BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menyimak Cerita Anak Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw II Siswa Kelas 3B SDN 1 Kebondalem Lor Klaten
Tahun Pelajaran 2014/2015” telah dilaksanakan di SDN 1 Kebondalem Lor,
Prambanan, Klaten. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Dua siklus ini dilaksanakan selama dua minggu, setiap pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran atau 2 x 35 menit. Peneliti menguraikan setiap tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas sebagai berikut.
1. Kondisi Awal
Sebelum melakukan tindakan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II, peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas mata pelajaran bahasa Indonesia. Guru mengatakan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam aspek menyimak, dalam proses pembelajaran sebagian siswa kurang mendengarkan guru saat bercerita, sebagian dari siswa ada yang asik bercerita dengan teman sebangkunya. Peneliti melakukan pengamatan pada saat berlangsungnya proses pembelajaran bahasa Indonesia untuk mendapatkan data awal minat belajar siswa.
Pengamatan kondisi awal dilakukan pada tanggal 7 Mei 2015. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pembelajaran masih berpusat pada guru dan guru masih menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pembelajaran. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang nampak, hal ini ditunjukkan ada beberapa siswa yang asik mengobrol dengan teman sebangku dan pada saat guru memberikan pertanyaan siswa kesulitan untuk menjawab.
Peneliti melakukan wawancara terhadap siswa untuk mengetahui minat awal belajar siswa. Secara keseluruhan hasil wawancara terhadap siswa, dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat terhadap kegiatan pembelajaran menyimak karena cerita hanya dibacakan oleh guru. Pengamatan ini digunakan sebagai data awal minat belajar siswa.
Peneliti membagikan angket minat belajar siswa pada hari Sabtu, 9 Mei 2015. Hal ini bertujuan untuk mendukung data minat belajar siswa yang diperoleh dari pengamatan siswa pada proses pembelajaran bahasa Indonesia. Peneliti menggunakan alat ukur kondisi awal minat belajar siswa berdasarkan data angket dan data observasi belajar. Nilai ulangan yang dilakukan guru sebelumnya digunakan untuk kondisi awal kemampuan menyimak siswa. Skor hasil pengisian lembar pengamatan dan angket minat belajar dapat dilihat pada lampiran. Berikut ini data kondisi awal minat belajar siswa.
Tabel 4.1 Data Kuesioner Kondisi Awal
No Nama Siswa Pengamatan Angket Skor Kriteria
1 VEY 61 69 65 Cukup 2 AB 50 60 55 Rendah 3 ES 64 66 65 Cukup 4 AAJ 62 66 64 Cukup 5 INR 61 65 63 Cukup 6 OUT 60 64 62 Cukup 7 NPC 52 56 54 Rendah 8 NDD 61 69 65 Cukup 9 FS 51 63 57 Cukup 10 ASN 60 70 65 Cukup 11 CAA 50 60 55 Rendah 12 ADM 60 70 65 Cukup 13 EES 62 66 64 Cukup 14 JKN 45 45 45 Sangat Rendah 15 MDA 42 46 44 Rendah 16 TSC 64 66 65 Cukup 17 AKD 50 50 50 Rendah 18 EGN 62 64 63 Cukup 19 VR 57 63 65 Cukup 20 MAN 60 62 61 Cukup
21 EDL 40 40 40 Sangat Rendah
22 SS 57 61 59 Cukup 23 AAM 62 66 64 Cukup 24 DM 50 52 51 Rendah 25 AYJ 58 68 63 Cukup 26 KAP 64 66 65 Cukup Jumlah 1465 1593 1534 Cukup Rata-rata 56,35 61,27 59
Berdasarkan tabel kondisi awal minat belajar siswa, terdapat 2 siswa (7,69%) termasuk dalam kategori sangat rendah, 6 siswa (23,08%) termasuk dalam kategori rendah, dan 18 siswa (69,23%) termasuk dalam kategori cukup. Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas 3B adalah 59 termasuk dalam kategori minat cukup. Berikut ini data
kondisi awal kemampuan menyimak siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II.
Tabel 4.2 Kemampuan Menyimak Kondisi Awal
No Nama Siswa Skor Ketuntasan KKM (75)
Tuntas Tidak Tuntas
1 VEY 60 √ 2 AB 60 √ 3 ES 80 √ 4 AAJ 60 √ 5 INR 90 √ 6 OUT 60 √ 7 NPC 60 √ 8 NDD 80 √ 9 FS 80 √ 10 ASN 90 √ 11 CAA 50 √ 12 ADM 60 √ 13 EES 80 √ 14 JKN 60 √ 15 MDA 60 √ 16 TSC 80 √ 17 AKD 80 √ 18 EGN 60 √ 19 VR 70 √ 20 MAN 60 √ 21 EDL 50 √ 22 SS 80 √ 23 AAM 80 √ 24 DM 80 √ 25 AYJ 60 √ 26 KAP 60 √ Jumlah 1790 11 15 Rata-rata 68,85 - - Presentase ketuntasan KKM 42,31 % 57,69 %
Berdasarkan tabel kondisi awal kemampuan menyimak, terdapat 11 siswa (42,31%) yang nilainya diatas KKM dan 15 siswa (57,69%) nilainya masih dibawah KKM. Nilai rata-rata kemampuan menyimak
siswa kelas 3B dari perhitungan tersebut adalah 68,85 skor kemampuan menyimak siswa masih banyak yang dibawah KKM maka nilai akan diperbaiki pada siklus I.
2. Siklus I
Siklus pertama terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahapan diuraikan sebagai berikut.
a. Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini, peneliti mendalami Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang akan digunakan untuk menyusun perangkat pembelajaran yang berupa silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi dan cerita anak. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasi dosen, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian, seperti lembar pengamatan dan angket minat belajar yang akan digunakan untuk memperoleh data minat siswa.
b. Pelaksanaan
a) Siklus I Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada Senin 11 Mei 2015, pukul 09.00 WIB dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama peneliti dibantu oleh satu orang teman yang berperan
sebagai observer dan dokumentasi. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada pertemuan pertama ini adalah mengomentari tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi lima kelompok yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Peneliti meminta siswa untuk menyusun meja kursi pada jam istirahat dengan alasan, bahwa siswa selalu gaduh apabila akan membuat kelompok.
Kegiatan awal diawali dengan salam pembuka, doa dan presensi. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai cerita anak yang pernah didengar atau dibaca oleh siswa. Guru memotivasi siswa dengan bernyanyi di sini senang di sana senang untuk membangkitkan motivasi siswa. Kemudian guru melakukan orientasi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, guru mengajak siswa bertanya jawab tentang macam-macam cerita anak. Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi yang akan dipelajari bersama. Guru menyiapkan 5 cerita anak dengan judul yang berbeda. Kemudian guru membagi siswa dalam 5 kelompok (kelompok asal), yang setiap kelompoknya terdiri dari 5 siswa yang dikelompokkan secara heterogen. Siswa kemudian dibagikan nomer pengenal yaitu
nomer 1,2,3,4 dan 5. Setiap anggota kelompok mendapat materi yang berbeda. Contoh nomer 1 mendapat materi yang berbeda dengan nomer 2 atau setiap anggota kelompok mendapat materi yang berbeda. Siswa yang mendapat judul cerita anak yang sama berdiskusi dalam satu kelompok (kelompok ahli). Siswa dalam kelompok ahli mendapat waktu 20 menit untuk memahami isi cerita anak. Setelah berdiskusi, kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergiliran dalam waktu 20 menit dan anggota kelompok menyimak. Guru mengkondisikan kelas supaya anggota kelompok dapat menyimak cerita yang disampaikan oleh temannya.
Pada kegiatan akhir, siswa membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari pada hari ini. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Kemudian siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran hari ini di depan kelas dengan bimbingan guru. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi cerita anak yang telah disampaikan pada hari ini. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam dan doa.
b) Siklus I Pertemuan 2
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 12 Mei 2015, pukul 09.00 WIB dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti.
Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi 5 kelompok yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran sama seperti pertemuan sebelumnya.
Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah mengawali pelajaran dengan salam pembuka dan presensi. Guru menanyakan kabar kepada siswa sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, guru bersama siswa bertanya jawab tentang macam-macam cerita anak untuk mengingat pada pertemuan sebelumnya. Guru menyuruh siswa untuk kembali ke kelompok ahli yang sudah dibentuk dipertemuan sebelumnya. Guru membagikan teks cerita anak yang telah dipelajari sebelumnya, dan siswa diminta untuk berdiskusi bersama kelompok ahli dalam waktu 15 menit. Setelah cukup mendapatkan informasi dari kelompok ahli, setiap anggota kembali ke dalam kelompok asal. Siswa mengerjakan LKS dan soal evaluasi yang sudah disediakan oleh guru dalam waktu 30 menit. Selama siswa mengerjakan, guru mendatangi setiap kelompok untuk membimbing dan memberikan arahan. Kemudian siswa mengumpulkan soal dan jawaban di meja guru. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas.
Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari. Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran di depan kelas dengan bimbingan guru. Kemudian guru memberikan tindak lanjut memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi cerita anak. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam dan berdoa.
c. Pengamatan
Pada siklus ini, pengamatan yang dilakukan pada siklus I merupakan pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar. Peneliti menemukan lalu mencatat kejadian-kejadian yang muncul dan kemudian dituliskan pada lembar pengamatan. Pengamatan hasil belajar meliputi pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Minat belajar siswa diukur dengan menggunakan angket minat dan lembar observasi minat, sedangkan kemampuan menyimak diukur dengan tes. Pengamatan terdiri dari pengamatan proses dan pengamatan hasil pembelajaran.
1) Pengamatan Proses Pembelajaran
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh satu orang observer. Observer melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran dan melakukan penilaian minat belajar siswa pada rubrik observasi yang telah disediakan oleh peneliti. Observer memberikan skor apabila aktifitas siswa sesuai dengan kriteria
yang ada pada rubrik minat. Selain itu pengamatan bertujuan untuk mengetahui apa saja kemajuan dan kendala yang dialami selama proses belajar mengajar berlangsung.
2) Pengamatan Hasil Belajar a) Minat belajar
Minat belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2, sedangkan lembar kuesioner diberikan pada saat akhir siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus I.
Tabel 4.3 Minat Belajar Siswa Siklus I
No Nama
Siswa
Pengamatan Angket Skor Kriteria
1 VEY 69 83 76 Tinggi 2 AB 64 66 65 Cukup 3 ES 59 71 65 Cukup 4 AAJ 69 72 71 Tinggi 5 INR 69 81 75 Tinggi 6 OUT 70 86 78 Tinggi 7 NPC 68 78 73 Tinggi 8 NDD 61 67 64 Cukup 9 FS 69 81 75 Tinggi 10 ASN 71 85 78 Tinggi 11 CAA 69 81 75 Tinggi 12 ADM 66 64 65 Cukup 13 EES 66 60 63 Cukup 14 JKN 71 79 75 Tinggi 15 MDA 70 86 78 Tinggi 16 TSC 66 64 65 Cukup 17 AKD 70 86 78 Tinggi 18 EGN 71 79 75 Tinggi 19 VR 59 71 65 Cukup 20 MAN 58 68 63 Cukup
Tabel 4.3 Minat Belajar Siswa Siklus I
No Nama
Siswa
Pengamatan Angket Skor Kriteria
21 EDL 70 86 78 Tinggi 22 SS 69 81 75 Tinggi 23 AAM 71 79 75 Tinggi 24 DM 68 74 71 Tinggi 25 AYJ 60 70 65 Cukup 26 KAP 63 65 64 Cukup Jumlah 1736 1963 1850 Tinggi Rata-rata 66,77 75,5 71,15
Berdasarkan tabel rekapitulasi data minat belajar siswa siklus I di atas, terdapat 10 siswa (38,46%) termasuk dalam kategori cukup, dan 16 siswa (61,54%) termasuk dalam kategori tinggi. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II dengan materi cerita anak telah meningkatkan minat belajar siswa.
b) Kemampuan menyimak siswa siklus I
Kemampuan menyimak siswa di ukur dengan menggunakan soal evaluasi berupa 20 soal pilihan ganda yang dibagikan kepada siswa pada akhir siklus I. penilaian dari masing-masing aspek diberikan bobot yang berbeda sesuai dengan rubrik penilaian tes kemampuan menyimak. Berikut ini adalah data kemampuan menyimak siklus I.
Tabel 4.4 Kemampuan Menyimak Siswa Siklus I
No Nama Siswa Skor Ketuntasan KKM (75)
Tuntas Tidak Tuntas
1 VEY 70 √ 2 AB 60 √ 3 ES 80 √ 4 AAJ 80 √ 5 INR 70 √ 6 OUT 80 √ 7 NPC 60 √ 8 NDD 80 √ 9 FS 85 √ 10 ASN 80 √ 11 CAA 80 √ 12 ADM 60 √ 13 EES 80 √ 14 JKN 80 √ 15 MDA 60 √ 16 TSC 80 √ 17 AKD 85 √ 18 EGN 80 √ 19 VR 80 √ 20 MAN 80 √ 21 EDL 60 √ 22 SS 60 √ 23 AAM 80 √ 24 DM 80 √ 25 AYJ 60 √ 26 KAP 80 √ Jumlah 1930 17 9 Rata-rata 74,23 - - Presentase ketuntasan KKM 65,38 % 34,62 %
Berdasarkan tabel rekapitulasi data kemampuan menyimak siswa pada siklus I di atas, terdapat 17 siswa (65,38%) mendapatkan nilai di atas KKM dan terdapat 9 siswa (34,62%) mendapat nilai di bawah KKM. Dari perhitungan tersebut, di dapatkan nilai rata-rata siswa kelas 3B adalah 74,23.
Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah meningkatkan minat belajar siswa sehingga skor kemampuan menyimak mengalami peningkatan.
d. Refleksi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan pembelajaran yang terjadi pada siklus I. Berikut ini hasil refleksi pada siklus I.
a) Refleksi Proses Pembelajaran
Dalam proses kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan tersebut adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan
1.1Modul pembelajaran yang berkaitan dengan materi sangat membantu dalam proses pembelajaran.
1.2Siswa lebih tertarik mendengarkan cerita yang diceritakan oleh temannya.
2. Kekurangan
2.1Pada saat pengambilan foto ada beberapa siswa yang justru berpose saat akan di ambil gambarnya, namun ada juga siswa yang malah menutupi wajahnya.
2.2Pada saat mengerjakan LKS ada beberapa kelompok yang sudah selesai duluan terus mengobrol dengan teman yang lain.
b) Refleksi Hasil Pembelajaran
Dari perencanaan awal, hasil siklus I yang mencakup minat belajar dan kemampuan menyimak siswa akan dibandingkan dengan kondisi awal dan kriteria keberhasilan siklus I yang ditargetkan sebelumnya. Adapun perbandingan tersebut dapat di lihat pada tabel berikut.
Tabel 4.5 Perbandingan Hasil Siklus I dengan Kondisi Awal
dan Target Keberhasilan Siklus I
No Peubah Indikator Kondisi Awal Target Akhir Siklus I Hasil Siklus I 1. Minat belajar siswa Skor rata-rata minat siswa 59 75 71,15 2. Kemampuan menyimak siswa Rata-rata skor kemampuan menyimak 68,85 75 74,23 Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM 42,31% 80% 65,38%
Berdasarkan tabel perbandingan di atas, terlihat dengan jelas bahwa hasil minat belajar siswa siklus I sudah ada peningkatan dari kondisi awal tetapi belum melampaui target keberhasilan akhir. Hasil skor rata-rata seluruh minat belajar siswa pada kondisi awal yaitu 59. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II hasil skor rata-rata seluruh minat belajar siswa pada siklus I yaitu 71,15.
Kemampuan menyimak siswa siklus I sudah ada peningkatan dari kondisi awal tetapi belum melampaui target keberhasilan siklus I. Hasil skor rata-rata seluruh kemampuan menyimak siswa pada kondisi awal yaitu 68,85. Setelah dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II hasil skor rata-rata seluruh kemampuan menyimak siswa pada siklus I yaitu 74,23. Hasil dari presentase kemampuan menyimak siswa siklus I yang sudah mencapai KKM yaitu 65,38%. Melalui kegiatan pembelajaran siklus I menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik jigsaw II diharapkan dapat melampaui target yang diterapkan yaitu 75.
Pertemuan pertama ini guru melakukan presensi diteruskan
dengan menyanyikan lagu “di sini senang di sana senang” untuk
menambah semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pada saat pembagian kelompok, guru menuliskan nama siswa dan nomernya di papan tulis, jadi siswa sudah tau dengan siapa dia akan berkumpul di kelompok asal dan kelompok ahli. Dalam melakukan tanya jawab, hanya beberapa siswa saja yang aktif menjawab.
Berdasarkan refleksi yang berkaitan dengan proses dan hasil kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe jigsaw II dapat disimpulkan bahwa secara umum proses pembelajaran siklus I sudah meningkat, walaupun masih terdapat beberapa kekurangan. Peneliti melanjutkan penelitian pada siklus II untuk meningkatkan variabel kemampuan menyimak siswa. Dalam kegiatan pembelajaran siklus II. Materi pembelajaran yang akan dilakukan berbeda dengan materi pembelajaran pada siklus I.
3. Siklus II
Siklus kedua terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Setiap tahap diuraikan sebagai berikut.
a. Perencanaan
Dalam tahap perencanaan peneliti pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan tahap perencanaan pada siklus I. Peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), soal evaluasi dan cerita anak. Perangkat pembelajaran tersebut kemudian divalidasi dosen, kepala sekolah, dan guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Peneliti juga menyiapkan instrumen penelitian, seperti lembar pengamatan dan angket minat belajar yang akan digunakan untuk memperoleh data minat siswa. Minat belajar siswa pada siklus II diukur menggunakan lembar observasi minat dan angket minat yang dibuat pada siklus I.
b. Pelaksanaan
a) Siklus II Pertemuan 1
Pertemuan pertama dilaksanakan pada Senin 25 Mei 2015, pukul 09.00 WIB dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Pada pertemuan pertama peneliti dibantu oleh satu orang teman yang berperan sebagai observer dan dokumentasi. Materi pembelajaran yang akan dipelajari menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada pertemuan pertama ini adalah mengomentari tokoh cerita anak yang disampaikan secara lisan. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi lima kelompok yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Peneliti meminta siswa untuk menyusun meja kursi pada jam istirahat dengan alasan, bahwa siswa selalu gaduh apabila akan membuat kelompok.
Kegiatan awal diawali dengan salam pembuka, doa dan presensi. Guru melakukan apersepsi dengan bertanya mengenai cerita anak yang pernah didengar atau dibaca oleh siswa. Guru memotivasi siswa dengan bernyanyi disini senang disana senang untuk membangkitkan motivasi siswa. Kemudian guru melakukan orientasi dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, guru mengajak siswa bertanya jawab tentang macam-macam cerita anak. Guru memberikan penjelasan secara singkat mengenai materi yang akan dipelajari bersama. Guru menyiapkan 5 cerita anak dengan judul yang berbeda. Kemudian guru membagi siswa dalam 5 kelompok (kelompok asal), yang setiap kelompoknya terdiri dari 5 siswa yang dikelompokkan secara heterogen. Siswa kemudian dibagikan nomer pengenal yaitu nomer 1,2,3,4 dan 5. Setiap anggota kelompok mendapat materi yang berbeda. Contoh nomer 1 mendapat materi yang berbeda dengan nomer 2 atau setiap anggota kelompok mendapat materi yang berbeda. Siswa yang mendapat judul cerita anak yang sama berdiskusi dalam satu kelompok (kelompok ahli). Siswa dalam kelompok ahli mendapat waktu 20 menit untuk memahami isi cerita anak. Setelah berdiskusi, kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk menyampaikan hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergiliran dalam waktu 20 menit dan anggota kelompok menyimak. Guru mengkondisikan kelas supaya anggota kelompok dapat menyimak cerita yang disampaikan oleh temannya.
Pada kegiatan akhir, siswa membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari pada hari ini. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas. Kemudian siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran hari ini di depan kelas dengan bimbingan guru. Guru memberikan
tugas kepada siswa untuk mempelajari materi cerita anak yang telah disampaikan pada hari ini. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam dan doa.
b) Siklus II pertemuan 2
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Selasa 26 Mei 2015, pukul 09.00 WIB dengan berpedoman pada RPP dan perangkat pembelajaran yang sudah disiapkan oleh peneliti. Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, guru meminta siswa untuk menyusun meja menjadi 5 kelompok yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran sama seperti pertemuan sebelumnya.
Kegiatan awal yang dilakukan guru adalah mengawali pelajaran dengan salam pembuka dan presensi. Guru menanyakan kabar kepada siswa sebelum pelajaran dimulai untuk memastikan bahwa semua siswa sudah siap untuk mengikuti pelajaran. Kemudian guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Pada kegiatan inti, guru bersama siswa bertanya jawab tentang macam-macam cerita anak untuk mengingat pada pertemuan sebelumnya. Guru menyuruh siswa untuk kembali ke kelompok ahli yang sudah dibentuk dipertemuan sebelumnya. Guru membagikan teks cerita anak yang telah dipelajari sebelumnya, dan siswa diminta untuk berdiskusi bersama kelompok ahli dalam waktu 15 menit. Setelah cukup mendapatkan
informasi dari kelompok ahli, setiap anggota kembali ke dalam kelompok asal. Siswa mengerjakan LKS dan soal evaluasi yang sudah disediakan oleh guru dalam waktu 30 menit. Selama siswa mengerjakan, guru mendatangi setiap kelompok untuk membimbing dan memberikan arahan. Kemudian siswa mengumpulkan soal dan jawaban di meja guru. Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang materi yang belum jelas.
Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai materi apa saja yang baru saja dipelajari. Siswa merefleksikan kegiatan pembelajaran di depan kelas dengan bimbingan guru. Kemudian guru memberikan tindak lanjut memberikan tugas kepada siswa untuk mempelajari materi cerita anak. Guru mengakhiri pelajaran dengan salam dan berdoa.
c. Pengamatan
Pengamatan yang dilakukan pada siklus II merupakan pengamatan proses pembelajaran dan hasil belajar. Pengamatan hasil belajar meliputi pengamatan minat belajar siswa dan kemampuan menyimak siswa. Minat belajar siswa diukur dengan menggunakan angket minat dan lembar observasi minat, sedangkan kemampuan menyimak diukur dengan tes. Pengamatan terdiri dari pengamatan proses dan pengamatan hasil pembelajaran.
1) Pengamatan Proses Pembelajaran
Kegiatan pengamatan dilakukan oleh satu orang observer. Observer melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran dan melakukan penilaian minat belajar siswa pada rubrik observasi yang telah disediakan oleh peneliti. Observer memberikan skor apabila aktivitas siswa sesuai dengan kriteria yang ada pada rubrik minat. Selain itu pengamatan bertujuan untuk mengetahui apa saja kemajuan dan kendala yang dialami selama proses belajar mengajar berlangsung.
2) Pengamatan Hasil Belajar a) Minat belajar
Minat belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2, sedangkan lembarkuesioner diberikan pada saat akhir siklus II. Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus II.
Tabel 4.6 Minat Belajar Siswa Siklus II
No Nama
Siswa
Pengamatan Angket Skor Kriteria
1 VEY 78 92 85 Sangat Tinggi
2 AB 86 90 88 Sangat Tinggi
3 ES 75 75 75 Tinggi
4 AAJ 84 88 86 Sangat Tinggi
5 INR 78 74 76 Tinggi
6 OUT 87 89 88 Sangat Tinggi
7 NPC 82 88 85 Sangat Tinggi
8 NDD 72 78 75 Tinggi
Tabel 4.6 Minat Belajar Siswa Siklus II