HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Kemampuan Menulis Narasi Siswa Kelas IX.4 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng dan Kelas IX.3 UPTD SPF SMPN 3 Watansoppeng Tanpa Menggunakan Media Sosial Facebook
a. Hasil Analisis Menulis Narasi Siswa Kelas IX.4 UPTD SPF SMPN 1 Watansoppeng
Pembelajaran menulis narasi pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media sosial facebook sebagai media pembelajaran dilaksanakan selama dua tahap, yaitu tahap pretest dan posttest untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menulis narasi.
Pelaksanaan pembelajaran menulis narasi kelas kontrol dilakukan dengan menerapkan pembelajaran yang lazim digunakan oleh guru pada tahap pretest. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis narasi sebelum diberikan perlakuan. Sedangkan, pada tahap posttest pelaksanaan pembelajaran menulis narasi dilakukan dengan menerapkan media yang biasa digunakan oleh guru yaitu media whatsapp.
Berikut hasil kemampuan siswa dalam menulis narasi pada kelas kontrol mengenai data pretest dan posttest:
1) Alif Sardi Pratama
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Alif Sardi Pratama mendapatkan skor dengan jumlah 71. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 22.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, tetapi sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 13. tata bahasanya kurang komunikatif dan terjadi kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut dapat dilihat pada kalimat “namun, jin Ifrit tidak menemukan sesuatu didasar, padahal berulang ulang turun ke dasar laut.” Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai.
Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sering terdapat kesalahan. Kesalahan dalam pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca ejaan. Kesalahan tersebut dapat dilihat dari penulisan kata allah, dilaut, tiba2, didasar, namun, jin2, ia, dibawah.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Alif Sardi Pratama mendapatkan skor dengan jumlah 62. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 22.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, agak sulit dipahami, tetapi sesuai
dengan judul/topik permasalahan. dapat dilihat mulai dari paragraf pertama sampai dengan paragraf terakhir. Dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang tidak mempunyai korelasi.
Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 14. Gagasan diungkapkan kurang jelas, urutan tidak logis, dan mengandung beberapa unsur-unsur intrinsik. kesalahan dalam penulisan narasi tersebut dari segi organisasi isi dapat dilihat dari isi tiap paragraf yang kurang memiliki kesatuan dari paragraf lainnya.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 12. tata bahasanya kurang komunikatif yaitu terdapat pada kalimat “Yang terkenal sebagai bapak pendidikan nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara beliau berjuang dari masa penjajahan belanda...”, “pendidikan membawa kita harus untuk mengenal lebih banyak / menuntut ilmu setinggi-tingginya agar kita tidak memperbudak orang lain (bangsa lain)”, “tujuan dari pendidikan manusia diharapkan agar menjadi berilmu pengetahuan, kreativitas...” dan terjadi kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai.
Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 4. Ejaan sering terjadi kesalahan dan makna membingungkan. Kesalahan ejaan dalam penulisan narasi tersebut yaitu penulisan kata belanda, orang2, anak2 mei, nasional, penggunaan garis miring di tengah kalimat.
2) Anisa Raihana Amar
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Anisa Raihana Amar mendapatkan skor dengan jumlah 82. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 26. Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Dapat dilihat dari pemaparan isi teks ceritanya pada teks tersebut. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung unsur-unsur intrinsik secara lengkap.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 17. tata bahasanya sederhana dan hanya terjadi sedikit kesalahan dalam penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut dapat dilihat pada setiap kalimat yang diuraikan.
Salah satunya penggunaan kalimat “di tengah-tengah berjalan” Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor 12. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Hal tersebut dapat dilihat pada pemilihan kata “jam” dan “pukul”
dan keseringan muncul kata “tampak”. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Anisa Raihana Amarmendapatkan skor dengan jumlah 79 . Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 25. Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Dapat dilihat dari pemaparan isi teks
ceritanya pada teks tersebut. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung unsur-unsur intrinsik secara lengkap.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 15. tata bahasanya sederhana dan hanya terjadi sedikit kesalahan dalam penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut dapat dilihat pada setiap kalimat “Renapun akhirnya diantar temannya kembali kerumahnya”. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor 12. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai.
Hal tersebut dapat dilihat pada pemilihan kata “kembali” seharusnya menggunakan kata “pulang” Kelima, dari segi ejaan dengan skor 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan. Terdapat kesalahan pemakaian huruf.
3) Dewa Sanjaya
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Dewa sanjaya mendapatkan skor dengan jumlah 61. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 20.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, tetapi sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 14. Gagasan diungkapkan kurang jelas, urutan kurang logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 12. tata bahasanya kurang komunikatif dan terjadi kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan. Hal
tersebut dapat dilihat pada kalimat “...hampir seluruh negara di dunia karena pandemi satu ini” dan penggunaan afiksasi yang kurang tepat yaitu kata ”merubah”. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sering terdapat kesalahan. Kesalahan dalam pemakaian tanda baca.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Dewa sanjaya mendapatkan skor dengan jumlah 60. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 17.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, tetapi sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 15. Gagasan diungkapkan kurang jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 13. tata bahasanya sangat sederhana. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
4) Fidya Faradiba Rusmana
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Fidya Faradiba Rusmana mendapatkan skor dengan jumlah 61. Dari skor
tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 20. Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, dan kurang sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 12. Gagasan diungkapkan kurang jelas, urutan tidak logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 14. tata bahasanya sederhana dan terdapat kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut terdapat pada kalimat “ir Soekarno, presiden RI pertama adalah seorang nasionalis ia memimpin PNI pd tahun 1928”. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 11.
Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 4. Ejaan terdapat kesalahan terutama pada penulisan kata yaitu kata “pd” seharusnya menggunakan kata “pada”, kata “karna”seharusnya menggunakan kata “karena”, kata dasar2, yg, tgl, seharusnya menggunkan kata “dasar-dasar, yang, dan tanggal, serta terdapat kesalahan pemakaian huruf pada kata “moh. hatta seharusnya menggunakan kata “Moh. Hatta”.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Fidya Faradiba Rusmana mendapatkan skor dengan jumlah 72. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 21. Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi
isi dengan skor 19. Gagasan diungkapkan kurang jelas, urutan logis, dan hanya mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 17. tata bahasanya sederhana dan terdapat sedikit kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan.Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 11. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Hal ini terdapat pada penggunaan kata “kalau” seharusnya menggunkan kata “apabila”
Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 4. Ejaan terdapat kesalahan terutama pada penulisan kata yaitu kata
“yg”seharusnya menuliskan kata “yang”, kata “dgn” seharusnya menggunkan kata “dengan”. Terdapat kesalahan pemakaian huruf pada kata kata “hubei” seharusnya menuliskan kata “Hubei”. Dan terdapat pula pemakaian tanda baca.
5) Filza Nurul Zahra
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Filza Nurul Zahra mendapatkan skor dengan jumlah 84. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 25.
Isi yang dipaparkan menarik, mudah dipahami, tetapi tidak terdapat judul.
Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur-unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 17. tata bahasanya sederhana dan hanya sedikit kesalah penggunaan bentuk kebahasaan.
Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 13. Pilihan kata luas, ungkapan tepat, pembentukan kata sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 8. Ejaan sesuai. Ketepatan dalam menulis kata demi kata dan pemakaian tanda baca sudah tepat.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Filza Nurul Zahra mendapatkan skor dengan jumlah 85. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 26.
Isi yang dipaparkan menarik, mudah dipahami, sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 17. Tata bahasanya sederhana dan hanya sedikit kesalah penggunaan bentuk kebahasaan.
Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 13. Pilihan kata luas, ungkapan tepat, pembentukan kata sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 8. Ejaan sesuai. Ketepatan dalam menulis kata demi kata dan pemakaian tanda baca sudah tepat.
6) Kiki Indah Amelia
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Kiki Indah Amelia mendapatkan skor dengan jumlah 74. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 21.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, agak mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 15. tata bahasanya sederhana dan hanya sedikit kesalah penggunaan bentuk kebahasaan.
Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 11. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, terdapat kata-kata yang kurang dimengerti oleh orang awam dengan politik apabila ia membaca teks tersebut. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
Keselahan yang dimaksud adalah kesalahan penulisan kata “juga” yang disingkat menjadi “jg”.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Kiki Indah Amelia mendapatkan skor dengan jumlah 73. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 21.
Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan.namun isi teks cerita mengarah ke teks berita.
Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan
secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur-unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 15. tata bahasanya sederhana dan hanya sedikit kesalah penggunaan bentuk kebahasaan.
Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 11. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, dan pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sesuai hanya terdapat beberapa kesalahan. Keselahan yang dimaksud adalah kesalahan penulisan kata “juga” yang disingkat menjadi “jg” dan kesalahan pemakaian huruf seperti kata “Sekitarnya” seharusnya ditulis “sekitarnya”, kata “paccerakkang, citra sudiang Indah gelora pajjaiang” seharusnya penulisan kata tersebut diawali dengan huruf kapital karena merupakan kata tempat.
7) Magama Akhir
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Magama mendapatkan skor dengan jumlah 70. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 22. Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 19.
Gagasan diungkapkan cukup jelas, urutan kurang logis, dan hanya mengandung unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 14. tata bahasanya sederhana dan terjadi sedikit. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Hal ini dapat dilihat pada penggunaan kata “warga masyarakat” apabila ada kata warga seharusnya kata masyarakat ditiadakan karena kedua kata tersebut memiliki arti yang sama.
Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sering terdapat kesalahan. Kesalahan dalam pemakaian huruf seperti kata
“Warga, Pelaksanaannya, Saya, Sepanjang, Riasan,dan kata Cermin”
seharusnya penulisan kata-kata tersebut diawali dengan huruf kecil saja karena terdapat pada tengah kalimat. Selanjutnya kata “agustus, indonesia” seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf kapital di awal kalimat. Dan penulisan kata tempat setelah diberikan imbuhan seharusnya ditulis secara terpisah.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttest atas nama Magama mendapatkan skor dengan jumlah 60. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 17. Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan namun isi teks cerita terlalu singkat. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 15. Gagasan diungkapkan cukup jelas, urutan logis, dan hanya mengandung beberapa unsur-unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 13. tata bahasanya sangat sederhana dan tidak terdapat kesalahan penggunaan bentuk kebahasaannya karena teks tersbut hanya terdiri dari beberapa kalimat saja. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata terbatas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan yaitu penulisan kata tempat yang diberikan imbuhan seharusnya kata tersebut terpisah.
8) Nayla Azzahra
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Nayla Azzahra mendapatkan skor dengan jumlah 77. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 23.
Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, tetapi idak ada judul yang dicantumkan. Dapat dilihat dari pemaparan isi teks ceritanya pada teks tersebut. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung unsur-unsur intrinsik secara lengkap.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 15. tata bahasanya sederhana dan hanya terjadi sedikit kesalahan dalam penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut dapat dilihat pada setiap kalimat “Renapun akhirnya diantar temannya kembali kerumahnya”. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor 12. Pilihan kata cukup
luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai.
Hal tersebut dapat dilihat pada pemilihan kata “punya” seharusnya kata tersebut dihilangkan saja karena tidak mengandung makna dalam kalimat tersebut dan tidak berkaitan pada kata sebelumnya. Kelima, dari segi ejaan dengan skor 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
Terdapat kesalahan pemakaian huruf.
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Nayla Azzahra mendapatkan skor dengan jumlah 79. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 23.
Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, tetapi idak ada judul yang dicantumkan. Dapat dilihat dari pemaparan isi teks ceritanya pada teks tersebut. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung unsur-unsur intrinsik secara lengkap.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 18. tata bahasanya sederhana dan bentuk kebahasaan tepat. Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor 11. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Hal tersebut dapat dilihat pada pemilihan kata “siswa” dan “anak”. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor 6. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
9) Nurul Aisyah Asis
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretest atas nama Nurul Aisyah Asismendapatkan skor dengan jumlah 80. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 23.
Isi yang dipaparkan cukup menarik, mudah dipahami, tetapi sesuai dengan judul/topik permasalahan.hal tersebut dapat dilihat pada isi teks yang menceritakan tentang dunia pendidikan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 17. tata bahasanya sederhana dan terjadi kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan.
Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 12. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai. Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 7. Ejaan sesuai hanya terdapat sedikit kesalahan.
Kesalahan dalam penulisan kata pada kata “orang2” dan “anak2”
seharusnya menuliskan kata “orang-orang” dan “anak-anak”
Hasil menulis narasi siswa pada tahap posttestatas nama Nurul Aisyah Asis mendapatkan skor dengan jumlah 71. Dari skor tersebut dapat dilihat dari uraian unsur yang dinilai, pertama dari segi isi dengan skor 22. Isi yang dipaparkan kurang menarik, mudah dipahami, dan sesuai dengan judul/topik permasalahan. Kedua, dari segi organisasi isi dengan
skor 21. Gagasan diungkapkan secara jelas, urutan logis, dan mengandung beberapa unsur intrinsik.
Ketiga, dari segi tata bahasa dengan skor 13. tata bahasanya kurang komunikatif dan terjadi kesalahan penggunaan bentuk kebahasaan. Hal tersebut dapat dilihat pada kalimat “namun, jin Ifrit tidak menemukan sesuatu didasar...” Keempat, dari segi pilihan struktur dan kosa kata mendapatkan skor dengan jumlah 10. Pilihan kata cukup luas, ungkapan tepat, pembentukan kata kadang-kadang kurang sesuai.
Kelima, dari segi ejaan mendapatkan skor dengan jumlah 5. Ejaan sering terdapat kesalahan. Kesalahan dalam pemakaian huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca ejaan. Kesalahan tersebut berupa kesalahan penulisan kata yaitu penulisan kata “dilaut, tiba2, didasar, jin2, dan apa2” seharusnya penulis menuliskan dengan kata “ di laut, tiba-tiba, jin-jin, dan apa-apa” dan kesalahan pemakaian huruf yaitu penulisan nama “nabi Sulaiman” seharusnya kedua kata tersebut harus menggunakan huruf kapital diawal tiap kata karena huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, dan sebagainya.
10) Nurfatiha Fatimah Azzahra
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretestatas nama Nurfatiha Fatimah Azzahra mendapatkan skor dengan jumlah 74. Dari skor tersebut
Hasil menulis narasi siswa pada tahap pretestatas nama Nurfatiha Fatimah Azzahra mendapatkan skor dengan jumlah 74. Dari skor tersebut