BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kabupaten/kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Tabel 4. 2
Laporan APBDes Tahun 2019 Desa Kalemandalle
URAIAN ANGGARAN
(Rp)
PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa
Pendapatan Transfer
Dana Desa
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Alokasi Dana Desa
Pendapatan Lain-Lain 328.850.000 1.945.957.291 1.182.793.353 7.942.186 750.721.752 4.500.000 JUMLAH PENDAPATAN 2.274.807.291 BELANJA Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa
Bidang Pembangunan Desa Bidang Pembina Kemasyarakatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Desa
702.813.818 1.428.761.357 75.953.392 91.497.500 7.060.553 JUMLAH BELANJA 2.306.086.620 SURPLUS / (DEFISIT) (31.279.329) PEMBIAYAAN Penerimaan Pembiayaan
SILPA Tahun Sebelumnya
31.279.329
31.279.329
JUMLAH PEMBIAYAAN 31.279.329
SISA LEBIH PERHITUNGAN ANGGARAN -
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah anggaran pendapatan Desa Kalemandalle Rp. 2.274.807.291 yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa, ADD, DD, Pendapatan bagi hasil pajak dan retribusi dan pendapatan lain-lain. Dengan jumlah belanja pada anggaran Desa Kalemandalle Rp. 2.306.086.620.
Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 31.279.329. Untuk menutupi hal tersebut maka diambilkan dari anggaran Silpa tahun sebelumnya sehingga Silpa untuk tahun 2019 sebesar Rp. 0 2. Transparansi Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
Transparansi adalahsuatu kegiatan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pemerintah yang berkaitan dengan pendapatan, belanja, serta pembiayaan desa, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan serta disediakan secara memadai yang mudah dimengertioleh masyarakat.
Hasil wawancara dengan Kepala Desa mengenai transparansi pengelolaan APBDes di Desa Kalemandalleyang menyatakan bahwa :
“Berbicara mengenai transparansi mulai dari perencanaan sampai realisasi anggaran harus jelas berdasarkan undang-undang transparansi. Dalam hal ini pemerintah bertanggungjawab kepada BPD lewat musyawarah kemudian kepala desa bertanggung jawab kepada masyarakat secara umum dengan memasang papan transparansi PengelolaanAnggaran Pendapatan dan Belanja Desa sehingga informasi mudah di akses oleh masyarakat.”
Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat dari Sekretaris Desa Kalemandalle yang menyatakan bahwa :
“Dalam melaksanakan Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja desa kami memasang papan transparansi agar masyarakat juga mengetahui jumlah anggaran yang digunakan.”
Transparansi APBDes erat kaitanya dengan keterlibatan masyarakat kedalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemelihaaan hasil dari realisasi pelaksanaan pembangunan. Sehingga azas keterbukaan pembangunan dapat diketahui oleh seluruh aspek masyarakat.
Berikut adalah laporan anggaran dan realisasi APBDes tahun 2019 di Desa Kalemandalle
Tabel 4. 3
Laporan APBDes Tahun 2019 Desa Kalemandalle
URAIAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) LEBIH (KURANG) PENDAPATAN
Pendapatan Asli Desa
Pendapatan Tansfer
Dana Desa
Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Alokasi Dana Desa
Pendapatan Lain-Lain 328.850.000 1.945.957.291 1.182.793.353 7.942.186 750.721.752 4.500.000 290.049.000 1.945.957.291 1.182.793.353 7.942.186 750.721.752 4.500.000 38.801.000 - - - - - JUMLAH PENDAPATAN 2.274.807.291 2.236.006.291 38.801.000 BELANJA Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Desa
Bidang Pembangunan Desa Bidang Pembina Kemasyarakatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat dan Mendesak Desa
702.813.818 1.428.761.357 75.953.392 91.497.500 7.060.553 697.807.210 1.390.960.357 80.960.000 92.135.000 5.423.053 5.006.608 37.801.000 (5.006.608) (637.500) 1.637.500 JUMLAH BELANJA 2.306.086.620 2.267.285.620 38.801.000
SURPLUS / (DEFISIT) (31.279.329) (31.279.329) - PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan
SILPA Tahun Sebelumnya
31.279.329 31.279.329 31.279.329 31.279.329 - - JUMLAH PEMBIAYAAN 31.279.329 31.279.329 -
SISA HASIL PEHITUNGAN ANGGARAN - - -
Sumber : Data Laporan APBDes Perubahan 2019
Berdasarkan tabel di atas yang menunjukkan bahwa laporan anggaran realisasi tahun 2019 telah terpakai 100% karena tidak ada Silpa dalam APBDes tahun 2019dan telah tansparansi dalam mengungkapkan laporan APBDes di tinjau dari realisasi yang diungkapkan pada laporan APBDes tersebut.
Dari penjelasan di atas berikut hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Kepala Urusan Keuangan yang menyatakan bahwa :
“Kepala Urusan Keuangan telah melakukan pelaporan dan telah melakukan pengumuman pengelolaan APBDes melalui papan informasi yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi yang dilakukan oleh pemerintah desa.”
Hal ini di dukung oleh Bapak Abdullah yang menyatakan bahwa :
“Pemerintah desa telah transparan karena telah memberikan informasi kepada masyarakatnya tentang pengelolaan APBDes melalui papan transparansi.”
Dalam hal ini juga dibenarkan oleh Bapak Indra yang menyatakan bahwa: “Di Desa ini telah transparan kepada masyarakatnya karena pemerintah desa memasang papan transparansi pengelolaan APBDes di Depan Kantor Desa sehingga informasi mudah diakses.”
Oleh karena itu, berdasarkan hasil wawancara di atas dapat di simpulkan bahwa transparansi pengelolaan APBDes sudah berjalan dengan baik, dan sudah menerapkan prinsip keterbukaan agar masyarakat dapat
mengetahui dan mengakses informasi seluas-luasnya tentang keuangan desa.
3. Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa a. Perencanaan`
Sesuai dengan pendapat dari kepala desa Kalemandalle yang menyatakan bahwa proses dari APBdes pemerintah desa mengadakan musyawarah desa guna memberikan kesempatan kepada masyarakat mengusulkan beberapa program untuk rencana kegiatan tersebut. Dalam hal ini kepala desa mendapatkan masukan dari lingkungan sekitar. Perencanaan dalam pembuatan anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes). Hasil wawancara dengan Bapak Abdullahyang menyatakan bahwa :
“Proses pembuatan APBDes, pertama kepala desa melakukan musyawarah desa, dari hasil musyawarah itu di angkat beberapa item sebagai prioritas. Setelah itu dilakukan RAPBDes (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa), kemudian RAPBDes dimusyawarahkan dan disampaikan di lembaga BPD. Dalam hal ini pemerintah desa menyerahkan kepada BPD untuk dianalisis dan mengkaji usulan yang prioritas. Setelah dimusyawarahkan kepada BPD dan mendapat kesepakatan maka ditetapkanlah yang namanya APBDes.”
Hal tersebut juga sesuai dengan pendapat dari Bapak Surahman, S.Sos selaku sekretaris Desa Kalemandalle yang menyatakan bahwa :
“Perencanaan pengelolaan APBDes yang pertama dilakukan adalah musyawarah desa, dimana masyarakat antusias hadir dalam memberikan masukan-masukan program. Sehingga tingkat partisipasi masyarakat di Desa Kalemandalle sangat baik.”
Mekanisme perencanaan APBDes secara kronologis dapat dijabarkan sebagai berikut :
Gambar 4. 2 Alur Penyusunan APBDes
Penyusunan RAPBDes disusun berdasarkan hasil musyawarah dengan masyarakat setempat. Bukti bahwa benar pemerintah desa telah melakukan musyawarah dengan masyarakat adalah adanya tingkat kehadiran masyarakat dalam musyawarah desa. Disusunnya beberapa program kerja pengadaan sarana prasarana yang terdiri dari betonisasi jalan, jalan setapak, gorong-gorong, pos ronda, bantuan penunjang posyandu, pembuatan talut, dan sebagainya. Semuanya disepakati dalam musyawarah desa dengan masyarakat yang diadakan oleh pemerintah desa.
Musyawarah desa membuka kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan aspirasinya sekaligus sebagai media belajar bagi masyarakat terhadap prinsip akuntabilitas pengelolaan APBDes. Ditinjau dari partisipasi
Review RPJMDes (Musrebangdes)
Penyusunan RKPDes
Penyusunan RAPBDes Pemdes
Pembahasan Rancangan APBDes
Penetapan Rancangan APBDes
Evaluasi PMD
Pencairan
masyarakat dalam hal mengambil keputusan perencanaan pengggunaan dana dapat dikatakan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya data tingkat kehadiran masyarakat dalam musyawarah desa Kalemandale sebagai berikut:
Tabel 4. 4
Tingkat Kehadiran Masyarakat Desa Kalemandalle
No Unsur yang diundang Jumlah Undangan Jumlah Hadir %
1 Kepala Desa 1 1 100 2 BPD 9 5 60 3 RW 10 8 80 4 RT 20 18 90 5 Perangkat Desa 11 11 100 6 Unsur Masyarakat 51 31 80 Jumlah 100 74 74
Sumber : Absensi Musyawarah Desa Kalemandalle
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah undangan 100 dan jumlah yang hadir 74 dengan presentase diatas 74% sehingga menunjukkan bahwa partisipasi dan tingkat kesadaran masyarakat desa kalemandalle terhadap pengelolaan pembangunan cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat sangat berperan aktif dalam pengelolaan pembangunan cukup baik. Perencanaan yang bersumber dari APBDes harus benar-benar mampu menampung aspirasi masyarakat.
Dalam hal tersebut sesuai dengan pendapat dari sekretaris desa kalemandalle yang menyatakan bahwa kepala desa mengundang dalam bentuk musyawarah desa, dimana semua usulan kami tampung,
selanjutnya memilih yang prioritas dan disesuaikan dengan kebutuhan yang mendesak.
Perencanaan adalah sebuah kegiatan yang akan dilakukan. Bila perencanaan itu dilakukan dengan baik dan tepat, akan memberikan dampak yang besar tehadap pelaksanaan dan hasil kegiatan yang dilakukan. Ketetapan perencanaan kegiatan itu akan terjamin bila dalam prosesnya benar-benar dilakukan dengan baik dan pada ketentuan yang didasarkan pada asa-asas pengelolaan keuaangan desa.
Maka dari itu hasil perencanaan tersebut akan menjadi pedoman pemerintahan desa dalam pembangunan desa dengan jangka waktu satu tahun. Dengan demikian perencanaan yang telah disepakati harus transparan agar nantinya dapat dipertanggungjawabkan.
b. Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilakukan Desa Kalemandalle yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sepenuhnya dilaksanakan oleh tim pelaksanaan desa yang ada di Desa Kalemandalle. Kepala Desa melakukan musyawarah dusun merencanakan APBDes untuk tahun anggran berjalan, setelah titik dusun selesai maka diadakan musyawarah desa dengan melibatkan Perangkat Desa, BPD, RT, RW dan Lembaga Masyarakat lainnya.
Berdasarkan hasil musyawarah desa, Pemerintah Desa bersama BPD menyusun rencana kerja RKPDes, Rancangan Peraturan Desa tentang APBDes. Tim pelaksana desa menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Penggunaan Dana (RPD) untuk penyelenggaraan
pemeritahan desa. Kegiatan-kegiatan yang telah disepakati pada tahapan pelaksanaan itu akan dibuatkan RAB yang nantinya akan dipertanggungjawabkan secara fisik maupun anggaran. Dapat lihat pada Lampiran.
Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Bapak Indra salah satuinforman yang menyatakan bahwa:
“Setelah dilakukan musyawarah desa dan sudah sesuai dengan perencanaan sebelumnya untuk melakukan pembangunan yang dilaksanakan oleh tim pelaksana kegiatan dengan apa yang menjadi usulan masyarakat maka tim pelaksana menyusun rencana anggaran biaya (RAB). Tim pelaksanaan kegiatan tidak hanya dari perangkat desa melainkan juga ada perwakilandari masyarakat sehingga kegiatan tersebut transparansi.”
Pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa sepenuhnya dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Desa. Di dalam pelaksanaan program APBDes ini dibutuhkan keterbukaan dari Tim Pelaksana Desa kepada masyarakat. Dalah satu wujud nyata dai Tim Pelaksana Desa Kalemandalle dalam keterbukaan informasi APBDes adalah dengan memasang papan transparansi yang berisikan besaran dana APBDes pada tahun berjalan. Keterbukaan informasi merupakan usaha dari pemerintah desa untuk melaksanakan prinsip transparansi dalam pengelolaan APBDes.
Hal ini sesuai dengan pendapat dari Sekretaris Desa Kalemandalle yang menyatakan bahwa:
“dengan adanya keterbukaan dan mengacu pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes), dalam mendukung transparansi pihak Tim Pelaksana Kegiatan membuatkan papan informasi agar masyarakat dapat melihat dan memberikan saran atau tanggapan secarra langsung kepada Tim Pelaksana Kegiatan sehingga aspirasi masyarakat langsung dapat diserap oleh Tim Pelaksana Kegiatan tersebut.”
Di dalam pelaksanaan APBDes setiap pengeluaran belanja atas beban APBDesa harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah. Bukti-bukti tersebut harus mendapatkan pengesahan dari Sekretaris Desa atas kebenaran yang timbul dari penggunaan bukti yang dimaksud. Dalam ungkapan Oktaviani selaku kepala urusan keuangan yang menyatakan bahwa:
“Pencairan dana desa untuk pembangunan dilakukan melalui rekening desa dan laporan pertanggungjawabannya didukung oleh bukti transaksi seperti nota dan juga di desa ini memakai sistem aplikasi yang mengelola seluruh keuangan desa yaitu Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) sehingga penerimaan dan pengeluaran dianggap sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya Siskeudes pemerintah desa lebih mudah mengontrol dan mengawasi penerimaan dan pengeluaran desa dan kesalahan dalam laporan pertanggungjawaban dari penggunaan dana desa.”
Dalam hal ini pelaksanaan APBDes, setiap pengeluaran belanja atas beban APBDes harus didukung dengan bukti yang lengkap dan sah dan juga mendapatkan pengesahan dari sekretaris atas material yang timbul dari penggunaan bukti tersebut. Dan juga pemerintah lebih mudah mengontrol dan mengawasi penerimaan dan pengeluaran desa dengan menggunakan Siskeudes.
c. Pelaporan
Pelaporan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) telah dibuktikan dengan adanya pertanggungjawaban pelaksanaan program APBDes kepada Pemerintah Daerah dan pusat yang dilakukan secara peiodik. Kepala Urusan Keuangan melakukan pencatatan semua pengeluaran dan penggunaan dari APBDes dengan menggunakan sistem keuangan desa (Siskeudes). Hal ini sesuai dengan pendapat salah informan yang menyatakan bahwa:
“Kepala Urusan Keuangan membuat semua laporan pertanggungjawaban, pada tahun-tahun sebelumnya penyerahan laporan pertanggungjawaban tidak pernah melewati batas yang telah ditentukan.”
Berdasarkan wawancara bahwa pemerintah desa khususnya Kepala Urusan Keuangan wajib membuat laporan pertanggungjawaban yang disetorkan ke BPD dan disetorkan ke kecamatan yang akan di evakuasi ke dinas pemberdayaan desa. Dalam memenuhi laporan pertanggungjawaban maka harus ada Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) dan bukti-bukti realisasi keuangan APBDes. Dan dalam pelaporan realisasi APBDes adalah sebagai berikut :
1. Kepala Desa menyampaikan realisasi pelaksanaan APBDes kepada Bupati/Walikota setiap semester tahun berjalan;
2. Laporan untuk semester pertama disampaikan paling lambat pada akhir bulan Juli tahun berjalan;
3. Laporan untuk semester tahun kedua disampaikan paling lambat akhir bulan Januari tahun berikutnya.
Setelah dilakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan RAB yang telah disusun berdasarkan kegiatan dibuatkan bukti berupa nota/ kwitansi yang menjadi dasar pelaporan. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan pada tahap pelaporan sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan adanya bukti yang sah pada setiap kegiatan. Sehingga bukti dari kegiatan tersebut menjadi rujukan dalam laporan Siskeudes, dapat dilihat pada Lampiran.
d. Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban APBDes adalah penyampaian hasil kinerja pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa setiap akhir tahun anggaran kepada BPD, Bupati dan masyarakat. Laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBDes terdiri dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan desa yang disajikan dengan peraturan desa diakhir tahun anggaran. Dalam mengelola keuangan desa di Desa Kalemandalle tentunya juga membuat laporan pertanggungjawaban kepada BPD, Bupati dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan pernyataan informan yang menyatakan bahwa “ Dalam penyerahan laporan pertanggungjawaban sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku mengenai pelaporan pertanggungjawaban APBDes setiap akhir tahun disampaikan kepada BPD dan juga disampaikan ke Bupati melalui camat.” (hasil wawancara dengan Kepala Desa)
Pertanggungjawaban kepada masyarakat juga dilakukan secara periodik melalui forum evaluasi yang dipimpin oleh kepala desa. Dan dari evaluasi dapat diketahui pelaksanaan program APBDes, dapat membimbing masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan usulan dan koreksi pelaksanaan APBDes. Pemerintah desa juga harus merespon koreksi masyarakat dalam partipasi tersebut agar terciptanya kesempurnaan dalam pelaksanaan APBDes.
Hal tersebut diperkuat oleh peryataan dari Sekretaris Desa yang menyatakan bahwa :
“Setiap periodik selalu diadakan evaluasi pelaksanaan APBDes yang mengundang BPD, Perangkat desa dan tokoh masyarakat. Evaluasi ini dilakukan untuk mewujudkan transparansi dalam APBDes dan diharapkan adanya usulan-usulan demi berjalannya program. Dan dalam
pertanggungjawaban administrasi, kami selalu membuat laporan pertanggungjawaban tahunan demi melaksanakan prinsip akuntabilitas.”
Implementasi di lapangan yang menunjukkan bahwa dana yang dikeluarkan telah dipertanggungjawabkan secara fisik,walaupun dari sisi administrasi belum sepenuhnya sempurna. Dengan demikian upaya untuk belajar, perbaikan dari administrasi terus dilakukan untuk menuju pada kesempurnaan. Kelemahan sumber daya manusia (SDM) menjadi kendala utama dalam upaya penyempurnaan petanggungjawaban administrasi APBDes. Adapun pertanggungjawaban dari sisi fisik pembangunan di Desa Kalemandalle secara umum dapat dikatakan baik, karena sampai 100%. Hasil pembangunan dapat disajikan berupa pembangunan fisik di Desa Kalemandalle sebagai berikut:
Tabel 4. 5
Hasil Sarana Prasarana di Desa Kalemandalle yang di Bangun Tahun 2019
Desa Sarana yang di Bangun Hasil
Kalemandalle Betonisasi Jalan Baik
Jalan Setapak Baik
Gorong-gorong Baik
Pos Ronda Baik
Bantuan Penunjang Posyandu Baik
Pembuatan Talut Baik
Sumber : Laporan APBDes Desa Kalemandalle dan hasil observasi lapangan Tabel diatas menunjukkan bahwa pertanggungjawaban APBDes di Desa Kalemandalle sudah baik dari segi fisik. Evaluasi pelaksanaan program tersebut juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan usulan dan koreksi dalam pelaksanaan APBDes.
Dalam pelaksanaan prinsip akuntabilitas juga didukung dengan laporan pertanggungjawaban APBDes di Desa Kalemandalle.
Sedangkan untuk pengelolaan administrasi keuangan, administrasi keuangan yang dilaksanakan di Desa Kalemandalle dapat dikatakan sudah sesuai dengan prinsip akuntabilitas sebagaimana hasil wawancara dengan salah satu informan yang menyatakan bahwa, ketika ada dana yang masuk maka Kepala Urusan Keuangan mengecek kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa. Kepala Desa mengecek anggaran apa saja yang masuk, kemudian Kepala Desa melakukan musyawarah desa dan membentuk Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Tim Pelaksana Kegiatan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB), kemudian RAB diserahkan kepada Sekretaris Desa. Setelah itu diajukan ke Kepala Desa untuk diverifikasi, kemudian Kepala Desa ACC selanjutnya diserahkan kepada Kepala Urusan Keuangan untuk membuat surat permintaan pembayaran dan Kepala Urusan Keuangan mencairkan dana sesuai dengan ajuan pelaksana.
Pengelolaan keuangan desa adalah seluruh kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertangungjawaban. Peraturan desa mengenai anggaran APBDes merupakan salah satu ketetapan yang secara rutin wajib dilaporkan dan direalisasikan oleh pemerintah desa dalam waktu satu tahun sekali.
APBDes merupakan pembiayaan utama untuk membangun desa menjadi lebih baik dan lebih maju lagi. Pembiayaan dalam meningkatkan desa dan mengubah desa menjadi lebih baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa, bagi hasil pajak Kabupaten/Kota, Alokasi Dana Desa, Pihak
Ketiga, dan Hibah. Program pembangunan tahunan desa diturunkan dari program pembangunan jangka menengah desa untuk jangka waktu enam tahun, yang disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
RPJMDes merupakan penjabaran visi dan misi dari kepala desa yang terpilih. Setelah RPJMDes ditetapkan dengan peraturan desa, Kepala Desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menyusun Rencana Kerja Pemeritahan Desa (RKPDes) merupakan penjabaran dari RPJMDes berdasarkan dari hasil musyawarah rencana pembangunan desa. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dalam menyelenggarakan program pembangunan dan pelayanan desa.
APBDes dalam pembuatan peraturan desa perumusan yang diajukan oleh pemerintahan desa maupun BPD, dalam musyawarah yang diikuti oleh tokoh masyarakat. Partisipasi masyarakat diharapkan dapat mengontrol kinerja para aparatur desa sehingga anggaran benar-benar terlaksanakan untuk mewujudkan good governance.Pemerintahan lokal yang kuat dan otonom tidak akan kuat dan bermanfaat bagi masyarakat lokal jika tidak ditopang oleh transparansi dan akuntabilitas. Dengan adanya transparansi dan akuntabilitas untuk membangun sebuah pemerintahan yang baik.
Penyelenggaraan pemerintahan desa harus transparansi dan akuntabilitas yang semua hal terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan desa harus dapat diakses oleh camat, inspektorat Kabupaten/Kota, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan warga desa. Dengan demikian, pemerintahan desa harus mempertanggungjawabkan
penyelenggaraan pemerintahannya kepada pemerintahan atasan, BPD dan masyarakat. Dalam ungkapan Kepala Desa bahwa:
“Masyarakat dapat mengontrol karena bersifat transparan dan juga ini uang mereka jadi mereka harus mengetahuinya. Jika ada pembangunan ada pengajuan proposal dan proposal tersebut dibuat bukti kalau desa ini ada pembangunan. Di Desa ini selalu menggunakan tenaga kerja dalam dengan tujuan agar selalu terbuka.”
Terwujudnya suatu pemerintahan yang baik diperlukan sebuah kerja sama antara lembaga pemerintahan desa dengan masyarakat. Dengan dilakukan sebuah musyawarah desa, masyarakat dan lembaga desa bekerja sama dengan baik, menampung aspirasi masyarakat dalam hal pemberdayaan atau pembangunan di Desa Kalemandalle.
Akuntabilitas APBDes dilihat dari perencanaan, pelaksanan, pelaporan, dan pertanggungjawaban sudah dilaksanakan dengan baik secara keseluruhan. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara yang telah dilakukan. Maka berikut tabel ringkasan:
Tabel 4. 6
Rekapan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa No Uraian Aturan Desa Pelaksanaan Keterangan 1 Perencanaan Peraturan Desa Kalemandalle No. 05 Tahun 2018 Musyawarah Desa Sesuai 2 Pelaksanaan Peraturan Desa Kalemandalle No. 05 Tahun 2018 Hasil Musyawarah desa Sesuai 3 Pelaporan Peraturan Desa Kalemandalle No. 05 Tahun 2018 Nota/ Kwitansi dan Siskeudes Sesuai
4 Pertanggungjawaban Peraturan Desa Kalemandalle No. 05 Tahun 2018 Laporan APBDes dan Papan Transparansi Sesuai