• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Hasil Data Responden

Berdasarkan data yang telah disebar ke 92 responden karyawan Fortune Indonesia, terdapat 44 laki-laki (47.8%) dan 48 (52.2%) perempuan yang telah mengisi kuesioner.

Gambar 4.6 Jenis Kelamin Responden

Sumber : Olahan penulis

Dari jumlah total responden yang mengisi kuesioner peneliti, terdapat 15 responden (16.3%) berumur 20-24 tahun, 31 responden (33.7%) berumur 25- 29 tahun, 32 responden (34.8%) berumur 30-34 tahun, dan 14 responden (15.2%) berumur >35 tahun.

Gambar 4.7 Usia Responden

Sumber : Olahan penulis

20-24 tahun, 15 25-29 tahun, 31 30-34 tahun, 32 >35 tahun, 14 Laki-Laki, 44 Perempuan, 48

Berdasarkan jumlah responden yang ada, terdapat 1 responden (1.1%) yang memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA, terdapat 7 responden (7.6%) yang memiliki tingkat pendidikan terakhir D3, terdapat 83 responden (90.2%) yang memiliki tingkat pendidikan terakhir S1, dan terdapat 1 responden (1.1%) dengan tingkat pendidikan terakhir S2.

Gambar 4.8 Tingkat Pendidikan Terakhir Responden

Sumber : Olahan penulis

Berdasarkan jumlah responden yang ada, terdapat 20 responden (21.7%) yang < 1 tahun bekerja di Fortune Indonesia, terdapat 50 responden (54.3%) yang 1 tahun s.d < 5 tahun bekerja di Fortune Indonesia, 19 responden (20.7%) yang bekerja selama 5 tahun s.d < 10 tahun, dan hanya terdapat 3 responden (3.3%) yang bekerja selama > 10 tahun.

SMA, 1 D3, 1 S2, 1 S1, 83

Gambar 4.9 Tingkat Lama Bekerja Responden

Sumber : Olahan penulis

Berdasarkan jumlah total responden terdapat 11 bagian atau divisi yang mengisi kuesioner, pembagian responden setiap divisi berdasarkan teknik pengambilan sampel. Terdapat 17 responden (18.5%) yang berasal dari divisi Communication 1, terdapat 6 responden (6.5%) berasal dari divisi Communication 2, 11 responden (12%) yang berasal dari divisi Touchpoint, 11 responden (12%) berasal dari divisi Activator, 12 responden (13%) yang berasal dari divisi Soleram, 12 responden (13%) berasal dari divisi Navya, 2 responden (2.2%) yang berasal dari divisi iBD, 4 responden (4.3%) berasal dari divisi HCD & GA, 3 responden (3.3%) yang berasal dari divisi IT, 12 responden (13%) berasal dari divisi Fin & Acc, dan 2 responden (2.2%) yang berasal dari divisi

< 1 tahun, 20 >10 tahun, 3 5 tahun s.d <10 tahun, 19 1 tahun s.d <5 tahun, 50

Legal. Berdasarkan divisi responden terlihat bahwa penyebaran Warta Fortune lebih besar diterima oleh divisi Communications 1.

Gambar 4.10 Divisi Responden

Sumber : Olahan penulis

Com 1, 17 Com 2, 6 Touchpoint, 11 Activator 11 Soleram, 12 Navya, 12 iBD, 2 HCD & GA, 4 IT, 3

Fin & Acc, 12

Legal, 2

4.2.2 Variabel Penyajian Warta Fortune (X)

Berdasarkan 17 item pernyataan yang mewakili variabel Penyajian Warta Fortune, berikut merupakan rekapitulasi jawaban dari seluruh responden berserta akumulasi dari jawaban.

Tabel 4.1

Rekapitulasi Jawaban Responden untuk Penyajian Warta Fortune (X)

No Pernyataan Jawaban Akumulasi STS TS S SS

Audience

1. Selaku karyawan Fortune Indonesia, saya selalu menyempatkan membaca

Warta Fortune

0 12 46 34 Setuju 0% 13% 50% 37%

2. Saya membaca seluruh rubrik di Warta Fortune

2 46 27 17 Tidak Setuju 2.2% 50% 29.3% 18.5%

Structure

3. Saya menilai, komposisi foto dan

tulisan di Warta Fortune sudah seimbang dan menarik

5 37 42 8 Setuju 5.4% 40.2% 45.7% 8.7%

4. Saya menilai, tata letak artikel dan

foto di Warta Fortune memudahkan

saya untuk membaca artikel tersebut

3 17 59 13 Setuju 3.3% 18.5% 64.1% 14.1%

5. Saya menilai, teknik penulisan (huruf

miring, huruf kapital) yang digunakan

di artikel Warta Fortune sudah sesuai

dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)

0 16 67 9 Setuju 0% 17.4% 72.8% 9.8%

Style

6. Saya yakin bahwa gaya penulisan

dalam Warta Fortune menarik saya untuk membaca

0 25 57 10 Setuju 0% 27.2% 63% 10.9%

7. Saya dengan mudah memahami isi

setiap artikel dalam Warta Fortune

0 14 67 11 Setuju 0% 15.2% 72.8% 12%

di Warta Fortune sudah baik 0% 25% 50.9% 14.1% 9. Saya merasa pemilihan judul di setiap

rubrik mendorong saya untuk membaca

0 28 60 4 Setuju 0% 30.4% 65.2% 4.3%

10. Saya menilai, pemilihan warna desain di setiap rubrik membuat saya nyaman

untuk membaca

0 12 71 9 Setuju 0% 13% 77.2% 9.8%

Editing

11. Saya menilai, pemilihan kata (diksi) di semua artikel memudahkan saya untuk memahaminya

0 12 71 9 Setuju 0% 13% 77.2% 9.8%

12. S Saya menilai setiap kalimat di Warta Fortune mudah dipahami

3 5 69 15 Setuju 3.3% 5.4% 75% 16.3%

13. Saya merasa penggunaan tanda baca sudah tepat, sehingga memudahkan saya untuk memahami artikel

0 3 78 11 Setuju 0% 3.3% 84.8% 12%

Topic

14. Saya yakin bahwa topik setiap artikel di dalam Warta Fortune sesuai dengan minat karyawan

3 34 53 2 Setuju 3.3% 37% 57.6% 2.2%

15. Saya yakin bahwa artikel dalam setiap

rubrik membahas permasalahan terkini

3 23 56 10 Setuju 3.3% 23% 60.9% 10.9%

Objective

16. Saya yakin Warta Fortune telah memuat

informasi mengenai perusahaan dengan lengkap

3 17 68 4 Setuju 3.3% 18.5% 73.9% 4.3%

17. Saya menilai bahwa Warta Fortune telah dikirim ke e-mail karyawan secara

tepat waktu setiap bulannya

0 8 73 11 Setuju 0% 8.7% 79.3% 12%

Sumber : Olahan Peneliti

Berdasarkan tabel 4.1 yang memuat rekapitulasi jawaban responden, dapat terlihat bahwa Penyajian Warta Fortune (Variabel X) memiliki 6 buah dimensi. Pada dimensi pertama yaitu Audience terdapat 2 buah pernyataan, pernyataan pertama terlihat bahwa terdapat 46 responden (50%) setuju bila mereka selalu

menyempatkan membaca Warta Fortune. Namun, pada item pertanyaan 2, terdapat 46 responden (50%) yang tidak setuju dengan pernyataan membaca seluruh rubrik di Warta Fortune. Pada dimensi kedua yaitu structure, terdapat 3 buah pernyataan. Mayoritas karyawan menyatakan setuju (42 responden) terhadap komposisi foto dan tulisan Warta Fortune yang seimbang dan menarik, lalu 59 responden (64.1%) menyatakan setuju untuk tata letak artikeldan foto yang memudahkan karyawan untuk membaca. Pada item penyataan terakhir, 67 responden (72.8%) setuju terhadap teknik penulisan Warta Fortune yang sesuai dengan PUEBI.

Pada dimensi ketiga yaitu style, dimensi ini memiliki 5 buah item pernyataan. Pada pernyataan pertama, 57 responden (63%) setuju dengan gaya penulisan Warta fortune yang menarik, lalu pernyataan kedua yang menyatakan bahwa karyawan mudah memahami isi artikel di setujui oleh 67 responden (72.8%). Pada pernyataan ketiga, terdapat 56 responden (50.9%) setuju terhadap urutan penyajian rubrik yang sudah baik, pernyataan keempat terdapat 60 responden (65.2%) setuju terhadap pemilihan judul rubrik yang dinilai dapat mendorong untuk membaca. Pernyataan terakhir 71 responden (77.2%)

Pada dimensi keempat yaitu editing, terdapat 3 buah pernyataan. Pada pernyataan pertama terdapat 71 responden (77.2%) setuju atas pemilihan kata dalam artikel Warta Fortune yang mudah dipahami, lalu 69 responden (75%) setuju atas pernyataan setiap kalimat Warta Fortune mudah dipahami. Pada pernyataan terakhir terdapat 78 responden (84.8%) menyetujui penggunaan tanda baca Warta Fortune sudah tepat. Pada dimensi kelima yaitu topic, terdapat dua

buah pernyataan. Pernyataan pertama terdapat 53 responden (57.6%) setuju terhadap topik Warta Fortune yang sesuai dengan minat karyawan dan pada pernyataan kedua terdapat 56 responden (60.9%) setuju terhadap pernyataan bahwa rubrik membahas permasalahan terkini. Pada dimensi terakhir yaitu

objective, pernyataan pertama sebanyak 68 responden (73.9%) setuju bahwa

Warta Fortune telah memuat informasi mengenai perusahaan dan pada pernyataan kedua sebanyak 73 responden (79.3%) setuju bahwa Warta Fortune telah dikirim via e-mail tepat waktu setiap bulannya.

4.2.3 Variabel Pemenuhan Informasi (Y1)

Berdasarkan 11 item pernyataan yang mewakili variabel Pemenuhan Kebeutuhan Informasi, berikut merupakan rekapitulasi jawaban dari seluruh responden berserta akumulasi dari jawaban.

Tabel 4.2

Rekapitulasi Jawaban Responden untuk Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Y1)

No Pernyataan Jawaban Akumulasi STS TS S SS

Information or cognitive

1. Warta Fortune telah memaparkan

kebijakan baru perusahaan dengan

jelas

3 29 54 6 Setuju 3.3% 31.5% 58.7% 6.5%

2. S Setelah membaca Warta Fortune, pengetahuan saya mengenai prestasi

perusahaan terpenuhi

3 23 63 3 Setuju 3.3% 25% 68.5% 3.3%

Personal identity

3. Setelah membaca Warta Fortune, saya menjadi tahu cara pengembangan diri

untuk karir di perusahaan

6 46 40 0 Tidak Setuju 6.5% 50% 43.5% 0%

luar bidang pekerjaan saya 2.2% 32.6% 58.7% 6.5% 5. Setelah membaca Warta Fortune, saya

menjadi termotivasi dalam bekerja

6 37 44 5 Setuju 6.5% 40.2% 47.8% 6.5%

Integration and social interaction

6. Melalui Warta Fortune saya menjadi tahu pencapaian atau prestasi

masing-masing divisi di perusahaan

3 20 63 6 Setuju 3.3% 21.7% 68.5% 6.5%

7. Melalui Warta Fortune saya menjadi tahu kegiatan masing-masing divisi di perusahaan

0 18 67 7 Setuju 0% 19.6% 72.8% 7.6%

8. Setelah membaca Warta Fortune, saya merasa terlibat dan dekat dengan

perusahaan

0 39 49 4 Setuju 0% 42.4% 53.3% 4.3%

9. Setelah membaca Warta Fortune, karyawan memiliki hubungan emosional yang lebih antar rekan kerja

0 38 51 3 Setuju 0% 41.3% 55.4% 3.3%

Entertainment

10. Saya hiburan ketika membaca artikel di rubrik Warta Fortune

1 21 64 6 Setuju 1.1% 22.8% 69.6% 6.5%

11. Saya mengisi waktu luang dengan membaca Warta Fortune

1 21 64 6 Setuju 1.1% 22.8% 69.6% 6.5%

Sumber : Olahan Peneliti

Berdasarkan tabel 4.2 yang memaparkan rekapitulasi jawaban responden untuk pemenuhan kebutuhan informasi terdapat empat (4) buah dimensi dalam variabel pemenuhan kebutuhan informasi. Pada dimensi pertama yaitu

information or cognitive terdapat 2 buah pernyataan, pada item pernyataan

pertama sebanyak 54 responden (58.7%) setuju bahwa Warta Fortune telah memaparkan kebijakan baru perusahaan, pada pernyataan kedua terdapat 63 responden (68.5%) menyatakan setuju terhadap Warta Fortune memberitakan

Pada dimensi kedua yaitu personal identity, terdapat 3 buah pernyataan. Pada pernyataan pertama terdapat 46 responden (50%) tidak setuju bahwa Warta Fortune mampu memberikan cara pengembangan diri untuk karir di perusahaan. Pada pernyataan selanjutnya terdapat 54 responden (58.7%) menyatakan setuju bahwa Warta Fortune dapat memberikan pengetahuan baru bagi karyawan. Pada pernyataan terakhir terdapat 44 responden (47.8%) setuju bahwa Warta Fortune dapat memberikan motivasi dalam bekerja.

Dimensi ketiga yaitu integration and social interaction memiliki empat buah pernyataan. Pada pernyataan pertama terdapat 63 responden (68.5%) setuju bahwa melalui Warta Fortune karyawan menjadi tahu prestasi divisi. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan kedua, terdapat 67 responden (72.8%) setuju bahwa Warta Fortune membuat karyawan menjadi tahu kegiatan divisi lain. Pernyataan ketiga memerlihatkan 49 responden (53.3%) responden setuju bahwa setelah membaca Warta Fortune karyawan menjadi terlibat dengan perusahaan. Pada pernyataan terakhir terdapat 51 responden (55.4%) yang setuju bahwa Warta Fortune dapat meingkatkan hubungan antar rekan kerja.

Pada dimensi terakhir yaitu entertainment, terdapat 2 buah item pernyataan. Pada item pernyataan pertama, 64 responden (69.6%) menyatakan setuju bahwa mereka memeroleh hiburan saat membaca artikel Warta Fortune. Pada pernyataan terakhir, 64 responden (69.6%) menyatakan setuju bahwa karyawan mengisi waktu luang dengan membaca Warta Fortune.

4.2.4 Variabel Komitmen Organisasi (Y2)

Berdasarkan 9 item pernyataan yang mewakili variabel Komitmen

Organisasi, berikut merupakan rekapitulasi jawaban dari seluruh responden berserta akumulasi dari jawaban.

Tabel 4.3

Rekapitulasi Jawaban Responden untuk Komitmen Organisasi (Y2)

No Pernyataan Jawaban Akumulasi STS TS S SS

Affective Commitment

1. Setelah membaca Warta Fortune, saya ingin terlibat dalam kegiatan

perusahaan

0 54 36 2 Tidak Setuju 0% 58.7% 39.1% 2.2%

2. Saya merasa ada keterikatan emosional dengan perusahaan setelah

membaca Warta Fortune

1 46 45 0 Tidak Setuju 1.1% 50% 48.9% 0%

3. Setelah membaca Warta Fortune, saya berpeluang membanggakan

perusahaan kepada orang lain

0 30 60 2 Setuju 0% 32.6% 65.2% 2.2%

Contituance Commitment

4. Setelah membaca Warta Fortune mengenai prestasi dan informasi perusahaan, saya merasa mendapatkan

keuntungan bila tetap bekerja di

perusahaan

3 39 50 0 Setuju 3.3% 42.4% 54.3% 0%

5. Setelah membaca Warta Fortune mengenai prestasi dan informasi perusahaan, saya akan

mempertimbangkan ulang jika mengundurkan diri (resign) dari Fortune Indonesia

11 49 32 0 Tidak Setuju

13% 53.3% 34.8% 0%

6. Setelah membaca Warta Fortune, saya merasa beruntung menjadi bagian

dari perusahaan

2 20 68 2 Setuju 2.2% 21.7% 73.9% 2.2%

Normative Commitment

7. Saya merasa nyaman bekerja di perusahaan

8. Tanpa ada pemberitaan di Warta Fortune, saya berencana akan tetap

bertahan di perusahaan

2 28 60 2 Setuju 2.2% 30.4% 65.2% 2.2%

9. Saya ingin memiliki jenjang karir

yang baik di perusahaan

0 4 71 17 Setuju 0% 4.3% 77.2% 18.5%

Sumber : Olahan Peneliti

Berdasarkan tabel 4.3 yang memaparkan rekapitulasi jawaban responden untuk variabel komitmen organisasi terdapat 3 buah dimensi yang mewakiliki variabel tersebut. Ketiga dimensi tersebut masing-masing terdiri atas 3 buah item pernyataan. Pada dimensi pertama yaitu affective commitment, terdapat 54 responden (58.7%) menyatakan tidak setuju bahwa Warta Fortune membuat karyawan ingin merasa terlibat dalam kegiatan perusahaan. Lalu pada pernyataan kedua, terdapat 46 responden (50%) menyatakan tidak setuju bahwa karyawan merasa ada keterikatan emosional dengan perusahaan setelah membaca Warta Fortune. Berbeda dengan pernyataan sebelumnya, pada penyataan ketiga terdapat 60 responden (65.2%) menyatakan setuju saat mereka membaca Warta Fortune berpeluang membanggakan perusahaan kepada orang lain.

Pada dimensi kedua yaitu Contituance Commitment, terdapat 3 buah item pernyataan. Pada item pernyataan pertama sebanyak 50 responden (54.3%) menyatakan setuju bahwa karyawan mendapatkan keuntungan bila tetap bekerja di perusahaan. Lalu pada item pernyataan kedua, sebanyak 49 responden (53.3%) tidak setuju untuk mempertimbangkan ulang jika ingin mengundurkan diri, dan pada item pernyataan terakhir sebanyak 68 responden (73.9%) setuju bahwa karyawan merasa beruntung menjadi bagian dari perusahaan.

Pada dimensi terakhir yaitu normative commitment, terdapat 3 buah item pernyataan. Pada item pernyataan pertama sebanyak 74 responden (80.4%) menyatakan setuju bahwa mereka merasa nyaman bekerja di perusahaan. Pada item pernyataan kedua, sebanyak 60 responden (65.2%) menyatakan setuju bahwa mereka akan tetap bertahan di perusahaan, dan pada item pernyataan terakhir sebanyak 71 responden (77.2%) menyatakan setuju bila mereka ingin memiliki jenjang karir yang baik diperusahaan.

4.2.5 Uji Asumsi Klasik

4.2.5.1 Uji Normalitas

Berikut peneliti lampirkan uji normalitas dalam bentuk grafik histrogram dan gambar P-Plot.

Gambar 4.12 Grafik P-Plot Uji Normalitas Histogram Persamaan Regresi (1)

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Pada grafik histogram tersebut terlihat bahwa kurva melengkung secara sempurna dan pola berada di tengah. Hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Pada uji normalitas P-Plot dapat terlihat bahwa penyebaran data menyinggung garis diagonal. Penyebaran data terlihat dari titik-titik menyebar ke arah diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal.

Tabel 4.4 Uji Normalitas K-S Persamaan Regresi (1)

Berdasarkan uji normalitas K-S terdapat nilai Sig sebesar 0.200, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena nila Sig lebih besar dari 0.05.

Gambar 4.13 Grafik Histogram Uji Normalitas Persamaan Regresi (2)

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Gambar 4.14 Grafik P-Plot Uji Normalitas Histogram Persamaan Regresi (2)

Pada grafik histogram tersebut juga terlihat bahwa kurva melengkung secara sempurna dan pola berada di tengah, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Pada uji normalitas P-Plot juga dapat terlihat bahwa penyebaran data menyinggung garis diagonal. Penyebaran data terlihat dari titik-titik menyebar ke arah diagonal, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal.

Tabel 4.5 Uji Normalitas K-S Persamaan Regresi (2)

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Berdasarkan uji normalitas K-S pada persamaan regresi (2) terdapat nilai

Sig. sebesar 0.200, hal ini menunjukkan bahwa data berdistribusi normal karena

4.2.6 Analisis Data

4.2.6.1 Analisis Korelasi Variabel

Tabel berikut ini merupakan hasil analisis korelasi antara variabel X dengan variabel Y1 dan variabel X dengan variabel Y2.

Tabel 4.6 Uji Korelasi Variabel X dengan Variabel Y1

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Penyajian Warta Fortune berhubungan secara signifikan dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi. Pada tabel uji korelasi variabel X dengan variabel Y1 dapat terlihat bahwa nilai koefisien korelasi atau pearson correlation menunjukkan angka 0.491 yang berarti adanya hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel. Nilai Sig. pada tabel menunjukkan angka 0.000 yang berarti Sig. < 0.05, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.

Tabel 4.7 Uji Korelasi Variabel X dengan Variabel Y2

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Penyajian Warta Fortune berhubungan secara signifikan dengan Komitmen Organisasi. Pada tabel uji korelasi variabel X dengan variabel Y2 dapat terlihat bahwa nilai koefisien korelasi atau pearson correlation menunjukkan angka 0.486 yang berarti adanya hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel. Nilai Sig. pada tabel menunjukkan angka 0.000 yang berarti Sig. < 0.05, hal ini berarti terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel.

Tabel 4.8 Korelasi Variabel

No. Hubungan Lambang Koefisien

Korelasi

Tingkat Hubungan

1. Penyajian Warta Fortune dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi

r xy1 0.491 Cukup Kuat

2 Penyajian Warta Fortune dan Komitmen Organisasi

r xy2 0.486 Cukup Kuat Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

4.2.6.2 Analisis Regresi Linier Sederhana Antar Variabel

Analisis regresi sederhana dilakukan untuk melihat apakah terdapat pengaruh antar variabel yang ada. Pada penelitian ini peneliti ingin melihat pengaruh antara Penyajian Warta Fortune dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi dan Penyajian Warta Fortune dengan Komitmen Organisasi. Persamaan regresi sederhana dirumuskan menjadi berikut :

Y1 = a1+b1X……….. (1) Y2 = a2 + b2X……… (2) Keterangan :

X = Penyajian Warta Fortune

Y1 = Pemenuhan Kebutuhan Informasi Y2 = Komitmen Organisasi

a = konstanta

b = koefisien regresi

a. Penyajian Warta Fortune memiliki pengaruh signifikan terhadap

Pemenuhan Kebutuhan Informasi Karyawan

Tabel 4.9 Model Summary Regresi Sederhana Variabel X dan Y1

Tabel 4.9 menunjukkan angka R Square sebesar 0.241, jika dihitung dengan rumus KP = Rsquare x 100% = 0.241 x 100% = 24.1%. Hal ini berarti Penyajian Warta Fortune berpengaruh 24,1% terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi yang sisanya berasal dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Tabel 4.10 ANOVA Regresi Sederhana Variabel X dan Y1

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Tabel 4.10 memerlihatkan angka Sig. menunjukkan angka 0.00 yang berarti Sig. < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa Penyajian Warta Fortune memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi. F hitung > F tabel, yaitu 28.651 > 3.10, artinya Ho1 ditolak dan Ha1 diterima.

Tabel 4.11 Koefisien Regresi Sederhana Variabel X dan Y1

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Berdasarkan tabel 4.11 terlihat bahwa koefisien regresi antara variabel X dan Y1 sebesar 0.313 dengan konstanta 14.190. Koefisien regresi sebesar 0.313 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Penyajian Warta Fortune maka nilai Pemenuhan Kebutuhan Informasi bertambah sebesar 0.313, dan koefisien regresi tersebut bernilai positif sehingga persamaan regresi adalah:

Y1 = 14.190 + 0.313X

a. Penyajian Warta Fortune memiliki pengaruh signifikan terhadap

Komitmen Organisasi Karyawan

Tabel 4.12 Model Summary Regresi Sederhana Variabel X dan Y2

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Tabel 4.12 menunjukkan angka R Square sebesar 0.236, jika dihitung dengan rumus KP = Rsquare x 100% = 0.236 x 100% = 23.6%. Hal ini berarti

Penyajian Warta Fortune berpengaruh 23,6% terhadap Komitmen Organisasi yang sisanya berasal dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Tabel 4.13 ANOVA Regresi Sederhana Variabel X dan Y2

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Tabel 4.13 memerlihatkan angka Sig. menunjukkan angka 0.00 yang berarti Sig. < 0.05, hal ini menunjukkan bahwa Penyajian Warta Fortune memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Komitmen Organisasi. F hitung > F tabel, yaitu 27.762 > 3.10, artinya Ho2 ditolak dan Ha2 diterima.

Tabel 4.14 Koefisien Regresi Sederhana Variabel X dan Y2

Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Berdasarkan tabel 4.14 terlihat bahwa koefisien regresi antara variabel X dan Y2 sebesar 0.212 dengan konstanta 13.483. Koefisien regresi sebesar 0.212 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai Penyajian Warta Fortune maka

nilai Komitmen Organisasi bertambah sebesar 0.212, dan koefisien regresi tersebut bernilai positif. Persamaan regresi adalah:

Y2 = 13.483 + 0.212X

Tabel 4.15 Persamaan Regresi Sederhana

No Hubungan Lambang Koefisien Korelasi Tingkat

Hubungan

1. Penyajian Warta Fortune dan Pemenuhan

Kebutuhan Informasi

p xy1 Y1 = 14.190 + 0.313X Pengaruh Signifikan 2 Penyajian Warta Fortune

dan Komitmen Organisasi

p xy2 Y2 = 13.483 + 0.212X Pengaruh Signifikan Sumber : Olahan peneliti melalui SPSS ver 23

Dokumen terkait