BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengolah angket dalam bentuk data yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk variabel kompensasi (X1), 12 pertanyaan untuk variabel Motivasi (X2), dan 16 pertanyaan untuk variable Kinerja (Y). Angket yang disebarkan ini diberikan kepada 76 karyawan sebagai sampel penelitian dan dengan menggunakan metode Likert.
Dalam hubungannya dengan uraian tersebut di atas, akan disajikan deskripsi responden penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan profil atau identitas responden menurut jenis kelamin, usia responden, jenis pendidikan, yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a. Karakteristik Responden
Pengelompokkan responden dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya tingkat proporsi pengelompokkan jenis kelamin pria dan wanita, yang dapat dilihat melalui tabel berikut ini :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Laki-laki 54 71,1 71,1 71,1
Perempuan 22 28,9 28,9 100,0
Total 76 100,0 100,0
Sesuai tabel 4.1 yakni karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, menunjukkan bahwa tingkat proporsi responden menurut jenis kelamin yang terbesar dalam penelitian ini adalah pria dengan jumlah responden sebanyak 54 orang (71,1%) dan wanita sebanyak 22 orang (40%), sehingga dapat dikatakan bahwa sebagian besar karyawan pada PT. Nusira Medan Amplas adalah pria.
b. Karakteristik Responden Menurut Usia
Karakteristik responden dalam penelitian ini dapat dikelompokkan atas
responden yang berusia dibawah 18-30 tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan usia di atas 50 tahun, untuk hasil selengkapnya dapat disajikan melalui tabel
berikut ini :
Tabel 4.2
Karakteristik Responden berdasarkan Usia Usia
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 18-30 Tahun 17 22,4 22,4 22,4 31-40 Tahun 22 28,9 28,9 51,3 41-50 Tahun 33 43,4 43,4 94,7 > 50 Tahun 4 5,3 5,3 100,0 Total 76 100,0 100,0
Sumber : Hasil olahan data primer, 2019
Tabel di atas yakni deskripsi responden berdasarkan usia, dimana kelompok usia responden yang terbesar dalam penelitian ini adalah responden
yang berusia antara 41-50 tahun yakni sebanyak 33 orang (43,4%), kemudian disusul responden yang berusia antara 31-40 tahun dengan jumlah responden sebanyak 22 orang (28,9%), kemudian untuk usia 18-30 tahun sebanyak 17 orang (22,4%), dan untuk usia > 50 tahun sebanyak 4 orang (5,3%).
c. Karakteristik Responden Menurut Jenis Pendidikan
Deskripsi dalam penelitian ini, menggambarkan jenis pendidikan terakhir yang dimiliki oleh karyawan, dimana jenis pendidikan terakhir karyawan dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok yakni : SMA, Akademi, Sarjana, dan Pasca Sarjana. Adapun deskripsi responden menurut jenis pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 4.3
Karakteristik Responden menurut Jenis Pendidikan Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid SLTA 9 11,8 11,8 11,8 Diploma 15 19,7 19,7 31,6 S1 46 60,5 60,5 92,1 S2 6 7,9 7,9 100,0 Total 76 100,0 100,0
Sumber : Hasil olahan data primer, 2019
Berdasarkan tabel di atas yang menguraikan deskripsi responden menurut jenis pendidikan, sehingga dapatlah dikatakan bahwa jenjang pendidikan terakhir responden yang terbesar adalah sarjana (S1), yakni sebanyak 46 orang atau 60,5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata jenis pendidikan karyawan pada PT. Nusira Medan Amplas adalah Sarjana.
d. Analisis Variabel
Variabel-variabel dari penelitian ini terdiri dari tiga variabel, yaitu kompensasi (X1), variabel motivasi (X2), maupun variabel kinerja karyawan (Y).. Deskripsi data setiap pernyataan akan menampilkan opsi jawaban setiap responden terhadap setiap item pernyataan yang diberikan penulis kepada responden.
Berdasarkan evaluasi dari jawaban yang ada pada pernyataan variabel bebas mengenai kompensasi pada PT. Nusira Medan Amplas.
Tabel 4.4
Deskripsi Tanggapan Responden Mengenai Kompensasi pada PT. Nusira Medan Amplas
Alternatif Jawaban No Per SS S KS TS STS Jumlah F % F % F % F % F % F % 1 21 27,6 47 61,8 6 7,9 2 2,6 0 0 76 100 2 25 32,9 43 56,6 6 7,9 2 2,6 0 0 76 100 3 19 25,0 52 68,4 3 3,9 2 2,6 0 0 76 100 4 27 35,5 46 60,5 3 3,9 0 0 0 0 76 100 5 27 35,5 47 61,8 2 2,6 0 0 0 0 76 100 6 32 42,1 42 55,3 2 2,6 0 0 0 0 76 100 7 34 44,7 39 51,3 3 3,9 0 0 0 0 76 100 8 31 40,8 43 56,6 2 2,6 0 0 0 0 76 100 9 34 44,7 41 53,9 1 1,3 0 0 0 0 76 100 10 25 32,9 49 64,5 2 2,6 0 0 0 0 76 100
Sumber : Data Penelitian Diolah
Dari data diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari jawaban pertama mengenai besarnya gaji yang diberikan telah adil dan layak kepada karyawan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8%
2. Dari jawaban kedua mengenai gaji yang diberikan perusahaan sesuai dengan beban kerja karyawan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 56,6%
3. Dari jawaban ketiga mengenai insentif yang diterima karyawan sudah sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 68,4%
4. Dari jawaban keempat mengenai perusahaan memberikan insentif kepada karyawan yang berprestasi, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
5. Dari jawaban kelima mengenai besarnya insentif yang diterima karyawan sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8%
6. Dari jawaban keenam mengenai pemberian tunjangan membuat karyawan lebih loyal terhadap perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 55,3%
7. Dari jawaban ketujuh mengenai tunjangan yang diberikan perusahaan mampu meningkatkan semangat kerja karyawan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 51,3%
8. Dari jawaban kedelapan mengenai besarnya tunjangan yang diterima karyawan mampu mencukupi kebutuhan karyawan, perusahaan memberikan jaminan hari tua yang memadai untuk menjamin masa pensiun karyawan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 56,6%
9. Dari jawaban kesembilan mengenai besarnya gaji yang diberikan telah adil dan layak kepada karyawan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 53,9%
10. Dari jawaban kesepuluh mengenai gaji yang diterima sudah sesuai dengan peraturan pemerintah, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 64,5%
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jawaban responden yang menyetujui bahwa kompensasi melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan memiliki pengaruh kuat didalam perusahaan. Terbukti dengan jawaban responden yang lebih mendominasi menjawab sangat setuju.
Sedangkan berdasarkan evaluasi dari jawaban pada pernyataan variabel bebas mengenai motivasi kerja pada PT. Nusira Medan Amplas .
Tabel 4.5
Deskripsi Tanggapan Responden Mengenai Motivasi Kerja pada PT. Nusira Medan Amplas
Alternatif Jawaban No Per SS S KS TS STS Jumlah F % F % F % F % F % F % 1 7 9,2 40 52,6 27 35,5 1 1,3 1 1,3 76 100 2 8 10,5 46 60,5 21 27,6 1 1,3 0 0 76 100 3 11 14,5 44 57,9 21 27,6 0 0 0 0 76 100 4 14 18,4 47 61,8 13 17,1 2 2,6 0 0 76 100 5 11 14,5 47 61,8 15 19,7 2 2,6 1 1,3 76 100 6 22 28,9 38 50,0 15 19,7 0 0 1 1,3 76 100 7 16 21,1 40 52,6 16 21,1 2 2,6 2 2,6 76 100 8 9 11,8 49 64,5 17 22,4 0 0 1 1,3 76 100 9 12 15,8 45 59,2 18 23,7 0 0 1 1,3 76 100 10 17 22,4 36 47,4 21 27,6 1 1,3 1 1,3 76 100 11 21 27,6 46 60,5 9 11,8 0 0 0 0 76 100 12 23 30,3 46 60,5 7 9,2 0 0 0 0 76 100 13 18 23,7 49 64,5 9 11,8 0 0 0 0 76 100 14 25 32,9 46 60,5 5 6,6 0 0 0 0 76 100 15 21 27,6 45 59,2 10 13,2 0 0 0 0 76 100 16 16 21,1 52 68,4 8 10,5 0 0 0 0 76 100
Sumber : Data Penelitian Diolah
Dari data diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari jawaban pertama mengenai pengakuan dari perusahaaan membuat karyawan lebih giat bekerja, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 52,6%
2. Dari jawaban kedua mengenai pengawasan (terutama dari atasan) membuat karyawan lebih giat bekerja, bagi karyawan yang memiliki keterampilan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
3. Dari jawaban ketiga mengenai saya bekerja keras untuk mendapatkan jaminan karier di perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 57,9%
4. Dari jawaban keempat mengenai saya bekerja keras untuk mendapatkan promosi jabatan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8%
5. Dari jawaban kelima mengenai saya mendambakan kedudukan dalam suatu jabatan di perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8%
6. Dari jawaban keenam mengenai saya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan promosi jabatan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 50,0%
7. Dari jawaban ketujuh mengenai saya bekerja di perusahaan untuk memperoleh kompensasi, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 52,6%
8. Dari jawaban kedelapan mengenai saya merasa aman selama bekerja di perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 64,5%
9. Dari jawaban kesembilan mengenai saya mendapatkan status atau kedudukan yang jelas di perusahaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 59,2%
10. Dari jawaban kesepuluh mengenai atasan saya memberikan bimbingan kerja agar saya dapat melaksanakan pekerjaan tanpa kesalahan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 47,4%
11. Dari jawaban kesebelas mengenai kinerja saya dihargai oleh atasan baik secara kualitas maupun kuantitas, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
12. Dari jawaban keduabelas mengenai prosedur kerja di perusahaan mudah dimengerti, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
13. Dari jawaban ketigabelas mengenai kedekatan hubungan antar karyawan memberikan rasa nyaman dalam bekerja, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 64,5%
14. Dari jawaban keempatbelas mengenai hubungan kerja saya dengan seluruh karyawan di perusahaan terjalin harmonis, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
15. Dari jawaban kelimabelas mengenai saya datang tepat waktu dalam bekerja, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 59,2% 16. Dari jawaban keenambelas mengenai saya berusaha untuk tidak
membuang waktu dalam bekerja, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 68,4%
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jawaban responden yang menyetujui bahwa motivasi kerja melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan memiliki pengaruh kuat didalam perusahaan. Terbukti dengan jawaban responden yang lebih mendominasi menjawab setuju.
Sedangkan berdasarkan evaluasi dari jawaban pada pernyataan variabel bebas mengenai kinerja karyawan pada PT. Nusira Medan Amplas
Tabel 4.6
Deskripsi Tanggapan Responden Mengenai Kinerja Karyawan pada PT. Nusira Medan Amplas
Alternatif Jawaban No Per SS S KS TS STS Jumlah F % F % F % F % F % F % 1 30 39,5 40 52,6 6 7,9 0 0 0 0 76 100 2 22 28,9 53 69,7 1 1,3 0 0 0 0 76 100 3 20 26,3 55 72,4 1 1,3 0 0 0 0 76 100 4 27 35,5 46 60,5 3 3,9 0 0 0 0 76 100 5 22 28,9 47 61,8 7 9,2 0 0 0 0 76 100 6 23 30,3 47 61,8 6 7,9 0 0 0 0 76 100 7 27 35,5 40 52,6 5 6,6 4 5,3 0 0 76 100 8 38 50,0 37 48,7 1 1,3 0 0 0 0 76 100 9 41 53,9 30 39,5 5 6,6 0 0 0 0 76 100 10 25 32,9 46 60,5 5 6,6 0 0 0 0 76 100 11 30 39,5 42 55,3 4 5,3 0 0 0 0 76 100 12 29 38,2 43 56,6 4 5,3 0 0 0 0 76 100
Sumber : Data Penelitian Diolah
Dari data diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Dari jawaban pertama mengenai perusahaan menetapkan standar kualitas kerja bagi karyawannya, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 52,6%
2. Dari jawaban kedua mengenai kualitas kerja saya memuaskan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 69,7%
3. Dari jawaban ketiga mengenai saya selalu memberikan mutu terbaik untuk melayani pelanggan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 72,4%
4. Dari jawaban keempat mengenai saya mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan jumlah yang ditargetkan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
5. Dari jawaban kelima mengenai pencapaian kerja saya mampu melebihi target, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8% 6. Dari jawaban keenam mengenai saya selalu mampu untuk
menyelesaikan pekerjaan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 61,8%
7. Dari jawaban ketujuh mengenai anda dapat bekerja dengan cepat dan melebih dari waktu yang telah ditetapkan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 52,6%
8. Dari jawaban kedelapan mengenai saya melakukan pekerjaan sesuai dengan peraturan yang berlaku, responden menjawab sangat setuju dengan presentase sebesar 50,0%
9. Dari jawaban kesembilan mengenai saya dapat mengerjakan pekarjaan dengan efektif dan efesien sehingga tidak memerlukan banyak interuksi dan umpan balik dari atasan saya, responden menjawab sangat setuju dengan presentase sebesar 53,9%
10. Dari jawaban kesepuluh mengenai dalam menyelesaikan pekerjaan saya selalu berinisiatif tanpa menunggu perintah dari pimpinan, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 60,5%
11. Dari jawaban kesebelas mengenai saya akan berusahaa menyelesaikan pekerjaan saya tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain, responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 55,3%
12. Dari jawaban keduabelas mengenai saya memiliki kemauan untuk mengembangkan kemampuan saya., responden menjawab setuju dengan presentase sebesar 56,6%
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jawaban responden yang menyetujui bahwa kinerja karyawan melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan memiliki pengaruh kuat didalam perusahaan. Terbukti dengan jawaban responden yang lebih mendominasi menjawab setuju.
3. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas menguji data variabel bebas (X) dan data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan, apakah berdistibusi normal atau berdistribusi tidak normal. Pengujian normalitas dilakukan dengan uji normal probability plot. Regresi memenuhi asumsi normalitas jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal.
Gambar 4.1 Grafik Histogram
Berdasarkan tampilan gambar 4.1 di atas terlihat bahwa grafik histogram menunjukkan adanya gambaran pola data yang baik. Kurva
regression standarized residual membentuk gambar seperti lonceng dan
mengikuti arah garis diagonal sehingga memenuhi asumsi normalitas.
Gambar 4.2
Berdasarkan gambar grafik 4.2 normal probability plot di atas dapat dilihat bahwa gambaran data menunjukkan pola yang baik dan data menyebar sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka grafik normal
probability plot tersebut terdistribusi secara normal. b. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linear terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Berikut ini adalah hasil pengujian autokorelasi dengan menggunakan uji Durbin-Watson (DW). Tabel 4.8 Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .596a .355 .337 2.37541 1.619
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja
Pada Tabel 4.8 menunjukkan bahwa nilai DW yang diperoleh adalah sebesar 1,619. Nilai dl dan du yang diperoleh dengan K (jumlah variabel bebas) = 2 dan N (jumlah sampel) = 76. Jadi nilai dl sebesar 1,619 dan du sebesar 1,398. Nilai DW yang diperoleh lebih besar dari nilai du dan lebih kecil dari nilai (4-du= 4-1,398= 2,602) yaitu 1,398 < 1,619 < 2,602 yang berarti bahwa tidak terjadi autokorelasi.
c. Uji Multikolinieritas
Salah satu asumsi model regresi linier adalah tidak terdapat korelasi yang sempurna atau korelasi tidak sempurna tetapi sangat tinggi pada variabel-variabel bebasnya. Uji multikolinieritas mengukur tingkat keeratan tingkat asosiasi (keeratan) hubungan atau pengaruh antar variabel bebas melalui besaran koefisien korelasi. Multikoliniearitas dapat diketahui dengan melihat nilai tolerance (a) dan Variance Inflation Factor (VIF).
Variabel bebas mengalami multikolinieritas jika a hitung < a dan VIF hitung >VIF. Variabel bebas tidak mengalami multikolinieritas jika a hitung > a dan VIF hitung lebih <VIF. Nilai cutoff yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance <0.10 atau sama dengan nilai VIF >10. Hasil dari uji multikolinieritas dengan menggunakan program SPSS 16 adalah sebagai berikut :
Tabel 4.9 Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 24.790 4.281
Kompensasi .302 .086 .361 .839 1.192
Motivasi .219 .064 .351 .839 1.192
a. Dependent Variable: Kinerja
Pada Tabel 4.9 dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut:
1) Kompensasi (X1) dengan nilai tolerance sebesar 0,839 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,192 lebih kecil dari 10.
2) Motivasi Kerja (X2) dengan nilai tolerance sebesar 0,839 lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF sebesar 1,192 lebih kecil dari 10.
Karena nilai tolerance yang diperoleh untuk setiap variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang diperoleh untuk setiap variabel lebih kecil dari 10, maka artinya data variabel kompensasi dan motivasi bebas dari adanya gejala multikolinearitas.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas menguji sama atau tidak varians dari residual dari observasi yang satu dengan observasi yang lain. Jika residualnya mempunyai varians yang sama, maka disebut terjadi homokedastisitas, dan jika variansnya tidak sama atau berbeda disebut terjadi heteroskedastisitas.
Hasil analisis uji heterokedastisitas menggunakan grafik scatterplot ditunjukkan pada gambar berikut ini:
Gambar 4.3 Uji Heterokedastisitas
Pada gambar 4.3 grafik scatterplot dapat terlihat bahwa hasil grafik scatterplot menunjukkan data tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu. Data tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat heterokedastisitas.
4. Analisis Regresi Linear Berganda
Berdasarkan perhitungan analisis regresi linier berganda yang dilakukan melalui statistik, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.10
Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 24.790 4.281 5.791 .000 Kompensasi .302 .086 .361 3.514 .001 Motivasi .219 .064 .351 3.417 .001
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan output SPSS di atas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut : Y = 24,790 + 0,302X1 + 0,219 X2
Model tersebut menunjukkan arti bahwa: a. Konstanta = 24,790.
Jika variabel kompensasi dan motivasi diasumsikan tetap maka prestasi kerja akan meningkat sebesar 24,790.
b. Koefisien Kompensasi X1
Nilai koefisien kompensasi sebesar 0,302. Menyatakan bahwa setiap terjadi kenaikan 1 skor untuk kompensasi akan diikuti terjadi kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,302.
c. Koefisien Motivasi X2
Nilai koefisien motivasi menunjukan angka sebesar 0,219. Menyatakan bahwa apabila terjadi kenaikan 1 skor untuk motivasi akan di ikuti dengan terjadi kenaikan kinerja karyawan sebesar 0,219.
5. Pengujian Hipotesis a. Uji Parsial (Uji t)
Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas kompensasi dan motivasi terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan maka perlu dilakukan uji t. pengujian secara parsial dapat dilihat dari uji t, apabila nilai probabilitasnya < 0,05, Ho ditolak yang berarti ada pengaruh yang signifikan. Hasil uji parsial dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.11 Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 24.790 4.281 5.791 .000 Kompensasi .302 .086 .361 3.514 .001 Motivasi .219 .064 .351 3.417 .001
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan hasil uji parsial untuk variabel kompensasi diperoleh thitung (3,514) > ttabel (1,992) dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka Ho di tolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa secara parsial bahwa ada pengaruh signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil uji parsial untuk variabel motivasi diperoleh thitung (3,417) > ttabel (1,992) dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05 maka Ho di
tolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa secara parsial bahwa ada pengaruh signifikan motivasi terhadap kinerja karyawan.
b. Uji Simultan (Uji F)
Uji simultan digunakan untuk mengetahui pengaruh dari variabel bebas kompensasi dan motivasi terhadap variabel terikat kinerja karyawan secara bersama-sama. Berdasarkan pengujian dengan SPSS versi 16 diperoleh output ANOVA pada tabel berikut ini:
Tabel 4.12 Uji F ANOVAb
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 226.343 2 113.171 20.057 .000a
Residual 411.907 73 5.643
Total 638.250 75
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja
Dari uji ANOVA atau F test di dapat nilai Fhitung (20,057) > Ftabel (2,73) dengan tingkat signifikasi 0.000. Karena probabilitas signifikan jauh lebih kecil dari 0.05 maka Ho di tolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukan bahwa secara simultan yang menyatakan bahwa ada pengaruh signifikan kompensasi dan motivasi secara bersama-sama terhadap kinerja karyawan.
c. Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui besarnya kontribusi kompensasi dan motivasi terhadap prestasi kinerja karyawan secara simultan dapat diketahui berdasarkan nilai R
Tabel 4.13 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .596a .355 .337 2.37541 .355 20.057 2 73 .000 1.619
a. Predictors: (Constant), Motivasi, Kompensasi b. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan tabel 4.12 diatas dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 33,7% yang berarti bahwa ada hubungan antara kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan, sedangkan untuk R Square sebesar 0,355 atau 35,5 % yang artinya pengaruh kompensasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya 64,5% variabel-variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini, misalnya kepemimpinan, disiplin, lingkungan kerja dan variabel lainnya.