BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
40 3 / 000 . 120 000 . 120 3 000 . 65 000 . 185 3 000 . 185 3 000 . 65 000 . 185 3 = = = − = = + = + y y y y y x
Jadi, harga satu baju sebanyak Rp 65.000 dan harga satu kaos sebanyak Rp 40.000.
Jadi, Untuk tiga baju dan dua kaos adalah
000 . 275 000 . 80 000 . 195 ) 000 . 40 ( 2 ) 000 . 65 ( 3 + = + =
B. Hasil Penelitian Terdahulu Yang Relevan
1. Penelitian oleh Ayarsha Rifan, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Tahun 2016 dengan Judul : “Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Kriteria Watson”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa jenis kesalahan yang sama dan paling banyak terjadi di SMP negeri dan swasta yang dilakukan oleh siswa yaitu kesalahan jenis rlc (melakukan tanpa konsep atau menjawab langsung ) dan ao (selain tujuh kategori). Relevansi penelitian ini adalah terdapat jenis-jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa pada jenis-jenis kesalahan berdasarkan kriteria Watson.
2. Penelitian Husnul Istipham, mahasiswa IAIN Mataram, 2012 dengan judul: “Identifikasi Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Program Linier Pada Siswa Kelas XII IPA MAN Gerung Tahun Pelajaran 2011/2012”. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan
ditemukan bahwa secara umum letak kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal program linier adalah pada penggunaan data (id) yang tidak sesuai, siswa tidak dapat melanjutkan penyelesaian soal (shp), prosedur yang digunakan tidak sesuai (ip), siswa tidak menjawab sesuai data yang diberikan (ao), dan siswa gagal menyimpulkan (oc). Selain itu beberapa siswa kurang paham dalam menyelesaikan soal cerita, dalam hal ini siswa mengalami kesulitan dalam menentukan metode yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal program linier, hal initerjadi karena siswa belum memahami konsep program linier dan menyelesaikan masalah program linier.
3. . Penelitian oleh Tanzul Yuniar, mahasiswa UNNES angkatan 2011 dengan judul : “Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 10 Semarang Tahun Pelajaran 2010/2011 Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Pada Materi Pokok Lingkaran Dengan Panduan Kriteria Watson ". Berdasarkan hasil penelitian I, pada umumnya kesalahan yang dilakukan siswa terjadi karena prosedur (ip) yang tidak tepat, kurangnya keterampilan siswa terutama keterampilan berhitung (shp) dan pendataan yang tidak tepat (id). Selain itu, beberapa siswa kurang paham dalam menyelesaikan soal cerita. Dalam hal ini siswa bingung untuk menyelesaikan soal, apakah menggunakan rumus luas lingkaran atau keliling lingkaran. Hal ini terjadi karena siswa belum memahami konsep luas dan keliling lingkaran. Relevansi dengan penelitian ini adalah jenis kesalahan yang dilakukan siswa disertai dengan faktor penyebabnya.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif. dengan tujuan untuk mengetahui jenis kesalahan apa yang dilakukan siswa dan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Penelitian kualitatif merupakan langkah penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yaitu kata-kata lisan atau tertulis dari orang atau perilaku yang diamati. Penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data secara langsung dari sumber data, yang melalui tes dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian, dideskripsikan untuk mendapatkan informasi mengenai analisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan kriteria Watson pada siswa kelas VIII MTs Pattuku.
B. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MTs Pattuku yang beralamat di desa Pattuku Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone.Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VIII Mts Pattuku.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Pattuku. Jumlah siswa adalah 25 siswa sedangkan untuk diwawancarai,
peneliti memilih 3 orang siswa yang memiliki jenis kesalahan terbanyakberdasarkan kriteria Watson dengan cara memberikan tes diagnostik kemudian mendata jenis kesalahan yang dilakukan siswa. Peneliti melakukan wawancara untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel.
D. Prosedur Penelitian
Adapun prosedur penelitian dalam penelitian ini adalah:
1. Tahap persiapan
a. Melakukan observasi awal ke sekolah
b. Membawa surat izin untuk melakukan penelitian disekolah
c. Ketemu dengan kepala sekolah untuk memberikan surat izin penelitian
d. Ketemu dengan guru matematika e. Menyiapkan instrumen penelitian f. Melakukan validasi instrumen 2. Tahap pelaksanaan
Penelitian yang terkait dengan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaaan linear dua variabel ini dilaksanakan pada kelas VIII MTs Pattuku. Penelitian ini dimulai dengan memberikan tes hasil belajar yang bersifat diagnostik kepada siswa dengan materi sistem persamaan linear dua variabel yang dilakukan secara luring, dan tes hasil belajar tersebut akan diperiksa dan dipilih siswa berdasarkan
kesalahan yang dikerjakan siswa. Dari hasil pekerjaan siswa yang menjadi subjek yang kemudian akan diwawancarai.
3. Tahap analisis
Tahap analisis ini dilakukan pada saat peneliti telah mengumpulkan data sehingga sudah bisa menggambarkan kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal SPLDV.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan alat yang dipakai untuk mendapatkan informasi yang didapat dari responden dengan memakai pola pengukuran yang sama. Sedangkan bagi peneliti, instrumen penelitian adalah alat yang dipakai untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Selain instrumen utama, terdapat juga instrumen bantu yang berupa soal tes dan pedoman wawancara
1. Tes Diagnostik
Soal tes merupakan alat yang digunakan untuk mendapatkan data dari hasil belajar siswa yang berbentuk soal tes tertulis sebagai alat ukur dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk deskriptif yang bersifat diagnostik yang digunakan untuk mengetahui setiap langkah siswa dalam menyelesaikan soal sehingga dapat ditemukan letak kesalahan yang dilakukan siswa pada saat menyelesaikan masalah.
Tes ini diberikan kepada siswa untuk mengetahui penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal yang telah diberikan. Tes ini diberikan kepada siswa setelah mendapatkan materi sistem persamaan linear dua variabel, dalam artian siswa sudah mempelajar sebelumnya dari gurunya.
Data yang berkaitan dengan cara menyelesaikan soal sistem dua variabel persamaan linier berupa tes yang berupa soal deskripsi kemudian dianalisis untuk mendapatkan jawaban atas kesalahan siswa berdasarkan kriteria Watson dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Tes yang diberikan adalah tes yang berupa tiga soal.
2. Pedoman Wawancara
Menurut Budiyono metode wawancara dapat dikatakan juga sebagai interview yang merupakan suatu langkah dalam mengumpulkan data yang dilakukan melalui percakapan anatara peneliti dengan narasumber atau subjek penelitian (2003:52). Pada bagian ini, peneliti menggunakan percakapan yang sedemikian rupa sehingga orang yang diwawancarai siap mengungkapkan pendapatnya secara jelas dan terbuka.
Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi dari subjek penelitian mengenai kesalahan matematika dalam pemecahan masalah yang dialami siswa pada pokok bahasan SPLDV. Tujuan peneliti melakukan wawancara pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa yang dilakukan siswa dan untuk mengetahui apa yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan.
Pengumpulan data dengan mewawancarai siswa. Merujuk pada Sugiono (2011), wawancara mendalam dikategorikan sebagai wawancara tidak terstruktur. Pelaksanaannya lebih bebas daripada wawancara terstruktur. Wawancara tak terstruktur dilakukan atas pedoman wawancara yang telah disusun peneliti, akan tetapi variasi pertanyaan yang ditanyakan bisa berubah, tergantung dari penjelasan/jawaban peserta didik. Oleh sebab itu, pertanyaan spontan dapat ditanyakan tergantung tanggapan mereka sebelumnya untuk menggali lebih dalam informasi tentang kesalahan siswa dalam menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel berdasarkan kriteria Watson.
F. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang berupa data tertulis dan hasil wawancara. Data tertulis yang berasal dari hasil kerja peserta didik dalam menyelesaikan soal materi sistem persamaan linear dua variabel dan untuk mengetahiu faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel maka dilakukan wawancara dengan subjek yang dipilih oleh peneliti.
1. Soal Tes
Soal tes yang diberikan berupa soal tes yang telah divalidasi oleh validator. Soal tes diberikan kepada siswa kelas VIII MTs Pattuku dilakukan secara luring. Tes tersebut berlangsung selama 60 menit yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 09.00
2. Wawancara
Setelah siswa menyelesaikan soal yang diberikan, peneliti memilih 3 subjek untuk diwawancarai. Setelah peneliti memilih 3 subjek yang terpilih maka dilakukan wawancara.Wawancara dilakukan secara tak terstruktur kepada subjek yang terpilih untuk diketahui faktor penyebab siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal.
G. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Analisis deskriptif-kualitatif adalah cara yang digunakan untuk mendeskripsikan dan menafsirkan makna dari data yang sudah dikumpulkan dengan cara memperhatikan serta mencatat sebanyak mungkin bagian yang akan diteliti, supaya diperoleh gambaran umum dan menyeluruh mengenai situasi yang sebenar-benarnya.
Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu sebagai berikut: 1. Reduksi Data
Reduksi data pada penelitian ini digunakan untuk memilih dan merangkum hal pokok dan hal penting sehingga peneliti mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Adapun tahap reduksi data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
a. Memeriksa dan megoreksi hasil pekerjaan siswa yang kemudian dipilih berdasarkan kesalahan siswa
b. Hasil dari pekerjaan yang terpilih sebagai subjek ditransformasikan kedalam bentuk catatan untuk digunakan sebagai bahan untuk wawancara.
c. Hasil wawancara dengan subjek disusun dengan susunan bahasa yang teratur dan baik.
2. Penyajian Data
Setelah reduksi data dilakukan, langkah selanjutnya yaitu penyajian data yang diarahkan agar data yang telah direduksi menjadi teratur. Tahapan penyajian data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Menyajikan hasil pekerjaan yang telah dilakukan peserta didik sebagai alat untuk wawancara.
b. Wawancara yang telah direkam disajikan dengan menggunakan alat perekam dan semacamnya.
Dari hasil data yang telah disajikan (hasil kerja subjek dan wawancara) akan dianalisis, yang selanjutnya disatukan dalam bentuk pencarian data, agar mampu menyelesaikan permasalahan pada penelitian ini.
3. Verifikasi data dan penarikan kesimpulan
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hal ini dilakukan dengan caramembandingkan hasil pekerjaan tes siswa yang menjadi subjek penelitian dengan hasil wawancara sehingga dapat mengetahui kesalahan matematika dan penyebab kesalahan matematika
berdasarkan kriteria Watson dalam pemecahan masalah materi sistem persamaan linear dua variabel.
H. Keabsahan Data
Adapun cara untuk memeriksa keabsahan data pada penelitian ini ialah dengan teknik uji kredibilitas data. Kredibilitas yaitu ukuran keabsahan data yang terkumpul, yang mendeskripsikan kesesuaian rancangan peneliti dengan hasil penelitian. Kredibilitas data diselidiki melalui data yang lengkap yang didapat dari berbagai macam sumber. Adapun beberapa langkah untuk memperbaiki data pada penelitian, yaitu peningkatan kerajinan, semangat, perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan bertukar pendapat dengan rekan kerja.
Dalam penelitian ini, menggunakan triangulasi dalam menguji kredibilitas, yang diartikan sebagai pengecekan data dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Adapun triangulasi diantaranya yaitu triangulasi sumber, triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi teknik.
Triangulasi teknis yaitu cara yang digunakan untuk mengetes kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan cara berbeda. Pada penelitian ini, peneliti akan mengungkapkan data mengenai kesalahan peserta didik pada saat mengerjakan soal sistem persamaan linier dua variabel dengan tes dan kemudian diperiksa dengan wawancara. Jika ternyata berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap sudah benar.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Data yang telah diperoleh dalam penelitian yang telah dilakukan di MTs Pattuku yang berupa data lembar jawaban soal tes dan data hasil wawancara. Pada penelitian ini berupa data kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa berdasarkan kriteria Watson dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel dari instrument test dengan jumlah soal sebanyak 3 butir soal yang sudah melalui proses validasi. Tes dilaksanakan pada hari sabtu 16 Januari 2021 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 09.00 yang dilakukan secara luring. Tes dilaksanakan selama 60 menit dan selama tes berlangsung dilakukan pengaturan dan pengawasan untuk memperkecil kemungkinan adanya kecurangan. Tes ini diikuti oleh 25 siswa yang diambil dari satu kelas, kemudian yang akan dijadikan subjek diambil sebanyak tiga siswa. Ketiga subjek tersebut dipilih berdasarkan banyaknya jenis kesalahan yang dilakukan berdasarkan kriteria Watson. Adapun kriteria Watson meliputi data tidak tepat (innappropriate data), prosedur tidak tepat (innappropriate procedure), data hilang (ommited data), kesimpulan hilang (ommited conclusion), konflik level respon (response level conflict), manipulasi tidak langsung (undirected manipulation), masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem) dan selain ke-7 kategori diatas (above other).Selanjutnya peneliti memeriksa hasil jawaban soal tes siswa untuk dipilih berdasarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan, setelah itu
peneliti memilih tiga orang siswa untuk dilakukan wawancara takterstruktur.Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa melakukan kesalahan.
B. Hasil Penelitian
Setelah peneliti melakukan pengamatan lebih lanjut, penelitian ini hanya mengambil tiga subjek yang akan dijadikan sebagai sumber data. Adapun penentuan subjek dilakukan berdasarkan hasil jawaban siswa, yang dimana sebelum menentukan subjek siswa diberikan soal sebanyak tiga butir soal yang kemudian peneliti mengambil sebanyak tiga subjek yang dimana akan diwawancarai untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa.
Dari soal yang akan diteliti mengapa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel dengan menggunakan kriteria Watson. Dalam kriteria Watson ada 8 kesalahan dalam mengerjakan soal yakni data tidak tepat (innappropriate data), prosedur tidak tepat (innappropriate procedure), data hilang (ommited data), kesimpulan hilang (ommited conclusion), konflik level respon (response level conflict), manipulasi tidak langsung (undirected manipulation), masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem) dan selain ke-7 kategori diatas (above other). Berikut ini analisis yang akan dilakukan peneliti, yang dimulai dari subjek satu terlebih dahulu.
Berikut ini data siswa kelas VIII MTs Pattuku yang mengalami kesalahan dalam menyelesaiakan soal sistem persamaan linear dua variabel.
Tabel 4.1 pengelompokan jenis kesalahan siswa kelas VIII MTs Pattuku dalam menyelesaikan soal sistem persaman linear dua variabel. Subjek No.soal 1 2 3 Id Ip Od oc Rlc Um Shp Ao id Ip Od Oc Rlc Um Shp Ao id ip Od Oc rlc um shp Ao DM √ MJ √ √ √ √ √ √ √ SR √ AF √ √ AMA √ √ MT √ √
DTL √ √ √ ASJ √ √ AR √ √ √ ZA √ √ √ √ √ √ √ HG √ √ IT AN √ √ √ √ FA √ √ MS NR √ √ √ MA √ √ √ TF √ AD √ √ AMA √
ID √ √ MT √ √ NE √ AR √ √ AM √ √ √ Keterangan:
Id : Data Tidak Tepat (innappropriate data)
Ip : Prosedur Tidak Tepat (innapropriate procedure) Od : Data Hilang (ommited data)
Oc : Kesimpulan Hilang (omitted conclusion) Rlc : Konflik Level Respon (response level conflict)
Um : Manipulasi Tidak Langsung (undirected manipulation) Shp : Masalah Hierarki Keterampilan (skill hierarchy problem) Ao : Selain Ke-7 Kategori Diatas (above other)
SUBJEK 1 SUBJEK 2 SUBJEK 3
38 Tabel 4.2 Banyak kesalahan yang dilakukan siswa
No Soal Jenis Kesalahan Id Ip Od Oc Rlc Um Shp Ao 1 2 5 0 7 1 0 3 4 2 1 2 0 7 2 0 3 5 3 1 3 0 3 3 0 3 3 Jumlah 4 10 0 17 6 0 9 12
Pada tabel 4.2 dapat dilihat bahwa siswa yang melakukan kesalahan terbanyak adalah pada kritria kesimpulan hilang. Untuk soal nomor 1 menentukan akar sistem persamaan linear dua variabel dengan metode subtitusi dan eliminasi dimana 2 siswa yang melakukan kesalahan data tidak tepat (innappropriate data) 5 siswa melakukan kesalahan prosedur tidak tepat (innapprpriate procedure) 0 siswa melakukan kesalahan data hilang (omitted data) 7 siswa melakukan kesalahan kesimpulan hilang (omitted conclusion) 1 siswa melakukan kesalahan konflik level respon (response level conflict) 0 siswa melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung (undirected manipulation) 3 siswa melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem) dan 4 siswa melakukan kesalahan selain ke-7 kategori diatas (above other).
Untuk soal nomor 2 membuat model matematika dari masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dua variabel beserta penyelesaiannya dimana 1 siswa melakukan kesalahan data tidak tepat (innappropriate data), 2 siswa melakukan kesalahan prosedur tidak tepat (innappropriate procedure), 0
siswa melakukan kesalahan data hilang (ommited data), 7 siswa melakukan kesalahan kesimpulan hilang (ommited conclusion), 2 siswa melakukan kesalahan konflik level respon (response level conflict), 0 siswa melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung (undirected manipulatin), 3 siswa melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem), dan 5 siswa melakukan kesalahan selain ke-7 kategori diatas (above other).
Untuk soal nomor 3 menentukan nilai variabel sistem persamaan linear dua variabel dalam kehidupan sehari-hari dimana 1 siswa melakukan kesalahan data tidak tepat (innappropriate data) 3 siswa melakukan kesalahan prosedur tidak tepat (innapropriate procedure) 0 siswa melakukan kesalahan data hilang (ommited data) 3 siswa melakukan kesalahan kesimpulan hilang (ommited conclusion), 3 siswa melakukan kesalahan konflik level respon (response level conflict), 0 siswa melakukan kesalahan manipulasi tidak langsung (undirected manipulation), 3 siswa melakukan kesalahan masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem), dan 3 siswa melakukan kesalahan selain ke-7 kategori diatas (above other)
Subjek yang terpilih yaitu S1, S2, dan S3 melakukan kesalahan data tidak tepat (innapropriate data), prosedure tidak tepat (innappropriate procedure), kesimpulan hilang (ommited conclusion), konflik level respon (response level conflict), masalah hierarki keterampilan (skill hierarchy problem), dan selain ke-7 kategori diatas (above other).
Deskripsi kesalahan dalam menyelesaikan soal sistem persaman linear dua variabel sebagai berikut. Pemberian soal penelitian dengan subjek dilakukan pada hari sabtu, 16 Januari 2021 yang dimulai dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 09.00 yang dilakukan secara luring. Berikut ini analisis data siswa yang terpilih sebagai subjek dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel dengan menggunakan kriteria kesalahan Watson:
Subjek 1
1. Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure)
Dari pengumpulan data yang telah diperoleh terlihat bahwa siswa masih bingung dalam menyelesaikan soal. Dari hasil analisis peneliti menyimpulkan bahwa kategori kesalahan yang dilakukan siswa S1 adalah kesalahan Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure). Kesalahan ini terjadi karena siswa tidak menggunakan cara yang tepat dalam pengerjaan dan disini terlihat siswa (S1) melakukan kesalahan pada penggunaan tanda bilangan.
Soal nomor 1
Adapun jawaban siswa (S1) yang dikategorikan sebagai contoh Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure)
Gambar 4.1 contoh jenis kesalahan siswa Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure)
Dilihat dari gambar 4.1 dari hasil pekerjaan siswa, terlihat bahwa siswa belum bisa menyelesaikan soal dimana siswa melakukan kesalahan dalam menggunakan tanda bilangan. Kesalahan prosedur tidak tepat terletak pada saat mencari nilai y yaitu −24−3=−8 yang seharusnya adalah 8. Berikut petikan wawancara yang telah dilakukan dengan siswa:
P: Coba perhatikan jawaban anda (sambil menunjuk jawaban nomor 1) apakah anda sudah yakin dengan jawabannya?
S1: Iya kak
P: coba perhatikan kembali secara baik baik S1: Iya kak sudah cocok
P: Disini pada saat anda mencari nilai y yaitu anda melakukan pembagian −24−3=−8 apakah anda sudah yakin dengan jawaban anda?
S1: Kan ada negatifnya kak, jadi saya tulis juga negatif
P: Memang sebelumnya anda tidak pernah belajar tentang bilangan bulat?
S1: Pernah kak, tapi masih agak bingung
P: Kenapa anda tidak bertanya sama gurunya kalau masih ada yang kurang dipahami?
S1: sudah bertanya kak tapi belum paham sampai sekarang
P: Jadi kalau anda tidak paham, berarti anda juga sudah berhenti bertanya?
S1: iya kak
P: kalau ada tidak dipahami dek, bertanya dan cari tau sampai bisa paham ,jangan kalau sudah tidak paham anda berhenti juga bertanya. Karena sampai di perguruan tinggu pasti akan dapat lagi soal-soal yang ada kaitannya dengan bilangan bulat. Jadi
Prosedur tidak tepat
harus tahu bagaimana kuncinya dan caranya mengoperasikan bilangan bulat
S1: iya kak
Dari hasil wawancara diatas peneliti menemukan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Adapun faktor yang mempengaruhi kesalahan siswa yaitu motivasi bertanya siswa kepada gurunya agak kurang seperti terlihat pada hasil wawancara diatas siswa mengatakan bahwa dia belum paham tentang pengoperasian bilangan bulat disini terlihat siswa bertanya akan tetapi siswa hanya bertanya sekali saja dan tetap belum paham kemudian siswa tidak berusaha untuk bertanya lagi sampai paham sehingga akhirnya tidak tahu cara pengoperasian bilangan bulat dan ketika diberikan soal siswa masih melakukan kesalahan.
Soal nomor 2
Adapun jawaban siswa (S1) dikategorikan sebagai contoh Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure)
Gambar 4.2 contoh jenis kesalahan siswa Prosedur tidak tepat (innapropriate procedure)
Dilihat dari gambar 4.2 dari hasil pekerjaan siswa, terlihat bahwa siswa belum bisa menyelesaikan soal dimana siswa melakukan kesalahan dalam menggunakan tanda bilangan. Kesalahan prosedur tidak tepat terletak pada saat mencari nilai x yaitu -12000:-8 yaitu -1500 yang seharusnya adalah 1500.
Berdasarkan jawaban S1 diatas dapat dilihat bahwa siswa melakukan kesalahan prosedur tidak tepat dimana siswa belum bisa menggunakan tanda bilangan dengan benar. Berikut petikan wawancara yang telah dilakukan dengan siswa:
P: Coba perhatikan jawaban anda (sambil menunjuk jawaban nomor 2) apakah anda sudah yakin dengan jawabannya?
S1: Iya kak
P: coba perhatikan kembali secara baik baik S1: Iya kak sudah cocok
Prosedur tidak tepat
P: Disini pada saat anda mencari nilai x yaitu anda melakukan pembagian −12000−8=−1500 apakah anda sudah yakin dengan jawaban anda?
S1: Kan ada negatifnya kak, jadi saya tulis juga negatif sama pada nomor satu saya negatif kan juga karna itu yang terlintas di pemikiran
P: iya dek disini cara anda cari nilai x terlihat sama pada soal nomor 1, berarti memang pemahaman anda cuma sampai disini ya?
S1: iya kak
P: Harusnya ya dek jika negatif dikalikan dengan negatif hasilnya sudah pasti positif, biar berapapun angka yang adek kalikan akan jadi positif jawabannya.
S1: iya kak
P: Perbanyak belajar dirumah tentang bilangan bulat ya dek S1: iya kak
Dari hasil wawancara diatas peneliti menemukan faktor-faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Adapun faktor yang mempengaruhi kesalahan siswa yaitu faktor internal dimana siswa masih kurang memahami cara pengoperasian bilangan bulat sehingga ketika diberikan soal siswa masih melakukan kesalahan.
2. Kesimpulan hilang (omitted conclusion)
Dari pengumpulan data yang telah diperoleh terlihat bahwa siswa (S1) masih bingung dalam mengerjakan soal. Dari hasil analisis peneliti menyimpulkan bahwa kategori kesalahan yang dilakukan siswa termasuk salah satu jenis kesalahan kriteria Watson adalah Kesimpulan hilang