BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Responden dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang datang ke RSUD Surakarta dengan jumlah responden adalah sebanyak 30 responden. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden dan kemudian kuesioner dikembalikan kepada peneliti untuk diolah.
Hasil Tingkat pengetahuan responden tentang perawatan luka perineum yang benar dapat dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel. 4. 1
Distribusi Frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar.
No Tingkat Pengetahuan Jumlah Responden Prosentase (%) 1 Baik 3 10 2 Cukup Baik 23 76, 7 3 Kurang Baik 4 13, 3 Jumlah 30 100
Sumber : Data Primer, 2012
Berdasarkan hasil penelitian dalam hal tingkat pengetahuan yang telah disajikan dalam bentuk tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden yang mempunyai pengetahuan cukup baik tentang perawatan luka perineum yang benar yaitu 23 responden (76,7%), sedangkan yang mempunyai pengetahuan baik yaitu 3 responden (10%) dan 4 responden (13,3%) mempunyai pengetahuan kurang baik.
44
Maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar ibu nifas di RSUD Surakarta mempunyai pengetahuan cukup baik mengenai perawatan luka perineum yaitu 23 responden ( 76,7%).
C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta sebanyak 10% (3 responden) adalah berpengetahuan baik, sedangkan berpengetahuan cukup baik adalah 23 responden (76,7%) dan berpengetahuan kurang baik 4 responden (13,3%).
Menurut Notoatmodjo (2005), faktor – faktor yang mempengaruhi pengetahuan salah satunya pendidikan, makin tinggi tingkat pendidikan sesorang, maka makin mudah menerima informasi sehingga makin banyak pula pengetahuan yang dimiliki. Sebaliknya pendidikan yang kurang akan menghambat perkembangan sikap seseorang terhadap nilai- nilai baru yang diperkenalkan.
Menurut Notoatmodjo (2007), pengetahuan itu sendiri dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal. Pengetahuan sangat erat hubungannnya dengan pendidikan, dimana diharapkan bahwa dengan pendidikan yang tinggi maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya, sehingga seseorang semakin besar keinginan untuk memanfaatkan pengetahuan, ketrampilan dan pendidikan dalam berinteraksi dengan lingkungan. Faktor pengetahuan memegang peranan penting dalam menjaga kebersihan dan hidup sehat. Dengan adanya pendidikan dan pengetahuan mendorong kemampuan dan
kemaunan yang ditujukan terutama kepada ibu nifas. Sehingga orang yang berpengetahuan mampu memahami arti hidup, mampu menjalani hidup dengan terarah, masalah yang muncul dalam dirinya mampu dikelola dengan pemikiran yang lebih rasional.
Menurut Mubarak (2007), bahwa pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh Pengalaman adalah suatu kejadian yang pernah dialami seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Ada kecenderungan pengalaman yang kurang baik seseorang akan berusaha untuk melupakan, namun jika pengalaman terhadap objek tersebut menyenangkan maka secara psikologis akan timbul kesan yang sangat mendalam dan membekas dalam emosi kejiwaannya, dan akhirnya dapat pula membentuk sikap positif dalam kehidupannya. Sependapat dengan Notoadmodjo (2005), pengalaman merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan, baik dari pengalaman diri sendiri maupaun orang lain. Hal tersebut dilakukan dengan cara pengulangan kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi. Bila berhasil maka orang akan menggunakan cara tersebut dan bila gagal tidak akan mengulangi cara itu.
Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara kelahiran plasenta sampai dengan kembalinya organ genetik seperti pada waktu sebelum hamil (Hamilton, 2006). Dampak dari perawatan luka perineum yang tidak benar adalah infeksi, komplikasi dan kematian ibu postpartum (Suwiyoga, 2004).
46
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 22 Mei - 10 Juni 2012, didapatkan hasil yang paling banyak adalah pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 23 responden (76,7%), dan dari soal kuesioner yang tersedia, banyak ibu nifas yang belum mengetahui tentang perawatan luka perineum yang benar. Hal ini kemungkinan terjadi disebabkan karena faktor pendidikan yang kurang dan kurangnya sumber informasi yang didapatkannya. Selain itu juga dikarenakan letak tempat tinggalnya, dimana seseorang yang bertempat tinggal di kota akan lebih mudah dalam memperoleh informasi dibandingkan daerah pedesaan. Selain itu ibu nifas yang berpengetahuan baik masih memiliki pemahaman yang kurang tentang pengertian dan dampak tentang perawatan luka perineum yang benar, sedangkan responden yang berpengetahuan cukup masih terdapat kekurangan pemahaman dalam pengertian dan langkah – langkah perawatan luka perineum yang benar, dan responden yang berpengetahuan kurang baik belum mengerti tentang pengertian, langkah – langkah dalam perawatan luka perineum dan dampak dari perawatan luka perineum.
D. Keterbatasan Penelitian 1. Kendala penelitian
Memerlukan waktu yang lama dalam penelitian untuk mencapai jumlah responden yang ditentukan penelitian.
2. Kelemahan selama penelitian
Kurangnya pemahaman responden dalam cara pengisian kuesioner karena kurang paham dengan bahasa tulis yang digunakan dalam kuesioner. 3. Keterbatasan Penelitian
a. Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini merupakan variabel tunggal sehingga hasil penelitian terbatas pada tingkat pengetahuan saja.
b. Kuesioner
Kuesioner yang digunakan kuesioner tertutup sehingga responden hanya bisa menjawab benar atau salah dan jawaban mereka belum bisa mengukur pengetahuan secara mendalam.
48 BAB V PENUTUP
Sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh peneliti yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta maka peneliti mengambil 30 responden, dari hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan dan saran sebagai berikut :
A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta termasuk dalam kategori baik yaitu 30responden (10%).
2. Gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta termasuk dalam kategori cukup yaitu 230responden (76,7%).
3. Gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar di RSUD Surakarta termasuk dalam kategori kurang yaitu 40orang (13,3%).
B. SARAN
Berdasarkan simpulan diatas maka penulis memberikan saran sebagai berikut : 1. Bagi ilmu pengetahuan
Diharapkan dapat menambah wacana dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya pengetahuan ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar.
2. Bagi peneliti
Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengembangkan variabel penelitian dan sampel penelitian lebih banyak.
3. Bagi institusi a. RSUD Surakarta
Diharapkan dapat memberikan informasi atau penyuluhan dan menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang perawatan luka perineum yang benar.
b. Pendidikan
Diharapkan akan lebih mengembangkan penelitian yang lebih lanjut khususnya pada ibu nifas tentang perawatan luka perineum yang benar.