• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode Korelasi Pearson Product Moment dengan menggunakan satu sample kelas IV. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur tingkat motivasi belajar siswa serta instrumen test untuk mengukur hasi belajar siswa. Data yang diperoleh oleh peneliti merupakan data kuantitatif berupa data tingkat motivasi belajar dan hasil

67 belajar siswa. Setelah memperoleh data tersebut, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan program komputer IBM SPSS Statistic 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95% dengan mengunakan beberapa uji.

4.2.1 Deskripsi Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV A SD N Deresan pada tanggal 30 Oktober sampai 1 Nopember 2018. Jumlah siswa kelas IV A adalah 28 siswa dengan 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian yang dilaksanakan pada semester 1 (ganjil) digunakan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa pada muatan pelajaran matematika. Peneliti mengguanak satu kelas karena jumlah siswa dalam kelas tersebut telah memenuhi syarat penelitian. Sebelumnya peneliti telah melakukan proses perizinan dengan kepala sekolah dan guru kelas IV SD Negeri Deresan.

Sebelum penelitian dimulai, peneliti memperkenalkan diri terlebih dahulu. Selanjutnya peneliti menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya penelitian. Kemudian peneliti mulai melaksanakan proses penelitian dengan memulai pembelajaran matematika. Pada saat proses penelitian, siswa mampu mengikutinya dengan serius.

Penelitian ini diadakan selama dua hari dan pada saat akhir penelitian hari kedua, peneliti memberikan instrumen tes dan angket/ kuesioner kepada siswa untuk diisi. Sebelumnya peneliti menjelaskan setiap butir pertanyaan maupun pernyataan dari lembar instrumen dengan batasan waktu yang telah ditentukan oleh peneliti. Kemudian siswa mengisi lembar instruemn tersebut secara individu.

68 4.2.2 Deskripsi Data Penelitian

Penelitian ini menggunakan dua data yaitu motivasi belajar dan hasil belajar muatan pelajaran matematika. Sebelum melakukan analisis deksriptif, peneliti membuat tabulasi dari kedua variabel penelitian (lampiran 5.1)

Data deskripsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mean (M), dan standar deviasi. Mean dapat diperoleh dengan menjumlahkan seluruh nilai dan membaginya dengan jumlah respon, sedangkan standar deviasi merupakan rata-rata penyimpangan dari setiap skor terhadap rata-rata-rata-rata. Deskripsi data selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 5.1.

a. Motivasi Belajar

Data variabel motivasi belajar siswa diperoleh melalui penyebaran instrumen kuesioner sebanyak 25 butir pertanyaan dan diisi oleh 28 siswa kelas IV SD Negeri Deresan. Tabulasi data instrumen penelitian skala motivasi belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 5.1. Peneliti menggunakan program IBM SPSS for windows versi 20 untuk menghitung hasil deskrpsi variabel. Berdasarkan hasil penghitungan dengan program IBM SPSS for windows versi 20 mengenai hasil belajar diperoleh nilai mean sebesar 78,79 dan standar deviasi sebesar 11,50.

Penentuan kecenderungan variabel mengacu pada posis skor terhadap mean skor populasi dan standar deviasi. Penelitian ini menggunakan 5 skor kategorikan menurut Azwar (2009: 108) untuk mengetahui kategori pada dua variabel. Kategori tersebut dapat dilihat pada tabel 4.4

69 Tabel 4 4 Kriteria Penilaian dan Pemaknaan Evaluasi

No. Norma Penilaian Interpretasi

1. X < (Mean – 1.5 SD) Sangat Buruk

2. (Mean – 1.5 SD) < X < (Mean – 0.5 SD) Buruk 3. (Mean – 0.5 SD) < X < (Mean + 0.5 SD) Sedang 4. (Mean + 0.5 SD) < X < (Mean + 1.5 SD) Baik

5. (Mean + 1.5 SD) < X Sangat Baik

Berdasarkan tabel 4.4, maka data di atas dapat dikategorikan dalam 5 kelas sebagai berikut:

Sangat Buruk = X < (Mean – 1.5 SD) = X < {78.79 – 1.5 (11.50)} = X < 67,29

Buruk = (Mean – 1.5 SD) < X < (Mean – 0.5 SD)

= {78,79 – 1.5 (11.50)} < X < {78.79 – 0.5 (11.50)} = 67,29 < X < 73.04

Sedang = (Mean – 0.5 SD) < X < (Mean + 0.5 SD)

= {78.79 – 0.5 (11.50)} < X < {78.79 + 0.5 (11.50)} = 73.04 < X < 84.54

Baik = (Mean + 0.5 SD) < X < (Mean + 1.5 SD)

= {78.79 + 0.5 (11.50)} < X < {78.79 + 1.5 (11.50)} = 84.54 < X < 96.04

Sangat Baik = (Mean + 1.5 SD) < X = {78.79 + 1.5 (11.50)} < X = 96.04 < X

70 Berdasarkan hasil penghitungan di atas, peneliti membuat distribusi kecenderungan frekuensi pada variabel motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa muatan pelajaran Matematik. Adapun hasil frekuensi variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.5

Tabel 4 5 Distribusi Kecenderungan Frekuensi pada Variabel Motivasi Belajar Siswa

No. Interval Frekuensi Presentase Kategori

1. X < 67,29 5 18% Sangat Buruk 2. 67,29 < X < 73.04 2 7% Buruk 3. 73.04 < X < 84.54 11 39% Sedang 4. 84.54 < X < 96.04 10 36% Baik 5. 96.04 < X 0 0 Sangat Baik 28 100%

Berdasarkan Tabel 4.5 di atas dan hasil pie chart dapat dilihat pada gambar 4.2 di bawah, terdapat frekuensi variabel motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar Matematika kelas IV berada pada kategori sangat buruk sebanyak 5 siswa (18%), kategori buruk sebanyak 2 siswa (7%), kategori sedang sebanyak 11 siswa (39%), kategori baik sebanyak 10 siswa (36%), dan tidak terdapat siswa pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan motivasi belajar siswa kelas IV SD N Deresan berada pada kategori sedang. Jika dilihat dari hasil penelitian variabel motivasi belajar siswa, rata-rata motivasi belajar siswa berada pada skor 78.79. Hal ini berarti bahwa rata-rata motivasi belajar berada pada kategori sedang.

71 Gambar 4 3 Pie Chart Distribusi Motivasi Belajar Siswa

b. Hasil Belajar Matematika

Data variabel motivasi belajar siswa diperoleh melalui penyebaran instrumen soal sebanyak 15 butir soal dan diisi oleh 28 siswa kelas IV SD Negeri Deresan. Tabulasi data instrumen penelitian skala hasil belajar siswa dapat dilihat pada lampiran 5.1. Peneliti menggunakan program IBM SPSS for windows versi 20 untuk menghitung hasil deskrpsi variabel. Berdasarkan hasil penghitungan dengan program IBM SPSS for windows versi 20 mengenai hasil belajar diperoleh nilai mean sebesar 11,32 dan standar deviasi sebesar 2,73

Penentuan kecenderungan variabel mengacu pada posis skor terhadap mean skor populasi dan standar deviasi. Penelitian ini menggunakan 5 skor kategorikan menurut Azwar (2009: 108) untuk mengetahui kategori pada dua variabel. Kategori tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6

18%

7%

39% 36%

0%

Motivasi Belajar Siswa

Sangat Buruk Buruk Sedang Baik Sangat Baik

72 Tabel 4 6 Kriteria Penilaian dan Pemaknaan Evaluasi

No. Norma Penilaian Interpretasi

1. X < (Mean – 1.5 SD) Sangat Buruk

2. (Mean – 1.5 SD) < X < (Mean – 0.5 SD) Buruk 3. (Mean – 0.5 SD) < X < (Mean + 0.5 SD) Sedang 4. (Mean + 0.5 SD) < X < (Mean + 1.5 SD) Baik

5. (Mean + 1.5 SD) < X Sangat Baik

Berdasarkan tabel 4.7, maka data di atas dapat dikategorikan dalam 5 kelas sebagai berikut:

Sangat Buruk = X < (Mean – 1.5 SD) = X < {11,32 – 1.5 (2,73)} = X < 7,23

Buruk = (Mean – 1.5 SD) < X < (Mean – 0.5 SD)

= {11,32 – 1.5 (2,73)} < X < {11,32 – 0.5 (2,73)} = 7,23 < X < 9,96

Sedang = (Mean – 0.5 SD) < X < (Mean + 0.5 SD)

= {11,32 – 0.5 (2,73)} < X < {11,32 + 0.5 (2,73)} = 9,96 < X < 12,68

Baik = (Mean + 0.5 SD) < X < (Mean + 1.5 SD) = {11,32 + 0.5 (2,73)} < X < {11,32 + 1.5 (2,73)} = 12,68 < X < 15,41

Sangat Baik = (Mean + 1.5 SD) < X = {11,32 + 1.5 (2,73)} < X = 15,41 < X

73 Berdasarkan hasil penghitungan di atas, peneliti membuat distribusi kecenderungan frekuensi pada variabel motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar siswa muatan pelajaran Matematik. Adapun hasil frekuensi variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 4.7

Tabel 4 7 Distribusi Kecenderungan Frekuensi pada Variabel Motivasi Belajar Siswa

No. Interval Frekuensi Presentase Kategori

1. X < 7,23 3 11% Sangat Buruk 2. 7,23 < X < 9,96 6 21% Buruk 3. 9,96 < X < 12,68 9 32% Sedang 4. 12,68 < X < 15,41 10 36% Baik 5. 15,41 < X 0 0 Sangat Baik 28 100%

Berdasarkan Tabel 4.7 di atas dan hasil pie chart dapat dilihat pada gambar 4.3 di bawah, terdapat frekuensi variabel hasil belajar matematika kelas IV berada pada kategori sangat buruk sebanyak 3 siswa (18%), kategori buruk sebanyak 6 siswa (21%), kategori sedang sebanyak 9 siswa (32%), kategori baik sebanyak 10 siswa (36%), dan tidak terdapat siswa pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kecenderungan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD N Deresan berada pada kategori baik. Jika dilihat dari hasil penelitian variabel motivasi belajar siswa, rata-rata hasil belajar matematika berada pada skor 11,32. Hal ini berarti bahwa rata-rata hasil belajar berada pada kategori baik.

74 Gambar 4 4 Pie Chart Distribusi Hasil Belajar Matematika

4.2.3 Uji Hipotesis (Uji Korelasi)

Analisis ini bertujuan untuk membuktikan dugaan adanya hubungan antara variabel dalam populasi melalui data hubungan variabel di dalam sampel. Peneliti menggunakan teknik analisis Korelasi Pearson Product Moment. Adapun hipotesis statistik yang disampaikan adalah:

a. H0 = Tidak ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa.

b. H1 = Ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa.

Berikut ini adalah hasil penghitungan uji korelasi dengan menggunakan IBM SPSS for windows versi 20.

11%

21%

32% 36%

0%

Hasil Belajar Matematika

Sangat Buruk Buruk Sedang Baik Sangat Baik

75 Tabel 4 8 Hasil Uji Korelasi

Berdasarkan tabel hasil output SPSS for windows versi 20 di atas, dapat diketahui bahwa koefisiensi korelasi motivasi belajar dengan hasil belajar adalah 0,794 berada pada interval koefisen 0,60 – 0,799 dengan tingkat hubungan kuat. Hasil pengujian korelasi di peroleh rhitung lebih besar dari α = 0,05 atau 0,794 > 0,05 dengan nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,000 (atau p < 0,05. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar siswa.

Dokumen terkait