• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Data yang peneliti peroleh dari hasil penelitian mengenai Pengetahuan siswi kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Terhadap Penggunaan Kosmetik Krim Pemutih yang Aman (Bebas dari merkuri, hidroquinon, dan asam retinoat) adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Pada pertanyaan nomor 1. Apakah anda mengetahui kosmetik krim pemutih wajah

No Item Jawaban F %

1. Ya 75 79,79%

2. Tidak 19 20,21%

Jumlah 94 100 %

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 79,79% atau 75 responden yang mengetahui kosmetika krim pemutih wajah dan 20,21% atau 19 responden tidak mengetahui kosmetika krim pemutih wajah.

Tabel 3. Pada pertanyaan nomor 2. Apakah anda mengerti tentang kosmetik krim pemutih wajah yang aman.

No Item Jawaban F %

1. Ya 50 53,19%

2. Tidak 44 46,81%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 53,19% atau 50 responden yang mengerti tentang kosmetika krim pemutih wajah yang aman dan 46,81% atau 44 responden tidak mengerti tentang kosmetika krim pemutih wajah yang aman.

Tabel 4. Pada pertanyaan nomor 3. Apakah anda mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman.

No Item Jawaban F %

1. Ya 66 70,21%

2. Tidak 28 29,79%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 70,21% atau 66 responden mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman dan 29,79% atau 28 responden tidak mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman.

Tabel 5. Pada pertanyaan nomor 4. Apakah anda menggunakan kosmetik krim pemutih wajah dalam kehidupan sehari-hari.

No Item Jawaban F %

1. Ya 89 94,70%

2. Tidak 5 5,30%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 94,70% atau 89 responden menggunakan kosmetik krim pemutih wajah dalam kehidupan sehari-hari dan 5,30% atau 5 responden tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel 6. Pada pertanyaan nomor 5. Apakah krim pemutih wajah yang anda gunakan sudah terdaftar misalnya memiliki kode CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri).

No Item Jawaban F %

1. Ya 40 42,55%

2. Tidak 54 57,45%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 42,55% atau 40 responden menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang sudah terdaftar misalnya memiliki kode CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri) dan 57,45% atau 54 responden tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang sudah terdaftar misalnya memiliki kode CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri).

Tabel 7. Pada pertanyaan nomor 6. Apakah alasan anda menggunakan krim pemutih wajah.

No Alasan menggunakan F %

1. Untuk Mempercantik Diri 20 21,28% 2. Untuk Memutihkan Kulit 42 44,68% 4. Untuk Melindungi Kulit 27 28,72%

5. Tidak Menggunakan 5 5,32%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut responden yang menggunakan kosmetik krim pemutih wajah untuk mempercantik diri ada 21,28% atau 20 responden, menggunakan kosmetik krim pemutih wajah untuk memutihkan kulit ada 44,68% atau 42 responden, menggunakan kosmetik krim pemutih

wajah untuk melindungi kulit ada 28,72% atau 27 responden dan yang tidak menggunakan ada 5,32% atau 5 responden.

Tabel 8. Pada pertanyaan nomor 7. Apa merek krim pemutih wajah yang anda gunakan.

No Merek Kosmetik F %

1. Natural 99 15 15,96%

2. Mutiara 32 34,04%

3. Krim Dokter White 4 4,26%

4 Pond’s 14 14,89%

5 Pear and Lovely 7 7,45%

7 Wardah 11 11,70%

8 Garnier 6 6,38%

9 Tidak Menggunakan 5 5,32%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut ada 15,96% atau 15 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Natural 99, sebanyak 34,04% atau 32 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Mutiara, sebanyak 4,26% atau 4 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Krim Dokter White, sebanyak 14,89% atau 14 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Pond’s, sebanyak 7,45% atau 7 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Pear and Lovely, sebanyak 11,70% atau 11 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Wardah, sebanyak 6,38% atau 6 responden memilih menggunakan krim pemutih wajah dengan merek Garnier dan yang tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah sebanyak 5,32% atau 5 responden.

Tabel 9. Pada pertanyaan nomor 8. Dimana anda membeli kosmetik krim pemutih wajah yang anda gunakan.

No Tempat Memperoleh F %

1. Pedagang Kaki Lima Yang Tidak Menetap 24 25,54%

2. Toko Kosmetik 37 39,36%

3. Online 11 11,70%

4 Supermarket 17 18,09%

5 Tidak Menggunakan 5 5,32%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut ada 25,54% atau 24 responden memilih membeli kosmetik di pedagang kaki lima yang tidak menetap, sebanyak 39,36% atau 37 responden memilih membeli kosmetik di toko kosmetik, sebanyak 11,70% atau 11 responden memilih membeli kosmetik di online, sebanyak 18,09% atau 17 responden memilih membeli kosmetik di supermarket dan yang tidak menggunakan sebanyak 5,32% atau 5 responden.

Tabel 10. Pada pertanyaan nomor 9. Apakah anda mengetahui bahwa kosmetik krim pemutih wajah yang tidak terdaftar mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat.

No Item Jawaban F %

1. Ya 45 47,87%

2. Tidak 49 52,13%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 47,87% atau 45 responden mengetahui bahwa kosmetik krim pemutih wajah yang tidak terdaftar mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat dan 52,13% atau 49 responden tidak mengetahui bahwa kosmetik krim pemutih

wajah yang tidak terdaftar mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat.

Tabel 11. Pada pertanyaan nomor 10. Apakah anda mengetahui bahwa kosmetik yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat dapat menyebabkan iritasi dan reaksi alergi pada kulit.

No Item Jawaban F %

1. Ya 46 48,94%

2. Tidak 48 51,06%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 48,94% atau 46 responden mengetahui bahwa kosmetik yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, kemerahan pada kulit, dan kulit terasa panas pada kulit yang sensitif, serta akan menimbulkan bintik-bintik hitam pada kulit, dan akan menjadi lebih hitam dari sebelumnya apabila dilakukan penghentian penggunaan kosmetik krim pemutih wajah dan sebanyak 51,06% atau 48 responden tidak mengetahui bahwa kosmetik yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon dan asam retinoat dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, kemerahan pada kulit, dan kulit terasa panas pada kulit yang sensitif, serta akan menimbulkan bintik-bintik hitam pada kulit, dan akan menjadi lebih hitam dari sebelumnya apabila dilakukan penghentian penggunaan kosmetik krim pemutih wajah.

Tabel 12. Pada pertanyaan nomor 11. Apakah anda mengetahui bahwa bahaya yang ditimbulkan pada penggunaan dalam jangka panjang kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat dapat menyebabkan gagal ginjal, kanker darah, kanker sel hati dan teratogenik (cacat pada janin).

No Item Jawaban F %

1. Ya 43 45,74%

2. Tidak 51 54,26%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 45,74% atau 43 responden mengetahui bahwa bahaya yang ditimbulkan pada penggunaan dalam jangka panjang kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat dapat menyebabkan gagal ginjal, kanker darah, kanker sel hati dan teratogenik (cacat pada janin) dan sebanyak 54,26% atau 51 responden tidak mengetahui bahwa bahaya yang ditimbulkan pada penggunaan dalam jangka panjang kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat dapat menyebabkan gagal ginjal, kanker darah, kanker sel hati dan teratogenik (cacat pada janin).

Tabel 13. Pada pertanyaan nomor 12. Apakah anda pernah mendapat berita atau info dari media elektronik/cetak/kecanggihan teknologi (Short Message Service, Email, Facebook, dll) tentang larangan penggunaan merkuri, hidroquinon dan asam retinoat pada kosmetik krim pemutih wajah karena berbahaya bagi kesehatan.

No Item Jawaban F %

1. Ya 59 62,77%

2. Tidak 35 37,23%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 62,77% atau 59 responden pernah mendapat berita atau info dari media elektronik/cetak/kecanggihan teknologi (Short Message Service, Email, Facebook, dll) tentang larangan penggunaan merkuri, hidroquinon dan asam retinoat pada kosmetik krim pemutih wajah karena berbahaya bagi kesehatan dan sebanyak 37,23% atau 35 responden tidak pernah mendapat berita atau info dari media elektronik/cetak/kecanggihan teknologi (Short Message Service, Email, Facebook, dll) tentang larangan penggunaan merkuri, hidroquinon dan asam retinoat pada kosmetik krim pemutih wajah karena berbahaya bagi kesehatan.

Tabel 14. Pada pertanyaan nomor 13. Apakah anda mengetahui kosmetik krim pemutih yang aman memiliki kode daftar seperti CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri), mencantumkan semua komposisi, mencantumkan tanggal kadaluwarsa, dan apabila digunakan tidak membuat kulit terkelupas.

No Item Jawaban F %

1. Ya 45 47,87%

2. Tidak 49 52,13%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 47,87% atau 45 responden mengetahui kosmetik krim pemutih yang aman memiliki kode daftar seperti CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri), mencantumkan semua komposisi, mencantumkan tanggal kadaluarsa, dan apabila digunakan tidak membuat kulit terkelupas dan sebanyak 52,13% atau 49 responden tidak mengetahui kosmetik krim pemutih yang aman memiliki kode daftar seperti CD (kode dalam negeri) atau CL (kode luar negeri), mencantumkan semua komposisi, mencantumkan tanggal kadaluarsa, dan apabila digunakan tidak membuat kulit terkelupas.

Tabel 15. Pertanyaan nomor 14. Apakah faktor yang mempengaruhi anda untuk menggunakan kosmetik krim pemutih wajah tersebut.

No Saran F %

1. Saran Dari Teman 37 39,36%

2. Melihat dari media elektronik (Short Message Service,

Email, Facebook, Blackberry Masenger dll) 17 18,09%

3. Kemauan sendiri 35 37,23%

4 Tidak Menggunakan 5 5,32%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 39,36% atau 37 responden faktor yang mempengaruhi untuk menggunakan kosmetik krim pemutih wajah adalah saran dari teman, sebanyak 18,09% atau 17 responden faktor yang mempengaruhi untuk menggunakan kosmetik krim pemutih wajah adalah melihat dari media elektronik (Short Message Service, Email, Facebook, Blackberry Masenger dll) dan sebanyak 37,23% atau 35 responden faktor yang mempengaruhi untuk menggunakan kosmetik krim pemutih wajah adalah dirinya sendiri dan yang tidak menggunakan sebanyak 5,32% atau 5 responden.

Tabel 16. Pada pertanyaan nomor 15. Jika anda telah mengetahui bahaya penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman, apakah anda akan berhenti menggunakannya.

No Item Jawaban F %

1. Ya 92 97,87%

2. Tidak 2 2,13%

Jumlah 94 100%

Berdasarkan data pada tabel tersebut sebanyak 97,87% atau 92 responden Jika telah mengetahui bahaya penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman akan berhenti menggunakannya dan sebanyak 2,13%

atau 2 responden tidak akan berhenti menggunakannya walaupun telah mengetahui bahaya dari kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman.

B. Pembahasan

Pada bagian sebelumnya, peneliti telah memaparkan data hasil penelitian yang sudah berhasil direkapitulasi dari 94 siswi (responden). Pada bagian ini penulis akan menguraikan tentang penyajian dan pengolahan data yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan data melalui angket. Data dari hasil tersebut akan dibahas atau dideskripsikan agar didapat makna sesuai dengan tujuan penelitian ini.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 1 terlihat bahwa 75 responden menjawab ya dengan persentase sebesar 79,79% dikarenakan kosmetik krim pemutih wajah merupakan produk yang sudah dikenal secara luas dan 19 responden menjawab tidak dengan persentase 20,21% dikarenakan kurangnya kesadaran untuk mengetahui tentang kosmetik krim pemutih wajah.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 2 terlihat bahwa 50 responden menjawab ya dengan persentase 53,19% dikarenakan sebagian siswi telah mengetahui lebih dalam tentang informasi kosmetik krim pemutih wajah yang aman dan 44 responden menjawab tidak dengan persentase 46,81% dikarenakan kurangnya pencarian informasi lebih kosmetik krim pemutih wajah yang aman.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 3 terlihat bahwa 66 responden menjawab ya dengan persentase 70,21% dikarenakan sebagian siswi telah mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman dan 28 responden menjawab tidak dengan persentase 29,79% dikarenakan kurangnya kesadaran untuk mengetahui bahaya yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 4 terlihat bahwa 89 responden menjawab ya dengan persentase 94,70% menggunakan kosmetik

krim pemutih wajah dan 5 responden menjawab tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah dalam kehidupan sehari-hari dengan persentase 5,30%.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 5 terlihat bahwa 40 responden menjawab ya dengan persentase 42,55% menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang memiliki kode CD (code dalam negeri) atau CL (code luar negeri) dan 54 responden menjawab tidak dengan persentase 57,45% menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak memiliki kode CD (code dalam negeri) atau CL (code luar negeri). Kode regestrasi CD (code dalam negeri) digunakan untuk produk kosmetik dalam negeri beserta 10 digit angka dan Kode CL (code luar negeri) digunakan untuk produk kosmetik luar negeri (impor) beserta sepuluh digit angka, Namun untuk sekarang Kode CD (code dalam negeri) dan CL (code luar negeri) telah dirubah menjadi Notifikasi. Notifikasi memiliki kode misalnya NA (Notification Asia) untuk kode di asia yang terdiri dari 13 digit yaitu 2 digit huruf dan 11 digit angka yang telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 6 yaitu tentang alasan penggunaan kosmetik krim pemutih wajah terlihat bahwa 20 responden menjawab untuk mempercantik diri dengan persentase 21,28%, kemudian 42 responden menjawab untuk memutihkan kulit dengan persentase 44,68%, kemudian 27 responden menjawab untuk melindungi kulit dengan persentase 28,72%. Dan 5,32% atau 5 responden menjawab tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah karena mereka lebih memilih menghindari dampak negatif dari menggunakan kosmetik krim pemutih wajah.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 7 terlihat bahwa 15 responden menjawab menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Natural 99 dengan persentase 15,96%, 32 responden menjawab menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Mutiara dengan persentase 34,04%, 4 responden menjawab menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Krim Dokter White dengan persentase 4,26%, 14 responden menjawab menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Pond’s dengan persentase

14,89%, 7 responden menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Pear and Lovely dengan persentase 7,45%, 11 responden menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Wardah dengan persentase 11,70%, 6 responden menggunakan kosmetik krim pemutih wajah merk Garnier dengan persentase 6,38%. Kosmetik krim pemutih wajah dengan merk Natural 99, Mutiara dan Krim Dokter White merupakan krim pemutih wajah yang dilarang peredarannya dan penggunaannya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia karena merupakan kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, sedangkan kosmetik krim pemutih wajah dengan merk Pond’s, Pear and Lovely, Wardah dan Garnier merupakan kosmetik krim pemutih wajah yang telah terbukti aman digunakan untuk membersihkan kulit. Kemudian 5 responden atau 5,32% tidak memilih atau memberikan keterangan merk kosmetik krim pemutih wajah, karena responden tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap tempat membeli kosmetik krim pemutih wajah yang digunakan, yaitu pada pertanyaan nomor 8 terlihat bahwa 24 responden membeli di pedagang kaki lima yang tidak menetap dengan persentase 25,54%, 37 responden membeli di toko kosmetik dengan persentase 39,36%, 11 responden membeli secara online dengan persentase 11,70%, 17 responden membeli di supermarket dengan persentase 18,09%. Dan 5 responden atau 5,32% tidak menjawab dikarenakan mereka tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 9 terlihat bahwa 45 responden menjawab ya dengan persentase 47,87% dikarenakan sebagian siswi mengetahui bahwa kosmetik krim pemutih wajah yang tidak terdaftar tidak memiliki kode CD (code dalam negeri) dan CL (code luar negeri). Kemudian pada pertanyaan nomor 9 terlihat bahwa 49 responden menjawab tidak dengan persentase 52,13% dikarenakan ada sebagian siswi yang tidak mengetahui bahwa kosmetik krim pemutih wajah yang tidak terdaftar tidak memiliki kode CD (code dalam negeri) dan CL (code luar negeri).

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 10 terlihat bahwa 46 responden menjawab ya dengan persentase 48,94% dikarenakan sebagian siswi mengetahui efek yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat dan 48 responden menjawab tidak dengan persentase 51,06% dikarenakan ada sebagian siswi yang tidak mengetahui efek yang dapat ditimbulkan dari penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 11 terlihat bahwa 43 responden menjawab ya dengan persentase 45,74% dikarenakan sebagian siswi mengetahui efek negatif dari penggunaan jangka panjang kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat dan 51 responden menjawab tidak dengan persentase 54,26% dikarenakan ada sebagian siswi yang tidak mengetahui efek negatif dari penggunaan jangka panjang kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung merkuri (raksa), hidroquinon, dan asam retinoat.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 12 terlihat bahwa 59 responden menjawab ya bahwa pernah mendapat berita atau info dari media elektronik atau cetak atau kecanggihan teknologi (Short Message Service, Email, Facebook, dll) tentang larangan penggunaan merkuri, hidroquinon dan asam retinoat pada kosmetik krim pemutih wajah karena berbahaya bagi kesehatan dengan persentase 62,77% dan 35 responden menjawab tidak dengan persentase 37,23% dikarenakan ada sebagian siswi yang tidak pernah mendapat berita atau info dari media elektronik atau cetak atau kecanggihan teknologi (Short Message Service, Email, Facebook, dll) tentang larangan penggunaan merkuri, hidroquinon dan asam retinoat pada kosmetik krim pemutih wajah karena berbahaya bagi kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 13 terlihat bahwa 45 responden menjawab ya mengetahui kosmetik krim pemutih wajah yang aman memiliki kode daftar seperti CD (code dalam negeri) atau CL (code luar negeri), mencantumkan semua komposisi, mencantumkan tanggal

kadaluwarsa, dan apabila digunakan tidak membuat kulit terkelupas dengan persentase 47,87% dan 49 responden menjawab tidak mengetahui kosmetik krim pemutih wajah yang aman memiliki kode daftar seperti CD (code dalam negeri) atau CL (code luar negeri), mencantumkan semua komposisi, mencantumkan tanggal kadaluwarsa, dan apabila digunakan tidak membuat kulit terkelupas dengan persentase 52,13%.

Berdasarkan hasil penelitian untuk pertanyaan nomor 14 terlihat bahwa 37 responden menjawab faktor yang mempengaruhi adalah saran dari teman dengan persentase 39,39%, 17 responden menjawab faktor yang mempengaruhi adalah melihat dari media elektronik (Short Message Service, Email, Facebook, Blackberry Messenger dan lain-lain) dengan persentase 18,09%, 35 responden menjawab faktor yang mempengaruhi adalah kemauan sendiri dengan persentase 37,23%. Dan 5 responden atau 5,32% tidak menjawab dikarenakan mereka tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah.

Berdasarkan hasil penelitian pada pertanyaan nomor 15 dapat dilihat bahwa 92 responden menjawab ya akan berhenti menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman dengan persentase 97,87% dan 2 responden menjawab tidak akan berhenti menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang tidak aman dengan persentase 2,13%.

Data hasil penelitian yang telah diuraikan di atas menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswi kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya terhadap penggunaan kosmetik krim pemutih wajah yang aman (bebas dari merkuri, hidroquinon dan asam retinoat) termasuk dalam kategori sedang dengan persentase 55,08% yang didapatkan dari hasil persentase pertanyaan nomor 1, 2, 3, 9, 10, 11, 12, 13, dan 14. Untuk persentase siswi Kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang aman (bebas dari merkuri, hidroquinon dan asam retinoat) sebesar 40,42% yang didapatkan dari hasil persentase penggunaan krim pemutih wajah yang aman yaitu merk Pond’s dengan persentase 14,89%, Pear and Lovely dengan persentase 7,45%, Wardah dengan persentase 11,70%

dan Garnier dengan persentase 6,38%. Sedangkan untuk persentase siswi kelas X dan XI SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya yang menggunakan kosmetik krim pemutih wajah mengandung zat merkuri, hidroquinon, dan asam retinoat mendapatkan persentase sebesar 54,26% yang didapatkan dari hasil penggunaan krim pemutih wajah yang mengandung zat merkuri, hidroquinon, dan asam retinoat yaitu merk kosmetik krim pemutih wajah seperti Natural 99 dengan persentase 15,96%, Mutiara dengan persentase 34,04%, dan Krim White Dokter dengan persentase 4,26%. Dikarenakan mereka lebih percaya pada saran yang disampaikan oleh teman untuk menggunakan kosmetik krim pemutih wajah yang mengandung zat merkuri, hidroquinon, dan asam retinoat dengan tujuan untuk memutihkan kulit. Kemudian ada 5,32% atau 5 responden yang tidak menggunakan kosmetik krim pemutih wajah.

BAB V

Dokumen terkait