• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Penelitian

Dalam dokumen Kecemasan pada anak dari keluarga bercerai. (Halaman 42-53)

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Deskripsi subjek penelitian

Berikut adalah deskripsi masing-masing subjek berdasarkan data

latar belakang dalam laporan hasil pemeriksaan CAT :

Tabel 1. Deskripsi subjek penelitian

No. Nama Jenis Kelamin Usia Urutan Kelahiran Usia Perceraian

1 FCS Laki-laki 11 tahun Anak pertama dari

dua bersaudara 3 tahun 2 NL Perempuan 10 tahun Anak kedua dari

dua bersaudara

(tidak ada informasi) 3 ABM Laki-laki 10 tahun Anak ketiga dari

empat bersaudara 4 tahun 4 ASY Perempuan 7 tahun Anak tunggal 1 tahun 5 MM Laki-laki 10 tahun Anak pertama dari

dua bersaudara 1 tahun 6 TM Laki-laki 7 tahun Anak tunggal (tidak ada

informasi) 7 F Perempuan 11 tahun Anak tunggal 3 tahun 8 NSM Perempuan 10 tahun Anak tunggal 2 tahun 9 APP Laki-laki 11 tahun Anak pertama dari

tiga bersaudara

(tidak ada informasi)

2. Kecemasan yang muncul

Berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil

sebagai berikut:

b. Jenis kecemasan tersebut dikategorikan sesuai makna yang berdekatan.

Di bawah ini merupakan tabel kategori jenis kecemasan yang diperoleh:

Tabel 2. Kategori Jenis Kecemasan

No. Jenis Kecemasan Jumlah

Subjek Kategori

1.

Kecemasan akan kekurangan / kehilangan materi yang dialami keluarga

4 Kecemasan terkait materi 2. Kecemasan akan kehilangan perhatian

dari orangtua 2

Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang

3. Kecemasan akan diabaikan 1

4. Kecemasan akan penolakan (karena

tidak patuh) 6

5. Kecemasan akan kehilangan kasih

sayang 4

6. Kecemasan tidak ada yang merawat /

menjaga (pemeliharaan) 1

Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan

7.

Kecemasan akan orangtua yang tidak bisa membantu / memenuhi keperluan anak

3

8. Kecemasan ditinggalkan 7

Kecemasan terkait kesendirian/ keterpisahan

9. Kecemasan akan kesendirian 8

10. Kecemasan akan keterpisahan 3

11. Kecemasan akan kesepian 1

12. Kecemasan akan perlakuan yang tidak

baik dari orang tua 1

Kecemasan terkait relasi dalam keluarga

13. Kecemasan akan kekerasan ayah 1 14. Kecemasan akan keadaan saudaranya 1 15. Kecemasan akan kejadian yang

menyedihkan dalam keluarga 1

16. Kecemasan akan hubungan buruk

dalam keluarga 2

17. Kecemasan tidak dapat mengatasi

kesulitan yang dihadapi (jalan keluar) 1

Kecemasan terkait menghadapi kesulitan

18. Kecemasan akan ketidakberdayaan 2

19. Kecemasan akan bahaya 9

20. Kecemasan tidak mendapat bantuan

dari orang lain (di luar keluarga) 2 21. Kecemasan akan kekalahan dari orang

lain 2 Kecemasan terkait penilaian

buruk 22. Kecemasan jika dinilai buruk 2

23. Kecemasan akan hal yang irasional 1 Kecemasan terkait hal yang irasional

Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis kecemasan yang selalu

muncul di setiap subjek adalah kecemasan terkait menghadapi kesulitan,

yaitu kecemasan akan bahaya. Di samping itu juga kecemasan terkait

keadaan kesendirian/keterpisahan, yaitu kecemasan ditinggalkan dan

kecemasan akan kesendirian. Di sisi lain, kecemasan terkait perhatian dan

kasih sayang juga hampir dialami oleh sebagian besar subjek, subjek

mengalami kecemasan akan penolakan.

3. Kecemasan yang muncul dari masing-masing subjek

Berikut ini adalah penjelasan mengenai kecemasan pada

masing-masing subjek :

a. Subjek 1 (FCS)

Subjek 1 (FCS) yang kini tinggal bersama eyangnya, mengalami

kecemasan akan kekurangan/kehilangan materi yang dialami keluarga.

Kecemasan ini lebih dari sekali muncul dalam cerita FCS. Orang tua

FCS bercerai ketika FCS berumur 8 tahun. Mereka bercerai karena ayah

FCS tidak memiliki pekerjaan dan tidak dapat menghidupi keluarganya.

Selain itu, FCS juga memunculkan beragam kecemasan, diantaranya

kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang, kecemasan terkait

pemenuhan kebutuhan, kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan,

kecemasan terkait relasi dalam keluarga, kecemasan terkait menghadapi

b. Subjek 2 (NL)

Subjek 2 (NL) memunculkan berbagai jenis kecemasan.

Kecemasan yang sering muncul dalam ceritanya yaitu kecemasan

terkait perhatian dan kasih sayang dan kecemasan terkait menghadapi

kesulitan. Semenjak orangtua NL bercerai, relasi dalam keluarga

menjadi tidak harmonis. Ayah NL sama sekali tidak pernah menemui

NL lagi. Hal ini membuat NL menjadi tergantung pada ibunya.

Hubungan dengan kakak kandungnya juga sering diwarnai

pertengkaran. Di samping itu, NL juga memunculkan kecemasan terkait

pemeliharaan, kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan, dan kecemasan

terkait kesendirian/keterpisahan.

c. Subjek 3 (ABM)

Dalam cerita ABM muncul beberapa kali kecemasan terkait

perhatian dan kasih sayang. Kecemasan terkait perhatian dan kasih

sayang muncul karena ABM harus patuh pada peraturan yang

ditetapkan oleh ibunya. Ibunya selalu memarahi ABM jika melanggar

aturan dari ibunya. Hal itu juga membuat ABM menjadi ketakutan.

Bahkan jika tidak patuh atau tidak hormat dengan ibunya maka akan

kualat dan tidak memiliki teman. Salah satu aturan yang terdapat dalam

keluarganya yaitu bahwa lingkungan harus bersih dan harus tidur siang

materi, kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan, kecemasan terkait

menghadapi kesulitan, dan kecemasan terkait penilaian buruk.

d. Subjek 4 (ASY)

Sebelum orangtuanya bercerai, sering terjadi pertengkaran yang

membuat ASY tertekan. Ketika perceraian belum terjadi, ASY sering

ditinggal bekerja kedua orangtuanya, sehingga ASY harus dititipkan

kepada kakek neneknya. Setelah orangtuanya bercerai, ASY tinggal

bersama ibunya. Ayahnya setiap malam menghubungi ASY, namun

ASY belum merasa puas. ASY sebenarnya merasa sedih atas perceraian

orangtua, namun subjek mengatakan sudah bisa menerima keadaan itu.

ASY mengalami kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan. Selain itu,

ASY juga memunculkan kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang

dan kecemasan terkait menghadapi kesulitan.

e. Subjek 5 (MM)

Subjek 5 (MM) adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.

MM tinggal bersama pakde dan budenya. Pakde dan budenya galak

terhadap MM. Bahkan sesekali ketika MM tidak disiplin, maka

pakdenya tak segan-segan untuk menyabet MM. Berdasarkan hasil

penelitian, diketahui bahwa MM sering memunculkan kecemasan

terkait menghadapi kesulitan. Di samping itu, MM juga memunculkan

kecemasan terrkait relasi dalam keluarga. Sebelumnya, karena orang tua

diterlantarkan oleh orang tuanya. Selain itu, kecemasan yang

dimunculkan MM juga terkait materi dan kecemasan terkait

kesendirian/keterpisahan.

f. Subjek 6 (TM)

Kehidupan TM bisa dikatakan sedang bermasalah, kedua

orangtuanya sedang menyelesaikan masalah perceraian. Semenjak

perceraian tersebut, TM tinggal bersama dengan ibunya. TM sangat

patuh kepada ibunya, dan tidak lagi berhubungan dengan ayahnya. Dulu

ayahnya sering memarahi ibunya. Berdasarkan hasil penelitian, TM

hanya sedikit memunculkan kecemasan dalam ceritanya. Kecemasan

tersebut adalah kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan, kecemasan

terkait kesendirian/keterpisahan, dan kecemasan terkait menghadapi

kesulitan.

g. Subjek 7 (F)

Sejak orang tuanya bercerai, F tinggal dengan ibunya di

rumahnya yang dulu. Ayah F tidak pernah mengurusi F dan ibunya.

Sejak saat itu, F dan ibunya menjadi sangat tidak suka dengan ayahnya.

Selain itu, hidup mereka berubah terutama dalam hal ekonomi, karena

ibu F tidak bekerja. Dalam ceritanya, F memunculkan beragam

kecemasan, yaitu kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang,

dalam keluarga, kecemasan terkait menghadapi kesulitan, dan

kecemasan terkait penilaian buruk.

h. Subjek 8 (NSM)

Orangtua NSM bercerai ketika papanya bekerja di luar negeri.

NSM oleh papanya dititipkan kepada saudara iparnya dan tidak

bersama ibunya. Hal ini dikarenakan ibunya bekerja dan tidak pernah

memperhatikan NSM. NSM juga sangat sedih ketika orangtuanya

berpisah. Sebenarnya NSM ingin sekali mendamaikan orangtuanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSM mengalami kecemasan yang

cukup beragam, yaitu kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang dan

kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan. Di samping itu,

berdasarkan hasil penelitian NSM juga mengalami beberapa kecemasan

lain, yaitu kecemasan terkait materi dan kecemasan terkait menghadapi

kesulitan. Papa NSM semenjak bekerja di luar negeri, ekonomi

keluarga meningkat tapi tidak demikian dengan keharmonisan keluarga.

Keharmonisan keluarga justru semakin memburuk. NSM juga

mengalami kecemasan terkait relasi dalam keluarga.

i. Subjek 9 (APP)

APP lebih sering memunculkan sedikit kecemasan, yaitu

kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan dan kecemasan terkait

menghadapi kesulitan. Subjek merupakan anak pertama, memiliki adik

perempuan dan kakeknya, sedangkan adik laki-lakinya bersama kakek

dari ayahnya di Flores. Sebelumnya subjek dan keluarganya tinggal di

Jakarta, namun keluarganya kurang harmonis. Subjek mengalami

pengalaman kurang menyenangkan tentang ayah dan memiliki trauma

tentang pengalaman tersebut. Ayah subjek pergi meninggalkan keluarga

dengan tidak bertanggung jawab. Meskipun demikian, ibu memberikan

kasih sayang yang cukup kepada subjek.

Jenis kecemasan, identitas subjek, latar belakang, dan kecemasan yang

muncul pada setiap subjek dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3. Ringkasan Kecemasan Tiap Subjek

No. Subjek

Jenis Kelamin /

Usia

Latar Belakang Keluarga Kecemasan yang Muncul

1. FCS Laki-laki / 11 tahun

Orangtua subjek bercerai pada saat subjek berumur 8 tahun dikarenakan ayah subjek tidak memiliki pekerjaan dan tidak dapat menghidupi

keluarga. Kini subjek telah memiliki seorang ayah tiri yang baik hati. Sedangkan ibunya adalah seorang yang tidak suka marah, baik dan sering

mengajaknya berbelanja. Subjek tinggal bersama eyangnya karena rumah eyangnya lebih dekat dengan sekolah. Eyangnya sering marah-marah dan sering mengatai subjek bodoh. Di rumah subjek sering mengalami pemalakan yang dilakukan oleh tetangganya yang dikenal eyangnya sangat nakal. Subjek merasa dirinya kecil dan lemah sehingga terpaksa memenuhi keinginan pemalak. Hal ini membuat eyangnya geram karena subjek jadi suka mencuri

1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait

perhatian dan kasih sayang

3) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 4) Kecemasan terkait

kesendirian/keterpisahan 5) Kecemasan terkait relasi

dalam keluarga 6) Kecemasan terkait

menghadapi kesulitan 7) Kecemasan terkait

uang dari toko eyangnya.

2. NL Perempuan

/ 10 tahun

Relasi di dalam keluarga subjek kurang harmonis karena ayah dan ibu subjek telah berpisah beberapa tahun yang lalu. Setelah perpisahan itu, ayah subjek sama sekali tidak pernah menemui subjek lagi. Hal ini membuat subjek benar-benar tergantung pada ibunya. Meskipun demikian, subjek merasa rindu akan kehadiran ayahnya. Hubungan dengan kakak kandungnya sering diwarnai pertengkaran, karena perbedaan pendapat, saling mengejek, berebut barang atau makanan, saling memukul dan lain-lain.

1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang 2) Kecemasan terkait pemeliharaan 3) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 4) Kecemasan terkait kesendirian /keterpisahan 5) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 3. ABM Laki-laki / 10 tahun

Saat subjek berusia 6 tahun, subjek ditinggal ayahnya yang pergi, dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini. Karena tidak ada kepastian hingga bertahun-tahun Ibu kandung subjek memutuskan untuk bercerai. Kini subjek bersama dua orang kakaknya tinggal bersama budhe dan neneknya. Sebelum menikah lagi subjek diasuh oleh ibunya sendiri yang berkerja keras memenuhi kebutuhan subjek dan kedua kakaknya.Ibu subjek menikah kembali dan dikaruniai seorang putra dari ayah tiri subjek. Meskipun demikian, setiap hari ibu subjek tetap menengok dan membantu mempersiapkan sekolah subjek. Ayah tiri subjek juga cukup perhatian.

1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait

perhatian dan kasih sayang 3) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 4) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 5) Kecemasan terkait penilaian buruk 4. ASY Perempuan / 7 tahun

Setelah orang tuanya bercerai setahun yang lalu, subjek tinggal bersama ibunya karena ayahnya bekerja di Malang. Sebelum bercerai sering terjadi pertengkaran yang membuat subjek tertekan. Sebenarnya, subjek sangat bersedih atas perceraian orang tuanya, namun subjek sekarang bisa menerima keadaan itu.

1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang

2) Kecemasan terkait kesendirian /keterpisahan 3) Kecemasan terkait

menghadapi kesulitan

10 tahun dan adik perempuannya diasuh oleh pakde dan budenya. Sedangkan orang tuanya telah bercerai dan hidup terpisah dengan mereka. Subjek tidak lagi diijinkan bertemu dengan ayahnya. Ibu akan mengunjungi subjek ketika hari raya. Subjek tidak tau bahwa orang tuanya telah bercerai. Pakde dan budenya galak terhadap subjek.

2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait relasi

dalam keluarga 4) Kecemasan terkait

menghadapi kesulitan

6. TM Laki-laki /

7 tahun

Ayah dan ibu subjek saat ini telah berstatus bercerai. Subjek diasuh oleh ibu dan sangat patuh kepada ibunya. Relasi subjek dengan ayahnya berjalan biasa saja. Setelah resmi bercerai, ayah subjek tinggal di luar kota, subjek dan ayahnya jarang berkomunikasi, dan subjek jarang bercerita mengenai ayahnya. 1) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 7. F Perempuan / 11 tahun

Subjek adalah anak tunggal dari pasangan yang cukup berada yang sudah bercerai kurang lebih 3 tahun yang lalu. Sejak orang tuanya bercerai, subjek tinggal dengan ibunya di rumahnya yang dulu. Ayah subjek tidak pernah mengurusi subjek dan ibunya. Ibunya sangat benci terhadap ayahnya. Karena suatu masalah terjadi subjek harus tinggal dengan ayahnya.

1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang

2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait relasi

dalam keluarga 4) Kecemasan terkait

menghadapi kesulitan 5) Kecemasan terkait hal

irasional

6) Kecemasan terkait penilaian buruk

8. NSM Perempuan

/ 10 tahun

Hubungan papa dan mama subjek mulai memburuk pada tahun 2001. Setelah

pertengkaran yang panjang, akhirnya papa dan mama subjek memutuskan untuk bercerai. Subjek sendiri baru mengetahui perceraian mereka setelah proses perceraian selesai. Pada tahun 2004 subjek pindah ke rumah budhenya dan tinggal terpisah dengan orangtuanya, karena mama subjek pindah ke Semarang untuk bekerja. Papanya di luar negeri. Hubungan yang terjalin antara subjek dengan papanya baik sekali sementara mama subjek jarang sekali menghubungi subjek.

1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait

perhatian dan kasih sayang

3) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 4) Kecemasan terkait relasi

dalam keluarga 5) Kecemasan terkait

Dari sembilan subjek ditemukan bahwa komposisi kecemasan yang

muncul berbeda satu sama lain. Pada dua subjek (subjek satu dan subjek

tujuh) muncul kecemasan yang cukup beragam, yaitu kecemasan terkait

materi, perhatian dan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan,

kesendirian/keterpisahan, relasi dalam keluarga, menghadapi kesulitan,

penilaian buruk, dan hal irasional. Subjek dua, subjek tiga, dan subjek

delapan memunculkan kecemasan yang terkait materi, perhatian dan kasih

sayang, menghadapi kesulitan, dan kesendirian/keterpisahan. Di samping itu,

dari ketiga subjek tersebut, salah satunya terdapat kecemasan terkait

pemenuhan kebutuhan, relasi dalam keluarga, penilaian buruk, dan

pemeliharaan. Pada subjek lima, kecemasan yang muncul yaitu kecemasan

terkait materi, kesendirian/keterpisahan, relasi dalam keluarga, dan

menghadapi kesulitan. Subjek empat, subjek enam, dan subjek sembilan

hanya mengalami kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang, pemenuhan

kebutuhan, kesendirian/keterpisahan, dan menghadapi kesulitan.

9. APP Laki-laki / 11 tahun

Subjek dan keluarganya tinggal di Jakarta, namun keluarganya kurang harmonis. Subjek mengalami pengalaman kurang menyenangkan tentang ayah dan memiliki trauma tentang pengalaman tersebut. Ayah subjek pergi meninggalkan keluarga dengan tidak bertanggung jawab. Subjek tinggal bersama ibu dan saudaranya.

1) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 2) Kecemasan terkait

Dalam dokumen Kecemasan pada anak dari keluarga bercerai. (Halaman 42-53)

Dokumen terkait