BAB IV METODE PENELITIAN
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil penelitian
Penelitian ini dilaksanakan diwilaya kerja puskesmas wara utara palopo selama 1 bulan sampel sebanyak 18 pasien. Pasien selanjutnya di olah dan dianalisis yang disesuaikan dengan tujuan penelitian hasil analisis data di sajikan dalam bentuk table yang di lengkapi dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Analisis univariat a. Jenis kelamin
Table 5,1 distribus frekuensi jenis kelamin penderita TB paru di wilaya Puskesmas Wara Utaara Kota Palopo
Tahun 2011
Jenis kelamin Frekeunsi Presentase
Laki – laki perempuan 11 7 61.1 38.9 jumlah 18 100
Table 1 menunjukan bahwa penderita TB paru di wilaya kerja pusekesma wara utara kota palopo jenis kelamin Laki-laki 61.1%, dan jenis kelamin perempuan sebanyak 38.9%.
b. Tingkat pengetahuan
Table 5,2 distribusi frekuensi tinkat pengetahuan penderita TB paru diwllaya Puskesmas Wara Utara Kota Palopo
Tahun 2011 Tingakat
pengetahuan Frekeunsi Presentase
Cukup Kurang 16 2 88.9 11.1 Jumlah 18 100
Sumber data primer 2011
Table 2 menunjukan bahwa pengetahuan TB paru di wilaya kerja puskesmas wara kota palopo cukup sebanyak 88.9%, dan pengetahuan TB paru kurang sebanyak 11.1%
c. Pekerjaan
Table 5,3 distribusi frekuensi jenis pekerjaan penderita TB paru di wilayah Puskesmas Wara Utara Kota Palopo
Tahun 2011
PNS Wirasuasta Sopir Petani IRT 1 11 2 1 3 5.6 61.1 11.1 5.6 16.7 Jumlah 18 100
Sumber data primer 2011
Table 3 menunjukan bahwa jenis pekerjaan wirasuasta di wilaya kerja puskesmas wara utara kota palopo tertinggi sebanyak 61.1%dan jenis pekerjaan petani terendah sebanyak 5.6%
d. Kepadatan hunian
Table 5.4 distribusi frekuensi kepadatan hunian penderita TB paru di wilaya kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo
Tahun 2011
Kondisi rumah Frekeunsi Presentase
padat tidak padat 12 6 66,7 33,3 Jumlah 18 100
Sumber data primer 2011
Table 5 menunjukan bahwa kepadatan hunian di puskesmas wara utara kota palopo yang padat sebanyak 66.7%, dan tidak padat 33.3%
e. Kondisi rumah
Table 5.5 distribusi frekuensi kondisi rumah penderita TB paru di wilaya kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo
Tahun 2011
Tidak memenuhi syarat Memenuhi syarat 13 5 72.2 27.8 Jumlah 18 100
Sumber data primer 2011
Table 5 menunjukan bahwa kondisi rumah di wilaya kerja puskesmas wra utara kota palopo tidak memenuhi syarat sebanyak 72.2%, dan memenuhi syarat sebanyak 27.8%
f. Kejadian TB paru
Table 5.6 distribusi frekuensi kejadian penderita TB paru di wilaya kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo
Tahun 2011
Kejadian TB paru Frekeunsi Presentase
TB paru Bukan TB paru 15 3 83.3 16.7 Jumlah 18 100
Sumber data primer 2011
Table 6 menunjukan bahwa kejadian TB paru di wilaya kerja di puskesmas wara utara kota palopo TB paru sebanyak 83.3% dan bukan penderita TB paru sebanyak 16.7%
2. Analisii bivariat
a. Hubungan pengetahuan dengan kejadian TB paru
Table 5.7 hubungan pengetahuan dengan kejadian penderita TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Utara Kota Palopo Tahun
Pengetahua n
Kejadian TB paru
jumlah
(p) Tb paru Bukan TBparu
f % f %
Kurang
Cukup 132 13,386,7 03 1000 162
0.502
Jumlah 15 100 3 100 18
Sumber data primer 2011
Table 7 menunjukan bahwa dari 16 pasein TB paru dengan pengetahuan TB Paru terdpat 86.7% yang status bukan penderita TB Paru 100 sedangkan dari 2 pasien TB Paru dengan pengetahuan TB Paru terdapat 13.3 status bukan pasien 0. Hal ini berdasarkan hasil analisa statistic menunjukan nilai p (0.502) > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan pengetahuan dengan TB Paru
b. Hubungan jenis pekerjaan dengan kejadian TB paru
Table 5.8 hubungan jenis pekerjaan dengan kejadian penderita TB paru di wllaya kerja puskesmas wara utaara kota palopo Tahun 2011
Jenis pekerjaan Kejadian TB paru Jumla h (p) Tb paru Bukan TB paru f % f % bekerja tidak bekerja 14 1 93.3 6.7 0 3 0 100 14 4 0.000 Jumlah 15 100 3 100 18
Sumber data primer 2011
Table 8 menunjukan bahwa 14 penderita TB Paru dengan jenis pekerjaan TB Paru 93.3 status bukan TB Paru 0 sedangkan dari 4
penderita TB Parudengan jenis pekerjaan terdapat 6.7 status bukan penderita TB Paru 100. Hal ini berdasarkan hasil analisa statistic menunjukan nilai p (0.000) < 0.05 yang berarti ada hubungan pekerjaan dengan TB Paru
c. Hubungan kepadatan hunian dengan kejadian TB paru
Table 5.9 hubungan kepadatan hunian dengan kejadian penderita TB paru di wllaya kerja puskesmas wara utaara kota palopo Tahun
2011
Kepadatan hunian
Kejadian TB paru
jumlah (p) Tb paru Bukan TBparu
f % f % padat tidak padat 10 5 66.7 33.3 2 1 66.7 33.3 12 6 1.000 Jumlah 15 100 3 100 18
Sumber data primer 2011
Table 9 menunjukan bahwa 12 penderita TB Paru dengan kepadatan hunian penderita 66.7 status bukan TB Paru 66.7 sedangkan dari 6 penderita TB Paru dan kepadatan hunian terdapat 100 status bukan pasien TB Paru 100. Hal ini berdasarkan hasil analisa statistic menunjukan nilai p (1.000) > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan kepadatan hunian dengan TB Paru
d. Hubungan kondisi rumah dengan kejadian TB paru
Table 5.10 hubungan kondusi rumah dengan kejadian penderita TB paru di wllaya kerja puskesmas wara utaara kota palopo Tahun 2011
Kondisi rumah
Kejadian TB paru
jumlah (p) Tb paru Bukan TBparu
f % f % Tidak memenuhi syrat Memenuhi syarat 13 2 86.7 13.3 0 3 0 100 13 5 0.002 Jumlah 15 100 3 100 18
Sumber data primer 2011
Table 9 menunjukan bahwa 13 penderita TB Paru dengan kondisi rumah penderita 86.7 status bukan penderita TB Paru 0 sedangakan dari 5 penderita TB Paru dengan kondisi rumah terdapat 13.3 status bukan penderita TB Paru 100. Hal ini berdasarkan hasil analisa statistic menunjukan nilai p (0.002) < 0.05 yang berarti ada hubungan kondisi rumah dengan TB Paru
B. Pembahasan
1. Hubungan pengetahuan dengan kejadian penderita TB paru
Menurut Notoadmojo (2003:121) menyatakan bahwa,manusia sebagai ciptaan Tuhan yang sempurna,dalam memahami alam sekitarnya terjdi proses bertingkat dari pengetahuan,ilmu dan filsafat.Pengetahuan sendiri merupakan hasil dari tahu manusia dan ini
terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu.sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 16 pasein TB paru dengan pengetahuan TB Paru terdapat 86.7% yang status bukan penderita TB Paru 100 sedangkan dari 2 pasien TB Paru dengan pengetahuan TB Paru terdapat 13.3 status bukan pasien 0.
Hasil analisa statistic dengan menguanakan Chi-square menunjukan nilai p (0.502) > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan pengetahuan dengan TB Paru.
Gambaran pengetahuan tentang TB Paru di wilayah kerja puskesmas wara utara kota palopo masih sangat kurang. Khusus bagi penderita TB Paru pengetahuan tentang TB Paru sudah sangat baik karna setiap penderita yang datang di puskesmas diberikan penyuluhan kurang lebih selama 1 jam
Hasil peneltian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Maryam M.Nur tahun 2008 yang menyatakan bahwa ada pengaruh pendidikan terhadap TB Paru.
2. Hubungan jenis pekerjaan dengan kejadian penderita TB paru
Hasil penelitian menunjukan bahwa 14 penderita TB Paru dengan jenis pekerjaan TB Paru 93.3 status bukan TB Paru 0 sedangkan dari 4 penderita TB Parudengan jenis pekerjaan terdapat 6.7 status bukan penderita TB Paru 100.
Hal ini berdasarkan hasil analisis statistic menunjukan nilai p (0.000) < 0.05 yang berarti ada hubungan pekerjaan dengan TB Paru
Penderita TB Paru di wilaya kerja puskesmas wara utara mempunyai pendapatan yang bersumber dari pegawai sipil, sopir dan wirasuasta.
Hasil penelitian yang lain dilakukan Alprida. S Tahun 2009 juga mengemukakan bahwa ada hubungan pekerjaan dengan TB Paru 3. Hubungan kepadatan hunian dengan kejadian penderita TB paru
Hasil penelitian menunjukan bahwa 12 penderita TB Paru dengan kepadatan hunian penderita 66.7 status bukan TB Paru 66.7 sedangkan dari 6 penderita TB Paru dan kepadatan hunian terdapat 100 status bukan pasien TB Paru 100.
Hasil analisis statistic menunjukan nilai p (1.000) > 0.05 yang berarti tidak ada hubungan kepadatan hunian dengan TB Paru.
Hasil peneltian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Maryam M.Nur tahun 2008 bahwa tidak hubungan kepadatan hunian dengan TB Paru.
4. Hubungan kondusi rumah dengan kejadian penderita TB paru
Menunjukan bahwa 13 penderita TB Paru dengan kondisi rumah penderita 86.7 status bukan penderita TB Paru 0 sedangakan dari 5 penderita TB Paru dengan kondisi rumah terdapat 13.3 status bukan penderita TB Paru 100.
Hasil analisa statistic menunjukan nilai p (0.002) < 0.05 yang berarti ada hubungan kondisi rumah dengan TB Paru
Penelitian ini sejalan dengan penelitian Alprida.S tahun 2009