HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan observasi yang dilakukan pada saat penelitian di sekolah cendekia berseri yaitu dimulai pada saat melakukan observasi bahwa untuk mendapatkan data yang diperoleh dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan yang telah tersusun dengan butir – butir pertanyaan sesuai dengan permasalahan yang ada. Jawaban yang diberikan terhadap sejumlah pertanyaan yang ada. Jawaban yang diberikan terhadap sejumlah pertanyaan diajukan dicatat dan dipertanyakan yang tidak mendapatkan jawaban dikembangkan dengan sejumlah pertanyaan lain sehingga pertanyaan dalam format wawancara dapat terjawab, hingga akhir pengumpulan data pada tanggal 5 desember 2019. Hasil observasi yang menggunakan lembar penilaian observasi yang telah disediakan untuk melihat indikator pada anak yang sudah dapat dinilai berkembang dan tidak berkembang.
Jawaban – jawaban yang terkumpul dan hasil observasi kemudian dianalisis berdasarkan analisis deskriptif kualitatif dan disimpulkan dengan metode kualitatif. Penganalisiaan ini dilakukan terhadap butir – butir pertnyaan untuk masing – masing informan dan hasil dari lembar observasi yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianilisis, secara deskriptif dan sistematis, kemudian data tersebut dideskripsikan serta ditafsirkan untuk diambil kesimpulan dan jawabannya terhadap pertanyaan penelitian. Berikut hasil wawancara peneliti pada saat penelitian pada saat obseravasi yang dilakukan yaitu pada tema aku dan
subtema mengenal kesukaan dan hobi anak pada kelompok atau usia TK Junior yang berumur 4- 5 tahun yang didalam kelas berjumlah 13 orang.
a. Faktor Internal 1. Emosi Anak
a. Percaya Diri
Faktor yang menandai anak sudah mandiri yaitu terletak pada pengontrolan emosi anak yang tidak tergantung dengan kebutuhan emosi dari orang tua. Dari Hasil observasi yang mulai dilakukan di kelas TK Junior pada tanggal 27 november yang bertema aku dan subtema mengenal kesukaan dan hoby anak kegiatan shalat dhuha untuk pemilihan imam shalat terlihat pada anak laki – laki yang sudah mampu mengangkat tangannya dan yang dipilih sebagai imam mesjid pada kegiatan shalat dhuha, dhuhur dan ashar. Pada saat guru menanyakan untuk siapa yang ingin memimpin doa seluruh anak menaikkan tangannya.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas TK Junior atas nama SF yaitu:
Saat mau shalat biasanya dilakukan pemilihan imam shalat, biasanya dilakukan rolling atau bergantian, anak di tunjuk dan kadang mereka sendiri yang mengajukan diri untuk maju menjadi imam atau yang mau adzan.
perempuannya biasa diminta untuk memimpin doa setelah adzan
Dari hasil observasi dan hasil wawancara yang telah dilakukan terdapat adanya kesesuaian antara hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa dengan selalu memberikan ruang pada anak untuk berani maju dengan keinginan sendiri. Emosi pada anak juga berpengaruh terhadap keinginan anak, jika anak senang maka ia pasti dengan semangat anak akan antusias mengangkat tangannya.
b. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya
Faktor emosi juga berperan penting dalam menentukan pilihan sendiri yaitu dengan berani menentukan pilihannya. Dari hasil observasi yang dilakukan di kelas TK Junior yaitu seluruh anak Berkembang Sesuai Harapan. Pada saat sebelum kegiatan yaitu kegiatan pembukaan dilakukan semenarik mungkin untuk membuka kegiatan yang dilakukan guru yaitu melakukan tarian poki poki. Dan terlihat anak – anak antusias mengikuti guru dengan mengikuti tarian gurunya.
Setelah kegiatan itu, anak ditanyai beberapa pertanyaan dan anak dengan antusias mengangkat tangannya. Hal ini dapat terlihat sudah berani menentukan pilihannya untuk menaikkan atau tidak tangannya pada saat di tanyai oleh guru.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan wali kelas SF selaku wali kelas yaitu :
Pembukaan yang menyenangkan akan membuat emosi anak senang dan kalau anak senang dalam melakukan kegiatan biasanya mereka mengerjakan tugasnya sendiri dengan tenang. Anak itu akan semangat bila selalu diadakan ice breaking dan pasti berpengaruh pada emosinya
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Dalam kegiatan sebelum belajar anak diusahakan dengan membuka kegiatan yang menyenangkan agar dalam kegiatan selanjutnya anak emosi senang anak tetap terjaga hingga akhir, pada saat melakukan kegiatan pun anak senang dan mampu mengikuti pelajaran sesuai dengan arahan guru.
c. Bertanggung Jawab dan Menerima Konsekuensi
Dari hasil observasi yang dilakukan anak di TK Junior sudah mampu bertanggung jawab menggerai tikar dan memasang seperei dan 13 orang dinilai Berkembang Sangat Baik dengan terlihat anak dengan senang melakukan kegiatan tersebut dan tidak lagi dibantu oleh gurunya.
Hasil wawancara dari walikelas TK Junior atas nama SF yaitu :
Pentingnya pembukaan itu untuk memulai hari anak dengan semenyenangkan mungkin, agar pada saat kegiataan selanjutnya dia tetap senang, dan jika mereka senang bisa diliat dia melakukan tugasnya tanpa bantuan gurunya
Dari hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan keseharian anak juga dibiasakan bertanggung jawab untuk menggerai kasurnya dan tantangan bagi guru untuk selalu membuat anak senang, seperti yang dilakukan oleh gurunya yaitu membuka dengan kegiatan dengan kegiatan tari tarian atau bernyanyi untuk membuka hari yang semangat. Fungsi utama dari nyanyian atau tari tarian agar dapat selalu membuat anak semangat dan senang.
d. Mampu Menyesuaikan Diri Dengan Lingkungannya
Kemampuan anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya atas kemauan sendiri merupakan salah satu ciri dalam karakter kemandirian pada anak.
Hasil observasi yang dilakukan pada kelas TK junior terlihat 11 anak sudah mampu atau Berkembang Sangat Baik, yaitu pada saat observasi anak datang di sekolah dengan senang dan tidak menangis.
Hasil wawancara jawaban dari walikelas TK Junior atas nama SF yaitu :
“Tantangan sebagai guru yaitu membuat anak selalu senang, ketika dia senang dia tidak akan menangis lagi pada saat ditinggalkan di sekolah”.
Kesimpulan dari hasil wawancara dan hasil observasi terlihat anak yang sudah mampu bersekolah tanpa ditemani atau ditunggu oleh orang tuanya merupakan salah satu kegiatan yang dapat membantu anak dengan mudah bergaul dengan lingkungannya baik dengan teman atau bersama gurunya. Hal ini menjadi
tantangan bagi guru untuk bisa menyamankan anak seperti layaknya dirumahnya sendiri.
2. Intelektual Anak a. Percaya Diri
Kepercayaan diri anak yang terlihat pada saat observasi yaitu pada setiap setelah kegiatan belajar mewarnai, guru meminta anak untuk naik kedepan memperlihatkan atau menunjukkan hasil karyanya dihadapan teman temannya.
Azam yang paling dulu unjuk dan berdiri cepat maju memperlihatkan hasil karyanya dibanding anak yang lain dan seluruh anak dinilai Berkembang Sangat Baik.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan wali kelas atas nama SF mengatakan :
Azam anak yang pintar dan selalu bercerita berbeda dengan zulaika karena zulaika karena dia termasuk anak pemalu yah, mungkin dia kurang percaya diri tapi tetap saya paksa dia naik dulu sampai dia menangis tapi sekarang dia sudah terbiasa
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi disimpulkan bahwa kepercayaan diri anak berpengaruh pada intelektualnya terlihat pada saat waktu observasi azam yang selalu percaya diri dibanding temannya yang lain karena dia yang memiliki keunggulan lebih dari segi intelektual dari temannya, berbeda dengan zulaika karena dia anak yang pemalu sehingga dia jarang menunjukkan karyanya didepan temannya. Tetapi, selalu dipaksa maju agar ia terbiasa.
b. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya
Hasil observasi yang dilakukan pada saat anak mampu menentukan pilihannya terlihat pada saat makan di ruang makan yaitu bisa memilih sendiri
menu makanan yang disukainya sendiri dan mengambil berapa lauk yang bisa dimakannya.
Hasil wawancara dari yang dilakukan dengan wali kelas atas nama SF yaitu :
Ada beberapa menu makanan yang disediakan diatas meja disediakan, anak disini sudah bisa makan sendiri tanpa didampingi dan juga dia sendiri yang menentukan jumlah makanannya tetapi harus selalu diingatkan untuk dihabiskan dan ambil secukupnya
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dari kegiatan makan bersama diruang makan dapat disimpulkan bahwa kemampuan intelektual anak juga mempengaruhi kesehariannya, intelektual anak tidak hanya di ukur pada saat belajar saja tetapi pada saat melakukan kegiatan apapun seperti pada saat makan terlihat semua anak sudah mampu makan, menyendok dan mengukur sendiri takaran berapa nasi dan lauk yang harus dia makan agar dia kenyang.
c. Bertanggung jawab dan menerima konsekuensi.
Hasil observasi yang dilakukan pada saat kegiatan sehari harinya memasang seprei juga dinilai dari segi intelektualnya yaitu merapikan tempat tidur dengan rapi dan memasang seprei memerlukan pengetahuan tersendiri sehingga semua anak dalam kelas TK Junior dinilai berkembang sangat baik dalam memasang seprei sudah rapi maka dinilai anak berkembang sesuai harapan.
Hasil wawancara dengan wali kelas SF yaitu :
“Dalam memasang seperei seperti itu, anak dinilai sudah berkembang sangat baik, karena dia bisa memasang sendiri dan memasukkan sendiri kasurnya kedalam sepreinya”
Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan bahwa pada saat anak melakukan kegiatan seperti memasang seprei tentunya anak bisa harus memiliki pengetahuan khusus karena bagi anak yang tidak mengetahui cara memasangnya biasanya akan salah. Dari kegiatan ini dapat disimpulkan anak akan bertanggung jawab pada kegiatannya jika ia mengetahui cara untuk melakukan tanggung jawabya, untuk itu guru dituntut untuk membiasakan anak melakukan hal hal yang harus dilakukannya agar tidak bergantung dengan orang lain.
d. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya
Hasil observasi yang dilakukan kebiasaan anak akan mempengaruhi kemandiriannya. Pada kegiatan sebelum tidur yang menggerai kasur sendiri dan memasang seprei sendiri itu dengan sendiri sudah menggambarkan bahwa sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan seluruh anak didalam kelas TK Junior sudah berkembang sesuai dengan sangat baik karena mampu melakukan tugasnya tanpa dibantu oleh guru.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas atas nama SF yaitu : Keseharian anak dilatih melakukan kegiatannya sendiri agar tidak bergantung dengan orang lain, kebiasaan kecil ini yang membentuk karakter mandirinya dan mereka sudah terbiasa melakukan kegiatan seperti itu.
Kesimpulan dari hasil wawancara dan hasil observasi yang dilakukan terlihat anak sudah mampu menyesuaikan diri mereka dengan lingkungannya, yaitu sudah terlihat mampu melakukan tugasnya yaitu pada kegiatan memasang dan menggerai kasurnya sendiri dan merapikan kembali. Hal kecil yang sering dilakukan tersebut membantu anak mampu menyesuaikan dengan lingkungannya karena tidak ada yang dibantu dalam kegiatan tersebut lagi.
b. Faktor Eksternal 1. Lingkungan a. Percaya Diri
Hasil observasi terlihat semua anak sudah menaikkan tangannya pada saat diberikan pertanyaan yang sederhana oleh gurunya. Lingkungan sekolah yang mendukung untuk meningkatkan kepercayaan diri anak dilakukan setiap hari dengan kegiatan yang sering dilakukan membiasakan anak melakukan hal – hal untuk percaya diri contohnya dibiasakan maju kedepan memperlihatkan karyanya, membiasakan anak untuk mengunjuk tangannya pada saat ia mengetahui jawaban dari pertanyaan gurunya. Dan seluruh anak dinilai sudah berkembang sangat baik dengan mampu menaikkan tangannya pada saat di tanya oleh guru.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas SF yaitu :
Seperti yang tadi dijelaskan bahwa ada kegiatan dimana anak di pancing untuk selalu berani mengeluarkan pendapatnya dengan selalu memotivasi anak yang kurang aktif atau kurang percaya diri dengan memberikan contoh ke anak yang aktif seperti dengan memuji anak yang sering naik dan juga misalkan memberikan reward jadi anak yang mungkin kurang aktif jadi semangat lagi dan mau juga maju kedepan dihadapan temannya.
Dan memberikan pertanyaan – pertanyaan yang sederhana untuk memancingnya mengunjuk tangan dan saya selalu menyuruh anak angkat tangan jika mengetahui jawabannya.
Dari hasil wawancara dan observasi dapat disimpulkan untuk memunculkan jiwa percaya diri anak dimulai dengan memberikan selalu memberikan motivasi kepada anak dengan selalu memberikan pujian dan juga semangat agar ia mau maju kedepan temannya. Selain itu seperti yang dilakukan oleh guru nya seperti sering memberikan reward kepada temannya yang sering naik atau yang sudah percaya diri untuk dijadikan contoh. Dan memberikan pertanyaan pertanyaan sederhana agar anak selalu mengunjuk tangannya bila
mengetahui jawabannya. Hal ini jika sering dilakukan dapat memunculkan karakter percaya diri anak.
b. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya.
Hasil observasi yang dilakukan pada anak TK Junior terlihat anak Berkembang Sangat Baik dalam menentukan dan berani dalam menentukan pilihannya pada saat anak menaikkan tangannya apabila diberikan pertanyaan hal ini dapat dinilai sudah mampu dan berani menentukan pilihannya karena mereka tanpa ada paksaan dari guru untuk menaikkan tangannya.
Hasil wawancara dengan walikelas TK Junior dengan SF yaitu :
“Dari awal saya selalu mengatakan pada anak – anak jika ibu memberi pertanyaan kalau mau dijawab harus angkat tangan, dan mereka terbiasa dengan hal itu, dia kalo ditanya pasti selalu angkat tangan”
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan di kelas anak mampu menentukan pilihannya sendiri karena sudah didukung dari segi lingkungan yaitu dengan membiasakan anak di setiap harinya diberikan pertanyaan – pertanyaan sehingga mereka terbiasa untuk mengangkat tangannya tanpa diberitahu lagi.
c. Bertanggung Jawab dan Menerima Konsekuensi.
Hasil observasi yang dilakukan di kelas TK Junior anak bertanggung jawab memakai sendiri pakaiannya pada saat sebelum tidur. Terlihat anak mengambil baju dari tas nya kemudian menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sendiri.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas TK Junior atas nama SF yaitu:
Kegiatan ganti baju sendiri dilakukan setiap hari, jadi pada saat sudah makan anak naik kekelas kemudian mengambil pakaiannya ditasnya dan
kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya sendiri, biasanya saya cuma mengawasi mereka dari luar kamar mandi.
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan anak terlihat sudah mampu bertanggung jawab untuk memakai sendiri pakaiannya tanpa dibantu oleh gurunya. Dari kegiatan ini anak dinilai sudah mampu bertanggung jawab pada dirinya sendiri yaitu dengan mengganti pakaiannya.
d. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya
Hasil observasi yang dilakukan dikelas TK Junior terlihat anak sudah mampu bergaul dengan lingkungannya, yaitu pada kegiatan mengganti baju sendiri yang dinilai seluruh anak pada kelas TK Junior sudah Berkembang Sesuai Harapan dan dapat menyesuaikan diri nya dengan lingkungannya yaitu tidak dibantu oleh gurunya dalam mengganti baju.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas TK Junior dengan SF :
“Disini anak sudah tahu kalo selesai makan naik kelas kemudian mengambil bajunya dalam tasnya kemudian pergi ganti baju nah biasanya saya cuma mengingatkan waktunya untuk mengganti bajunya”.
Dari hasil wawancara dan observasi bisa disimpulkan bahwa anak sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya dengan pembiasaan yang dilakukan tiap hari. Mengganti baju sendiri merupakan kegiatan yang sering dilakukannya sehingga anak terbiasa mengganti bajunya sendiri tanpa bantuan guru.
2. Stimulus a. Percaya Diri
Hasil observasi dikelas TK Junior terlihat anak sudah percaya diri dilihat dari stimulasi yang diberikan dikelasnya. Maju dihadapan temannya apabila
terlihat anak diintruksikan untuk maju tanpa paksaan tetapi untuk menyamaratakannya agar anak semua tidak malu guru menyebut nama nya secara bergilir agar anak naik semua menunjukkan karyanya. Dan seluruh anak didik di kelas TK Junior sudah dapat dinilai sudah Berkembang Sangat Baik.
Hasil wawancara dengan walikelas TK Junior dengan walikelas atas nama SF yaitu:
Setiap setelah kegiatan pembelajaran anak diminta maju menunjukkan hasil karya ke teman temanya dan memintanya menjelaskan apa yang dikerjakannya, walaupun biasa anak terlihat kesusahan dalam menjelaskan, kami bantu setelah itu kami beri reward berupa tepuk tangan agar anak selalu berani maju kedepan dan juga saya memanggilnya secara bergilir agar mereka terbiasa
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dapat disimpulkan anak sudah mampu menunjukkan bahwa dirinya sudah percaya diri dengan maju kedepan teman – temannya tanpa ada paksaan dari orang guru. Cara ini cukup bagus dalam melatih kepercayaan diri anak terutama pada anak yang tidak memiliki kepercayaan diri atau masih malu – malu dengan diberikan stimulasi yang seperti guru contohkan dapat membantu mengembangkan rasa percaya diri pada anak.
b. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya.
Hasil observasi pada kegiatan dikelas TK junior menentukan pilihannya seperti pada kegiatan pada saat anak dilatih memilih menu lauk dan takaran makanan untuk dirinya pada saat makan, menentukan pakaian mana yang dipakainya pada saat mau tidur karena anak membawa 3 baju ke sekolah. Hal ini rutin dilakukan disetiap harinya di sekolah.
Hasil wawancara dengan wali kelas TK Junior dengan walikelas atas nama SF yaitu:
Stimulasi yang diberikan ke anak untuk bisa berani menentukan pilihannya yaitu membebaskan anak memilih sendiri makanan kesukaannya, dan mengganti bajunya karena baju yang dibawa dari rumah ke sekolah itu 3 lembar jdi dia bebas memilih, dan pada saat mau tidur dia juga bebas mau tidur dekat siapa
Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan anak tersebut sudah diberikan stimulasi untuk mampu menentukan pilihannya sendiri. Dari beberapa contoh yang diberikan guru, dan hasil observasi sudah menenjukkan anak bebas dalam memilih tetapi tetap pada pengawasan guru. Ketika anak memilih sesuatu atas kehendaknya pasti anak akan senang.
c. Bertanggung jawab dan menerima konsekuensi.
Hasil observasi yang dilakukan di kelas TK Junior pada setiap stimulasi yang diberikan guru pada anak dengan memberikan konsekuensi pada anak yaitu bertanggung jawab pada perlengkapannya sendiri seperti mewajibkan pada anak untuk melap sendiri makanan yang ditumpahkannya, mengisi botol air minum nya apabila sudah habis. Stimulasi yang diberikan dengan bertanggung jawab pada perlengkapannya sendiri.
Hasil wawancara yang dilakukan pada walikelas TK Junior atas nama SF yaitu :
Memberikan tanggung jawab pada perlengkapannya sendiri sudah bisa membentuk karakter anak bertanggung jawab pada diri nya sendiri. Hal hal sederhana yang diberikan pada anak jika dilakukan konsisten dan sering akan membuahkan hasil yang baik
Dari hasil wawancara dan hasil observasi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kegiatan stimulasi yang diberikan pada anak jika dilakukan dengan konsisten dan dilakukan setiap hari dapat membentuk karakter anak secara langsung terkhusus pada karakter yang bertanggung jawab pada anak.
d. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Lingkungannya.
Hasil observasi yang dilakukan di kelas TK Junior pada stimulasi untuk menimbulkan sikap mampu menyesuaikan diri yaitu terlihat anak dibiasakan dengan diberikan kegiatan bersama baik dalam pelajaran kelas yang berbagi makan snack di dalam kelas selanjutnya belajar dengan berbagi bersama temannya, selain itu diluar kelas terlihat anak bebas bermain dengan temannya yang berbeda kelas ditaman bermain sekolah, hal ini pada seluruh anak TK junior dapat dinilai berkembang sangat baik.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas TK atas nama SF yaitu:
Stimulasi yang diberikan disekolah agar anak bisa dengan mudah bergaul dengan lingkungannya yaitu dengan membiasakan anak melakukan kegiatan secara bersama dengan begitu anak mudah bergaul dengan teman teman dan lingkungannya
Hasil wawancara dan obseravasi yang dilakukan dengan walikelas dapat dissimpulkan bahwa dengan adanya pembiasaan yang sering dilakukan di sekolah dengan membiasakan anak bermain bersama, belajar bersama dengan berbagi dapat membantu anak dengan mudah nya bergaul dengan lingkungan sekitar nya.
3. Pola Asuh a. Percaya Diri
Hasil observasi yang dilakukan dikelas TK Junior pola asuh dalam membentuk kepercayaan diri anak yaitu dengan pada saat memulai pelajaran dimulai guru selalu menanyakan kabar anak dan menanyakan hal – hal yang bersangkutan dengan tema seperti pada tema aku, dengan memancing anak berbicara bebas di kelas dan menyakan satu persatu dengan pertanyaan seputar
tema dapat memancing kepercayaan diri anak untuk mengungkapkan pengalamannya.
Hasil wawacara dengan walikelas TK Junior atas nama SF yaitu :
“Saya selalu menanyakan kabar anak setiap hari, menanyakan siapa saja temannya yg tdk hadir dengan begitu anak bisa bercerita nah dengan begitu jadinya anak akan percaya diri”.
Dapat disimpulkan dari hasil wawancara dan hasil observasi bahwa pembiasaan yang dilakukan disekolah untuk memunculkan karakter percaya diri anak yaitu dengan memberikan anak ruang untuk selalu menunjukkan dirinya.
Tidak hanya maju menunjukkan karyanya tapi juga dengan selalu membuat anak menceritakan pengalamannya.
b. Mampu dan Berani Menentukan Pilihannya.
Hasil observasi yang dilakukan pada kelas TK Junior yaitu pada saat kegiatan anak menggambar anak dibiarkan untuk memilih sendiri warna untuk gambar yang diberikan namun tetap dalam pengawasan gurunya.
Hasil wawancara yang dilakukan dengan walikelas atas nama SF yaitu:
“Kegiatan menggambar ini salah contoh membebaskan anak untuk menentukan pilihannya dalam mewarnai selain itu, membebaskan anak berkreasi adalah salah satu hal yang tidak mengekang anak dalam berkreasi”
“Kegiatan menggambar ini salah contoh membebaskan anak untuk menentukan pilihannya dalam mewarnai selain itu, membebaskan anak berkreasi adalah salah satu hal yang tidak mengekang anak dalam berkreasi”