BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Penelitian
a. Hasil Observasi Guru Siklus I
Keterlaksanaan pembelajaran yang diobservasi adalah keterlaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan pendekatan learning start with question. Adapun observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran tersebut mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Berikut ini hasil pengamatan / observasi keterlaksanaan penerapan pendekatan learning start with question
Table 4.1 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Penerapan Pendekatan Learning Start With Question Siklus I Di Kelas VIII SMP
Negeri 1 Bolo
Berdasarkan tabel 4.1 hasil pengamatan keterlaksanaan penerapan pendekatan learning start with question selama tiga kali perjumpaan yaitu pertemuan pertama memperoleh skor 120, pertemuan kedua memperoleh skor 122, dan pertemuan ketiga memperoleh skor 125. Dari semua pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga memperoleh skor 367 dan memperoleh nilai rata-rata 13,59 sedangkan nilai persentase yang didapatkan yaitu 50,33% yang diperoleh pada interval 4≤x≤5 yang artinya baik sehingga dapat dikatakan efektif.
b. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Berdasarkan Indikator Hasil Belajar Siswa
Tabel 4.2 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus I Berdasarkan Indikator Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII
SMP Negeri 1 Bolo
No. Komponen Yang Diamati
Pertemuan
Jumlah Persentase I II III
1. Peserta didik yang aktif dalam
bertanya 8 14 20 42 38,88%
Siklus I Jumlah Rata-rata Persentase I II III
2. Peserta didik yang memberikan
penjelasan sederhana 12 12 14 38 35,18%
3. Peserta didik yang membangun
keterampilan dasar 10 14 20 44 40,74%
4. Peserta didik yang memberikan
penjelasan lebih lanjut 10 12 14 36 33,33% 5. Peserta didik yang mengatur
strategi dan taktik 8 10 10 28 25,92%
Berdasarkan table 4.2 hasil observasi aktivitas siswa selama pembelajaran dengan pemdekatan learning start with question dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Persentase peserta didik yang aktif dalam bertanya dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 38,88%.
2. Persentase peserta didik yang memberikan penjelasan lebih lanjut dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 35,18%. 3. Persentase peserta didik yang membangun keterampilan dasar dari
pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 40,74%. 4. Persentase peserta didik yang memberikan penjelasan lebih lanjut dari
pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 33,33%. 5. Persentase peserta didik yang mengatur strategi dan taktik dari pertemuan
pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 25,92%. c. Hasil Tes Siswa Siklus I
Hasil tes siswa siklus 1 peserta didik melalui penerapan pendekatan learning start with question, dianalisi untuk menentukan tingkat
kemampuan rata-rata dengan kualifikasi (≤80) tidak tuntas dan (≥80) tuntas dengan berdasarkan rentang kemampuan siswa. Hasil tes siswa dilakukan dengan dua penilaian, yaitu penilaian hasil tes secara kelompok dengan penilaian hasil tes secara individu
Tabel 4.3 Hasil Tes Siswa Secara Kelompok Siklus I kelas VII SMP Negeri 1 Bolo
Berdasarkan tabel 4.3 diatas diperoleh kesimpulan bahwa dari hasil tes siswa secara kelompok dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang, jumlahsiswa yang mendapatkan nilai diatas KKM atau dikatakan sudah tuntas sebanyak 17 orang sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dibawah
No Kelompok Nilai KKM Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1. Kelompok 1 85 80 2. Kelompok 2 80 80 3. Kelompok 3 70 80 4. Kelompok 4 75 80 5. Kelompok 5 85 80 Jumlah 395 Rata-Rata 82,69
Jumlah Siswa Yang Tuntas 17
KKM atau dikatakan belum tuntas sebanyak 11 orang dengan rata nilai 82,69.
Tabel 4.4 Deskripsi Skor Hasil Tes Kelompok Siklus I Pada Pembelajaran PPKn Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Statistik Nilai Statistik
Sampel 28 Skor Ideal 100 Skor Tertinggi 85 Skor Terendah 70 Rentang Skor 15 Skor Rata-Rata 82,69 Median 80 Modus 85 Standar Deviasi 5,32
Dari hasil tabel 4.4 diatas didapatkan bahwa skor rata-rata tes kelompok siklus I dengan menggunakan pendekatan learning start with question adalah 82,69 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa 85 dan skor terendah adalah 70 dan rentang skor 15 dengan standar deviasi 5,32.
Jika skor hasil tes kelompok siklus I dengan menggunakan pendekatan learning start with question dikelompokkan kedalam 5 kelompok, maka didapatkan tabel distribusi frekuansi dalam persentase skor yaitu:
Tabel 4.5Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Tes Kelompok Siklus I Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Nilai KKM Kategori Frekuensi Persentase 0 – 72 80 Sangat rendah 6 21,42% 73 – 79 80 Kurang 5 17,85% 80 – 86 80 Cukup 17 60,71% 87 – 93 80 Baik 0 0% 94 – 100 80 Sangat baik 0 0% Jumlah 28 100%
Dari uraian tabel 4.4 serta tabel 4.5 dapat dijabarkan bahwa dari siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo yang dijadikan sampel pada siklus I, pada umumnya memiliki tingkat hasil tes dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 82,69 dari skor ideal 100.
Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Tes Kelompok Siklus I Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Skor Ketegorisasi Frekuensi Persentase
Nilai ≥80 Tidak Tuntas 11 39,28%
Nilai ≤80 Tuntas 17 60,71%
Jumlah 28 100%
Jika seorang siswa mencapai skor minimal 80, mereka dianggap telah selesai belajar. Tabel 4.6 menunjukkan bahwa 17 siswa dari total 28 siswa memenuhi kriteria pembelajaran komprehensif, mewakili tingkat keberhasilan 60,71 persen.
Tabel 4.7 Hasil Tes Siswa Secara Individu Siklus I Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Berdasarkan tabel 4.7 diatas diperoleh kesimpulan bahwa dari hasil tes siswa secara individu dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang,
No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 AA 80 80 2 AS 80 80 3 AD 80 88 4 AM 80 70 5 B 80 85 6 DM 80 80 7 DA 80 65 8 F 80 80 9 F 80 85 10 H 80 85 11 IA 80 85 12 IP 80 80 13 J 80 75 14 MF 80 80 15 MFN 80 75 16 MRA 80 85 17 MU 80 75 18 MF 80 85 19 R 80 80 20 MR 80 75 21 NR 80 75 22 NW 80 85 23 PAP 80 85 24 PNA 80 80 25 PR 80 85 26 RS 80 80 27 R 80 75 28 80 85 Jumlah 2.243 Rata-Rata 79,69
Jumlah Siswa Yang Tuntas 21
jumlahsiswa yang mendapatkan nilai diatas KKM atau dikatakan sudah tuntas sebanyak 21 orang sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM ataudikatakan belum tuntas sebanyak 7 orang dengan rata nilai 79,69.
Tabel 4.8 Deskripsi Skor Hasil Tes Individu Siklus I Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Statistik Nilai Statistik
Sampel 28 Skor Ideal 100 Skor Tertinggi 88 Skor Terendah 65 Rentang Skor 23 Skor Rata-Rata 79,69 Median 80 Modus 85 Standar Deviasi 5,32
Berdasarkan tabel 4.8 diatas diperoleh informasi bahwa skor rata-rata tes individu siklus I dengan menggunakan pendekatan learning start with question adalah 79,69 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa 88 dan skor terendah adalah 65 dan rentang skor 23 dengan standar deviasi 5,32.
Jika skor hasil tes individu siklus I dengan menggunakan pendekatan learning start with question dikelompokkan kedalam lima kelompok, maka didapatkan tabel distribusi frekuansi dalam persentase skor yakni:
Tabel 4.9Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Tes Individu Siklus I Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Nilai KKM Kategori Frekuensi Persentase 0 – 72 80 Sangat rendah 2 7,14% 73 – 79 80 Kurang 6 21,42% 80 – 86 80 Cukup 19 67,85% 87 – 93 80 Baik 1 3,57% 94 – 100 80 Sangat baik 0 0% Jumlah 28 100%
Dari uraian tabel 4.8 dan 4.9, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo yang dijadikan sampel pada siklus I memiliki tingkat hasil tes yang kurang baik, dengan nilai rata-rata 79,69 dari nilai sempurna 100.
Tabel 4.10 Deskripsi Ketuntasan Hasil Tes Individu Siklus I Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Skor Ketegorisasi Frekuensi Persentase
Nilai ≥80 Tidak Tuntas 7 25%
Nilai ≤80 Tuntas 21 75%
Jumlah 28 100%
Jika seorang siswa menerima nilai minimal 80, mereka dianggap telah menyelesaikan pendidikannya. Tabel 4.10 menunjukkan bahwa 21 siswa dari total 28 siswa (75%) memenuhi kriteria ketuntasan belajar.
Diagram 4.1 Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Pada Mata Pelajaran PPKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
d. Hasil Data Angket Siklus I
Untuk menafsirkan hasil angket penelitian berpedoman dengan data berikut:
Tabel 4.11 Penafsiran Nilai Angket Siklus I
0% Tidak Ada Seorangpun
1%-5% Hampir Tidak Ada
6%-25% Sebagian Kecil
26%-49% Hampir Setengahnya
50% Setengahnya
51%-75% Lebih Dari Setengah
76%-95% Sebagian Besar
96%-99% Hampir Seluruhnya
100% Seluruhnya
Sumber: Kusmiati, 2004
Berikut ini adalah rincian hasil kuesioner berdasarkan jumlah pertanyaan: 1. Materi yang diajarkan dengan penerapan pendekatan learning start with
questionmudah dipahami dan dimengerti.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 0 0% Tidak 28 100% 0 5 10 15 20 25
Tidak tuntas tuntas
7
Jumlah 28 100%
Dari hasil angket diatas dapat diinformasikan bahwa dari 28 responden, 0% responden menjawab “ya” dan 100% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor satu dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa materi yang diajarkan dengan penerapan pendekatan learning start with questionmudah dipahami dan sangat menarik.
2. Penerapan pendekatan learning start with question meningkatkan hasil belajar siswa.
Pilihan jawaban Total jawaban Persentase
Ya 14 50%
Tidak 14 50%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angketdiatas diketahui bahwa dari 28 responden, 50% responden menjawab “ya” dan 50% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor dua dapat diambil kesimpulan bahwa, setengah dari responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Penerapan pendekatan learning start with question melatih untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam kelas.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Tidak 8 28,57%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut, 71,42 persen dari 28 responden menjawab “ya” dan 28,57 persen responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor tiga dapat diambil kesimpuilan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question tidak dapat melatih siswa untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
4. Penerapan pendekatan learning start with question memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 22 78,57%
Tidak 6 21,42%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angket diatas dapat diinformasikan bahwa dari 28 responden, 78,57% responden menjawab “ya” dan 21,42% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor empat dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question dapat memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas.
5. Penerapan pendekatan learning start with question meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 13 46,42%
Tidak 15 53,57%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil kuesioner, 46,42 persen dari 28 responden menjawab “ya” sebanyak 53,57 persen dan “tidak” sebanyak 53,57 persen.. Pada pertanyaan nomor lima dapat diambil kesimpulan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan learning start with question dapat meningkatan rasa percaya diri dalam belajar.
6. Penerapan pendekatan learning start with question dapat mengatasi kesulitan dalam belajar.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 24 85,71%
Tidak 4 14,28%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 85,71 persen responden menyatakan “ya” dan 14,28 persen mengatakan “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor enam dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question dapat mengatasi kesulitan dalam belajar.
7. Dengan penerapan pendekatan learning start with question siswa berani mengemukakan pendapat dihadapan siswa yang lain.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 16 57,14%
Tidak 12 42,85%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angket diatas dapat diinformasikan bahwa dari 28 responden, 57,14% responden menjawab “ya” dan 42,85% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor tujuh dapat diambil kesimpulan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question siswa berani mengemukakan pendapat dihadapan siswa yang lain.
8. Siswa merasa cocok dengan penerapan pendekatan learning start with question.
Pilihan jawaban Total jawaban Persentase
Ya 23 82,14%
Tidak 5 17,85%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil kuesioner, 82,14 persen responden menjawab “ya” dan 17,85 persen responden menjawab “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor delapan dapat diambil kesimpulan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa siswa merasa tidak cocok dengan penerapan pendekatan learning start with question.
9. Kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan learning start with question melatih siswa untuk lebih menghargai pendapat teman.
Pilihan jawaban Total jawaban Persentase
Ya 24 85,71%
Tidak 4 14,28%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 85,71 persen responden menyatakan “ya” dan 14,28 persen mengatakan “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor sembilan dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan learning start with question dapat melatih siswa untuk lebih menghargai pendapat temannya.
10. Siswa merasa senang dengan adanya penerapan pendekatan learning start with question.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 20 71,42%
Tidak 8 28,57%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 71,42 persen responden menyatakan “ya” dan 72,57 persen mengatakan “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor sepuluh dapat diambil
kesimpulan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran dengan menerapkan pendekatan learning start with question siswa merasa tidak senang.
2. Siklus II
a. Hasil Observasi Siklus II
Keterlaksanaan pembelajaran yang diobservasi adalah keterlaksanaan pembelajaran yang berkaitan dengan pendekatan learning start with question. Adapun observasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran tersebut mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Berikut ini hasil pengamatan / observasi keterlaksanaan penerapan pendekatan learning start with question.
Tabel 4.12 Hasil Pengamatan Keterlaksanaan Penerapan Pendekatan Learning Start With Question Siklus II Dikelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Berdasarkan tabel 4.12 hasil pengamatan keterlaksanaan penerapan pendekatan learning start with question pada 3 kali peretemuan. Pertemuan awal didapatkan skor 120, pertemuan kedua didapatkan skor 135, dan pertemuan ketiga memperoleh skor 140, dari semua jumlah pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga memperoleh skor 395 dan memperoleh nilai rata-rata 13,51 sedangkan nilai persentase yang didapatkan yaitu
Siklus II Jumlah Rata-rata Persentase I II III
50,03% yang diperoleh dari interval 4≤x≤5 yang artinya baik sehinga dapat dikatakan efektif.
b. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Berdasarkan Indikator Hasil Belajar Siswa
Tabel 4.13 Lembar Observasi Aktivitas Siswa Siklus II Berdasarkan Indikator Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PPKn Kleas VIII
SMP Negeri 1 Bolo
No Komponen Yang Diamati
Pertemuan
Jumlah Persentase I II III
1. Peserta didik yang aktif dalam
bertanya 18 20 24 62 57,40%
2. Peserta didik yang memberikan
penjelasan sederhana 10 18 28 56 51,85%
3. Peserta didik yang membangun
keterampilan dasar 12 18 20 50 46,29%
4. Peserta didik yang memberikan
penjelasan lebih lanjut 14 20 24 58 53,70% 5. Peserta didik yang mengatur
strategi dan taktik 10 18 26 54 50%
Dari hasil observasi aktivitas siswa selama pembelajaran dengan pendekatan learning start with question dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Persentase peserta didik yang aktif dalam bertanya dari pertemuan pertama sampaiu pertemuan ketiga mencapai angka 57,40%
2. Persentase peserta didik yang memberikan penjelasan sederhana dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 51,85%
3. Persentase peserta didik yang membangun keterampilan dasar dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 46,29% 4. Persentase peserta didik yang memberikan penjelasan lebih lanjut dari
pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 53,70% 5. Persentase peserta didik yang mengatur strategi dan taktik dari pertemuan
pertama sampai pertemuan ketiga mencapai angka 50% c. Hasil Tes Siswa Siklus II
Hasil tes siswa siklus II peserta didik melalui penerapan pendekatan learning start with question, dianalisi untuk menentukan tingkat kemampuan rata-rata dengan kualifikasi (≤80) tidak tuntas dan (≥80) tuntas dengan berdasarkan rentang kemampuan siswa. Hasil tes siswa dilakukan dengan dua penilaian, yaitu penilaian hasil tes secara kelompok dengan penilaian hasil tes secara individu
Tabel 4.14 Hasil Tes Siswa Secara Kelompok Siklus II kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
No Kelompok Nilai KKM Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1. Kelompok 1 95 80
2. Kelompok 2 90 80
3. Kelompok 3 90 80
Berdasarkan tabel 4.14 diatas diperoleh kesimpulan bahwa dari hasil tes siswa secara kelompok dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang, jumlahsiswa yang mendapatkan nilai diatas KKM atau dikatakan sudah tuntas sebanyak 28 orang sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM atau dikatakan belum tuntas tidak ada dengan rata-rata nilai 89,20.
Tabel 4.15 Deskripsi Skor Hasil Tes Kelompok Siklus II Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Statistik Nilai Statistik
Sampel 28 Skor Ideal 100 Skor Tertinggi 95 Skor Terendah 90 Rentang Skor 5 Skor Rata-Rata 89,20 Median 90 Modus 95 Standar Deviasi 5,32
Berdasarkan tabel 4.15 diatas diperoleh informasi bahwa skor rata-rata tes kelompok siklus II dengan menggunakan pendekatan learning start with question adalah 89,20 dari skor ideal 100. Siswa memiliki skor terbesar 95 dan skor terendah 90, dengan rentang skor 5 dan standar deviasi 5,32.
5. Kelompok 5 95 80
Jumlah 465
Rata-Rata 89,20
Jumlah Siswa Yang Tuntas 28
Jika skor hasil tes kelompok siklus II dengan menggunakan pendekatan learning start with question dikelompokkan kedalam lima kelompok, maka didapatkan tabel distribusi frekuansi dalam persentase skor yakni:
Tabel 4.16 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Tes Kelompok Siklus II Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Nilai KKM Kategori Frekuensi Persentase
0 – 72 80 Sangat rendah 0 0% 73 – 79 80 Kurang 0 0% 80 – 86 80 Cukup 0 0% 87 – 93 80 Baik 11 39,28% 94 – 100 80 Sangat baik 17 60,71% Jumlah 28 100%
Dari tabel 4.15 dan 4.16, siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo yang dijadikan sampel pada siklus II memiliki tingkat hasil tes yang kurang baik, dengan nilai rata-rata 89,20 dari nilai sempurna 100.
Tabel 4.17 Deskripsi Ketuntasan Hasil Tes Kelompok Sikus II Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Skor Ketegorisasi Frekuensi Persentase
Nilai ≥80 Tidak Tuntas 0 0%
Nilai ≤80 Tuntas 28 100%
Jumlah 28 100%
Jika seorang siswa mencapai skor minimal 80, mereka dianggap telah selesai belajar. Tabel 4.17 menunjukkan bahwa 28 siswa dari total 28
siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar dengan persentase 100 persen.
Tabel 4.18 Hasil Tes Siswa Individu Siklus II Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan
Tuntas Tidak Tuntas
1 AA 80 90 2 AS 80 90 3 AD 80 90 4 AM 80 85 5 B 80 90 6 DM 80 90 7 DA 80 85 8 F 80 90 9 F 80 90 10 H 80 90 11 IA 80 95 12 IP 80 85 13 J 80 95 14 MF 80 90 15 MFN 80 90 16 MRA 80 90 17 MU 80 95 18 MF 80 95 19 MR 80 90 20 MR 80 90 21 NR 80 90 22 NW 80 85 23 PAP 80 95 24 PNA 80 90 25 PR 80 95 26 RS 80 85 27 R 80 90 28 S 80 90 Jumlah 2.525 Rata-Rata 89,15
Jumlah Siswa Yang Tuntas 28
Berdasarkan tabel 4.18 diatas diperoleh kesimpulan bahwa dari hasil tes siswa secara individu dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang, jumlahsiswa yang mendapatkan nilai diatas KKM atau dikatakan sudah tuntas sebanyak 28 orang sedangkan siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM atau dikatakan belum tuntas tidak ada dengan rata-rata nilai 89,15.
Tabel 4.19 Deskripsi Skor Hasil Tes Individu Siklus II Pada Mata Pelajaran PPKn Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Statistik Nilai Statistik
Sampel 28 Skor Ideal 100 Skor Tertinggi 95 Skor Terendah 85 Rentang Skor 10 Skor Rata-Rata 89,15 Median 90 Modus 90 Standar Deviasi 5,32
Berdasarkan tabel 4.19 diatas diperoleh informasi bahwa skor rata-rata tes individu siklus II dengan menggunakan pendekatan learning start with question adalah 89,15 dari skor ideal 100. Skor tertinggi yang dicapai siswa 95 dan skor terendah yang dicapai siswa 85 dan rentang skor 10 dengan standar deviasi 5,32.
Jika skor hasil tes individu siklus II dengan menggunakan pendekatan learning start with question dikelompokkan kedalam lima
kelompok, maka didapatkan tabel distribusi frekuansi dalam persentase skor yakni:
Tabel 4.20Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Tes Individu Siklus II Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Nilai KKM Kategori Frekuensi Persentase
0 – 72 80 Sangat rendah 0 0% 73 – 79 80 Kurang 0 0% 80 – 86 80 Cukup 5 17,85% 87 – 93 80 Baik 17 60,71% 94 – 100 80 Sangat baik 6 21,42% Jumlah 28 100%
Dari Tabel 4.19 dan 4.20 menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo yang dijadikan sampel pada siklus II memiliki tingkat hasil tes yang kurang baik, dengan nilai rata-rata 89,15 dari nilai sempurna 100.
Tabel 4.21 Deskripsi Ketuntasan Hasil Tes Individu Siklus II Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
Skor Ketegorisasi Frekuensi Persentase
Nilai ≥80 Tidak Tuntas 0 0%
Nilai ≤80 Tuntas 28 100%
Jumlah 28 100%
Jika seorang siswa mencapai skor minimal 80, mereka dianggap telah selesai belajar. Dari tabel 4.21 dapat diketahui bahwa 28 siswa dari total 28 siswa telah memenuhi kriteria ketuntasan belajar sehingga diperoleh persentase 100%.
Diagram 4.2 Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Pada Mata PelajaranPPKn Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Bolo
d. Hasil Data Angket Siklus II
Untuk menjelaskan hasil angket penelitian berpatokan pada data sebagai berikut:
Tabel 4.22 Penafsiran Nilai Angket Siklus II
0% Tidak Ada Seorangpun
1%-5% Hampir Tidak Ada
6%-25% Sebagian Kecil
26%-49% Hamper Setengahnya
50% Setengahnya
51%-75% Lebih Dari Setengah
76%-95% Sebagian Besar
96%-99% Hampir Seluruhnya
100% Seluruhnya
Sumber: Kusmiati, 2004
Pembahasan hasil angket berdasarkan nomor soal adalah sebagai berikut:
0 10 20 30 40 1 2
1. Materi yang diajarkan dengan penerapan pendekatan learning start with question mudah dipahami dan sangat menarik.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 20 71,42%
Tidak 8 28,57%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angket diatas dapat diinformasikan bahwa dari 28 responden, 71,42% responden menjawab “ya” dan 28,57% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor satu dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa materi yang diajarkan dengan menerapkan metode learning start with question mudah dipahami dan menarik.
2. Penerapan pendekatan learning start with question meningkatkan hasil belajar siswa.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 22 78,57%
Tidak 6 21,42%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angketdiatas diinformasikan bahwa dari 28 responden, 78,57% responden menjawab “ya” dan 21,42% responden menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor dua dapat diambil kesimpulan, setengah dari responden mengatakan bahwa dengan
penerapan pendekatan learning start with question tidak dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Penerapan pendekatan learning start with question melatih untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam kelas.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 24 85,71%
Tidak 4 14,28%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 85,71 persen responden menyatakan “ya” dan 14,28 persen mengatakan “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor tiga dapat diambil kesimpulan, kurang dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question tidak dapat melatih siswa untuk memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
4. Penerapan pendekatan learning start with question memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 26 92,85%
Tidak 2 7,14%
Jumlah 28 100%
Dari hasil angket diatas dapat diinformasikan bahwa dari 28 responden, 92,85% responden menjawab “ya” dan 7,14% responden
menjawab “tidak”. Pada pertanyaan nomor empat dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan pendekatan learning start with question dapat memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran dikelas.
5. Penerapan pendekatan learning start with question meningkatkan rasa percaya diri dalam belajar.
Pilihan Jawaban Total Jawaban Persentase
Ya 20 71,42%
Tidak 8 28,57%
Jumlah 28 100%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 71,42 persen responden menyatakan “ya” dan 28,57 persen mengatakan “tidak” dari total 28 responden. Pada pertanyaan nomor lima dapat diambil kesimpulan, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa dengan penerapan learning start with question dapat meningkatan rasa percaya diri dalam belajar.
6. Penerapan pendekatan learning start with question dapat mengatasi kesulitan dalam belajar.
Pilihan jawaban Total jawaban Persentase
Ya 28 100%
Tidak 0 0%
Berdasarkan hasil polling tersebut di atas, 100 persen responden