• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di PT. Indo Acidatama Tbk, bersamaan dengan pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan pada tanggal 2-27 februari 2009. Sebelum pengukuran diadakan pengamatan langsung terhadap lingkungan kerja, jalannya proses produksi dan keadaan dari tempat tersebut.

1. Generator

Generator adalah mesin yang dapat mengubah tenaga mekanis menjadi tenaga listrik melalui proses induksi elektromagnetik. Generator ini memperoleh energi mekanis dari prime over. Generator arus bolak-balik (AC) dikenal dengan sebutan alternator. Generator diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik pada saat terjadi gangguan, dimana suplai tersebut digunakan untuk beban prioritas. Sedangkan genset (generator set) merupakan bagian dari generator. Genset merupakan suatu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Genset atau sistem generator penyalurannya adalah suatu generator listrik yang terdiri dari panel, berenergi solar dan terdapat kincir angin yang ditempatkan pada suatu tenpat. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau

“off-grid” (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Generator

terpasang satu poros dengan motor diesel, yang biasanya menggunakan generator sinkron (alternator) pada pembangkitan. Generator sinkron terdiri dari dua bagian utama, yaitu sistem medan magnet dan jangkar.

2. Mesin Diesel

Mesin diesel termasuk mesin dengan pembakaran dalam atau disebut dengan motor bakar ditinjau dari cara memperoleh energi termalnya. Untuk membangkitkan listrik sebuah mesin diesel menggunakan generator dengan sistem penggerak tenaga diesel atau biasa dikenal dengan sebutan Genset (Generator Set). Dua komponen utama dalam genset, yaitu :

1. Prime mover atau penggerak mula (dalam hal ini mesin/engine). 2. Generator.

Pada mesin diesel sirkulasi terjadi melalui 4 langkah yang terjadi secara berturut-turut, adapun 4 langkah sirkulasi tersebut adalah :

a. Langkah Hisap (intake stroke)

Torak bergerak dari TMA ke TMB yang akan menghisap muatan segar melalui katup hisap yang terbuka ke dalam silinder.

b. Langkah Kompresi (compression stroke)

Kedua katup hisap dan buang tertutup dan torak dari TMB bergerak ke TMA mengkompresi muatan.

c. Langkah Ekspansi/tenaga (expansion/power stroke)

Sesaat sebelum torak mencapai TMA, muatan dinyalakan sehingga terbakar menjadi gas yang meningkatkan temperatur dan tekanan di dalam silinder. Gas bertekanan tinggi hasil pembakaran menekan torak ke TMB yang akan menggerakkan batang penggerak dan engkol sehingga menghasilkan kerja/tenaga putaran poros engkol dan roda dayanya.

Karena sifat lembamnya maka roda daya dan poros engkol akan menggerakkan torak ke TMA yang mendorong gas hasil pembakaran keluar silinder melalui katup buang.

Besarnya tenaga motor bakar yang dihasilkan tergantung pada banyaknya bahan bakar yang efektif terbakar di dalam silinder mesin. Sedangkan pembakaran yang efektif tergantung pada banyaknya udara pengisian yang diberikan ke dalam silinder mesin.

Motor bakar umumnya melakukan pengisian udara untuk pembakaran dengan mengambil langsung dari lingkungan dan disebut sebagai pengisian

naturally aspirated. Motor bakar yang menggunakan super charger

melakukan pengisian udara dengan mengkompresi udara dari lingkungan sehingga meningkatkan masa jenisnya dan disebut sebagai pengisian super

charger.

Super charger merupakan pompa atau blower, biasanya digerakkan dengan tenaga dari motor bakar itu sendiri, untuk menghasilkan udara terkompresi. Pada turbo charger, super charger, merupakan kompresor yang digerakkan oleh turbin gas buang motor bakar.

Alat bantu operasi diesel MAK adalah sebagai berikut :

1. Storage Tank

adalah alat untuk menampung bahan bakar induk ( residu).

2. Setling Tank

3. Separator

adalah alat yang digunakan untuk membersihkan atau memisahkan residu dari kandungan air, tanah, pasir serta partikel-partikel lain yang ikut terbawa oleh residu, karena bahan bakar residu merupakan limbah dari kilang minyak pertamina. Dari separator akan dihasilkan residu bersih.

4. Self Cleaning Fuel Filter

adalah alat penyaring bahan bakar.

5. Day Tank

adalah alat penampung bahan bakar harian (residu) dari storage tank.

6. Fuel Pressure Pump

adalah alat untuk mempompakan bahan bakar.

7. Fuel Pressure Regulating Valve

adalah alat untuk mengukur besarnya tekanan bahan bakar yang akan digunakan.

8. Mixing Tank

adalah penampung bahan bakar yang sudah baik.

9. Circulating Pump

adalah alat untuk mensirkulasikan bahan bakar.

10. Final Preheater

adalah alat pemanas bahan bakar (residu) dengan temperature 80˚C.

11. Fine Filter

adalah alat penyaring antara bahan bakar (fuel) dan water.

adalah alat yang digunakan untuk mengatur besar kecilnya bahan bakar yang masuk ke diesel.

3. Sistem Kalibrasi dan Perawatan

Pengkalibrasian dibedakan menjadi 2, yaitu kalibrasi elektrik dan kalibrasi mekanik. Selain itu ada juga kalinrasi BBM. Kalibrasi dilakukan oleh orang dari luar bukan bagian maintenance yang melakukan pengkalibrasian. Untuk pengkalibrasian elektrik dilakukan oleh bagian elektrik. Kalibrasi BBM dilakukan satu bulan sekali.

Perawatan dilakukan oleh maintenance. Perawatan yang dilakukan terdiri dari perawatan harian dan perawatan bulanan/tahunan. Perawatan harian dilakukan meliputi, pengeringan filter, setting valve, cleaning filter, membersihkan separator, dan cleaning BBM. Sedangkan perawatan bulanan/tahunan meliputi over holl. Over holl dilakukan berdasarkan jam operasi generator dibagi menjadi 4 tahap, yaitu :

1. Pada posisi 6.000 jam dilakukan semi over holl.

2. Pada posisi 12.000 jam dilakukan semi over holl ke dua. 3. Pada posisi 18.000 jam dilakukan semi over holl yang ketiga.

4. Pada posisi 24.000 jam dilakukan top over holl atau over holl yang terakhir yaitu semua engine diturunkan dan dicek secara keseluruhan mekanik-mekaniknya.

4. Diskripsi Variabel (Sajian Data)

Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini adalah keseluruhan populasi dari Unit Generator MAK yang berjumlah 10 orang. Berikut data yang diperoleh peneliti tentang keadaan umum sampel penelitian.

Tabel 1. Data sampel penelitian

No Jenis Kelamin Masa Kerja Umur Berat Badan Tinggi

1 Laki-laki 20 45 67 170 2 Laki-laki 20 43 55 165 3 Laki-laki 20 48 60 160 4 Laki-laki 17 42 77 175 5 Laki-laki 19 40 60 160 6 Laki-laki 15 38 65 160 7 Laki-laki 17 42 60 165 8 Laki-laki 21 49 60 163 9 Laki-laki 18 42 58 161 10 Laki-laki 19 41 60 163

Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 16 februari 2009. 5. Pengukuran Tekanan Panas

Pengukuran tekanan panas dilakukan pada jam 10-11.30 WIB pada saat tenaga kerja melakukan pekerjaannya. Hasil pengukuran intensitas suhu dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2. Pengukuran tekanan panas di dalam ruangan.

No Parameter Hasil Lama Pemaparan Beban Kerja

1 Globe (˚C) 38,5 2 jam/hari Ringan

2 Dry bulb (˚C) 38,8 2 jam/hari Ringan

3 Wet bulb (˚C) 28,2 2 jam/hari Ringan

4 ISBB in (˚C) 30,9 2 jam/hari Ringan

Tabel 3. Pengukuran tekanan panas di luar ruangan.

No Parameter Hasil Lama Pemaparan Beban Kerja

1 Globe (˚C) 36,9 2 jam/hari Ringan

2 Dry bulb (˚C) 34,4 2 jam/hari Ringan

3 Wet bulb (˚C) 27,1 2 jam/hari Ringan

4 ISBB in (˚C) 29,9 2 jam/hari Ringan

Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 18 februari 2009. 6. Pengukuran Kelelahan

Pengukuran tingkat kelelahan dilakukan pada pagi hari antara pukul 06.30-08.30 WIB sebelum tenaga kerja melakukan pekerjaan dan siang hari antara pukul 14.30-15.30 WIB setelah tenaga kerja melakukan pekerjaannya.

Tabel 4. Hasil pengukuran tingkat kelelahan sebelum kerja dalam milidetik.

No Sebelum Keterangan

1 254,76 Mengalami kelelahan ringan 2 265,63 Mengalami kelelahan ringan 3 276,75 Mengalami kelelahan ringan 4 226,43 Mengalami kelelahan ringan 5 298,17 Mengalami kelelahan ringan 6 238,09 Mengalami kelelahan ringan 7 529,92 Mengalami kelelahan ringan 8 221,88 Mengalami kelelahan sedang 9 239,92 Mengalami kelelahan ringan 10 284,68 Mengalami kelelahan ringan

Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 16 dan 17 februari 2009.

Tabel 5. Hasil pengukuran tingkat kelelahan sesudah kerja dalam milidetik.

No Sesudah Keterangan

1 213,68 Mengalami kelelahan ringan 2 331,94 Mengalami kelelahan ringan 3 366,31 Mengalami kelelahan ringan 4 265,46 Mengalami kelelahan ringan 5 316,21 Mengalami kelelahan ringan 6 274,62 Mengalami kelelahan ringan 7 607,72 Mengalami kelelahan ringan 8 291,49 Mengalami kelelahan sedang 9 406,09 Mengalami kelelahan ringan 10 193,13 Mengalami kelelahan ringan

7. Pengukuran Kebisingan

Pengukuran kebisingan dilakukan saat tenaga kerja bekerja pada pukul 10.00-11.30 WIB dengan menggunakan alat Sound Level Meter sebagai alat ukur. Pengukuran dilakukan pada pada 4 titik.

Tabel 6. Hasil pengukuran intensitas kebisingan.

No Lokasi Hasil Lama Pemaparan

1 Titik 1 101,4 dB 8 jam/hari

2 Titik 2 96 dB 8 jam/hari

3 Titik 3 75 dB 8 jam/hari

4 Titik 4 80 dB 8 jam/hari

Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 11 februari 2009. 8. Pengukuran Penerangan

Pengukuran penerangan dilakukan pada jam 11.00 WIB. Dilakukan pada waktu tenaga kerja bekerja dengan menggunakan alat ukur Lux Meter type

ANA 999. Pengukuran dilakukan pada 4 titik.

Tabel 7. Pengukuran intensitas penerangan.

No Lokasi Hasil Jenis Penerangan Lama Pemaparan 1 Titik 1 98 Lux Alami dan buatan 8 jam/hari

2 Titik 2 70 Lux Alami dan buatan 8 jam/hari 3 Titik 3 82 Lux Alami dan buatan 8 jam/hari 4 Titik 4 80 Lux Alami dan buatan 8 jam/hari Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 9 februari 2009.

9. Pengukuran Getaran

Pengukuran getaran dilakukan pada jam 10.00 WIB. Dilakukan pada waktu tenaga kerja bekerja dengan menggunakan alat ukur Vibration Meter Model

Tabel 8. Pengukuran Getaran. No Lokasi Percepatan (m/ dt2) Kecepatan (cm/dt) Lama Pemaparan I II III IV I II III IV

1 - Ruang Operator 0,2 0,1 0,1 0,1 0,01 0,01 0,02 0,02 8 jam/hari 2 - Ruang Mesin 14,4 14,0 13 14,2 0,90 0,92 0,90 0,91 8 jam/hari

3 - Ruang

Maintenance 0,2 0,4 0,3 0,4 0,02 0,06 0,06 0,08 8 jam/hari

Sumber : Hasil pengukuran pada tanggal 12 februari 2009. 10. Hasil Uji Statistik

Hasil Uji statistik pengaruh antara tekanan panas dengan kelelahan tenaga kerja berdasarkan output program komputer SPSS tersaji pada tabel di bawah ini : Paired Differences t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviatio n Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Pair 1 kelelaha n sebelum - kelelaha n sesudah -43.04 200 71.22338 22.52 281 -93.99 213 7.9081 3 -1.911 9 .088

Dokumen terkait