavioral dengan teknik Reward dan Punishment dalam

menangani peserta didik membolos kelas VIII di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017

Selanjutnya peneliti melaksanakan penelitian menggunakan metode

Action Reaserch atau Penelitian Tindakan yang didalamnya terdapat 4 (empat) tahap pelaksanaan diantaranya: Perencanaan, Tindakan, Observasi, dan

Refleksi. Dalam action reaserch ini terdapat Siklus I dan Siklus II untuk

melaksanakan penelitian tindakan terhadap peserta didik dalam menangani

peserta didik yang membolos melalui penerapan koseling behavioral dengan

teknik reward dan punishment kelas VIII di SMP Al-Azhar 3 Bandar

lampung. Dari ke dua siklus tersebut dapat dipaparkan sebagai berikut:

A. Siklus I:

Pertemuan pertama

5. Tahap Perencanaan.

Kegiatan yang akan dilakukan peneliti berkolaborasi dengan guru BK. Merancang langka-langkah konseling, peneliti melakukan kolaborasi

dengan guru BK untuk menyusun rencana pelakasanaan konseling. Dan rancangan yang ditentukan oleh peneliti dan guru BK adalah

sebagai berikut:

a. Diskusi

b. Menentukan tema kegiatan, yaitu tentang perilaku membolos di

sekolah

c. Menyiapkan SATLAN (satuan layanan) yang berisiskan tentang

materi-materi mengenai perilaku membolos

d. Menentukan teknik yaitu, teknik reward dan punishment

e. Menyiapkan media yang diberikan melalui teknik reward dan

punishment

f. Menyiapkan LCD

g. Menyiapkan lembar observasi

6. Tindakan

Dalam pelaksanaan tindakan, peneliti dan guru BK bersepakat

menggunakan reward dan punishment sebagai teknik yang digunakan

dalam penelitian peserta didik yang membolos.

Peneliti sebagai obsever melakukan pengamatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan meliputi:

d) Kegiatan Pembuka:

1) Mengkondisikan anak sebelum memulai konseling.

2) Berdoa sebelum memulai.

4) Menanyakan kabar anak dan suasana hati anak hari ini.

5) Bercakap-cakap tentang identitas anak dan keluarga (nama

diri, nama ayah dan ibu, ciri-ciri fisik).

6) Pembimbing menyampaikan tujuan

e) Kegiatan Inti:

10. Guru Pembimbing menyampaikan materi mengenai kasus

membolos. Materi tersebut berupa pengertian membolos, faktor-faktor yang menyebabkan membolos, dampak negatif yang dirasakan jika membolos, serta solusi untuk peserta didik yang membolos. Materi yang disampaikan dapat berupa penayangan melalui LCD mengenai peserta didik yang membolos

11. Guru Pembimbing mulai menggali permasalahan untuk

menemukan apa saja yang menyebabkan anak membolos

12. Anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan

perasaannya

13. Guru pembimbing melakukan tanya jawab kepada siswa

tentang masalah membolos yang dialaminya

14. Guru pembimbing memberikan pengarahan serta motivasi

kepada peserta didik

15. Guru memberikan punishment kepada peserta didik karena

Bentuk punishment yang diberikan yaitu hafalan Sumpah Pemuda

16. Guru pembimbing mengamati setiap kegiatan anak.

17. Guru pembimbing mencatat perkembangan anak.

Jika perilaku membolos peserta didik berkurang, maka guru

dapat memberikan reward berupa pujian dan hadiah kepada peserta

didik tersebut. Bentuk pujian yang diberikan dapat secra verbal dan non verbal. Pada bentuk verbal yaitu bagus, pintar, baik, hebat dan lain

sebagainya. Bentuk non verbal yaitu anggukan kepala, senyuman,

acungan jempol dan sebagainya. Selanjutnya reward berupa hadiah,

dapat diberikan berupa benda-benda yang disenangi siswa misalnya, buku cerita yang berisikan ilmu pengetahuan dalam pembelajaran disekolah, alat tulis, makanan dan lain-lain. Dalam penelitian ini guru

memberikan bentuk reward berupa pujian dan makanan yaitu coklat.

f) Kegiatan Penutup:

4. Menanyakan perasaan anak setelah melakukan kegiatan

5. Menyimpulkan kegiatan yang sudah dilakukan.

6. Berdoa dan salam.

7. Observasi

Observasi dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh peneliti terhadap guru BK dan

Dari hasil observasi yang di dapat, bentuk reward dan punishment

yang dilakukan oleh guru terhadap peserta diidk yang membolos dapat dikatakan sudah cukup baik, namun perlu ada peningkatan yang lebih baik

agar peserta didik dapat merubah perilaku membolosnya menjadi tidak

membolos lagi. Sedangkan pemberian reward dan punishmnet yang

dirasakan oleh peserta didik, mereka dapat menerima dengan baik, dan beberapa peserta didik sangat antusias mengetahui arti makna dari sumpah

pemuda. Namun masih terdapat beberapa peserta didik yang tidak hafal dengan sumpah pemuda dan kurang memahami arti makna didalamnya.

Pada observasi ini terdapat 3 diantaranya tidak membolos lagi, dan 2 diantaranya masih membolos pada saat proses belajar mengajar

berlangsung.

8. Refleksi

Refleksi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang telah didapatkan dari hasil pengamatan perilaku membolos peserta didik. Bentuk refleksi ini

melihat kelayakan teknik yang diberikan kepada peserta didik. Dari hasil refleksi, peneliti mencatat berbagai kekurangan dan hambatan yang perlu diperbaiki. Kekurangan yang didapat dari mulai perencanaan, tindakan, dan

observasi. Sehingga dapat dijadikan perbaikan pada siklus berikutnya. Kegiatan refleksi yang dilakukan adalah:

a. Mengumpulkan data peserta didik

c. Menyimpulkan hasil evaluasi tindakan siklus I

Kekurangan dan hambatan dari hasil refleksi siklus I yaitu:

1) Perencanaan: Hambatan yang didapat dari perencanaan yaitu

sulit untuk menyiapkan LCD karena di ruang BK dan kelas tidak semua memiliki LCD. LCD ini dimaksudkan untuk menayangkan beberapa contoh perilaku membolos dan dampak akibat yang dirasakan terhadap peserta didik yang membolos.

2) Tindakan : Dari tindakan yang diberikan kepada peserta

didik, dirasa cukup baik, namun perlu adanya peningkatan

atau pemahaman lebih baik dari guru BK, agar reward dan

punishment mampu diterima dengan layak oleh peserta didik.

Karena dari reward yang diberikan kepada peserta didik

secara non verbal masih dirasa belum maksimal untuk diberikan kepada peserta didik.

3) Observasi : Kelemahan yang didapatkan dari hasil observasi,

sulit memahami perkembangan peserta didik yang 2 diantaranya masih membolos tersebut.

Hasil tindakan siklus I dapat disimpulkan bahwa dimulai dari

perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi sudah berjalan cukup baik, namun masih terdapat beberapa peserta didik yang melanggar peraturan sekolah berupa membolos. Terdapat 5 peserta didik yang

menjadi fokus penelitian dalam prilaku membolos, diantaranya yaitu MA, RM, SN, AJ, dan DZ. Dari ke-5 peserta didik tersebut yang masih

melanggar tata tertib sekolah berupa membolos yaitu RM dan SN. Pada siklus 1 yang diberikan ini masih dirasa belum berhasil dalam

merubah perilaku membolos peserta didik, maka peneliti perlu melakukan tindakan berikutnya yaitu (Siklus II).

B. Siklus II:

Pertemuan Kedua

1. Tahap Perencanaan.

Pelaksanaan tindakan siklus II akan dilakukan setelah mengetahui hasil refleksi siklus I, apabila hasil evaluasi menunjukan hasil yang belum adanya perubahan tingkah laku pada anak maka perlu dilakukan tindakan siklus II. Kegiatan yang akan dilakukan peneliti berkolaborasi dengan guru

BK. Guru BK dan peneliti kembali merancang langka-langkah konseling, peneliti melakukan kolaborasi dengan guru BK untuk menyusun rencana pelakasanaan konseling. Dan rancangan yang ditentukan oleh peneliti dan

guru BK adalah sebagai berikut:

a. Diskusi

b. Menentukan tema kegiatan, yaitu tentang perilaku membolos di

c. Menyiapkan SATLAN (satuan layanan) yang berisiskan tentang materi-materi mengenai perilaku membolos

d. Menentukan teknik yaitu, teknik reward dan punishment

e. Menyiapkan media yang diberikan melalui teknik reward dan

punishment

f. Menyiapkan LCD

g. Menyiapkan lembar observasi

2. Tindakan

Dalam pelaksanaan tindakan, peneliti dan guru BK kembali bersepakat

menggunakan reward dan punishment sebagai teknik yang digunakan dalam

penelitian peserta didik yang membolos.

Peneliti sebagai obsever melakukan pengamatan. Adapun kegiatan yang akan dilakukan meliputi:

a. Kegiatan Pembuka:

1) Mengkondisikan anak sebelum memulai konseling.

2) Berdoa sebelum memulai.

3) Menyapa anak dan memberikan salam

4) Menanyakan kabar anak dan suasana hati anak hari ini.

5) Bercakap-cakap tentang identitas anak dan keluarga (nama

diri, nama ayah dan ibu, ciri-ciri fisik).

b. Kegiatan Inti:

1) Guru Pembimbing menyampaikan materi mengenai

permasalahan membolos. Materi tersebut berupa pengertian membolos, faktor-faktor yang menyebabkan membolos, dampak negatif yang dirasakan jika membolos, serta solusi untuk peserta didik yang membolos. Materi yang disampaikan dapat berupa penayangan melalui LCD mengenai peserta didik yang membolos

2) Guru Pembimbing mulai menggali kembali permasalahan

untuk menemukan apa saja yang menyebabkan anak membolos

3) Anak diberikan kesempatan untuk mengungkapkan

perasaannya

4) Guru pembimbing melakukan tanya jawab kepada siswa

tentang masalah membolos yang dialaminya

5) Guru pembimbing memberikan pengarahan serta motivasi

kepada peserta didik

6) Guru memberikan punishment kembali kepada peserta didik

karena melanggar tata tertib sekolah berupa perilaku

membolos. Bentuk punishment yang diberikan yaitu hafalan

Sumpah Pemuda

8) Guru pembimbing mencatat perkembangan anak.

Jika perilaku membolos peserta didik berkurang, maka guru dapat

memberikan reward berupa pujian dan hadiah kepada peserta didik

tersebut. Bentuk pujian yang diberikan dapat secra verbal dan non verbal. Pada bentuk verbal yaitu bagus, pintar, baik, hebat dan lain sebagainya. Bentuk non verbal yaitu anggukan kepala, senyuman,

acungan jempol dan sebagainya. Selanjutnya reward berupa hadiah,

dapat diberikan berupa benda-benda yang disenangi siswa misalnya, buku cerita yang berisikan ilmu pengetahuan dalam pembelajaran disekolah, alat tulis , makanan dan lain-lain. Dalam penelitian ini guru

memberikan bentuk reward berupa pujian dan makanan yaitu coklat.

c. Kegiatan Penutup:

1) Menanyakan perasaan anak setelah melakukan kegiatan

2) Menyimpulkan kegiatan yang sudah dilakukan.

3) Berdoa dan salam.

3. Observasi

Observasi dilakukan kembali oleh peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan oleh peneliti terhadap guru BK dan

peserta didik mengenai reward dan punishmnet.

Dari hasil observasi yang di dapat, bentuk reward dan punishment

yang dilakukan oleh guru terhadap peserta diidk yang membolos dapat

punishmnet yang dirasakan oleh peserta didik, mereka dapat menerima dengan baik, mereka dapat hafal sumpah pemuda dan mereka juga sangat

antusias mengetahui arti makna dari sumpah pemuda. Pada observasi ini peserta didik mampu mengatasi perilaku membolosnya. Mereka tidak membolos lagi dan mereka dapat mematuhi tata tertib sekolah dengan

baik.

4. Refleksi

Refleksi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi yang telah didapatkan dari hasil pengamatan perilaku membolos peserta didik. Bentuk refleksi ini melihat kelayakan teknik yang diberikan kepada peserta didik. Dari hasil refleksi, peneliti mencatat berbagai kekurangan dan hambatan yang perlu diperbaiki. Kekurangan yang didapat dari mulai perencanaan, tindakan, dan

observasi. Sehingga dapat dijadikan perbaikan pada siklus berikutnya. Kegiatan refleksi yang dilakukan adalah:

a. Mengumpulkan data peserta didik

b. Menganalisis data yang diperoleh.

c. Menyimpulkan hasil evaluasi tindakan siklus I

Kekurangan dan hambatan dari hasil refleksi siklus I yaitu:

1) Perencanaan: Hambatan yang didapat dari perencanaan yaitu sulit

untuk menyiapkan LCD karena di ruang BK dan kelas tidak semua memiliki LCD. LCD ini dimaksudkan untuk menayangkan

beberapa contoh perilaku membolos dan dampak akibat yang dirasakan terhadap peserta didik yang membolos.

2) Tindakan : Dari tindakan yang diberikan kepada peserta didik,

dirasa cukup baik, namun perlu adanya peningkatan agar reward

dan punishment mampu diterima dengan layak oleh peserta didik.

3) Observasi : Kelemahan dari observasi tidak begitu banyak, hanya

saja perlu ditingkatkan kembali pemahaman guru BK melalui teknik-tenik konseling lainnya dalam menangani permasalahan peserta didik di dekolah.

Hasil evaluasi tindakan siklus II, dimana peserta didik dapat terlihat perubahan yang lebih baik dari siklus sebelumnya. Peserta didik yang menjadi

fokus penelitian ini diantaranya MA, RM, SN, AJ, dan DZ yang dari hasil sebelumnya RM dan SN belum menunjukan adanya perubahan pada prilaku membolosnya, kini setelah mendapatkan hasil evaluasi dari siklus II peserta didik tersebut, dapat dinyatakan mereka telah mangalami perubahan yang baik. Kini mereka tidak lagi membolos dan dapat mematuhi peraturan tata

tertib sekolah di SMP Al-Azhar 3 Bandar lampung.

Dengan demikian dapat disimpulkan kembali bahwa penerapan

konseling Behavioral dengan teknik Reward dan Punishment dapat

menangani peserta didik membolos kelas VIII di SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017

Dokumen terkait