HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian dengan memaparkan bukti empiris yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan. Pemaparan ini merujuk pada rumusan masalah yang telah dikemukakan pada bab I sebagai berikut:
Untuk menjawab masalah tersebut, maka data dalam penelitian ini dianalisis sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan pada bab III, dengan terlebih dahulu membuat hipotesis perbanding, yaitu hipotesis nol (Ho). Hipotesis nol tersebut berbunyi : Tidak ada hubungan antara pengelolaan kelas dengan hasil belajar murid dalam mata pelajaran IPS murid SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Analisis korelasi yang digunakan adalah uji “r” product moment dengan taraf signifikansi α 0,05. Khusus masalah 1 dan 2 hanya menggunakan analisis deskriptif.
Adapun data yang dianalisis adalah pengelolaan kelas murid (X) dan hasil belajar IPS murid (Y). Hasil analisis data tersebut terbagi yaitu data pengelolaan kelas, data hasil belajar IPS murid, dan korelasi antara pengelolaan kelas dan hasil belajar murid. Untuk lebih jelasnya, diuraikan sebagai berikut :
1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Hasil analisis statistik deskriptif yang diperoleh berdasarkan skor masing-masing variabel penelitian ini, dapat dilihat sebagai berikut :
a. Pengelolaan kelas
Adapun analisis data yang diperoleh berdasarkan Instrumen Angket sebagai berikut:
Tabel 4.1.Data Hasil Nilai Angket Pengelolaan Kelas Murid Kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang
Tahun Pelajaran 2016/2017
No Responden Skor No Responden Skor
1 68 23 69 2 69 24 67 3 72 25 69 4 74 26 70 5 72 27 64 6 70 28 66 7 73 29 70 8 73 30 69 9 71 31 68 10 70 32 65 11 74 33 74 12 70 34 75 13 72 35 68 14 70 36 69 15 73 37 70 16 74 38 76 17 72 39 77 18 74 40 74
19 70 41 76 20 71 42 78 21 68 43 75 22 68 44 72
Data mengenai hasil belajar dapat dilihat pada nilai tertinggi dan terendah rata – ratanya (M) dengan rumus :
Mx =
=
= 71,11
Hasil analisis deskriptif yang berkaitan dengan skor variabel pengelolaan kelas disajikan pada tabel berikut dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.2. Statistik Deskriptif Skor Pengelolaan Kelas Statistik Nilai Statistik
Ukuran sampel 44 Skor Tertinggi 78 Skor Terendah 64 Rentang Skor 14 Skor rata-rata 71,11 Standar deviasi 71,18
Pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa skor rata-rata pengelolaan kelas adalah 71,11 dari skor total yang dicapai yakni 100 atau secara kualitatif dikategorikan baik dan skor tertinggi yang dicapai 78, skor terendah 64 dengan standar deviasi 71,18 dan rentang skornya 14 (Lampiran). Jadi, berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang dikategorikan baik dalam mengikuti pelajaran IPS.
Guna mendapatkan hasil distribusi frekuensi pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, maka diklasifikasikan atas lima kategori yaitu, tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik dan sangat baik. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.3. Distribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas Murid Kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi Persentase
1 2 3 4
64 – 67 Tidak baik 4 9,09% 68 – 71 Kurang baik 20 45,45% 72 – 75 Cukup baik 16 36,36% 76 – 79 Baik 4 9,09%
80 – 83 Sangat baik 0 0
Jumlah 44 100%
Sumber : Hasil analisis angket
Berdasarkan tabel 4.3 pada distribusi pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang menunjukkan bahwa dari 44 murid kelas V yang dijadikan sampel dalam penelitian terdapat 9,09% memiliki pengelolaan kelas khususnya dalam belajar IPS dalam kategori tidak baik, disusul dengan kategori kurang baik sebanyak 45,45%, serta kategori cukup baik yaitu sebanyak 36,36%, selanjutnya kategori baik sebanyak 9,09% dan kategori sangat baik sebanyak 0% dalam pengelolaan kelas murid dalam pelajaran IPS.
Setelah diketahui jumlah persentase pengelolaan kelas dalam pelajaran IPS, maka dapat disimpulkan bahwa hasil distribusi frekuensi nilai angket berada pada kategori kurang baik yang memiliki frekuensi terbanyak dengan nilai interval 68 – 71 sebanyak 45,45%.
b. Hasil Belajar IPS
Hasil analisis deskriptif yang berkaitan dengan skor variabel hasil belajar IPS disajikan pada tabel 4.4 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.4. Statistik Deskriptif Skor Hasil Belajar Statistik Nilai Statistik
Pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar IPS adalah 82,11 dari skor total yang mungkin dicapai yakni 100 atau secara kualitatif dikategorikan cukup dan skor tertinggi yang dicapai 97, skor terendah 70 dengan standar deviasi 82,40 dan rentang skornya 27 (Lampiran). Jadi, berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang dikategorikan baik dalam mengikuti pelajaran IPS.
Untuk mengetahui gambaran hasil belajar IPS murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, maka dibuat distribusi frekuensi dan tabel interprestasi anak dikemukakan oleh jarak antara interval nilai, dengan cara mengurangi nilai tertinggi (97) dengan nilai terendah (70) kemudian dibagi lima sesuai dengan kriteria penilaian.
Skor tertinggi 97 Skor terendah 70 Rentang skor 27 Skor rata-rata 82,11 Standar deviasi 82,40
Tabel 4.5. Distribusi Frekuensi dan Interprestasi Nilai Hasil Belajar IPS SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja
Interval Nilai Interprestasi Frekuensi Presentase%
1 2 3 4 70 – 75 Tidak baik 2 4,54% 76 – 81 Kurang baik 24 54,54% 82 – 87 Cukup baik 8 18,18% 88 – 93 Baik 5 11,36% 94 – 99 Sangat baik 5 11,36% Jumlah 44 100%
Sumber : Hasil Rapor Kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja
Berdasarkan tabel 4.5 di atas diperoleh distribusi frekuensi dan interprestasi nilai hasil belajar yaitu sangat baik berada pada interval 94 – 99 dengan frekuensi murid 5 (11,36%), baik dengan jarak interval 88 – 93 dengan frekuensi murid 5 (11,36%), cukup baik dengan jarak interval 82 – 87 dengan frekuensi murid 8 (18,18%), kurang baik dengan jarak interval 76 – 81 dengan frekuensi murid 24 (54,54%), dan tidak baik dengan jarak interval 70 – 75 dengan frekuensi murid 2 (4,54%). Ini berarti dari hasil distribusi frekuensi nilai hasil belajar murid berada pada kategori (Interprestasi) kurang baik yang memiliki frekuensi terbanyak dari nilai belajar IPS murid.
Pada tabel 4.3 dan tabel 4.5 diatas menyajikan hasil kemajuan pengelolaan kelas dan hasil belajar IPS murid kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu : “Koefisien Product Moment”.
2. Pengujian Hipotesis
Data untuk penghitungan koefisien korelasi yang menyangkut hubungan antara pengelolaan kelas adalah variabel (X) dan hasil belajar IPS murid adalah (Y) antara lain jumlah sampel (N), jumlah skor X (∑x) jumlah kuadrat skor X (∑x2), jumlah skor Y (∑y), jumlah kuadrat skor Y (∑y2
), jumlah perkalian antara X dan Y (∑xy).
Tabel 4.6. Data Hasil Penelitian Pengelolaan Kelas Dengan Hasil Belajar IPS Murid Kelas V SD Negeri 59 Garotin Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang