BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Program yang Terealisasi
Berikut ini adalah program pembangunan infrastruktur Desa Tapong yang terealisasi dari tahun 2017-2020 yang dananya bersumber dari Dana Desa yaitu:
Tabel 4.4 Program Infrastruktur di Desa Tapong tahun 2017-2020
No Nama Program Dana yang Dipakai Waktu
Pengerjaan 1 Pembangunan rabat beton :
1. Dusun I Lerang
- Pembangunan rabat sebelas di Batu Massila
- Pembangunan rabat sebelas
-
- Pembangunan rabat full di Bantae
- Pembangunan rabat sebelas Kampung Baru
- Pembangunan rabat sebelas Kessi-Kessie
- Pembangunan rabat full Abbanuangnge
- Pembangunan rabat full - Pembangunan rabat full Poros
Laniti
- Pembangunan rabat full Poros Laniti - Pembangunan jembatan
pelimpas di Laduajeng di Dusun I Lerang
- Pembangunan jembatan kayu Latabbempeng di Dusun III Laniti
- Rp. 178.600.000
3 Pembangunan gedung PAUD di
Dusun II Rea Rp. 180.484.000 2017
4 - Pembangunan gedung
Poskesdes/Posyandu di Dusun I Lerang
- Rehabilitasi gedung Posyandu di Dusun II Rea
2. Hasil Wawancara
1) Identitas Informan Pertama
Nama Informan : Ridwan, S.Pd., MM Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 39 Tahun
Status Pekerjaan : Kepala Desa
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 16 November 2020
Tempat Wawancara : Kantor Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bone Tabel 4.4 Daftar Pertanyaan dengan Informan Pertama
No Pertanyaan Jawaban informan
1
Apakah benar bapak sendiri yang merencanakan prgram pembangunan infrastruktur yang ada di Desa ini?
“Ya, bersama dengan BPD, masyarakat melalui musyawarah”
2
Apa yang mendorong sehingga bapak berinisiatif untuk
mengadakan pembangunan tersebut?
“Masyarakat dan bentuk pengabdian dan tugas kita terhadap masyarakat.”
3
Menurut bapak apakah pembangunan infrastruktur ini sudah tepat waktu dan tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“Ya, karna pengerjaannya dilakukan dengan swakelola”
4
Siapa saja yang dilibatkan dalam pelaksanaan program
46
melibatkan peran penting masyarakat dalam pengambilan keputusan?
6
Apakah bapak terjun langsung dalam mengawasi proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur tersebut?
“Ya saya terjun langsung melihat proses pengerjaannya”
7
Apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan program infrastruktur ini ?
“Akses jalan yg tdk bagus dan lokasi toko bangunan jauh dari Desa” pembangunan di Desa ini?
“Pada saat musim kemarau”
10 Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program ini?
“Akses masyarakat jadi semakin lancar”
11 Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program ini?
“tidak ada”
Sebagaimana wawancara yang dilakukan peneliti dengan bapak Ridwan S.Pd., MM selaku Kepala Desa Tapong dapat dideskripsikan bahwa, yang merencanakan program pembangunan infrastruktur di Desa Tapong adalah bapak Ridwan , S.PD., MM. sendiri Selaku kepala Desa Tapong bersama dengan BPD, serta masyarakat yang dilakukan dalam atau melalui musyawarah. Adapun yang mendorong bapak Ridwan, S.PD., MM sehingga dia berinisiatif mengadakan pembangunan infrastrutur di Desa yang dipimpinnya yakni masyarakatnya sendiri dan realisasi bentuk pengabdian, tugas, serta tanggung jawab beliau terhadap masyarakatnya. Dalam pandangan bapak Ridwan S.PD., MM pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan sudah tepat waktu dan tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya, karena dilakukan dengan tahapan swakelola.
Adapun orang–orang yang dilibatkan dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yaitu semua komponen elemen masyarakat Desa Tapong. Dalam rapat perencanaan pembangunan infrastruktur Desa peran penting masyarakat dalam pengambilan keputusan pak Ridwan S.PD., MM. telah melibatkan masyarakat ikut serta dalam musyawarah bersama BPD guna tercapainya sebuah mufakat. Dalam mengawasi proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur beliau juga terjun langsung ke lokasi untuk melihat proses pengerjaannya. Waktu pelaksanaan program infrastruktur pembangunan di Desa Tapong di laksanakan pada saat musim kemarau berlangsung.
Menurut bapak Ridwan S.Pd., MM dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Desa Tapong mengalami kendala yakni akses jalan yang kurang bagus dan lokasi toko bangunan yang jauh dari Desa.
Adapun dampak positif yang di timbulkan dari program pembangunan infrastruktur Desa antara lain masyarakat bisa merasakan langsung akses kegiatan ekonomi, sosial, dan sebagainya itu bisa semakin lancar dan mengalami peningkatan. Dampak dari segi negatif yang ditimbulkan dari program pembangunan infrastruktur Desa itu tidak ada.
2) Identitas Informan Kedua Nama Informan : Murhaya Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 50
Status Pekerjaan : Sekertaris Desa
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 16 November 2020
Tempat Wawancara : Kantor Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bone
48
Tabel 4.5 Daftar Pertanyaan dengan Informan Kedua No Pertanyaan Peneliti Jawaban informan
1
Siapa yang merencanakan program infrastruktur ini?
“Pemerintah dan masyarakat Desa melalui musyawarah Desa” infrastruktur ini sudah tepat waktu dan sudah tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“iya sudah tepat waktu dan sasarannya”
“iya karena masyarakat sendiri yang dilibatkan dalam
mengerjakan infrastruktur”
5
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program
musyawarah dusun dan berjalan lancar. Masyarakat antusias dalam proses sosialisasi guna
melancarkan pembangunan infrastruktur.
7
Kendala apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan program infrastruktur tersebut?
“kendalanya itu di pengangkutan alat dan bahan karena toko bangunan jauh dari Desa.
8
“iya untuk memberikan arahan apabila ada yang kurang dalam pengerjaannya”
9
Kapan saja dilaksanakan program infrastruktur pembangunan di Desa ini?
“tergantung dari program atau perencanaan Desa”
10 Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program
“memudahkan akses jalan kaki dan pengendara di Desa walaupun
infrastruktur ini? sudah masuk musim hujan”
11
Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“pengerukan pinggiran rabat beton yang mengakibatkan pengikisan tanah”
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan ibu Murhaya Selaku Sekretaris Desa Tapong, dapat disimpulkan bahwa yang merencanakan program infrastruktur tersebut yakni pemerintah dan masyarakat desa melalui musyawarah desa. Tanggapan ibu Murhaya tentang pembangunan infrastruktur di Desa Tapong yakni sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas terkhusus pengguna jalan, dan menurut ibu Murhaya pembangunan infrastruktur sudah tepat waktu dan tepat pula sasarannya. Persoalan keterlibatan peran penting masyarakat dalam pengambilan keputusan dalam rapat perencanaan pembangunan infrastruktur Desa telah dilibatkan serta masyarakat pula dilibatkan dalam mengerjakan infrastruktur.
Adapun yang terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur seperti yang di katakan ibu Murhaya yaitu masyarakat Desa.
Proses sosialisasi yang dilakukan pemerintah pada masyarakat dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur dilaksanakan melalui musyawarah desa/dusun dan berjalan lancar. Dalam musyawarah tersebut masyarakat sangat antusias mengikuti proses sosialisasi, karena mereka memilki kesadaran bahwa musyawarah dan sosialisasi diperadakan guna melancarkan pembangunan infrastruktur.
Kendala yang dihadapi selama dalam pelaksanaan program pembangunan infrastruktur tersebut terkendala dipengangkutan alat dan bahan di sebabkan karena letak toko bangunan jauh dari Desa. Dalam
50
pembangunan infrastruktur masyarakat dilibatkan pula dalam mengontrol pembangunan infrastruktur untuk dapat memberikan arahan apabila ada yang kurang dalam pengerjaannya. Adapun waktu dilaksanakan program pembangunan infrastruktur ditinjau dari ketergantungan agenda program atau perencanaan Desa. Menurut ibu Murhaya dengan adanya pembangunan infrastruktur di Desa maka dapat memudahkan segala aktivitas keseharian. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari program pembangunan infrastruktur yaitu dari segi pengerukan pinggiran rabat beton yang mengakibatkan pengikisan tanah.
3) Identitas Informan Ketiga Nama Informan : Kasman Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 44 Tahun
Status Pekerjaan : Kaur Perencanaan dan Umum
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 17 November 2020
Tempat Wawancara : Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bone Tabel 4.6 Daftar Pertanyaan dengan Informan Ketiga No Pertanyaan Peneliti Jawaban informan
1
Siapa yang merencanakan program infrastruktur ini?
“yang merencanakan
pembangunan ini adalah kepala Desa, BPD dan masyarakat dengan mengadakan
“menurut saya dengan adanya pembangunan infrastruktur di Desa ini bisa lebih meningkat”
3
Apakah pembangunan infrastruktur ini sudah tepat waktu dan sudah tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“iya sudah tepat waktu karena pembangunan ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dan sudah
memenuhi kebutuhan masyarakat setempat”
4
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program
infrastruktur ini?
“Kepala Desa, Badan Pemerintah Daerah (BPD), Aparat Desa dan Tokoh masyarakat”
“melakukan musyawarah desa / musyawarah dusun”
7
Kendala apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan program infrastruktur tersebut?
“akses jalan yang kurang memadai sehingga untuk mengangkut alat dan bahan tersebut sangat sulit apalagi kalau sudah hujan jalanan licin karena sebagian jalan belum di cor.
“iya dilibatkan masyarakat karena masyarakat berperan penting pembangunan di Desa ini?
“satu kali perencanaan dalam satu tahun, di Desa Tapong ini memiliki budaya yang cukup unik karena dalam budaya Desa Tapong ini pembangunan baru bisa dilaksanakan apabila acara budaya telah rampung”
10
Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“dengan adanya program
infrastruktur ini maka sumber daya manusia semakin meningkat dan akses jalan semakin lancar”
11
Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“sejauh ini tidak ada dampak negatifnya karena dengan adanya program infrastruktur ini lebih menguntungkan bagi masyarakat setempat”
52
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan bapak Kasman selaku Kaur Perencanaan dan Umum, dapat disimpulkan bahwa yg merencanakan program pembangunan infrastruktur di Desa Tapong adalah pemerintah setempat (Kepala Desa) dengan melakukan musyawarah dengan BPD dan masyarakat. Dalam memandang pembangunan infrastruktur beliau menilai adanya peluang peningkatan kemajuan pedesaan. Menurut bapak kasman pelaksanaan program pembangunan infrastruktur di Desa Tapong sudah tepat waktu karena pembangunannya sudah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam perencanaan pembangunan masyarakat selalu dilibatkan agar pemerintah Desa tidak salah dalam mengambil keputusan dan keputusan bisa dirasakan masyarakat secara tepat. Adapun yang terlibat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur yakni Kepala Desa, BPD, aparat Desa serta masyarakat setempat. Adapun cara yg dilakukan dalam mensosialisasikan sebuah program seperti musyawarah ditingkat desa/dusun. Kendala yang dihadapi dalam mengerjakan pembangunan tersebut yakni dari jalanan yang kurang bagus sehingga mobil yang mengangkut alat dan bahan bangunan sangat sulit untuk dilewati apalagi pada saat musim hujan.
Dalam pembangunan infrastruktur masyarakat dilibatkan dalam mengontrol pembangunan karena ia merupakan sebuah komponen penting dan sangat di butuhkan dalam sebuah pengawasan. Pelaksanaannya dilakukan hanya satu kali setahun, serta Daerah Tapong memiliki budaya yang unik yang bagus untuk diketahui masyarakat luar. Dampak positif
pembangunan ini memberi peningkatan tersendiri baik dari segi Sumber daya manusia maupun hasil panen atau Sumber daya alam. Dampak negatifnya sejauh ini tidak ada, disebabkan karena adanya program infrastruktur lebih memberi manfaat bagi masyarakat yang ada di Desa Tapong.
4) Identitas Informan Keempat
Nama Informan : Dedy Fauzy Ansar Jenis Kelamin : Laki-laki
Umur : 28 Tahun
Status Pekerjaan : Kepala Dusun
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 16 November 2020
Tempat Wawancara : Kantor Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bon Tabel 4.7 Daftar Pertanyaan dengan Informan Keempat
No Pertanyaan Peneliti Jawaban informan
1
Siapa yang merencanakan program infrastruktur ini?
“kepala Desa dengan mengadakan musyawarah bersama BPD dan masyarakat”
2
Bagaimana tanggapan anda tentang pembangunan infrastruktur ini?
“sangat bagus karena akses masyarakat tidak lagi terkendala”
3
Apakah pembangunan infrastruktur ini sudah tepat waktu dan sudah tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“sudah tepat waktu karena pembangunan ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah
direncanakan dan sudah memenuhi kebutuhan masyarakat setempat”
“iya masyarakat juga dilibatkan”
54
5
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program
infrastruktur ini?
“Kepala Desa, Badan Pemerintah Daerah (BPD), Aparat Desa dan Tokoh masyarakat”
“melakukan musyawarah desa / musyawarah dusun”
7
Kendala apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan program infrastruktur tersebut?
“jauhnya bahan yang diangkut ke lokasi pembangunan, dan akses jalan yang kurang memadai sehingga untuk mengangkut alat dan bahan tersebut sangat sulit apalagi pada saat musim hujan”
8 masyarakat juga ikut dalam pelaksanaan program pembangunan tersebut”
9
Kapan saja dilaksanakan program infrastruktur pembangunan di Desa ini?
“pada saat musim kemarau, dan setelah acara budaya di Desa ini selesai baru bisa mengerjakan lagi pembangunan”
10
Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“kami tidak lagi terkendala waktu musim hujan dan meningkatkan pendapatan Desa pada sektor ekonomi karena akses jalan yang sudah bagus, dan masyarakat tidak lagi terkendala masalah barang dan jasa”
11
Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“menurut saya sih tidak ada yah karena dengan adanya
pembangunan, itu malah menguntungkan masyarakat”
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan peneliti dengan bapak Dedy Fauzy Ansar selaku Kepala Dusun di Desa Tapong, dapat disimpulkan bahwa Perencana utama program infrastruktur di Desa Tapong yakni kepala Desa selanjutnya diadakan musyawarah desa /dusun dengan BPD dan dihadirkan pula masyarakat setempat. Dalam hal menanggapi pembangunan
infrastruktur Desa bapak Dedy Fauzy Ansar menilai sangat bagus karena bukan lagi sebuah masalah atau kendala masyarakat dalam beraktivitas kesehariaannya. Pembangunan infrastrukturnya sudah tepat dari apa yang dijadwalkan serta apa yang diinginkan.
Dalam aktivitas rapat desa masyarakat selalu diikut sertakan dalam pengambilan keputusan sebagai bagian penting dalam tatanan bermasyarakat. Keikut sertaaan dalam proses pelaksanaan program pembangunan infrastruktur bukan hanya kepala desa, BPD, aparat desa, akan tetapi masyarakatpun di ikutkan. Sosialisasinya dilakukan dengan musyawarah desa atau dusun
Adapun Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur dari jarak tempuh ke toko bangunan, akses yang kurang mendukung, kesediaan barang, dan musim penghujan suatu problem tersendiri. Masyarakat harus dilibatkan dalam mengontrol program pembangunan desa karena itu merupakan bagian yg sangat penting.
Waktu pelaksanaan pembangunan dilakukan pada saat musim kemarau dan setelah budaya adat di daerah tersebut selesai. Dampak positif yang dapat dirasakan tidak terkendalanya lagi waktu, dan perjalanan menjadi cepat, meningkatnya perekonomian masyarakat dan memudahkan pengantaran barang. Tidak ada sama sekali dampak negatif yang diberikan karena lebih banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dengan hadirnya pembangunan infrastruktur.
56
5) Identitas Informan Kelima
Nama Informan : Musakkar Jenis Kelamin : Laki-Laki
Umur : 50 tahun
Status Pekerjaan : Petani
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 17 November 2020
Tempat Wawancara : Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bone Tabel 4.8 Daftar Pertanyaan dengan Informan Kelima
No Pertanyaan Peneliti Jawaban informan
1
Siapa yang merencanakan program infrastruktur ini?
“kepala Desa melakukan musyawarah degan BPD dan masyarakat Desa”
2
Bagaimana tanggapan anda tentang pembangunan infrastruktur ini?
“dengan adanya infrastruktur ini maka saya merasa sangat terbantu”
3
Apakah pembangunan infrastruktur ini sudah tepat waktu dan sudah tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“iya sudah”
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program
infrastruktur ini?
“Kepala Desa, Badan Pemerintah Daerah (BPD), Aparat Desa dan Tokoh masyarakat ”
“melakukan musyawarah desa / musyawarah dusun”
7
Kendala apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan program infrastruktur tersebut?
“toko bangunan yang jauh dari Desa ini dan akses jalan yang kurang memadai sehingga untuk mengangkut alat dan bahan
tersebut sangat sulit apalagi pada
“iya dilibatkan masyarakat karena masyarakat berperan penting pembangunan di Desa ini?
“pada saat musim kemarau, dan setelah acara budaya di Desa ini selesai barulah bisa mengerjakan lagi pembangunan”
10
Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program
Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“bahaya kalau ada orang jatuh karena rabat beton keras dan banyak jurang”
Berdasarkan hasil wawancara yang telah diperoleh peneliti dengan bapak Musakkar selaku salah satu Masyarakat Desa Tapong, dapat disimpulkan bahwa perencana dari program pembangunan di Desa Tapong yakni kepala Desa Tapong dibantu jajaran bawahannya, serta masyarakat yang berkontribusi langsung dalam musyawarah. Menurut bapak Musakkar dengan keberadaan pembangunan sudah tentu dapat membantu masyarakat setempat. Ketepatan sasaran dan apa yang diagendakan telah terpenuhi yang tentu itu suatu hal yang bisa dikatakana keberhasilan.
Dalam merencanakan program pembangunan masyarakat dilibatkan pula sebagai kontribusi sumbangsih pikiran. Terlibat sudah tentu kepala desa, BPD, perangkat desa dan tokoh masyarakat. Satu salah cara yang dilakukan tingkat Desa dilakukan musyawarah untuk mensosialisasikan program kerja ditingkat pedesaan. Dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Tapong
58
kendalanya dari toko bangunan yg jauh, serta akses jalan yg kurang memadai.
Masyarakat dilibatkan pula dalam mengontrol pembangunan infrastruktur karena adanya tanggungjawab membangun kemajuan desa. Program pembangunan dilakukan pada saat musim kemarau, serta budaya daerah setempat telah dilaksanakan. Jika berbicara dari hal positif tentu hal baik yg bisa dihadirkan seperti beraktivitas, mempermudah proses pendidikan, karena baiknya sudah jalanan. Dampak negatif pembangunan infrastruktur itu bisa melukai jika seseorang jatuh dan bisa saja terjadi cedera yang sangat fatal.
6) Identitas Informan Keenam Nama Informan : Juhariah Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 45 tahun
Status Pekerjaan : IRT
Alamat : Rea
Tanggal Wawancara : 17 November 2020
Tempat Wawancara : Kantor Desa Tapong Kec.Tellu Limpoe Kab.Bone Tabel 4.9 Daftar Pertanyaan dengan Informan Keenam
No Pertanyaan Peneliti Jawaban informan
1
Siapa yang merencanakan program infrastruktur ini?
“pak Desa dengan mengadakan musyawarah bersama BPD dan masyarakat”
2
Bagaimana tanggapan anda tentang pembangunan infrastruktur ini?
“sangat bagus karena akses masyarakat tidak lagi terkendala”
3
Apakah pembangunan infrastruktur ini sudah tepat waktu dan sudah tepat sasaran dalam tahapan pengerjaannya?
“sudah tepat waktu karena pembangunan ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah
direncanakan dan sudah memenuhi
kebutuhan masyarakat setempat”
Siapa saja yang terlibat dalam pelaksanaan program
infrastruktur ini?
“Kepala Desa, Badan Pemerintah Daerah (BPD), Aparat Desa dan Tokoh masyarakat”
“melakukan musyawarah desa / musyawarah dusun”
7
Kendala apa saja yang di hadapi dalam pelaksanaan program infrastruktur tersebut?
“jauhnya bahan yang diangkut ke lkasi, dan akses jalan yang kurang memadai sehingga untuk
mengangkut alat dan bahan tersebut sangat sulit apalagi pada saat musim hujan”
“iya dilibatkan masyarakat karena masyarakat berperan penting pembangunan di Desa ini?
“pada saat musim kemarau, dan setelah acara budaya di Desa ini selesai baru bisa mengerjakan lagi pembangunan”
60
10
Apa dampak positif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“kami tidak lagi terkendala waktu musim hujan dan meningkatkan pendapatan Desa pada sektor ekonomi karena akses jalan yang sudah bagus, dan masyarakat tidak lagi terkendala masalah barang jasa
11
Apa dampak negatif yang ditimbulkan dari program infrastruktur ini?
“tidak ada”
Berdasarkan hasil wawancara yang telah diperoleh peneliti dengan ibu Juhariah selaku salah satu masyarakat Desa Tapong, dapat disimpulkan bahwa yang merencanakan program infrastruktur pembangunan di Desa Tapong yakni Kepala Desa dengan mengadakan musyawarah bersama BPD dan masyarakat. Tanggapan Ibu Juhariah tentang pembangunan infrastruktur sangat bagus karena akses jalan tidak terkendala lagi. Menurutnya pembangunan infrastruktur sudah tepat waktu dan sasaran karena proses pembangunanya sesuai jadwal yang telah direncanakan dan sudah sangat tepat karena pembangunan tersebut sangat di butuhkan masyarakat yang ada di Desa Tapong.
Dalam proses rapat pengambilan keputusan yang diadakan kepala Desa dengan perangkat Desa ,masyarakat dilibatkan pula dalam rapat tersebut mengingat masyarakat sebagai partisipasi proses pembangunan Desa.
Adapun yang terlibat dalam pelaksanaan program pembangunan Desa diantaranya kepala desa, BPD, aparat desa dan tokoh masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan dengan cara melakukan musyawarah baik ditingkat desa maupun ditingkat dusun
Adapun kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan pembangunan di Desa Tapong yakni jauhnya bahan yang di angkut kelokasi pembangunan, akses jalan yang kurang memadai sehingga untuk mengangkut bahan sangat sulit ditambah pada saat musim hujan tentunya jalanan ketika dilewati agak licin. Dalam pelaksanaan program pembangunan masyarakat dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur karena masyarakat dianggap memiliki peranan penting dalam pelaksanaan program pembangunan
Menurut ibu Juhariah Pelaksanaan program infrastruktur pembangunan dilaksanakan pada saat musim kemarau, serta setelah pelaksanaan budaya desa yang terdapat di Desa Tapong selesai dipelaksanaannya baru dilanjutkan proses pembangunan. Dampak positif ditimbulkan dari program infrastruktur yakni tidak lagi terkendala waktu musim penghujan dan meningkatkan pendapatan Desa pada sektor ekonomi disebabkan karena akses jalan yang sudah bagus, serta masyarakat tidak lagi mengalami masalah dalam hal distribusi barang dan jasa. Dampak negatif yang ditimbulkan dari program inftrastruktur itu tidak.