BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
a. Mekanisme Pemungutan Pajak Daerah, Retribusi dan PAD Lainnya
Sistem pemungutan Pajak Daerah di Kabupaten Enrekang dapat dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu;
1. System Self Assesmen (pembanyaran pajak sendiri)
Sistem pengenaan pajak yang memberi kepercayaan kepada wajib pajak untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, melaporkan sendiri pajak yang terutang dengan menggunakan SPTPD.
2. System Official Assesment
Sistem pengenaan pajak yang dibayar oleh wajib pajak setelah terlebih dahulu ditetapkan oleh kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk melalui surat ketetapan pajak daerah atau dokumentasi lain yang dipersamakan 3. System With Holding
Sistem pengenaan pajak yang dipungut oleh pemungut pajak pada sumbernya,Objek Retribusi Daerah Objek Retribusi Daerah terdiri:
a) Jasa Umum, yaitu retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh pemerintah daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.Jenis Retribusi Jasa Umum terdiri dari: Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Kartu Tanda Penduduk dan Akta, Catatan Sipil, Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat, Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi
Pemeriksaan Alat Pemadam
Kebakaran, Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta, Retribus Penyediaan dan/atau Penyedotan Kakus.
b) Jasa Usaha, yaitu Retribusi atas jasa yang disediakan oleh pemerintah daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. Jenis Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, Retribusi Pasar Grosir atau Pertikoan, Retribusi Tempat Pelelangan, Retribusi Terminal, Retribusi Tempat Khusus Parkir, Retribusi Tempat Pengeinapan/Pesanggrahan/Villa, Retribusi Rumah Potong Hewan, Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan, Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, Retribusi Penyeberangan di air, Retribusi Penjualan Produk Usaha daerah
c) Perizinan Tertentu, yaitu pelayanan perizinan tertentu oleh pemerintah daerah kepada orang pribadi atau badan yang dimaksud untuk pengaturan atau pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang, penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. Jenis Retribusi Perizinan Tertentu terdiri dari: Retribusi Izin Mendirikan bangunan, Retribusi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Retribusi Izin Gangguan, Retribusi Izin Trayek, Retribusi Izin Usaha Perikanan.
d) Petunjuk Teknis Pemungutan Retribusi Daerah
Pemungutan retribusi tidak dapat diborongkan. Artinya seluruh proses pemungutan retribusi daerah tidak dapat diserahkan kepada pihak ketiga. Namun, dengan pengertian ini bukan berarti bahwa pemerintah daerah boleh bekerja sama dengan pihak ketiga. Dengan sangat selektif dalam proses pemungutan retribusi, pemerintah daerah dapat mengajak bekerja sama badan- badan tertentu yang karena profesinalismenya layak dipercaya untuk ikut melaksanakan sebagian tugas pemungutan jenis retribusi tertentu secara lebi efisien. Kegiatan pemungutan retribusi yang tidak dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga adalah kegiatan perhitungan besarnya retribusi yang terutang, pengawasan penyetoran retribusi, dengan penagihan retribusi. Sistem dan Tata Cara Pemungutan Retribusi
1. Sistem Pemungutan Retribusi
Sistem pemungutan Rtribusi Daerah adalah system official assessment, yaitu pemungutan retribusi daerah berdasarkan penetapan kepala daerah dengan menggunaka Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lainnya yang dipersamakan.
Wajib retribusi setelah menerima SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan tinggal melakukan pembayaran menggunakan Surat Setor Retribusi Daerah (SSRD) pada kantor pos atau bank persepsi.
Jika wajib retribusi tidak atau kurang membayar akan ditagih menggunakan Surat Tagihan Retribusi Daerah (STRD).
2. Tata Cara Pemungutan Retribusi
Tata cara pelaksanaan pemungutan retribusi ditetapkan Kepala Daerah. Pemungutan retribusi daerah tidak dapat diborongkan. Retribusi dipungut dengan menggunakan Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) atau dokumen lain yang dipersamakan.
e) Cara Perhitungan Retribusi Terhutang
Retribusi ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tarif Retribusi ditinjau kembali secara berkala dengan mempertimbangkan prinsip dan sasaran penetapan tarif. Hasil penerimaan hasil retribusi tertentu Kabupaten, sebagaian diperuntukkan kepala desa. Peraturannya diatur dengan Perda Kabupaten dengan memperhatikan aspek keterlibatan desa dalam penyediaan layanan tersebut. Besarnya retribusi terutang oleh orang pribadi atau badan yang menggunkan jasa atau perizinan tertentu dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak dengan tingkat penggunaan jasa. Dengan demikian, besarnya retribusi yang terutang dihitung berdasarkan tarif retribusi dan tingkat penggunaan jasa dengan rumus berikut ini:
Retribusi Terutang = Tarif Retribusi X Tingkat Penggunaan Jasa
f) Hasil Pengelolaan Kekayaan Yang Dipisahkan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Yang Dipisahkan merupakan penerimaan daerah yang berasal dari hasil perusahaan milik daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Penerimaan ini antra lain dari BPD, Perusahaan Daerah, Deviden BPR-BKK dan Penyertaan
Modal Daerah kepada pihak ketiga (dalam Rupiah). Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebagaimana yang dirincikan menurut objek pendapatan yang mencakup:
1. Bagian laba atas penyertaan modal pada perushaan milik Daerah/BUMD
2. Bagian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik pemerintah/BUMN,
3. Bagaian laba atas penyertaan modal pada perusahaan milik swasta atau kelompok usaha masyarakat.
a. Yang dimaksud dengan kekayaan daerah yang dipisahkan adalah:
b. Bank Pembangunan Daerah (BPD) c. Perusahaan Daerah air Minum (PDAM)
Bagi daerah yang memiliki BUMD seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Bank Pembangunan Daerah (BPD), Badan Kredit Kecematan, Pasar, Tempat Hiburan/rekreasi, Vila, pesanggahan, dan lain-lain keuntungannya merupakan penghasilan bagi daerah yang bersangkutan
Hasil pembahasan sumber penerimaan pendapatan asli daerah sumber penerimaan pendapatan asli daerah kabupaten enrekang terdapat berbagai sumber penerimaan pendapatan asli daerah di kabupaten enrekang. Sumber ini dari tahun ke tahun terdapat perubahan, ada yang ditambah sumbernya dan ada yang dihilangkan atau tidak lagi dipungut pajaknya karena tidak lagi memenuhi syarat untuk dipunguti atau sudah tidak adalagi objek pajaknya atau alasan lainnya. Berikut daftar sumber penerimaan pad kabupaten enrekang:
TARGET REALISASI PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN ENREKANG SAMPAI DENGAN BULAN DESEMBER 2019
Pendapatan asli daerah Target Rp Realisasi Rp
2 3 4
Pajak daerah
Pajak hotel 36.502.000,00 18.431.500,00
Pajak restoran 103.040.000,00 103.062.740,00
Pajak hiburan 50.000.000,00 4.725.000,00
Pajak reklame 297.681.100,00 264.515.490,00
Pajak penerangan jalan 4.624.569.874,00 5.020.207.815,00 al bukan logan dan batuan
3.000.000.000,00 1.652.254.119,00
7. Pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan
3.215.380.160,00 2.695.557.831,00
8. Pajak BPHTB 920.000.000,00 764.452.225,00
Jumlah 12.247.173.134,00 10.523.206.720,00
B. Retribusi daerah
1. Retribusi pelayanan kesehatan
36.089.194.000,00 26.781.947.534,00 2. Retribusi pelayan pasar 1.137.330.000,00 1.093.913.000,00 3. Ret pengujian kendaraan
bermotor
25.000.000,00 27.430.000,00 4. Retribusi terminal 25.000.000,00 20.600.000,00 5. Retribusi pelayanan tera/tera
ulang 8. Ret. Pemakaian kekayaan
daerah
979.070.000,00 695.658.546,00 9. Ret. Tempat khusus parkir
perhub
398.000.000,00 406.858.000,00 10. Ret. Tempat rekreasi dan
olahraga
400.000.000,00 280.000.000,00 11. Ret. Penggantian benih
ikan
200.000.000,00 184.160.000,00 12. ndirikan bangunan (IMB)
270.350.000,00 268.808.103,00 13. Retribusi izin trayek 3.000.000,00 2.160.000,00
Jumlah 39,754,091,000.00 29,922,973,183.00
C. G.KEK.DAERAH YANG DI
PISAHKAN
1. Perusahaan daerah air minum
100.000.000,00 100.000.000,00 2. Bank pembangunan daerah
(BPD)
16.641.119.760,00 16.641.119.760,00 Jumlah 16.741.119.760,00 16.741.119.760,00
D. LAIN-LAIN PAD YANG SAH
1. alan barang milik daerah
1.638.000.000,00 136.000.000,00 2. Jasa giro kas daerah 3.000.000.000,00 1.496.004.933,00 3. Bunga deposito 9.000.000.000,00 885.169.632,00
4. end. Denda keterlambatan
pekerjaan (bidang hukum 9.416.372.411,00 1.430.240.521,00 5. Pendapatan dari 7. atan dari pengembalian
lainnya yang sah 31.109.761.527,00 3.532.927.909,55 Jumlah 203,715,874,034.00 3,947,415,086.00
Jumlah 13,163,500,000.00 12,588,404,716.00
B. Retribusi daerah
1. Retribusi pelayanan kesehatan 32.602.651.736,00 32.811.795.382,00 2. Retribusi pelayan pasar 1.360.000.000,00 907.307.500,00
3. Ret pengujian kendaraan bermotor 30.000.000,00 27.040.000,00 4. Retribusi terminal 27.500.000,00 17.956.000,00 5. Retribusi pelayanan tera/tera ulang 28.000.000,00 18.345.000,00 6. Ret. pengendalian telekomunikasi 145.031.700,00 142.989.000,00 7. Ret. Jasa usaha (kebun raya) 60.500.000,00 41.660.000,00 8. Ret. Pemakaian kekayaan daerah 1.197.300.000,00 491.335.000,00 9. Ret. Tempat khusus parkir perhub 332.900.000,00 352.874.000,00 10. Ret. Tempat rekreasi dan olahraga 417.000.000,00 161.500.000,00 11. Ret. Penggantian benih ikan 170.000.000,00 230.930.000,00 12. ndirikan bangunan (IMB)
278.000.000,00 186.649.716,00 13. Retribusi izin trayek 2.000.000,00 2.015.000,00
Jumlah 36,650,883,436.00 35,392,396,598.00 C. G.KEK.DAERAH YANG DI
PISAHKAN
1. Perusahaan daerah air minum 100.000.000,00 100.000.000,00 2. Bank pembangunan daerah (BPD) 15.312.302.384,00 15.312.302.384,00
Jumlah 15.412.302.384,00 15.412.302.384,00 D. LAIN-LAIN PAD YANG SAH
1. Hasil penjualan barang milik daerah 2.200.000.000,00 2.200.000.000,00 2. Jasa giro kas daerah 3.000.000.000,00 859.548.577,00
3. Bunga deposito 4.500.000.000,00 1.245.623.294,00 4. end. Denda keterlambatan pekerjaan
(bidang hukum 12.421.171.296,00 486.634.041,57
5. Pendapatan dari pengembalian dana perkuatan modal /revolping
(jasa)
10.000.000,00 0,00
6. Dana kapitasi JKN pada FKTP 12.109.706.069,00 11..069.558.072,00 7. atan dari pengembalian lainnya yang
sah 17.942.186.660,00 3.100.711.505,39
Jumlah 52,183,064,025.00 15,374,729,943.00
Tabel 2.2 Realisasi Pendapatan
TARGET REALISASI PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN ENREKANG SAMPAI DENGAN BULAN DESEMBER 2020
No. Pendapatan asli daerah Target Rp Realisasi Rp
1 2 3 4
A. Pajak daerah
1. Pajak hotel 15.000.000,00 11.606.000,00
2. Pajak restoran 150.000.000,00 473.923.065,00
3. Pajak hiburan 10.000.000,00 5.375.000,00
4. Pajak reklame 340.000.000,00 431.121.412,00
5. Pajak penerangan jalan 5.000.000.000,00 4.952.554.757,00 6. al bukan logan dan batuan 2.318.500.000,00 1.471.667.661,00 7. Pajak bumi dan bangunan pedesaan
dan perkotaan 4.230.000.000,00 4.067.882.946,00 8. Pajak BPHTB 1.100.000.000,00 1.174.273.875,00
d. Hasil Analisis Sistem Dan Prosedur Penerimaan Kas
Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas dari kas pendapatan daerah dikabupaten Enrekang Fungsi yang terkait Fungsi yang terkait dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari kas pendapatan daerah di kabupaten Enrekang adalah sebagai berikut :
1) Bagian perencanaan dan pendaftaran pendapatan yaitu bagian yang tugasnya mendata dan penetapan besarnya pendapatan yang harus di setorkan.
2) Fungsi perantara yaitu bagian yang di beri tugas menghitung dan menyetorkan kas pendaptan daerah
3) Fungsi pemegang kas yaitu bagian yang bertugas menerima pembayaran pendapatan daerah yang menyetorkan pendapatan daerah dan atau menerima setoran dari setiap petugas perantara (mantri pajak) dari masing-masing pendapatan retrebusi, pajak, dan pendapatan lainnya 4) Fungsi pembukuan pendapatan daerah yaitu bagian yang bertugas
mencatat transaksi penerimaan kas dari sektor pajak ke dalam catatan akuntansi pada Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Enrekang. Fungsi ini dipegang oleh bagian arsip.
5) Fungsi penyimpan kas daerah yaitu bagian yang bertugas menyimpan seluruh kas daerah yang berasal dari pendapatan daerah. Fungsi ini di pegang oleh bagian kas daerah.
Dokumen yang digunakan Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari sektor pajak daerah di Kabupaten Enrekang adalah sebagai berikut.
1) Buku jurnal transaksi adalah catatan akuntansi yang berupa rekap jurnal transaksi yang digunakan bagian pembukuan untuk mencatat semua transaksi pendapatan daerah.
2) Buku kas umum adalah catatan akuntansi yang berupa buku besar yang digunakan bagian penerima setoran atau pemegang kas untuk mencatat penerimaan kas dari pembayaran pendapatan daerah.
Prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari sektor pajak daerah di Kabupaten Enrekang adalah sebagai berikut : 1) Prosedur Pendataan dan Penetapan Pendapatan Prosedur pendataan
dan penetapan pajak dilaksanakan oleh bagian pendataan dan penetapan pendapatan dibawah kepala seksi pendataan dan pendapatan pajak retrebusi , da pendapatan lainnya. yang bertanggung jawab:
(a) Mendata objek pendapatan.
(b) Mencatat hasil perekaman data pendapatan daerah dalam Surat Pemberitahuan Pendapatan Derah (SPTPD).
(c) Menghitung besarnya pendapatan daerah berdasarkan tarif masing- masing pajak, retrebusi daerah dan pendapatan lainnya.
Menetapkan pajak daerah dalam bentuk Surat Ketetapan Pendapatan Daerah (SKPD).
Bagi wajib pajak yang membayarkan paendapatan daetah melalui petugas penagihan atau mantri masing-masing pendatan daerah , SKPD nya rangkap 6, masing-masing diserahkan:
Lembar 1 : Diserahkan kepada masing-masing pendapatan daerah.
Lembar 2 : Diserahkan kepada mantra pendapatan daerah Lembar 3 : Diserahkan kepada bagian pembukuan.
Lembar 4, 5 dan 6 : Diserahkan kepada bagian bendahara pemegang Kas ‘ Untuk pendapatan daerah SKPD nya rangkap 3, masin masing diserahkan:
Lembar 1 : Diserahkan kepada pendapatan masing-masing pendapatan daerah.
Lembar 2 : Diserahkan kepada bagian bendahara pemegang kas.
Lembar 3 : Diserahkan kepada bagian pembukuan.
2) Prosedur Pembayaran pajak Prosedur penagihan dilaksanakan oleh bagian penagihan yaitu mantri pendapatan daerah dan bagian bendahara pemegang kas di bawah kepala bidang pendapatan daerah, yang bertanggung jawab:
(a) Menarik pendapatan daerah yang membayarkan pajaknya melalui mantri pendapatan daerah.
(b) Menerima dan mengarsip SKPD lembar 2.
(c) Bagian bendahara pemegang kas menerima pembayaran dari wajib. 6. Mengeluarkan Surat Setoran Pendapatan Daerah (SSPD) rangkap 3, yang masing-masing diserahkan:
Lembar 1 : Diarsip di bagian bendahara pemegang kas.
Lembar 2 : Diserahkan kepada wajib pendapatan Daerah.
Lembar 3 : Diserahkan kepada bagian pembukuan.
(f) Memeriksa kelengkapan dan menvalidasi dokumen SKPD lembar 4, 5 dan 6 beserta SSPD lembar 1.
(g) Menyetorkan dan membuat Surat Setoran pendapatan (STS)serta membuat laporan dalam buku kas umum.
(h) Mengarsip SSPD validasi lembar 1 dan SKPD validasi lembar 4, 5 dan 6. 3)
Prosedur Pembukuan Prosedur pembukuan dilakukan oleh bagian pembukuan di bawah kepala seksi pemungutan dan pembukuan pendapatan daerah, yang bertanggung jawab:
(a) Menerima SSPD lembar 3 dan buku kas umum dari bagian bendahara pemegang kas dan SKPD lembar 3 dari bagian pendapatan.
(b) Menerima bukti setor kas daerah.
(c) Membukukan transaksi dalam buku jurnal.Membuat laporan dengan komputer.
(d) Terakhir, mengarsip SSPD lembar 3 dan SKPD lembar 3.
Prosedur Penerimaan pada Kas Daerah Prosedur kas daerah dilakukan oleh bagian kas daerah, yang bertanggung jawab:
(a) Menerima Surat Setoran (STS) beserta sejumlah uang hasil penerimaan pendapatan daerah.
(b) Mengitung jumlah setoran penerimaan pendapatan.
(c) Mencatatnya dan kemudian mengeluarkan bukti setor berupa slip Ben 26.
(d) Membuat laporan pendapatan kas daerah.
Mulai
Mencatat hasil perekaman
SPTPD
Penetapan dalam bentuk
3 2
SKPD 1
5
2 Flowchart Penerimaan Kas
a. Bagian perencannan dan pendaftaran pendapatan
2
SKPD 1
Menerima penyetoran pendapatan
SKPD SKPD
SKPD 1
3 2
Menerima penyetoran pendapatan
SKPD SKPD 1 Validas i
2
2
b. Bagian Keuangan (Pemengang Kas)
2
STS 1
Mengitung jumlah setoran
Mencatat dalam bukti
Bukti setor
Mencatat laporan
Laporan Penerimaan kas
c. Bagian Penetapan dan Penerimaan
Bukti setor
SKPD
SSPD
Buku Kas Umum
Membukuka n transaksi
Buku Jurnal
d.
Bagian Pembukuan
SKPD
SSPD
Selesai
Membuat laporan keuanga dengan
komputer
Hasil analisis sistem dan prosedur penerimaan kas badan pengelola pajak dan retribusi daerah berwenang melaksanakan otonomi daerah kota untuk melaksanakan tugas desentralisasi, yaitu dalam tugas penerimaan kas: memungut dan/atau menerima pendapatan daerah wajib melakukan pemungutan dan/atau penerimaan sesuai peraturan perundang undangan. Prosedur sistem penerimaan kas:
1) Fungsi pihak terkait: ppk-skpd, pengguna anggaran, bendahara penerimaan dan bud (bank).
2) Dokumen: sts, bukti transfer, nota kredit bank.
3) Catatan: buku jurnal penerimaan kas, buku besar dan buku besar pembantu 4) Prosedur: pengguna anggaran memberikan skr yang sudah diterbitkan kepada
Bendahara penerimaan dalam melaksanakan verifikasi penerimaan pendapatan. Sistem dan prosedur pajak dan retribusi
a) Prosedur penerimaan pajak daerah : pendaftaran wp daerah; penetapan;
dan penyetoran
. b) Prosedur penerimaan retribusi daerah: pendaftaran wr daerah; penetapan;
dengan penyetoran