BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dari perusahaan sektor telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2020. Berikut merupakan penyajian data dari setiap Variabel :
a. Rasio Likuiditas (Current ratio) X1
Laporan keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Periode 2015-2020, sebagai berikut :
Tabel 4.1
Perhitungan Rasio Likuiditas (Current Ratio) PT. Telekomunikasi Indonesia
sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.1 terdapat perubahan angka Current ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2016 PT. Telekomunikasi Indonesia memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 1,199% dan memperoleh Tahun Aktiva lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Current
Ratio 2015 47.912.000.000.000 35.413.000.000.000 1,353 2016 47.701.000.000.000 39.762.000.000.000 1,199 2017 47.561.000.000.000 45.376.000.000.000 1,048 2018 43.268.000.000.000 46.261.000.000.000 0,935 2019 41.722.000.000.000 58.369.000.000.000 0,715 2020 46.503.000.000.000 69.093.000.000.000 0,673
angka current ratio terendah pada tahun 2020 yaitu 0,673%. Semakin tinggi hasil dari current ratio maka semakin kuat pula posisi keuangan perusahaan, begitupun sebaliknya semakin rendah hasil dari current ratio menunjukkan perusahaan kemungkinan sedang mengalami kendala dalam membayar utangnya atau dalam artian lain kondisi keuangan perusahaan sedang tidak sehat. Perolehan angka rasio likuiditas dalam tabel 4.1 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.2
Perhitungan Rasio Likuiditas (Current Ratio) PT. XL Axiata Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.2 terdapat perubahan angka Current ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2015 PT. Xl Axiata Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,645% dan memperoleh angka current ratio terendah pada tahun 2019 yaitu 0,336%. Semakin tinggi hasil dari current ratio maka semakin kuat pula posisi keuangan perusahaan, begitupun sebaliknya semakin rendah hasil dari current ratio menunjukkan perusahaan kemungkinan sedang mengalami kendala dalam membayar utangnya atau dalam artian lain kondisi keuangan Tahun Aktiva lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Current Ratio 2015 10.151.586.000.000 15.748.214.000.000 0,645 2016 6.806.863.000.000 14.477.038.000.000 0,470 2017 7.180.742.000.000 15.226.516.000.000 0,472 2018 7.058.652.000.000 15.733.294.000.000 0,449 2019 7.145.648.000.000 21.292.684.000.000 0,336 2020 7.571.123.000.000 18.857.026.000.000 0,402
47
perusahaan sedang tidak sehat. Perolehan angka rasio likuiditas dalam tabel 4.2 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.3
Perhitungan Rasio Likuiditas (Current Ratio) PT. Smartfren Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.3 terdapat perubahan angka Current ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2015 PT. Smartfren Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,531% dan memperoleh angka current ratio terendah pada tahun 2019 yaitu 0,289%. Perolehan angka rasio likuiditas dalam tabel 4.3 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.4
Perhitungan Rasio Likuiditas (Current Ratio) PT. Indosat Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Tahun Aktiva lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Current Ratio 2015 2.207.746.392.001 4.159.191.189.004 0,531 2016 2.318.664.718.735 5.124.263.031.383 0,452 2017 2.570.255.076.703 6.411.201.682.752 0,401 2018 1.987.582.883.558 6.113.366.615.810 0,325 2019 1.774.596.661.176 6.119.936.082.173 0,289 2020 2.646.319.224.796 8.417.955.655.404 0,314
Tahun Aktiva lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Current Ratio 2015 9.918.677.000.000 20.052.600.000.000 0,495 2016 8.073.481.000.000 19.086.592.000.000 0,423 2017 9.479.271.000.000 16.200.457.000.000 0,585 2018 7.906.525.000.000 21.040.365.000.000 0,376 2019 12.444.795.000.000 22.129.440.000.000 0,562 2020 9.594.951.000.000 22.658,094.000.000 0,423
Berdasarkan tabel 4.4 terdapat perubahan angka Current ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2017 PT. Indosat Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,585% dan memperoleh angka current ratio terendah pada tahun 2018 yaitu 0,376%. Perolehan angka rasio likuiditas dalam tabel 4.4 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.5
Perhitungan Rasio Likuiditas (Current Ratio) PT. Bakrie Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.5 terdapat perubahan angka Current ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2015 PT. Bakrie Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,008% dan memperoleh angka current ratio terendah pada tahun 2018 yaitu 0,0002%. Perolehan angka rasio likuiditas dalam tabel 4.3 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Aktiva lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Current Ratio 2015 64.014.000.000 7.649.163.000.000 0,008 2016 43.516.000.000 8.191.029.000.000 0,005 2017 5.266.000.000 8.933.611.000.000 0,0006 2018 1.616.000.000 10.096.465.000.000 0,0002 2019 3.980.000.000 9.827.922.000.000 0,0004
2020 2.134.000.000 881.184.000.000 0,002
49
b. Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) X2
Tabel 4.6
Perhitungan Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) PT. Telekomunikasi Indonesia
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.6 terdapat perubahan angka Debt to equity ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2020 PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 1,043% dan memperoleh angka Debt to equity ratio terendah pada tahun 2016 yaitu 0,702%. Apabila nilai Debt to equity ratio terlalu tinggi, maka dapat menjadi ancaman bagi emiten karena investor cenderung memilih saham yang niali Debt to equity ratio yang rendah. Perolehan angka rasio solvabilitas dalam tabel 4.6 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Total Utang (Rp) Ekuitas (Rp)
Debt to equity
ratio 2015 72.745.000.000.000 93.428.000.000.000 0,779 2016 74.067.000.000.000 105.544.000.000.000 0,702 2017 86.354.000.000.000 112.130.000.000.000 0,770 2018 88.893.000.000.000 117.303.000.000.000 0,758 2019 103.958.000.000.000 117.250.000.000.000 0,887 2020 126.054.000.000.000 120.889.000.000.000 1,043
Tabel 4.7
Perhitungan Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) PT. XL Axiata Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.7 terdapat perubahan angka Debt to equity ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2015 PT. XL Axiata Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 3,176% dan memperoleh angka Debt to equity ratio terendah pada tahun 2016 yaitu 1,588%.
Apabila nilai Debt to equity ratio terlalu tinggi, maka dapat menjadi ancaman bagi emiten karena investor cenderung memilih saham yang niali Debt to equity ratio yang rendah. Perolehan angka rasio solvabilitas dalam tabel 4.7 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.8
Perhitungan Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) PT. Smartfren Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Tahun Total Utang (Rp) Ekuitas (Rp) Debt to
equity ratio 2015 58.844.320.000.000 14.091.635.000.000 3,176 2016 33.687.141.000.000 21.209.145.000.000 1,588 2017 34.690.591.000.000 21.630.850.000.000 1,604 2018 39.270.856.000.000 18.343.098.000.000 2,141 2019 43.603.276.000.000 19.121.966.000.000 2,280 2020 48.607.431.000.000 19.137.366.000.000 2,539
Tahun Total Utang (Rp) Ekuitas (Rp) Debt to
equity ratio 2015 13.857.375.727.684 6.848.537.593.145 2,023 2016 16.937.857.089.434 5.869.282.198.834 2,886 2017 14.869.630.119.030 9.244.869.557.378 1,608 2018 12.765.589.253.394 12.448.005.823.642 1,025 2019 14.914.975.380.320 12.735.486.798.019 1,171 2020 26.318.344.155.226 12.365.932.390.850 2,128
51
Berdasarkan tabel 4.8 terdapat perubahan angka Debt to equity ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2016 PT. Smartfren Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 2,886% dan memperoleh angka Debt to equity ratio terendah pada tahun 2018 yaitu 1,025%.
Apabila nilai Debt to equity ratio terlalu tinggi, maka dapat menjadi ancaman bagi emiten karena investor cenderung memilih saham yang niali Debt to equity ratio yang rendah. Perolehan angka rasio solvabilitas dalam tabel 4.8 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tabel 4.9
Perhitungan Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) PT. Indosat Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.9 terdapat perubahan angka Debt to equity ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2020 PT. Indosat Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 3,861% dan memperoleh angka Debt to equity ratio terendah pada tahun 2017 yaitu 2,419%. Apabila nilai Debt to equity ratio terlalu tinggi, maka dapat menjadi ancaman bagi emiten karena investor cenderung memilih saham yang niali Debt to equity ratio yang rendah. Perolehan angka rasio solvabilitas dalam tabel 4.9 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Total Utang (Rp) Ekuitas (Rp)
Debt to equity
ratio 2015 42.124.676.000.000 13.263.841.000.000 3,176 2016 36.661.585.000.000 14.177.119.000.000 2,586 2017 35.845.506.000.000 14.815.534.000.000 2,419 2018 41.003.340.000.000 12.136.247.000.000 3,379 2019 49.105.807.000.000 13.707.193.000.000 3,582 2020 49.865.344.000.000 12.913.396.000.000 3,862
Tabel 4.10
Perhitungan Rasio Solvabilitas (Debt to equity ratio) PT. Bakrie Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.10 terdapat perubahan angka Debt to equity ratio pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2015 PT. Bakrie Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 1,193% dan memperoleh angka Debt to equity ratio terendah pada tahun 2020 yaitu 1,000%.
Apabila nilai Debt to equity ratio terlalu tinggi, maka dapat menjadi ancaman bagi emiten karena investor cenderung memilih saham yang niali Debt to equity ratio yang rendah. Perolehan angka rasio solvabilitas dalam tabel 4.10 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Total Utang (Rp) Ekuitas (Rp)
Debt to equity
ratio 2015 14.924.751.000.000 12.513.155.000.000 1,193 2016 15.467.323.000.000 13.897.548.000.000 1,113 2017 14.873.446.000.000 14.155.424.000.000 1,051 2018 16.132.748.000.000 15.419.243.000.000 1,046 2019 15.260.093.000.000 15.244.416.000.000 1,001 2020 11.306.819.000.000 11.303.553.000.000 1,000
53
c. Rasio Profitabilitas (Return on investment) X3 Tabel 4.11
Perhitungan Rasio Profitabilitas (Return on investment) PT. Telekomunikasi Indonesia
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.11 terdapat perubahan angka Return on investment pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2017 PT.
Telekomunikasi Indonesia Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,165% dan memperoleh angka Return on investment terendah pada tahun 2020 yaitu 0,119%. Semakin tinggi persentase Return on Investment, maka semakin baik perkembangan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menghasilkan laba. Perolehan angka rasio profitabilitas dalam tabel 4.11 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Earning after intrest
and tax (Rp) Total Aset (Rp) Return on investment 2015 23.317.000.000.000 166.173.000.000.000 0,140 2016 29.172.000.000.000 179.611.000.000.000 0,162 2017 32.701.000.000.000 198.484.000.000.000 0,165 2018 26.979.000.000.000 206.196.000.000.000 0,131 2019 27.592.000.000.000 221.208.000.000.000 0,125 2020 29.563.000.000.000 246.943.000.000.000 0,119
Tabel 4.12
Perhitungan Rasio Profitabilitas (Return on investment) PT. XL Axiata Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.12 terdapat perubahan angka Return on investment pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2018 PT. XL Axiata Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,057% dan memperoleh angka Return on investment terendah pada tahun 2015 yaitu 0,0004%.
Semakin tinggi persentase Return on Investment, maka semakin baik perkembangan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menghasilkan laba. Perolehan angka rasio profitabilitas dalam tabel 4.12 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Earning after intrest
and tax (Rp) Total Aset (Rp) Return on investment 2015 25.338.000.000 58.844.320.000.000 0,0004 2016 375.516.000.000 54.896.286.000.000 0,007 2017 375.244.000.000 56.321.441.000.000 0,007 2018 3.296.890.000.000 57.613.954.000.000 0,057 2019 712.579.000.000 62.725.242.000.000 0,011 2020 371.598.000.000 67.744.797.000.000 0,005
55
Tabel 4.13
Perhitungan Rasio Profitabilitas (Return on investment) PT. Smartfren Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.13 terdapat perubahan angka Return on investment pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2018 PT. Smartfren Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,141% dan memperoleh angka Return on investment terendah pada tahun 2020 yaitu 0,039%. Semakin tinggi persentase Return on Investment, maka semakin baik perkembangan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menghasilkan laba. Perolehan angka rasio profitabilitas dalam tabel 4.13 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Earning after intrest
and tax (Rp) Total Aset (Rp) Return on investment 2015 1.565.410.162.209 20.705.913.320.829 0,076 2016 1.974.434.427.311 22.807.139.288.268 0,086 2017 3.022.735.742.456 24.114.499.676.408 0,125 2018 3.552.834.007.240 25.213.595.077.036 0,141 2019 2.187.771.846.923 27.650.462.178.339 0,079 2020 1.523.602.951.388 38.684.276.546.076 0,039
Tabel 4.14
Perhitungan Rasio Profitabilitas (Return on investment) PT. Indosat Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.14 terdapat perubahan angka Return on investment pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2018 PT. Indosat Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 0,039% dan memperoleh angka Return on investment terendah pada tahun 2020 yaitu 0,010%.
Semakin tinggi persentase Return on Investment, maka semakin baik perkembangan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menghasilkan laba. Perolehan angka rasio profitabilitas dalam tabel 4.14 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Earning after intrest
and tax (Rp) Total Aset (Rp) Return on investment 2015 1.163.478.000.000 55.388.517.000.000 0,021 2016 1.275.655.000.000 50.838.704.000.000 0,025 2017 1.301.929.000.000 50.661.040.000.000 0,026 2018 2.085.059.000.000 53.139.587.000.000 0,039 2019 1.630.372.000.000 62.813.000.000.000 0,026 2020 630.160.000.000 62.778.740.000.000 0,010
57
Tabel 4.15
Perhitungan Rasio Profitabilitas (Return on investment) PT. Bakrie Telecom Tbk
Sumber : Data diolah 2022
Berdasarkan tabel 4.15 terdapat perubahan angka Return on investment pada tahun 2015-2020. Pada tahun 2020 PT. Bakrie Telecom Tbk memperoleh angka rasio yang tertinggi yaitu 33,109% dan memperoleh angka Return on investment terendah pada tahun 2019 yaitu 0,464%. Semakin tinggi persentase Return on Investment, maka semakin baik perkembangan perusahaan dalam memanfaatkan asetnya dalam menghasilkan laba. Perolehan angka rasio profitabilitas dalam tabel 4.15 mengalami fluktuasi atau mengalami naik turun.
Tahun Earning after intrest
and tax (Rp) Total Aset (Rp) Return on investment 2015 8.640.757.000.000 2.411.596.000.000 3,583 2016 1.392.115.000.000 1.569.775.000.000 0,887 2017 1.496.482.000.000 718.022.000.000 2,084
2018 720.575.000.000 713.505.000.000 1,009
2019 7.280.000.000 15.677.000.000 0,464
2020 108.128.000.000 3.266.000.000 33,109
d. Harga Saham (Closing price) Y
Tabel 4.16
Harga Saham Closing Price Periode 2015-2020
Tahun
Berdasarkan tabel 4.16 terlihat harga saham dari tahun 2015-2020 mengalami fluktuasi atau keadaan yang tidak tetap
Gambar 4.1
Harga saham periode 2015-2020
0
2015 2016 2017 2018 2019 2020
TLKM EXCL FREN ISAT BTEL
59
2. Analisis Data
Tabel 4.17
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Variabel
Likuiditas Harga
Saham 3.302 .803 .618 4.110 .000 Positif dan
signifikan
Solvabilitas Harga Saham
.734 .278 .385 2.640 .014 Positif dan
signifikan
Profitabilitas Harga
Saham .006 .047 .019 .125 .901 Tidak
Sumber : Lampiran 3 Analisis Regresi Linier Berganda a. Uji Regresi Linier Berganda
Dari tabel diatas di peroleh model persamaan regresi liniear berganda Y = -0,429 + 3,302 X1 + 0,734 X2 + 0,006 X3 + e
Hasil interprestasi dari regresi tersebut antara lain :
1. Nilai konstanta (a) sebesar -0,429 artinya jika variabel rasio likuiditas (X1), Rasio Solvabilitas (X2), dan Rasio Profitabilitas (X3) adalah 0, maka harga saham (Y) nilainya -0,429.
2. Nilai koefisien Rasio likuiditas (X1) adalah 3,302. Hal ini menunjukkan bahwa setiap rasio likuiditas mengalami kenaikan, maka harga saham akan meningkat sebesar 3,302 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.
3. Nilai koefisien rasio solvabilitas (X2) adalah 0,734. Hal ini menunjukkan bahwa setia rasio solvabilitas mengalami kenaikan, maka harga saham akan meningkat sebesar 0,734 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.
4. Nilai koefisien rasio profitabilitas (X3) adalah 0,006. Hal ini menunjukkan bahwa setiap rasio profitabilitas mengalami kenaikan, maka harga saham akan meningkat sebesar 0,006 satuan dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.
b. Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Dari hasil output pada tabel 4.17 diatas dapat diketahui nilai R2 adalah 0,481.
Hal ini berarti variabel harga saham mampu dijelaskan oleh variabel rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas sebesar 48,1% dan sisanya sebesar 51,9% merupakan keterbatasan data serta eror peneliti dalam mengungkap fakta.
c. Uji F
Uji F atau uji kelayakan model digunakan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunakan dalam penelitian ini layak atau tidak untuk digunakan.
Dari hasil output tabel 4.17 diatas, nilai F hitung sebesar 8.018 dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < dari taraf signifikansi 0,050.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi berganda ini layak digunakan.
61
d. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji pengaruh Rasio likuiditas, Rasio solvabilitas, dan Rasio profitabilitas secara parsial atau sendiri sendiri terhadap harga saham.
Berdasarkan dari Tabel 4.17 diatas Tabel distribusi t menggunakan a = 5%, dengan derajat bebas (n-k-1) = 30-3-1= 26.
Sehingga nilai t tabel pada taraf nyata 5% adalah 2,056.
1. Dari hasil output Tabel 4.17 diatas, nilai t hitung X1 sebesar 4,110 dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 < dari taraf signifikansi 0,050 dan besarnya t hitung 4,110 > t tabel 2,056 maka dapat diambil kesimpulan bahwa Rasio likuiditas secara parsial atau secara sendiri-sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
2. Dari hasil output diatas, nilai t hitung X2 sebesar 2,640 dengan nilai signifikansi sebesar 0,014 < dari taraf 0,050 dan besarnya t hitung 2,640 > t tabel 2,056 maka dapat di simpulkan bahwa Rasio solvabilitas secara persial atau sendiri-sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.
3. Dari hasil output diatas, nilai t hitung X3 sebesar 0,125 dengan nilai signifikansi sebesar 0,901 > dari taraf 0,050 dan besarnya t hitung 0,125 < t tabel 2,056 maka dapat diambil kesimpulan bahwa Rasio profitabilitas secara persial atau sendiri-sendiri tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.