BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan Perusahaan Pertamabangan Pt.Adaro Energy Tbk, Baramulti Suksessarana Tbk, Mitrabara adiperdana Tbk, Samindo Resources Tbk, dan Elnusa Tbk periode tahun 2015-2019. Sehinggah data tersebut sudah diolah oleh peneliti untuk diolah di SPSS dan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2
Data EPS, DPS, dan Harga Saham Perusahaan Pertambangan Periode Tahun 2015-2019
2019 13,59 3,12 1555
Sumber : hasil olah data peneliti 2021
2. Analisis Statistik
Pada penelitian ini sampel dari perusahaan pertambangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak 5 sampel perusahaan dengan periode penelitian dari tahun 2015-2019 , maka data dari penelitian yang di peroleh berjumlah 25.
Variabel Independen (X) yang digunakan untuk penelitian ini adalah Earning Per Share (X1) dan Dividen Per Share (X2), dimana variabel ini akan membantu untuk pengolahan data serta variabel ini cocok untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini sehingga peneliti sudah mempertimbangkan kriteria yang digunakan antara lain harus relevan, dapat diukur,diidentifikasian dan didefinisikan dengan jelas,
maka semua kriteria ini terdapat pada variavel yang telah dipilih.
Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengumpulan serta pengolahan data.
Sebelum melakukan analisis lebih lanjut, terlebih dahulu akan dilkaukan pengujian untuk dapat memenuhi persyaratan dari asumsi Klasik yang terdiri dari : normalitas, multikolinearitas,autokorelasi, dan heteroskedastisitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data bertujuan untuk menguji regresi variabel dependen dan variabel independen apakah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal atau tidak, maka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistic sebagai berikut :
Gambar 4.1 Grafik Histogram Sumber : Hasil pengolahan data SPSS
Dapat dilihat gambar dari Grafik Histogram bahwa grafik tesebut memiliki nilai residual bersdistribusi normal karena grafik histogram tersebut dimana kurva yang berbentuk seperti lonceng.
Gambar 4.2 Grafik Normal PP-Plot Sumber : Hasil Olah Data SPSS
Dapat dilihat pada grafik normal PP-Plot data residual berdistribusi normal karena pada titik- titik grafik normal PP-Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dari atas garis diagonal ataupun dibawah garis diagonal tersebut.
Tabel 4.3
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz
ed Residual
N 25
Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std.
Deviation
594.3720638 1 Most Extreme
Differences
Absolute .155
Positive .155
Negative -.124
Test Statistic .155
Asymp. Sig. (2-tailed) .126c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Dari hasil pengolahan data yang diperoleh besarnya nilai signifikan pada 0,200. Dimana nilai signifikan lebih besar daro 0,05, maka pengujian ini berdistribusi secara normal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk meguji model regresi serta melihat adanya korelasi antara variabel bebas (independen).
Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinearitas pada model regeri dalam penelitian ini , maka dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF).
Tabel 4.4
Sumber : Hasil olah data SPSS
Dari hasil perhitungan tabel uji asumsi klasikpada bagian Colinearity Statistics dapat dilihat bahwa untuk 2 variabel independen, dimana menunjukkan nilai Tolerance sebesar EPS 0,969 > 0,10 dan DPS sebesar 0,969 > 10 serta nilai VIF dari EPS sebesar 1,032 <10 dan DPS 1,032<10 sehinggah tidak melebihi batas nilai VIF yang diperkenankan yaitau maksimal sebesar 10 . Dengan demikian bahwa model regresi tersebut tidak terdapat adanya multikolinearitas antara variabel independen.
Coefficientsa
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi ini bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi variabel dependen tidak berpengaruh terhadap nilai variabel itu sendiri.
Tabel 4.5
Sumber : Hasil olah data SPSS
Berdasarkan tabel 4.3 hasil dari pengujian Drubin Watson sebesar 1,393 berada di abatar -2 sampai 2, sehingga dalam penelitian tidak terdapat autokorelasi.
d. Uji Regresi Linear Berganda
Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antara Earning Per Share dan Dividen Per Share terhadap Harga Saham,sehingga dari hasil perhitungan model persamaan linear berganda dengan menggunakan progam SPSS diperoleh hasil sebagai berikut :
a. Predictors: (Constant), DPS, EPS b. Dependent Variable: HARGA SAHAM
DPS .544 .130 .676 4.189 .000 .969 1.032
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil olah data SPSS
Dapat dilihat pada kolom Unstandardized Coefficients pada bagian B diporoleh model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :
Y = 919.233 - 0,086) X1 + 0,544 X2
Maka, persamaan regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 1) Hubungan Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham
adalah Negatif, artinya mengalami penurunan Earning Per Share (EPS) maka akan diikuti terhadap Harga Saham. Maka asumsi EPS dan DPS tidak konstan dengan besaran penurunan sebesar (0,086) satuan
2) Hubungan Dividen Per Share (DPS) terhadap Harga Saham adalah Positif, artinya mengalami kenaikan Dividen Per Share (DPS) diikuti terhadap Harga Saham. Sehingga asumsi EPS dan DPS adalah Konstan dengan Besaran Kenaikan sebesar 0,0544 satuan.
e. Pengujian Hipotesis Penelitian
Berdasarkan hasil analisi uji, maka selanjutnya akan dilakukan penjabaran secara terperinci kepada hasil penelitian yaitu bagaimana pengaruh masing-masing variabel terhadap variabel lainnya. Variabel independent dalam penelitian ini yaitu Earning Per Share(X1), dan Deviden Per Share. Sedangkan untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah Harga Saham(Y).
1. Uji Parsial(Uji t)
Uji t digunakan untuk menguji setiap variabel independent (bebas) mempengaruhi variabel dependen (terikat). Pengujian ini dapat dilakukan menggunkan program SPSS khusunya dengan menyamakan tingkat kepentingan setiap variabel bebas dengan 0,05(α=5%)
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM Sumber : Hasil Olah Data SPSS
Berdasarkan dari analisi menggunakan SPPS, berikut disajikan secara terperinci dalam tabel.
Tabel 4.8 Hasil Uji Parsial (Uji t)
NO Variabel t-hitung t-tabel Signifikansi
1 Earning Per Share -0,886 2,073 0,385
2 Dividen Per Share 4,189 2,073 0,000
Sumber: Hasil Olah Data(2021)
Hipotesis 1(H1): Pengaruh Earning Per Share (X1) Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangn yang terdafatar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2015-2019 (Y)
Berdasarkan hasil uji hipotetis menjelaskan bahwa nilai signifikansi variabel Earning Per Share (X1) secara parsial
sebesar 0,385. Sedangkan nilai koefisien korelasi hasil thitung
sebesar -0,886. Sehingga nilai signifikansi lebih besar dari probabilitas 0,05(0,385>0,05) dan nilai thitung lebih kecil dari pada ttabel 2,079 (-0,886<2,079), maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak tersebut memperlihatkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut tidak signifikan.
Sehingga hipotesis 1 (H1) yang di uji dalam penelitian ini yaitu Earning Per Share (X1) secara parsial berpengaruh Negatif dan signifikan terhadap Harga saham perusahaan pertambangan yang terdafatar di bursa efek indonesia (BEI) periode tahun 2015-2019 ditolak. Oleh karena itu, Hipotesis Pertama (H1) tidak diterima.
Hipotesis 2 (H2): Pengaruh Dividen Per Share (X2) Terhadap Harga Saham Perusahaan Pertambangn yang terdafatar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2015-2019 (Y)
Berdasarkan hasil uji hipotetis menjelaskan bahwa nilai signifikansi variabel dividen (X2) secara parsial 0,000.
Sedangkan nilai koefisien korelasi untul hasi thitung sebesar 4,189. Sehingga nilai signifikansi lebih kecil dari probabilitas 0,05(0,000<0,05) dan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel
2,079(4,189>2,079), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang memeperlihakan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Sehingga hipotetis 2 (H2) yang di uji dalam penelitian ini yaitu Dividen Per Share (X2)
secara parsila berpengauh positif dan signifikan terhadapa harga saham perusahaan pertambangan yang terdafatar di bursa efek Indonesia (BEI) periode tahun 2015-2019 tidak ditolak. Oleh karena itu, Hipotesis Kedua (H2) di terima.
2. Uji Simultan (Uji f)
Pengujian simultan ialah pengujian secara bersama-sama antara koefisien Earning Per Share (X1) dan Dividen Per Share (X2) terhadap harga saham perusahaan pertambangan yang terdafatar di bursa efek indonesia(BEI) periode tahun 2015-2019 (Y).
Berikut disajikan hasil analisis SPSS:
TABEL 4.9 ANOVAa Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 6771905.834 2 3385952.917 8.786 .002b Residual 8478675.606 22 385394.346
Total 15250581.440 24
a. Dependent Variable: HARGA SAHAM b. Predictors: (Constant), DPS, EPS
Berdasarkan dari analysis menggunakan SPPS diatas, dimana sudah terdapat nilai f-hitung dan nilai signifikansi, berikut disajikan secara terperinci dalam tabel
Tabel 4.10 Hasil Uji Simultan( Uji F)
No f-htiung F-tabel Signifikansi
1 8.786 3.42 0.002
Hipotesis 3 (H3): Pengaruh Earning Per Share (X1) dan Dividen Per Share (X2) Terhadap Harga Saham
Perusahaan Pertambangn yang terdafatar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode Tahun 2015-2019 (Y)
Berdasarkan hasil uji simultan (uji f) menejlaskan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,002 lebih kecil dari probabilitas 0,05 ( 0,002<0,05) dan fhitung sebesar 8,786 lebih besar dari ftabel yaitu 3,42 ( 8,786>3,42), maka sebagaiamana dasar dalam uji f dapat disimpulkan bahawa hipotetis diterima atau dengan kata lain earning per share (X1) dan dividen per share (X2) secara silmutan (bersama-sama) berpengaruh terhadapa harga saham perusahaan pertambangan yang terdafatar di bursa efek Indonesia (BEI) periode tahun 2015-2019 (Y).
Dengan demikian, maka persayaratan agar kita dapat memaknai nilai koefisien determinasi dalam analisis regresi linear berganda sudah terpenuhi.