• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Pada subbab ini berisi mengenai penjelasan penelitian dari persiapan penelitian hingga pelaksanaan penelitian yang terdiri dari analisis kebutuhan, perancangan dan pengembangan produk, pengembangan dan pengujian instrumen kualitas produk, revisi produk dan yang terakhir uji coba.

4.1.1 Analisis Kebutuhan 4.1.1.1 Identifikasi Tujuan a. Observasi

Observasi dilakukan untuk mengetahui dan mengamati situasi yang terjadi secara langsung pada proses pembelajaran IPA. Dari kegiatan tersebut diamati karakteristik dari siswa kelas V dan hambatan dalam pembelajaran terutama pada pembelajaran IPA di kelas. Sebelum melakukan observasi, terlebih dahulu dibuat instrumen pedoman observasi yang di validasi oleh beberapa ahli yaitu ahli pada bidang IPA biologi dan ahli bidang IPA sekolah dasar. Berikut hasil validasi pada instrumen pedoman observasi yang disajikan pada tabel 4.1

Tabel 4.1 Hasil Validasi Instrumen Observasi

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7

IPA Biologi 3 3 3 3 3 3 3 21 3

IPA SD 4 4 4 4 4 4 4 28 4

Rerata 49 3,5

Dari hasil validasi pedoman observasi oleh ahli pada tabel 4.1, rerata skor yang diperoleh sebesar 3,5. Dilihat dari tabel 3.13 rerata validasi pedoman

59 observasi tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dari kategori tersebut maka dapat dikatakan bahwa instrumen pedoman observasi dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan sebagai acuan melaksanakan observasi. Observasi dilakukan pada hari Sabtu, 1 September 2018. Hasil observasi disajikan pada tabel 4.2 berikut ini.

Tabel 4.2 Hasil Observasi Pembelajaran IPA di Kelas V

No Objek yang diamati Ya Tidak Catatan

1. Pemahaman dan kejelasan siswa pada materi organ

pernapasan pada makhluk hidup yang diajarkan di kelas.

Siswa kurang memahami materi karena kurangnya penjelasan yang rinci dari guru pada setiap materi yang diajarkan. Siswa juga diminta untuk membaca mandiri tanpa memahami materi pelajaran.

2. Siswa terdorong untuk belajar dengan buku bergambar.

Buku yang dipakai dan tersedia di sekolah kurang menarik minat belajar siswa karena dari segi fisiknya buku tidak memiliki warna yang menarik (hitam putih dengan kertas buram), tidak memiliki gambar untuk penjelasan materi, gambar yang disajikan tidak jelas dan tidak merinci dari materi yang disampaikan. Karena kondisi buku yang dimiliki tergolong kurang menarik jadi siswa

membutuhkan buku bergambar dan bewarna untuk mendorong minat dalam belajar IPA.

3. Ringkasan materi yang diberikan guru cukup singkat, padat, dan jelas.

Guru telah memberikan ringkasan materi di akhir pembelajaran dengan baik. Bentuk ringkasan yang sering dipakai oleh guru berupa penugasan diakhir pembelajaran.

4. Kejelasan maksud gambar yang dilampirkan pada materi.

Gambar yang disediakan pada buku terutama untuk materi sistem

pernapasan tidak digambarkan secara rinci dan jelas. Gambar yang disajikan tidak berwarna, buram (seperti hanya hasil fotocopy) dan memiliki ukurannya terlalu kecil. Ada pula keterangan gambar yang menunjukkan istilah asing yang tidak ada penjelasannya di materi, jadi keterangan gambar tidak begitu

60 berfungsi jika tidak dijelaskan maksud dari keterangan yang ada pada gambar. 5. Siswa dapat mandiri

dalam menggunakan buku pembelajaran.

Dilihat dari cara siswa memakai buku, 25 siswa yang masih kebingungan karena setiap buku tidak memenuhi kelengkapan materi yang akan dipelajari (pembahasannya kurang begitu merinci). Dalam menggunakan buku siswa sering mengandalkan dan bertanya pada guru mengenai materi yang dibahas dalam pembelajaran. Siswa kurang mandiri dalam

menggunakan buku juga karena mereka memiliki rasa malas untuk mencari, memahami, dan membaca materi. 6. Siswa mengalami

kesulitan dalam mengikuti

pembelajaran IPA.

Sejumlah 25 siswa kelas V masih mengalami kesulitan untuk mengikuti bahkn memahami materi yang diajarkan. 25 siswa tersebut kurang minat dengan pembelajaran karena buku yang digunakan kurang membuat siswa tertarik untuk belajar. Siswa masih mengalami kesulitan bagian hafalan materi yang banyak disajikan dengan kata-kata ilmiah (bahasa ilmiah) yang tidak dimengerti oleh siswa jika tidak ada penjelasan yang merinci pengertian dan maksudnya. 7. Siswa mengalami

kesulitan dalam mengerjakan soal IPA.

Siswa masih sulit untuk mengerjakan soal-soal yang disajikan di buku. 50 % jumlah dari seluruh siswa masih bertanya tentang cara menjawab, jawaban, dan maksud dari pertanyaan yang dimaksud. Dari soal yang dibuat di buku, banyak yang hanya membuat soal tanpa ada jawaban yang pasti di rangkuman materi yang disajikan dalam buku tersebut, jadi siswa pasti kesulitan menjawab soal jika dalam buku itu saja tidak ada materi yang dapat

memberikan referensi tepat pada soal yang disajikan.

Dari hasil observasi yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA yang dilakukan tidak menggunakan modul IPA yang menarik

61 dan pendukung pembelajaran karena sekolah tidak pernah menyediakan modul pembelajaran. Hal ini terlihat dari ketidaktertarikan siswa untuk belajar dari buku yang disediakan sekolah dan buku yang siswa punya. Karena tidak tertarik untuk belajar itulah penyebab siswa kurang dapat memahami materi IPA yang terdiri dari banyak kata-kata asing (bahasa ilmiah). Hal tersebut dapat terlihat pada saat guru memberikan pertanyaan pada siswa, sebagian siswa tidak dapat menjawab maksud jawaban dari pertanyaan yang diberikan.

4.1.1.2 Analisis Pembelajaran a. Wawancara

Wawancara dilakukan kepada guru kelas V dan dua siswa kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta. Sebelum melakukan wawancara, terlebih dahulu dibuat instrumen pedoman wawancara yang di validasi oleh beberapa ahli yaitu ahli pada bidang IPA biologi dan ahli bidang IPA sekolah dasar. Berikut hasil validasi pada instrumen pedoman wawancara yang disajikan pada tabel 4.3

Tabel 4.3 Hasil validasi intrumen pedoman wawancara guru

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

IPA Biologi 4 2 4 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 47 3,61 IPA SD 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 49 3,76

Rerata 96 3,68

Dari hasil validasi pedoman wawancara guru oleh ahli pada tabel 4.3, rerata skor yang diperoleh sebesar 3,68. Dilihat dari tabel 3.13 rerata validasi pedoman wawancara tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dari kategori tersebut maka dapat dikatakan bahwa instrumen pedoman wawancara

62 dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan sebagai acuan melaksanakan wawancara dengan guru.

Wawancara dilakukan dengan guru kelas V SD Negeri Deresan pada hari Rabu, 22 Agustus 2018. Hasil wawancara disajikan pada tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4 Hasil Wawancara dengan Guru Kelas V

No Topik Pertanyaan

Kalimat Pertanyaan Hasil Wawancara

1. Ketersediaan buku modul pembelajaran di sekolah

6. Buku apa saja yang telah ada dan digunakan di sekolah sebagai penunjang pembelajaran?

BSE, LKS

7. Apakah sekolah telah memiliki modul untuk penunjang pembelajaran?

Sekolah tidak pernah memiliki modul pembelajaran 2. Penggunaan modul pada pembelajaran IPA 8. Apakah Bapak/Ibu menggunakan modul sebagai pendukung dalam pembelajaran IPA?

Tidak

9. Jenis modul yang digunakan dalam pembelajaran IPA?

Tidak ada 10. Bagaimana respon siswa

terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran IPA?

Tidak ada

11. Bagaimana tingkat pemahaman siswa pada materi IPA dengan penggunaan modul IPA?

Tidak ada

3. Kualitas modul IPA

12. Apa kekurangan dari modul yang digunakan Bapak/Ibu untuk menunjang

pembelajaran?

Tidak ada

13. Bagaimana bentuk modul yang diharapkan Bapak/Ibu supaya lebih baik dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan? Tidak ada 4. Ringkasan materi yang dibuat guru menggunakan catatan ataupun buku penunjang 1. Apakah Bapak/Ibu memberikan penugasan materi setelah mengajar dalam bentuk catatan/buku penunjang?

Guru memberikan penugasan pembelajaran berupa catatan dan penugasan lain semacam rangkuman.

2. Apa kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi?

Masih kesulitan untuk menghafal materi, terutama untuk istilah asing yang ada

63 di materi IPA. Jadi karena bahasa asing itulah anak-anak masih sulit untuk memahami materi, karena hafal saja mereka sulit.

5. Penggunaan pendekatan saintifik pada pembelajaran

3. Apa saja pendekatan/strategi yang Bapak/Ibu gunakan dalam pelaksanaan pembelajaran IPA?

Saat pembelajaran di kelas, guru mencoba membuat kelas dalam kelompok belajar, ada semacam demo yang

diberikan, dan permainan-permainan yang diselipkan saat belajar.

4. Apakah selama ini Bapak/Ibu mengetahui pendekatan saintifik dalam penerapannya pada

pembelajaran IPA?

Guru mengetahui bahwa pendekatan saintifik itu isinya menggali materi, adanya kegiatan membangun, mengembangkan, dan berupa pengenalan-pengenalan pembelajaran. 6. Kesulitan yang dihadapi guru dalam mengimplement asikan pendekatan saintifik pada pembelajaran

5. Apa saja kesulitan yang Bapak/Ibu alami jika menerapkan pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA?

Guru masih merasa kesulitan menerapkan pendekatan saintifik karena bingung serta ragu untuk menentukan dan menerapkan ide-ide. Selain itu guru juga kesulitan untuk mengurutkan langkah-langkah yang dikaitkan dengan pembelajaran.

Wawancara selanjutnya dilakukan kepada 2 orang siswa kelas V. Hasil validasi terhadap instrumen pedoman wawancara kepada siswa oleh ahli pembelajaran IPA biologi dan ahli IPA sekolah dasar disajikan pada tabel 4.5

Tabel 4.5 Hasil validasi pedoman wawancara siswa

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

IPA Biologi 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 32 3,2 IPA SD 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 39 3,9

Rerata 71 3,55

Dari hasil validasi pedoman wawancara pada siswa oleh ahli pada tabel 4.5 tersebut dapat diperoleh hasil rerata skor sebesar 3,55. Dilihat pada tabel 3.13,

64 rerata validasi dari pedoman wawancara siswa termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dari kategori tersebut, dapat dikatakan bahwa instrumen pedoman wawancara pada siswa dinyatakan valid. Para ahli juga memberikan komentar pada instrumen yang dibuat pada pedoman wawancara siswa kelas V SD Negeri Deresan Yogyakarta pada tanggal 20 dan 29 Juli 2018. Hasil wawancara dengan siswa disajikan pada tabel 4.6 berikut ini.

Tabel 4.6 Hasil wawancara dengan siswa

No Topik Pertanyaan

Kalimat Pertanyaan Hasil Wawancara Siswa A Siswa B 1. Kesulitan yang dialami saat pembelajaran IPA

1. Apakah selama ini kalian senang dengan

pembelajaran IPA?

Senang Senang

2. Materi apa saja menurut kalian sulit dipahami? Mengapa demikian? Materi tulang-tulang dan organ tubuh makhluk hidup Materi hafalan dan tanaman yang berhubungan dengan alam 2. Penggunaan modul IPA dalam pembelajaran di kelas 3. Apakah kalian

menggunakan modul IPA dalam pembelajaran IPA?

Tidak ada modul IPA

Tidak ada modul IPA 4. Apakah kalian paham

dengan materi yang ada dimodul IPA? - - 3. Pendapat siswa mengenai modul IPA yang dipakai dalam pembelajaran , menarik atau tidak dari segi gambar, warna, tulisan, dan ukuran 5. Bagaimana pendapat kalian mengenai modul yang dipakai?

- -

6. Apakah modul yang kalian pakai menarik?

- -

4. Pemahaman siswa

7. Apakah kalian mengalami kesulitan memahami

65 mengenai petunjuk pemakaian yang ada pada modul IPA

petunjuk yang terdapat pada modul yang kalian pakai? 5. Penggunaan modul IPA membantu pemahaman siswa terhadap materi

8. Apakah rangkuman materi yang ada pada modul IPA dapat menambah pemahaman materi pembelajaran? - - 6. Perbaikan modul IPA

9. Modul seperti apakah yang kalian inginkan supaya menarik? Banyak gambarnya yang menarik, berwarna semua, ada gamesnya seperti TTS, ada permainan kelompok, ada soalnya juga. Yang jelas harus punya tulisan yang jelas dan dapat dibaca, lalu banyak gambarnya yang menarik, berwarna semua. 10. Modul seperti apakah yang

kalian inginkan supaya dapat membantu memahami materi IPA?

Ukuran tulisan besar, banyak gambar, tulisannya jelas, berwarna, ada gamesnya seperti TTS, ada permainan kelompok, ada soalnya juga. Ukuran tulisan besar, banyak gambar, tulisannya jelas, berwarna.

Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga sumber tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ketersediaan modul pembelajaran sebagai penunjang pembelajaran tidak pernah ada dan dipakai di sekolah. Hal tersebut dapat dilihat dari jawaban narasumber yang disajikan pada bagan 4.1

66 Bagan 4.1 Triangulasi Data Wawancara

Dari hasil bagan 4.1 mengenai triangulasi data wawancara yang dilakukan maka siswa memerlukan suatu buku bergambar dan berwarna berbentuk modul pembelajaran, sehingga diharapkan modul pembelajaran tersebut dapat membuat siswa lebih paham pada materi dan antusias dalam belajar.

4.1.1.3 Analisis Pembelajar dan Konteks a. Analisis Karakteristik Siswa

Karakteristik dari siswa dianalisis melalui observasi dan wawancara. Observasi dilakukan saat proses pembelajaran IPA di kelas V pada tanggal 8 September 2018, dan wawancara kepada siswa dilakukan pada tanggal 6 September 2018. Hasil dari observasi diketahui bahwa dalam pembelajaran guru banyak menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi IPA. Saat pembelajaran berlangsung ada banyak siswa yang kurang memperhatikan

Guru tidak pernah membuat modul pembelajaran untuk siswa. Sekolah juga tidak pernah

mengadakan adanya modul pembelajaran. Telah tersedia buku tetapi kurang menarik untuk siswa. Siswa II Masih kesulitan pada pembelajaran IPA terutama pada hafalan. Siswa membutuhkan buku yang memiliki segi tulisan yang jelas dan gambar yang jelas. Siswa I Masih kesulitan pada pembelajaran IPA. Siswa membutuhkan buku yang menarik untuk belajar. Buku yang diperlukan jelas, menarik, dan lengkap.

Modul pembelajaran tidak pernah ada. Siswa membutuhkan suatu modul pembelajaran yang dari segi fisik menarik dan dari segi isi yang jelas dan mudah untuk dipahami materinya.

67 penjelasan guru, karena guru tidak menggunakan media untuk menyampaikan materi.

Jadi masih banyak siswa yang memiliki kesibukan sendiri saat di kelas terutama siswa laki-laki yang selalu membuat ramai dan sikap tidak serius pada saat proses pembelajaran. Jika siswa diminta guru untuk membaca buku dan mengerjakan soal, pasti siswa akan malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru. Dan jika tidak dipaksa oleh guru untuk mengerjakan tugas yang ada di buku, sebagian besar siswa tidak akan mengerjakan tugas. Banyak dari siswa yang lebih suka dengan materi pembelajaran yang disertakan dengan gambar dan tulisan yang jelas (ukuran font tulisan besar). Maka hasil dari observasi dan wawancara pada proses pembelajaran tersebut dijadikan bahan pertimbangan dalam pembuatan kuesioner analisis kebutuhan.

b. Analisis Karakteristik Buku Pembelajaran IPA

Analisis dilakukan pada buku yang dipakai oleh siswa pada pembelajaran terutama pada pembelajaran IPA. Buku pembelajaran yang dianalisis dinilai dengan melihat dari empat aspek yaitu pada konten isi buku, tampilan yang disajikan buku dan bahasa yang digunakan dalam buku, dan penggunaan dan penyajian. Data yang diperoleh yaitu sekolah tidak pernah menggunakan buku berupa modul pembelajaran untuk menunjang pembelajaran. Dari hal tersebut maka perlu dikembangkan suatu buku berupa buku modul pembelajaran khusus materi IPA. Pada pengembangannya ditambahkan langkah yang mengacu pada pendekatan saintifik untuk kurikukum 2013 dan sesuai dengan kebutuhan yang ada pada lingkungan siswa.

68 c. Validasi Instrumen Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan yang dilakukan menggunakan suatu instrumen kuesioner. Kuesioner yang dibuat berdasarkan pada karakteristik siswa dan berdasarkan karakteristik modul yang dikembangkan yaitu konten/isi, tampilan, bahasa yang digunakan, dan aspek penggunaan dan penyajian. Pengembangan instrumen kuesioner analisis kebutuhan untuk guru sejumlah 14 butir pertanyaan dan kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa sejumlah 12 butir pertanyaan. Sebelum kuesioner diberikan pada siswa dan guru, instrumen kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa divalidasi oleh ahli terlebih dahulu, ahli tersebut yaitu ahli IPA khusus dalam bidang ilmu biologi dan ahli IPA untuk sekolah dasar. Melalui validasi yang dilakukan maka didapatkan penilaian dari ahli yang akan digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan pada kuesioner yang akan diujikan. Hasil validasi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru disajikan pada tabel 4.7 berikut ini.

Tabel 4.7 Hasil Validasi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru

Ahli Nomor Item Total Rerata

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 IPA Biologi 4 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 3 3 49 3,5 IPA SD 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 54 3,8 Rerata 51,5 3,65

Dari hasil validasi pedoman kuesioner analisis kebutuhan guru oleh ahli pada tabel 4.7, rerata skor yang diperoleh sebesar 3,65. Dilihat dari tabel 3.13 rerata validasi pedoman kuesioner analisis kebutuhan guru tersebut termasuk dalam kategori “sangat baik”. Dari kategori tersebut maka dapat dikatakan bahwa

69 instrumen pedoman kuesioner analisis kebutuhan guru dinyatakan valid sehingga layak untuk digunakan sebagai acuan melaksanakan uji coba menganalisis kebutuhan guru.

d. Data Analisis Kebutuhan

Uji kuesioner analisis kebutuhan guru dilakukan pada hari Selasa, 11 September 2018. Kuesioner analisis kebutuhan untuk guru terdiri dari 14 butir pertanyaan yang dikembangkan dari empat aspek pengembangan buku lalu dikembangkan kembali menjadi lima indikator. Hasil dari kuesioner analisis kebutuhan guru dijadikan sebagai gambaran awal tentang buku pembelajaran yang pernah dan digunakan dalam pembelajaran IPA untuk kelas V sekolah dasar. Selain itu hasil dari analisis kebutuhan guru digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan buku pembelajaran berupa modul pembelajaran IPA mengenai materi organ pernapasan pada makhluk hidup. Data hasil rekapitulasi deskripsi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru disajikan pada tabel 4.8 berikut ini.

Tabel 4.8 Hasil Rekapitulasi Deskrispi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru

Indikator Pertanyaan Deskripsi Jawaban

Kesulitan belajar yang dialami siswa pada pembelajaran IPA

3. Bagaimana kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran IPA?

Dalam pembelajaran anak-anak masih cenderung membutuhkan bimbingan. 4. Apa kesulitan yang dialami

oleh siswa dalam pembelajaran IPA?

Menghafalkan materi terutama bagian-bagian tubuh manusia dan hewan serta fungsinya.

5. Materi apa yang masih sulit dipahami oleh siswa?

Pernapasan dan pencernaan hewan dan manusia ada beberapa anak yang sudah paham, tetapi ada pula beberapa anak yang belum paham.

70 siswa sebagai

penuntun pembelajaran.

Bapak/Ibu gunakan sebagai sumber referensi pembelajaran IPA?

Buku yang tersedia yaitu Bupena dan buku BSE. Strategi yang dipilih

guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA.

2. Apakah Bapak/Ibu telah menggunakan pendekatan saintifik untuk pelaksanaan pembelajaran terutama pembelajaran IPA?

Perlu diadakan

1. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPA, apakah Bapak/Ibu menggunakan pendekatan/metode/strategi dalam pembelajaran?

Ya

Penggunaan Modul 7. Apakah modul perlu digunakan pada pembelajaran IPA di SD?

Ya 8. Apakah modul selalu

digunakan dalam pembelajaran IPA?

Kalau ada pasti digunakan Kalau tidak ada tidak digunakan

9. Apakah modul dapat

membantu pemahaman materi IPA saat pembelajaran?

Sangat membantu

Kualitas Modul yang telah digunakan di sekolah

10. Apakah modul yang digunakan sudah memakai pendekatan saintifik?

Buku ada pendekatan saintifik.

Modul tidak ada jadi tidak ada pendekatan saintifik. 11. Apakah modul yang digunakan

dilengkapi dengan petunjuk langkah pemakaian?

Ya, beberapa buku ada petunjuknya

12. Apakah modul yang dipakai memuat materi mengenai organ pernapasan pada makhluk hidup?

Ya, ada pada buku, bukan modul

13. Apakah panduan kegiatan yang diberikan selalu disertai dengan instruksi yang jelas?

Ya, beberapa sudah jelas

14. Apakah modul IPA yang dipakai mempunyai gambar dengan penjelasan yang menarik?

Belum

Dari tabel 4.8 menunjukkan bahwa guru kelas telah menggunakan pendekatan/metode/strategi pada pelaksanaan pembelajaran. Salah satu pendekatan yang dilakukan guru dalam pembelajaran adalah pendekatan saintifik. Pada aspek kemandirian siswa pula guru memberikan jawaban bahwa siswa

71 cenderung masih membutuhkan bimbingan dalam mencerna materi yang akan disampaikan. Banyak siswa yang kurang dapat belajar secara mandiri dalam mencerna materi yang dipelajari melalui buku. Pada aspek penggunaan buku yang dipakai siswa pada pembelajaran, siswa dan guru menggunakan buku Bupena dan buku BSE yang berasal dari pemerintah. Memang sekolah sudah menyediakan buku tetapi untuk buku modul pembelajaran guru tidak pernah membuat, begitu pula dengan sekolah tidak pernah menyediakan modul pembelajaran terutama pembelajaran IPA.

Selanjutnya mengenai kualitas modul yang ada. Tetapi sekolah tidak pernah menggunakan modul pembelajaran jadi identifikasi kali ini lebih mengarah pada buku yang digunakan untuk pembelajaran IPA. Guru menjawab pertanyaan kuesioner berdasarkan buku yang ada dan digunakan untuk pembelajaran. Jadi guru menjawab bahwa buku yang digunakan dalam pembelajaran beberapa sudah memuat langkah pendekatan saintifik, lalu sudah adanya langkah penggunaan buku, buku IPA juga sudah memuat materi IPA tetapi hanya secara umum saja. Karena modul IPA tidak memiliki maka tidak ada gambaran untuk penyajian materi yang disertai gambar. Tetapi dilihat dari buku yang dimiliki oleh siswa dan guru, gambar yang disajikan pada materi tidak begitu jelas dan tidak berwarna. Keterangan pada gambar pun tidak diberi secara jelas.

Dalam hal mengenai kesulitan yang dialami siswa, pada pembelajaran terutama pembelajaran IPA siswa masih mengalami kesulitan pada materi terutama pada materi bagian-bagian tubuh manusia dan hewan beserta dengan fungsinya yang sifatnya hafalan. Siswa sulit untuk menghafal materi karena

72 materi yang dihafalkan berupa bahasa asing (bahasa ilmiah) untuk nama-nama bagian tubuh yang ada pada manusia maupun pada hewan. Materi yang masih sulit dipahami oleh siswa pada pembelajaran IPA kelas V adalah materi mengenai pernapasan dan pencernaan hewan maupun manusia, karena sebagian dari siswa masih kesulitan untuk memahami materi tersebut.

Indikator selanjutnya adalah mengenai penggunaan modul pada pembelajaran IPA. Modul pembelajaran IPA tidak pernah digunakan dalam pembelajaran karena tidak tersedia modul pembelajaran baik dari sekolah maupun dari guru yang membuat. Jika modul pembelajaran tersedia maka modul pembelajaran itu akan sangat membantu pemahaman siswa pada pembelajaran terutama pada pembelajaran IPA.

Dari penjelasan dan pendapat guru tersebut dapat dilihat bahwa modul IPA tidak digunakan dalam pembelajaran dan buku yang dipakai sebagai penunjang pembelajaran juga kurang membuat siswa tertarik untuk belajar karena buku yang dipakai kurang menyajikan tampilan materi IPA yang menarik. Hal tersebut akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan modul pembelajaran IPA. Oleh sebab itu modul pembelajaran perlu diadakan dan digunakan untuk penunjang pembelajaran terutama untuk pembelajaran IPA.

Data analisis kebutuhan yang selanjutnya adalah data yang diambil dari siswa. Kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa diujikan pada tanggal 11

Dokumen terkait