HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
Berdasarkan atas penelitian yang telah dilakukan oleh penulis sebagaimana yang telah dijelaskan pada Bab III, melalui penelitian langsung pada perusahaan, penulis memperoleh data tentang mentode penyusutan asset tetap yang di terapkan oleh PT Prodia Widyahusada Tbk serta dampaknya pada laba.
PT Prodia Widyahusada mengidentifikasikan aset tetap sebagai sset tetap berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun dahulu yang digunakan dalam operasi normal perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun.
1. Aset Tetap PT Prodia Widyahusada Tbk
Aset tetap pada PT Prodia Widyahusada adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan dimaksud tidak untuk dijual kembali, melainkan menunjang kegiatan operasional perusahaan. PT Prodia Widyahusada Tbk mempunyai golongan dan jenis aset tetap sebagai berikut:
a. Bangunan
Yaitu bangunan yang dijadikan sebagai tempat operasional kegiatan perusahaan, yang tersebar di 104 wilayah di Indonesia, dengan total 251 outlet.
b. Kendaraan
Yaitu kendaraan yang digunakan untuk kegatan operasional perusahaan, diantara nya sepeda motor, mobil, dan bus.
c. Inventaris Kantor
Yaitu termasuk kedalam alat-alat yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seperti, alat laboratorium, perabot seperti meja, kursi, lemari arsip, storage rack, dan lain-lain.
d. Peralatan
Yaitu termasuk kepada alat yang digunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perusahaan seperti peralatan komputer, peralatan kantor dan peralatan lainnya.
e. Aset Dalam Penyelesaian
Yaitu aset dalam hal ini, renovasi bangunan, penambahan gedung kantor, yang nanti nya akan bermanfaat bagi perusahaan.
Berikut jenis kelompok aset tetap dari masa manfaat dan masing-masing aset tetap yang dimiliki oleh PT Prodia Widyahusada Tbk
Jenis Aset Tetap Masa Manfat Persentase Penyusutan
Bangunan 10-30 tahun 5%
Kendaraan 4-8 tahun 25%
Inventaris Kantor 4-8 tahun 12.5%
Peralatan 4-8 tahun 25%
Aset Dalam Peyelesaian 10 tahun 10%
2. Perhitungan Penyusutan Aset Tetap
Seiring dengan waktu pemakaian sebuah aset tetap, maka pada saat yang sama aset tetap tersebut akan mulai berkurang kemampuannya atau mulai mengalami keusangan (obsolescence) untuk menciptakan barang dan jasa. Berkurangnya kemampuan aset tetap ini disebut sebagai penyusutan atau depresiasi (depreciation).43
Menurut PSAK Nomor 16 Tahun 2012, penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah tersusutkan dari aset selama umur manfaatnya. Penyusutan diakui walaupun nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak melebihi jumlah tercatatnya.
Nilai residu dan umur manfaat dari suatu aset dikaji sekurang-kurangnya setiap akhir tahun buku dan jika hasil kajian berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi.44
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam menghitung beban penyusutan adalah:
6. Biaya perolehan (initial cost/ capitalized cost), yaitu jumlah keseluruhan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi bisnis untuk memperoleh aset tetap.
7. Umur manfaat (usefull life), yaitu estimasi atau perkiraan lamanya waktu penggunaan aset tetap tersebut.
8. Nilai sisa/ residu (residual value/ scrap value/ salvage value/ trade-in
value), yaitu estimasi nilai tunai aset tetap yang diharapkan pada akhir
umur manfaatnya.
9. Jumlah biaya yang dapat disusutkan/ jumlah tersusutkan (asset’s
depreciable cost), yaitu selisih antara biaya perolehan aset tetap dengan
nilai residunya. Jumlah ini kemudian akan dialokasikan secara sistematis sebagai beban penyusutan.
43
Winston Pontoh. 2013. Akuntansi Konsep dan Aplikasi. Penerbit Moeka. Jakarta Barat. h.358
44
Dini Gustari. 2014. Analisis Perlakuan Akuntansi Aset Tetap Berwujud Dan Pengaruhnya
10. Jumlah tercatat/ nilai buku (book value) adalah selisih antara biaya perolehan dengan akumulasi penyusutan.45
Berbagai metode pengalokasian harga perolehan aset tetap dapat digunakan oleh perusahaan berdasarkan pertimbangan dari pihak manajemen perusahaan sendiri. Metode apapun yang dipilih oleh perusahaan harus dapat dilakukan secara konsisten dari periode ke periode. Metode alokasi harga perolehan harus diseleksi agar sedapat mungkin mendekati pola pemakaian aset yang bersangkutan.
Ada beberapa metode yang berbeda untuk menghitung besarnya beban penyusutan yaitu:
a. Metode Garis lurus / Straight line method
b. Metode jumlah angka tahun / sum of the years digit method c. Metode saldo menurun ganda/ double declining balance method
Metode penyusutan yang diterapkan oleh PT Prodia Widyahusada Tbk adalah metode penyusutan garis lurus, dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus, Perusahaan akan mendapatkan biaya penyusutan aset tetap sebagai berikut:
a. Metode Penyusutan Garis Lurus
Metode penyusutan garis lurus cukup sederhana. Metode ini
menghubungkan alokasi biaya dengan berlalunya waktu dan mengakui pembebanan periodik yang sama sepanjang umur aset. Asumsi yang mendasari metode garis lurus ini adalah bahwa aset yang bersangkutan akan memberikan manfaat yang sama untuk setiap periodenya sepanjang umur aset, dan pembebanan nya tidak dipengaruhi oleh perubahan produktivitas maupun efisiensi aset. Estimasi umur ekonomis dibuat dalam periode bulanan atau tahunan. Selisih antara harga perolehan aset dengan nilai residunya dibagi dengan masa manfaat aset akan mengahasilkan beban penyusutan periodik.
45
Winston Pontoh. 2013. Akuntansi Konsep dan Aplikasi. Penerbit Moeka. Jakarta Barat. h. 359
Dengan menggunakan metode garis lurus besarnya beban penyusutan periodik dapat dihitung sebagai berikut:46
𝐑𝐮𝐦𝐮𝐬 =𝐡𝐚𝐫𝐠𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐨𝐥𝐞𝐡𝐚𝐧 − 𝐞𝐬𝐭𝐢𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐧𝐢𝐥𝐚𝐢 𝐫𝐞𝐬𝐢𝐝𝐮 𝐞𝐬𝐭𝐢𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐟𝐚𝐚𝐭
Berikut adalah hasil perhitungan beban penyusutan aset tetap dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus untuk alokasi beban penyusutan aset tetap tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. (Tabel 4.1-4.5)
Tabel 4.1
Alokasi Beban Penyusutan Metode Garis Lurus Tahun 2013
Nama Aset Beban Penyusutan
Bangunan 6.832.456.960
Kendaraan 4.853.323.304
Inventaris Kantor 14.197.880.862
Peralatan 21.168.997.987
Aset Dalam Penyelesaian 3.146.667.606
Total 50.199.326.719
Sumber: data perusahaan (diolah kembali)
Perhitungan: 1. Bangunan Beban Penyusutan = 136.649.139.194 x 5% = 6.832.456.960 2. Kendaraan Beban Penyusutan = 19.413.293.217 x 25% = 4.853.323.304 3. Inventaris Kantor Beban Penyusutan = 113.583.046.893 x 12.5% = 14.197.880.862 4. Peralatan Beban Penyusutan = 84.675.991.949 x 25% = 21.168.997.987 46 Ibid. h. 175
5. Aset dalam Penyelesaian
Beban penyusutan = 31.466.676.061 x 10% = 3.146.667.606
Tabel 4.2
Alokasi Beban Penyusutan Metode Garis Lurus Tahun 2014
Nama Aset Beban Penyusutan
Bangunan 6.832.456.960
Kendaraan 4.853.323.304
Inventaris Kantor 14.197.880.862
Peralatan 21.168.997.987
Aset Dalam Penyelesaian 3.146.667.606
Total 50.199.326.719