• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Film yang disutradarai Ody C. Harahap alias Ocay terasa sederhana namun bermakna. Makna-makna kehidupan semakin jelas terlihat ketika keluarga mereka mendadak kaya saat Bapak meninggal. Selama hidup bapak pura-pura miskin demi mendidik keluarga. Ketika meninggal ia mewariskan tabungan miliaran rupiah yang diberikan lewat pengacaranya.

Film tercipta dengan adanya budaya-budaya kisah kehidupan di dunia nyata yang sajikan untuk masyarakat. Film tidak hanya menjadi hiburan namun mengandung nilai edukatif nyata yang dapat menjadi panutan dari berbagai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Seperti halnya film Orang Kaya Baru yang menyajikan kisah kehidupan keluarga sederhana namun penuh makna dengan menyajikan nilai-nilai edukatif yang patut dijadikan contoh atau pelajaran.

Nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam film Orang Kaya Baru yaitu nilai edukatif religius, nilai edukatif moral, nilai edukatif sosial, dan nilai edukatif budaya yang menggunakan kajian sosiologi sastra dari segi karya sastra itu sendiri. Adapun nilai-nilai edukatif dalam film Orang Kaya Baru sebagai berikut.

1. Nilai Edukatif Religius

Nilai religius merupakan hal yang sangat penting bagi manusia karena dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Nilai religius dapat membentuk sikap dan kepribadian seseorang dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat

atau bernegara dan juga dapat menumbuhkan rasa damai, kasih sayang terhadap sesama, dan lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Nilai-nilai religius diterapakan agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.

a. Sabar dalam Menerima Cobaan

Ibu : “Ibu tahu kita baru saja menyelesaikan penguburan bapak, tapi ibu harus membicarakan ini kepada kalian semua karena kita harus menjalankan hidup ke depan. Bapak bekerja di bengkel tidak ada pensiunan dan harus ada penyesuaian.”

Tika : “Saya akan berhenti kuliah, Bu.” Duta : “Aku juga, Bu.”

Ibu : “Kalian harus tetap kuliah. Sayang kita masih punya rumah ini, kita jual rumah ini kalian selesaikan kuliah kalian. Ibu cuma minta satu cepat lulus, cari kerja, dan bantu adik kalian.” [00:23:36] Dari dialog di atas mencerminkan kesabaran seorang istri yang ditinggal seorang suami tercinta. Ibu Duta tetap sabar walaupun merasa sedih ditinggal oleh bapak yang menjadi tulang punggung keluarga. Ibu berharap kepada anak-anaknya agar tetap melanjutkan pendidikannya walaupun kondisi ekonomi mereka tidak akan seperti dulu sebelum bapak meninggal. b. Bersedekah

Ibu : “Lagunya enak nih, Dod” Dodi : “Kasih duit aja dia, Bu”

Ibu : “Kasih duit ya? Oh ya kasih duit” (Mengeluarkan recehan) Dodi : “Ya ampun Bu, kita udah kaya masih aja pelit”

Ibu : “Ibu Lupa” (Ibu mengeluarkan uang selemberan seratus ribu rupiah) [00:55:21]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan Dodi yang memberitahukan ibunya untuk memberi uang kepada pengamen jalanan. Kemudian Ibu mengeluarkan selembaran uang seratus ribu namun karena kebanyakan jadi Ibu memberi uang lima puluh ribu kepada pengamen jalanan. Walaupun

mereka sudah kaya namun mereka tetap peduli terhadap sesama seperti memberi uang kepada pengamen sebagai bentuk sedekah.

c. Rasa Syukur

Ungkapan rasa syukur Tika ketika sudah kembali ke rumah lamanya setelah harta yang bapak berikan kepada Tika dan keluarga habis dan diambil kembali oleh pihak bank.

“Ternyata apa yang dikatakan bapak benar sih yang paling penting kelurga dan sahabat. Dan tidak tahu kenapa mungkin karena dari dulu baru punya uang kali ya? Malah jadi nggak bahagia. Setelah aku pikir-pikir semua yang aku punya udah cukup sih nggak perlu lagi itu punya banyak-banyak uang.” [01:26:34]

Berdasarkan kutipan di atas menunjukkan ungkapan rasa syukur Tika atas semua kejadian yang ia dan keluarga alami setelah mendapat uang yang banyak sehingga Tika sekeluarga mendadak kaya. Namun, karena mereka menggunakan uang yang bapak berikan tidak digunakan dengan sebaik-baiknya maka uang tersebut habis digunakan. Ibu, Tika, dan Duta terlena dengan uang yang mereka dapatkan sehingga pihak yang bertanggung jawab yang memegang uang yang bapak amanahkan ditarik kembali oleh seseorang yang mengaku adik bapak. Oleh karena itu, semua barang-barang yang telah mereka beli habis. Mereka kemudian kembali tinggal di rumah lama sewaktu masih hidup pas-pasan. Dengan semua kejadian yang terjadi Tika menyadari bahwa semua yang ia butuhkan selama ini sudah cukup. Dan memiliki uang yang banyak itu tidak penting seperti pesan bapak bahwa yang paling penting dalam hidup adalah keluarga dan sahabat.

2. Nilai Edukatif Moral

Nilai moral menyangkut tindakan atau perbuatan manusia kepada sesama berupa perbuatan baik atau buruk. Di masyarakat perbuatan baik atau buruknya seseorang akan menjadi nilai tersendiri di mata masyarakat. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif dimata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia baik itu individu maupun masyarakat.

a. Tidak Menghargai Karya Orang Lain

Risha : “Mungkin bagus yah kalau mata kuliahnya desain daur ulang” Sasha : “Atau desain tempat pembuangan sampah” [00:00:31]

Dari dialog di atas menunjukkan bahwa Risha dan Sasha menjelek-jelekkan hasil desain miniatur bagunan Tika yang terbuat dari barang-barang bekas. Risha dan Sasha mereka adalah orang kaya yang suka menjelek-jelekkan Tika sehingga mereka mengolok-olok karya Tika yang hanya terbuat dari bahan daur ulang. Ini menunjukkan sikap moral yang buruk karena tidak menghargai hasil kerja keras seseorang. Menghargai sebuah karya merupakan bentuk apresiasi kita walaupun karya yang dibuat sederhana dan menurut kita kurang bagus tetap harus menghargainya.

b. Menjahati Teman

Lala : “Aduh hp gue mana sih” (sambil mencari hpnya di dalam tas) Risha : “Alah.. heboh banget sih”

Lala : “Telfonin dong” (menyuruh teman se gengnya untuk menelpon

handphonenya yang hilang dan tiba-tiba suara hpnya berbunyi tepat

di dalam tas Tika)

Tika : “Lo tahu kan kalo emang gue ngambil hp lo gue bakal matiin” Lala : “Serah deh yang penting balik” [00:04:02]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan ketika masuk ke dalam ruangan kelas kuliah handphone Lala dimasukkan ke dalam tas Tika oleh Risha yang ia temukan di sofa saat Lala, Risha, dan Sasha duduk bersama. Ketika Risha menelpon handphone Lala, ternyata asal bunyi handphone tersebut berada dalam tas Tika sehingga satu kelas beranggapan bahwa Tika yang mencuri

handphone Lala, tetapi dia hanya jadi korban keusilan Risha dan Sasha. Ini

menunjukkan bahwa menuduh seseorang mengambil barang orang lain tanpa ada bukti adalah perbuatan yang buruk dan tidak patut dicontoh dan dapat menjadi pelajaran ke depannya.

Selain dialog di atas yang menunjukkan Tika dijahati oleh temannya terdapat juga adik Tika yaitu Dodi dijahati oleh teman kelasnya yaitu Tobi.

Pak Guru : “Bu maaf, ini siswa saya dia kehilangan sepatunya di musala ada yang bilang sepatunya diambil sama anak di kelas ini.”

Ibu Guru : “Ya udah bisa dicari, Pak.”

Siswa : “Nah.. Itu dia ada bekas cetnya” (menunjuk sepatu yang dikenakan oleh Dodi) [00:14:45]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan seorang siswa kehilangan sepatu. Dodi yang memakai sepatu siswa tersebut menjadi bingung padahal sepatu itu adalah pemberian Tobi yang mengaku bahwa sepatu itu miliknya namun, ternyata dia berbohong kepada Dodi dan hanya ingin menjahilinya. Teman sekalasnya menertawai dan menuduh Dodi mencuri sepatu tersebut. Ini merupakan contoh nilai moral yang buruk dan tidak patut dicontoh terutama teman sekelas sendiri.

c. Menawarkan Bantuan Kepada Orang Tua

Di suatu pagi keluarga Duta disibukkan dengan kegiatan mereka masing-masing.

Duta : “Lah, kok si bapak mana, bu?”

Ibu : “Tuh.. bapak lagi benerin” (mendongakkan kepalanya ke luar jendela)

Duta : “Pak, mau dibantuin ngga?” Bapak : “Nggak.. nggak usah” Duta : “Beneran?”

Bapak : “Iya” [00:02:51]

Dari dialog di atas menunjukkan bahwa Duta yang menawarkan bantuan kepada bapaknya yang sedang sibuk memperbaiki barang-barang elektronik yang rusak, tetapi bapak menolak tawaran bantuan dari Duta. Ini menunjukkan bahwa seorang anak harus membantu orang tua jika mereka butuh bantuan atau menawarkan bantuan. Jika kita melihat orang tua kita sedang kerepotan atau kesusahan dalam melakukan sesuatu patutnya kita bantu walaupun orang tua tidak menyuruh kita untuk membantunya.

d. Meminta Maaf

Tika : “Maaf ya Pak, tadi nggak tersinggungkan?” Bapak : “Kenapa?”

Tika : “Soal nggak pintar nyari duit.”

Bapak : “Kalo bapak dibilang nggak pintar ngedidik anak baru bapak tersinggung.” [00:05:12]

Dialog di atas menunjukkan sikap Tika yang meminta maaf kepada bapak atas ucapannya yang menyinggung pada saat makan malam bersama. Tetapi menurut bapak dia tidak merasa tersinggung malahan memberi nasihat kepada Tika. Sikap yang ditunjukkan oleh Tika patut dicontoh dan menjadi

pelajaran bahwa kita harus menjaga ucapan kita baik itu kepada orang tua ataupun orang lain.

Tika : “Aku minta maaf guys. Aku minta maaf” Monika : “Minta maaf yang keberapa?”

Tika : “Untuk semuanya”

Monika : “Jujur deh lo ngajakin kita tetap maju ke pertandingan bukan buat kita kan? Ha?”

Tika : “Maksudnya?”

Monika : “Supaya lo sama teman-teman nongkrong lo biar kelihatan pinter iya kan? Gue pikir lo beda Tik. Haah..”

Linda : “Udah dong jangan pake nangis”

Tika : “Gue emang brengsek. Gue emang brengsek”

Monika : “Brengsek nggak tahu ya. Kalau drama sih yang pasti iya” Tika : “Sorry”

Monika : “Tik, sumpah deh lo bau pessing banget iya kan” (kemudian mereka semua tertawa bersama setelah Tika meminta maaf dan berbaikan) [01:20:49]

Dialog di atas menunjukkan bahwa Tika meminta maaf kepada kedua orang sahabatnya atas segala kesalahan yang dia perbuat karena sering mengabaikan mereka. Tika bergaul dengan Risha dan kawan-kawannya setelah hidup mewah karena ingin merasakan kehidupan berkumpul dengan teman-teman orang kaya. Tika yang dulunya selalu memiliki waktu berkumpul bersama Linda dan Monika, namun setelah mendadak kaya Tika sibuk dengan urusannya sendiri. Tetapi pada saat keaadaan Tika mulai terpuruk karena pergaulannya dengan Risha. Namun, Linda dan Monika masih mau menerima dan memaafkan Tika. Sahabat merupakan oarang akan selalu ada buat kita baik itu ketika susah maupun senang dan senantiasa memaafkan ketika kita melakukan kesalahan.

e. Acuh Tak Acuh

Ibu : “Bantuin Ibu tuh bersihin ikan, sisik ikan keras banget pisau nggak ada yang tajam lagi”

Tika : “Dodi, buruan cepetan” [00:02:14]

Dari dialog di atas mencerminkan pada suatu pagi Ibu sedang memasak sarapan untuk keluarga. Pada saat hendak ingin membersihkan ikan Ibu meminta tolong kepada Tika untuk membersihkan sisik ikan tersebut. Namun, Tika tak mengindahkan perkataan Ibu. Tika tidak melakukan apa yang dikatakan ibunya dan langsung ke kamar mandi. Ini merupakan perbuatan yang sebaiknya tidak dilakukan. Ketika orang tua meminta bantuan sebaiknya kita segera membantu.

f. Berbohong

Tobi : “Dod, gua minta maaf selama ini gua udah kelewatan sma loh. Jujur deh gua nyesel banget padahal lu tuh teman sekelas gua. Harusnya gua nggak jahat sama lo maafin gua ya, Dod”

Dodi : “Bukan salah lu juhga kok. Ini sepatu yang emang udah lama” Tobi : “Biar gua nggak merasa bersalah amat ini lu mau nggak pakai

sepatu gua yang ini. Sepatu ini uda gua nggak pakai lagi” Dodi : “Nggak usak lah santuy aja santuy..”

Tobi : “Biar gua bisa tanggung jawab nih kan salah gua udah banyak amat sama lo. Terima ya? Nih”

Dodi : “Wih gila gokil..” (Dodi sangat senang diberi sepatu sama Tobi walaupun sepatu bekas) [00:12:31]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan Tobi yang selalu berbuat jahat kepada Dodi tiba-tiba meminta maaf ke Dodi atas semua kejahatan yang ia lakukan. Namun, ternyata semua itu hanya kebohongan Tobi untuk meyakinkan Dodi agar menerima sepatu bekas yang Tobi ingin beri ke Dodi karena sepatu Dodi sudah tak layak untuk dipakai. Tobi berbohong karena ingin mejahati Dodi lagi dengan memberi sepatu yang ia ambil di musala. Perbuatan Dodi tersebut tidak untuk dijadikan contoh terutama peserta didik.

Seorang peserta didik seharusnya berbuat baik kepada sesama teman bukan menjahatinya apalagi berbohong dengan segala cara untuk menjahatinya. Dialog yang sama ketika Duta berbohong di sebuah acara pernikahan. Pasangan muda pria : “Oh ya, adek ini temannya Arifin atau Reza?” Duta : “Arifin. Saya adek kelasnya cuma kita sering

ketemu tuh rasa kerja samanya di eskul Pecinta Alam.”

Pasangan muda pria : “Emm.. Pecinta Alam ya?” [00:07:55]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan Duta berbohong bahwa dia adik kelas Arifin yang merupakan pengantin di acara pernikahan tersebut. Duka mengaku bahwa ia kenal Arfin di ekstrakurikuler Pecinta Alam. Namun Duta sendiri tidak mengenal Arifin siapa karena dia dan adik-adiknya datang ke acara nikahan tersebut tanpa diundang dan tidak mengenal pengantin atau siapapun di acara tersebut.

g. Berprestasi dan Kreatif

Tika : “Mon, lo kenamitika, Linda dinamika” Monika : “Lah, lo apa?”

Tika : “Fisika kuantum”

Linda : “Buset.. nggak ketinggian?”

Tika : “Nggak lah, bakalan masuk kayak tahun kemarin” Monika : “Aamiin..”

Tika “Yang penting kita ingat penyisihan kampus provinsi itu sebulan lagi. Kita latihan paling enggak dua kali seminggu. Ok guys,

please..” [00:11:16]

Berdasarkan percakapan di atas menunjukkan bahwa Tika, Monika, dan Linda adalah mahasiswa yang berprestasi dan sering ikut lomba olimpiade di kampus mereka. Tika dan Linda berjuang untuk bisa ikut olimpiade agar bisa mendapat beasiswa. Tika mengajak Linda dan Monika untuk ikut olimpiade walaupun mereka bukan dari jurusan fisika. Karena dengan ikut olimpiade

mereka bisa mendapat beasiswa itulah maka mereka bertiga selalu berkumpul dan belajar bersama.

“Sebagai lanjutan dari presentasi saya yang sebelumnya, kali ini sya mengaplikasikan model lingkungannya. Akan kita lihat peredaran udara dari panas yang untuk malam hari ini untuk menentukan berapa banyak pendingin ruangan yang diperlukan di ruangan ini. Ini akan menghemat listrik secara keseluruhan.” [00:37:16]

Berdasarkan kutipan di atas selain berprestasi, Tika juga merupakan orang yang kreatif seperti ketika ia membuat desain miniatur bangunan menggunakan barang-barang bekas dan hasil yang dipresentasikan walaupun teman-temannya tidak tertarik, tetapi Tika tetap mempresentasikan desainnya tersebut. Setelah Tika menjadi kaya ia kemudian mengubah desainnya yang sebelumnya menggunakan barang bekas kemudian desainnya menggunakan bahan-bahan yang canggih sehingga teman-temannya merasa kagum atas presentasi dan desain yang dibuat tak terkecuali dosen Tika.

h. Berkata Tidak Sopan

Penjaga kafe : “Selamat malam, Pak” Pemilik kafe : “Iya”

Duta : “Ah, tai”

Satpam kafe : “Mas, kenapa sih? Mas nggak sopan begitu”

Duta : “Ngapain gue sopan sama orang-orang yang ngejual bangsa sendiri buat apa ha?”

Satpam kafe : “Maksudnya?”

Duta : “Loh tadi ada bule lo hormat-hormat, orang-orang sini lo injak-injak kan anjing”

Satpam kafe : “Saya makin nggak ngerti Mas ngomong apa”

Duta : “Tu bule pakai t-shirt dikasih masuk, lah gua tadi nggak” Satpam kafe : “Mas, asal tahu aja yah dia itu pemilik kafe di sini”

[00:18:28]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan Duta datang di sebuah kafe yang dresscodenya harus menggunakan pakaian rapi sedangkan Duta hanya

memakai pakaian santai yang tidak sesuai dengan aturan kafe. Pada saat hendak masuk Duta tidak diperbolehkan untuk masuk oleh penjaga. Sehingga ia memanggil temannya yang ada di dalam kafe tersebut dan diizinkan masuk. Namun, setelah keluar dari kafe ia tidak terima melihat seorang bule yang memakai kaos biasa masuk ke dalam kafe tersebut. Duta marah kepada penjaga kafe dan satpam serta mengeluarkan kata-kata kurang sopan yang tidak sepatutnya untuk diucapkan. Apalagi Duta berada di tempat umum yang banyak orang yang melihatnya.

Berkata kasar atau kurang sopan sering terjadi pada anak muda. Bisa jadi karena faktor lingkungannya yang lebih mendukung dari pada peran orang tua. Berkata kasar merupakan ucapan umpatan atau cacian untuk orang lain yang dapat membuat orang tersebut sakit hati atas umpatan tersebut. Jadi, sebaiknya kita selalu berkata dengan baik dan sopan terhadap siapapun dan dapat mengontrol emosi ketika disituasi yang lagi ramai seperti Duta yang berada di kafe mengeluarkan umpatan kasar yang sangat tidak patut di contoh.

i. Mandiri

Tika : “Makasih ya dah bantu. Aku nggak tahu kamu tinggal di sekitar sini”

Banyu : “Oh.. nggak ini kerja paruh waktu”

Tika : “Jadi kamu waiter di kawinan dan juga tukang gali kubur?” Banyu : “Dan beberapa pekerjaan lainnya, apa aja bisa buat kuliah”

[00:22:07]

Dari dialog di atas mencerminkan Banyu yang merupakan kenalan baru Tika sewaktu ada acara pernikahan menjadi tukang gali kubur. Saat itu kuburan yang digali adalah kuburan bapak Tika. Banyu melakukan berbagai

kerjaan tersebut demi memenuhi kebutuhan kuliah dan hidupnya. Banyu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Banyu melakukan pekerjaan apa saja yang penting dia bisa tetap kuliah selagi pekerjaan itu baik. Ini merupakan perilaku yang patut untuk dicontoh seorang anak karena dengan mandiri dapat membantu beban orang tua ataupun orang lain.

j. Sikap Pamer

Lodi : “Wih.. sepatu Adidas M gitu keren banget.. Tob, sepatu ini yang lo pengen tapi nggak dibeliin sama nyokap lo.”

Tobi : “Yah.. percaya aja sama dubeng. Mana mungkin dia bisa beli sepatu empat juta aah..” (tiba-tiba struk pembayaran sepatu Dodi jatuh dan Tobi pun kaget) [00:36:49]

Berdasarkan dialog di atas menncerminkan sikap pamer Dodi yang memperlihatkan sepatu mahalnya kepada Tobi dan teman-temannya. Dodi saat itu sedang duduk-duduk di taman sekolah dan tepat di samping Dodi duduk terdapat Tobi dan kawan-kawannya yang sedang berkumpul. Tiba-tiba Lodi yang merupakan anggota dari Tobi melihat sepatu yang dipakai Dodi. Lodi terkagum-kagum dengan sepatu Dodi yang mahal itu dan memanggil Tobi untuk melihat sepatu tersebut. Namun, Tobi tidak percaya jika Dodi membeli sepatu Adidas M dengan harga yang Tobi pun tak mampu membelinya. Kini Dodi yang dulu sering diejek oleh Tobi dan kawan-kawannya menunjukkan bahwa sekarang ia sudah mampu membeli apa yang dia inginkan termasuk membeli sepatu karena sepatunya yang dulu sangat sudah tidak layak untuk dipakai. Perbuatan ini tidak sepatutnya di contoh walaupun sudah mampu membeli apa yang diinginkan tetap harus rendah hati.

k. Boros

Duta : “Menurut kalian nih kira-kira uang yang dikasih sama bapak cukup nggak?”

Dodi : “Tergantung sih..”

Duta : “Kalo menurut aku uang yang sekarang cepat-cepat kita habisin” Ibu : “Haa..”

Duta : “Biar cepat-cepat kita dikasih lagi” Dodi : “Naah.. ok” [00:35:05]

Berdasarkan dialog di atas menunjukkan sikap Duta dan saudara-saudaranya serta Ibu yang ingin menghabiskan uang pemberian bapak yang jumlahnya banyak dalam sekejap. Mereka ingin membeli semua apa yang mereka dulu tak mampu beli. Sikap ini tidak patut untuk dicontoh walaupun mendadak dapat uang banyak namun harus digunakan dengan takaran yang semestinya.

Tak sampai disitu saja, mereka berempat setelah menghabiskan uang pertama yang diberikan oleh pihak bank tempat bapak menyimpan uang Ibu, Duta, Tika, dan Dodi menerima uang yang kedua dengan jumlah yang cukup besar jumlahnya seperti dialog di bawah ini.

Dodi : “Uang kita tinggal berapa sih?” Ibu : “Habis.”

Tika : “Haa.. habis?”

Ibu : “Iya, Ibu beliin ini (sambil mengarahkan matanya ke arah perhiasan yang dipakainya)

Duta : “Astaga ibu ngapain pakai perhiasan sebanyak ini dalam rumah” [00:41:23]

Dialog di atas menunjukkan bahwa keluarga mereka mendadak kaya dengan harta warisan yang ditinggalkan oleh bapak untuk mereka. Bapak yang sudah berpuluh-puluh tahun menyimpan uangnya di bank, pada saat meninggal ia memberikan uang tersebut kepada istri dan anak-anaknya.

Bapak berpesan kepada Ibu, Duta, Tika, dan Dodi dalam sebuah video yang dibuat sebelum ia meninggal untuk memanfaatkan uang tersebut untuk membeli keperluan yang mereka butuhkan. Ternyata mereka tidak memanfaatkan uang tersebut dengan sebaik-baiknya dan hidup hedonisme.

Perbuatan mereka tidak patut dicontoh dan dapat menjadi pelajaran bahwa uang dapat mengubah pola kehidupan seseorang. Awalnya hidup dengan sederhana dan setelah memiliki uang banyak dapat ditukarkan dengan barang apa saja yang diinginkan tanpa harus mengkhawatirkan apa yang terjadi ke depannya seperti halnya yang dilakukan oleh Duta dan keluarga. l. Tanggung Jawab Seorang Ayah

Ibu : “Pak.. sebentar lagi kan Dodi masuk SMP” Bapak : “Hmm..”

Ibu : “Sekolahnya yang biasa aja mgga usah kayak Tika sama Duta

Dokumen terkait