BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian
41,2% tehitung ada tujuh siswa yang sudah memenuhi KKM, Nilai KKM yang ditentukan yaitu 75,00 sehingga dari 17 siswa sebanyak sepuluh siswa belum mencapai nilai KKM. Rata-rata kelas dari tujuh belas siswa untuk nilai kognitif belum memenuhi nilai KKM, nilai yang diperoleh yaitu 74,28. Rata-rata kelas untuk nilai afektif pada pra siklus sudah memenuhi nilai KKM, nilai yang diperoleh yaitu 82,94. Rata-rata nilai psikomotorik pada pra siklus yang diperoleh tujuh belas siswa yaitu 60,29.
Berdasarkan hasil yang diperoleh pada pra siklus maka peneliti ingin meningkatkan prestasi belajar dan nilai sikap hormat siswa dalam kerja sama melalalui penerapan modul Living Values dengan model Cooperative Learning.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut:
4.2 Hasil Penelitian
Pada bagian ini peneliti akan memaparkan hasil penelitian tentang peningkatan prestasi belajar dan sikap hormat siswa dalam kerja sama. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 siklus. Pembelajaran yang dirancang setiap siklusnya terdiri 4x35 menit. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas II SD Negeri Langensari sebanyak 17 siswa. Jadwal penelitian dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah disampaikan pada bab 3.
4.2.1 Siklus 1
Pada siklus 1 peneliti ingin menjawab permasalahan pada kelas II SDN Langensari. Permasalahan yang masih ditemui pada pra siklus yaitu prestasi belajar siswa belum mencapai nilai KKM (75,00), nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 72,30. Terhitung dari tujuh belas siswa, tujuh siswa sudah mencapai nilai KKM sedangkan sepuluh siswa belum mencapai nilai KKM. Pada siklus 1 peneliti menerapkan model Cooperative Learning untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Masalah lain adalah sikap hormat siswa dalam kerja sama pada pra siklus yang masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan siswa yang tidak mau membantu ketika temannya mengalami kesulitan, siswa mengejek teman yang melakukan kesalahan, siswa masih memilih-milih teman, siswa mengatakan kata-kata kasar, dan pekerjaan
45
kelompok yang sering kali hanya dikerjakan oleh beberapa siswa yang dominan saja. Penerapan modul Living Values melalui permainan „Perjamuan Kerja Sama‟ akan digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan kerja sama siswa. Hasil penelitian siklus 1 adalah sebagai berikut:
4.2.1.1 Perencanaan
Perencanaan pada siklus 1 adalah mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian. Persiapan meliputi menyiapkan RPP dan menyusun indikator yang berdasarkan tujuan instruksional pada teori Bloom, materi pembelajaran, media, menyiapkan lembar pengamatan siswa, pedoman wawancara, lembar kuesioner siswa, serta instrumen dalam bentuk tes tertulis. Peneliti juga menyiapkan peralatan yang digunakan untuk merekam proses belajar mengajar selama penelitian.
4.2.1.2 Pelaksanaan
Kegiatan belajar mengajar pada siklus 1 dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Maret 2012 dengan berpedoman pada RPP yang sudah disiapkan. Kegiatan pada siklus 1 menggunakan model Cooperative Learning atau pembelajaran berbasis kerja sama dengan menggunakan metode pembelajaran melalui tanya jawab, permainan, diskusi, dan penugasan. Hal ini bertujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan temannya. Materi yang disampaikan adalah sikap hormat siswa dalam kerja sama yang disertai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja sama dalam kelompok, serta menyampaikan pesan kepada orang lain. Kegiatan yang dilakukan pada siklus 1 secara umum sudah sesuai dengan RPP yang dibuat oleh peneliti. Namun, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, antara lain ketidakjelasan video berjudul „Kerja Sama Semut‟ sehingga perlu diputar dua kali.
4.2.1.3 Observasi
Selama pelaksanaan tindakan kelas peneliti sekaligus mengadakan pengamatan yang dibantu oleh guru kelas dan 4 rekan yang bertugas sebagai pengambil foto dan video serta membuat catatan anekdot. Adapun hal-hal yang
46
diperoleh selama pembelajaran berlangsung adalah 1) pada pembelajaran siklus 1 siswa terlihat antusias dalam mengerjakan tugas khususnya ketika melakukan permainan, 2) kelas didominasi oleh beberapa siswa yang aktif dalam menjawab dan bertanya, 3) ketika kegiatan diskusi, sekelompok siswa tidak mau bekerja sama sehingga nilai yang diperoleh siswa dalam kelompok tersebut lebih rendah dari nilai siswa dalam kelompok yang lain, 4) beberapa kelompok tidak mengikuti diskusi dengan baik, mereka asik berbicara di luar topik pembelajaran dan hanya mengandalkan teman saja.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diperoleh informasi bahwa: 1) siswa masih kurang mengikuti aturan dengan baik, 2) siswa sibuk dengan name tag dan benda yang ada di sekitarnya, 3) dalam kegiatan permainan siswa sudah terlihat aktif, siswa terlihat sangat antusias ketika video „Kerja Sama Semut‟ diputar, 3) ada beberapa siswa yang membeda-bedakan teman, siswa sudah mengikuti diskusi namun belum maksimal, 4) kejujuran siswa sudah sangat baik karena semua jawaban saat peneliti memberi pertanyaan sesuai dengan kebiasaan yang siswa lakukan di kelas dan sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan dalam pembelejaran hari tersebut, 5) masih banyak siswa yang melanggar peraturan permainan; 6) sudah ada siswa yang menemukan penyelesaian permasalahan dalam permainan „Perjamuan Kerja Sama‟, 7) siswa memakan roti dengan cara saling menyuapi temannya, namun ada juga yang berusaha memakan roti dengan cara menekuk siku sehingga dapat dilihat bahwa siswa tidak mematuhi peraturan dengan baik, 8) siswa setelah melakukan permainan diberi pertanyaan untuk melihat kejujurannya salah satu pertanyaan yang diajukan peneliti adalah “siapa yang menekuk siku ketika makan roti?”. Pertanyaan lain yang diajukan peneliti adalah “apakah roti yang didapatkan dibagi secara rata sesuai banyaknya anggota kelompok?”. Berdasarkan jawaban siswa dapat dilihat apakah siswa berkata apa adanya atau tidak.
Pada akhir siklus 1 peneliti memberikan soal evaluasi untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat hasil prestasi belajar siswa pada siklus 1. Nilai rata-rata, dari gabungan nilai kognitif, afektif, dan psikomotorik sudah memenuhi KKM yang di tetapkan yaitu 75,00. Rata-rata nilai yang diperoleh tujuh belas siswa adalah 75,47. Persentase ketuntasan sebesar
47
52,9% terhitung dari tujuh belas siswa sembilan siswa sudah mencapai nilai KKM sedangkan delapan siswa belum mencapai nilai KKM. Nilai rata-rata pada aspek kognitif dari tujuh belas siswa yaitu 73,90. Nilai rata-rata kelas pada aspek afektif dan psikomotorik secara berurutan yaitu 81,91 dan 70,59.
4.2.1.4 Refleksi
Dari hasil pengamatan dan hasil evaluasi di siklus 1 ini, peneliti dapat merefleksikan kelebihan dan kekurangan selama pembelajaran berlangsung. Kelebihan pada pelaksanaan penelitian di siklus 1 ini adalah: 1) media video yang disediakan peneliti membuat siswa antusias, 2) siswa sudah dapat menemukan cara memakan roti tanpa menekuk tangan dalam „Perjamuan Kerja Sama‟, 3) kejujuran siswa sudah sangat baik karena siswa menjawab pertanyaan peneliti dengan apa adanya. Dalam penelitian ini sudah ditemukan kelebihan namun masih ada kekurangan yang peneliti temukan. Kekurangan atau masalah yang masih peneliti temukan dalam penelitian di siklus 1 ini adalah: 1) nilai rata-rata siswa pada siklus 1 yaitu 75,47 jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat dari pra siklus yaitu dari tujuh menjadi sembilan siswa namun pada siklus ini masih ada delapan siswa yang belum mencapai nilai 75,00, 2) siswa terlihat masih sibuk dengan benda-benda yang ada di sekelilingngnya, contohnya bermain kartu gambar hal ini karena peneliti kurang menerapkan aturan pembelajaran yang tegas di awal pembelajaran serta kurang tegas dalam memperingatkan siswa, 3) name tag yang disediakan terlalu panjang sehingga dapat dengan mudah siswa menggunakannya sebagai topi, ataupun sebagai mainan yang lain, 4) satu siswa dominan dalam kelas, 5) dalam setiap kelompok ada siswa yang mengandalkan teman dalam diskusi, 6) peneliti kurang memperhatikan siswa yang pasif, sehingga siswa yang aktif saja yang menonjol dalam menjawab pertanyaan dan bertanya. Belajar dari pengalaman siklus 1, peneliti memutuskan untuk melajutkan penelitian ke siklus 2. Peneliti mencoba untuk memperbaiki agar pembelajaran pada siklus 2 lebih maksimal. Dari hasil pengamatan kerja sama siswa dalam pembelajaran dan dalam permainan sudah mulai meningkat, sedangkan prestasi belajar siswa terlihat meningkat dibandingkan dengan kondisi awal namun belum memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Usaha yang
48
dilakukan peneliti untuk pelaksanaan siklus 2 antara lain: 1) mempersiapkan permainan yang lebih menarik dan yang sesuai dengan poin kerja sama, kejujuran serta kedisiplinan yang akan diambil, 2) peneliti menyiapkan cerita-cerita tentang contoh kedisiplinan dan kejujuran yang menarik dan belum digunakan di pertemuan sebelumnya, 3) peneliti akan melakukan waktu lebih baik dalam pembelajaran dan memberikan waktu pada siswa ketika memberi pertanyaan serta tidak memberi pertanyaan secara terbuka, 4) menekankan bahwa kerja sama dapat dilakukan dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan teman, 5) peneliti menerapkan aturan yang lebih tegas selama pembelajaran antara lain meminta siswa agar hanya menyediakan satu alat tulis dan penghapus di meja, sedangkan tas dan yang lain di letakkan di meja belakang yang telah disediakan guru.
4.2.2 Siklus 2
Rata-rata nilai siswa yang diperoleh pada siklus 1 sebesar 75,47, terhitung dari tujuh belas siswa sembilan siswa yang sudah mencapai nilai KKM (75,00) dan delapan siswa belum mencapai nilai KKM. Sikap hormat siswa dalam kerja sama pada pra siklus sudah mengalami peningkatan namun belum maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan kelas yang masih didominasi oleh beberapa siswa yang aktif, masih ada siswa yang tidak mau bekerja sama dengan kelompok dan masih membeda-bedakan teman. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti ingin menjawab masalah yang masih ada dengan melakukan tindak lanjut dari hasil siklus 1 pada siklus 2. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa peneliti menggunakan model Cooperative Learning melalui diskusi dengan anggota kelompok dan materi diskusi yang berbeda dari pertemuan di siklus 1. Penerapan modul Living Values digunakan peneliti untuk meningkatkan sikap hormat siswa, yaitu melalui permainan „Bola Pesan‟. Peneliti mencoba menggunakan permainan dalam modul Living Values yang belum pernah digunakan sebelumnya untuk mengetahui apakah dapat berhasil meningkatkan sikap hormat siswa dalam kerja sama atau tidak. Hasil penelitian siklus 2 adalah sebagai berikut:
49 4.2.2.1 Perencanaan
Perencanaan pada siklus 2 adalah mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian. Persiapan meliputi menyiapkan RPP, materi pembelajaran, media, menyiapkan lembar pengamatan siswa, lembar kuesioner siswa, serta instrumen dalam bentuk tes tertulis. Peneliti juga menyiapkan peralatan yang digunakan untuk merekam proses belajar mengajar selama penelitian.
4.2.2.2 Pelaksanaan
Penelitian siklus 2 dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Maret 2013 di kelas II SD Negeri Langensari. Siklus kedua dilaksanakan dalam sekali pertemuan dengan waktu 4jp (4x35menit). Pelaksanaan siklus 2 dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat peneliti. Pembelajaran menggunakan penerapan modul
Living Values dengan model Cooperative Learning atau pembelajaran berbasis kerja sama dengan menggunakan metode pembelajaran melalui tanya jawab, permainan, diskusi, dan penugasan. Hal ini bertujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan temannya. Permainan yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah „Bola Pesan‟ media lain yang digunakan adalah beberapa cerita tentang kejujuran, kerja sama dan kedisiplinan. Topik yang dibahas adalah sikap hormat yang disertai kejujuran, kedisiplinan, dan senang bekerja sama serta menyampaikan pesan kepada orang lain.
4.2.2.3 Observasi
Selama pelaksanaan tindakan kelas peneliti sekaligus mengadakan pengamatan yang dibantu oleh guru kelas dan 4 rekan yang bertugas sebagai pengambil gambar dan video serta membantu membuat catatan anekdot. Hal-hal yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung adalah sebagai berikut: 1) siswa terlihat antusias dalam mengerjakan tugas khususnya ketika melakukan permainan, 2) kelas sudah tidak begitu didominasi oleh beberapa siswa yang aktif dalam menjawab dan bertanya karena guru memberikan pertanyaan tidak hanya secara klasikal namun juga perorangan, 3) ketika kegiatan diskusi kelompok,
50
siswa tidak membeda-bedakan dengan siapa mereka bekerja, 4) sudah ada pembagian tugas yang baik dalam setiap kelompoknya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diperoleh data bahwa: 1) siswa mengikuti aturan dengan baik, 2) siswa sudah tidak sibuk dengan name tag
dan benda yang ada di sekitarnya karena di awal pelajaran peneliti meminta siswa meletakkan tas dan benda yang tidak di gunakan pada tempat yang telah disediakan, 3) dalam kegiatan permainan siswa sudah terlihat aktif dan bersemangat, 4) siswa sudah tidak membeda-bedakan teman dan mengikuti diskusi dengan baik, 5) kejujuran siswa sudah sangat baik karena semua jawaban saat peneliti memberi pertanyaan sesuai dengan kebiasaan yang siswa lakukan di kelas dan sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan dalam pembelejaran hari tersebut, 6) masih ada beberapa siswa yang melanggar peraturan permainan.
Pada akhir siklus 2 ini, peneliti memberikan soal evaluasi untuk mengetahui tingkat prestasi siswa. Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat hasil prestasi belajar siswa pada siklus 2. Nilai rata-rata gabungan dari nilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang diperoleh siswa pada siklus 2 sudah memenuhi KKM. Rata-rata nilai secara umum yang diperoleh tujuh belas siswa adalah 80,63. Presentase ketuntasan pada siklus 2 sebesar 76,5%. Dari tujuh belas siswa, empat siswa belum memenuhi nilai KKM dan tiga belas siswa sudah mencapai nilai KKM. Nilai rata-rata kelas pada aspek kognitif dari tujuh belas siswa sudah memenuhi nilai KKM, nilai yang diperoleh 77,48. Nilai rata-rata aspek afektif dan psikomotorik siswa berturut-turut adalah 86,47 dan 77,94.
4.2.2.4 Refleksi
Refleksi dilakukan setelah pelaksanaan tindakan siklus 2. Dari hasil pengamatan dan hasil evaluasi, peneliti dapat merefleksikan kelebihan dan kekurangan selama pembelajaran berlangsung. Kelebihan dari penelitian siklus ini antara lain: 1) nilai rata-rata siswa sudah mencapai 80,63 yang menunjukkan bahwa sudah mencapai nilai KKM yang di tetapkan, 2) siswa terlihat sudah tidak sibuk dengan benda-benda yang ada di sekelilingnya karena peneliti meminta siswa agar menyediakan satu pensil dan penghapus saja di meja sedangkan benda lain diletakkan di meja paling belakang yang sudah disiapkan, 3) kerja sama siswa
51
dalam mengerjakan tugas sudah lebih baik, setiap orang memiliki tugas dan ada pembagian tugas dalam kelompok, 4) siswa lebih aktif dalam menjawab dan peneliti mengajukan pertanyaan secara klasikal dan perorangan sehingga tidak hanya siswa yang aktif saja yang menjawab namun siswa yang pasif juga ikut menjawab pertanyaan meskipun harus di tunjuk, 5) kejujuran siswa sudah sangat baik karena siswa menjawab pertanyaan peneliti dengan apa adanya, 6) kedisiplinan siswa terhadap waktu sudah baik, siswa menggunakan waktu yang disediakan peneliti untuk bekerja dalam kelompok maupun secara pribadi dengan baik, 7) aturan yang ditetapkan peneliti pun sudah dilaksanakan dengan baik. Meskipun ada kekurangan atau masalah yang masih ditemukan dalam siklus ini antara lain masih ada empat siswa yang belum mencapai nilai 75,00 dan ada siswa yang marah serta saling menyalahkan dengan teman kelompoknya.
Dari hasil pengamatan, prestasi belajar siswa terlihat meningkat dibandingkan dengan kondisi awal dan siklus 1 namun masih ada siswa yang belum mencapai KKM. Sikap hormat siswa dalam kerja sama sudah jauh meningkat namun belum sesuai dengan yang peneliti inginkan, untuk itu peneliti memutuskan untuk melakukan perbaikan pada siklus 3. Melihat masalah masih adanya siswa yang belum mencapai nilai KKM dan masih adanya siswa yang saling menyalahkan dengan teman kelompoknya maka peneliti belajar dari siklus sebelumnya, peneliti mencoba untuk memperbaiki agar pembelajaran pada siklus 3 lebih maksimal. Solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada antara lain: 1) mempersiapkan permainan yang lebih menarik dan yang sesuai dengan poin kerja sama, kejujuran serta kedisiplinan yang akan diambil, 2) menyiapkan cerita-cerita tentang contoh kedisiplinan dan kejujuran yang belum pernah digunakan di siklus sebelumnya, 3) memberikan waktu pada siswa ketika memberi pertanyaan serta tidak memberi pertanyaan secara terbuka, 4) melakukan koordinasi yang baik dengan guru untuk melaksanakan kolaborasi dalam pembelajaran di siklus 3, 5) menyiapkan media pembelajaran dan alat yang akan digunakan dengan maksimal.
4.2.3 Siklus 3
Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus 2 sebesar 80,63. Pada siklus 2 dari tujuh belas siswa masih ada empat siswa yang belum mencapai nilai
52
KKM (75,00). Sikap hormat siswa sampai pada siklus 2 sudah menunjukkan ada peningkatan namun masih ditemukan ada siswa yang menyalahkan temannya saat melakukan kesalahan. Berdasarkan permasalahan yang masih ditemukan tersebut, pada siklus 3 peneliti melakukan tindak lanjut dari hasil siklus 2 untuk meningkatkan sikap hormat siswa dalam kerja sama, peneliti menggunakan penerapan modul Living Values dengan modifikasi permainan yang digunakan yaitu permainan „Bola Pesan‟ dilakukan diluar kelas dengan menggunakan kain yang lebih lebar dengan pertimbangan lokasi yang digunakan lebih luas. Keranjang dan bola yang digunakan siswa jumlahnya lebih banyak agar pembagian untuk setiap kelompok dapat dibagi secara rata. Peningkatkan prestasi belajar siswa masih tetap menggunakan model Cooperative Learning dengan anggota kelompok yang berbeda dari siklus-siklus sebelumnya. Hasil penelitian siklus 3 adalah sebagai berikut:
4.2.3.1 Perencanaan
Perencanaan pada siklus 3 adalah mempersiapkan segala sesuatu yang akan digunakan dan dibutuhkan dalam penelitian. Persiapan meliputi menyiapkan silabus, RPP, materi pembelajaran, media, menyiapkan lembar pengamatan siswa, pedoman wawancara, lembar kuesioner siswa, serta instrumen dalam bentuk tes tertulis. Peneliti menyiapkan peralatan yang digunakan untuk merekam proses belajar mengajar selama penelitian. Pada perencanaan ini peneliti juga melakukan koordinasi dengan guru kelas II SD Negeri Langensari untuk melakukan kolaborasi mengajar di siklus 3.
4.2.3.2 Pelaksanaan
Penelitian siklus 3 dilaksanakan pada hari Kamis, 18 April 2013 di kelas II SD Negeri Langensari. Siklus ketiga dilaksanakan dalam sekali pertemuan dan lama pembelajaran 4jp (4x35 menit). Peneliti melakukan kolaborasi dengan guru kelas. Peneliti mempersiapkan semua kebutuhan dan perlengkapan selama pembelajaran sedangkan yang mengajar di kelas adalah bu Yuli guru kelas II SD Negeri Langensari. Pelaksanaan pembelajaran pada siklus 3 dilaksanakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Pembelajaran menggunakan penerapan modul
53
Living Values dengan model Cooperative Learning atau pembelajaran berbasis kerja sama dengan menggunakan metode pembelajaran melalui tanya jawab, permainan, diskusi, dan penugasan. Hal ini bertujuan agar siswa mampu bekerja sama dengan temannya. Pembelajaran pada siklus ini tetap menggunakan permainan „Bola Pesan‟ dengan sedikit perubahan dari siklus sebelumnya. Kain yang digunakan dalam permainan lebih panjang dan lebih lebar dari ukuran kain sebelumnya yang digunakan di siklus 2. Jumlah bola serta keranjang tempat bola pun di tambah serta permainan dilakukan di luar kelas. Cerita yang digunakan adalah cerita „Penambang dan Sang Pangeran‟. Topik yang dibahas adalah sikap hormat yang disertai kejujuran, kedisiplinan, dan senang bekerja sama serta menyampaikan pesan kepada orang lain. Kegiatan yang tidak sesuai dengan RPP yaitu cerita yang dibuat siswa tentang „Penambang dan Sang Pangeran‟ dibacakan setelah permainan „Bola Pesan‟ dilaksanakan.
4.2.3.3 Observasi
Selama pelaksanaan tindakan kelas peneliti mengadakan pengamatan yang dibantu oleh guru kelas. Guru sebagai pengajar dan peneliti sebagai pengamat dengan mengambil foto serta video. Berdasarkan video tersebut peneliti melakukan poengamatan tentang aktivitas siswa selama mengikuti pembelajaran. Adapun hal-hal yang diperoleh selama pembelajaran berlangsung adalah: 1) siswa terlihat antusias dalam mengerjakan tugas khususnya ketika melakukan permainan, 2) siswa aktif bertanya tanpa ditunjuk guru, 3) kondisi kelas sangat dapat dikondisikan dengan baik, 4) siswa mengerjakan tugas yang diperintahkan guru dengan serius dan tepat waktu.
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru diperoleh data bahwa: 1) siswa mengikuti aturan dengan baik, 2) siswa terlihat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan permainan, 3) siswa sangat antusias mendengarkan cerita yang dibacakan guru, 4) tidak ada siswa yang membeda-bedakan teman, siswa sudah mengikuti permainan dengan maksimal, 5) kejujuran siswa sudah sangat baik karena semua jawaban saat peneliti memberi pertanyaan sesuai dengan kebiasaan yang siswa lakukan di kelas dan sesuai dengan kegiatan yang telah dilakukan dalam pembelajaran hari tersebut, 6) siswa yang melanggar peraturan permainan
54
hanya beberapa orang, 7) pesan yang disampaikan siswa dapat diterima dengan baik terbukti dengan pesan yang dituliskan oleh siswa yang paling depan.
Pada akhir siklus 3 peneliti memberikan soal evaluasi untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat hasil prestasi belajar siswa pada siklus 3. Nilai rata-rata gabungan yang terdiri dari nilai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik nilai yang diperoleh siswa pada siklus 3 sudah memenuhi KKM. Rata-rata nilai gabungan dari tujuh belas siswa adalah 89,90. Pada siklus 2 ini presentase ketuntasan prestasi belajar siswa adalah 100% sehingga dari tujuh belas siswa, semua siswa sudah memenuhi nilai KKM. Nilai rata- rata kelas dari tujuh belas siswa untuk nilai kognitif sudah memenuhi nilai KKM, nilai yang diperoleh yaitu 83,07. Nilai rata-rata aspek afektif dan psikomotorik berturut-turut adalah 91,03 dan 95,59.
4.2.3.4 Refleksi
Dari hasil pengamatan dan hasil evaluasi di siklus 3 ini, peneliti dapat merefleksikan kekurangan dan kelebihan selama pembelajaran berlangsung. Kekurangan selama peneliti mengamati adalah guru lupa dengan salah satu aturan permainan „Bola Pesan‟ namun ketika awal pelaksanaan permainan peraturan tersebut ditambahkan oleh guru sehingga tetap dapat berjalan sesuai dengan rencana. Kelebihan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung adalah: 1) guru