• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching dilakukan pada kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tahun pelajaran 2011/2012. Penelitian ini dilakukan delapan bulan yang meliputi dua siklus dan dengan materi yang ada di RPP. Observasi dilakukan terhadap dua aspek yaitu aktivitas guru mengajar dengan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching dan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching.

Hasil penelitian ini dibuat dalam bentuk tabel berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan yaitu tentang peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebelum dan sesudah tindakan. Data di sajikan dalam tiga kategori dengan subjek penelitian sebelum diberikan tindakan, tindakan yang dilakukan guru pada siklus I dan tindakan guru yang dilakukan pada siklus II.

1. Hasil belajar IPS siswa sebelum tindakan dilakukan.

Subjek penelitian yang penulis teliti adalah siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir, sebanyak 23 orang. Berdasarkan pengamatan penulis hasil belajar IPS siswa masih belum optimal, oleh sebab itu penulis ingin mengadakan perbaikan agar hasil belajarnya dapat meningkat, maka direncanakan satu tindakan yang

dilaksanakan dalam proses pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Adapun hasil belajar siswa sebelum tindakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel IV.6

HASIL BELAJAR IPS SEBELUM TINDAKAN

NO NAMA 1 2Indikator3 4 JUMLAH SKOR

1 Aprizal   2 50%

2 Agustiansyah  1 25%

3 Agus Wahyuli    3 75%

4 RahmatAlmurifqi  1 25%

5 Diana   2 50%

18 Siti Nurjannah  1 25%

19 Samsiah   2 50%

1. Siswa dapat mendeskriptifkan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2. Siswa dapat menghargai makna Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia, 3. Siswa mengetahui cara menjaga Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

4. Siswa mengetahui cara melestarikan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Berdasarkan pengamatan penulis, hasil belajar siswa pada mata Ilmu Pengetahuan Sosial siswa masih kurang baik dan kurang memuaskan. Oleh sebab itu, penulis ingin mengadakan perbaikan agar hasil belajar Ilmu Pengetahuan

Sosial siswa dapat meningkat, maka direncanakan tindakan dengan menggunakan Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching dalam proses pembelajaran yang selanjutnya.

1. Siklus I (Setelah Tindakan I).

Tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial adalah mencoba mengatasi dengan menggunakan Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching.

Teknik ini sangat sesuai untuk siswa yang mau meningkatkan hasil belajar yang masih rendah. Adapun tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching tergambar kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru sebagai berikut:

a. Pertemuan I Siklus 1 (2 Januari 2012)

Siklus I untuk pertemuan pertama pada tanggal 2 Januari 2012 dan pertemuan kedua tanggal 4 Januari 2012. Jadwal penelitian ini sesuai dengan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan di kelas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir yang dalam satu minggu terdapat satu kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran (2 x 35 menit).

1) Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan pada siklus I, langkah-langkah yang harus dilakukan adalah mempersiapkan silabus pembelajaran. Selanjutnya guru menyusun

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berdasarkan silabus, menyediakan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berisikan tentang berbagai pertanyaan mengenai topik yang dibahas.

Kemudian untuk memperoleh data baik aktivitas guru maupun siswa dalam proses pembelajaran, guru menyiapkan lembaran observasi. Sedangkan data tentang hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, guru menyiapkan soal tes tertulis.

2) Pelaksanaan Tindakan

Proses pelaksanaan tindakan guru melakukan langkah-langkah:

a) Membagi kelas menjadi dua kelompok

b) Meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas lain, atau tempat lain yang tidak memungkinkan mareka mendengarkan pembelajaran anda untuk membaca bacaan dari topik yang anda ajarkan. Pastikan bahwa bacaan dapat dipahami dengan baik dan sesuai dengan waktu yang anda perkirakan untuk pembelajaran

c) Menyampaikan materi pada kelompok kedua dengan metode ceramah, pada waktu yang sama.

d) Meminta siswa untuk mencari pasangan kawan yang tadi menerima pelajaran dengan cara yang berbeda. Anggota kelompok satu akan mencari kawan dari anggota kelompok dua

e) Meminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut.33

33Silberman Melvin L, Active Learning. (Bandung, Nusamedia, 2006), 267

3) Pengamatan (Observation)

Hasil Observasi terhadap pelaksanaan pengajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.7

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU DENGAN MENGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE SYNERGETIC

TEACHING PADA PERTEMUAN 1 SIKLUS I

No Aktivitas Guru Frekuensi

Ya Tidak

1 Guru membagi kelas menjadi

dua kelompok 

2 Guru meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas

lain 

Guru meminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut

Jumlah 3 2

Untuk mengetahui prosentase secara keseluruhan dari hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada Pertemuan pertama Siklus I dapat dilihat dari prosentase berikut :

% 100 N x P  F

% 5 100 P  3 x

% 100 60 ,

0 x

P 

% 00 , 60 P

Berdasarkan gambaran di atas. hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama siklus I diperoleh nilai sebesar 60,00% sehingga termasuk kategori kurang sempurna.

Adapun hasil observasi aktivitas siswa pada pertemuan pertama setelah diadakan tindakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel IV.8

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA KELAS V DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE

SYNERGETIC TEACHING PADA PERTEMUAN PERTAMA SIKLUS I

No Nama Siswa 1 Aktivitas Siswa2 3 4 5 Jumlah

1 Aprizal √ √ √ √ 4

Persentase 100% 100% 48% 39% 26% 63%

Keterangan:

1. Siswa menbagi kelas menjadi dua kelompok.

2. Siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain.

3. Siswa mendengarkan materi pelajaran.

4. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain.

5. Siswa menggabungkan hasil belajar mereka.

Berdasarkan dari keterangan tabel IV.8 di atas hasil observasi aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama siklus 1 adalah

siswa membagi kelas menjadi dua kelompok sebanyak 23 orang atau 100%. Siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain berjumlah 23 orang atau 100%. Siswa mendengarkan materi pelajaran 11 orang atau 48%. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain 9 orang atau 39%, Siswa menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 6 orang atau 26% dan tidak menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 17 orang atau 74%.

Keaktivitas siswa membagi kelas menjadi dua kelompok, siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain, siswa mendengarkan materi pelajaran, siswa mencari pasangan dengan kelompok lain, dan siswa menggabungkan hasil belajar mereka tergolong 63% atau kategori cukup aktif karena berada direntangan 56% -75%.

Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada pertemuan pertama siklus I dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel IV.9

HASIL BELAJAR SISWA PADA PERTEMUAN 1 SIKLUS I

NO NAMA 1 2Indikator3 4 JUMLAH SKOR

1 Aprizal    3 50%

2 Agustiansyah   2 25%

3 Agus Wahyuli    3 75%

4 RahmatAlmurifqi   2 25%

5 Diana   2 50%

1. Siswa dapat mendeskriptifkan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2. Siswa dapat menghargai makna Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia, 3. Siswa mengetahui cara menjaga Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

4. Siswa mengetahui cara melestarikan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Pada pertemuan pertama setelah dilakukan tindakan, hasil belajar siswa masih belum memuaskan walaupun sudah mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama baru mencapai 53% atau kategori kurang tinggi. Oleh karena itu, perlu diadakan tindakan selanjutnya.

b. Pertemuan 2 Siklus I (Tanggal 12 Januari 2012)

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada tanggal 12 Januari 2012.

Hasil observasi terhadap pelaksanaan pengajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.10

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU DENGAN MENGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE SYNERGETIC

TEACHING PADA PERTEMUAN KEDUA SIKLUS I

No Aktivitas Guru Frekuensi

Ya Tidak

1 Guru membagi kelas menjadi

dua kelompok 

2 Guru meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas

lain 

menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut

Jumlah 4 1

Untuk mengetahui prosentase secara keseluruhan dari hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada Pertemuan kedua Siklus I dapat dilihat dari persentase berikut :

% 100 N x P  F

% 5 100 P  4 x

% 100 80 ,

0 x

P 

% 80 P

Berdasarkan keterangan di atas hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus I diperoleh nilai sebesar 80% sehingga termasuk kategori sempurna.

Adapun hasil observasi aktivitas siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedia setelah diadakan tindakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel IV.11

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN KEDUA SIKLUS I

No Nama Siswa 1 Aktivitas Siswa2 3 4 5 Jumlah

1 Aprizal √ √ √ √ √ 5

Persentase 100% 100% 52% 60% 48% 72%

Keterangan:

1. Siswa menbagi kelas menjadi dua kelompok.

2. Siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain.

3. Siswa mendengarkan materi pelajaran.

4. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain.

5. Siswa menggabungkan hasil belajar mereka.

Berdasarkan dari keterangan tabel IV.11 di atas hasil observasi aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus 1 adalah siswa membagi kelas menjadi dua kelompok sebanyak 23 orang atau 100%. Siswa

kelompok pertama pindah ke ruangan lain berjumlah 23 orang atau 100%. Siswa mendengarkan materi pelajaran 12 orang atau 52%. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain 14 orang atau 60%, Siswa menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 11 orang atau 48% dan tidak menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 12 orang atau 52%.

Keaktivitas siswa mebagi kelas menjadi dua kelompok, siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain, siswa mendengarkan materi pelajaran, siswa mencari pasangan dengan kelompok lain, dan siswa menggabungkan hasil belajar mereka tergolong 72% atau kategori cukup aktif karena berada direntangan 56% -75%.

Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialpada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus I dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel IV.12

HASIL BELAJAR SISWA PADA PERTEMUAN 2 SIKLUS I

NO NAMA 1 2Indikator3 4 JUMLAH SKOR

1 Aprizal    3 75%

1. Siswa dapat mendeskriptifkan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2. Siswa dapat menghargai makna Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia, 3. Siswa mengetahui cara menjaga Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

4. Siswa mengetahui cara melestarikan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Pada pertemuan kedua setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa masih belum memuaskan walaupun sudah mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan kedua mencapai 64% atau kategori cukup tinggi.

Namun karena belum mencapai standar KKM, maka perlu diadakan tindakan selanjutnya.

Pada pertemuan kedua setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa masih belum memuaskan. Hasil belajar siswa pada siklus I pertemuan kedua mencapai 64% atau kategori cukup tinggi. Namun demikian belum semua siswa mencapai nilai ketuntasan.

4) Refleksi (Reflektion)

Memperhatikan deskripsi proses pembelajaran yang dikemukakan di atas dan melihat hasil belajar siswa melalui strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching tersebut belum memuaskan. Berdasarkan hasil pembahasan peneliti dan pengamat terhadap perbaikan pembelajaran pada siklus pertama terdapat beberapa kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran diantaranya:

1. Keterampilan dan kemampuan guru masih kurang dalam menerapkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching. Dalam menyajikan materi guru masih kurang sistematis dan makan waktu yang cukup lama. Begitu juga dalam proses pembelajaran guru terlihat sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa.

2. Kurangnya pengawasan guru secara merata dalam proses pembelajaran melalui penerapan Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada seluruh siswa, sehingga hanya beberapa orang saja yang aktif, sebagian siswa terlihat pasif dan mencari kesibukan sendiri seperti bermain-main.

3. Kemandirian siswa dalam membangun pengetahuannya belum optimal, karena siswa masih belum terbiasa dengan metode pembelajaran yang diterapkan.

4. Secara umum mengenai aktivitas siswa masih perlu ditingkatkan kembali dan perlu pengawasan yang ketat.

5. Hasil belajar siswa setelah perbaikan tampak lebih baik, jika dibandingkan dengan hasil belajar siswa sebelum tindakan. Namun, hasil tersebut belum optimal, oleh karena itu perlu adanya perbaikan lagi baik dari aktivitas guru, siswa maupun hasil belajarnya.

2. Siklus II (Setelah Tindakan II).

Tindakan yang dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bagi siswa yang mempunyai kemampuan rendah akan ditingkatkan lagi pada siklus kedua. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan tetap dipertahankan.

a. Pertemuan 3 Siklus II (9 Januari 2012)

Siklus II untuk pertemuan pertamaa pada tanggal 9 Januari 2012 dan pertemuan kedua tanggal 11 Januari 2012. Jadwal penelitian ini sesuai dengan jadwal pembelajaran yang telah ditetapkan di kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir yang dalam satu minggu terdapat dua kali pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran.

1) Perencanaan Tindakan

Perencanaan tindakan pada siklus kedua dengan langkah-langkah yang harus dilakukan adalah dengan mematangkan lagi persiapan pembelajaran seperti:

mempersiapkan silabus pembelajaran, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang berdasarkan silabus, menyediakan Lembar Kerja Siswa

(LKS) yang berisikan tentang berbagai pertanyaan mengenai topik yang dibahas, yaitu Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Untuk memperoleh data baik aktivitas guru maupun siswa dalam proses pembelajaran, guru menyiapkan lembaran observasi. Sedangkan data tentang hasil belajar, guru menyiapkan soal tes tertulis tentang Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2) Pelaksanaan Tindakan

Proses pelaksanaan tindakan guru melakukan langkah-langkah:

a) Melakukan apersepsi dan proses pembelajaran dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran.

b) Memperkenalkan strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching sebagai salah satu pengetahuan yang menerapkan pembelajaran langsung. Adapun tahapan pembelajaran dalam mengajarkan Cooperative Tipe Synergetic Teaching adalah guru membagi kelas menjadi dua kelompok, guru meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas lain, atau tempat lain yang tidak memungkinkan mareka mendengarkan pembelajaran anda untuk membaca bacaan dari topok yang anda ajarkan. Pastikan bahwa bacaan dapat dipahami dengan baik dan sesuai dengan waktu yang anda perkirakan untuk pembelajaran, guru menyampaikan materi pada kelompok kedua dengan metode ceramah, pada waktu yang sama, guru meminta siswa untuk mencari pasangan kawan yang tadi menerima pelajaran dengan cara yang berbeda. Anggota kelompok satu akan mencari kawan dari anggota kelompok dua, dan guru

meminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut.34

3) Pengamatan (Observation)

Hasil Observasi terhadap pelaksanaan pengajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.13

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU DENGAN MENGUNAKAN STRATEGI PEMBELAJARAN COOPERATIVE TIPE SYNERGETIC

TEACHING PADA PERTEMUAN PERTAMA SIKLUS II

No Aktivitas Guru Frekuensi

Ya Tidak

1 Guru membagi kelas menjadi

dua kelompok 

2 Guru meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas

lain 

Guru meminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut

Jumlah 5 0

Untuk mengetahui prosentase secara keseluruhan dari hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir dengan

34Ibid h 35-36

menggunakan Strategi Pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada Pertemuan pertama Siklus II dapat dilihat dari rumus sebagai berikut :

% 100 N x P  F

% 5 100 P  5 x

% 100 1x P 

% 100 P

Berdasarkan keterangan di atas hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama siklus II diperoleh nilai sebesar 100% sehingga termasuk kategori sempurna.

Adapun hasil observasi aktivitas siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama setelah diadakan tindakan dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel IV.14

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN PERTAMA SIKLUS II

No Nama Siswa 1 Aktivitas Siswa2 3 4 5 Jumlah

1 Aprizal √ √ √ √ √ 5

Persentase 100% 100% 65% 69% 61% 79%

Keterangan:

1. Siswa menbagi kelas menjadi dua kelompok.

2. Siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain.

3. Siswa mendengarkan materi pelajaran.

4. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain.

5. Siswa menggabungkan hasil belajar mereka.

Berdasarkan dari keterangan tabel IV.14 di atas hasil observasi aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama siklus II adalah siswa membagi kelas menjadi dua kelompok sebanyak 23 orang atau 100%. Siswa

kelompok pertama pindah ke ruangan lain berjumlah 23 orang atau 100%. Siswa mendengarkan materi pelajaran 15 orang atau 65%. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain 16 orang atau 69%, Siswa menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 14 orang atau 61% dan tidak menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 9 orang atau 39%.

Keaktivitas siswa mebagi kelas menjadi dua kelompok, siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain, siswa mendengarkan materi pelajaran, siswa mencari pasangan dengan kelompok lain, dan siswa menggabungkan hasil belajar mereka tergolong 79% atau kategori aktif karena berada direntangan 76% - 100%.

Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialpada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan pertama siklus II dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel IV.15

HASIL BELAJAR SISWA PADA PERTEMUAN 1 SIKLUS II

NO NAMA 1 2Indikator3 4 JUMLAH SKOR

1 Aprizal     4 100%

1. Siswa dapat mendeskriptifkan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2. Siswa dapat menghargai makna Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia, 3. Siswa mengetahui cara menjaga Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

4. Siswa mengetahui cara melestarikan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Pada pertemuan pertama setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa masih belum memuaskan tetapi mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa pada siklus II pertemuan pertama mencapai 77% atau kategori tinggi.

b. Pertemuan 2 Siklus II (Tanggal 11 Januari 2012)

Pertemuan kedua siklus II dilaksanakan pada tanggal 11 Januari 2012.

Hasil Observasi terhadap pelaksanaan pengajaran dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel IV.16

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS GURU PADA PERTEMUAN KEDUA SIKLUS II

No Aktivitas Guru Frekuensi

Ya Tidak

1 Guru membagi kelas menjadi

dua kelompok 

2 Guru meminta kelompok pertama untuk pindah ke kelas

lain 

Guru meminta untuk menggabungkan hasil belajar yang mereka peroleh dengan cara yang berbeda tersebut

Jumlah 5 0

Untuk mengetahui prosentase secara keseluruhan dari hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada Pertemuan kedua Siklus II dapat dilihat dari rumus sebagai berikut :

% x100 N P  F

% 5 100 P  5 x

% 100 P 1x

% 100 P

Berdasarkan keterangan di atas hasil observasi aktivitas guru pada mata pelajaran IPS siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus II diperoleh nilai sebesar 100% sehingga termasuk kategori sempurna.

Adapun hasil observasi aktivitas siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua Siklus II dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel IV.17

HASIL OBSERVASI AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN KEDUA SIKLUS II

No Nama Siswa 1 Aktivitas Siswa2 3 4 5 Jumlah

1 Aprizal √ √ √ √ √ 5

Persentase 100% 100% 83% 74% 78% 87%

Keterangan:

1. Siswa menbagi kelas menjadi dua kelompok.

2. Siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain.

3. Siswa mendengarkan materi pelajaran.

4. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain.

5. Siswa menggabungkan hasil belajar mereka.

Berdasarkan dari keterangan tabel IV.17 di atas hasil observasi aktivitas siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus II adalah siswa membagi kelas menjadi dua kelompok sebanyak 23 orang atau 100%. Siswa

kelompok pertama pindah ke ruangan lain berjumlah 23 orang atau 100%. Siswa mendengarkan materi pelajaran 19 orang atau 83%. Siswa mencari pasangan dengan kelompok lain 17 orang atau 74%, Siswa menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 18 orang atau 78% dan tidak menggabungkan hasil belajar mereka sebanyak 5 orang atau 22%.

Keaktivitas siswa membagi kelas menjadi dua kelompok, siswa kelompok pertama pindah ke ruangan lain, siswa mendengarkan materi pelajaran, siswa mencari pasangan dengan kelompok lain, dan siswa menggabungkan hasil belajar mereka tergolong 87% atau kategori aktif karena berada direntangan 76% - 100%.

Adapun hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosialpada siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Kotabaru Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir pertemuan kedua siklus II dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel IV.18

HASIL BELAJAR SISWA PADA PERTEMUAN 2 SIKLUS II

NO NAMA 1 2Indikator3 4 JUMLAH SKOR

1 Aprizal     4 100%

1. Siswa dapat mendeskriptifkan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

2. Siswa dapat menghargai makna Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia, 3. Siswa mengetahui cara menjaga Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

4. Siswa mengetahui cara melestarikan Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia.

Pada pertemuan kedua setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa sudah sangat memuaskan karena terus mengalami peningkatan. Hasil belajar siswa pada siklus II pertemuan kedua mencapai 86% atau kategori tinggi.

3. Pembahasan

Hasil observasi pada sebelum diterapkan Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching tergolong rendah yaitu 45%. Setekah diterapkan Strategi pembelajaran Cooperative Tipe Synergetic Teaching pada siklus I pertemuan pertama 53%, dan siklus I pertemuan kedua 64%. Pada siklus II pertemuan ketiga 77% dan pada siklus II pertemuan keempat 86%.

Peningkatan hasil belajar melalaui Strategi pembelajaran Cooperative

Peningkatan hasil belajar melalaui Strategi pembelajaran Cooperative

Dokumen terkait