BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi subjek penelitian
Berikut adalah deskripsi masing-masing subjek berdasarkan data
latar belakang dalam laporan hasil pemeriksaan CAT :
Tabel 1. Deskripsi subjek penelitian
No. Nama Jenis Kelamin Usia Urutan Kelahiran Usia Perceraian
1 FCS Laki-laki 11 tahun Anak pertama dari
dua bersaudara 3 tahun 2 NL Perempuan 10 tahun Anak kedua dari
dua bersaudara
(tidak ada informasi) 3 ABM Laki-laki 10 tahun Anak ketiga dari
empat bersaudara 4 tahun 4 ASY Perempuan 7 tahun Anak tunggal 1 tahun 5 MM Laki-laki 10 tahun Anak pertama dari
dua bersaudara 1 tahun 6 TM Laki-laki 7 tahun Anak tunggal (tidak ada
informasi) 7 F Perempuan 11 tahun Anak tunggal 3 tahun 8 NSM Perempuan 10 tahun Anak tunggal 2 tahun 9 APP Laki-laki 11 tahun Anak pertama dari
tiga bersaudara
(tidak ada informasi)
2. Kecemasan yang muncul
Berdasarkan interpretasi yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil
sebagai berikut:
b. Jenis kecemasan tersebut dikategorikan sesuai makna yang berdekatan.
Di bawah ini merupakan tabel kategori jenis kecemasan yang diperoleh:
Tabel 2. Kategori Jenis Kecemasan
No. Jenis Kecemasan Jumlah
Subjek Kategori
1.
Kecemasan akan kekurangan / kehilangan materi yang dialami keluarga
4 Kecemasan terkait materi 2. Kecemasan akan kehilangan perhatian
dari orangtua 2
Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang
3. Kecemasan akan diabaikan 1
4. Kecemasan akan penolakan (karena
tidak patuh) 6
5. Kecemasan akan kehilangan kasih
sayang 4
6. Kecemasan tidak ada yang merawat /
menjaga (pemeliharaan) 1
Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan
7.
Kecemasan akan orangtua yang tidak bisa membantu / memenuhi keperluan anak
3
8. Kecemasan ditinggalkan 7
Kecemasan terkait kesendirian/ keterpisahan
9. Kecemasan akan kesendirian 8
10. Kecemasan akan keterpisahan 3
11. Kecemasan akan kesepian 1
12. Kecemasan akan perlakuan yang tidak
baik dari orang tua 1
Kecemasan terkait relasi dalam keluarga
13. Kecemasan akan kekerasan ayah 1 14. Kecemasan akan keadaan saudaranya 1 15. Kecemasan akan kejadian yang
menyedihkan dalam keluarga 1
16. Kecemasan akan hubungan buruk
dalam keluarga 2
17. Kecemasan tidak dapat mengatasi
kesulitan yang dihadapi (jalan keluar) 1
Kecemasan terkait menghadapi kesulitan
18. Kecemasan akan ketidakberdayaan 2
19. Kecemasan akan bahaya 9
20. Kecemasan tidak mendapat bantuan
dari orang lain (di luar keluarga) 2 21. Kecemasan akan kekalahan dari orang
lain 2 Kecemasan terkait penilaian
buruk 22. Kecemasan jika dinilai buruk 2
23. Kecemasan akan hal yang irasional 1 Kecemasan terkait hal yang irasional
Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis kecemasan yang selalu
muncul di setiap subjek adalah kecemasan terkait menghadapi kesulitan,
yaitu kecemasan akan bahaya. Di samping itu juga kecemasan terkait
keadaan kesendirian/keterpisahan, yaitu kecemasan ditinggalkan dan
kecemasan akan kesendirian. Di sisi lain, kecemasan terkait perhatian dan
kasih sayang juga hampir dialami oleh sebagian besar subjek, subjek
mengalami kecemasan akan penolakan.
3. Kecemasan yang muncul dari masing-masing subjek
Berikut ini adalah penjelasan mengenai kecemasan pada
masing-masing subjek :
a. Subjek 1 (FCS)
Subjek 1 (FCS) yang kini tinggal bersama eyangnya, mengalami
kecemasan akan kekurangan/kehilangan materi yang dialami keluarga.
Kecemasan ini lebih dari sekali muncul dalam cerita FCS. Orang tua
FCS bercerai ketika FCS berumur 8 tahun. Mereka bercerai karena ayah
FCS tidak memiliki pekerjaan dan tidak dapat menghidupi keluarganya.
Selain itu, FCS juga memunculkan beragam kecemasan, diantaranya
kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang, kecemasan terkait
pemenuhan kebutuhan, kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan,
kecemasan terkait relasi dalam keluarga, kecemasan terkait menghadapi
b. Subjek 2 (NL)
Subjek 2 (NL) memunculkan berbagai jenis kecemasan.
Kecemasan yang sering muncul dalam ceritanya yaitu kecemasan
terkait perhatian dan kasih sayang dan kecemasan terkait menghadapi
kesulitan. Semenjak orangtua NL bercerai, relasi dalam keluarga
menjadi tidak harmonis. Ayah NL sama sekali tidak pernah menemui
NL lagi. Hal ini membuat NL menjadi tergantung pada ibunya.
Hubungan dengan kakak kandungnya juga sering diwarnai
pertengkaran. Di samping itu, NL juga memunculkan kecemasan terkait
pemeliharaan, kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan, dan kecemasan
terkait kesendirian/keterpisahan.
c. Subjek 3 (ABM)
Dalam cerita ABM muncul beberapa kali kecemasan terkait
perhatian dan kasih sayang. Kecemasan terkait perhatian dan kasih
sayang muncul karena ABM harus patuh pada peraturan yang
ditetapkan oleh ibunya. Ibunya selalu memarahi ABM jika melanggar
aturan dari ibunya. Hal itu juga membuat ABM menjadi ketakutan.
Bahkan jika tidak patuh atau tidak hormat dengan ibunya maka akan
kualat dan tidak memiliki teman. Salah satu aturan yang terdapat dalam
keluarganya yaitu bahwa lingkungan harus bersih dan harus tidur siang
materi, kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan, kecemasan terkait
menghadapi kesulitan, dan kecemasan terkait penilaian buruk.
d. Subjek 4 (ASY)
Sebelum orangtuanya bercerai, sering terjadi pertengkaran yang
membuat ASY tertekan. Ketika perceraian belum terjadi, ASY sering
ditinggal bekerja kedua orangtuanya, sehingga ASY harus dititipkan
kepada kakek neneknya. Setelah orangtuanya bercerai, ASY tinggal
bersama ibunya. Ayahnya setiap malam menghubungi ASY, namun
ASY belum merasa puas. ASY sebenarnya merasa sedih atas perceraian
orangtua, namun subjek mengatakan sudah bisa menerima keadaan itu.
ASY mengalami kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan. Selain itu,
ASY juga memunculkan kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang
dan kecemasan terkait menghadapi kesulitan.
e. Subjek 5 (MM)
Subjek 5 (MM) adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun.
MM tinggal bersama pakde dan budenya. Pakde dan budenya galak
terhadap MM. Bahkan sesekali ketika MM tidak disiplin, maka
pakdenya tak segan-segan untuk menyabet MM. Berdasarkan hasil
penelitian, diketahui bahwa MM sering memunculkan kecemasan
terkait menghadapi kesulitan. Di samping itu, MM juga memunculkan
kecemasan terrkait relasi dalam keluarga. Sebelumnya, karena orang tua
diterlantarkan oleh orang tuanya. Selain itu, kecemasan yang
dimunculkan MM juga terkait materi dan kecemasan terkait
kesendirian/keterpisahan.
f. Subjek 6 (TM)
Kehidupan TM bisa dikatakan sedang bermasalah, kedua
orangtuanya sedang menyelesaikan masalah perceraian. Semenjak
perceraian tersebut, TM tinggal bersama dengan ibunya. TM sangat
patuh kepada ibunya, dan tidak lagi berhubungan dengan ayahnya. Dulu
ayahnya sering memarahi ibunya. Berdasarkan hasil penelitian, TM
hanya sedikit memunculkan kecemasan dalam ceritanya. Kecemasan
tersebut adalah kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan, kecemasan
terkait kesendirian/keterpisahan, dan kecemasan terkait menghadapi
kesulitan.
g. Subjek 7 (F)
Sejak orang tuanya bercerai, F tinggal dengan ibunya di
rumahnya yang dulu. Ayah F tidak pernah mengurusi F dan ibunya.
Sejak saat itu, F dan ibunya menjadi sangat tidak suka dengan ayahnya.
Selain itu, hidup mereka berubah terutama dalam hal ekonomi, karena
ibu F tidak bekerja. Dalam ceritanya, F memunculkan beragam
kecemasan, yaitu kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang,
dalam keluarga, kecemasan terkait menghadapi kesulitan, dan
kecemasan terkait penilaian buruk.
h. Subjek 8 (NSM)
Orangtua NSM bercerai ketika papanya bekerja di luar negeri.
NSM oleh papanya dititipkan kepada saudara iparnya dan tidak
bersama ibunya. Hal ini dikarenakan ibunya bekerja dan tidak pernah
memperhatikan NSM. NSM juga sangat sedih ketika orangtuanya
berpisah. Sebenarnya NSM ingin sekali mendamaikan orangtuanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSM mengalami kecemasan yang
cukup beragam, yaitu kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang dan
kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan. Di samping itu,
berdasarkan hasil penelitian NSM juga mengalami beberapa kecemasan
lain, yaitu kecemasan terkait materi dan kecemasan terkait menghadapi
kesulitan. Papa NSM semenjak bekerja di luar negeri, ekonomi
keluarga meningkat tapi tidak demikian dengan keharmonisan keluarga.
Keharmonisan keluarga justru semakin memburuk. NSM juga
mengalami kecemasan terkait relasi dalam keluarga.
i. Subjek 9 (APP)
APP lebih sering memunculkan sedikit kecemasan, yaitu
kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan dan kecemasan terkait
menghadapi kesulitan. Subjek merupakan anak pertama, memiliki adik
perempuan dan kakeknya, sedangkan adik laki-lakinya bersama kakek
dari ayahnya di Flores. Sebelumnya subjek dan keluarganya tinggal di
Jakarta, namun keluarganya kurang harmonis. Subjek mengalami
pengalaman kurang menyenangkan tentang ayah dan memiliki trauma
tentang pengalaman tersebut. Ayah subjek pergi meninggalkan keluarga
dengan tidak bertanggung jawab. Meskipun demikian, ibu memberikan
kasih sayang yang cukup kepada subjek.
Jenis kecemasan, identitas subjek, latar belakang, dan kecemasan yang
muncul pada setiap subjek dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 3. Ringkasan Kecemasan Tiap Subjek
No. Subjek
Jenis Kelamin /
Usia
Latar Belakang Keluarga Kecemasan yang Muncul
1. FCS Laki-laki / 11 tahun
Orangtua subjek bercerai pada saat subjek berumur 8 tahun dikarenakan ayah subjek tidak memiliki pekerjaan dan tidak dapat menghidupi
keluarga. Kini subjek telah memiliki seorang ayah tiri yang baik hati. Sedangkan ibunya adalah seorang yang tidak suka marah, baik dan sering
mengajaknya berbelanja. Subjek tinggal bersama eyangnya karena rumah eyangnya lebih dekat dengan sekolah. Eyangnya sering marah-marah dan sering mengatai subjek bodoh. Di rumah subjek sering mengalami pemalakan yang dilakukan oleh tetangganya yang dikenal eyangnya sangat nakal. Subjek merasa dirinya kecil dan lemah sehingga terpaksa memenuhi keinginan pemalak. Hal ini membuat eyangnya geram karena subjek jadi suka mencuri
1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait
perhatian dan kasih sayang
3) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 4) Kecemasan terkait
kesendirian/keterpisahan 5) Kecemasan terkait relasi
dalam keluarga 6) Kecemasan terkait
menghadapi kesulitan 7) Kecemasan terkait
uang dari toko eyangnya.
2. NL Perempuan
/ 10 tahun
Relasi di dalam keluarga subjek kurang harmonis karena ayah dan ibu subjek telah berpisah beberapa tahun yang lalu. Setelah perpisahan itu, ayah subjek sama sekali tidak pernah menemui subjek lagi. Hal ini membuat subjek benar-benar tergantung pada ibunya. Meskipun demikian, subjek merasa rindu akan kehadiran ayahnya. Hubungan dengan kakak kandungnya sering diwarnai pertengkaran, karena perbedaan pendapat, saling mengejek, berebut barang atau makanan, saling memukul dan lain-lain.
1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang 2) Kecemasan terkait pemeliharaan 3) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 4) Kecemasan terkait kesendirian /keterpisahan 5) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 3. ABM Laki-laki / 10 tahun
Saat subjek berusia 6 tahun, subjek ditinggal ayahnya yang pergi, dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini. Karena tidak ada kepastian hingga bertahun-tahun Ibu kandung subjek memutuskan untuk bercerai. Kini subjek bersama dua orang kakaknya tinggal bersama budhe dan neneknya. Sebelum menikah lagi subjek diasuh oleh ibunya sendiri yang berkerja keras memenuhi kebutuhan subjek dan kedua kakaknya.Ibu subjek menikah kembali dan dikaruniai seorang putra dari ayah tiri subjek. Meskipun demikian, setiap hari ibu subjek tetap menengok dan membantu mempersiapkan sekolah subjek. Ayah tiri subjek juga cukup perhatian.
1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait
perhatian dan kasih sayang 3) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 4) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 5) Kecemasan terkait penilaian buruk 4. ASY Perempuan / 7 tahun
Setelah orang tuanya bercerai setahun yang lalu, subjek tinggal bersama ibunya karena ayahnya bekerja di Malang. Sebelum bercerai sering terjadi pertengkaran yang membuat subjek tertekan. Sebenarnya, subjek sangat bersedih atas perceraian orang tuanya, namun subjek sekarang bisa menerima keadaan itu.
1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang
2) Kecemasan terkait kesendirian /keterpisahan 3) Kecemasan terkait
menghadapi kesulitan
10 tahun dan adik perempuannya diasuh oleh pakde dan budenya. Sedangkan orang tuanya telah bercerai dan hidup terpisah dengan mereka. Subjek tidak lagi diijinkan bertemu dengan ayahnya. Ibu akan mengunjungi subjek ketika hari raya. Subjek tidak tau bahwa orang tuanya telah bercerai. Pakde dan budenya galak terhadap subjek.
2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait relasi
dalam keluarga 4) Kecemasan terkait
menghadapi kesulitan
6. TM Laki-laki /
7 tahun
Ayah dan ibu subjek saat ini telah berstatus bercerai. Subjek diasuh oleh ibu dan sangat patuh kepada ibunya. Relasi subjek dengan ayahnya berjalan biasa saja. Setelah resmi bercerai, ayah subjek tinggal di luar kota, subjek dan ayahnya jarang berkomunikasi, dan subjek jarang bercerita mengenai ayahnya. 1) Kecemasan terkait pemenuhan kebutuhan 2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait menghadapi kesulitan 7. F Perempuan / 11 tahun
Subjek adalah anak tunggal dari pasangan yang cukup berada yang sudah bercerai kurang lebih 3 tahun yang lalu. Sejak orang tuanya bercerai, subjek tinggal dengan ibunya di rumahnya yang dulu. Ayah subjek tidak pernah mengurusi subjek dan ibunya. Ibunya sangat benci terhadap ayahnya. Karena suatu masalah terjadi subjek harus tinggal dengan ayahnya.
1) Kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang
2) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 3) Kecemasan terkait relasi
dalam keluarga 4) Kecemasan terkait
menghadapi kesulitan 5) Kecemasan terkait hal
irasional
6) Kecemasan terkait penilaian buruk
8. NSM Perempuan
/ 10 tahun
Hubungan papa dan mama subjek mulai memburuk pada tahun 2001. Setelah
pertengkaran yang panjang, akhirnya papa dan mama subjek memutuskan untuk bercerai. Subjek sendiri baru mengetahui perceraian mereka setelah proses perceraian selesai. Pada tahun 2004 subjek pindah ke rumah budhenya dan tinggal terpisah dengan orangtuanya, karena mama subjek pindah ke Semarang untuk bekerja. Papanya di luar negeri. Hubungan yang terjalin antara subjek dengan papanya baik sekali sementara mama subjek jarang sekali menghubungi subjek.
1) Kecemasan terkait materi 2) Kecemasan terkait
perhatian dan kasih sayang
3) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 4) Kecemasan terkait relasi
dalam keluarga 5) Kecemasan terkait
Dari sembilan subjek ditemukan bahwa komposisi kecemasan yang
muncul berbeda satu sama lain. Pada dua subjek (subjek satu dan subjek
tujuh) muncul kecemasan yang cukup beragam, yaitu kecemasan terkait
materi, perhatian dan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan,
kesendirian/keterpisahan, relasi dalam keluarga, menghadapi kesulitan,
penilaian buruk, dan hal irasional. Subjek dua, subjek tiga, dan subjek
delapan memunculkan kecemasan yang terkait materi, perhatian dan kasih
sayang, menghadapi kesulitan, dan kesendirian/keterpisahan. Di samping itu,
dari ketiga subjek tersebut, salah satunya terdapat kecemasan terkait
pemenuhan kebutuhan, relasi dalam keluarga, penilaian buruk, dan
pemeliharaan. Pada subjek lima, kecemasan yang muncul yaitu kecemasan
terkait materi, kesendirian/keterpisahan, relasi dalam keluarga, dan
menghadapi kesulitan. Subjek empat, subjek enam, dan subjek sembilan
hanya mengalami kecemasan terkait perhatian dan kasih sayang, pemenuhan
kebutuhan, kesendirian/keterpisahan, dan menghadapi kesulitan.
9. APP Laki-laki / 11 tahun
Subjek dan keluarganya tinggal di Jakarta, namun keluarganya kurang harmonis. Subjek mengalami pengalaman kurang menyenangkan tentang ayah dan memiliki trauma tentang pengalaman tersebut. Ayah subjek pergi meninggalkan keluarga dengan tidak bertanggung jawab. Subjek tinggal bersama ibu dan saudaranya.
1) Kecemasan terkait kesendirian/keterpisahan 2) Kecemasan terkait