• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan

Ada dua permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana gambaran pemahaman orangtua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan dan prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami dan tidak dipahami oleh orang tua siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007. Untuk menjawab kedua permasalahan tersebut hasil penelitian pemahaman orang tua siswa Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 terhadap prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan dianalisis dengan menggunakan perhitungan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I. PAP tipe I ini digunakan dengan memperbandingkan skor real dengan skor yang seharusnya (Masidjo, 1995: 151). Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I menetapkan bahwa untuk

mendapat kualifikasi yang cukup tinggi, skor minimal yang harus dicapai sebesar 65% dari skor real atau total skor yang seharusnya dicapai. Penggolongan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I (Masidjo, 1995: 151) dijelaskan dalam tabel 3.

Tabel 3

Penggolongan Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan Tipe I

Kategori Patokan Sangat Tinggi 90% - 100% Tinggi 80% - 89% Cukup Tinggi 65% - 79% Rendah 55% - 64% Sangat Rendah < 55%

Berdasar penggolongan di atas, maka kualifikasi pemahaman orang tua terhadap prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan adalah sangat paham, paham, cukup paham, tidak paham, sangat tidak paham. Sedangkan penggolongan jawaban orang tua terhadap prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami dan tidak dipahami oleh orang tua adalah sangat dipahami, dipahami, cukup dipahami, tidak dipahami, sangat tidak dipahami.

Tabulasi data penelitian pemahaman orang tua siswa Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan dapat dilihat pada lampiran 10.

1. Pemahaman Orang Tua Siswa Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan Tahun Ajaran 2006/2007 Ditinjau dari Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan

Penggolongan kualifikasi pemahaman orang tua siswa Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan tahun ajaran 2006/2007 ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang berdasar pada Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini:

Tabel 4

Pemahaman Orang Tua Siswa

Taman Kanak-kanak Kanisius Siswa Siwi Muntilan Tahun Ajaran 2006/2007

Terhadap Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah

Patokan Rentangan Skor Frekuensi Kualifikasi

90% - 100% 40 - 44 9 Sangat paham 80% - 89% 35 - 39 15 Paham 65% - 79% 29 - 34 17 Cukup paham 55% - 64% 24 - 28 4 Tidak paham < 55% 0 - 23 0

Sangat tidak paham

N (jumlah responden)

45

Dari tabel 4 tampak kualifikasi pemahaman orang tua siswa ditinjau dari prinsip pendididikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik

perkembangan yang terjabar dalam 12 butir prinsip pendekatan pembelajaran (lihat lampiran 1), adalah sebagai berikut: dari 45 responden, ada 9 responden atau 20% dari populasi sangat paham tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan, 15 responden atau 33% dari populasi paham tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan, 17 responden atau 38% dari populasi cukup paham tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan, dan 4 responden atau 9% dari populasi tidak paham tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan. Urutan penggolongan kualifikasi pemahaman orang tua ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan dari frekuensi tertinggi sampai terendah dapat dicermati dalam tabel 5 di halaman 61.

Tabel 5

Penggolongan Kualifikasi Pemahaman Orang Tua Siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan

Tahun Ajaran 2006/2007

Ditinjau dari Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan

dari Frekuensi Tertinggi sampai Terendah

Frekuensi Prosentase Kualifikasi 17 38% Cukup paham 15 33% Paham 9 20% Sangat paham 4 9% Tidak paham 0 0% Sangat tidak paham Jumlah 45 100%

2. Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan yang Dipahami dan Tidak Dipahami Orang Tua Siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan Tahun Ajaran 2006/2007

Penggolongan kualifikasi item-item dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan pendekatan karakteristik perkembangan yang dipahami dan tidak dipahami orang tua siswa berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini:

Tabel 6

Penggolongan Kualifikasi Item-Item dari Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan

yang Dipahami dan Tidak Dipahami

Orang Tua Siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan Tahun Ajaran 2006/2007

Patokan Rentangan Skor Frekuensi Kualifikasi

90% - 100% 41 – 45 19 Sangat dipahami

80% - 89% 36 – 40 9 Dipahami

65% - 79% 29 – 35 8 Cukup dipahami

55% - 64% 25 – 28 3 Tidak dipahami

< 55% 0 – 24 5 Sangat tidak dipahami N (jumlah item) 44

Item-item yang telah dikualifikasikan dalam tabel 6 tersebut kemudian dikelompokkan menurut 12 butir prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan Developmentally Appropriate Practice. Pengelompokkan kualifikasi item-item ke dalam 12 butir prinsip pendidikan anak pasekolah berdasar Developmentally Appropriate Practice yang dipahami dan tidak dipahami orang tua siswa dapat dilihat secara jelas pada tabel 7 di halaman 63.

Tabel 7

Prinsip Pendidikan Anak Prasekolah berdasarkan Pendekatan Karakteristik Perkembangan

yang Dipahami dan Tidak Dipahami

Orang Tua Siswa TK Kanisius Siswa Siwi Muntilan Tahun Ajaran 2006/2007

Prinsip 1

Aspek-aspek perkembangan anak, yaitu aspek fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa dan komunikasi saling behubungan satu dengan yang lain

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 1 45 45 Sangat dipahami 2 42 45 Sangat dipahami 3 45 45 Sangat dipahami

Item nomor 1, 2 dan 3 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41-45.

4 26 45 Tidak dipahami Item nomor 4 termasuk dalam kategori tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 25 - 28.

Prinsip 2

Secara umum, pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia 0-6 tahun relatif teratur dan dapat diramalkan. Meski demikian pertumbuhan dan perkembangan tersebut terjadi dalam berbagai variasi sesuai dengan latar belakang lingkungan dan budaya anak

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 29 45 45 Sangat dipahami 8 43 45 Sangat dipahami

Item nomor 29 dan 8 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45. 43 37 45 Dipahami Item nomor 43 termasuk

dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40.

6 31 45 Cukup dipahami Item nomor 43 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35. Prinsip 3

Setiap anak merupakan individu yang unik dengan bentuk kepribadian dan irama pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda. Memperlakukan anak dengan cara yang sama akan merugikan anak yang memiliki kebutuhan dan cara belajar yang berbeda

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 11 32 45 Cukup dipahami 35 29 45 Cukup dipahami

Item nomor 11 dan 35 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35.

16 25 45 Tidak dipahami Item nomor 16 termasuk dalam kategori tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 25 – 28. 39 11 45 Sangat tidak dipahami Item nomor 39 termasuk

dalam kategori sangat tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 0 - 24. Prinsip 4

Intensitas dan kontinuitas pengalaman-pengalaman anak berpengaruh pada perkembangan anak selanjutnya

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 28 43 45 Sangat dipahami 10 42 45 Sangat dipahami

Item nomor 28 dan10 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45. 13 40 45 Dipahami Item nomor 13 termasuk

dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40.

23 30 45 Cukup dipahami Item nomor 23 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35.

Prinsip 5

Perkembangan cara berfikir anak akan berproses dari pengetahuan konkret menuju pengetahuan simbolik

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan

17 44 45 Sangat dipahami Item nomor 17 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45. 19 40 45 Dipahami Item nomor 19 termasuk

dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40.

18 32 45 Cukup dipahami Item nomor 18 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35. Prinsip 6

Perkembangan dan pembelajaran anak terjadi di dalam konteks sosial dan budaya yang beraneka ragam. Pemahaman terhadap anak harus didasarkan pada konteks keluarga, budaya dan masyarakatnya. Tujuan utama dari pendidikan adalah agar semua anak dapat menjalankan peran masing-masing dan merasa nyaman hidup dalam masyarakatnya yang plural

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan

22 44 45 Sangat dipahami

20 43 45 Sangat dipahami

Item nomor 22 dan 20 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45.

27 40 45 Dipahami

21 36 45 Dipahami

Item nomor 27 dan 21 termasuk dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40. Prinsip 7

Anak adalah pembelajar yang aktif No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan

25 43 45 Sangat dipahami Item nomor 25 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45. 24 26 45 Tidak dipahami Item nomor 24 termasuk

dalam kategori tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 25 – 28. 26 23 45 Sangat tidak dipahami Item nomor 26 termasuk

dalam kategori sangat tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 0 - 24.

Prinsip 8

Perkembangan dan pembelajaran anak dihasilkan oleh interaksi antara faktor genetis dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial dan budayanya No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan

7 41 45 Sangat dipahami Item nomor 7 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45.

37 39 45 Dipahami

15 38 45 Dipahami

Item nomor 37 dan 15 termasuk dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40. Prinsip 9

Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, bahasa dan komunikasi anak-anak, serta sebagai cerminan dari perkembangan mereka No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan

5 39 45 Dipahami Item nomor 5 termasuk

dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40.

33 35 45 Cukup dipahami Item nomor 33 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35. 31 24 45 Sangat tidak dipahami

14 12 45 Sangat tidak dipahami

Item nomor 31 dan 14 termasuk dalam kategori sangat tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 0 - 24.

Prinsip 10

Perkembangan anak akan mencapai kemajuan manakala anak memiliki kesempatan untuk mempraktekkan ketrampilan baru yang diperoleh, serta ketika mereka mendapatkan pembelajaran dengan tingkat kesukaran sedikit di atas kemampuan yang sudah mereka miliki

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 30 44 45 Sangat dipahami 38 43 45 Sangat dipahami 9 42 45 Sangat dipahami

Item nomor 30, 38 dan 9 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45.

36 32 45 Cukup dipahami

34 31 45 Cukup dipahami

Item nomor 36 dan 34 termasuk dalam kategori cukup dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 29 - 35.

Prinsip 11

Anak-anak berkembang dan belajar dengan baik dalam lingkungan di mana kebutuhan fisik mereka terpenuhi, mendapatkan rasa aman dan nyaman secara psikis dan dihargai sebagai individu

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 12 45 45 Sangat dipahami 41 44 45 Sangat dipahami

Item nomor 12 dan 41 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45. 40 40 45 Dipahami Item nomor 40 termasuk

dalam kategori dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 36 - 40.

Prinsip 12

Anak-anak memiliki cara memahami, cara belajar dan cara untuk menunjukkan pengetahuan mereka secara berbeda

No Item Skor yang dicapai Skor maksimal Kategori Keterangan 42 41 45 Sangat dipahami 44 41 45 Sangat dipahami

Item nomor 12 dan 41 termasuk dalam kategori sangat dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 41- 45.

32 16 45 Sangat tidak dipahami Item nomor 32 termasuk dalam kategori sangat tidak dipahami karena skor yang dicapai berada pada rentang skor 0 - 24.

Dari tabel 7 tampak bahwa:

a. Ada 19 item yang sangat dipahami orang tua siswa ditinjau dari prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1) Prinsip 1: item 1 (seiring dengan bertambahnya usia anak, fungsi fisik, sosialiasasi, berfikir, emosi, bahasa dan komunikasi semakian baik), item 2 (anak yang sehat lebih mudah bergaul dengan teman sebaya dibandingkan anak yang sakit-sakitan), item 3 (tidak memberikan tanggapan positif terhadap pertanyaan anak dapat menghambat perkembangan cara berfikir anak tersebut).

2) Prinsip 2: item 29 (meskipun pertumbuhan dan perkembangan anak usia prasekolah (3-6 th) relatif sama namun antar anak tetap ada perbedaan), item 8 (pendidikan pada anak usia dini diatur berdasarkan pada pertumbuhan dan perkembangannya).

3) Prinsip 4: item 28 (orang tua yang sering cekcok di hadapan anak dapat mendorong anak untuk sulit mempercayai orang lain), item 10 (tindakan orang tua yang selalu memenuhi keinginan anak kurang melatih anak untuk peka membedakan hal-hal yang diterima dan tidak diterima oleh masyarakatnya).

4) Prinsip 5: item 17 (kegiatan menggambar, bercerita, bermain peran (menjadi bapak/ ibu/ anak/ pedagang/ guru) dapat meningkatkan kemampuan berpikir anak).

5) Prinsip 6: item 22 (lingkungan bermain anak memiliki dampak yang besar dalam perkembangan fisik, emosi, kognisi, sosialisasi, kreativitas dan komunikasi anak), item 20 (pendidikan yang dilakukan oleh keluarga mendasari perkembangan anak).

6) Prinsip 7: item 25 (melibatkan anak dalam kegiatan harian keluarga (menyapu, membereskan mainan, merapikan meja, berbelanja) dapat meningkatkan kemampuan berpikirnya).

7) Prinsip 8: item 7 (anak yang sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat (mengandung penyedap rasa, pewarna buatan dan pemanis buatan yang berlebihan) cenderung mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan perkembangannya).

8) Prinsip 10: item 30 (anak mencoba menuang air sendiri agar dia trampil menuang air, mencoba menggunting sendiri agar dia trampil menggunting, dan mencoba menulis sendiri agar dia trampil menulis), item 38 (kegagalan yang dialami anak dalam mengerjakan tugas merupakan bagian dari proses belajar), item 9 (anak yang dipaksa untuk mengerjakan tugas dengan tingkat kesulitan jauh di atas kemampuannya dapat menjadikan anak kurang percaya diri).

9) Prinsip 11: item 12 (suasana hati anak akan mempengaruhi proses belajarnya), item 41 (anak dapat belajar dengan baik bila suasana lingkungannya menyenangkan).

10) Prinsip 12: item 42 (permainan ular tangga dapat mengasah ketrampilan berhitung), item 44 (anak akan dirugikan jika orang tua dan guru hanya mengembangakan kemampuan anak dalam membaca, menulis dan berhitung sedang kemampuan-kemampuan yang lain diabaikan).

b. Ada 9 item yang dipahami orang tua siswa tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1) Prinsip 2: item 43 (sikap egosentrik anak akan berkurang dengan semakin bertambahnya usia).

2) Prinsip 4: item 13 (anak yang kemauannya selalu dituruti akan cenderung memaksakan kehendaknya pada orang lain).

3) Prinsip 5: item 19 (untuk meningkatkan kecerdasan anak usia TK sebaiknya cara belajarnya seperti anak usia SD).

4) Prinsip 6: item 27 (anak sebaiknya bergaul dengan teman dari kelompok ekonomi yang sama), item 21 (anak tidak perlu mengenal adanya perbedaan pendapat).

5) Prinsip 8: item 15 (keadaan lingkungan fisik (air, tanah, udara) memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak), item 37 (orang tua yang cerdas pasti memiliki anak yang cerdas).

6) Prinsip 9: item 5 (kegiatan bermain merupakan kegiatan utama dan sangat penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembanan psikis anak).

7) Prinsip 11: item 40 (mengancam anak merupakan cara yang tepat untuk mengendalikan perilaku anak).

c. Ada 8 item yang cukup dipahami orang tua siswa tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1) Prinsip 2: item 6 (pertumbuhan dan perkembangan anak yang tinggal di daerah perkotaan berbeda dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang tinggal di daerah pedesaan).

2) Prinsip 3: item 11 (anak perlu mendapat cara pengasuhan dan pendidikan yang sama dengan temannya agar dia berprestasi yang sama pula), item 35 (perkembangan fisik dan psikis setiap anak berbeda, sehingga setiap anak sebaiknya mendapatkan perlakuan yang berbeda dari orang tua dan guru). 3) Prinsip 4: item 23 (anak yang sering dikatakan “Anak malas!” akan

cenderung tumbuh menjadi anak yang malas).

4) Prinsip 5: item 18 (kemampuan membaca gambar (logo atau symbol) tidak ada hubungannya dengan kemampuan membaca tulisan).

5) Prinsip 9: item 33 (bermain bebas (bermain air, tanah, layang-layang, boneka, berlarian, petak umpet) cenderung berdampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangan anak).

6) Prinsip 10: item 36 (anak yang sering gagal akan cenderung takut untuk mencoba hal baru), item 34 (semakin muda anak mengikuti pendidikan di sekolah, maka anak tersebut akan semakin cerdas).

d. Ada 3 item yang tidak dipahami orang tua siswa tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1) Prinsip 1: item 4 (berkhayal atau berfantasi memiliki pengaruh buruk bagi perkembangan anak).

2) Prinsip 3: item 16 (anak TK B harus sudah lancar menulis).

3) Prinsip 7: item 24 (orang tua sebaiknya memutuskan kegiatan harian anak tanpa meminta pertimbangan mereka, karena anak usia TK belum bisa membuat pertimbangan).

e. Ada 5 item yang sangat tidak dipahami orang tua siswa tentang prinsip pendidikan anak prasekolah berdasarkan karakteristik perkembangan. Hal-hal yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

1) Prinsip 3: item 39 (setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, namun demi keadilan hendaknya setiap anak mendapatkan perlakuan yang sama). 2) Prinsip 7: item 26 (satu-satunya lembaga yang dapat memberikan

pengetahuan bagi anak usia dini adalah sekolah).

3) Prinsip 9: item 31 (ketika anak terlibat konflik dengan teman bermainnya, maka Orang Tualah yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan konflik anak tersebut), item 14 (belajar formal (menggambar, menulis, mewarnai) lebih bermanfaat dibandingkan bermain bebas (bermain air, tanah, boneka). 4) Prinsip 12: item 32 (kemampuan yang paling berharga bagi anak adalah

kemampuan membaca, menulis dan berhitung).

Dokumen terkait