• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini tidak berdasarkan jumlah pertemuan atau tatap muka dalam pembelajaran, tetapi lebih mengutamakan perkembangan dan kemajuan siswa setelah siswa mendapatkan tindakan, dalam hal ini pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan metode bermain. Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan metode bermain ini sistematiknya secara umum terdiri dari pendahuluan meliputi membariskan siswa, apersepsi, menyampaikan materi dan memimpin pemanasan. Berikutnya adalah kegiatan inti, kegiatan inti dalam penelitian ini terdiri dari permainan dan teknik melompat. Terakhir adalah penutup, yang terdiri dari membariskan siswa, evaluasi pembelajaran, doa dan pembubaran.

Penyampaian materi pembelajaran lompat jauh gaya jongkok melalui penerapan metode bermain dengan cara guru menyampaikan atau menjelaskan materi sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaram, siswa mendengarkan, memahami dan kemudian mempraktekkan. Koreksi atas kesalahan siswa dilaksanakan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Pemberian materi dilakukan oleh peneliti, guru bertugas sebagai pengamat (observer) pembelajaran dan dibantu oleh critical friend. Data observasi digunakan sebagai evaluasi kegiatan belajar mengajar atara peneliti, guru dan teman yang tidak berkepentingan dengan peneliti. Kekurangan di siklus pertama akan lebih dicermati sehingga tidak akan muncul lagi.

commit to user

Tabel 1

Kondisi Awal Nilai Lompat Jauh Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Tanjunganom

Pra Siklus (Bulan Maret 2011)

Nilai Hasil Penilaian Lompat Jauh

Putra Putri Tertinggi 76 75 Terendah 68 65 Rata-rata 67 65 1. Siklus Pertama a. Perencanaan

Perencanaan diawali dengan berkonsultasi dengan guru kelas yang mengajar di kelas VI (enam). Konsultasi ini meliputi penentuan waktu tindakan, kelas yang digunakan untuk penelitian, perencanaan tindakan (games dan materi) dan pembuatan RPP. Penentuan waktu tindakan ini kaitannya dengan pelaksanaan tindakan, diperoleh kesepakatan pelaksanaan tindakan pada hari selasa, tanggal 8 April 2011. Langkah selanjutnya menentukan kelas yang diberi tindakan, diperoleh kesepakatan dengan guru, kelas yang di gunakan kelas VI, dipilihnya kelas VI. Ini kaitannya dengan jadwal pembelajaran.

Langkah selanjutnya adalah penentuan permainan yang akan digunakan dan materi pembelajaran. Pemilihan permainan yang digunakan disesuaikan dengan alat dan fasilitas sekolah. Penentuan materi bersumber pada buku referensi. Setelah itu pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), yang memuat perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Persiapan yang terakhir mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pembelajaran, menyiapkan bak lompat jauh menyiapkan kardus ban bekas dan bola plastik.

b. Tindakan

Siswa dibariskan dengan formasi empat saf, siswa putra di sebelah kanan siswa putri, guru memimpin berdoa, setelah itu dilakukan presensi dengan menanyakan pada ketua kelas siswa yang tidak masuk, dari jumlah siswa sebanyak 40 ternyata semua dapat mengikuti pembelajaran. Setelah

commit to user

presensi guru menjelaskan materi. Penjelasan materi lompat jauh berawal dari cara awalan atau ancang-ancang. Siswa sebagian besar memperhatikan guru, tetapi ada siswa yang berbincang-bincang dengan siswa lain.

Kegiatan berikutnya adalah pemanasan, pemanasan dipimpin, guru di depan memberi contoh dan membenarkan siswa yang tidak serius dalam melakukan pemansan. Pemanasan berupa gerakan lari keliling lapangan dengan melewati rintangan yang telah diatur dan di tata, yaitu melompati kardus gawang dan meraih bola yang di gantung di lanjutkan dengan gerakan statis dan dinamis waktu yang digunakan dari membariskna siswa sampai pemanasan kurang lebih selama 10 menit. Setelah selesai melakukan pemanasan, kemudian memasuki kegiatan inti selama 50 menit. Kegiatan inti terdiri dari games (bermain), pengenalan awalan, tumpuan atau tolakan, melayang di udara dan mendarat. Bermain diawali dengan cara bermain dan memberi contoh. Permainan berupa melompati kardus yang ditata dengan berbagai variasi. Siswa dibagi dalam empat kelompok, masing-masing menghadap lintasan yang telah dipasang kardus berderet dengan jarak kardus 1 m. Cara bermain siswa berlomba kecepatan melompati kardus dengan tumpuan dau kaki dan permainan yang kedua adalah melompati kardus menyamping dengan tumpuan dua kaki dengan cara berlomba juga. Siswa yang akan berlomba melompati kardus harus selalu menunggu aba-aba dari guru setelah melakukan siswa pindah ke baris belakang. Dalam lompat kardus ini banyak siswa yang kesulitan, di sela-sela proses pembelajaran guru mengoreksi dan memberi contoh cara melakukan yang benar. Kebanyakan siswa putri yang melakukan kesalahan, setelah permainan ini selesai maka diumumkan, kelompok yang juara. Dilanjutkan dengan permainan berikutnya yaitu lompat bersambung.

Setelah games (bermain) selanjutnya gerakan teknik-teknik pertama yaitu awalan, teknik kedua tumpuan, teknik ketiga melayang di udara dan teknik keempat mendarat.

commit to user

Awalan atau ancang-ancang pada lompat jauh adalah untuk mendapatkan kecapatan yang setinggi-tingginya sebelum mencapai balok tolakan. Panjang awalan untuk melaksanakan awalan lompat jauh tidak kurang dari 45 meter.

Cara melakukan awalan atau ancang-ancang adalah sebagai berikut : a. Lari ancang-ancang tergantung kemampuan tiap-tiap siswa

b. Tambahkan kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertumpu atau bertolak

c. Pinggang diturunkan sedikit pada satu langkah akhir ancang-ancang, agar siswa aktif maka dibuat lintasan untuk masing-masing kelompok. Siswa yang telah melakukan latihan awalan yaitu lari pelan kemudian cepat. Kembali ke barisan belakang, guru memberi koreksi di sela-sela proses pembelajaran.

Teknik kedua adalah tumpuan atau tolakan

Tumpuan yang tidak tepat pada balok akan merugikan ketepatan tumpuan

dapat dicapai dengan perencanaan jumlah langkah awalan yang

tepat.selanjutnya digunakan tanda-tanda (check marks) untuk mengatur ketepatan langkah. Cara melakukan tumpuan adalah sebagai berikut :

a. Ayunkan paha kaki bebas cepat ke posisi horizontal dan dipertahankan b. Luruskan sendi mata kaki, lutut dan pinggang pada waktu melakukan

tolakan

c. Bertolaklah ke depan dan ke atas d. Sudut tolakan 45 derajat.

Mayoritas siswa belum kesulitan dalam melakukan gerakan teknik pertama, di sela-sela proses pembelajaran guru memberikan koreksi pada siswa yang belum benar dalam melakukan. Selanjutnya guru menjelaskan dan memberi contoh teknik kedua : yaitu lari langkah kijang, lari gawang dengan 4 langkah dengan kaki tumpu yang terkuat, lompat jauh dengan awalan pendek, dengan melompati hawang, penekanan pada tumpuan. Dalam melakukan gerkana ini siswa terbagi dalam 4 kelompok, yang pertama melakukan baris depan tiap kelompok, diikuti baris berikutnya.

commit to user

Selanjutnya siswa dikumpulkan guru menjelaskan dan member contoh teknik yang ketiga, yaitu melayang di udara.

Sikap badan melayang di udara adalah sikap setelah kaki tolak menolakkan kaki pada balok tumpuan, badan akan dapat terangkat, melayang di udara bersamaan dengan ayunan kedua lengan ke depan atas.

Cara melakukan melayang di udara adalah :

a. Saat kaki tolak menolakkan kaki pada pangkal titik berat badan ke atas b. Kemudian diikuti tolak menyusul kaki ayun

c. Saat melayang kedua kaki sedikit ditekuk sehingga posisi badan berada dalam sikap jongkok

d. Kemudian saat akan mendarat kedua kaki diacungkan ke depan

Setelah itu siswa mempraktekkan gerakan yang dicontohkan guru, dalam mempraktekkan pertama-tama siswa menyentuh bola plastic yang digantung. Setelah ada aba-aba dari guru (melalui peluit) siswa melakukan gerakan melayang di udara, dalam melakukan gerkana ini siswa terbagi dalam dua kelompok.

Guru langsung menegur siswa yang salah dengan memberikan contoh gerakan siswa yang bersangkutan mengikuti. Setelah semua siswa dianggap bias dilanjutkan dengan teknik melayang di udara tanpa menyentuh bola. Guru kembali memberikan contoh gerakan, setelah itu para siswa diminta mempraktekkan gerakan yang dicontohkan guru. Dalam mempraktekkan gerakan-gerakan pada awalnya kebanyakan siswa agak kesulitan. Setelah dilakukan berulang-ulang kesalahan-kesalahan siswa dalam melakukan gerkana mulai berkurang dan kebanyakan siswa sudah dianggap bisa.

Siswa yang sudah bisa melakukan dengan benar salah satunya dipanggil oleh guru untuk member contoh. Setelah itu dilanjutkan dengan teknik keempat yaitu mendarat.

Siswa dikumpulkan dan guru memberi penjelasan teknik mendarat dan member contoh gerakan mendarat.

Mendarat harus dalam posisi yang benar sehingga kaki yang diacungkan ke depan tidak menyebabkan pelompat akan mendarat pada pantatnya. Titik

commit to user

berat badan akan melompati titik pendaratan kaki di pasir tidak kaku dan tegang melainkan lemas lentuk.

Cara melakukan mendarat adalah sebagai berikut :

a. Tariklah lengan dan tubuh ke depan bawah tariklah kaki mendekati badan. b. Luruskan kaki dan tekuk lagi sedikit sesaat sebelum menyentuh tanah. c. Jika kedua kaki telah mendarat di bak pasir duduklah pada kedua kaki.

Setelah itu siswa mempraktekkan gerakan yang dicontohkan guru yaitu melompati gawang tangan diayunkan meriah bola yang digantung kaki diacungkan ke depan dan mendarta. Setelah ada aba-aba dari guru, siswa melakukan gerakan mendarat. Dalam melakukan gerakan ini siswa terbagi menjadi empat kelompok.

Guru langsung menegur siswa yang salah dengan memberikan contoh gerakan siswa yang bersangkutan mengikuti. Setelah semua siswa di anggap bisa di lanjutkan dengan lompat jauh dengan awalan pendek guru kembali memberikan contoh gerakan setelah itu para siswa di minta mempraktekan lompat jauh dengan awalan pendek. Pada awalannya ke banyakan siswa agak kesulitan setelah di lakukan berulang-ulang kesalahan siswa dalam melakukan gerakan mulai berkurang dan kebanyakan siswa di anggap bisa. Siswa yang sudah bisa melakukan dengan benar salah satunya dipanggil oleh guru untuk memberikan contoh. Setelah itu di lanjutkan dengan penilaian dan kegiatan penutup dalam kegitan penutup siswa dibuat 4 kelompok dan di adakan permainan lompat kalau guru berkata kanan maka masing-maisng kelompok melompat ke kiri dengan serempak begitu sebaliknya kalau guru berkata kiri maka kelompok melompat ke kanan guru berkata maju, maka siswa dalam kelompok melompat mundur begitu sebaliknya kalau guru berkata mundur maka siswa dalam kelompok melompat maju.

Kelompok yang melakukan kesalahan di hokum dengan menari dan menyanyi. Selesai permainan guru memberikan koreksi kesalahan-kesalahan siswa serta memuji siswa yang telah melakukan lompat jauh gaya jongkok dengan benar dan di akhiri dengan doa dan pembubaran.

commit to user

Tabel 2

Hasil Penilaian Lompat jauh Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Tanjunganom

Siklus I (8 April 2011)

Nilai Hasil Penilaian Lompat Jauh

Putra Putri

Tertinggi 82 80

Terendah 75 75

Rata-rata 79 77

c. Observasi

Suasana kelas terlihat aktif keaktifan ini terlihat pada saat siswa mengikuti games (bermain) sampai ke pembelajaran teknik siswa juga memperhatikan guru dengan seksama, ketika guru menjelaskan, member contoh dan ketika guru memberikan koreksi namun ada juga siswa yang kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, tapi dapat di atasi oleh guru dengan member perhatian yang lebih.

Hasil dari pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung, sudah tergambar bahwa dengan adanya pendekatan permainan siswa lebih bersemangat ketika mengikuti pembelajaran, selain itu siswa terlihat lebih siap dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini terlihat ketika guru memberikan tugas-tugas, siswa berebut untuk melaksanakan, baik itu dalam permainan dan pada pembelajaran teknik. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa pada saat lompat jauh juga sudah berkurang, sehingga pembelajaran lebih baik dari pada kondisi awal.

d. Refleksi

Proses pembelajaran pendidikan jasmani (lompat jauh gaya jongkok) yang berlangsung ditemukan hambatan-hambatan yang dialami oleh siswa. Hambatan tersebut diantaranya pda teknik tumpuan dan pada teknik melayang di udara. Tetapi hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi oleh guru selama proses pembelajaran berlangsung, dengan cara memberikan korekis atas kesalahan siswa dan memberikan contoh gerakan yang benar. Hambatan yang lainnya terkait dengan siswa yang kurang aktif atau malas, guru memberikan

commit to user

perhatian yang lebih, namun jumlahnya tidak terlalu banyak masih dalam batas kewajaran.

Kesalahan yang masih sering terjadi pada gerakan atau teknik tumpuan, siswa masih ada yang kesulitan dalam melakukan teknik tumpuan. Kesalah siswa pada melayang di udara masih belum terlihat atau belum benar. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti merencanakan siklus kedua. Pada siklus kedua setelah permainan langsung ke teknik keseluruhan atau gerakan lompat jauh gaya jongkok itu dilanjutkan dengan penilaian oleh guru yang bersangkutan untuk mengetahui hasil pembelajaran.

Alokasi waktu sudah cukup tepat atau efektif, dari kegiatan pendahuluan sampai penutup cukup efektif. Dalam siklus pertama pembelajaran dimulai pukul 07.00.

2. Siklus Kedua a. Perencanaan

Perencanaan dalam siklus kedua diawali dengan penentuan waktu tindakan kelas, diperoleh kesepakatan untuk melaksanakan siklus keitga ini pada hari Sabtu, 23 April. Setelah menentukan waktu tindakan selanjutnya berkonsultasi dengan guru kelas VI kaitannya dengan materi dan pelaksanaan pengambilan nilai. Penentuan materi pembelajaran baik dari permainan dan materi yang akan dilaksanakan. Setelah itu pelaksanaan penilaian, penilaian dilakukan oleh guru penjas. Selanjutnya adalah pembuatan angket, pembuatan angket tanggapan siswa pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dengan penerapan metode bermain. Pembuatan angket berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

b. Tindakan

Pelaksanaan tindakan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 23 April 2011. Proses pembelajaran dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB, di halaman sekolah SD Negeri 1 Tanjunganom. Pelaksanaan tindakan kedua menggunakan karus dan ban bekas, digunakan sebagai permaunan lomat sambung. Pembelajaran lompat jauh gaya jongkok

commit to user

dimulai puku 07.00 WIB diawali dengan guru mengumpulkan siswa atau membariskan siswa. Setelah berbaris guru menghitung jumlah siswa, presensi dan memimpin berdoa. Siswa dibariskan dalam formasi empat saf, siswa putra disebelah kanan siswa putri, dilanjutkan dengan menanyakan yang tidak masuk atau tidak mengikuti pembelajaran, dari jumlah 40 siswa seluruhnya dapat mengikuti pembelajaran.

Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan materi, kaitannya dengan gerakan lompat jauh dan pengambilan nilai. Waktu yang diperlukan dari membariskan siswa sampai penjelasan materi kurang lebih lima menit. Setelah itu dilanjutkan dengan pemanasan, pemanasan dipimpin oleh guru, guru memberikan contoh gerakan dari depan barisan, siswa menirukan. Pemanasan berbentuk gerakan-gerkana statis dan dinamis. Waktu untuk pemanasan kurang lebih 10 menit, setelah pemanasan selesai dilanjutkan kegiatan inti.

Kegiatan inti meliputi permainan, gerakan teknik lompat jauhj gaya jongkok dan pengambilan nilai. Bentuk permainannya adalah lompat kardus yang diletakkan secara variasi, dan lompat gawang dengan tumpuan dua kaki, dan lompat sambung. Guru memberikan contoh, dilanjutkan para siswa yang melakukan, guru selalu mengoreksi siswa yang melakukan permainan. Siswa terlihat antusias dalam melakukan, siswa yang berhasil dalam lompat kardus ataupun gawang dan lompat sambung terlihat lebih bersemangat, sedangkan siswa yang belum berhasil melakukan terlihat tidak mau mengalah dan terus berusaha dengan penuh semangat. Guru sesekali memberikan contoh dan mengkoreksi kesalahan-kesalahan siswa, dan memberikan pembetulan. Setiap siswa yang hendak melompat selalu menunggu aba-aba dari guru, melalui peluit. Permainan yang kedua pelaksanaannya sama dengan permainan yang pertama, yang membedakan jarak antara siswa dengan sasaran lompat. Jarak siswa dengan sasaran lompat dikurangi yang tadinya 2 meter menajdi 1 meter dan lompat sambung.

Ini dilakukan untuk menambah tingkat kesulitan siswa yang tadinya bisa melompati kardus dan lompat sambung terlihat lebih bersemangat lagi, sedangkan untuk siswa yang lompatannya menyentuh kardus tidak mau

commit to user

menyerah, terkadang lompatannya menyentuh kardus sehingga kjardus bergeser posisinya.

Kegiatan selanjutnya adalah pendalaman materi, gerakan lompat jauh gaya jongkok diawali dengan penjelasan tentang kesalahan siswa dalam melakukan tumpuan dan dilanjutkan dengan pemberian contoh gerakan. Formasi siswa dua saf, baris pertama melakukan atau mempraktekkan gerakan lompat jauh penekanan pada tumpuan. Terlebih dahulu, bergantian dengan baris berikutnya, dalam melakukan lompatan menunggu aba-aba dari guru melalui peluit un tuk memulai (ancang-ancang) dan pada saat tumpua dilanjutkan melayang di udara dan mendarat. Siswa dalam mendengarkan, melihat contoh gerkaan dan melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru, terlihat serius dan bersemangat ketika melaksanakan tugas yang diberikan gutu. Alokasi waktu yang diperlukan kurang lebih 10 menit, dan rentang waktu ini para siswa cukup banyak melakukan atau mendapat kesempatan selanjutnya adalah penilaian.

Penilaian dilakukan oleh guru penjas, dalam penilaian siswa mendapat dua kali kesempatan. Guru memanggil dua siswa untuk melaksanakan tes, ini berdasarkan nomor urut absen, nomor urut absen mulai dari nomor paling kecil, dalam pelaksanaan siswa melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok sesuai yang diajarkan. Nilai yang diberikan sebagai nilai akhir yaitu nilai yang terbaik dari dua kali kesempatan. Hasil pada penilaian tersebut tertera pada table berikut :

Tabel 3

Hasil Penilaian Lompat Jauh Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Tanjunganom

Siklus 2 (23 April 2011)

Nilai Hasil penilaian lompat jauh

Putra Putri

Tertingi 84 83

Terendah 76 76

commit to user

Setelah penilaian selesai, kemudian guru membariskan siswa, menghitung, memberikan angket, menjelaskan cara pengisian, selanjutnya doa dan pembubaran. Angket dikumpulkan keesokan harinya. Pembelajaran berakhir pukul 08.07 WIB.

c. Observasi

Suasana kelas sangat kondusif, tertib dan siswa telihat bersemangat. Sebelum pengambilan nilai dilaksanakan guru memberikan permainan dan mengulang materi, dalam mengikuti permainan siswa sangat antusias, keadaan tidak jauh berbeda ketika mengulang teknik lompat jauh (urutan gerakan lompat jauh keseluruhan), dalam mengikuti pembelajaran siswa kelihatan sungguh-sungguh. Setelah itu guru menjelaskan kaitannya dengan pengambilan nilai.

Pelaksanaan pengambilan nilai, banyak siswa yang mampu melakukan gerakan lompat jauh dengan baik dan benar, namun ada beberapa yang belum mampu melakukan dengan baik dan benar, ini teurtama pada siswa putri. Proses pengambilan guru memanggil dua siswa yang nomor absennya berurutan, mulai dari nomor absen paling kecil. Tiap siswa mendapat dua kali kesempatan, siswa yang tidak melakukan atau menunggu giliran kebanyakan duduk-duduk dan mengamati temannya yang melakukan tes.

Pembelajaran lompat jauh melalui penerapan metode bermain yang sudah dilaksanakan, dilihat dari sudut pandang siswa, siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran, kegembiraan, keinginan melompat pada saat permainan terbaawa dalam pembelajaran teknik. Selain itu siswa secara tidak langsung belajar teknik lompat jauh yang benar dalam mengikuti permainan, jadi yang perlu dibenahi atau dipelajari pada teknik lompat jauh keadaan ini memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Pada umumnya kesalahan yang sering dilakukan siswa selain pada tumpuan kesalahan yang umum ditemukan guru penjas dalam melaksanakan pembelajaran dengan materi lompat jauh yaitu pada saat tumpuan dan melayang di udara namun

commit to user

dengan adanya permainan melompat, dan meraih sasaran bola plastic ini siswa sudah sedikit terbiasa melompat dengan benar.

Selanjutnya dilihat dari sudut pandang kelas, suasana kelas kondusif, pengelolaan kelas lebih mudah karena siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Permainan yang dilakukan menyesuaikan dengan keadaan fasilitas sekolah, tidak meng ada-ada, jadi bisa diikuti oleh guru.

Pengisian lembar observasi dilakukan oleh guru penjas, setelah pembelajaran selesai, dari hasil lembar observasi diketahui bahwa siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh melalui penerapan metode bermain siswa sangat antusias, aktif dan lebih siap dengan materi.

d. Refleksi

Setelah dilakukan pengamatan dan evaluasi, maka langkah selanjutnya adalah refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani dengan materi lompat jauh yang berlangsung ditemukan kesalahan-kesalahan yang dilakuakn siswa, antara lain siswa putri yang kurang mampu melaksanakan tes. Keadaan yang tidak jauh berbeda, siswa putra yang mampu melakukan tes dengan baik atau mampu melakukan gerakan lompat jauh gaya jongkok dengan benar, terlihat berlomba-lomba untuk menentukan siapa yang terbaik. Dari hasil evaluasi atau tes tersebut dapat dinyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sudah tepat dan tidak perlu lagi dilakukan tindakan.

Dokumen terkait