BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Penelitian
1. Potret Praktik Akuntansi dalam UMKM
Jika kita cermati di dalam quran tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 282 yang ditafsirkan dalam konteks akuntansi, Allah telah mengatur bagaimana proses dalam melakukan pencatatan yang benar dalam segala jenis transaksi yang terjadi selama menjalankan usaha. Dari hasil pencatatan tersebut para pelaku usaha dapat menggunakannya sebagai pedoman dan sarana informasi untuk menentukan apa yang seharusnya diperbuat kedepannya.
Pencatatan sederhana merupakan salah satu istilah yang tentunya familiar bagi para pebisnis. Setiap jenis bisnis skala kecil maupun skala besarperlu memahami akan pentingnya melakukan pencatatan. Pencatatan sederhana itu sendiri umumnya berisi laporan keuangan usaha dan dari pencatatan sederhana kita bisa melihat sejauh mana usaha kita memperoleh keuntungan, seperti apa kinerja, serta kemampuan dalam menangani segala tanggungjawab utang-piutang. Dalam penelitian yang dilakukan informan yang terkait tidak lain adalah para pelaku UMKM yang menjalankan usaha yaitu jagung marning yang bertempat di jalan melati kabupaten bulukumba sehingga penelitian ini bertujuan agar mengungkap apakah akuntansi berperan dalam kelangsungan usaha.
karena peneliti ini berfokus pada peranan akuntansi yang ditinjau dari pencatatannya, peneliti sebelumnya telah mengobservasi dan mengamati mengenai bagaimana para pelaku UMKM tersebut
menjalankan usahanya dan berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, peneliti melihat pandangan para pelaku UMKM mengenai akuntansi khususnya para pengusaha jagung marning masih perlu ditingkatkan agar mereka dapat melakukan pencatatan dengan baik dan benar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan. Semua informan yang menjadi subjekpenelitian mereka belum menerapkan secara maksimal dan masih jauh dari kata sempurna.Para pelaku UMKM menerapkan pencatatan hanya pada saat dibutuhkan saja artinya mereka hanya melakukan pencatatan tidak secara terus-menerus atau tidak konsisten melainkan hanya berfungsi sebagai pelengkap saja.Jadi pencatatan yang diterapkan oleh para pelaku UMKM masih belum sesuai dengan pencatatan akuntansi sebagaimana kita kenal.
2. Peran Akuntansi dalam UMKM a. Pencatatan Hutang-Piutang
Dalam aktivitas jual beli pembelian tentunya tidak selalu dilakukan secara tunai, kredit (dibayar nanti). Dalam permasalahan ini, orang yang terlibat harus mencatatnya dalam pembukuan hutang piutang guna untuk mengetahui siapa yang berutang atau berpiutang, berapa besar piutang/utangnya, serta telah melakukan pelunasan berapa besar atau sudah berapa lama piutang/utang tersebut tidak tertagih.seperti yang dijelaskan surah Al-Baqarah ayat 282 yang bebunyi:
ََوَلِلْدَعْلاِبٌبِتاَكْمُكَنْ َبْبُتْكَ ْل َوَلُهوَلُبُتْكاَفىًّّمَسُمٍل َجَؤىَلِإٍنْ َدِبْمُتْنَ اَدَتاَذِإاوَلُنَمآَن ِذَّلااَهُّ َأاَ
ََبُتْكَ ْنَؤٌبِتاَكَبْؤَ َا
َْبَ َا َوَلُهَّب َرَهَّللاِقَّتَ ْل َوَلُّق َحْلاِهْ َلَع ِذَّل ِلِِلْمُ ْل َوَلْبُتْكَ ْلَفُهَّللاُهَمَّلَعاَمَك
اًّئْ َشُهْنِم ْس َخ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan Hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mendektekan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun dari hutangnya.” (QS. al-Baqarah: 282).
Ayat diatas secara jelas berisi tentang perintah praktek pencatatan dalam bertransaksi. Akan tetapi, disini para pelaku UMKM belum ada yang betul-betul menerapkannya dalam berumuamalah. Umumnya para informan hanya mengandalkan memori atau ingatan mereka apabila terjadi utang-piutang saat bertransaksi. Hal ini dikatakan oleh informan yang berinisial H dalam proses wawancara yang mengatakan bahwa apabila ada utang dari pelangganibu H tidak mencatatnya beliau hanya mengandalkan ingatan dan pengertian dari orang yang bersangkutan. Hal ini sama dengan apa yang dikemukakan oleh informan yang berinisial Y yang mengatakan bahwa selama beliau mendirikan usahanya jarang terjadi utang-piutang dan kalaupun terjadi beliau tidak mencatatnya melainkan hanya mengandalkan memori atau ingatannya.
UMKM sendiri berbeda dengan usaha berskala luas atau berbeda dengan bisnis dibawah naungan grup usaha. Ciri lain dari UMKM adalah masih menggunakan teknologi manual atau relatif rendah dan penerapan pencatatan akuntansinya masih tergolong sederhana. Menurut pengusaha kecil akuntansi tidak terlalu penting
untuk diterapkan dan pengusaha kecil memiliki pemahaman yang masih minim tentang akuntansi, sebagian diantara mereka ada yang tidak terlalu memahami pentingnya melakukan pencatatan atau pembukuan sederhana bagi kelangsungan usaha.
b. Pencatatan Kas Masuk dan Kas Keluar
Bukti transaksi merupakan hal yang penting dalam mencatat transaksi baik itu kas masuk maupun kas keluar yang terjadi dalam berbisnis.Setiap bisnis, baik itu bisnis skala kecil, menengah, maupun bisnis besar pastinya menyadari bahwa bagaimana pentingnya melakukan pencatatan dalam melakukan transaksi.
Dalam penelitian ini para informan melakukan pencatatan yang bukan merupakan pencatatan transaksi, melainkan hanya mencatat apa yang perlu dicatat atau hanya merupakan pencatatan perkiraan kebutuhan saat membeli bahan baku, tidak mencatat kas masuk. Hal ini diungkapkan pada saat proses wawancara oleh informan yang berinisial RM yang mengatakan bahwa sebelum membeli bahan baku biasanya Ibu RM mencatat apa-apa yang diperlukan terkait pembuatan jagung marning. Berbeda halnya dengan yang diungkapkan oleh Informan yang berinisial Y yang mengatakan bahwa beliau hanya mencatat pada saat pertama kali membuka usaha dan lama-kelamaan Ibu Y sudah tidak mencatatnya lagi alasannya karena beliau sudah mengetahui dengan jelas apa-apa saja yang diperlukan sebagai bahan baku dalam membuat jagung marning.
Mengenai arus kas masuk, para pelaku usaha umkm jagung marning juga tidak ada yang mencatatnya. Sesuai dengan apa yng
diuangkapkan informan yang berinisial Y pada saat proses wawancara yang mengatakan bahwa pendapatan yang diperoleh tidak perlu dicatat karena dari hasil pendapatan tersebut semuanya milik ibu Y sebagai pemilik usaha jadi mengenai pendapatan tidak perlu dicatat karena tidak ada pembagian hasil kepada pihak manapun. Sama halnya seperti yang diungkapkan oleh informan yang berinisal RK yang mengatakan bahwa ibu RK juga tidak pernah mencatat pendapatannya karena biasanya ibu RK sudah memprediksi berapa pendapatan yang akan didapatnya. Beliau memprediksi dengan cara berapa jumlah barang yang di produksi maka sekian juga berapa labanya.
c. Pencatatan Modal
Setiap bisnis atau usaha yang berskala mikro sampai perusahaan yang berskala besar tentunya semua mebutuhkan modal untuk menjalankan dan mengoptimalkan usahanya. Olehnya itu, dalam suatu perusahaan sangat amat penting untuk mencatat dan mengelola usahanya dengan baik. Sama halnya dengan pelaku UMKM mereka juga perlu mencatat dan mengelola modalnya agar kelangsungan usahanya dapat terjamin.
Berbicara tentang modal pada UMKM saat ini pemerintah melalui kementrian Usaha Mikro kecilMenengah (UMKM) telah banyak menjalankan program untuk memberi suntikan modal kepada para pelaku UKM maupun UMKM salah satunya program pelatihan yang langsung diadakan oleh pemerintah yang bertujuan untuk lebih
mengembangkan UMKM kedepannya. Hal ini diungkapkan pada saat proses wawancara oleh informan yang berinisial Y mengatakan bahwa pernah mengikuti pelatihan yang bertempat di Makassar, disana selain mendapatkan ilmu untuk kelangsungan usaha ibu Y juga mendapatkan modal yang diberikan langsung dari pemerintah.
Berbeda halnya dengan apa yang dikemukakan oleh informan yang berinisial Ibu R mengatakan bahwa beliau mendapatkan modal dari hasil pinjaman di Bank, mengenai pencatatannya Ibu R mengatakan tidak mencatat apabila mengambil pinjaman/modal melainkan hanya mengandalkan ingatan atau hanya menyimpan berupa bukti dari Bank pada saat melakukan transaksi dan pada saat membayar angsuran utang. Lain halnya dengan informan lain yakni Ibu H, Ibu RK, dan ibu RM bahwa modal yang dipakai dari modal pribadi, mengenai tentang pencatatannya mereka tidak mencatatnya karena menganggap tidak terlalu penting untuk dicatat karena telah mengetahui bagaimana alur perputaran modalnya, selain itu mereka juga mengatakan tidak adanya sistem tanggungjawab kepada siapapun.
Pandangan bahwa „bisnis saya masih berskala kecil‟ seringkali menjadi alasan para pengusaha kecil mengapa pencatatan keuangan masih dianggap tidak penting atau masih diabaikan.Dari 5 informan yang peneliti wawancarai mereka mendapatkan modal dari sumber yang berbeda-beda antara lain dari pelatihan, Bank, dan juga dari modal sendiri. Mengenai pencatatannya mereka sama-sama tidak mencatatnya mereka mengataakan dalam melakukan pencatatan itu
terlalu rumit, disisi lain mereka tidak mempunyai keahlian dalam melakukan pencatatan yang benar ditambah lagi kesibukan lain yang masih harus dilakukan.
d. Pencatatan Harta (Tanah, bangunan, peralatan, dll)
Harta merupakan aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau terelbih dahulu dibangun dan akan digunakan dalam proses operasi perusahaan atau usaha yang manfaatnya dapat digunakan lebih dari satu tahun. Harta yang dimaksud berupa tanah, gedung atau bangunan, kendaraan, perlengkapan atau peralatan dan mesin.
Pencatatan harta adalah hal yang penting untuk dicatat untuk mengetahui berapa banyak harta dan cara mengelolanyan secara halal. Sama halnya dengan UMKM yang juga termasuk organisasi dan juga termasuk perusahaan berskala kecil/menengah UMKM juga perlu melakukan pencatatan harta karena harta merupakan asset yang berharga dalam suatu perusahaan/organisasi.
Syariat islam telah mengajarkan bahwa kekayaan dapat digunakan untuk berbagai tujuan namun diharamkan untuk membelanjakannya untuk hal-hal yang dilarang oleh syariat (Choirunnisa 2017:26). Mengenai pemanfaatan harta, yang paling penting dilakukan dalam dalam mengeluarkan zakat mal atau zakat penghasilan. Zakat penghasilan biasanya dilakukan saat bula ramadhan bersamaan dengan dikeluarkannya zakat fitrah dengan cara menghitung total harta selama setahun jika telah mencapai nizab
maka dikali dengan 2,5% maka itulah jumlah zakat mal yang dikeluarkan.
Berbicara dengn pencatatan harta para informan dalam penelitian ini mengungkapkan mereka tidak mencatatat aset-aset yang mereka miliki. Hal ini diungkapkan dalam wawancara oleh informan yang berinisial R yang mengatakan bahwa Ibu R sama sekali tidak mencatat harta benda yang dimilikinya karena dalam melakukan pencatatan ibu R kurang mengerti bagaimana bentuk catatan yang harus dibuat. Hal ini sama dengan apa yang telah diungkapkan oleh informan yang berinisial H dengan melakukan pencatatan tersebut kita memerlukan waktu dan lumayan ribet sedangkan saya punya banyak kepentingan lain yang harus saya kerjakan.
Saat ini masih banyak pengusaha yang malas dalam melakukan pencatatan dengan alasan usahanya masih tergolong skala kecil/menengah.
3. Manfaat Pencatatan Keuangan Untuk UMKM
Berikut adalah manfaat dalam melakukan pencatatan keungan usaha: 1. Berguna untuk memudahkan pengsaha menetahui perkembangan usaha. Sederhananya, apakah pendapatan/penjualan bulan ini meningkat dari bulan lalu.
2. Sebagai sumber informasi untuk mengetahui bahwa kita telah memisahkan uang usaha dan uang pribadi, sehingga kita bisa tahu kondisi keungan usaha yang kita geluti secara pasti.
4. Sebagai pertimbangan atau berguna untuk memudahkan kita dalam mendapatkan tambahan modal. Catatan keuangan yang baik dan benar atau catatan keuangan dalam jangka waktu panjang akan sangat dibutuhkan apabila dimasa depan kita membutuhkan tambahan modal. Catatan keuangan ini berfungsi sebagai bukti bahwa usaha anda memiliki prospek yang menjanjikan.