• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Karakteristik Subjek Penelitian

Penjabaran frekuensi dan penghitungan mean dari karakteristik atau demografi subjek dilakukan dengan bantuan program SPSS 15 for Windows. Karakteristik subjek terdiri dari jenis kelamin, status pernikahan, jenis pekerjaan, umur, lama menderita, tekanan sistolik dan tekanan diastolik. Jumlah total subjek penelitian sebanyak 67 orang. Penjabaran singkat mengenai karakteristik subjek dalam penelitian ini akan dituangkan secara ringkas dalam tabel 9 dibawah ini.

TABEL 9 Karakteristik Subjek Jenis Kelamin Status Pernikahan Jenis Pekerjaan

Jenis f % status f % Jenis f %

Umur Lama Menderita Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah Diastolik

TB 11 16,4 Min 21 Min 2 Min 140 Min 90

Laki-laki

40 59,7 Menikah 53 79,1

PNS 18 26,9 Swa 31 46,3

Maks 81 Maks 432 Maks 190 Maks 110 Peremp

uan

27 40,3 Tidak menikah

14 20,9

Dari tabel 9 dapat dijelaskan bahwa dari 67 orang subjek panelitian ini terdiri dari 40 subjek laki-laki dan 27 subjek perempuan. Subjek laki-laki lebih banyak daripada subjek perempuan dengan prosentase sebesar 59,7% dibanding 40,3%. Dari segi status pernikahan, subjek penelitian terdiri atas 53 orang yang sudah menikah dan 14 orang yang belum menikah, dengan prosentase 79,1% dan 20,9%. Subjek penelitian didominasi oleh subjek yang bekerja sebagai pegawai swasta sebanyak 31 orang (46,3%) dan PNS sebanyak 18 orang (26,9%).

Berdasarkan tabel diatas dapat katakan bahwa dari 67 subjek penelitian ini rata-rata berumur 49,42 tahun dengan rentang usia antara 21tahun hingga 81 tahun. Rata-rata lama menderita hipertensi pada subjek adalah 78,24 bulan atau 6,5 tahun dengan rentang waktu antara 2 bulan hingga 432 bulan (36 tahun). Ukuran rata-rata tekanan sistolik dalam penelitian ini adalah 153,66 mm/Hg dengan rentang ukuran terendah hingga tertinggi adalah antara 140 mm/Hg hingga 190 mm/Hg. Tekanan diastolik subjek penelitian ini berkisar antara 90 mm/Hg hingga 110 mm/Hg dengan rata-rata sebesar 95,30 mm/Hg.

2. Deskripsi Data Penelitian

TABEL 10

Deskripsi Data Penelitian Tingkat Kecemasan Skor Statistik Teoritik Empirik N 67 13 Skor Minimum 0 0 Skor Maksimum 39 20 Range 39 20 Standar Deviasi 6,5 5,112 Mean 19,5 8,33

Dari tabel 10 ditunjukkan bahwa secara umum skor empirik lebih rendah dibanding skor teoritik khususnya mean, yaitu Mean empirik 8,33 < Mean teoritik 19,5. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum subjek penelitian ini cenderung memiliki tingkat kecemasan yang rendah.

3. Kategorisasi Tingkat Kecemasan Penderita Hipertensi

Kategorisasi tingkat kecemasan ini dilakukan dengan mengelompokkan subjek dan berdasarkan distribusi normal, dengan kata lain tidak dengan norma kelompok (Saifuddin, 2005). Hal ini menyebabkan besar kemungkinan tidak semua tingkatan kecemasan subjek penelitian tersebar rata ke dalam setiap kelompok kategori yang telah ditetapkan seperti yang terlihat dalam tabel 11 berikut ini.

Berdasarkan tabel 11 dapat dilihat bahwa 25 orang masuk dalam kategori tingkat kecemasan normal dengan prosentase sebesar 37,3%. Untuk kategori ringan terdiri dari 29 orang subjek penelitian, serta untuk kategori sedang terdiri dari 12 orang. Secara berurutan subjek pada kategori ringan dan sedang memiliki prosentase sebesar 43,3% dan 17,9% dari keseluruhan subjek penelitian. Hanya 1 subjek yang masuk dalam kategori tingkat kecemasan berat.

Dari kolom jenis kelamin terlihat bahwa dalam kategori normal, jumlah subjek perempuan hampir sama dengan jumlah subjek laki-laki. Pada kategori ringan dan sedang jumlah subjek laki-laki lebih banyak daripada perempuan, hal ini sesuai dengan jumlah subjek laki-laki lebih banyak dalam penelitian ini. Pada kategori berat subjek adalah seorang perempuan.

Dari kolom status pernikahan terlihat bahwa dalam kategori normal hingga berat subjek yang sudah menikah relatif lebih banyak dibanding dengan yang belum menikah. Hal ini sangat mungkin terjadi karena rata-rata umur subjek dalam penelitian ini adalah 49 tahun, biasanya pada umur ini seseorang sudah menikah.

Semua jenis pekerjaan terdapat dalam kategori tingkat kecemasan normal, ringan dan sedang. Dalam kategori jenis pekerjaan tersebut, pegawai swasta cenderung lebih banyak dibanding jenis pekerjaan lainnya, bahkan dalam kategori berat subjek bekerja sebagai pegawai swasta.

Dari tiga kolom di atas (jenis kelamin, status pernikahan dan jenis pekerjaan) belum memperlihatkan adanya perbedaan tingkat kecemasan pada

tiap kelompok, karena pada setiap kategori normal, ringan dan sedang kelompok-kelompok tersebut selalu muncul dengan prosentase yang berbeda-beda. Berdasarkan kemunculan setiap kelompok pada setiap kategori muncul dugaan bahwa setiap kelompok tidak memiliki perbedaan tingkat kecemasan secara signifikan.

Dari kolom umur, tampak pola tertentu, yaitu umur yang semakin muda disertai tingkat kecemasan yang semakin meningkat, namun rata-rata umur kategori ringan dan sedang relatif sama. Dalam kolom tekanan darah sistolik dan diastolik terlihat bahwa meningkatnya rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik subjek seiring dengan meningkatnya kategori tingkat kecemasan. Pola-pola ini memunculkan dugaan sementara bahwa umur, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan penderita hipertensi.

Berbeda dengan kolom umur, kolom lama menderita tidak memperlihatkan suatu pola tertentu dalam setiap kategori. Setiap kenaikan kategori tidak diiringi perubahan skor lama menderita secara teratur.

Berdasarkan data-data pola di atas maka akan dilakukan uji statistik untuk membuktikan dan memperkuat dugaan-dugaan sementara yang muncul. 4. Hasil Penelitian Tambahan

a. Uji Asumsi

i. Uji Normalitas

Purbayu (2005) menerangkan bahwa Uji Normalitas adalah pengujian mengenai kenormalan distribusi data. Lebih jelasnya, data

yang terdistribusi secara normal merupakan data yang akan mengikuti bentuk distribusi normal, di mana data memusat pada nilai rata-rata dan median. Uji normalitas dilakukan dengan bantuan program SPSS

15 for Windows, dengan prosedur mencari rasio skewness, rasio

kurtosis serta uji signifikansi non-parametrik Kolmogorov-Smirnov. Memperoleh nilai rasio skewness dan rasio kurtosis dilakukan dengan cara membagi masing-masing skor skewness dan skor kurtosis dengan skor standar error masing-masing. Jika hasilnya adalah lebih besar dari -2 dan lebih kecil dari 2, maka distribusi variabel tersebut dapat dikatakan normal. Sedangkan jika melalui tes Kolmogorof-Smirnov, suatu variabel terdistribusi secara normal jika signifikansi> 0,05. Normalitas variabel-variabel dari penelitian ini tertuang dari tabel berikut.

TABEL 12 Hasil Uji Normalitas

*) keterangan: angka yang dipertebal dan digaris bawahi menerangkan distribusi variabel tersebut normal.

umur lama menderita tekanan darah sistolik tekanan darah diastolik tingkat kecemasan N 67 67 67 67 67 Mean 49,42 78,24 153,66 95,30 8,33 Skewness -0,076 2,341 0,888 1,225 0,427 Std. Error of Skewness 0,293 0,293 0,293 0,293 0,293 Nilai Rasio Skewness -0,259* 7,989 3,030 4,180 1,457*

Kurtosis 0,013 5,977 0,044 0,618 -0,637

Std. Error of Kurtosis 0,578 0,578 0,578 0,578 0,578 Nilai Rasio Kurtosis 0,224* 10,340 0,076* 1,069* -1,102* Signifikansi (2 tailed) dg

Dari tabel 12 dapat diartikan bahwa variabel umur terbukti terdistribusi secara normal dengan cara-cara uji normalitas manapun, baik rasio skewness, rasio kurtosis serta uji signifikansi non-parametrik Kolmogorov-Smirnov. Sama halnya dengan variabel umur, variabel dependen tingkat kecemasan juga terdistribusi secara normal dengan tiga cara uji normalitas. Untuk variabel tekanan darah sistolik dan diastolik terdistribusi secara normal dengan melihat nilai rasio

kurtosis yang terletak antara -2 dan 2. Satu-satunya variabel yang tidak terdistribusi secara normal adalah lama menderita.

ii. Uji Homogenitas (Jenis Kelamin, Status pernikahan, Jenis Pekerjaan)

Uji homogenitas merupakan uji asumsi yang harus dilakukan sebelum uji beda. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah variabel-variabel yang akan dibedakan tidak memiliki variansi yang berbeda. Uji Homogenitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 15 for Windows dan menggunakan levene’s test. Data dikatakan homogen jika probabilitasnya (sig.) lebih besar dari 0,05. Hasil penghitungan ditampilkan dalam tabel 13 berikut ini.

TABEL 13 Hasil Uji Homogenitas

Variabel Sig Jenis Kelamin 0,216* Status Pernikahan 0,615* Jenis Pekerjaan 0,271* *) p>0,05= tidak berbeda / homogen

Dari tabel 13 dapat dikatakan bahwa ketiga variabel yaitu jenis kelamin, status pernikahan dan jenis pekerjaan adalah homogen, sehingga dapat diartikan bahwa sebaran variansi dari data yang akan dibedakan adalah tidak berbeda. Hal ini tampak dari skor signifikansi ketiga variabel tersebut lebih besar dari 0,05.

iii. Uji Linearitas (Umur, Lama Menderita, Tekanan Darah Sistolik, Tekanan Darah Diastolik dan Tingkat Kecemasan)

Uji linearitas dilakukan sebelum mengkorelasikan dua variabel. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah kedua variabel berhubungan secara linear atau tidak. Uji Linearitas dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan melihat Signifikansi dalam tabel ANOVA, dimana sig<0,05 adalah linear (Cornelius, 2005) dan melihat grafik hubungan antara variabel dependen dan variabel independen (Purbayu, 2005). Untuk penelitian ini uji linearitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 15 for Windows dan menggunakan ANOVA table.

TABEL 14 Hasil Uji Linearitas

Variabel Sig

Umur 0,003*

Lama Menderita 0,771 Tekanan Darah Sistolik 0,007* Tekanan Darah Diastolik 0,002* *) p<0,005= linear

Dari tabel 14 di atas tampak bahwa hubungan antara tingkat kecemasan dengan umur, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik bersifat linear. Pendapat tersebut didasari oleh nilai

signifikansi tabel anova antara ketiga variabel tersebut dengan tingkat kecemasan yang lebih kecil dari 0,05. Variabel lama menderita tidak berhubungan secara linear dengan tingkat kecemasan karena nilai signifikansi>0,05.

b. Uji Beda

Uji beda kali ini dilakukan untuk mengetahui ada-tidaknya perbedaan rata-rata tingkat kecemasan antara kelompok laki-laki dan perempuan, antara kelompok subjek yang sudah menikah dan belum menikah, serta antara kelompok subjek yang tidak bekerja, PNS, swasta dan pensiun. Pembedaan menurut jenis kelamin dan status pernikahan menggunakan Uji t, sedangkan pembedaan menurut jenis pekerjaan menggunakan uji anova satu jalur. Untuk penelitian ini uji beda dilakukan dengan bantuan program SPSS 15 for Windows.

TABEL 15 Hasil Uji Beda

Variabel Kategori Mean Beda Sig

Laki-laki 9,10 1,519 0,134 Jenis Kelamin Perempuan 7,19 1,454 0,152 Menikah 8,32 -0,024 0,981 Status Pernikahan Tidak Menikah 8,36 -0,022 0,983 Tidak Bekerja 9,73 PNS 7,78 Swasta 9,39 Jenis Pekerjaan Pensiun 7,29 0,431 0,731

Tabel 15 menunjukkan bahwa tingkat kecemasan menurut jenis kelamin, status pernikahan maupun jenis pekerjaan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, meskipun mean tiap kelompok berbeda-beda.

c. Uji Korelasi

Uji korelasi dilakukan untuk melihat hubungan dan signifikansinya (taraf signifikansi 0,05) antara umur, lama menderita, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik dengan tingkat kecemasan. Untuk penelitian ini uji korelasi dilakukan dengan bantuan program SPSS 15 for Windows.

TABEL 16 Hasil Uji Korelasi

Variabel Korelasi Sig

Umur -0,313 0,010*

Lama Menderita 0,034 0,782 Tekanan Darah Sistolik 0,331 0,006* Tekanan Darah Diastolik 0,365 0,002* *) korelasi signifikan pada taraf 5% (0,05)

Tabel 16 menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara umur, tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik dengan tingkat kecemasan. Lama menderita tidak berkorelasi secara signifikan dengan tingkat kecemasan.

Dokumen terkait